Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Paulus vs Jesus ?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2, 3, 4, 5  Next
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Paulus vs Jesus ?    29th January 2011, 01:16

Seringkali, dalam forum forum diskusi, saudara saudara penganut non-Kristen mempertanyakan ucapan Paulus yang dikatakan mereka 'bertentangan' dengan perkataan/perintah Jesus. Halmana disebabkan kurangnya pengertian mereka terhadap ucapan Paulus.

Bahwa tidak ada yang bertentangan antara pesan yang disampaikan oleh Yesus dengan pesan yang disampaikan oleh Paulus, karena Paulus hanya memperjelas pesan yang disampaikan oleh Yesus. Mari kita melihat contoh-contoh yang diberikan :

A) Mt. 5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”

Dan kemudian mereka mempertentangkannya dengan perkataan Paulus, yaitu “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”

(Rm 3:20) dan juga “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2)

Untuk konsep hukum Taurat, dimana:

St. Thomas Aquinas (ST, I-II, q. 98-108) mengatakan bahwa ada 3 macam hukum di dalam Perjanjian Lama, yaitu:

1) Moral Law: Moral Law atau hukum moral adalah menjadi bagian dari hukum kodrati, hukum yang menjadi bagian dari kodrat manusia, sehingga Rasul Paulus mengatakan “Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (Rom 2:15). Contoh dari hukum ini adalah yang tertulis di 10 perintah Allah, dimana terdiri dari dua loh batu, yang mencerminkan kasih kepada Allah (perintah 1-3)

dan juga kasih kepada sesama (perintah 4-10). Hukum kodrati ini adalah hukum yang tetap mengikat (bahkan sampai sekarang) dan dipenuhi dengan kedatangan Kristus, karena hukum kodrati ini adalah merupakan partisipasi di dalam hukum Tuhan.

2) Ceremonial law atau hukum seremonial: sebagai suatu ekpresi untuk memisahkan sesuatu yang sakral dari yang duniawi yang juga berdasarkan prinsip hukum kodrat, seperti: hukum persembahan, tentang kesakralan, proses penyucian untuk persembahan, tentang makanan, pakaian, sikap, dll. Hukum ini tidak lagi berlaku dengan kedatangan Kristus, karena Kristus sendiri adalah persembahan yang sempurna; sebab Kristus menjadi Anak Domba Allah yang dikurbankan demi menebus dosa-dosa dunia. Maka kurban sembelihan seperti yang disyaratkan di dalam Perjanjian Lama tidak lagi diperlukan, karena telah disempurnakan di dalam kurban Kristus di dalam Perjanjian Baru. Itulah sebabnya di Gereja Kristen sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Yesus dan juga para rasul (Petrus dan Paulus) tidak mempermasalahkan makanan-makanan persembahan, karena bukan yang masuk yang najis, namun yang keluar.

3) Judicial law: Ini adalah merupakan suatu ketentuan yang menetapkan hukuman (sangsi) sehingga peraturan dapat dijalankan dengan baik. Oleh karena itu, maka peraturan ini sangat rinci, terutama untuk mengatur hubungan dengan sesama, seperti: peraturan untuk penguasa, bagaimana memperlakukan orang asing, dll. Dalam Perjanjian Lama, Judicial law ini ditetapkan sesuai dengan tradisi bangsa Yahudi. Contoh dari judicial law: kalau mencuri domba harus dikembalikan empat kali lipat (Kel 22:1), hukum cambuk tidak boleh lebih dari empat puluh kali (Ul 25:3), memberikan persembahan persepuluhan (Mal 3:6-12). Setelah kedatangan Kristus di Perjanjian Baru, maka judicial law ini tidak berlaku lagi; sebab Kristus membuka pintu keselamatan bagi bangsa-bangsa lain, sehingga ketentuan hukuman (sangsi) diserahkan kepada pemerintahan bangsa-bangsa lain tersebut, dan di dalam konteks umat Kristiani, maka judicial law ditetapkan oleh Gereja yang memiliki anggota dari seluruh bangsa.
Jadi tradisi dan law yang bersifat ceremonial law dan judicial law harus dilakukan dalam terang Perjanjian Baru, seperti di atas.


B) Apakah arti menggenapi hukum taurat tanpa membuang satu titikpun?

Di Mt 5:17-20? Mt. 5:17-20 mengatakan “17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

1) Pada waktu Yesus mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, namun menggenapinya, maka dapat dilihat bahwa “menggenapi” adalah dengan menambahkan apa yang sebelumnya tidak ada, atau dengan melakukan apa yang diperintahkan (lih. St. Agustinus dalam komentarnya tentang ayat ini, yang dituliskan oleh St. Thomas Aquinas dalam Catena Aurea). Jadi Kristus menambahkan apa yang tidak ada sebelumnya, yaitu Diri-Nya sendiri, yaitu Sang Sabda yang menjadi manusia. Dan kalau inti dari hukum Taurat adalah mengasihi Allah dan sesama (Mt 22:37-40), maka Yesus telah memenuhi hukum ini secara sempurna, dengan menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menghapus dosa kita manusia, sesuai dengan kehendak Allah Bapa.

2) Kalau di dalam hukum taurat apa yang dilakukan di luar (exterior acts) adalah begitu penting, maka Yesus menuntut hal yang lebih sempurna – perbuatan yang baik harus juga didasari oleh intensi yang baik. Inilah sebabnya Yesus mengatakan “20 Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.“(Mt 5:20).

3) Jadi, dalam hal ini, seperti pada point 1), maka Kristus tidak akan menghilangkan “moral law”, namun “ceremonial law” dan “judicial law“ pada jaman PL tidak berlaku lagi karena telah disempurnakan oleh Kristus dalam terang PB.


C) Dan mengapa Paulus mengatakan “”Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” (Rm 3:20)?

Di sini Paulus ingin menekankah bahwa keselamatan bukanlah dari mengikuti hukum (law), namun seperti yang ditekankan oleh Yesus, bahwa disposisi hati menjadi bagian yang begitu penting. Inilah sebabnya Yesus mengatakan, “Dan melalui Roh Kristus, seseorang dapat dikuatkan untuk mengikuti perintah Kristus dengan baik."



D) Bagaimana dengan “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2).

Secara prinsip, tulisan dari Rasul Paulus kepada umat di Galasia adalah untuk menyanggah orang-orang kristen Yahudi yang mengatakan bahwa untuk diselamatkan, sunat dan mengikuti hukum Taurat harus dilakukan (Gal 3:1-4). Oleh karena itu, rasul Paulus mengatakan bahwa bukan sunat yang menyelamatkan, namun iman di dalam Kristus. Dan iman di dalam Kristus inilah yang memampukan mereka untuk merdeka dan hidup dalam Roh dan menghasilkan buah-buah Roh, seperti yang disebutkan dalam Gal 5:22-23.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    6th February 2011, 20:48

bruce wrote:
Seringkali, dalam forum forum diskusi, saudara saudara penganut non-Kristen mempertanyakan ucapan Paulus yang dikatakan mereka 'bertentangan' dengan perkataan/perintah Jesus. Halmana disebabkan kurangnya pengertian mereka terhadap ucapan Paulus.

Bahwa tidak ada yang bertentangan antara pesan yang disampaikan oleh Yesus dengan pesan yang disampaikan oleh Paulus, karena Paulus hanya memperjelas pesan yang disampaikan oleh Yesus. Mari kita melihat contoh-contoh yang diberikan :

A) Mt. 5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.”

Dan kemudian mereka mempertentangkannya dengan perkataan Paulus, yaitu “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”

(Rm 3:20) dan juga “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2)

Untuk konsep hukum Taurat, dimana:

St. Thomas Aquinas (ST, I-II, q. 98-108) mengatakan bahwa ada 3 macam hukum di dalam Perjanjian Lama, yaitu:

1) Moral Law: Moral Law atau hukum moral adalah menjadi bagian dari hukum kodrati, hukum yang menjadi bagian dari kodrat manusia, sehingga Rasul Paulus mengatakan “Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (Rom 2:15). Contoh dari hukum ini adalah yang tertulis di 10 perintah Allah, dimana terdiri dari dua loh batu, yang mencerminkan kasih kepada Allah (perintah 1-3)

dan juga kasih kepada sesama (perintah 4-10). Hukum kodrati ini adalah hukum yang tetap mengikat (bahkan sampai sekarang) dan dipenuhi dengan kedatangan Kristus, karena hukum kodrati ini adalah merupakan partisipasi di dalam hukum Tuhan.

2) Ceremonial law atau hukum seremonial: sebagai suatu ekpresi untuk memisahkan sesuatu yang sakral dari yang duniawi yang juga berdasarkan prinsip hukum kodrat, seperti: hukum persembahan, tentang kesakralan, proses penyucian untuk persembahan, tentang makanan, pakaian, sikap, dll. Hukum ini tidak lagi berlaku dengan kedatangan Kristus, karena Kristus sendiri adalah persembahan yang sempurna; sebab Kristus menjadi Anak Domba Allah yang dikurbankan demi menebus dosa-dosa dunia. Maka kurban sembelihan seperti yang disyaratkan di dalam Perjanjian Lama tidak lagi diperlukan, karena telah disempurnakan di dalam kurban Kristus di dalam Perjanjian Baru. Itulah sebabnya di Gereja Kristen sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Yesus dan juga para rasul (Petrus dan Paulus) tidak mempermasalahkan makanan-makanan persembahan, karena bukan yang masuk yang najis, namun yang keluar.

3) Judicial law: Ini adalah merupakan suatu ketentuan yang menetapkan hukuman (sangsi) sehingga peraturan dapat dijalankan dengan baik. Oleh karena itu, maka peraturan ini sangat rinci, terutama untuk mengatur hubungan dengan sesama, seperti: peraturan untuk penguasa, bagaimana memperlakukan orang asing, dll. Dalam Perjanjian Lama, Judicial law ini ditetapkan sesuai dengan tradisi bangsa Yahudi. Contoh dari judicial law: kalau mencuri domba harus dikembalikan empat kali lipat (Kel 22:1), hukum cambuk tidak boleh lebih dari empat puluh kali (Ul 25:3), memberikan persembahan persepuluhan (Mal 3:6-12). Setelah kedatangan Kristus di Perjanjian Baru, maka judicial law ini tidak berlaku lagi; sebab Kristus membuka pintu keselamatan bagi bangsa-bangsa lain, sehingga ketentuan hukuman (sangsi) diserahkan kepada pemerintahan bangsa-bangsa lain tersebut, dan di dalam konteks umat Kristiani, maka judicial law ditetapkan oleh Gereja yang memiliki anggota dari seluruh bangsa.
Jadi tradisi dan law yang bersifat ceremonial law dan judicial law harus dilakukan dalam terang Perjanjian Baru, seperti di atas.


B) Apakah arti menggenapi hukum taurat tanpa membuang satu titikpun?

Di Mt 5:17-20? Mt. 5:17-20 mengatakan “17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

1) Pada waktu Yesus mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, namun menggenapinya, maka dapat dilihat bahwa “menggenapi” adalah dengan menambahkan apa yang sebelumnya tidak ada, atau dengan melakukan apa yang diperintahkan (lih. St. Agustinus dalam komentarnya tentang ayat ini, yang dituliskan oleh St. Thomas Aquinas dalam Catena Aurea). Jadi Kristus menambahkan apa yang tidak ada sebelumnya, yaitu Diri-Nya sendiri, yaitu Sang Sabda yang menjadi manusia. Dan kalau inti dari hukum Taurat adalah mengasihi Allah dan sesama (Mt 22:37-40), maka Yesus telah memenuhi hukum ini secara sempurna, dengan menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menghapus dosa kita manusia, sesuai dengan kehendak Allah Bapa.

2) Kalau di dalam hukum taurat apa yang dilakukan di luar (exterior acts) adalah begitu penting, maka Yesus menuntut hal yang lebih sempurna – perbuatan yang baik harus juga didasari oleh intensi yang baik. Inilah sebabnya Yesus mengatakan “20 Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.“(Mt 5:20).

3) Jadi, dalam hal ini, seperti pada point 1), maka Kristus tidak akan menghilangkan “moral law”, namun “ceremonial law” dan “judicial law“ pada jaman PL tidak berlaku lagi karena telah disempurnakan oleh Kristus dalam terang PB.


C) Dan mengapa Paulus mengatakan “”Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” (Rm 3:20)?

Di sini Paulus ingin menekankah bahwa keselamatan bukanlah dari mengikuti hukum (law), namun seperti yang ditekankan oleh Yesus, bahwa disposisi hati menjadi bagian yang begitu penting. Inilah sebabnya Yesus mengatakan, “Dan melalui Roh Kristus, seseorang dapat dikuatkan untuk mengikuti perintah Kristus dengan baik."



D) Bagaimana dengan “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2).

Secara prinsip, tulisan dari Rasul Paulus kepada umat di Galasia adalah untuk menyanggah orang-orang kristen Yahudi yang mengatakan bahwa untuk diselamatkan, sunat dan mengikuti hukum Taurat harus dilakukan (Gal 3:1-4). Oleh karena itu, rasul Paulus mengatakan bahwa bukan sunat yang menyelamatkan, namun iman di dalam Kristus. Dan iman di dalam Kristus inilah yang memampukan mereka untuk merdeka dan hidup dalam Roh dan menghasilkan buah-buah Roh, seperti yang disebutkan dalam Gal 5:22-23.

boss, apakah perkataan paulus "jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2)" bisa diartikan meskipun keduanya (bersunat maupun tidak) sama2 beriman didlm kristus, apakah kristus lebih berguna bagi orang2 yg TIDAK bersunat? atau orang2 yg tidak bersunat lebih mulia daripada orang2 yg bersunat?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    6th February 2011, 21:15

Quote :
boss, apakah perkataan paulus "jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2)" bisa diartikan meskipun keduanya (bersunat maupun tidak) sama2 beriman didlm kristus, apakah kristus lebih berguna bagi orang2 yg TIDAK bersunat? atau orang2 yg tidak bersunat lebih mulia daripada orang2 yg bersunat?

Bukankah sudah tejawab di post saya mas? Coba baca lagi dengan cermat.
Thanks
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    6th February 2011, 21:37

bruce wrote:
Quote :
boss, apakah perkataan paulus "jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2)" bisa diartikan meskipun keduanya (bersunat maupun tidak) sama2 beriman didlm kristus, apakah kristus lebih berguna bagi orang2 yg TIDAK bersunat? atau orang2 yg tidak bersunat lebih mulia daripada orang2 yg bersunat?

Bukankah sudah tejawab di post saya mas? Coba baca lagi dengan cermat.
Thanks

dipoint yg mana ya boss jawabanya? sorry, mungkin bisa dibantu tuk diposting kembali sedikit penjelasannya, kalau tidak keberatan lho boss :)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    6th February 2011, 22:01

striker wrote:
bruce wrote:
Quote :
boss, apakah perkataan paulus "jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2)" bisa diartikan meskipun keduanya (bersunat maupun tidak) sama2 beriman didlm kristus, apakah kristus lebih berguna bagi orang2 yg TIDAK bersunat? atau orang2 yg tidak bersunat lebih mulia daripada orang2 yg bersunat?

Bukankah sudah tejawab di post saya mas? Coba baca lagi dengan cermat.
Thanks

dipoint yg mana ya boss jawabanya? sorry, mungkin bisa dibantu tuk diposting kembali sedikit penjelasannya, kalau tidak keberatan lho boss :)

Silahkan dibaca ulang mas, TIDAK ADA kata kata dalam post saya yang menyatakan tidak bersunat lebih baik dari bersunat ataupun kebalikannya. Karena sunat itu tidak penting lagi, karena sunat hanya berupa ceremonial law dan judicial law, bukan moral law.

seperti tersebut di post di atas :


Quote :
Secara prinsip, tulisan dari Rasul Paulus kepada umat di Galasia adalah untuk menyanggah orang-orang kristen Yahudi yang mengatakan bahwa untuk diselamatkan, sunat dan mengikuti hukum Taurat harus dilakukan (Gal 3:1-4). Oleh karena itu, rasul Paulus mengatakan bahwa bukan sunat yang menyelamatkan, namun iman di dalam Kristus. Dan iman di dalam Kristus inilah yang memampukan mereka untuk merdeka dan hidup dalam Roh dan menghasilkan buah-buah Roh, seperti yang disebutkan dalam Gal 5:22-23.

Mudah mudahan sudah menangkap yang dimaksudkan, thanks

Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    6th February 2011, 22:14

bruce wrote:
striker wrote:
bruce wrote:
Quote :
boss, apakah perkataan paulus "jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2)" bisa diartikan meskipun keduanya (bersunat maupun tidak) sama2 beriman didlm kristus, apakah kristus lebih berguna bagi orang2 yg TIDAK bersunat? atau orang2 yg tidak bersunat lebih mulia daripada orang2 yg bersunat?

Bukankah sudah tejawab di post saya mas? Coba baca lagi dengan cermat.
Thanks

dipoint yg mana ya boss jawabanya? sorry, mungkin bisa dibantu tuk diposting kembali sedikit penjelasannya, kalau tidak keberatan lho boss :)

Silahkan dibaca ulang mas, TIDAK ADA kata kata dalam post saya yang menyatakan tidak bersunat lebih baik dari bersunat ataupun kebalikannya. Karena sunat itu tidak penting lagi, karena sunat hanya berupa ceremonial law dan judicial law, bukan moral law.

seperti tersebut di post di atas :


Quote :
Secara prinsip, tulisan dari Rasul Paulus kepada umat di Galasia adalah untuk menyanggah orang-orang kristen Yahudi yang mengatakan bahwa untuk diselamatkan, sunat dan mengikuti hukum Taurat harus dilakukan (Gal 3:1-4). Oleh karena itu, rasul Paulus mengatakan bahwa bukan sunat yang menyelamatkan, namun iman di dalam Kristus. Dan iman di dalam Kristus inilah yang memampukan mereka untuk merdeka dan hidup dalam Roh dan menghasilkan buah-buah Roh, seperti yang disebutkan dalam Gal 5:22-23.

Mudah mudahan sudah menangkap yang dimaksudkan, thanks


terima kasih boss, tapi maksud pertanyaanku adalah sbb, apakah orang yg tidak bersunat itu lebih baik daripada yg bersunat dimata kristus?

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    6th February 2011, 22:33

Quote :

terima kasih boss, tapi maksud pertanyaanku adalah sbb, apakah orang yg tidak bersunat itu lebih baik daripada yg bersunat dimata kristus?


Saya berikan analogi ya.

Saya katakan bahwa saya suka masakan rawon (jawa timur) dan pepes (jawa barat), kemudian anda bertanya, apakah menurut saya orang yang makan rawon lebih hebat dari pada orang yang makan pepes?

Saya bingung mau jawab apa mas. He he he he

bounce bounce bounce bounce

Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    6th February 2011, 22:42

bruce wrote:
Quote :

terima kasih boss, tapi maksud pertanyaanku adalah sbb, apakah orang yg tidak bersunat itu lebih baik daripada yg bersunat dimata kristus?


Saya berikan analogi ya.

Saya katakan bahwa saya suka masakan rawon (jawa timur) dan pepes (jawa barat), kemudian anda bertanya, apakah menurut saya orang yang makan rawon lebih hebat dari pada orang yang makan pepes?

Saya bingung mau jawab apa mas. He he he he

bounce bounce bounce bounce


begitu ya boss? aku jadi tambah bingung nih :confused:
eh omong2 yg jual rawon ama yg jual pepes sama2 sudah sunat ya boss? Laughing
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 06:48

striker wrote:
bruce wrote:
Quote :

terima kasih boss, tapi maksud pertanyaanku adalah sbb, apakah orang yg tidak bersunat itu lebih baik daripada yg bersunat dimata kristus?


Saya berikan analogi ya.

Saya katakan bahwa saya suka masakan rawon (jawa timur) dan pepes (jawa barat), kemudian anda bertanya, apakah menurut saya orang yang makan rawon lebih hebat dari pada orang yang makan pepes?

Saya bingung mau jawab apa mas. He he he he

bounce bounce bounce bounce


begitu ya boss? aku jadi tambah bingung nih :confused:
eh omong2 yg jual rawon ama yg jual pepes sama2 sudah sunat ya boss? Laughing


Ada baiknya mengajukan pertanyaan yang tergolong 'mencerdaskan' bagi pembaca selanjutnya mas, karena komen (maaf) asal asalan atas pertanyaan yang tidak jelas, rasanya tidak tepat untuk ditampilkan.

Kembali Ke Atas Go down
alfa1
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 30
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 09:26

urun pendapat bro...

menurut saya definisi menggenapi, apapun alasannya tidaklah berarti membatalkan / meng-anulir hukum Taurat...

>menggenapi dalam arti menambah menjadi genap hukum-hukum yang ada di Taurat maupun menggenapi dalam arti pemenuhan nubuat Taurat dalam diri dan perbuatan Jesus, ataupun dalam arti yang lain..

semua tidak berarti membatalkan / menganulir hukum Taurat.. artinya hukum Taurat tetap harus di jalankan / dipatuhi hingga akhir jaman kelak.. (Matius 5:18).

hal itu mudah untuk dipahami..


perhatikan ayat berikut ini..

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

....Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

>jadi, Taurat dan kitab para nabi itu menggantungkan isi di dalamnya kepada 2 hukum yang utama itu...
dalam artian yang lebih luas, Taurat dan kitab para nabi adalah aplikasi (bagian) dari pelaksanaan 2 hukum yang utama sebagaimana disebut dalam Matius 22:37-40..

jika demikian adanya, maka membuang / mengabaikan hukum Taurat , sama artinya dengan mengabaikan pelaksanaan 2 hukum Kasih...

karena itu dapat dipahami jika Jesus sampai berkata...

Matius 5
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

>tentu, karena Taurat adalah salah satu bagian dari pelaksanaan hukum Kasih..
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 10:39

[quote="bruce"]
striker wrote:
bruce wrote:
Quote :

terima kasih boss, tapi maksud pertanyaanku adalah sbb, apakah orang yg tidak bersunat itu lebih baik daripada yg bersunat dimata kristus?


Saya berikan analogi ya.

Saya katakan bahwa saya suka masakan rawon (jawa timur) dan pepes (jawa barat), kemudian anda bertanya, apakah menurut saya orang yang makan rawon lebih hebat dari pada orang yang makan pepes?

Saya bingung mau jawab apa mas. He he he he

bounce bounce bounce bounce


begitu ya boss? aku jadi tambah bingung nih :confused:
eh omong2 yg jual rawon ama yg jual pepes sama2 sudah sunat ya boss? Laughing [/quote


Ada baiknya mengajukan pertanyaan yang tergolong 'mencerdaskan' bagi pembaca selanjutnya mas, karena komen (maaf) asal asalan atas pertanyaan yang tidak jelas, rasanya tidak tepat untuk ditampilkan.

hehe jangan dianggap serius boss, kadang2 juga perlu becanda. gak kenanan juga si boss singa ini nih Laughing
pak boss sudah sunatkah? hehe
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 13:29

alfa1 wrote:
urun pendapat bro...

menurut saya definisi menggenapi, apapun alasannya tidaklah berarti membatalkan / meng-anulir hukum Taurat...

>menggenapi dalam arti menambah menjadi genap hukum-hukum yang ada di Taurat maupun menggenapi dalam arti pemenuhan nubuat Taurat dalam diri dan perbuatan Jesus, ataupun dalam arti yang lain..

semua tidak berarti membatalkan / menganulir hukum Taurat.. artinya hukum Taurat tetap harus di jalankan / dipatuhi hingga akhir jaman kelak.. (Matius 5:18).

hal itu mudah untuk dipahami..


perhatikan ayat berikut ini..

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

....Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

>jadi, Taurat dan kitab para nabi itu menggantungkan isi di dalamnya kepada 2 hukum yang utama itu...
dalam artian yang lebih luas, Taurat dan kitab para nabi adalah aplikasi (bagian) dari pelaksanaan 2 hukum yang utama sebagaimana disebut dalam Matius 22:37-40..

jika demikian adanya, maka membuang / mengabaikan hukum Taurat , sama artinya dengan mengabaikan pelaksanaan 2 hukum Kasih...

karena itu dapat dipahami jika Jesus sampai berkata...

Matius 5
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

>tentu, karena Taurat adalah salah satu bagian dari pelaksanaan hukum Kasih..


Sebenarnya saya agak enggan menjawab sesuatu yang didasarkan pada 'menurut saya' karena apa yang menurut anda tentulah terserah anda, buksankah begitu mas?

Nah jika kembali kepada tulisan awal, maka sekali lagi apa yang menjadi 'ganjalan' anda sudah terjawab di tulisan itu.

Thanks
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 13:34

[quote="striker"]
bruce wrote:
striker wrote:
bruce wrote:
Quote :

terima kasih boss, tapi maksud pertanyaanku adalah sbb, apakah orang yg tidak bersunat itu lebih baik daripada yg bersunat dimata kristus?


Saya berikan analogi ya.

Saya katakan bahwa saya suka masakan rawon (jawa timur) dan pepes (jawa barat), kemudian anda bertanya, apakah menurut saya orang yang makan rawon lebih hebat dari pada orang yang makan pepes?

Saya bingung mau jawab apa mas. He he he he

bounce bounce bounce bounce


begitu ya boss? aku jadi tambah bingung nih :confused:
eh omong2 yg jual rawon ama yg jual pepes sama2 sudah sunat ya boss? Laughing [/quote


Ada baiknya mengajukan pertanyaan yang tergolong 'mencerdaskan' bagi pembaca selanjutnya mas, karena komen (maaf) asal asalan atas pertanyaan yang tidak jelas, rasanya tidak tepat untuk ditampilkan.

hehe jangan dianggap serius boss, kadang2 juga perlu becanda. gak kenanan juga si boss singa ini nih Laughing
pak boss sudah sunatkah? hehe


Kadang kadang mas, kita harus hati hati dalam menyampaikan tulisan kita. Terlebih lagi dalam forum terbuka. Karena orang hanya menilai kita dari tulisan yang kita sampaikan. Orang lain tidak melihat gesture dan mimik muka kita seperti kalau kita sedang ngobrol. Jadi, apa yang kita tulis itu yang dinilai orang mas.

Di forum yang masih seumur tauge seperti ini, tentulah kita harus sangat hati hati, jangan sampai kelak, saat forum ini sudah sebesar LT, maka tulisan kita pada saat awal awal ini menjadi kenangan yang buruk akan diri kita, kan sayang, orang orang sepandai anda dianggap serampangan, gitu kan, he he he.
Kembali Ke Atas Go down
alfa1
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 30
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 14:15

bruce wrote:
alfa1 wrote:
urun pendapat bro...

menurut saya definisi menggenapi, apapun alasannya tidaklah berarti membatalkan / meng-anulir hukum Taurat...

>menggenapi dalam arti menambah menjadi genap hukum-hukum yang ada di Taurat maupun menggenapi dalam arti pemenuhan nubuat Taurat dalam diri dan perbuatan Jesus, ataupun dalam arti yang lain..

semua tidak berarti membatalkan / menganulir hukum Taurat.. artinya hukum Taurat tetap harus di jalankan / dipatuhi hingga akhir jaman kelak.. (Matius 5:18).

hal itu mudah untuk dipahami..


perhatikan ayat berikut ini..

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

....Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

>jadi, Taurat dan kitab para nabi itu menggantungkan isi di dalamnya kepada 2 hukum yang utama itu...
dalam artian yang lebih luas, Taurat dan kitab para nabi adalah aplikasi (bagian) dari pelaksanaan 2 hukum yang utama sebagaimana disebut dalam Matius 22:37-40..

jika demikian adanya, maka membuang / mengabaikan hukum Taurat , sama artinya dengan mengabaikan pelaksanaan 2 hukum Kasih...

karena itu dapat dipahami jika Jesus sampai berkata...

Matius 5
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

>tentu, karena Taurat adalah salah satu bagian dari pelaksanaan hukum Kasih..


Sebenarnya saya agak enggan menjawab sesuatu yang didasarkan pada 'menurut saya' karena apa yang menurut anda tentulah terserah anda, buksankah begitu mas?

Nah jika kembali kepada tulisan awal, maka sekali lagi apa yang menjadi 'ganjalan' anda sudah terjawab di tulisan itu.

Thanks

tentu tidak seperti itu bro bruce..

jika kata menurut saya yang saya gunakan tidak ada dasar untuk mengatakan itu, baru anda boleh berkata seperti itu..

karena sebetulnya apapun yang kita katakan diluar kutipan ayat / surat dari Alkitab dan sumber lainnya, pada intinya adalah sama yakni 'menurut kita', 'menurut saya', 'menurut anda'...

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 15:10

Quote :
tentu tidak seperti itu bro bruce..

jika kata menurut saya yang saya gunakan tidak ada dasar untuk mengatakan itu, baru anda boleh berkata seperti itu..

karena sebetulnya apapun yang kita katakan diluar kutipan ayat / surat dari Alkitab dan sumber lainnya, pada intinya adalah sama yakni 'menurut kita', 'menurut saya', 'menurut anda'...


Tentu berbeda mas, antara komen dari seorang pakar dan komen dari seorang amatir. Sama sama pendapat, tetapi yang seorang punya kualifikasi dan kemampuan, sedangkan yang lain hanya berdasarkan pertimbangan like-dislike.

Kembali Ke Atas Go down
alfa1
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 30
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 16:04

bruce wrote:
Quote :
tentu tidak seperti itu bro bruce..

jika kata menurut saya yang saya gunakan tidak ada dasar untuk mengatakan itu, baru anda boleh berkata seperti itu..

karena sebetulnya apapun yang kita katakan diluar kutipan ayat / surat dari Alkitab dan sumber lainnya, pada intinya adalah sama yakni 'menurut kita', 'menurut saya', 'menurut anda'...


Tentu berbeda mas, antara komen dari seorang pakar dan komen dari seorang amatir. Sama sama pendapat, tetapi yang seorang punya kualifikasi dan kemampuan, sedangkan yang lain hanya berdasarkan pertimbangan like-dislike.


seorang pakarpun awalnya adalah amatir... kepakaran dan keamatiran sesungguhnya hanyalah sebuah status atau penilaian yang disematkan oleh orang-orang tertentu yg terkadang juga bersifat subyektif... menganggap bahwa pendapat para pakar itu pasti lebih betul dibanding orang yg tidak dikenal publik saya kira bukan tindakan yang bijak..

masalahnya orang yang benar-benar pintar dan bijak biasanya justru cenderung untuk tidak mau dikenal / di expose publik..

orang-orang bijak berkata, jangan menilai perkataan seseorang dari statusnya tapi nilailah dari isi perkataan-nya..

terkadang kita jumpai perkataan anak-anak jauh lebih bermakna dibanding perkataan orang dewasa... karena orang dewasa berkata dengan kesombongan.. sementara anak-anak berkata dari hati nya yang paling dalam, murni, dan jujur..

para pakar bukanlah TUHAN yang terbebas dari kelemahan.. Laughing Laughing

tapi kita semua di thread ini memang masih amatir... yang biasa berpikir dengan cara amatir dan menanggapi pernyataan juga dengan cara amatir...

kalau yang ini saya setuju.. Laughing Laughing Laughing Laughing Laughing


salam damai buat anda bro bruce....
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 17:03

Banyaknya serangan kaum non-Kristen yg mpertentangkan antara Paulus dengan Tuhan Yesus lebih banyak dikarenakan ketidakpahaman mreka mengenai :

1. Konteks perkataan Tuhan Yesus
2. Peran dan fungsi Hukum Taurat bagi org Yahudi dan non-Yahudi
3. Peran 'iman' dan 'perbuatan' dlm kselamatan manusia
4. Fungsi kerasulan Paulus
5. Apa makna dari 'penggenapan' Hukum Taurat
6. Aspek-aspek Hukum Taurat

1 saja diantara 5 aspek tsb dsalahpahami, maka org akan gagal mmahami pngajaran Paulus dan pngajaran Tuhan Yesus, shg mlihatnya seolah btentangan.

Sayangnya beberapa pihak non-Kristen tanpa pmahaman akan ke-6 aspek tsb kmudian mcoba mbuat argumentasi yg justru mperlihatkan ktidakpahaman mreka thd Taurat dan Injil.



Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 17:20

@alfa

seorang pakarpun awalnya adalah amatir... kepakaran dan keamatiran sesungguhnya hanyalah sebuah status atau penilaian yang disematkan oleh orang-orang tertentu yg terkadang juga bersifat subyektif... menganggap bahwa pendapat para pakar itu pasti lebih betul dibanding orang yg tidak dikenal publik saya kira bukan tindakan yang bijak..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Seorang pakar diawali sebagai seorang awam tentu betul, tetapi merasa kemampuan seorang pakar (yang telah belajar secara khusus dalam bidangnya) setara dengan kemampuan seorang awam, tentulah absurd.



masalahnya orang yang benar-benar pintar dan bijak biasanya justru cenderung untuk tidak mau dikenal / di expose publik..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Apa guna kepakarannya jika hanya untuk dikuasainya sendiri?



orang-orang bijak berkata, jangan menilai perkataan seseorang dari statusnya tapi nilailah dari isi perkataan-nya..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Celakanya, banyak orang yang kemudian tidak tahu apa apa, tetapi merasa sok tahu dan menganggap dirinya setara dengan pakar, ini patut dikasihani.



terkadang kita jumpai perkataan anak-anak jauh lebih bermakna dibanding perkataan orang dewasa... karena orang dewasa berkata dengan kesombongan.. sementara anak-anak berkata dari hati nya yang paling dalam, murni, dan jujur..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anda belum bisa membedakan antara kejujuran dan kebijakan ?


para pakar bukanlah TUHAN yang terbebas dari kelemahan..
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Orang yang sudah bertahun tahun belajar tentang keTuhanan bisa dipastikan lebih menguasai bidangnya dibanding orang yang merasa dirinya tahu tentang Tuhan dari hanya belajar membaca buku.



tapi kita semua di thread ini memang masih amatir... yang biasa berpikir dengan cara amatir dan menanggapi pernyataan juga dengan cara amatir...
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kembali harus dibedakan, antara yang asal cuap, dan yang punya sumber bacaan yang sahih mas.


Salam
Kembali Ke Atas Go down
alfa1
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 30
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 17:44

siip wrote:
Banyaknya serangan kaum non-Kristen yg mpertentangkan antara Paulus dengan Tuhan Yesus lebih banyak dikarenakan ketidakpahaman mreka mengenai :

1. Konteks perkataan Tuhan Yesus
2. Peran dan fungsi Hukum Taurat bagi org Yahudi dan non-Yahudi
3. Peran 'iman' dan 'perbuatan' dlm kselamatan manusia
4. Fungsi kerasulan Paulus
5. Apa makna dari 'penggenapan' Hukum Taurat
6. Aspek-aspek Hukum Taurat

1 saja diantara 5 aspek tsb dsalahpahami, maka org akan gagal mmahami pngajaran Paulus dan pngajaran Tuhan Yesus, shg mlihatnya seolah btentangan.

Sayangnya beberapa pihak non-Kristen tanpa pmahaman akan ke-6 aspek tsb kmudian mcoba mbuat argumentasi yg justru mperlihatkan ktidakpahaman mreka thd Taurat dan Injil.




satu hal saja saya ingin konfirmasi kepada anda..

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

> apakah menurut anda saya salah ketika menafsirkan bahwa ayat 22:40 diatas sebagai pemberitahuan bahwa Taurat dan kitab para nabi adalah aplikasi / turunan dari 2 hukum kasih???

> jika menurut anda salah, lalu apa makna kata ..Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." ????

terimakasih...
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 17:51

Disini Anda mrespon poin ke 6 dari apa yg saya sampaikan sblmnya, yaitu aspek-aspek Hukum Taurat.

Pmahaman ttg 1 aspek ini saja tidak akan mbuat kita mmahami sluruh rangkaian kebenaran ttg Taurat dan Iman.
Tp saya coba mrespon ptanyaan Anda.

alfa1 wrote:
satu hal saja saya ingin konfirmasi kepada anda..

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

> apakah menurut anda saya salah ketika menafsirkan bahwa ayat 22:40 diatas sebagai pemberitahuan bahwa Taurat dan kitab para nabi adalah aplikasi / turunan dari 2 hukum kasih???

Anda tidak salah.

Quote :
> jika menurut anda salah, lalu apa makna kata ..Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." ????

terimakasih...

Mnrt saya 'Anda tidak salah', shg ptanyaan kedua tidak perlu direspon lagi.
Kembali Ke Atas Go down
alfa1
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 30
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 17:54

@bro bruce...

in short, saya hanya ingin mengatakan bahwa kebenaran bisa datang dari siapapun.. tidak peduli itu para pakar, anak kecil, orang dewasa, orang tak sekolah, atau siapapun...

bukan cuma dari para pakar..

jika anda hanya akan mempercayai para pakar, itu adalah hak anda dan saya tidak dapat mencampuri keyakinan anda itu...

:) :) :)

salam....
Kembali Ke Atas Go down
alfa1
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 30
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 17:58

siip wrote:
Disini Anda mrespon poin ke 6 dari apa yg saya sampaikan sblmnya, yaitu aspek-aspek Hukum Taurat.

Pmahaman ttg 1 aspek ini saja tidak akan mbuat kita mmahami sluruh rangkaian kebenaran ttg Taurat dan Iman.
Tp saya coba mrespon ptanyaan Anda.

alfa1 wrote:
satu hal saja saya ingin konfirmasi kepada anda..

Matius 22
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

> apakah menurut anda saya salah ketika menafsirkan bahwa ayat 22:40 diatas sebagai pemberitahuan bahwa Taurat dan kitab para nabi adalah aplikasi / turunan dari 2 hukum kasih???

Anda tidak salah.

Quote :
> jika menurut anda salah, lalu apa makna kata ..Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." ????

terimakasih...

Mnrt saya 'Anda tidak salah', shg ptanyaan kedua tidak perlu direspon lagi.

terimakasih..

jika anda menerima penafsiran saya, maka saya ada alasan untuk kemudian bertanya kepada anda..

mengapa umat kristen tidak mau melakukan hukum Taurat padahal hukum Taurat adalah bentuk aplikasi / turunan dari 2 hukum Kasih???????
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 18:03

alfa1 wrote:


terimakasih..

jika anda menerima penafsiran saya, maka saya ada alasan untuk kemudian bertanya kepada anda..

mengapa umat kristen tidak mau melakukan hukum Taurat padahal hukum Taurat adalah bentuk aplikasi / turunan dari 2 hukum Kasih???????

Saya coba balik btanya pd Anda:

Kepada siapa Hukum Taurat itu diberikan?

Kembali Ke Atas Go down
alfa1
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 30
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 18:20

siip wrote:
alfa1 wrote:


terimakasih..

jika anda menerima penafsiran saya, maka saya ada alasan untuk kemudian bertanya kepada anda..

mengapa umat kristen tidak mau melakukan hukum Taurat padahal hukum Taurat adalah bentuk aplikasi / turunan dari 2 hukum Kasih???????

Saya coba balik btanya pd Anda:

Kepada siapa Hukum Taurat itu diberikan?


hehehe... anda ditanya kok malah balik bertanya...

jika anda berpendapat bahwa hukum Taurat hanya berlaku buat orang Yahudi, anda juga seharusnya konsisten dengan menganggap bahwa Jesus hanyalah untuk orang Yahudi saja..

tapi jika anda menganggap bahwa Jesus bukan hanya untuk orang Yahudi, sementara Jesus melakukan dengan serius untuk patuh melakukan hukum Taurat, maka pertanyaan saya diatas tetap harus anda jawab...

mengapa umat kristen tidak mau melakukan hukum Taurat padahal hukum Taurat adalah bentuk aplikasi / turunan dari 2 hukum Kasih dan dicontohkan Jesus selama hidupnya???????
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    7th February 2011, 22:26

Quote :
jika anda berpendapat bahwa hukum Taurat hanya berlaku buat orang Yahudi, anda juga seharusnya konsisten dengan menganggap bahwa Jesus hanyalah untuk orang Yahudi saja..

jiaaahhh...
mulai lagi deh ke LT lama.
wkwkwkwkwk
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Paulus vs Jesus ?    Today at 06:53

Kembali Ke Atas Go down
 
Paulus vs Jesus ?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 5Pilih halaman : 1, 2, 3, 4, 5  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Ruang Antar Kristen (Khusus Penganut Kristen Trinitarian) :: Ajaran Kristen-
Navigasi: