Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Kafir dan mengkafirkan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Kafir dan mengkafirkan   5th June 2011, 15:43

Quote :
KAFIR
Oleh Saidiman Ahmad

Di ruang persidangan yang mendakwanya sebagai tersangka teroris, Abu Bakar Ba’syir lantang menyebut Presiden Susilo Bambang-Yudoyono kafir. Bagi Ba’asyir, negara dengan sistem pemerintahan yang tidak Islamis atau tidak menerapkan syariat Islam pastilah dipimpin oleh seorang kafir. Di Cirebon, Muhammad Syarif, melakukan aksi bom bunuh diri dengan target polisi. Alasan yang digunakan oleh Muhammad Syarif persis sama dengan argumen takfir (pengkafiran) yang dikemukakan Ba’asyir. Pemerintahan yang tidak mengadopsi syariat Islam adalah pemerintahan kafir dan seluruh aparatusnya adalah kafir. Yang menarik adalah Ba’asyir menyatakan bahwa Muhammad Syarif juga kafir karena meledakkan bom di dalam masjid pada saat jemaat salat jumat hendak menunaikan salat. Seandainya dia selamat dan masih hidup kemungkinan Muhammad Syarif juga bisa mengkafirkan Ba’asyir karena Ba’asyir tidak mendukung aksinya menyerang kaum kafir yang hendak melaksanakan salat itu.

Menurut sejumlah pengamat terorisme dan mantan aktivis teror, aksi terorisme yang menyasar kelompok Islam sendiri bukan hal yang terlalu mengejutkan. Doktrin takfiriyyah (pengkafiran) adalah salah satu fondasi teologis yang dianut para teroris. Cita-cita utama mereka adalah mendirikan negara Islam. Semua yang menghalangi pelaksanaan cita-cita itu adalah bagian dari kekufuran yang wajib diperangi. Umat Islam yang mendukung sistem di luar sistem Islam yang mereka yakini adalah para pendukung kekufuran dan oleh karenanya juga masuk dalam kategori kafir.

Tulisan ini ingin menunjukkan beberapa kekeliruan fundamental dari tradisi pengkafiran yang telah berbuah kekerasan tersebut. Pertama ada kekeliruan dalam penggunaan kata “kafir.” Menyatakan kafir untuk menunjuk seseorang berada di luar Islam sebenarnya menyalahi arti kafir itu sendiri. Kafir artinya adalah menutupi atau mengingkari, yang dimaksud adalah menutupi atau mengingkari nikmat dari Tuhan. Dalam bahasa Inggris ada kata infidel yang sering digunakan untuk menerjemahkan kata kafir, padahal terjemahan yang tepat adalah to cover (menutupi). Itulah sebabnya pada masa Nabi, umat Kristiani dan Yahudi hanya disebut ahl kitab (orang-orang yang memiliki kitab suci). Konsep infidel yang dipahami oleh orang-orang Barat sebenarnya tidak dikenal dalam doktrin tradisional Islam.

Kekeliruan definisi tampak pada implikasi lanjutan setelah seseorang atau kelompok dicap kafir, yakni kekerasan bahkan pembunuhan. Hal itu menunjukkan bahwa cap kafir digunakan untuk menyingkirkan seseorang atau kelompok dari suatu komunitas, yakni komunitas Islam. Kafir diartikan sama dengan orang yang berada di luar Islam, yang oleh karenanya adalah musuh. Dan itu adalah kekeliruan yang terus dipelihara oleh sekelompok orang Islam sendiri.

Kedua, Abu Bakar Ba’asyir, Muhammad Syarif dan kawan-kawanya acapkali secara sengaja mengabaikan prinsip utama bagaimana seorang bisa disebut Muslim. Prinsip-prinsip itu sesungguhanya sangat sederhana yang tertuang dalam apa yang disebut lima pilar Islam (arkaanul Islam/rukun-rukun Islam), yakni syahadat, salat, puasa, zakat, dan naik haji bagi yang mampu. Sejauh seseorang melaksanakan lima prinsip dasar ini, ia adalah seorang Muslim. Tidak pernah ada satu doktrin Islam yang valid menyatakan bahwa salah satu rukun Islam adalah mendirikan negara Islam.

Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, pernah menulis satu buku berjudul Faishal al-Tafrîqah bayna al-Islam wa al-Zandaqah. Menurut Ulil Abshar-Abdalla, buku ini lahir dalam konteks di mana pengkafiran sedang melanda masyarakat Islam abad ke-11. Ada suasana kondusif di mana gagasan-gagasan baru muncul dan menjadi perdebatan, tapi pada saat yang sama muncul tradisi pengkafiran yang mengancam kesatuan ummat. Mungkin kondisinya tidak jauh berbeda dengan Indonesia sekarang ini, ada kebebasan berpendapat, tapi ruang kebebasan ini juga memunculkan tradisi pengkafiran yang mengancam persatuan dan kesatuan. Al-Ghazali ingin menyatakan bahwa sangat tidak mudah menyatakan orang lain berada di luar Islam. Definisi yang dikemukakan oleh Al-Ghazali adalah bahwa orang yang beriman adalah mereka yang percaya kepada Rasul dan semua yang diajarkannya. Sementara orang yang zindiq adalah mereka yang tidak percaya kepada Rasul dan semua yang diajarkannya.

Persoalannya adalah apa itu ajaran Rasul? Masing-masing orang memiliki penafsiran dan bisa sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Untuk menjawab persoalan ini, Al-Ghazali kemudian merumuskan apa yang disebut qãnūn al-ta’wîl (rambu-rambu penafsiran). Dalam rumusan ini Al-Ghazali mengemukakan lima tingkat eksistensi: wujūd al-zãti (eksistensi benda pada dirinya), wujūd al-khishshi (eksistensi citraan), wujud al-khayali (eksistensi yang ada pada angan-angan tentang sesuatu yang pernah dialami), wujūd al-aqli (eksistensi berdasarkan penalaran rasional), dan wujūd al-syibhi (eksistensi metaforis). Perbedaan tafsir muncul karena perbedaan titik berangkat dari si penafsir itu sendiri. Mereka yang berada pada level wujūd al-syibhi tentu akan berbeda tafsiran dengan yang berada di tingkat wujūd al-zãti. Dengan begitu, menurut Ulil dalam sebuah ceramah pengajian Ramadan, Al-Ghazali ingin meneguhkan bahwa kriteria kebenaran tidak bisa dipatok hanya pada satu perspektif. Perbedaan pandangan mengenai sebuah doktrin akan sangat bergantung pada cara pandang dia terhadap doktrin tersebut, apakah dia memahaminya secara denotatif atau metaforis.

Ketiga, kalau pengkafiran yang dilakukan oleh Ba’asyir dan kawan-kawannya ini bertujuan untuk mengagungkan Islam, maka sebenarnya yang mereka lakukan justru mengkerdilkan Islam. Islam yang sedemikian luas menjadi begitu terbatas hanya pada kelompok Ba’asyir.

Keempat, kekeliruan juga terjadi pada implikasi pengkafiran tersebut. Ketika seseorang dianggap kafir maka seolah-olah kekerasan dan bahkan pembunuhan menjadi halal dilakukan terhadapnya. Ini adalah kekeliruan yang sangat fatal karena tidak ada sandaran doktrin Islam yang mendukung kekerasan atau pembunuhan terhadap mereka yang berada di luar Islam. Kekeliruan semacam ini juga bisa merusak hubungan antar sesama manusia.
Ancaman kehancuran datang ketika semakin banyak orang yang menganggap bahwa perbedaan adalah alasan untuk saling meniadakan. Masih terlalu banyak hal lain yang bisa dimanfaatkan dari realitas perbedaan, ketimbang menggunakannya sebagai jembatan menuju kehancuran. Perbedaan adalah sarana yang paling baik untuk berkerjasama dan saling belajar. Tanpa kehadiran yang lain, apalah artinya diri kita?

Jadi makna kafir itu bagaimana sebenarnya dalam ajaran Islam? Siapa dan orang yang bagaimana yang digolongkan sebagai kafir?
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   5th June 2011, 17:40

Menurut ajaran yang saya dapatkan ...kafir itu dibagi dua.

Kafir besar = menyekutukan Allah Al Wahid -->konsekwensi harus bertobat dan bersyahadat kembali
Kafir kecil = berbohong, melakukan dosa dengan disengaja, meninggalkan sholat, dsb --> konsekwensi cukup bertobat tetapi tidak usah bersyahadat

Apakah SBY menyekutukan Allah al Wahid?
Saya rasa tidak.
Apakah dia pantas disebut kafir besar? saya rasa tidak.

Wallahu a'lam ...

Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   5th June 2011, 19:51

Silancah wrote:
Menurut ajaran yang saya dapatkan ...kafir itu dibagi dua.

Kafir besar = menyekutukan Allah Al Wahid -->konsekwensi harus bertobat dan bersyahadat kembali
Kafir kecil = berbohong, melakukan dosa dengan disengaja, meninggalkan sholat, dsb --> konsekwensi cukup bertobat tetapi tidak usah bersyahadat

Apakah SBY menyekutukan Allah al Wahid?
Saya rasa tidak.
Apakah dia pantas disebut kafir besar? saya rasa tidak.

Wallahu a'lam ...


Artinya, bila seseorang, meski KTP-nya berlabel Islam, mengatakan 'kafir', belum tentu dia mengerti arti kata itu ya, Cah?

Ooo... jika begitu, para jurnalis, terutama jurnalis media cetak harus didiklatkan untuk memahami arti sebenarnya dari kata 'kafir' itu, agar tidak salah menulis. Eh, tapi yang begitu itu yang menaikkan oplag mereka ya? Ah... puyeng lagi nih, Cah.

Damai deh, ya?
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   6th June 2011, 10:38

Husada wrote:
Artinya, bila seseorang, meski KTP-nya berlabel Islam, mengatakan 'kafir', belum tentu dia mengerti arti kata itu ya, Cah?

Saya rasa begitu ... mereka tahunya kafir itu non-Islam.
Padahal, seperti yang saya ungkapkan, kafir itu tidak melulu berarti orang beragama bukan Islam.

Husada wrote:
Ooo... jika begitu, para jurnalis, terutama jurnalis media cetak harus didiklatkan untuk memahami arti sebenarnya dari kata 'kafir' itu, agar tidak salah menulis. Eh, tapi yang begitu itu yang menaikkan oplag mereka ya? Ah... puyeng lagi nih, Cah.

Damai deh, ya?

Mungkin juga ... apalagi kata kafir sekarang sudah menjadi kata yang bernuansa negatif sehingga seharusnya orang lebih hati2 dalam menggunakannya agar tidak menimbulkan keresahan pada hubungan antara umat beragama.

Bukan begitu, bro?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   7th June 2011, 09:59

Silancah wrote:

Bukan begitu, bro?

He'eh, iya betul.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   8th June 2011, 12:11


Dan berikut ini larangan yang berhubungan dengan peringatan hari raya 'kafir'

Quote :
Wajibnya menghindariperayaan orang-orang kafir:

A. Tidak mengadiri peryaan mereka.
Ulama sepakat bahwa menghadiri hari besar orang kafir dan meniru mereka dalam perayaan ini hukumnya haram, berdasarkan dalil-dalil berikut:

1. Dalil-dalil yang melarang menyerupai orang kafir, sebagimana disebutkan sebagiannya di atas.

2. ijma' (consensus) para sahabat dan tabiin, dimana tidak satupun di antara mereka yang ikut serta dalam acara keagaam orang-orang kafir, padahal pada waktu itu di madinah terdapat orang-orang yahudi yang tentunya mereka melaksanakan acara-acara ritual keagamaan mereka pada waktu-waktu tertentu, bahkan Umar ra melarang orang-orang ahli kitab melakukan kegiatan keagamaan di negara islam.

B. Tidak boleh meniru apa yang dilakukan orang-orang kafir dalam hari raya mereka walaupun tidak ikut serta merayakan.

Ibnu Taimiyah berkata: ((tidak halal bagi umat islam meniru apa saja yang merupakan ciri khas hari raya mereka, baik makanan, pakaian, mandi, menyalakan api, meninggalkan kegiatan keseharian baik pekerjaan maupun ibadah, dan tidak boleh melakukan makan-makan, memberi hadiah, atau menjual barang-barang yang dipakai untuk merayakan hari besar mereka, tidak boleh juga membiarkan anak-anak ikut bergembira atau berpakaian yang bagus. Tegasnya, pada waktu hari raya orang kafir, umat islam tidak boleh melakukan acara husus, akan tetapi melakukan aktifitas sebagaimana hari-hari biasa)) lihat: majmu' fatawa 52/923.

C. Tidak memberi hadiah kepada mereka, atau membantu kebutuhan hari raya mereka dengan jual beli, ibnu taimiyah berkata: (( tidak halal bagi umat islam menjual sesuatu untuk keperluan hari raya mereka, baik daging, bahan makanan, maupun pakaian, dan tidak boleh memberi pinjam kendaraan, atau membantu apapun untuk keperluan hari raya mereka, karena hal tersebut termasuk mengagungkan kesyirikan mereka, dan membantu mereka dalam kekufuran)). Iqtidha' 2/625.
Abu Hafsh al hanafi berkata: "barangsiapa yang menghadiahkan sebuah telur kepada orang musyrik karena mengagungkan hari raya mereka, maka ia telah kafir" (fathul bari 2/315).

D. Tidak memberi ucapan selamat kepada mereka di hari raya mereka.
Ibnu Qayyim berkata bahwa memberi ucapan selamat kepada orang kafir pada hari raya mereka haram, karena itu berarti membenarkan mereka dalam kekufuran.

E. Tidak menghususkan puasa pada hari raya mereka, karena hari raya mereka merupakan hari yang mereka agungkan, maka menghususkan puasa pada hari raya mereka, juga termasuk pengagungan terhadapnya. Lain halnya kalau seandainya seseorang mempunyai kebiasaan puasa pada hari-hari tertentu, lalu kebetulan pada hari itu bertepatan dengan hari raya orang kafir, maka hal ini tidak apa-apa. Begitu pula ibadah-ibadah yang lain, tidak boleh melakuan ibadah husus pada hari raya mereka, seperti shalat, muhasabah dan lainnya, karena itu juga termasuk ikut merayakan atau mengangungkan hari tersebut.

Ada yang tidak setuju dengan larangan itu?

Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   8th June 2011, 13:57

Pada intinya, keterlibatan seorang muslim pada hari raya non muslim yang menyebabkan hatinya mengakui/membenarkan keyakinan non muslim (yang tentunya bertentangan dengan aqidah Islam) harus dihindari.

Oleh karena urusan hati sangat sensitif dan rentan dalam menerbitkan kemusyrikan maka muncullah fatwa2 di atas tersebut.

Ini masuk ke ranah iman yang diharapkan bisa dimengerti oleh kaum non muslim ... ;)
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   8th June 2011, 14:13

Silancah wrote:

Ini masuk ke ranah iman yang diharapkan bisa dimengerti oleh kaum non muslim ... ;)

sipp kang...

jadi intinya, bahwa memang benar diharamkan hukumnya utk mengucapkan selamat natal bagi umat kristiani.

dan buat pemeluk kristiani, jangan ngambek kalo nggak disalamin sama kerabatnya yg muslim, anda jg harus mengerti keadaan rekan2 anda yg muslim. Ini bukan karena mereka nggak menghargai anda2 yg kristen, tapi karena mereka dikondisikan seperti itu.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   8th June 2011, 14:26

Silancah wrote:
Pada intinya, keterlibatan seorang muslim pada hari raya non muslim yang menyebabkan hatinya mengakui/membenarkan keyakinan non muslim (yang tentunya bertentangan dengan aqidah Islam) harus dihindari.

Oo... mungkin pemikiran yang begini ini juga sebagian yang mengakibatkan Bramantio menuai protes dari felemnya yang bertajuk tanda tanya itu. Soalnya, konon di felem itu ada tokoh yang beragama Islam tetapi memerankan tokoh Yesus yang didera. Diartikan bahwa tokoh yang menerima peran Yesus menerima kebenaran kisah Yesus, dan bukan kisah Isa.

Wallahu a'lam.

Damai bagi Indonesia.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   8th June 2011, 16:27

Quote :
Pada intinya, keterlibatan seorang muslim pada hari raya non muslim yang menyebabkan hatinya mengakui/membenarkan keyakinan non muslim (yang tentunya bertentangan dengan aqidah Islam) harus dihindari.

Oleh karena urusan hati sangat sensitif dan rentan dalam menerbitkan kemusyrikan maka muncullah fatwa2 di atas tersebut.

Ini masuk ke ranah iman yang diharapkan bisa dimengerti oleh kaum non muslim .

Sungguh kang, saya kalaupun tidak setuju dengan cara berpikir yang dipergunakan, mau mengerti walau tidak habis pikir. Bukan karena ucapan selamatnya, tetapi dasar pelarangannya. Seperti juga orang saksi yehuwa juga tidak pernah mengucap selamat terhadap hari ulang tahun, hari besar keagamaan, dan hari kemerdekaan.

Dasar yang menjadi pertimbangan saya adalah :

1. Ucapan selamat kepada seseorang bukan berarti kita ikut terlibat. Kalau saya ucapkan selamat hari kemerdekaan kepada teman saya yang warga negara Belanda, bukan berarti saya merayakan hari kemerdekaan itu kan? Kalau saya ucapkan selamat hari Idul Fitri kepada teman saya bukan berarti saya ikut merayakannya kan, walau saya tidak menolak kalau saya mendapat kiriman ketupat lengkap.

2. Sepertinya, mudah mudahan bukan suudzon, larangan ucapan itu lebih ditujukan kepada agama, dan dikhususkan kepada agama Kristen kang. Betulkah apa yang saya rasakan itu?

Memang, sebenarnya sih hanya sekedar ucapan yang mungkin cuma basa basi, tetapi, bagaimana melaksanakan kerukunan umat beragama di negeri ini, kalau sesama umat beragama dilarang saling mengucapkan sekedar ucapan selamat?

Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   8th June 2011, 17:19

Quote :
Ini bukan karena mereka nggak menghargai anda2 yg kristen, tapi karena mereka dikondisikan seperti itu.

maksudnya ini memang perintah TUHAN atw perintah sebagian ulama ? Razz Laughing
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   8th June 2011, 17:40

T2Y wrote:
Quote :
Ini bukan karena mereka nggak menghargai anda2 yg kristen, tapi karena mereka dikondisikan seperti itu.

maksudnya ini memang perintah TUHAN atw perintah sebagian ulama ? Razz Laughing

perintah sebagian ulama bro...., tp kan mereka pasti jg didasari dari perintah Tuhan.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 07:46

bruce wrote:
Dasar yang menjadi pertimbangan saya adalah :

1. Ucapan selamat kepada seseorang bukan berarti kita ikut terlibat. Kalau saya ucapkan selamat hari kemerdekaan kepada teman saya yang warga negara Belanda, bukan berarti saya merayakan hari kemerdekaan itu kan? Kalau saya ucapkan selamat hari Idul Fitri kepada teman saya bukan berarti saya ikut merayakannya kan, walau saya tidak menolak kalau saya mendapat kiriman ketupat lengkap.

Saat mengucapkan selamat memang tidak berarti kami terlibat.
Tetapi dalam mengucapkan selamat itu ada semacam pengakuan bahwa apa yang dirayakan itu benar adanya ... inilah yang ingin dihindari.

bruce wrote:
2. Sepertinya, mudah mudahan bukan suudzon, larangan ucapan itu lebih ditujukan kepada agama, dan dikhususkan kepada agama Kristen kang. Betulkah apa yang saya rasakan itu?

Nggak juga ... saya pun tidak pernah mengucapkan selamat hari raya kepada teman2 yang buddha sewaktu sekolah dulu (kalau teman hindu saya gak punya).

bruce wrote:

Memang, sebenarnya sih hanya sekedar ucapan yang mungkin cuma basa basi, tetapi, bagaimana melaksanakan kerukunan umat beragama di negeri ini, kalau sesama umat beragama dilarang saling mengucapkan sekedar ucapan selamat?

Menurut pemahaman saya ...
Kerukunan umat beragama tidak akan pecah/rusak hanya karena satu umat tidak menyalami umat yang lainnya.
Sikap tidak memberikan selamat bukan berarti bahwa hati kami membenci bahkan memusuhi rekan2 non Muslim.

Jadi tidak usah dikhawatirkan dan dibesar2kan ...
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 09:43

Djo wrote:
T2Y wrote:
Quote :
Ini bukan karena mereka nggak menghargai anda2 yg kristen, tapi karena mereka dikondisikan seperti itu.

maksudnya ini memang perintah TUHAN atw perintah sebagian ulama ? Razz Laughing

perintah sebagian ulama bro...., tp kan mereka pasti jg didasari dari perintah Tuhan.

saya rasa itu hanya penafsiran para ulama saja.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 09:56

T2Y wrote:

saya rasa itu hanya penafsiran para ulama saja.

Saya yakini penafsiran jumhur (mayoritas) ulama akan merujuk kepada penafsiran yang dilakukan Rasulullah SAW.
Dan sejauh ini sih saya belum pernah mendapatkan hadits Rasulullah SAW memberikan selamat hari raya kepada non muslim ...
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 10:05

Silancah wrote:
T2Y wrote:

saya rasa itu hanya penafsiran para ulama saja.

Saya yakini penafsiran jumhur (mayoritas) ulama akan merujuk kepada penafsiran yang dilakukan Rasulullah SAW.
Dan sejauh ini sih saya belum pernah mendapatkan hadits Rasulullah SAW memberikan selamat hari raya kepada non muslim ...

kalau hadist atw ayat AlQuran yang dengan jelas mengatakan larangan itu ada enggak ? :)
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 10:39

T2Y wrote:

kalau hadist atw ayat AlQuran yang dengan jelas mengatakan larangan itu ada enggak ? :)

Secara persis tidak ada ... tetapi clue2nya ada.

Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan aqidah dan peribadatan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain, berdasarkan Al Kafirun: 1-6; Al Baqarah: 42.

Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih daripada satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Al Masih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik, berdasarkan: Al Maidah:72-73; At Taubah:30

Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan kepada Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya, agar mereka mengakui Isa dan ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab Tidak. Hal itu berdasarkan atas Al Maidah: 116-118.

Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah Swt serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas: hadits Nabi dari Numan bin Basyir (yang artinya): Sesungguhnya apa-apa yang halal itu telah jelas dan apa-apa yang haran itu pun telah jelas, akan tetapi di antara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram ), kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah Agamanya dan kehormatannya, tetapi barangsiapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, misalnya semacam orang yang menggembalakan binatang di sekitar daerah larangan maka mungkin sekali binatang itu makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkanNya (oleh karena itu yang haram jangan didekati).
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 10:52

Silancah wrote:
T2Y wrote:

kalau hadist atw ayat AlQuran yang dengan jelas mengatakan larangan itu ada enggak ? :)

Secara persis tidak ada ... tetapi clue2nya ada.

makanya saya bilang cuma tafsir, karena diartikan dari clue2 yang masih terlalu kabur maknanya.

Quote :

Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan aqidah dan peribadatan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain, berdasarkan Al Kafirun: 1-6; Al Baqarah: 42.

sekedar mengucapkan salam sih saya rasa gak ada kaitannya sama aqidah, sama kalau waktu lebaran saya bilang mohon maaf lahir dan batin. :)
dan lagi pula kalau memang haram, berarti para pemilik percetakan yang beragama islam juga gak boleh nyetak kartu natal, yah ? Laughing

Quote :

Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih daripada satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Al Masih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik, berdasarkan: Al Maidah:72-73; At Taubah:30
Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan kepada Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya, agar mereka mengakui Isa dan ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab Tidak. Hal itu berdasarkan atas Al Maidah: 116-118.

ini ayat yang salah tafsir tentang Trinitas, yah ? Razz

Quote :

Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah Swt serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas: hadits Nabi dari Numan bin Basyir (yang artinya): Sesungguhnya apa-apa yang halal itu telah jelas dan apa-apa yang haran itu pun telah jelas, akan tetapi di antara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram ), kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah Agamanya dan kehormatannya, tetapi barangsiapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, misalnya semacam orang yang menggembalakan binatang di sekitar daerah larangan maka mungkin sekali binatang itu makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkanNya (oleh karena itu yang haram jangan didekati).

maksudnya Raja-mu dan Raja-ku berbeda ? Laughing
berarti TUHAN kita gak sama yah ?
ha..ha..ha...


Terakhir diubah oleh T2Y tanggal 9th June 2011, 11:31, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 10:54

oh, iya...
konon katanya ada juga sebagian ulama yang berpendapat sekedar mengucapkan salam sih gapapa.
yang gak boleh itu kalau ikutan dalam acara natal bersama. :)
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 12:02

T2Y wrote:

sekedar mengucapkan salam sih saya rasa gak ada kaitannya sama aqidah, sama kalau waktu lebaran saya bilang mohon maaf lahir dan batin. :)
dan lagi pula kalau memang haram, berarti para pemilik percetakan yang beragama islam juga gak boleh nyetak kartu natal, yah ? Laughing

Siapa yang bantu membantu dalam kemudharatan memang akan mendapatkan adzab dari Allah SWT.
Tapi terserah kepada masing2 orang dan pertanggungjawabannya kepada Sang Khalik...

T2Y wrote:

ini ayat yang salah tafsir tentang Trinitas, yah ? Razz

Salah tafsir? ... nggak tukh roll

T2Y wrote:


maksudnya Raja-mu dan Raja-ku berbeda ? Laughing
berarti TUHAN kita gak sama yah ?
ha..ha..ha...


Nyebut bro ... nyebuuut .... pointing
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 12:07

T2Y wrote:

dan lagi pula kalau memang haram, berarti para pemilik percetakan yang beragama islam juga gak boleh nyetak kartu natal, yah ? Laughing


Waduh... berat dong kalo begitu. omset bisa turun drastis tuh ... Laughing
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 12:48

@lancah

Quote :
Saat mengucapkan selamat memang tidak berarti kami terlibat.
Tetapi dalam mengucapkan selamat itu ada semacam pengakuan bahwa apa yang dirayakan itu benar adanya ... inilah yang ingin dihindari.

Kang, sebenarnya, dasar utamanya adalah yang saya bold itu. Dimana pengakuan ada agama lain diluar agama kita itu yang ingin dihindari oleh orang yang menolak mengucapkan selamat itu. Maka sia sia lah arti ayat yang selalu didengungkan 'Laakum dinukkum waliyadien'

Cool
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   9th June 2011, 13:05

Silancah wrote:
T2Y wrote:

sekedar mengucapkan salam sih saya rasa gak ada kaitannya sama aqidah, sama kalau waktu lebaran saya bilang mohon maaf lahir dan batin. :)
dan lagi pula kalau memang haram, berarti para pemilik percetakan yang beragama islam juga gak boleh nyetak kartu natal, yah ? Laughing

Siapa yang bantu membantu dalam kemudharatan memang akan mendapatkan adzab dari Allah SWT.
Tapi terserah kepada masing2 orang dan pertanggungjawabannya kepada Sang Khalik...

yup, semua memang ada pertanggung jawabannya kelak, termasuk yang (mungkin) salah menafsirkan... Laughing

Quote :

T2Y wrote:

ini ayat yang salah tafsir tentang Trinitas, yah ? Razz

Salah tafsir? ... nggak tukh roll

aheem... Razz

Quote :

T2Y wrote:


maksudnya Raja-mu dan Raja-ku berbeda ? Laughing
berarti TUHAN kita gak sama yah ?
ha..ha..ha...


Nyebut bro ... nyebuuut .... pointing

he..he..he...
kalau gak, kami gak disebut kafir dong... Razz
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   10th June 2011, 23:08

bruce wrote:
@lancah

Quote :
Saat mengucapkan selamat memang tidak berarti kami terlibat.
Tetapi dalam mengucapkan selamat itu ada semacam pengakuan bahwa apa yang dirayakan itu benar adanya ... inilah yang ingin dihindari.

Kang, sebenarnya, dasar utamanya adalah yang saya bold itu. Dimana pengakuan ada agama lain diluar agama kita itu yang ingin dihindari oleh orang yang menolak mengucapkan selamat itu. Maka sia sia lah arti ayat yang selalu didengungkan 'Laakum dinukkum waliyadien'

Cool

Saya rasa, sebagai orang yang termasuk tidak memberikan selamat, penolakan itu tidak memiliki arti saya tidak memperbolehkan adanya agama lain di luar agama Islam.
Saya meyakini adanya pluralitas itu (bukan pluralisme lho) ... jadi pendapat Anda itu, menyesal untuk saya katakan, salah besar Bang.

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   11th June 2011, 08:29

Quote :
Saya meyakini adanya pluralitas itu (bukan pluralisme lho) ... jadi pendapat Anda itu, menyesal untuk saya katakan, salah besar Bang.

Mudah mudahan memang saya yang salah menafsirkan kang, mudah mudahan.

Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Kafir dan mengkafirkan   Today at 13:43

Kembali Ke Atas Go down
 
Kafir dan mengkafirkan
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: