Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next
PengirimMessage
samiaji
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 392
Join date : 26.02.11
Age : 38

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    11th March 2011, 17:11

striker wrote:

Mas bro samiaji, boleh nambah bertanya?

1. Apakah beda bayi dulu sebelum yesus dengan bayi sesudah yesus disalib?
2. mengapa berbohong masih berdosa disaat dosa sdh tidak diperhitungkan lagi setelah ditebus oleh Yesus? apa konsekwensi dari dosa berbohong ini?
3.apakah maksud maut disini, dosa apa saja yg berupah maut bukankah maut sudah dikalahkan oleh Yesus dengan kematiannya? lalu dosa apa saja yg ditebus oleh Yesus?
4.apakah kalau saya menerima penebusan dosa yesus tapi masih berbuat khilaf dan dosa (sebagai manusia biasa), maka otomatis dosa saya tdk diperhitungkan dan pasti masuk surga?
kalau saya sebagai manusia yg rajin beribadah dan berusaha berbuat sebaik2 mungkin didlm hidup sy, tapi saya tdk menerima dan percaya akan penebusan dosa, apakah saya tidak layak masuk surga?

bukankha ibadah termasuk perbuatan baik, mengapa tidak diperhitungkan? kalau kristen hanya perlu beribadah didlm hati, pikiran dan roh mengapa harus repot2 ke gereja setiap minggunya? apakah sama orang yg tdk pernah ke gereja (tapi rajin membaca alkitab) dengan orang yg rajin ke gereja meskipun hanya mendengarkan pendeta membaca alkitab?

Saya coba jawab semampu saya :
1. Sama
2. Berbohong tetap dosa.
Tergantung, apakah dia sudah menerima anugerah pengampunan atau tidak.. yang sudah menerima anugerah pengampunan tidak akan diperhitungkan lagi dosanya (mungkin seperti anak kecil sebelum baligh :p).
Lagipula orang yang benar-benar mengikut Yesus akan mengatakan benar bila benar dan salah bila salah, tak lebih dari itu..
3. Maut sering kali identik dengan kematian, atau terpisah dari Allah, atau neraka. beradanya manusia di neraka biasa disebutkan sebagai maut yang kedua.
4. Sepanjang masih mengimani anugerah pengampunan , iya. <Menurut saya lho>

Alkitab menggambarkan semua perbuatan baik manusia bagaikan kain kotor.
Dosanya tidak akan hilang oleh perbuatan baik, kecuali manusia tersebut menerima (menengadahkan tangannya untuk menerima pemberian) anugerah penebusan.
Percaya bahwa ia layak masuk surga dengan perbuatan baik artinya ia percaya, bahwa dengan perbuatannya sendiri yang selalu baik, ia dapat atau minimal mengharapkan agar ia layak masuk surga. Padahal itu hanya murni anugerah.

Mungkin lebih gampangnya : coba tanya orang kristen, kalau tidak ke gereja apakah suatu dosa ? Pasti jawabannya bukan masalah Dosa vs Bukan Dosa.
Karena beribadat bukan hanya terbatas di "bangunan" gereja.
Berkomunikasi dengan Allah adalah lebih menjadi sebuah kerinduan dibandingkan kewajiban / perintah.
Berkomunikasi dengan saudara seiman (biasanya dalam lingkungan gereja) tentu dapat mendatangkan banyak hal-hal positif.

Orang yang rajin ke gereja dan rajin membaca alkitab juga tidak menjamin bahwa ia benar-benar berkomunikasi dengan Tuhan. Bisa saja hanya berupa kebiasaan. Orang kristen tentunya ingin lebih kenal dan berkomunikasi dengan Tuhan-nya. (dengan manusia lain juga begitu kan ?)
Urusan keyakinan memang benar-benar hanya pribadi ia dengan Tuhan-nya.

Salam.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    13th March 2011, 08:02

samiaji wrote:
striker wrote:

Mas bro samiaji, boleh nambah bertanya?

1. Apakah beda bayi dulu sebelum yesus dengan bayi sesudah yesus disalib?
2. mengapa berbohong masih berdosa disaat dosa sdh tidak diperhitungkan lagi setelah ditebus oleh Yesus? apa konsekwensi dari dosa berbohong ini?
3.apakah maksud maut disini, dosa apa saja yg berupah maut bukankah maut sudah dikalahkan oleh Yesus dengan kematiannya? lalu dosa apa saja yg ditebus oleh Yesus?
4.apakah kalau saya menerima penebusan dosa yesus tapi masih berbuat khilaf dan dosa (sebagai manusia biasa), maka otomatis dosa saya tdk diperhitungkan dan pasti masuk surga?
kalau saya sebagai manusia yg rajin beribadah dan berusaha berbuat sebaik2 mungkin didlm hidup sy, tapi saya tdk menerima dan percaya akan penebusan dosa, apakah saya tidak layak masuk surga?

bukankha ibadah termasuk perbuatan baik, mengapa tidak diperhitungkan? kalau kristen hanya perlu beribadah didlm hati, pikiran dan roh mengapa harus repot2 ke gereja setiap minggunya? apakah sama orang yg tdk pernah ke gereja (tapi rajin membaca alkitab) dengan orang yg rajin ke gereja meskipun hanya mendengarkan pendeta membaca alkitab?

Saya coba jawab semampu saya :
1. Sama
2. Berbohong tetap dosa.
Tergantung, apakah dia sudah menerima anugerah pengampunan atau tidak.. yang sudah menerima anugerah pengampunan tidak akan diperhitungkan lagi dosanya (mungkin seperti anak kecil sebelum baligh :p).
Lagipula orang yang benar-benar mengikut Yesus akan mengatakan benar bila benar dan salah bila salah, tak lebih dari itu..
3. Maut sering kali identik dengan kematian, atau terpisah dari Allah, atau neraka. beradanya manusia di neraka biasa disebutkan sebagai maut yang kedua.
4. Sepanjang masih mengimani anugerah pengampunan , iya. <Menurut saya lho>

Alkitab menggambarkan semua perbuatan baik manusia bagaikan kain kotor.
Dosanya tidak akan hilang oleh perbuatan baik, kecuali manusia tersebut menerima (menengadahkan tangannya untuk menerima pemberian) anugerah penebusan.
Percaya bahwa ia layak masuk surga dengan perbuatan baik artinya ia percaya, bahwa dengan perbuatannya sendiri yang selalu baik, ia dapat atau minimal mengharapkan agar ia layak masuk surga. Padahal itu hanya murni anugerah.

Mungkin lebih gampangnya : coba tanya orang kristen, kalau tidak ke gereja apakah suatu dosa ? Pasti jawabannya bukan masalah Dosa vs Bukan Dosa.
Karena beribadat bukan hanya terbatas di "bangunan" gereja.
Berkomunikasi dengan Allah adalah lebih menjadi sebuah kerinduan dibandingkan kewajiban / perintah.
Berkomunikasi dengan saudara seiman (biasanya dalam lingkungan gereja) tentu dapat mendatangkan banyak hal-hal positif.

Orang yang rajin ke gereja dan rajin membaca alkitab juga tidak menjamin bahwa ia benar-benar berkomunikasi dengan Tuhan. Bisa saja hanya berupa kebiasaan. Orang kristen tentunya ingin lebih kenal dan berkomunikasi dengan Tuhan-nya. (dengan manusia lain juga begitu kan ?)
Urusan keyakinan memang benar-benar hanya pribadi ia dengan Tuhan-nya.

Salam.
terma kasih atas jawabannya mas bro samiaji:

saya menanyakan pertanyaan no 1 karena saya tdk paham dengan pernyataan anda sebagai berikut: 1. Semua bayi lahir suci, namun memiliki dosa asal, yaitu kecenderungan untuk berbuat dosa sebagai akibat dari dosa Adam - manusia pertama. NAMUN dia belum berdosa sebelum melakukan dosa.
jadi dlm pikiran saya, apakah setelah Yesus disalib tuk menebus dosa asal, maka bayi sekarang tidak lagi memiliki kecenderungan berbuat dosa seperti bayi dulu sebelum Ysus disalib :)

2. apakah ciri sudah menerima anugrah pengampunan dan tidak? apakah kalau sudah menerima anughra pengampunan maka manusia boleh berbohong karena dosanya tidak diperhitungkan lagi?

3.bukankah maut sudah dikalahkan oleh Yesus, mengapa masih ada neraka? lalu maut yg mana yg dikalahkan Yesus selama kematiannya?

4.artinya dengan mengimani anugrah pengmpunan, maka kita boleh khilaf dan tidak takut berboat dosa? :)

Apakah artinya kalau beribadah di gereja itu nilainya lebih daripada beribadah dirumah atau didlm hati saja? ataukah sama saja? mengingat karena gereja tak lebih dari sekedar bangunan belaka ???

PERTANYAAN lgi boleh mas bro?

# Kalau dulunya saya kristen dan percaya anugrah pengampunan, artinya dosa sayakan sudah ditebus oleh Yesus, apakah kalau sekarang saya beralih ke agama lain, apaka dosa saya masih tetap ditebus oleh Yesus ataukah dosa saya dikembalikan lagi (dicancel penebusannya)??

mohon pencerannya.



Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    13th March 2011, 08:14

[quote="samiaji"]
striker wrote:


2. Berbohong tetap dosa.
Tergantung, apakah dia sudah menerima anugerah pengampunan atau tidak.. yang sudah menerima anugerah pengampunan tidak akan diperhitungkan lagi dosanya (mungkin seperti anak kecil sebelum baligh :p).
Lagipula orang yang benar-benar mengikut Yesus akan mengatakan benar bila benar dan salah bila salah, tak lebih dari itu..

Salam.

mas bro samiaji ada yg kurang boleh nambah gak (kaya' bakso aja hehe)

Apakah benar ada kristen yg benar2 mengikuti Yesus dan tidak pernah berbohong?
tapi kalaupun berbohong bukankah dosanya tidak diperhitungkan lagi karena anugrah pengampunannya (mungkin seperti anak kecil sebelum baligh :p)

salam :)
Kembali Ke Atas Go down
samiaji
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 392
Join date : 26.02.11
Age : 38

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    14th March 2011, 00:26

Dear Striker

Saya lihat anda sudah membuat thread baru untuk beberapa pertanyaan anda, tapi saya coba jawab menurut ringkasnya, menurut saya :

1 & 3 : Anugerah penebusan itu cukup - sufficient - untuk semua orang, namun tidak semua orang mau menerimanya.. orang di luar kristen berarti belum / tidak mau menerima anugerah tersebut. Sedangkan bayi tentu saja belum menerima anugerah (walaupun mereka belum berdosa juga, jadi masih suci)

2 & 4 : Dosa orang yang telah menerima anugerah penebusan <menurut saya> memang tidak akan diperhitungkan. Tetapi menerima anugerah tersebut juga berarti kita dimerdekakan dari perbudakan dosa, kita tidak lagi ber-reaksi ataupun menginginkan perbuatan dosa.

Yang dipentingkan saat beribadat (khususnya berkomunikasi) kepada Allah adalah sikap hati dan roh (murni pribadi kita dengan Allah).

Orang yang sudah melepaskan anugerah penebusan artinya tidak lagi ditebus. Istilahnya Resiko ditanggung sendiri.. Untuk selanjutnya dia harus berusaha menebus dirinya sendiri (jika ia berbuat dosa baru lagi)

# menurut mas kalau berbuat dosa karena khilaf itu termasuk dosa nggak ?
Seharusnya kita sudah waspada, dan belajar melatih diri, supaya kita tidak mudah khilaf, benar kan ? Ini bagaikan penyakit yang harus diobati berangsur-angsur..

Yesus adalah model yang sempurna, orang kristen yang benar akan berusaha mengikuti teladan Yesus sebisa mungkin dan dengan menyerahkan hati mereka untuk diubahkan oleh Tuhan. Kesalahan ataupun dosa yang masih dilakukan bagaikan penyakit yang harus dicari akar masalahnya dan disembuhkan..

Saya yakinkan tidak ada orang kristen yang diajarkan bahwa mereka dapat berbuat dosa dengan semaunya karena adanya anugerah penebusan. Justru kita harus menuju kesempurnaan karena kita adalah anak-anak Allah (segambar dan serupa dengan Tuhan)..


Salam
Kembali Ke Atas Go down
lee_king_kong
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 159
Join date : 14.03.11
Age : 27
Lokasi : Phnom Penh

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    15th March 2011, 18:13

bagaiman jika anak kecil tersebut nyolong, minum alkohol(banyak anak kecil zaman sekarang seperti itu) atu menonton film2 mesum. Dosakah?

terus, saya pernah baca neraka menurut islam ada tingkatannya ya?

thanks
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    18th March 2011, 14:30

samiaji wrote:

Yang saya maksudkan juga yang benar-benar murni amal bukan niat jelek.
# Apakah ada kemungkinan ada amal (yang benar-benar amal) yang tidak diterima oleh Allah ?

Salam

Bro samiaji,

Amalannya tetap diterima tetapi apakah pahalanya tercatat di sisi Allah SWT?
Mungkin itu pertanyaan yang hendak diajukan bro samiaji?

Mungkin informasi berikut bisa memberikan jawaban:

Dari Anas r.a dari Rasulullah saw beliau bersabda " Sesungguhnya orang kafir itu jika berbuat kebaikan, ia langsung dibalas dengan balasan yang ia rasakan di dunia. Adapun untuk orang mukmin, maka sesungguhnya Allah Ta'ala menyimpan kebaikan-kebaikannya itu untuk dibalas di akherat nanti, dan ia dikaruniai rezeki di dunia ini karena ketaatannya. (HR Muslim)

QS Ibrahim (14:18): “Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.”

Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    18th March 2011, 14:42

lee_king_kong wrote:
bagaiman jika anak kecil tersebut nyolong, minum alkohol(banyak anak kecil zaman sekarang seperti itu) atu menonton film2 mesum. Dosakah?

terus, saya pernah baca neraka menurut islam ada tingkatannya ya?

thanks

Saat anak kecil melakukan sesuatu maka anak kecil tersebut tidak tahu apakah tindakannya itu salah atau benar.
Dia tidak tahu konsekwensi dari tindakannya tersebut.
Maka dia tidak berdosa akibat tindakannya selama dia tidak memahami apa arti dan konsekwensi dari tindakannya tersebut.

Wallahu a'lam ...

Yang saya ketahui memang seperti itu ... ada beberapa tingkatan dan yang pasti di Al Quran ada penyebutan beberapa macam neraka yang berbeda-beda ... Neraka Jahannam, Neraka Huthamah, Neraka Hawiyah dsb
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    19th March 2011, 10:06

Quote :
QS Ibrahim (14:18): “Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.”

mirip sama ayat ini :

Yesaya 64:6
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

bedanya, Yesaya mengakui bahwa dirinya sendiri memang tidak layak dan najis dihadapan Tuhan nya,
sedang ayat diatasnya merupakan tudingan buat orang diluar dirinya.
:)
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    19th March 2011, 17:30

T2Y wrote:
Quote :
QS Ibrahim (14:18): “Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.”

mirip sama ayat ini :

Yesaya 64:6
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

bedanya, Yesaya mengakui bahwa dirinya sendiri memang tidak layak dan najis dihadapan Tuhan nya,
sedang ayat diatasnya merupakan tudingan buat orang diluar dirinya.
:)

terdapat pengajaran apakah dlm ayat yesaya tersebut mas bro?

Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    19th March 2011, 18:11

T2Y wrote:
mirip sama ayat ini :

Yesaya 64:6
Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.

bedanya, Yesaya mengakui bahwa dirinya sendiri memang tidak layak dan najis dihadapan Tuhan nya,
sedang ayat diatasnya merupakan tudingan buat orang diluar dirinya.
:)

Wajar saja ...karena ayat di atas disampaikan oleh Sang Khalik ... kalau ada ayat yang menyatakan diriNya itu kotor dan najis ... aneh kan?

Ooops sorry ... anda kan tidak meyakini ayat2 Al Quran merupakan wahyu dari Allah SWT melainkan karangan seseorang yang bernama Muhammad.

Inilah perbedaan kita dalam memahami ayat2 tersebut ;)
Kembali Ke Atas Go down
samiaji
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 392
Join date : 26.02.11
Age : 38

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    20th March 2011, 22:49

@ Silancah

Sebenarnya pertanyaan saya ditujukan pada peran Allah yang adalah Hakim yang akan mengadili sesuai perbuatan tiap-tiap orang di dunia..
mas striker pernah berkata "... Tapi kalau Allah menghendaki tuk mengampuni dosa atau tdk menerima amal seseorang tentulah Allah sudah memilki pertimbangan atas hal tsb, jadi sekali lagi hasil akhir ya terserah Allah."

Nah, berkaitan dengan pernyataan di atas, maka saya bertanya :
# Apakah ada kemungkinan ada amal (yang benar-benar amal) yang tidak diterima oleh Allah ?
atau
# mungkinkah ada amal (yang benar-benar amal) yang tidak diterima oleh Allah ?
# Ataukah menurut Kang Silancah (menurut keterangan Hadits dan Surah di atas), memang amalan orang Kafir, walaupun benar-benar amal tetap tidak akan diterima oleh Allah ?

Salam.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    21st March 2011, 10:11

samiaji wrote:
@ Silancah

Sebenarnya pertanyaan saya ditujukan pada peran Allah yang adalah Hakim yang akan mengadili sesuai perbuatan tiap-tiap orang di dunia..
mas striker pernah berkata "... Tapi kalau Allah menghendaki tuk mengampuni dosa atau tdk menerima amal seseorang tentulah Allah sudah memilki pertimbangan atas hal tsb, jadi sekali lagi hasil akhir ya terserah Allah."

Nah, berkaitan dengan pernyataan di atas, maka saya bertanya :
# Apakah ada kemungkinan ada amal (yang benar-benar amal) yang tidak diterima oleh Allah ?
atau
# mungkinkah ada amal (yang benar-benar amal) yang tidak diterima oleh Allah ?
# Ataukah menurut Kang Silancah (menurut keterangan Hadits dan Surah di atas), memang amalan orang Kafir, walaupun benar-benar amal tetap tidak akan diterima oleh Allah ?

Salam.

Kalau menilik pada ayat di atas .. memang begitu adanya.
Allah SWT hanya akan membalas kebaikan yang dilakukan orang2 non muslim dengan kebaikan lagi semasa hidup di dunia tetapi pada saat pengadilan akhir nanti tidak akan ada artinya.
Kembali Ke Atas Go down
samiaji
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 392
Join date : 26.02.11
Age : 38

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    21st March 2011, 13:51

@atas
Mau tanya satu lagi :
# bagi umat muslim sendiri (yg tidak kafir, syirik, murtad, dll).. mungkinkah ada amalan nya yang tidak di terima oleh Allah ? (amalan nya bener tulus..)
# Adakah dosa ato perbuatan salah nya yg tidak diperhitungkan (walaupun ia blm mengakui dan bertobat mengenai dosa tsb) ?

Salam.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    21st March 2011, 18:35

samiaji wrote:
@atas
Mau tanya satu lagi :
# bagi umat muslim sendiri (yg tidak kafir, syirik, murtad, dll).. mungkinkah ada amalan nya yang tidak di terima oleh Allah ? (amalan nya bener tulus..)
# Adakah dosa ato perbuatan salah nya yg tidak diperhitungkan (walaupun ia blm mengakui dan bertobat mengenai dosa tsb) ?

Salam.

KALAU BOLEH IKUT JAWAB MAS BRO,

#menurut saya sih kalau amal itu benar2 tulus dan dilakukan semata2 karena Allah bukan karena riya atau ingin pamer, maka Insya Allah pasti diterima oleh Allah.

#menurut saya lg, kalau dia belum bertobat tentu saja dosa2nya tetap diperhitungkan, atau mungkin ada alasan tuk diampuni dosanya sebelum tobatnya terwujudt, dan itu tentu saja hanya Allah yg tahu.

seperti ada cerita pembunuh 100 orang (mungkin mas bro sdh pernah dengar), hanya karena niat saja yg sangat kuat tuk bertobat, dan dia mati ditengah jalan menuju tempat pertobatannya, padahal belum terwujud tobatnya, tapi Allah sudah mengampuni dosa pembunuh tsb.
Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Bijaksana.
Kembali Ke Atas Go down
samiaji
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 392
Join date : 26.02.11
Age : 38

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    21st March 2011, 23:08

@ atas

Terima kasih atas jawabannya, memang seperti itu juga yang saya perkirakan sebelumnya.

Maaf saya belum dengar cerita itu..
Maksud mati ditengah jalan menuju pertobatannya itu bagaimana ?
Trus Niat yang sangat kuat untuk bertobat itu tidak / belum sama dengan bertobat ya ?

Apakah maksudnya ia belum mengucapkan pertobatan (artian mau ber-syahadat di tempat tertentu?). Ia sudah niat, namun keburu mati ? Tidak bisakah ia bertobat di tempat dimana ia berada ? Ato di dalam hati saja ?

Salam
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    22nd March 2011, 07:58

Ikut melengkapi jawabannya akhi striker ... ndak apa2 ya akh?
striker wrote:

KALAU BOLEH IKUT JAWAB MAS BRO,

#menurut saya sih kalau amal itu benar2 tulus dan dilakukan semata2 karena Allah bukan karena riya atau ingin pamer, maka Insya Allah pasti diterima oleh Allah.

QS AL Ma'uun 107:4-6 "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat ria."

Jadi orang2 yang berbuat baik namun disebabkan ingin pamer atau riya ... maka alih2 mendapatkan pahala malahan mendapatka kecelakaan/kerugian/dosa

striker wrote:

#menurut saya lg, kalau dia belum bertobat tentu saja dosa2nya tetap diperhitungkan, atau mungkin ada alasan tuk diampuni dosanya sebelum tobatnya terwujudt, dan itu tentu saja hanya Allah yg tahu.

QS An Nisaa 4:31 "Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."

QS An Nisaa 4:48 "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."

Berikut Tafsir Ibnu Katsir:
Allah Does not Forgive Shirk, Except After Repenting From it

Allah said that He, (forgives not that partners should be set up with Him (in worship),) meaning, He does not forgive a servant if he meets Him while he is associating partners with Him,

(but He forgives except that) of sins, (to whom He wills) of His servants.

Imam Ahmad recorded that Abu Dharr said that the Messenger of Allah said,
(Allah said, "O My servant! As long as you worship and beg Me, I will forgive you, no matter your shortcomings. O My servant! If you meet Me with the earth's fill of sin, yet you do not associate any partners with Me, I will meet you with its fill of forgiveness.'')




Terakhir diubah oleh Silancah tanggal 23rd March 2011, 07:53, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    22nd March 2011, 21:45

@mas bro, semoga Kisah teladan : Kisah Pembunuh 99 Orang ni cukup saya postingkan

Dalam sebuah Hadits yang diketengahkan oleh Bukhari dan Muslim secara sepakat disebutkan bahwa: dahulu di kalangan orang-orang yang sebelum kalian -yakni kaum Bani Israil- ada seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang. Lelaki ini telah berlumuran darah. Jari-jemarinya, pakaiannya, tangan, dan pedangnya, semuanya basah oleh darah, karena telah membunuh 99 orang dari kalangan orang-orang yang jiwanya terpelihara. Padahal seandainya semua penduduk bumi dan penduduk langit bersatu-padu untuk membunuh seorang lelaki muslim, tentulah Allah akan mencampakkan mereka semuanya dengan muka di bawah ke dalam neraka. Maka terlebih lagi dengan seseorang yang datang dengan pedang yang terhunus, sikap yang kejam, jahat, lagi emosi, akhirnya dia membunuh 99 orang.

Lelaki pelaku kejahatan ini telah melumuri dirinya dengan darah banyak orang dan membinasakan banyak jiwa yang diharamkan oleh Allah membunuhnya serta mencabut nyawa mereka. Sesudah dirinya berlumuran dengan kejahatan dan dosa besar ini, ia menyadari kesalahannya terhadap Allah. Ia pun ber­pikir tentang hari pertemuannya dengan Allah nanti, teringat saat hari kedatangannya kepada Allah untuk mempertanggungjawab­kan semua dosanya. Dia meyakini bahwa tiada yang mengampuni dosa, yang menghukumnya, yang menghisabnya, dan yang membenci seorang hamba karena dosa, kecuali hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Selanjutnya, ia berpikir untuk kembali dan bertaubat kepadaNya agar Dia membebaskannya dari neraka.

Sesungguhnya para raja pun
bila budak-budaknya telah beruban dalam perbudakannya
mereka pasti akan memerdekakannya
dengan pembebasan yang baik
Dan Engkau, wahai penciptaku, jauh lebih murah daripada itu
Sekarang sungguh aku telah beruban dalam penghambaan diri
maka bebaskanlah diriku dari neraka

Maka keluarlah ia dengan pakaian yang berlumuran darah, sedang pedangnya masih meneteskan darah segar dan jari-­jemarinya berbelepotan darah. Ia datang bagaikan seorang yang mabuk, terkejut, lagi ketakutan seraya bertanya-tanya kepada semua orang: “Apakah aku masih bisa diampuni?”

Orang-orang berkata kepadanya: “Kami akan menunjukkanmu kepada seorang rahib yang tinggal di kuilnya, maka sebaiknya kamu pergi ke sana dan tanyakanlah kepadanya apakah dirimu masih bisa diampuni.”

Dia menyadari bahwa tiada yang dapat memberi fatwa dalam masalah ini, kecuali hanya orang-orang yang ahli dalam hukum Allah. Ia pun pergi ke sana, ke tempat rahib itu, seorang ahli ibadah dari kalangan kaum Bani Israil yang belum pernah merasakan manisnya ilmu dan tidak pernah membekali dirinya dengan pengetahuan, penelitian, dan penguasaan terhadap masalah-­masalah agama. Dia hanya melakukan ibadahnya menurut tata cara yang dibuat-buatnya sendiri tanpa ada dalil, baik dari syari’at maupun agama.

Perhatikan QS. AL-HADJlD (57): 27, yang artinya:
“Dan mereka mengada-adakan kerahiban, padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka, tetapi (mereka sendirilah yang mengada-­adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak meme­liharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. “

Sesungguhnya agama itu bila tidak dibarengi dengan cahaya hidayah dan ilmu, sama dengan kesesatan dan bid’ah yang bertumpang-tindih antara yang satu dan yang lainnya.

Ia pun pergi dengan langkah yang cepat dengan penuh penyesalan karena dosa-dosa yang telah dilakukannya, lalu ia mengetuk pintu kuil si rahib tersebut.

Rahib tersebut mengharamkan kepada dirinya sendiri: daging, makanan yang baik, pakaian yang baik, dan kawin, padahal Allah tidak mengharamkan semuanya itu atas dirinya. Dia lakukan hal tersebut karena kejahilannya tentang maksud Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia pun keluar menyambutnya.

Lelaki pembunuh ini masuk dan ternyata pakaiannya masih berlumuran darah segar, membuat si rahib kaget dan terkejut bukan kepalang. Si rahib berkata: “Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu.”

Sambutan ini jelas bukan tata cara yang biasa digunakan oleh para ulama dan para da’i yang menghendaki hidayah bagi manusia, karena pintu Allah selalu terbuka; pemberiannya senantiasa datang dan pergi; pahala-Nya dianugerahkan; tangan kekuasaan­Nya senantiasa terbuka pada malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang berdosa pada siang harinya, dan senantiasa terbuka pada siang hari untuk menerima taubat orang-orang yang berdo’a pada malam harinya, hingga matahari terbit dari arah tenggelamnya (hari Kiamat).

Si pembunuh bertanya: “Wahai rahib ahli ibadah, aku telah mem­bunuh 99 orang, maka masih adakah jalan bagiku untuk bertaubat?”

Rahib yang jahil itu spontan menjawab: “Tiada taubat bagimu!”
Mahasuci Allah, apakah engkau menutup pintu yang selalu dibuka oleh Allah? Apakah engkau memutuskan tali yang telah dijulurkan oleh Allah? Apakah engkau mencegah hujan yang telah diturunkan oleh Allah? Apakah engkau menutup jalan masuk yang telah dibuat oleh Allah?

Padahal Allahlah yang menciptakan; Allahlah yang telah menetapkan; Allahlah yang memberikan ampunan; Allahlah yang menghisab; dan Allahlah yang berbisik kepada seorang hamba pada hari yang tiada bermanfaat lagi harta benda dan anak-anak, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang bersih, lalu Allah menyuruhnya mengakui dosa-dosanya, kemu­dian Allah mengampuninya jika Dia menghendaki. Maka apakah urusanmu, hai rahib, sehingga engkau ikut campur dalam urusan antara para hamba dan Tuhannya?

Apakah engkau memang seorang yang ahli untuk memberi fatwa dalam masalah ini? Bukan, engkau bukanlah seorang yang ahli dalam bidang ini. Hal ini hanya bisa ditangani oleh para ulama yang mengamalkan ilmunya lagi mengetahui tujuan syari’at-Nya.

Akhirnya, si penjahat ini putus asa memandang kehidupan ini. Di matanya dunia ini terasa gelap; kehendak dan tekadnya melemah; dan keindahan yang terlihat di wajahnya menjadi buruk. Ia pun mengangkat pedangnya dan membunuh rahib ini sebagai balasan yang setimpal untuknya guna menggenapkan 100 orang manusia yang telah dibunuhnya.

Selanjutnya, ia keluar menemui orang-orang guna menanya­kan kembali kepada mereka, bukan karena alasan apa pun, melainkan karena jiwanya sangat menginginkan untuk taubat dan kembali ke jalan Tuhannya serta menghadap kepada-Nya.

Ia bertanya kepada mereka: “Masih adakah jalan untuk ber­taubat bagiku?”

Mereka menjawab: “Kami akan menunjukkanmu kepada Fulan bin Fulan, seorang ulama, bukan seorang rahib, yang ahli tentang hukum Tuhan.”

Sehubungan dengan pengertian ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan­nya melalui ayat-ayat berikut, yaitu firman-Nya:

Dalam QS. AZ-ZUMAR (39): 9, yang artinya:
“Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

Dalam QS. AL-­MUJAADALAH (58): 11, yang artinya:
”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. “

Dalam QS. AL-ANKABUUT (29): 49
“Sebenarnya Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. “

Dalam QS. ALI ‘IMRAN (3): 18, yang artinya:
”Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). “

Si pembunuh itu pergi menemui orang alim itu yang saat itu berada di majelisnya sedang mengajari generasi dan mendidik umat.

Orang alim itu pun tersenyum menyambut kedatangannya.
Begitu melihatnya, ia langsung menyambutnya dengan hangat dan mendudukkannya di sebelahnya setelah memeluk dan menghormatinya. Ia bertanya: “Apakah keperluanmu datang kemari?”

Ia menjawab: “Aku telah membunuh 100 orang yang terpelihara darahnya, maka masih adakah jalan taubat bagiku?”

Orang alim itu balik bertanya: “Lalu siapakah yang menghalang-halangi antara kamu dengan taubat dan siapakah yang mencegahmu dari melakukan taubat? Pintu Allah terbuka lebar bagimu, maka bergembiralah dengan ampunan; bergembiralah dengan perkenan dari-Nya; dan bergembiralah dengan taubat yang mulus.”

Ia berkata: “Aku mau bertaubat dan memohon ampun kepada Allah.”

Orang alim berkata: “Aku memohon kepada Allah semoga Dia menerima taubatmu.”

Selanjutnya, orang alim itu berkata kepadanya: “Sesungguhnya engkau tinggal di kampung yang jahat, karena sebagian kampung dan sebagian kota itu adakalanya memberikan pengaruh untuk berbuat kedurhakaan dan kejahatan bagi para penghuninya. Barang siapa yang lemah imannya di tempat seperti ini, maka ia akan mudah berbuat durhaka dan akan terasa ringanlah baginya semua dosa, serta menggampangkannya untuk melakukan tindakan menen­tang Tuhannya, sehingga akhirnya ia terjerumus ke dalam kegelapan lembah dan jurang kesesatan. Akan tetapi, apabila suatu masya­rakat yang di dalamnya ditegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, maka akan tertutuplah semua pintu kejahatan bagi para hamba.”

“Oleh karena itu, keluarlah kamu dari kampung yang jahat itu menuju ke kampung yang baik. Gantikanlah tempat tinggalmu yang lalu dengan kampung yang baik dan bergaullah kamu dengan para pemuda yang shalih yang akan menolong dan membantumu untuk bertaubat.”

Si pembunuh itu pun pergi dengan langkah yang cepat dan hati yang gembira dengan berita dan pengharapan ini. Ketika ia telah berada di tengah jalan, ia jatuh sakit dan sekaratul maut datang menjemputnya.

Dalam QS. QAAF (50): 19, yang artinya:
“Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya.”

Selanjutnya, dia mengucapkan kalimat laa ilaaha illallooh, lalu meninggal dunia. Dia belum pernah shalat, belum pernah puasa, belum pernah bershadaqah, belum pernah zakat, dan belum pernah mengerjakan kebaikan sama sekali, tetapi dia kembali kepada Allah dengan bertaubat, menyesal, berharap, dan takut kepada-Nya.

Maka datanglah malaikat rahmat dan malaikat adzab untuk mengambil dan menerima nyawanya dari malaikat maut yang mencabutnya. Mereka terlibat perselisihan yang sengit dalam memperebutkannya. Malaikat rahmat berkata: “Sesungguhnya dia datang untuk bertaubat dan menghadap kepada Allah menuju kepada kehidupan yang taat, kembali kepada Allah, dan dilahirkan kembali melalui taubatnya itu. Oleh karena itu, dia adalah bagian kami.”

Malaikat adzab berkata: “Sesungguhnya dia belum pernah melakukan suatu kebaikan pun. Dia tidak pernah sujud, Tidak pernah shalat, tidak pernah zakat, dan tidak pernah bershadaqah, maka dengan alasan apakah dia berhak mendapatkan rahmat? Bahkan dia termasuk bagian kami.”

Allah pun mengirimkan malaikat lain dari langit untuk melerai persengketaan mereka. Selanjutnya, malaikat yang baru diutus itu pun datang kepada mereka yang telah menjadi dua golongan yang bertengkar.

Malaikat yang baru berkata kepada mereka: ”Tahanlah oleh kalian. Sesungguhnya solusinya menurutku ialah hendaklah kalian sama-sama mengukur jarak antara lelaki ini dan tanah yang ia tinggalkan, yaitu kampung yang jahat, dan jarak antara dia dan kampung yang ditujunya, yaitu kampung yang baik.”

Ketika mereka sedang sama-sama mengukur, Allah memerin­tahkan kepada kampung yang jahat untuk menjauh dan kepada kampung yang baik untuk mendekat.

Menurut riwayat lain disebutkan bahwa sesungguhnya lelaki pembunuh 100 orang ini menonjolkan dadanya ke arah kampung yang baik. Akhirnya, mereka menjumpai mayat lelaki jahat ini lebih dekat kepada penduduk kampung yang baik dan mereka memutuskan bahwa lelaki ini adalah bagian untuk malaikat rahmat. Malaikat rahmat pun mengambilnya untuk dimasukkan ke dalam surga.


(KISAH LELAKI INI DISEBUTKAN DALAM SHAHIH BUKHARI NO. 3395, SHAHIH MUSLIM NO. 6957, DAN AHMAD NO.10924.)
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    22nd March 2011, 21:48

Silancah wrote:
Ikut melengkapi jawabannya akhi striker ... ndak apa2 ya akh?
striker wrote:

KALAU BOLEH IKUT JAWAB MAS BRO,

#menurut saya sih kalau amal itu benar2 tulus dan dilakukan semata2 karena Allah bukan karena riya atau ingin pamer, maka Insya Allah pasti diterima oleh Allah.

QS AL Ma'uun 107:4-6 "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat ria."

Jadi orang2 yang berbuat baik namun disebabkan ingin pamer atau riya ... maka alih2 mendapatkan pahala malahan mendapatka kecelakaan/kerugian/dosa

striker wrote:

#menurut saya lg, kalau dia belum bertobat tentu saja dosa2nya tetap diperhitungkan, atau mungkin ada alasan tuk diampuni dosanya sebelum tobatnya terwujudt, dan itu tentu saja hanya Allah yg tahu.

QS An Nisaa 4:31 "Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)."

QS An Nisaa 4:48 "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar."

Berikut Tafsir Ibnu Katsir:
Allah Does not Forgive Shirk, Except After Repenting From it

Allah said that He, (forgives not that partners should be set up with Him (in worship),) meaning, He does not forgive a servant if he meets Him while he is associating partners with Him,

(but He forgives except that) of sins, (to whom He wills) of His servants.

Imam Ahmad recorded that Abu Dharr said that the Messenger of Allah said,
(Allah said, "O My servant! As long as you worship and beg Me, I will forgive you, no matter your shortcomings. O My servant! If you meet Me with the earth's fill of sin, yet you do not associate any partners with Me, I will meet you with its fill of forgiveness.'')



MasyaAllah, terima kasih atas tambahan ilmunya mas bro Silancah, Barkallah :)

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    23rd March 2011, 07:39

Quote :
Jadi orang2 yang berbuat baik namun disebabkan ingin pamer atau riya ... maka alih2 mendapatkan pahala malahan mendapatka kecelakaan/kerugian/dosa

Dan berapa banyak orang orang yang memamerkan puasanya, memamerkan rajin sholat (di dahi), memelihara janggut, berpakaian gamis, bersorban, berjilbab, serta sedikit sedikit menyebut nama Allah yang suci?

Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    23rd March 2011, 07:57

bruce wrote:
Quote :
Jadi orang2 yang berbuat baik namun disebabkan ingin pamer atau riya ... maka alih2 mendapatkan pahala malahan mendapatka kecelakaan/kerugian/dosa

Dan berapa banyak orang orang yang memamerkan puasanya, memamerkan rajin sholat (di dahi), memelihara janggut, berpakaian gamis, bersorban, berjilbab, serta sedikit sedikit menyebut nama Allah yang suci?

Wallahu a'lam ... itu hanya mereka dan Allah SWT saja yang tahu.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    23rd March 2011, 08:09

Betul kang, hanya Allah dan pribadi bersangkutan yang tahu, apakah tujuannya memamerkan 'kerohaniannya' adalah bertujuan mengikuti perintah Tuhan ataukah hanya karena ingin dianggap sholeh oleh manusia lain.
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    23rd March 2011, 11:02

bruce wrote:
Betul kang, hanya Allah dan pribadi bersangkutan yang tahu, apakah tujuannya memamerkan 'kerohaniannya' adalah bertujuan mengikuti perintah Tuhan ataukah hanya karena ingin dianggap sholeh oleh manusia lain.

jadi inget kotbahnya Pak Yohan beberapa waktu lalu... :)
kalau gak salah nangkep sih gini...
ada 2 jenis orang (dalam kotbah disebutkan Kristen, tapi saya yakin berlaku buat semua agama).

1. orang yang hanya melakukan kehidupan keagamaannya biar terlihat bahwa dia beragama.
2. orang yang mengenal Tuhannya dan memanifestasikan dalam kehidupan beragamanya.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    23rd March 2011, 11:15

mo ikut nimbrung mas bro,

Katanya kita tidak boleh menghakimi orang lain mas bro?
bukankah suudhon merupakan salah satu dari menghakimi orang lain mas bro? :)

bagaimana dengan orang yg selalu memakai kalung salib kemana2, apakah mereka mau kalau disebut memamerkan kekristenannya?
tentu saja benar kata mas bro Silancah, hanya orang tsb dan Allah yg tahu niat sebenarnya dari apa yg diperbuat. :)
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    23rd March 2011, 14:47

striker wrote:
mo ikut nimbrung mas bro,

Katanya kita tidak boleh menghakimi orang lain mas bro?

ya, udah...
apa sih definisi menghakimi menurut anda ?
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    23rd March 2011, 20:44

T2Y wrote:
striker wrote:
mo ikut nimbrung mas bro,

Katanya kita tidak boleh menghakimi orang lain mas bro?

ya, udah...
apa sih definisi menghakimi menurut anda ?

menurut saya, menilai seseorang mendasarkan kehendak kita sendiri, itu termasuk menghakimi. tolong dokoreksi kalau saya salah.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat    Today at 00:24

Kembali Ke Atas Go down
 
Tanya ke muslim: Dosa dan akhirat
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 9Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9  Next
 Similar topics
-
» [Tanya] IQ-nya brapa sih??
» Tanya tentang Oli pertamina
» (iseng2 tanya)napa banyak ninja 250 dijual???
» Vlad Dracula " Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
» MITOS DI MASYARAKAT

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: