Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Sakramen Pengurapan Orang Sakit   19th April 2013, 20:50

Konsili Vatikan II membawa banyak perubahan atas sakramen ini. Nama resminya sekarang bukanlah sakramen perminyakan terakhir, tetapi Sakramen Pengurapan Orang Sakit (SPOS). Tempat pengurapan juga dibatasi, yaitu pada dahi dan kedua telapak tangan penderita.

Sesuai dengan perubahan nama dan teologi sakramen ini, terjadi perubahan tentang siapa saja yang boleh menerima. Dalam dekrit Ordo unctionis infirmorum (7 Desember 1972), ditetapkan bahwa yang boleh menerima SPOS ialah 1) mereka yang menderita sakit serius; 2) orang yang akan menjalani operasi besar dan bisa berbahaya; 3) para lansia yang kekuatannya sudah mulai menurun; 4) orang yang baru saja meninggal tapi badannya masih panas (diberi dengan pengandaian bahwa yang bersangkutan belum sungguh meninggal). Dokumen yang sama mengatakan bahwa sakramen itu boleh diulang kalau penyakitnya menjadi semakin parah atau jika si pasien sudah sembuh dan jatuh sakit lagi.

Jadi, Ibu yang kanker payudara stadium empat itu tentu bisa dikategorikan sebagai penderita sakit serius, maka boleh menerima SPOS meskipun masih nampak segar bugar. Demikian juga anak-anak yang menderita sakit serius, misalnya thalasemia atau diabetes tipe 1, boleh menerima SPOS asalkan anak itu sudah mampu menggunakan akal-budinya dan karena itu mampu menghayati penghiburan yang diberikan melalui SPOS.

Uraian Dekrit ini merupakan perwujudan rinci dari seruan Konsili Vatikan II (SC 73-75), yang kemudian dituangkan dalam ajaran resmi Gereja lainnya (KHK kan 1004-1007; KGK 1514-1515). KHK diterbitkan tahun 1983 sedangkan KGK tahun 1993. Kalau sebelum Konsili Vatikan II, perminyakan hanya diberikan kepada mereka yang akan meninggal, maka sesudah Konsili yang boleh menerima ialah yang sakit berat atau lansia. Berat atau tidaknya penyakit ini menjadi bahan pertimbangan kebijaksanaan imam pemberi sakramen. Bagaimanapun, pengertian “penyakit” di sini dimengerti lebih sebagai penyakit fisik.

Kedua, menarik untuk mencermati “Instruksi mengenai Doa Penyembuhan” yang diterbitkan oleh Kongregasi untuk Ajaran Iman (KAI), Roma, 14 September 2000 (Seri Dokumen Gerejawi No. 61). Dokumen ini bernama Ardens Felicitatis (AF). Penyembuhan orang sakit diletakkan dalam kerangka misi Yesus yang “bekeliling ke semua kita dan desa, mengajar di rumah-rumah ibadat mereka, memaklumkan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan setiap penyakit dan kelemahan” (Mat 9:35; bdk 4:23). Penyembuhan-penyembuhan itu merupakan tanda karya mesianis-Nya (bdk Luk 7:20-23). Penyembuhan-penyembuhan itu menunjukkan kemenangan Kerajaan Allah atas setiap kejahatan, dan menjadi simbol pemulihan kesehatan dari seluruh pribadi manusia, jiwa dan badan.

Doa mohon penyembuhan inilah yang diungkapkan dalam SPOS. Konteks mesianis di atas memberi makna baru pada SPOS bukan hanya sebagai sakramen untuk orang-orang yang sakit serius. Dokumen ini tidak lagi merisaukan derajat seberapa serius sebuah penyakit untuk boleh menerima sakramen ini, tetapi kepedulian utama diarahkan kepada penyembuhan dalam tubuh dan jiwa serta pembebasan orang sakit dari setiap penderitaan, seperti nampak dalam doa pemberkatan minyak sebelum pengurapan. Surat Yakobus, menurut penafsiran KAI, merupakan doa mohon kesembuhan fisik dan keselamatan rohani. Doa itu merupakan tindakan yang berdaya guna atas si sakit.

Ardens Felicitatis menegaskan sekali lagi bahwa SPOS adalah doa permohonan untuk kesehatan jiwa dan badan dengan merujuk pada doa pemberkatan minyak orang sakit. Dalam doa itu dimohonkan agar Allah mengalirkan berkat kudus-Nya sehingga semua “yang diurapi dengannya memperoleh penyembuhan, dalam tubuh, jiwa dan roh, dan dibebaskan dari semua kesedihan, kelemahan dan penderitaan.” Semangat doa ini sangat mirip dengan doa ritus Timur, baik ritus Bizantium maupun ritus Koptik.

Ungkapan “penyembuhan dalam tubuh, jiwa dan roh” dan pembebasan “dari semua kesedihan, kelemahan dan penderitaan” menunjukkan bahwa SPOS boleh diberikan bukan hanya untuk mereka yang sakit serius secara fisik, tetapi juga sakit kejiwaan atau sakit rohani yang secara fisik tidak nampak. Misalnya, kecanduan, ketagihan atau juga luka-luka batin. Maka, lingkup penerima SPOS menjadi sangat luas. Pandangan KAI ini membuka perspektif baru yang memberikan kesegaran, meskipun pasti membutuhkan rincian peraturan tentang batasan dan frekuensi pemberian SPOS.

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM
[You must be registered and logged in to see this link.]

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator
avatar

Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Sakramen Pengurapan Orang Sakit   20th April 2013, 06:03

@ Mod Bruce


Saya pernah mendengar istilah Viaticum, komuni yang diberikan pada saat dilakukan sakramen pengurapan orang sakit.

Apakah Viaticum selalu diberikan berbarengan dengan sakramen ini ?



GBU



Neutral
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sakramen Pengurapan Orang Sakit   20th April 2013, 09:56

Tidak selalu, om, karena bagi orang sakit yang sudah terbaring di ICU, sepertinya sudah tidak memungkinkan lagi menerima Komuni.

Ritus dimulai dengan tanda salib dengan air suci yang mengingatkan kita akan janji baptis, bahwa kita akan mati bersama Kristus agar dapat bangkit dengan kehidupan baru bersama Dia.
Bacaan Kitab Suci sesuai dengan kondisi orang yang sakit. Imam akan berdoa dan akan menyampaikan doa-doa dari sesama anggota Gereja dan mengundang yang sakit untuk juga berdoa bagi anggota Gereja.
Imam menumpangkan tangan ke atas kepala orang yang sakit, berdoa atas minyak suci dan mengurapi dahi dan tangan orang yang sakit.
Imam mendoakan orang yang sakit dan mengundang semua yang hadir untuk berdoa “Bapa Kami”.
Selanjutnya, orang yang sakit dapat menerima Komuni kudus.
Imam kemudian memberkati orang sakit dan semua yang hadir.


Karena pada saat mendiang ayah saya menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit, beliau sudah tidak dapat menerima Komuni lagi, karena sudah berada di ICU.

Syalom

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator
avatar

Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Sakramen Pengurapan Orang Sakit   20th April 2013, 22:27

bruce wrote:
Tidak selalu, om, karena bagi orang sakit yang sudah terbaring di ICU, sepertinya sudah tidak memungkinkan lagi menerima Komuni.

Ritus dimulai dengan tanda salib dengan air suci yang mengingatkan kita akan janji baptis, bahwa kita akan mati bersama Kristus agar dapat bangkit dengan kehidupan baru bersama Dia.
Bacaan Kitab Suci sesuai dengan kondisi orang yang sakit. Imam akan berdoa dan akan menyampaikan doa-doa dari sesama anggota Gereja dan mengundang yang sakit untuk juga berdoa bagi anggota Gereja.
Imam menumpangkan tangan ke atas kepala orang yang sakit, berdoa atas minyak suci dan mengurapi dahi dan tangan orang yang sakit.
Imam mendoakan orang yang sakit dan mengundang semua yang hadir untuk berdoa “Bapa Kami”.
Selanjutnya, orang yang sakit dapat menerima Komuni kudus.
Imam kemudian memberkati orang sakit dan semua yang hadir.


Karena pada saat mendiang ayah saya menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit, beliau sudah tidak dapat menerima Komuni lagi, karena sudah berada di ICU.

Syalom


Ohh Thanks Mod Bruce atas infonya.


Neutral
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sakramen Pengurapan Orang Sakit   21st April 2013, 10:46

Sama sama om, belum ada niat ambil SPOS kan?

Laughing

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Sakramen Pengurapan Orang Sakit   

Kembali Ke Atas Go down
 
Sakramen Pengurapan Orang Sakit
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Gimana caranya jdi orang yg serius??
» tolong kasih saran doong... ????
» [Tantangan] Hanya 5% orang yg bisa melakukan ini "bagaimana dgn detektif?"
» orang yang ga suka sama kita sampe ngerusak ninin kita gimana?
» VARIASI ORANG KENTUT, KAMU YG MANA ? =))

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Ruang Antar Kristen (Khusus Penganut Kristen Trinitarian) :: Ajaran Kristen-
Navigasi: