Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Kebangkitan Badan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2, 3, 4  Next
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Kebangkitan Badan   20th February 2013, 17:10

Aku Percaya Akan Kebangkitan Badan

Kebangkitan badan meneguhkan pengharapan
Rasul Paulus menuliskan kepada jemaat di Korintus, “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan” (1Kor 15:13). Dengan kata lain, orang yang tidak percaya akan kebangkitan badan, tidak percaya akan Kristus sendiri yang telah bangkit. Maka, iman akan kebangkitan badan berhubungan erat dengan iman akan Kristus yang bangkit dari antara orang mati. St. Thomas dalam Summa Theology memberikan lima alasan mengapa Kristus bangkit, yaitu: (1) untuk menyatakan keadilan Allah; (2) untuk memperkuat iman kita; (3) untuk memperkuat pengharapan; (4) agar kita dapat hidup dengan baik; (5) untuk menuntaskan karya keselamatan Allah.

Kebangkitan badan yang dimaksud di sini adalah badan yang telah terurai dan hancur akibat kematian akan dibangkitkan pada akhir zaman dan kemudian akan bersatu dengan jiwa masing-masing. Dengan demikian, setiap individu akan kembali mempunyai persatuan antara jiwa dan badan, dan kemudian hidup dalam kekekalan. Bagi yang masuk dalam Kerajaan Sorga akan mengalami kebahagiaan dalam persatuan jiwa dan badan yang telah dimuliakan dan bagi yang masuk dalam neraka akan mendapatkan hukuman dalam persatuan jiwa dan badan. Dengan berpegang teguh pada ajaran tentang kebangkitan badan, kita percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian, dan kebahagiaan Sorgawi yang telah dijanjikan oleh Yesus menanti kita di kehidupan mendatang.

Apa gunanya mempercayai ajaran ini?
1. Tidak terpuruk dalam kesedihan akan kematian. Menjadi reaksi psikologis yang wajar bahwa seseorang menangisi kematian dari orang-orang yang dikasihinya. Namun, seseorang yang percaya akan kebangkitan badan, dia tidak akan kehilangan harapan bahwa pada satu saat dia akan dapat berkumpul kembali dengan orang-orang yang dikasihinya. Rasul Paulus menegaskan hal ini kepada jemaat di Tesalonika, “Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.” (1Tes 4:13-14)

2. Mengambil ketakutan akan kematian. Kalau kita tidak percaya akan adanya pengharapan yang lain setelah kematian, maka kita akan terjebak dalam ketakutan akan kematian yang harus kita hadapi. Namun, karena kita percaya akan kehidupan kekal dan kebangkitan badan, maka kematian tidak terlalu menakutkan bagi umat beriman. Dengan kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus telah memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut, sehingga Kristus membebaskan kita dari ketakutan terhadap maut (lih. Ibr 2:14-15)

3. Membantu kita untuk hidup lebih baik. Seseorang yang tidak melihat bahwa apa yang dilakukannya diperhitungkan untuk kekekalan, maka ia tidak mempunyai motivasi yang tinggi untuk hidup lebih baik. Namun, seseorang yang mempercayai kehidupan kekal di masa mendatang akan mempunyai motivasi yang tinggi untuk berbuat baik, tahan menghadapi segala tantangan, penderitaan dan ketidakadilan di dunia ini. Rasul Paulus menuliskan, “Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.” (1Kor 15:19)

4. Membantu kita untuk menjauhi kejahatan. Dengan percaya akan kehidupan kekal dan kebangkitan badan, kita terdorong untuk menjauhkan diri dari kejahatan, karena tahu bahwa segala kejahatan dapat berakibat penghukuman di kehidupan mendatang. Rasul Yohanes menuliskan, “dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” (Yoh 5:29)

Realitas Kebangkitan Badan
Mereka yang menentang kebangkitan badan sebelum Kristus adalah kaum Saduki (Mat 22:23; Kis 23:8 ) dan orang-orang pagan (Kis 17:32), kaum Gnostics dan Manichaeans, di jaman Abad pertengahan, adalah kaum Katharis, dan di zaman modern adalah kaum Materialis dan kaum Rationalis. Namun sebenarnya, kita dapat membuktikan kebangkitan badan baik dengan akal budi – sejauh yang dapat kita terangkan dengan akal budi – maupun dari Wahyu Allah.

Pembuktian dari akal budi

Dalam katekismus Konsili Trente dipaparkan pembuktian dari akal budi. Kebangkitan badan berkaitan dengan konsep jiwa yang kekal, seperti yang terlihat dari argumentasi yang diberikan oleh Yesus ketika berdiskusi dengan kaum Saduki (lih. Mat 22:29-30). Jiwa yang kekal ini – yang menjadi bagian dari kodrat manusia yang mempunyai tubuh – secara kodrati mempunyai kecenderungan untuk bersatu dengan tubuhnya. Jadi, pemisahan antara jiwa dan tubuh seperti yang terjadi dalam kematian, bertentangan dengan kodrat manusia. Apa yang bertentangan dengan kodrat hanya akan bersifat sementara. Jika kodrat jiwa adalah kekal dan jika tubuh hancur dalam kematian, maka adalah layak jika tubuh yang hancur ini kemudian akan dibangkitkan dan bersatu dengan jiwanya yang kekal.

Argumentasi lainnya diberikan oleh St. Krisostomus dalam homilinya kepada umat di Antiokia. Dia mengajarkan bahwa ketika manusia hidup di dunia, jiwa dan badannya saling bekerjasama ketika berbuat kejahatan maupun kebajikan, sehingga sudah selayaknya penghukuman maupun penghargaan diterima oleh jiwa maupun badan. Namun, banyak orang yang sebelum meninggal dunia tidak mengalami penghukuman terhadap kejahatan yang mereka lakukan ataupun tidak mendapatkan penghargaan dari kebajikan yang mereka lakukan. Oleh karena itu, dalam Pengadilan Terakhir, ketika manusia memperoleh penghargaan maupun penghukuman, jiwa juga akan bersatu dengan tubuh, sehingga yang menerima penghargaan dan penghukuman adalah persatuan jiwa dan tubuh dan bukan hanya jiwa saja. Persatuan ini mensyaratkan kebangkitan badan.

Kebangkitan badan juga merupakan efek kesempurnaan dari penebusan Kristus. Kristus telah menebus dunia, karena dengan kematian-Nya, Dia telah menghancurkan kematian, sehingga ada kehidupan di dalam Kristus. Manusia yang mempunyai kodrat dengan jiwa dan tubuh juga akan dibangkitkan sesuai dengan kodratnya, sehingga ada persatuan kekal antara jiwa dan tubuh. Dan karena Kristus sendiri sebagai kepala Gereja telah bangkit – baik jiwa maupun tubuh-Nya – maka sebagai anggota Gereja, kita semua juga akan mengalami kebangkitan badan untuk bersatu dengan jiwa kita.

Pembuktian dari Kitab Suci

Di dalam Perjanjian Lama, terlihat adanya perkembangan pandangan tentang kebangkitan badan. Nabi Hosea dan Yehezkiel menggunakan simbol kebangkitan untuk menggambarkan pembebasan Israel atas dosa dan pengasingan (Hos 6:3, 13:14; Yeh 37:1-14). Yesaya mengajarkan kebangkitan badan (Yes 16:19), demikian juga dengan Daniel, yang mengajarkan baik mereka yang baik maupun yang jahat akan bangkit setelah kematian; orang- orang yang baik masuk surga, sedangkan yang jahat dihukum (lih. Dan 12:2). Kitab 2 Makabe juga mengajarkan doktrin kebangkitan orang mati (Mak 7:9,11,14,23,29; 12:43, 14:16).

Yesus menolak pandangan kaum Saduki, “Kamu sesat sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah! Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di surga.” (Mat 22:29-30). Yesus mengajarkan bukan hanya kebangkitan badan bagi orang- orang benar (Luk 14:14) tetapi juga orang- orang jahat, yang akan dimasukkan ke neraka bersama- sama dengan tubuh mereka (Mat 5:29; 10:28; 18:8 ). “…mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum” (Yoh 5:29). Kepada mereka yang percaya kepada-Nya, dan yang makan daging-Nya dan minum darah-Nya, Yesus menjanjikan kebangkitan badan pada akhir zaman (Yoh 6:39-; 44,55). Sebab Kristus sendiri adalah “kebangkitan dan hidup” (Yoh 11:25), maka Ia berjanji bahwa orang-orang yang percaya kepada-Nya akan hidup walaupun mereka sudah mati (lih. Yoh 11:26).

Para rasul mengajarkan tentang kebangkitan badan semua orang mati dalam hubungannya dengan kebangkitan Kristus (lih. Kis 5:1; 17:18,32; 24:15,21; 26:23). Rasul Paulus menegur jemaat di Korintus yang menolak kebangkitan badan, dan mengatakan bahwa dasar kebangkitan badan adalah kebangkitan Kristus, “Kristus telah dibangkitkan dari orang mati sebagai yang sulung dari orang- orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena satu orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap- tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya…..” (1 Kor 15:20-23). Musuh terakhir yang dibinasakan ialah maut (lih.1 Kor 15:26, 54-55). Maka karena kemenangan Kristus atas maut, kita beroleh kebangkitan badan (lih. Rom 8:11; 2Kor 4:14; Fil 3:21; 1 Tes 4:14,16; Ibr 6:1-20)

Para Bapa Gereja yang diserang oleh banyaknya ajaran sesat, mengajarkan dengan detail tentang kebangkitan badan, seperti yang dilakukan oleh St. Klemens dari Roma, St. Yustinus, Athenagoras, Tertullian, Origen, Methodius, St. Gregorius dari Nissa, St. Agustinus dalam Enchiridion 84-93, De civ. Dei XXII 4-.

Tubuh sebelum dan sesudah kebangkitan
Konsili Lateran ke-4 (1215) mengajarkan: “They will rise with their bodies which they have now.” Terjemahannya: Mereka [semua orang] akan bangkit dengan tubuh yang mereka miliki sekarang.”

Hal ini secara implisit dinyatakan dalam Kitab Suci, yaitu bahwa tubuh ini yang mati dan terdekomposisi, akan bangkit kembali, seperti tertulis dalam 2 Mak 7:11 “…aku berharap akan mendapatkan kembali semuanya [lidah dan tangannya] dari pada-Nya!”, dan dalam 1 Kor 15:53, “Karena yang dapat binasa ini dapat mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati.”

Para Bapa Gereja mengajarkan demikian, “Tubuh ini akan bangkit lagi dan diadili, dan “kita akan menerima penghargaan kita di dalam tubuh ini.” (St. Klemens, 2 Kor 9:1-5) “Kita berharap akan menerima kembali tubuh kita yang mati… dengan percaya bahwa pada Tuhan tidak ada yang mustahil” (St. Yustinus, Apol. 1.18). Dasarnya adalah, karena kebangkitan badan mensyaratkan identitas tubuh sebelum dan sesudah kebangkitan. Hal ini juga diajarkan oleh Methodius, St. Gregorius Nissa, St. Epiphanius (Haer. 64) dan St. Jerome (Adv. Ioannem Hierosolymitanum).

Maka secara umum para Bapa Gereja mengajarkan bahwa tubuh akan bangkit lagi dengan integritas yang lengkap, bebas dari distorsi, dari bentuk yang buruk maupun cacat. St. Thomas Aquinas mengajarkan, “Orang akan bangkit lagi dengan kemungkinan terbesar akan kesempurnaan alami,” sehingga artinya, [tubuh yang bangkit itu] di tahap usia yang dewasa (Summa Theology, Suppl. 81.1). Integritas dari tubuh setelah kebangkitan juga mensyaratkan organ- organ tubuh, dan pembedaan jenis kelamin. Namun demikian fungsi- fungsi vegetatif (makan dan berkembang biak) tidak ada lagi. Sebab dikatakan dalam Mat 22:30, “Mereka akan menjadi seperti malaikat Tuhan di surga.”

Komposisi Tubuh setelah Kebangkitan badan

1. Tubuh orang -orang benar akan diubah seperti tubuh Kristus yang bangkit (Sen. certa)

St. Paulus mengajarkan, “[Yesus Kristus] akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.” (Fil 3:21). “Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah.” (1 Kor 15:42-44), lihat 1 Kor 15:53.

Berdasarkan ajaran para Rasul, maka para Teolog mengelompokkan empat karunia sehubungan dengan kebangkitan badan orang- orang benar:

a. Tidak dapat menderita (incapability of suffering/ impassibilitas), tidak dapat lagi mengalami sakit ataupun mati. Why 21:4 “Dan Ia [Tuhan] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau rapat tangis, dan duka cita sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (lihat juga Why 7:16, Luk 20:36: “Sebab mereka tidak dapat mati lagi”. Alasan mendasar impassibilitas ini adalah karena tubuh tunduk/ taat sempurna kepada jiwa. (Summa Theology, Suppl. 82,1)

b. Subtilitas, yaitu, sebuah kodrat yang rohani/ spiritual. Namun demikian, ini tidak untuk diartikan bahwa tubuh diubah menjadi hakekat spiritual ataupun penghalusan tubuh/ matter menjadi tubuh yang tidak bisa diraba (etheral body), lihat Luk 24:39 [disebutkan bahwa Yesus yang bangkit mempunyai tubuh yang dapat diraba, mempunyai daging dan tulang]. Maka model tubuh spiritual ini adalah tubuh kebangkitan Kristus, yang dapat keluar dari kubur yang tertutup rapat dan yang menembus pintu yang terkunci (Yoh 20:19, 26). Alasan dasar tubuh yang rohani ini adalah kesempurnaan dominasi jiwa yang ter-transfigurasi, terhadap tubuh (Summa Theology, Suppl. 83,1).

C. Agilitas, yaitu kemampuan tubuh untuk mentaati jiwa dengan kemudahan yang sempurna dan gerakan yang cepat. Maka ini bertentangan dengan beratnya tubuh duniawi yang dikondisikan oleh hukum gravitasi. Agilitas ini terjadi pada tubuh Kristus yang secara tiba- tiba hadir di tengah para Rasul-Nya dan yang lenyap dari pandangan mereka juga dengan cepat (Yoh 20:19, 26; Luk 24:31). Alasan dasar agilitas adalah kesempurnaan dominasi jiwa yang ter-transfigurasi, yang telah memindahkan tubuh (Summa Theology, Suppl. 84, 1)

d. Klaritas, bebas dari segala bentuk deformasi, dan diisi oleh keindahan dan terang. Yesus mengatakan, “Pada waktu itu orang- orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.” (Mat 13:43), lih. Ul 12:3. Model transfigurasi ini adalah Transfigurasi Yesus di gunung Tabor (Mat 17:2), dan setelah kebangkitan-Nya (Kis 9:3). Alasan dasar transfigurasi ini adalah keindahan yang melimpah ruah dari jiwa yang ter-transigurasi ke dalam tubuh. Tingkat transfigurasi tubuh, menurut 1 Kor 15:41-, akan bervariasi tergantung dari tingkat keindahan jiwa, yang sebanding dengan ukuran jasa/ perbuatan kasih yang dilakukannya. (Summa Theology, Suppl. 85, 1)

2. Tubuh orang- orang yang jahat akan bangkit di dalam ketidakbinasaan (incorruptibility and immortality), tetapi mereka tidak mengalami transfigurasi (Sent. certa)

Incorruptibilitas dan immortalitas ini merupakan prasyarat bagi penghukuman abadi bagi tubuh di neraka. (Mat 18:8-). Immortalitas (lih. 1 Kor 15:52-) tidak termasuk perubahan tubuh dan fungsi- fungsi yang berhubungan dengan perubahan tubuh, tetapi pada orang jahat ini, immortalitas tidak berarti bahwa mereka tidak dapat menderita. (Summa Theology, Suppl. 86, 1-3).

Merindukan Kebangkitan Badan
Dalam artikel syahadat “Aku percaya akan kebangkitan badan”, seluruh umat Katolik diajak untuk sekali lagi berfokus pada tujuan akhir, yaitu Sorga. Dengan mengetahui bahwa suatu saat tubuh kita akan dibangkitkan dan bersatu dengan jiwa dan kemudian hidup dalam kekekalan, maka kita akan mengarahkan semua hal di dunia ini untuk mencapai kebahagiaan kekal. Dogma ini dapat membantu kita untuk senantiasa tabah dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, bertekun dalam kasih, dan senantiasa berjuang dalam kekudusan, sehingga pada akhirnya, kita akan menjadi manusia baru di dalam Kristus dan hidup bahagia selamanya di Sorga untuk selamanya. Kematian Kristus membuka pintu perdamaian antara kita dengan Allah dan oleh kurban Kristus kita dapat memperoleh keselamatan dan hidup yang kekal.

Ditulis oleh: Stefanus Tay & Ingrid Tay

Sumber

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   20th February 2013, 17:19

Percaya akan kebangkitan badan, adalah salah satu butir yang diucapkan dalam Pengakuan Iman.

Tetapi, mengapa sulit sekali membayangkan kebangkitan badan dengan logika manusia ini? Karena dengan badan, maka manusia tidak lagi bersifat roh, tetapi bersifat materi, dan materi tunduk pada hukum alam.

Betul bahwa Jesus juga memiliki tubuh kebangkitan, setelah Ia bangkit. Tetapi Jesus kan Tuhan, kita kan manusia. Dasarnya sudah berbeda, Jesus adalah Tuhan dan juga manusia. Sedangkan kita adalah 100% manusia yang bukan Tuhan.

Bagaimana kita yang bangkit sebagai 'manusia' bisa bersatu dengan Tuhan yang adalah Roh?

Mungkin para romo dan ahli Alkitab di forum ini bisa membantu memberi pencerahan?

Sad

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   20th February 2013, 19:54

bruce wrote:
Percaya akan kebangkitan badan, adalah salah satu butir yang diucapkan dalam Pengakuan Iman.

Tetapi, mengapa sulit sekali membayangkan kebangkitan badan dengan logika manusia ini? Karena dengan badan, maka manusia tidak lagi bersifat roh, tetapi bersifat materi, dan materi tunduk pada hukum alam.

Betul bahwa Jesus juga memiliki tubuh kebangkitan, setelah Ia bangkit. Tetapi Jesus kan Tuhan, kita kan manusia. Dasarnya sudah berbeda, Jesus adalah Tuhan dan juga manusia. Sedangkan kita adalah 100% manusia yang bukan Tuhan.

Bagaimana kita yang bangkit sebagai 'manusia' bisa bersatu dengan Tuhan yang adalah Roh?

Mungkin para romo dan ahli Alkitab di forum ini bisa membantu memberi pencerahan?

Sad

Salam Damai.


Mau ikutan jawab Mod .... walau bukan Romo dan Ahli Alkitab.

Berawal dari pembaptisan kita, kita ambil bagian dalam sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus, dan berjuang untuk mengamalkan hidup bersama-Nya seperti yang Ia kehendaki bagaimana hidup itu diamalkan. Setiap kali kita menyambut Komuni Kudus, kita ingat akan kata-kata Tuhan kita, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (Yoh 6:54)
Dikutip dari yesaya.indocell.net/id1131.htm

Nanti setelah hari akhir dunia, kita menjadi bagian dari Tubuh Kristus.
IMHO memiliki badan kekal serupa dengan Badan Mulia Kristus.


GBU
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   20th February 2013, 20:04

Quote :
Nanti setelah hari akhir dunia, kita menjadi bagian dari Tubuh Kristus.
IMHO memiliki badan kekal serupa dengan Badan Mulia Kristus.

Kalau pertanyaan langsungnya, kira kira berbunyi : Apakah setelah kebangkitan, tubuh kita masih terikat ruang dan waktu ?

Mohon pencerahannya om mod ...

Embarassed

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   20th February 2013, 20:29

bruce wrote:
Quote :
Nanti setelah hari akhir dunia, kita menjadi bagian dari Tubuh Kristus.
IMHO memiliki badan kekal serupa dengan Badan Mulia Kristus.

Kalau pertanyaan langsungnya, kira kira berbunyi : Apakah setelah kebangkitan, tubuh kita masih terikat ruang dan waktu ?

Mohon pencerahannya om mod ...

Embarassed

Salam Damai.


Hushh.... kalo minta pencerahan biar Romo Yopi aja.

Kalo sudah dipersatukan dengan Tubuh Kristus, maka tentu saja kita tidak terikat ruang dan waktu.
Menurut pemikiran saya, materi tubuh kita serupa dengan Tubuh Kristus, pada usia semasa hidup kita yang paling sehat dan bahagia.


CMIIW


Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   20th February 2013, 20:42

Quote :
Kalo sudah dipersatukan dengan Tubuh Kristus, maka tentu saja kita tidak terikat ruang dan waktu.
Menurut pemikiran saya, materi tubuh kita serupa dengan Tubuh Kristus, pada usia semasa hidup kita yang paling sehat dan bahagia.

Bagaimana dengan orang yang mengidap brain damaged atau cerebral palsy, yang sejak lahir hingga meninggal tidak pernah sadar apa yang mereka pikirkan?

Kira kira kalau bangkit apa yang jadi pemikirannya, om mod?

Cool

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   20th February 2013, 21:11

bruce wrote:
Quote :
Kalo sudah dipersatukan dengan Tubuh Kristus, maka tentu saja kita tidak terikat ruang dan waktu.
Menurut pemikiran saya, materi tubuh kita serupa dengan Tubuh Kristus, pada usia semasa hidup kita yang paling sehat dan bahagia.

Bagaimana dengan orang yang mengidap brain damaged atau cerebral palsy, yang sejak lahir hingga meninggal tidak pernah sadar apa yang mereka pikirkan?

Kira kira kalau bangkit apa yang jadi pemikirannya, om mod?

Cool

Salam Damai.


Sekedar sharing..
Ada seseorang keluarga dekat, yang telah meninggal.
Ia awalnya dari kecil sangat sehat dan menjelang usia 11 tahun tiba2 lumpuh.
Ternyata menderita kanker. Ia bertahan sampai usia 40 tahun lebih.
Karena sekian lama lumpuh maka kaki dan tangan menjadi mengecil.
Pada waktu terakhir, 2 minggu berada di rumah sakit.
Seminggu masih sadar dan seminggu kemudian tidak sadar sampai akhirnya meninggal.

Pada saat masih sadar, ia bercerita mengatakan seolah2 raganya melayang....melihat tubuhnya dan melihat kedatangan saya dan istri saya ke rumah sakit.
Dan ia bercerita bahwa di atas sana (surga ?) terdapat banyak organ2 tubuh yang sehat yang disediakan bagi orang2 yang membutuhkan seperti dia.
Ada kaki, tangan, ginjal dan lain2. Kebetulan terakhir enggak ada karena gagal ginjal.

Saya berpendapat Tuhan Yesus akan menyediakan tubuh mulia bagi diri kita.
Secara badaniah, mungkin seorang celebral palsy tidak pernah sadar, tetapi bukankah ia memilik roh.
Mungkin saya analogikan seseorang bercermin. Bayangan dalam cermin adalah jiwa dan raga kita di dunia ini. Sedangkan orang tersebut adalah roh.
Walaupun cermin nya retak dan bayangan nya tidak beraturan, tetapi roh itu sendiri utuh adanya.

CMIIW

Jadi mengingatkan saya terhadap keluarga dekat tersebut ........... Crying or Very sad




Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   20th February 2013, 21:25

Quote :
Saya berpendapat Tuhan Yesus akan menyediakan tubuh mulia bagi diri kita.
Secara badaniah, mungkin seorang celebral palsy tidak pernah sadar, tetapi bukankah ia memilik roh.

Kita saat ini 'butuh' tubuh untuk bisa berkembang biak, butuh tubuh untuk bisa berkarya, butuh tubuh untuk bisa eksis di dunia ini. Jika kita sudah tidak terikat ruang dan waktu lagi, jika kita tidak perlu berjalan untuk berpindah tempat, jika kita tidak butuh makan untuk hidup, jika kita tidak butuh mulut untuk berucap. Jika kita tidak perlu lagi bertani dan bercocok tanam, untuk apa lagi punya anggota tubuh. Jika kita tidak lagi butuh makan untuk apa lagi kita butuh badan. Lantas untuk apa kita memiliki tubuh lagi kelak setelah dibangkitkan?

affraid

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   20th February 2013, 21:42

bruce wrote:
Quote :
Saya berpendapat Tuhan Yesus akan menyediakan tubuh mulia bagi diri kita.
Secara badaniah, mungkin seorang celebral palsy tidak pernah sadar, tetapi bukankah ia memilik roh.

Kita saat ini 'butuh' tubuh untuk bisa berkembang biak, butuh tubuh untuk bisa berkarya, butuh tubuh untuk bisa eksis di dunia ini. Jika kita sudah tidak terikat ruang dan waktu lagi, jika kita tidak perlu berjalan untuk berpindah tempat, jika kita tidak butuh makan untuk hidup, jika kita tidak butuh mulut untuk berucap. Jika kita tidak perlu lagi bertani dan bercocok tanam, untuk apa lagi punya anggota tubuh. Jika kita tidak lagi butuh makan untuk apa lagi kita butuh badan. Lantas untuk apa kita memiliki tubuh lagi kelak setelah dibangkitkan?

affraid

Salam Damai.


Karena kembali pada konsep penciptaan di kitab Kejadian.
Allah menciptakan Adam dan Hawa, dimana serupa dengan gambar dan rupa Allah.
Dan dalam hal ini Adam dan Hawa tidak berupa roh tetapi memilik badan.
Tapi kalo Adam dan Hawa, memiliki badan yang dapat rusak karena kejatuhan/dosa.
Opposite nya, di akhir jaman kita memiliki badan Mulia yang tidak mungkin rusak.


CMIIW



Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   20th February 2013, 23:22

bruce wrote:
Percaya akan kebangkitan badan, adalah salah satu butir yang diucapkan dalam Pengakuan Iman.

Tetapi, mengapa sulit sekali membayangkan kebangkitan badan dengan logika manusia ini? Karena dengan badan, maka manusia tidak lagi bersifat roh, tetapi bersifat materi, dan materi tunduk pada hukum alam.

Betul bahwa Jesus juga memiliki tubuh kebangkitan, setelah Ia bangkit. Tetapi Jesus kan Tuhan, kita kan manusia. Dasarnya sudah berbeda, Jesus adalah Tuhan dan juga manusia. Sedangkan kita adalah 100% manusia yang bukan Tuhan.

Bagaimana kita yang bangkit sebagai 'manusia' bisa bersatu dengan Tuhan yang adalah Roh?

Mungkin para romo dan ahli Alkitab di forum ini bisa membantu memberi pencerahan?
wah, artikel dan materi pembahasan yg sangat bagus nih bro.. [You must be registered and logged in to see this image.]
para Romo dan yg ahli theolog tolong membantu memberikan penjelasan donk..??
dulu seingat sy sewaktu pelajaran agama di SMA, guru agama sy jg pernah membahas dan mengatakan bahwa ntinya tubuh kita baik jasmani dan rohani akan dibangkitkan kembali seperti yg dialami ol Yesus itu bro, dan ntinya kita jg akan diadili atas perbuatan2 kita selama hidup didunia ini, dimana ntinya kita akan mengalami 'turun ketempat penantian' dan akan mengalami api pensucian sebelum akhirnya kita dpt bersatu dgn Tuhan disorga..

tp sy udah lupa dan masih belom jelas apa dasar ajaran2 Gereja tsb, jd tolong sekalian dijelaskan dan kaitannya dgn api penyucian itu donk..??
[You must be registered and logged in to see this image.]
Syalom,
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   21st February 2013, 07:11

@Cinzan

Quote :
Karena kembali pada konsep penciptaan di kitab Kejadian.
Allah menciptakan Adam dan Hawa, dimana serupa dengan gambar dan rupa Allah.
Dan dalam hal ini Adam dan Hawa tidak berupa roh tetapi memilik badan.
Tapi kalo Adam dan Hawa, memiliki badan yang dapat rusak karena kejatuhan/dosa.
Opposite nya, di akhir jaman kita memiliki badan Mulia yang tidak mungkin rusak.

Betul om, tetapi tujuan Tuhan ketika penciptaan manusia (Adam) adalah untuk hidup di bumi, seperti sabdaNya 'Penuhilah bumi....'

Sedangkan tujuan kebangkitan (badan) adalah untuk hidup di Sorga.

Nah ?


@Nothing

Quote :
tp sy udah lupa dan masih belom jelas apa dasar ajaran2 Gereja tsb, jd tolong sekalian dijelaskan dan kaitannya dgn api penyucian itu donk..??

Sabar, bro, kebangkitan badannya saja belum tuntas koq.

Laughing


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   21st February 2013, 09:26

bruce wrote:
@Cinzan

Quote :
Karena kembali pada konsep penciptaan di kitab Kejadian.
Allah menciptakan Adam dan Hawa, dimana serupa dengan gambar dan rupa Allah.
Dan dalam hal ini Adam dan Hawa tidak berupa roh tetapi memilik badan.
Tapi kalo Adam dan Hawa, memiliki badan yang dapat rusak karena kejatuhan/dosa.
Opposite nya, di akhir jaman kita memiliki badan Mulia yang tidak mungkin rusak.

Betul om, tetapi tujuan Tuhan ketika penciptaan manusia (Adam) adalah untuk hidup di bumi, seperti sabdaNya 'Penuhilah bumi....'

Sedangkan tujuan kebangkitan (badan) adalah untuk hidup di Sorga.

Nah ?

---cut---


Salam Damai.

Ya enggak apa2 kan Mod Bruce.
Kalo di bumi, kita menggunakan badan fana yang terdiri dari 3 dimensi.

Nanti setelah akhir jaman, kita diberikan tubuh/badan Mulia serupa badan Kristus yang terdiri dari multi dimensi. (dimensi ruang, waktu dan tidak mungkin rusak).
Bagi saya, asumsi surga adalah suatu keadaan yang berbahagia yang bersatu dengan Allah. Karena badan Mulia sudah multi dimensi sehingga tidak memerlukan tempat lagi.

CMIIW

In quietum est cor nostrum donec requiescat in Te


Cool



Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   21st February 2013, 11:09

Quote :

Hidup sesudah mati.
HIDUPKATOLIK.com - Seringkali dikatakan bahwa sesudah kematian, jiwa masih hidup bersama Tuhan. Kalau ternyata jiwa sudah hidup bersama Tuhan, mengapa masih dibutuhkan kebangkitan? Apa perlunya ada kebangkitan? Minta penjelasan Romo.

Theresia Maria Agustyarini, 08179625xxx

Pertama, memang harus diakui bahwa kita sering menggunakan ungkapan teologis seperti “dalam kematian, jiwa terpisah dari badan dan jiwa menghadap Tuhan. Mari kita mendoakan jiwa saudara kita yang sudah meninggal!” Bahkan, dalam buku-buku resmi liturgi Gereja, bisa ditemukan ungkapan teologis seperti itu (KGK 1005, 1016: “jiwa terpisah dari badan”). Tidak heran, jika para imam dan petugas Gereja lainnya juga memakai ungkapan teologis tersebut.

Sebenarnya ungkapan teologis itu perlu dimengerti secara tepat, yaitu dengan latar belakang teologi Kristiani, bukan dengan pengertian filsafat Platonis. Pengertian Saudara (sadar atau tidak) kental akan pengaruh filsafat platonis. Plato mempertentangkan antara jiwa dan badan. Kematian dipandang sebagai pembebasan jiwa dari penjara badan. Filsafat platonis ini berpendapat bahwa sesudah kematian, jiwa bisa ada mandiri lepas dari badan. Dari butir pengertian inilah muncul pengertian yang Saudara ungkapkan di atas. Pandangan yang demikian ini kurang sesuai dengan ajaran Kristiani yang menekankan kesatuan pribadi manusia. Artinya, manusia tidak terdiri atas unsur-unsur yang sebelumnya sudah ada secara mandiri, tetapi manusia adalah kesatuan yang unik. Badan, jiwa, dan roh bukanlah unsur-unsur yang membentuk manusia (karena itu bisa ada mandiri secara terpisah), tetapi adalah dimensi manusia yang satu.

Kedua, jika manusia dipahami sebagai suatu kenyataan yang utuh dari dalam dirinya sendiri, maka kematian harus dilukiskan sebagai kehancuran pribadi manusia itu, tidak hanya badannya, tetapi juga jiwa dan rohnya. Bukan hanya badan yang mati, tetapi seluruh diri manusia itulah yang mati. Komisi Teologi Internasional merumuskan hal ini: “kematian secara intrinsik menghancurkan manusia. Sesungguhnya, karena pribadi manusia tidak hanya jiwanya saja, tetapi badan dan jiwanya secara hakiki bersatu, maka kematian mempengaruhi pribadi (Beberapa Pertanyaan dalam Eskatologi Dewasa ini, 226).

Thomas Aquinas merumuskan ajaran ini dengan mengatakan bahwa segala sesuatu terdiri dari materia dan forma. Pertemuan keduanya menyebabkan eksistensi sesuatu itu. Dalam hal ini, jiwa adalah forma sedangkan badan adalah materia. Manusia ada ketika materia dan forma itu bersatu. Setelah kematian, ada “sesuatu yang konstitutif” dari diri manusia yang tetap hidup. “Sesuatu yang konstitutif” itulah yang seringkali diungkapkan dengan “jiwa yang terpisah”. “Sesuatu yang konstitutif” ini yang menunggu saat kebangkitan, agar seluruh pribadi manusia diperbarui. Untuk mempermudah perkenankan saya menyebut “sesuatu yang konstitutif” ini dengan “hati” agar tidak disamakan dengan “jiwa”.

Ketiga, ada perbedaan yang besar jika membandingkan keadaan “hati” dan “manusia baru yang dibangkitkan”. Kebangkitan berarti dihidupkannya kembali seluruh pribadi manusia yang satu itu tetapi secara baru. Keadaan baru inilah yang disebut dengan “badan baru, badan yang dibangkitkan”. Jadi, meskipun “hati” itu ada bersama Tuhan sesudah kematian, tetapi “hati” masih terus menantikan saat kebangkitan, karena pada saat itulah kesempurnaan pribadi manusia itu diwujudkan. Kebahagiaan kekal dinikmati secara sempurna hanya setelah kebangkitan orang mati.

Apakah Allah sejak semula sudah merencanakan kematian? Ataukah kematian itu muncul kemudian?

Theresia Maria Agusetyarini, 08179625xxx

Menurut Perjanjian Baru, hanya Allah saja yang baka (1 Tim 6:16). Bertitik tolak dari sini, bisa dikatakan bahwa manusia itu fana. Namun demikian, kematian bukanlah bagian dari rencana asali Allah, tetapi adalah hukuman atas dosa manusia. “Upah dosa adalah maut” (Rm 6:23). “Sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Rm 5:12). Dosa dengan sengatnya maut inilah yang kemudian dikalahkan oleh ketaatan, wafat, dan kebangkitan Kristus (Rm 5:12-21). Karena itu, Kristus adalah “Tuhan, baik atas orang-orang mati maupun atas orang-orang hidup” (Rm 14:9) dan memegang “segala kunci maut dan kerajaan maut” (Why 1:18).

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM

dikutip dari hidupkatolik.com/2013/02/14/hidup-sesudah-mati

Salam Damai.


Tanya jawab hidup sesudah mati.
Copy paste dari Hidup Katolik.
Salah satu Romo favorit saya : Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM


Ditunggu commentnya Mod Bruce



Cool


Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   21st February 2013, 11:37

Quote :
Ditunggu commentnya Mod Bruce

Oke om mod, jadi pengertiannya adalah bahwa manusia itu secara utuh adalah tubuh, jiwa dan roh. Kesatuan ketiganya lah yang menjadikan sosok manusia yang utuh.

Kemudian, dengan kematian, atau proses kematian, apa yang terjadi? Kalau dari artikel di atas kematian : harus dilukiskan sebagai kehancuran pribadi manusia itu, tidak hanya badannya, tetapi juga jiwa dan rohnya. Bukan hanya badan yang mati, tetapi seluruh diri manusia itulah yang mati.

Bolehkah jika saya 'permudah' dengan perumpamaan bahwa manusia itu seperti computer? Yang terdiri dari hardware, software dan sumber daya ? Dimana dengan ketiga hal itu tersedia, maka manusia (computer) itu hidup? Dan dengan kerusakan pada salah satu hal itu akan mengakibatkan computer itu tidak berfungsi? Untuk manusia dikatakan mati?

peace

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   21st February 2013, 13:12

bruce wrote:
Quote :
Ditunggu commentnya Mod Bruce

Oke om mod, jadi pengertiannya adalah bahwa manusia itu secara utuh adalah tubuh, jiwa dan roh. Kesatuan ketiganya lah yang menjadikan sosok manusia yang utuh.

Kemudian, dengan kematian, atau proses kematian, apa yang terjadi? Kalau dari artikel di atas kematian : harus dilukiskan sebagai kehancuran pribadi manusia itu, tidak hanya badannya, tetapi juga jiwa dan rohnya. Bukan hanya badan yang mati, tetapi seluruh diri manusia itulah yang mati.

Bolehkah jika saya 'permudah' dengan perumpamaan bahwa manusia itu seperti computer? Yang terdiri dari hardware, software dan sumber daya ? Dimana dengan ketiga hal itu tersedia, maka manusia (computer) itu hidup? Dan dengan kerusakan pada salah satu hal itu akan mengakibatkan computer itu tidak berfungsi? Untuk manusia dikatakan mati?

peace

Salam Damai.

Nunggu komentar Pakar2 yang lain dulu lah.
Sementara saya baca2 dulu artikel yang terkait dengan kebangkitan badan


Cool


Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   21st February 2013, 15:27

Quote :
Salam Damai.

Nunggu komentar Pakar2 yang lain dulu lah.
Sementara saya baca2 dulu artikel yang terkait dengan kebangkitan badan

Lhoh ??

d\'oh

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   24th February 2013, 06:37

bruce wrote:
Quote :
Ditunggu commentnya Mod Bruce

Oke om mod, jadi pengertiannya adalah bahwa manusia itu secara utuh adalah tubuh, jiwa dan roh. Kesatuan ketiganya lah yang menjadikan sosok manusia yang utuh.

Kemudian, dengan kematian, atau proses kematian, apa yang terjadi? Kalau dari artikel di atas kematian : harus dilukiskan sebagai kehancuran pribadi manusia itu, tidak hanya badannya, tetapi juga jiwa dan rohnya. Bukan hanya badan yang mati, tetapi seluruh diri manusia itulah yang mati.

Bolehkah jika saya 'permudah' dengan perumpamaan bahwa manusia itu seperti computer? Yang terdiri dari hardware, software dan sumber daya ? Dimana dengan ketiga hal itu tersedia, maka manusia (computer) itu hidup? Dan dengan kerusakan pada salah satu hal itu akan mengakibatkan computer itu tidak berfungsi? Untuk manusia dikatakan mati?

peace

Sudah saya baca2 nih Mod Bruce.
Prinsipnya kita tidak boleh memisahkan diri kita atas roh, jiwa ataupun badan.
Secara prinsip diri kita adalah satu.
Bila berhubungan dengan Allah maka roh kita yang menyatakannya. Tetapi bukan sebagai bagian yang terpisah melainkan satu.

Bagaimana kalo saya usulkan dimana diumpamakan sebagai bintang yang berada di galaxy andromeda.
Bintang dapat dilihat/dirasakan sebagai materi bintang sendiri, cahaya terang dan panas.
Pada saat berhubungan dengan diri kita yang berada di galaxy bima sakti dimana berada jauuh sekali maka hanya cahaya nya saja yang dapat kita pantau.
Panasnya dan materinya tidak dapat kita lihat.
Semisal bintang itu mati, apakah cahayanya masih ada ataupun panasnya masih ada ?
Semuanya tidak ada.

Begitu Mod Bruce.
Any comment ??


GBU



drunken


Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   24th February 2013, 09:39

Quote :
Bagaimana kalo saya usulkan dimana diumpamakan sebagai bintang yang berada di galaxy andromeda.
Bintang dapat dilihat/dirasakan sebagai materi bintang sendiri, cahaya terang dan panas.
Pada saat berhubungan dengan diri kita yang berada di galaxy bima sakti dimana berada jauuh sekali maka hanya cahaya nya saja yang dapat kita pantau.
Panasnya dan materinya tidak dapat kita lihat.
Semisal bintang itu mati, apakah cahayanya masih ada ataupun panasnya masih ada ?
Semuanya tidak ada.

Lhoh om, tidak terasakan panas bukan berarti tidak ada kan? Mungkin alat ukurnya saja yang kurang canggih. Cahayapun tidak terlihat langsung kan om? Melainkan mengalir dan baru akan dapat terlihat setelah jutaan tahun. Jadi saat bintang itu meledak hari ini, bisa jadi jutaan tahun kemudian kita baru melihat bintang itu meledak. Jadi kita tetap melihat bintang itu 'tidak pernah mati'

Jadi gimana dengan urusan kebangkitan badan manusia? Untuk apa tubuh kita dibangkitkan lagi kalau tidak ada gunanya om?

d\'oh

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   24th February 2013, 11:14

bruce wrote:
Quote :
Bagaimana kalo saya usulkan dimana diumpamakan sebagai bintang yang berada di galaxy andromeda.
Bintang dapat dilihat/dirasakan sebagai materi bintang sendiri, cahaya terang dan panas.
Pada saat berhubungan dengan diri kita yang berada di galaxy bima sakti dimana berada jauuh sekali maka hanya cahaya nya saja yang dapat kita pantau.
Panasnya dan materinya tidak dapat kita lihat.
Semisal bintang itu mati, apakah cahayanya masih ada ataupun panasnya masih ada ?
Semuanya tidak ada.

Lhoh om, tidak terasakan panas bukan berarti tidak ada kan? Mungkin alat ukurnya saja yang kurang canggih. Cahayapun tidak terlihat langsung kan om? Melainkan mengalir dan baru akan dapat terlihat setelah jutaan tahun. Jadi saat bintang itu meledak hari ini, bisa jadi jutaan tahun kemudian kita baru melihat bintang itu meledak. Jadi kita tetap melihat bintang itu 'tidak pernah mati'

Jadi gimana dengan urusan kebangkitan badan manusia? Untuk apa tubuh kita dibangkitkan lagi kalau tidak ada gunanya om?

[You must be registered and logged in to see this image.]


Lho ? Tujuan kebangkitan manusia kan supaya dapat berbahagia bersama2 dengan Allah.
Tetapi dengan badan mulia yang sama sekali baru yang tidak dapat rusak.


Begitu Mod Bruce



[You must be registered and logged in to see this image.]
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   24th February 2013, 11:45

Quote :
Lho ? Tujuan kebangkitan manusia kan supaya dapat berbahagia bersama2 dengan Allah.
Tetapi dengan badan mulia yang sama sekali baru yang tidak dapat rusak.

Apakah Tuhan (Bapa) punya badan seperti manusia ?

affraid

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   25th February 2013, 06:02

bruce wrote:
Quote :
Lho ? Tujuan kebangkitan manusia kan supaya dapat berbahagia bersama2 dengan Allah.
Tetapi dengan badan mulia yang sama sekali baru yang tidak dapat rusak.

Apakah Tuhan (Bapa) punya badan seperti manusia ?

affraid


Quote :

Filipi 3:
dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus f sebagai Juruselamat, 3:21 yang akan mengubah tubuh g kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya h yang mulia, menurut kuasa-Nya i yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.



Salam Damai Mod Bruce


Seperti dijelaskan di Injil, setelah kebangkitan......Tuhan Yesus masih dapat dilihat oleh para murid.
Akan tetapi tidak terikat ruang dan waktu.


Mengenai pertanyaan Mod Bruce ... saya lebih cenderung menjawab sesuai bacaan minggu kemarin.
Dimana setelah kebangkitan badan, maka materi dari diri kita serupa dengan materi tubuh Kristus.


Begitu Mod Bruce ..


Cool


Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   25th February 2013, 06:56

Quote :
Seperti dijelaskan di Injil, setelah kebangkitan......Tuhan Yesus masih dapat dilihat oleh para murid.
Akan tetapi tidak terikat ruang dan waktu.


Mengenai pertanyaan Mod Bruce ... saya lebih cenderung menjawab sesuai bacaan minggu kemarin.
Dimana setelah kebangkitan badan, maka materi dari diri kita serupa dengan materi tubuh Kristus.

Oke, om.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   23rd April 2013, 13:15

bruce wrote:
Percaya akan kebangkitan badan, adalah salah satu butir yang diucapkan dalam Pengakuan Iman.

Tetapi, mengapa sulit sekali membayangkan kebangkitan badan dengan logika manusia ini? Karena dengan badan, maka manusia tidak lagi bersifat roh, tetapi bersifat materi, dan materi tunduk pada hukum alam.

Betul bahwa Jesus juga memiliki tubuh kebangkitan, setelah Ia bangkit. Tetapi Jesus kan Tuhan, kita kan manusia. Dasarnya sudah berbeda, Jesus adalah Tuhan dan juga manusia. Sedangkan kita adalah 100% manusia yang bukan Tuhan.

Bagaimana kita yang bangkit sebagai 'manusia' bisa bersatu dengan Tuhan yang adalah Roh?

Mungkin para romo dan ahli Alkitab di forum ini bisa membantu memberi pencerahan?

[You must be registered and logged in to see this image.]

Gimana kl saya utarakan opini bhw malaikat pun punya tubuh tersendiri?

Jd kelak manusia hidup 'seperti' (tp bukan 'menjadi') malaikat.
Ada tubuh tersendiri.

Tubuh kebangkitan mgkn punya fungsinya tersendiri shg tetap dbutuhkan.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   23rd April 2013, 13:52

Quote :
Gimana kl saya utarakan opini bhw malaikat pun punya tubuh tersendiri?

Jd kelak manusia hidup 'seperti' (tp bukan 'menjadi') malaikat.
Ada tubuh tersendiri.

Tubuh kebangkitan mgkn punya fungsinya tersendiri shg tetap dbutuhkan.

Tubuh jasmani?


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   23rd April 2013, 15:09

Diskusi ini kayaknya sangat tinggi. Mohon ijin menyimak saja. [You must be registered and logged in to see this image.]

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Kebangkitan Badan   Today at 00:56

Kembali Ke Atas Go down
 
Kebangkitan Badan
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 4Pilih halaman : 1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» HOT REPOST ,, NINGGI IN BADAN
» Body builder
» Modif suspensi v-ixion, bisa nggak?
» WEARPACK balap HRP KEREN>> MARI MASUK..
» (Ask) Berat yang cocok bwt nunggangin Ninja berapa yah???

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Ruang Antar Kristen (Khusus Penganut Kristen Trinitarian) :: Ajaran Kristen-
Navigasi: