Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Bukti Toleransi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
PengirimMessage
Joan86
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 278
Join date : 26.01.13

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   26th March 2013, 12:58

Husada wrote:
Eh, salah lagi. Itu kalimat pastor Skotlandia itu. Ustadnya paling bilang, "Yah... ikuti saja ajaran Isa. Jika saya tampar pipi kirimu, berikan juga pipi kananmu," gitu. [You must be registered and logged in to see this image.]

Loh, bagaimana bila dalam kitab mereka tidak ada ajaran Nabi Isa yang seperti itu kak Husada ?

bagaimana kalo dalam kitab mereka, Nabi Isa malah mengajarkan untuk mengangkat pedang, dan memenggal orang-orang yang kafir (Non Muslim) sama seperti yang diajarkan oleh Muhammad nabi yang termulia dan terhormat di dunia dan akhirat itu kak ??

hi hi hi hi [You must be registered and logged in to see this image.]
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   26th March 2013, 12:59

Bisa jadi, sis. Karena yang terjadi selama ini di dunia Arab / Timur Tengah memang seperti itu. Kawasan yang selalu bergolak memang di sana.

Crying or Very sad

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   26th March 2013, 16:42

Joan86 wrote:
Husada wrote:
Eh, salah lagi. Itu kalimat pastor Skotlandia itu. Ustadnya paling bilang, "Yah... ikuti saja ajaran Isa. Jika saya tampar pipi kirimu, berikan juga pipi kananmu," gitu. [You must be registered and logged in to see this image.]

Loh, bagaimana bila dalam kitab mereka tidak ada ajaran Nabi Isa yang seperti itu kak Husada ?

bagaimana kalo dalam kitab mereka, Nabi Isa malah mengajarkan untuk mengangkat pedang, dan memenggal orang-orang yang kafir (Non Muslim) sama seperti yang diajarkan oleh Muhammad nabi yang termulia dan terhormat di dunia dan akhirat itu kak ??

hi hi hi hi [You must be registered and logged in to see this image.]
Iya, ya? Tapi, kayaknya tidak terlalu berlebihan kalau, walaupun foto perontokan gereja HKBP itu ditunjukkan pada si ustadz yang menumpang ibadat di Gereja Skotlandia itu, si ustadz akan anteng aja, tidak bergeming. Pun kalau merespon, mungkin dia akan bilang, "Saya akan bantu jemaat HKBP itu dengan doa."
[You must be registered and logged in to see this image.]

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   26th March 2013, 17:01

Quote :
, "Saya akan bantu jemaat HKBP itu dengan doa."

Shocked

d\'oh

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 11:20

bruce wrote:

Di Skotlandia, Muslim adalah sangat minoritas, Kristn adalah mayoritas.
Di Indonesia, Muslim adalah mayoritas, Kristen adalah minoritas.
Mengharapkan kejadian di atas terjadi di Indonesia???
Menyaksikan kasus GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia, sepertinya jauh panggang dari api....

Sedih...

Crying or Very sad

Masjid Dibakar, Ribuan Muslim Kehilangan Tempat Tinggal

RANGON- Sejumlah masjid dan puluhan rumah dirusak dan dibakar di Myanmar (Burma) tengah dalam rangkaian kerusuhan antara kelompok Buddha dan Muslim.

Sebuah masjid yang dibakar di kota Meikhtila – Reuters
Sekitar tiga ratus orang dilaporkan menyerang satu masjid di kota Oh The Kone, sekitar 80 km dari Rangoon.
Massa juga merusak lebih dari 20 toko dan rumah milik warga Muslim di kawasan itu.
Tentara Burma dikerahkan di kota Meikhtila, tempat lebih dari tiga puluh orang tewas dalam bentrokan dua hari antara kelompok Buddha dan minoritas Muslim pekan lalu.
Sasaran serangan terbaru ini adalah komunitas Muslim yang telah tinggal di kawasan itu selama puluhan tahun.

Presiden Thein Sein menetapkan kondisi darurat di Burma tengah hari Jumat lalu dan memerintahkan pengerahan tentara.
Kerusuhan antar komunitas – yang dibungkam selama setengah abad pemerintahan militer- kembali muncul setelah pemerintahan reformis Presiden Thein Sein mulai menjabat tahun 2011.
PERTENGKARAN DI TOKO EMAS
Kekerasan di kota Meikhtila, dipicu oleh masalah sepele. Muncul pertengkaran di toko emas dan masalah ini menyebar dan memburuk dengan sangat cepat.

Kerusuhan terbaru di Myanmar menyebabkan 10 ribu warga muslim di negeri ini kehilangan tempat tinggal – Reuters
Meikhtila tercatat sebagai salah satu dari sedikit kota di Burma yang ditempati oleh banyak penduduk Muslim.
Ketegangan sektarian telah meningkat di beberapa daerah sejak tahun lalu ketika hampir 200 orang tewas dan puluhan ribu orang terpaksa mengungsi akibat perang antara komunitas Buddha dan Muslim, yang tidak dianggap sebagai warga negara Burma.
Sekitar 10.000 orang penduduk kota kehilangan tempat tinggal akibat kerusuhan yang terjadi sepanjang akhir pekan itu.
Penduduk Muslim Burma – sebagian besar berasal dari India, Cina dan Bangladesh- terhitung 4% dari sekitar 60 juta jiwa penduduk.
Kerusuhan akibat isu agama pecah beberapa kali sebelumnya di sejumlah tempat termasuk di negara bagian Rakhine.
Di Rakhine, sejak kerusuhan pecah tahun lalu, ribuan warga Muslim Rohingya melarikan diri dengan kapal karet, termasuk ke Bangladesh dan Malaysia. (bbc/d)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 11:23

Sepertinya kasus di Myanmar sudah di post di thread berbeda deh kang

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 11:30

bruce wrote:
Sepertinya kasus di Myanmar sudah di post di thread berbeda deh kang

Salam

Hanya mengingatkan bahwa umat Muslim, saat menjadi minoritas, pun tidak lepas dari kedzoliman yang dilakukan penganut agama lain.

Sepertinya itu memang kecenderungan mayoritas... saat memiliki kekuatan dalam jumlah, tergoda untuk egois dan bersikap sewenang-wenang.

Berikut penderitaan umat Muslim di Thailand:
Sekitar tahun 90-an, mereka mula merasuk fikiran anak-anak melayu agar berbicara bahasa siam, bagi mereka yang berbicara bahasa melayu akan di denda 5bath per-kata. Bukan itu saja, malah siam juga berusaha merosakkan ketulenan bangsa melayu dengan bernikah dengan anak-anak gadis melayu dan membawa mereka pergi dan bagi warga siam yang Berjaya menikahi orang melayu akan diberikan ganjaran berupa uang sebanyak 50 ribu bath. Tidak cukup dengan itu mereka juga sanggup memperkosa gadis-gadis melayu. Ada satu kejadian yang berkait yaitu, dengan peristiwa perkosaan seorang muslimah bernama Nurhayati, Ia diperkosa secara bergantian oleh tentara Thailand, dihadapan ibunya sendiri. Kemudian, ia disiksa hingga meninggal dan jenazahnya dibungkus oleh kain dan kemudian dibakar.

Pembunuhan dan penangkapan sering saja menimpa pemuda Melayu. Mereka di tangkap dan di bunuh tanpa bukti kesalahan yang nyata. kejadian Kampung Krisek 28 April 2004, 106 remaja dan pemuda Muslim menjadi sasaran tembak tentara Thailand karena dituduh melakukan serangan terhadap pos-pos kemanan yang didirikan oleh tentara Thailand. Dan pada 24 Oktober 2004 pula terjadi satu peristiwa Ta’Bai yang amat menyakitkan dan menyayat hati karena sangat ramai pemuda terkorban Syahid. Ada dari mereka yang tenggalam ke dalam sungai Ta’Bai, ada yang ditembak mati, dan di tanam hidup-hidup. Setengah dari mereka di tangkap dan 85 orang meninggal dalam perjalanan menuju tahanan karena di paksa duduk secara bertindihan di dalam truk. Yang lebih kejam lagi mereka mengambil kesempatan membunuh Orang Islam dalam bulan Ramadhan dimana bulan semua umat Islam berpuasa.

Sumber: [You must be registered and logged in to see this link.]


Atau:
Muslim Patani, lebih dari 200 tahun mengalami penindasan. Tanah mereka direbut oleh penjajah Siam, dan kini mereka hidup penuh konflik di wilayah selatan Thailand. Tak boleh menggunakan nama Islam, bahasa Melayu pun dilarang. Mereka dicabut dari akar budayanya dan dijauhkan dari agamanya. Mengalami pembunuhan, diancam dengan penculikan, dibatasi semua hak manusianya. Tapi tak banyak yang berbuat dan membantu mereka.

Sumber: [You must be registered and logged in to see this link.]
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 11:38

Quote :
Hanya mengingatkan bahwa umat Muslim, saat menjadi minoritas, pun tidak lepas dari kedzoliman yang dilakukan penganut agama lain.

Sepertinya itu memang kecenderungan mayoritas... saat memiliki kekuatan dalam jumlah, tergoda untuk egois dan bersikap sewenang-wenang.

Tetapi ternyata di Skotlandia justru contoh terhadap toleransi yang sangat baik kan, kang?

Betul, bahwa mayoritas cenderung melakukan penekanan kepada minoritas, tetapi seharunya kita tahu bahwa hal seperti itu tidak bisa dibenarkan, dan kita tidak boleh melakukan pembiaran dengan alasan 'penekanan mayoritas terhadap minoritas' juga dilakukan oleh orang lain, kang. Salah adalah salah, tidak bisa menjadi benar karena juga dilakukan oleh orang lain.

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 14:04

bruce wrote:
Tetapi ternyata di Skotlandia justru contoh terhadap toleransi yang sangat baik kan, kang?

Subhanallah sekali ya Bang....

bruce wrote:
Betul, bahwa mayoritas cenderung melakukan penekanan kepada minoritas, tetapi seharunya kita tahu bahwa hal seperti itu tidak bisa dibenarkan, dan kita tidak boleh melakukan pembiaran dengan alasan 'penekanan mayoritas terhadap minoritas' juga dilakukan oleh orang lain, kang. Salah adalah salah, tidak bisa menjadi benar karena juga dilakukan oleh orang lain.

Salam

Saya setuju dengan pendapat Anda di atas.

Semoga pemerintah bisa lebih tegas dalam mengatur negara ini sehingga bentrokan horisontal antara umat beragama, khususnya, tidak terus terjadi di bumi nusantara ini.

Contoh: arak-arakan anggota jamaah yang bermotor tanpa helm harus ditindak dengan tegas... jangan hanya karena jumlahnya banyak lalu dibiarkan.
Atau pembangunan rumah ibadah yang sudah ada izin yang sah diganggu sekelompok orang dibiarkan saja oleh aparat.

Ketidaktegasan ini yang akan menyulut orang2 yang merasa benar akibat jumlah besar untuk terus melakukan "semau gue"
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 14:43

Quote :
Semoga pemerintah bisa lebih tegas dalam mengatur negara ini sehingga bentrokan horisontal antara umat beragama, khususnya, tidak terus terjadi di bumi nusantara ini.

Contoh: arak-arakan anggota jamaah yang bermotor tanpa helm harus ditindak dengan tegas... jangan hanya karena jumlahnya banyak lalu dibiarkan.
Atau pembangunan rumah ibadah yang sudah ada izin yang sah diganggu sekelompok orang dibiarkan saja oleh aparat.

Ketidaktegasan ini yang akan menyulut orang2 yang merasa benar akibat jumlah besar untuk terus melakukan "semau gue"

Ehhm, yah, itulah masalah sebenarnya yang terjadi di Indonesia ini, kang.
Kalau sudah menyangkut massa berjumlah besar, maka pemerintah seolah sudah kalah.

Ketegasan, bahwa aturan dan undang undang harus ditegakkan oleh pemerintah, siapapun pelanggarnya akan ditindak, berapapun jumlahnya. Mungkin memang kita harus belajar banyak dari negara lain yang sudah matang. Entahlah, kalau melihat peristiwa peristiwa yang terjadi terus menerus, kadang membuat pesimis kalau kita bisa menjadi lebih baik, kang.

Sad

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 15:41

Damai bagimu Joan86.
Joan86 wrote:
Loh, bagaimana bila dalam kitab mereka tidak ada ajaran Nabi Isa yang seperti itu kak Husada ?

bagaimana kalo dalam kitab mereka, Nabi Isa malah mengajarkan untuk mengangkat pedang, dan memenggal orang-orang yang kafir (Non Muslim) sama seperti yang diajarkan oleh Muhammad nabi yang termulia dan terhormat di dunia dan akhirat itu kak ??

hi hi hi hi [You must be registered and logged in to see this image.]
Dari berbagai interaksi dengan kawan-kawan penganut Islam, sepanjang pemahaman saya, Jesus Kristus yang disebut sebagai Isa al Masih di Al Qur'an, tidak persis sebagai Jesus Kristus yang diceritakan dalam kitab-kitab Perjanjian Baru. Walaupun tidak persis, keliahtannya, Isa ala Masih tidak pernah diceritakan di Al Qur'an sebagai orang yang mengajarkan mengangkat pedang.

Namun, memang ada beberapa orang Muslim yang pernah berinteraksi dengan saya di forum dunia maya, yang mengutip Mat 10:34 Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas
bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Ayat itu kemudian dieksplore sedemikian rupa, lepas dari perikopnya. Entah apa tujuannya melakukan seperti itu. Padahal sudah saya coba mengatakan kepadanya agar, untuk dapat menangkap maksud sejati dari suatu ayat Alkitab, harus dikaitkan dengan ayat sebelum dan sesudahnya, paling sedikit dalam satu perikop.

Ada juga yang mengeksplore bahagian Luk 22:36 Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai
pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai
bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya
dan membeli pedang.
Mereka ingin menunjukkan bahwa Jesus Kristuspun mengajarkan untuk menggunakan pedang dalam mewartakan kabar sukacita. Padahal, Jesus Kristus sudah berulang kali mengatakan bahwa ajaranNya adalah untuk memperbaharui ajaran lama. Kalau ajaran lama bilang gigi ganti gigi, Jesus Kristus mengajarkan agar pengikutNya mendoakan musuh.

Herannya, meski Jesus Kristus sudah membaharui itu, sekitar enam ratus tahun kemudian, muncul ajaran yang kembali ke Gigi Ganti Gigi, Mata Ganti Mata, berterima juga di hati banyak orang. Lebih mengherankan lagi, meski kepada mereka sudah disampaikan kabar suka cita Injil, yang sudah membaharui Gigi Ganti Gigi, Mata Ganti Mata, justru dikatakannya bahwa Injil telah dirubah, tanpa mampu membuktikan bahwa perubahan telah terjadi atas Injil.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 15:52

Husada wrote:
Padahal sudah saya coba mengatakan kepadanya agar, untuk dapat menangkap maksud sejati dari suatu ayat Alkitab, harus dikaitkan dengan ayat sebelum dan sesudahnya, paling sedikit dalam satu perikop.

Sabar ya bro Husada,
Memang membutuhkan kesabaran ekstra untuk menghadapi mereka yang memahami ayat (apalagi bukan dari Kitabnya sendiri) secara sepotong-sepotong.

Husada wrote:
Padahal, Jesus Kristus sudah berulang kali mengatakan bahwa ajaranNya adalah untuk memperbaharui ajaran lama.

Kalau dalam ajaran Islam ada yang namanya nasakh (membatalkan/mengganti/mengoreksi/memperbaiki).
Mungkin Tuhan menggunakan perangkat bernama nasakh dalam kasus ajaran Yahudi dan ajaran Kristen ini?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 15:57

Quote :
Kalau dalam ajaran Islam ada yang namanya nasakh (membatalkan/mengganti/mengoreksi/memperbaiki).
Mungkin Tuhan menggunakan perangkat bernama nasakh dalam kasus ajaran Yahudi dan ajaran Kristen ini?

Bukan, kang. Tetapi dirangkum jadi dua ajaran Kasih saja, dan itu sudah mencakup seluruh ajaran Taurat. Dimana aturan yang bersifat ceremonial dan fisik sudah ditinggalkan, tetapi yang bersifat moral tetap dipertahankan.

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 16:00

bruce wrote:
Quote :
Kalau dalam ajaran Islam ada yang namanya nasakh (membatalkan/mengganti/mengoreksi/memperbaiki).
Mungkin Tuhan menggunakan perangkat bernama nasakh dalam kasus ajaran Yahudi dan ajaran Kristen ini?

Bukan, kang. Tetapi dirangkum jadi dua ajaran Kasih saja, dan itu sudah mencakup seluruh ajaran Taurat. Dimana aturan yang bersifat ceremonial dan fisik sudah ditinggalkan, tetapi yang bersifat moral tetap dipertahankan.

Salam

Hmmm... ya sama saja Bang.
Ditinggalkan atau dibatalkan...
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 16:02

Silancah wrote:
bruce wrote:
Quote :
Kalau dalam ajaran Islam ada yang namanya nasakh (membatalkan/mengganti/mengoreksi/memperbaiki).
Mungkin Tuhan menggunakan perangkat bernama nasakh dalam kasus ajaran Yahudi dan ajaran Kristen ini?

Bukan, kang. Tetapi dirangkum jadi dua ajaran Kasih saja, dan itu sudah mencakup seluruh ajaran Taurat. Dimana aturan yang bersifat ceremonial dan fisik sudah ditinggalkan, tetapi yang bersifat moral tetap dipertahankan.

Salam

Hmmm... ya sama saja Bang.
Ditinggalkan atau dibatalkan...

Sebenarnya beda kang, karena bukan hukumnya yang ditinggalkan, tetapi karena sudah terangkum.
Yang ditinggalkan yang tidak mendasar.

Laughing

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 16:06

bruce wrote:
Sebenarnya beda kang, karena bukan hukumnya yang ditinggalkan, tetapi karena sudah terangkum.
Yang ditinggalkan yang tidak mendasar.

Laughing

Hmmmm... kurang paham, hehehe....

Apakah berarti sewaktu bangsa Yahudi menerapkannya sekian abad lamanya, mereka melakukan hukum tanpa dasar?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 16:12

Silancah wrote:
bruce wrote:
Sebenarnya beda kang, karena bukan hukumnya yang ditinggalkan, tetapi karena sudah terangkum.
Yang ditinggalkan yang tidak mendasar.

Laughing

Hmmmm... kurang paham, hehehe....

Apakah berarti sewaktu bangsa Yahudi menerapkannya sekian abad lamanya, mereka melakukan hukum tanpa dasar?

Nah, saya coba beri sedikit contoh nyata dalam kehidupan kita saja ya kang.

Ada larangan mencuri, ada larangan merampas barang orang lain, ada larangan korupsi, ada larangan nyontek, ada larangan penggelapan uang, ada larangan nilep, dsb. Semua itu larangan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang benar.

Bolehkah kalau semua larangan itu saya berikan dalam satu kalimat saja? Setiap manusia harus jujur.
Jujur, sudah termasuk tidak melakukan seluruh apa yang dilarang di atas itu.

Jadi, apakah mencuri masih terlarang? Ya, karena sudah termasuk dalam pasal kejujuran. Nyontek? Ya karena nyontek adalah perbuatan tidak jujur. Dan seterusnya.

Kira kira seperti itu, apakah bia dipahami? He he he he

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 16:14

bruce wrote:

Nah, saya coba beri sedikit contoh nyata dalam kehidupan kita saja ya kang.

Ada larangan mencuri, ada larangan merampas barang orang lain, ada larangan korupsi, ada larangan nyontek, ada larangan penggelapan uang, ada larangan nilep, dsb. Semua itu larangan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang benar.

Bolehkah kalau semua larangan itu saya berikan dalam satu kalimat saja? Setiap manusia harus jujur.
Jujur, sudah termasuk tidak melakukan seluruh apa yang dilarang di atas itu.

Jadi, apakah mencuri masih terlarang? Ya, karena sudah termasuk dalam pasal kejujuran. Nyontek? Ya karena nyontek adalah perbuatan tidak jujur. Dan seterusnya.

Kira kira seperti itu, apakah bia dipahami? He he he he

Kalau menilik contoh di atas... larangan dan perintah bersikap jujur itu senafas dan senada.

Kalau gigi balas gigi dengan beri pipi kanan jika pipi kiri ditampar, sepertinya, tidak senafas dan senada.
Tapi, pemahaman saya mungkin keliru.

Bisa dijelaskan lebih lanjut, bang?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 16:27

Damai bagimu, Cah.
Silancah wrote:
Sabar ya bro Husada,
Memang membutuhkan kesabaran ekstra untuk menghadapi mereka yang memahami ayat (apalagi bukan dari Kitabnya sendiri) secara sepotong-sepotong.
Terima kasih Silancah. Dan anjuran serupa juga saya sampaikan pada Silancah, bila beberapa yang bukan penganut Islam mencoba menarik pengertian ayat-ayat Al Qur'an, tetapi justru menjadi melenceng dari arti sejatinya.
Husada wrote:
Kalau dalam ajaran Islam ada yang namanya nasakh (membatalkan/mengganti/mengoreksi/memperbaiki).
Mungkin Tuhan menggunakan perangkat bernama nasakh dalam kasus ajaran Yahudi dan ajaran Kristen ini?
Kurang tahu juga, Cah. Apakah seperti itu, atau bagaimana.

Yang pasti, Mat 22:34-40 pada perikop Hukum yang terutama dapat kita baca,
Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat? Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Kalau dari perikop itu dapat ditarik pengertian seperti yang Silancah maksudkan itu, ya terserah saja. Namun, menurut pengertian saya, dengan mengartikan kisah perikop Hukum yang terutama di atas, masih sedikit berbeda dari yang Silancah maksudkan dengan membatalkan/mengganti/mengoreksi/memperbaiki. Menurut pemahaman saya, sejak semula memang hukum yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah Kasihilah Tuhanmu, Kasihilah Sesamamu. Hukum tersebut dicoba dijabarkan oleh orang Yahudi, maka lahirlah Hukum Taurat. Itu yang ditegaskan oleh Jesus Kristus dengan mengatakan , "Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara


Terakhir diubah oleh Husada tanggal 27th March 2013, 16:36, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 16:28

Silancah wrote:
bruce wrote:

Nah, saya coba beri sedikit contoh nyata dalam kehidupan kita saja ya kang.

Ada larangan mencuri, ada larangan merampas barang orang lain, ada larangan korupsi, ada larangan nyontek, ada larangan penggelapan uang, ada larangan nilep, dsb. Semua itu larangan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang benar.

Bolehkah kalau semua larangan itu saya berikan dalam satu kalimat saja? Setiap manusia harus jujur.
Jujur, sudah termasuk tidak melakukan seluruh apa yang dilarang di atas itu.

Jadi, apakah mencuri masih terlarang? Ya, karena sudah termasuk dalam pasal kejujuran. Nyontek? Ya karena nyontek adalah perbuatan tidak jujur. Dan seterusnya.

Kira kira seperti itu, apakah bia dipahami? He he he he

Kalau menilik contoh di atas... larangan dan perintah bersikap jujur itu senafas dan senada.

Kalau gigi balas gigi dengan beri pipi kanan jika pipi kiri ditampar, sepertinya, tidak senafas dan senada.
Tapi, pemahaman saya mungkin keliru.

Bisa dijelaskan lebih lanjut, bang?

Mungkin lebih tepat kalau dikatakan bahwa Kejujuran adalah pokok/inti dari segala hal yang dilarang itu ya, kang. Jadi istilahnya bukan senada, tetapi terangkum.

Kalau gigi ganti gigi, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa, sepertinya bukanlah perintah Tuhan, kang. Tetapi aturan yang dibuat manusia sebagai hukum agar tidak terjadi kesalahan yang dilakukan oleh seseorang. Jangan membunuh karena kamu akan dihukum mati. Kira kira seperti itu.

Justru disitulah Jesus kembali menempatkan ajaran yang sebenarnya, dengan mengutamakan pengampunan dibanding pembalasan.

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 16:36

bruce wrote:
Mungkin lebih tepat kalau dikatakan bahwa Kejujuran adalah pokok/inti dari segala hal yang dilarang itu ya, kang. Jadi istilahnya bukan senada, tetapi terangkum.

Kalau gigi ganti gigi, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa, sepertinya bukanlah perintah Tuhan, kang. Tetapi aturan yang dibuat manusia sebagai hukum agar tidak terjadi kesalahan yang dilakukan oleh seseorang. Jangan membunuh karena kamu akan dihukum mati. Kira kira seperti itu.

Justru disitulah Jesus kembali menempatkan ajaran yang sebenarnya, dengan mengutamakan pengampunan dibanding pembalasan.

Salam

Hmmm.... ini informasi baru buat saya.

Jadi perintah gigi ganti gigi itu bukan perintah Tuhan?

Pertanyaan lanjutan dari diskusi ini: hukum/undang-undang yang berlaku sekarang ini seperti hukum penjara kurang lebih memiliki semangat pembalasan/membuat jera sang pelaku.... apakah sesuai dengan semangat pengampunan tersebut atau tidak?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 16:42

Quote :
Hmmm.... ini informasi baru buat saya.

Jadi perintah gigi ganti gigi itu bukan perintah Tuhan?


Jika nyawa ganti nyawa, adalah perintah Tuhan. Maka apakah mungkin Tuhan yang sama (bahkan pada masa yang sama) menurunkan 10 Perintah Allah yang salah satu bunyinya adalah 'Jangan Membunuh' ?

Saya melihatnya bahwa 'nyawa ganti nyawa' adalah 'pasal ancaman hukuman terhadap pembunuhan'

Quote :
Pertanyaan lanjutan dari diskusi ini: hukum/undang-undang yang berlaku sekarang ini seperti hukum penjara kurang lebih memiliki semangat pembalasan/membuat jera sang pelaku.... apakah sesuai dengan semangat pengampunan tersebut atau tidak?

Tidak, kang. Hukuman yang baik adalah membuat seseorang menjadi jera, dan sekaligus membuat orang lain untuk tidak melakukan kesalahan itu. Bukan balas dendam. Justru kalau hukuman dipergunakan sebagai hukum balas membalas, maka tidak akan pernah selesai.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 18:48

bruce wrote:

Jika nyawa ganti nyawa, adalah perintah Tuhan. Maka apakah mungkin Tuhan yang sama (bahkan pada masa yang sama) menurunkan 10 Perintah Allah yang salah satu bunyinya adalah 'Jangan Membunuh' ?

Saya melihatnya bahwa 'nyawa ganti nyawa' adalah 'pasal ancaman hukuman terhadap pembunuhan'

Terima kasih infonya, Bang...

Kalau menurut ajaran Kristen, apakah tidak ada pasal ancaman hukuman terhadap sebuah kejahatan?
Apakah semua kejahatan dihadapi dengan pengampunan?

bruce wrote:

Tidak, kang. Hukuman yang baik adalah membuat seseorang menjadi jera, dan sekaligus membuat orang lain untuk tidak melakukan kesalahan itu. Bukan balas dendam. Justru kalau hukuman dipergunakan sebagai hukum balas membalas, maka tidak akan pernah selesai.

Apakah hukuman dengan tujuan membuat seseorang menjadi jera itu sesuai dengan prinsip berikan pipi kiri saat ditampar atau contoh bro husada di atas?


Oh ya satu lagi, Bang...
Setelah membaca postingan Anda dan bro husada, saya barusan membaca Keluaran 20:5 untuk menyegarkan tentang 10 Perintah Tuhan...

Mau konfirmasi saja apa yang dimaksudkan dengan ayat di bawah ini:
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Versi terjemahan yang lain:
Jangan menyembah patung semacam itu, karena Akulah TUHAN Allahmu, dan Aku tak mau disamakan dengan apa pun. Orang-orang yang membenci Aku, Kuhukum sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 19:23

Silancah wrote:
bruce wrote:

Jika nyawa ganti nyawa, adalah perintah Tuhan. Maka apakah mungkin Tuhan yang sama (bahkan pada masa yang sama) menurunkan 10 Perintah Allah yang salah satu bunyinya adalah 'Jangan Membunuh' ?

Saya melihatnya bahwa 'nyawa ganti nyawa' adalah 'pasal ancaman hukuman terhadap pembunuhan'

Terima kasih infonya, Bang...

Kalau menurut ajaran Kristen, apakah tidak ada pasal ancaman hukuman terhadap sebuah kejahatan?
Apakah semua kejahatan dihadapi dengan pengampunan?

bruce wrote:

Tidak, kang. Hukuman yang baik adalah membuat seseorang menjadi jera, dan sekaligus membuat orang lain untuk tidak melakukan kesalahan itu. Bukan balas dendam. Justru kalau hukuman dipergunakan sebagai hukum balas membalas, maka tidak akan pernah selesai.

Apakah hukuman dengan tujuan membuat seseorang menjadi jera itu sesuai dengan prinsip berikan pipi kiri saat ditampar atau contoh bro husada di atas?


Manusia, sebagai 'tempatnya' dosa, apakah pantas menghukum manusia yang lain?
Hal itu sudah dicontohkan sendiri oleh Jesus ketika ada wanita yang akan dirajam karena berzinah, kan?
Hukuman terhadap dosa adalah HAK Tuhan untuk menghukumnya, kelak.

Begitu juga dalam banyak kesempatan, ketika Jesus mengisahkan perumpamaan ketika ada seorang hamba yang minta pengampunan raja karena tidak mampu membayar hutangnya, dan dihapuskan hutangnya, ketika kemudian si hamba tadi setelah diampuni, justru menagih paksa orang yang berhutang kepadanya, maka si hamba tadi dijebloskan ke penjara.

Mat 18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.

Mat 18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

Mat 18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

Mat 18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.

Mat 18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

Mat 18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!

Mat 18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.

Mat 18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

Mat 18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.

Mat 18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.

Mat 18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?

Mat 18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Mat 18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."



Karenanya hukuman yang diterapkan haruslah merupakan hukuman terhadap kesalahannya. Dengan tujuan si pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Bukan hukuman karena emosi, pembalasan, ataupun dendam. Karenanya, hukuman mati tidak disetujui oleh Gereja Katolik.

Membuat seseorang yang melakukan kesalahan menjadi jera dan tidak melakukannya lagi, jelas merupakan kasih. Karena dengan tidak mengulang kesalahannya, maka dosa nya tidak berulang dilakukannya.

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   27th March 2013, 20:42

bruce wrote:

Karenanya hukuman yang diterapkan haruslah merupakan hukuman terhadap kesalahannya. Dengan tujuan si pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Bukan hukuman karena emosi, pembalasan, ataupun dendam. Karenanya, hukuman mati tidak disetujui oleh Gereja Katolik.

Setuju dengan statement di atas kecuali dengan hukuman mati.
Karena hukuman mati pun bertujuan untuk membuat jera seseorang yang berniat melakukan pembunuhan...

bruce wrote:
Manusia, sebagai 'tempatnya' dosa, apakah pantas menghukum manusia yang lain?
Hal itu sudah dicontohkan sendiri oleh Jesus ketika ada wanita yang akan dirajam karena berzinah, kan?
Hukuman terhadap dosa adalah HAK Tuhan untuk menghukumnya, kelak.

Berarti saya simpulkan, ajaran Kristen mengajarkan tidak seorang pun manusia berhak menghukum manusia lainnya...
Mohon koreksinya kalau salah...

Kembali ke pernyataan di atas...
bruce wrote:

Karenanya hukuman yang diterapkan haruslah merupakan hukuman terhadap kesalahannya.

Siapakah yang berkah menentukan hukuman apa yang harus dijatuhkan kepada seorang pelaku kesalahan di dunia ini?
Dan siapakah yang berhak melaksanakan hukuman tersebut?
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Bukti Toleransi   Today at 02:49

Kembali Ke Atas Go down
 
Bukti Toleransi
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 5Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
 Similar topics
-
» Berapa toleransi maksimal tambalan pada ban tubeless?
» Global Warming itu pembodohan massal!
» Diary of Detective (Page 1)
» Joo0 Frame Slider.. Memberi BUKTI!! Bukan janji..
» WTA - Lebar velg Ninja 250r FI

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: