Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   5th June 2011, 15:58

Quote :


Tentang Jaringan Islam Liberal

1. Apa itu Islam liberal?

Islam Liberal adalah suatu bentuk penafsiran tertentu atas Islam dengan landasan sebagai berikut:

a. Membuka pintu ijtihad pada semua dimensi Islam.

Islam Liberal percaya bahwa ijtihad atau penalaran rasional atas teks-teks keislaman adalah prinsip utama yang memungkinkan Islam terus bisa bertahan dalam segala cuaca. Penutupan pintu ijtihad, baik secara terbatas atau secara keseluruhan, adalah ancaman atas Islam itu sendiri, sebab dengan demikian Islam akan mengalami pembusukan. Islam Liberal percaya bahwa ijtihad bisa diselenggarakan dalam semua segi, baik segi muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat (ritual), dan ilahiyyat (teologi).

b. Mengutamakan semangat religio etik, bukan makna literal teks.

Ijtihad yang dikembangkan oleh Islam Liberal adalah upaya menafsirkan Islam berdasarkan semangat religio-etik Qur’an dan Sunnah Nabi, bukan menafsirkan Islam semata-mata berdasarkan makna literal sebuah teks. Penafsiran yang literal hanya akan melumpuhkan Islam. Dengan penafsiran yang berdasarkan semangat religio-etik, Islam akan hidup dan berkembang secara kreatif menjadi bagian dari peradaban kemanusiaan universal.

c. Mempercayai kebenaran yang relatif, terbuka dan plural.

Islam Liberal mendasarkan diri pada gagasan tentang kebenaran (dalam penafsiran keagamaan) sebagai sesuatu yang relatif, sebab sebuah penafsiran adalah kegiatan manusiawi yang terkungkung oleh konteks tertentu; terbuka, sebab setiap bentuk penafsiran mengandung kemungkinan salah, selain kemungkinan benar; plural, sebab penafsiran keagamaan, dalam satu dan lain cara, adalah cerminan dari kebutuhan seorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terus berubah-ubah.

d. Memihak pada yang minoritas dan tertindas.

Islam Liberal berpijak pada penafsiran Islam yang memihak kepada kaum minoritas yang tertindas dan dipinggirkan. Setiap struktur sosial-politik yang mengawetkan praktek ketidakadilan atas yang minoritas adalah berlawanan dengan semangat Islam. Minoritas di sini dipahami dalam maknanya yang luas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, jender, budaya, politik, dan ekonomi.

e. Meyakini kebebasan beragama.

Islam Liberal meyakini bahwa urusan beragama dan tidak beragama adalah hak perorangan yang harus dihargai dan dilindungi. Islam Liberal tidak membenarkan penganiayaan (persekusi) atas dasar suatu pendapat atau kepercayaan.

f. Memisahkan otoritas duniawi dan ukhrawi, otoritas keagamaan dan politik.

Islam Liberal yakin bahwa kekuasaan keagamaan dan politik harus dipisahkan. Islam Liberal menentang negara agama (teokrasi). Islam Liberal yakin bahwa bentuk negara yang sehat bagi kehidupan agama dan politik adalah negara yang memisahkan kedua wewenang tersebut. Agama adalah sumber inspirasi yang dapat mempengaruhi kebijakan publik, tetapi agama tidak punya hak suci untuk menentukan segala bentuk kebijakan publik. Agama berada di ruang privat, dan urusan publik harus diselenggarakan melalui proses konsensus.

2. Mengapa disebut Islam Liberal?

Nama “Islam liberal” menggambarkan prinsip-prinsip yang kami anut, yaitu Islam yang menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. “Liberal” di sini bermakna dua: kebebasan dan pembebasan. Kami percaya bahwa Islam selalu dilekati kata sifat, sebab pada kenyataannya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya. Kami memilih satu jenis tafsir, dan dengan demikian satu kata sifat terhadap Islam, yaitu “liberal”. Untuk mewujudkan Islam Liberal, kami membentuk Jaringan Islam Liberal (JIL).

3. Mengapa Jaringan Islam Liberal?

Tujuan utama kami adalah menyebarkan gagasan Islam Liberal seluas-luasnya kepada masyarakat. Untuk itu kami memilih bentuk jaringan, bukan organisasi kemasyarakatan, maupun partai politik. JIL adalah wadah yang longgar untuk siapapun yang memiliki aspirasi dan kepedulian terhadap gagasan Islam Liberal.

4. Apa misi JIL?

Pertama, mengembangkan penafsiran Islam yang liberal sesuai dengan prinsip-prinsip yang kami anut, serta menyebarkannya kepada seluas mungkin khalayak.

Kedua, mengusahakan terbukanya ruang dialog yang bebas dari tekanan konservatisme. Kami yakin, terbukanya ruang dialog akan memekarkan pemikiran dan gerakan Islam yang sehat.

Ketiga, mengupayakan terciptanya struktur sosial dan politik yang adil dan manusiawi.



Pemutakhiran 19/07/2008 21:06:54



Membaca tulisan di atas, mengamati tindakan para pengikutnya, menyaksikan kesesuaian kata dan tindakan mereka, maka timbul pertanyaan di hati, apa yang salah dengan menjadi seorang Islam liberal?
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   5th June 2011, 17:37

Menjadi seseorang yang memiliki pandangan terbuka dan tidak fanatik berlebihan kepada agamanya adalah sesuatu yang wajar dilakukan ... bukankah di dalam Al Quran sering ditemui kata2 "kenapa mereka tidak berpikir?"

Allah al Aziz memberikan otak kepada manusia yang seyogyanya digunakan untuk berpikir.

Tetapi tentu saja dalam berpandangan terbuka dan mengkritik ajarannya sendiri janganlah sampai berlebihan, melewati batas, dan keluar konteks.

Seringkali penganut JIL ini, menurut saya dan mainstream umat Muslim, seringkali melewati batas dalam menafsirkan dan mengkritisi ajaran serta pemikiran2 Islam.

Apakah salah bila ulama2 mencoba untuk meluruskan kalangan JIL ini?
Ataukah setiap orang bisa sesuka hati menginterpretasikan ajaran agamanya tanpa batasan?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   5th June 2011, 18:22

Damai bagimu, Cah. Saya komentari nggeh?
Silancah wrote:
Menjadi seseorang yang memiliki pandangan terbuka dan tidak fanatik berlebihan kepada agamanya adalah sesuatu yang wajar dilakukan ...
Saya sepakat. Segala sesuatu yang berlebihan mengakibatkan kemubajiran. Kemubajiran tentu saja tidak baik. Yang baik itu adalah yang pas.
Silancah wrote:
Allah al Aziz memberikan otak kepada manusia yang seyogyanya digunakan untuk berpikir.
Sepakat lagi. Otak dipakai untuk berpikir.
Silancah wrote:
Tetapi tentu saja dalam berpandangan terbuka dan mengkritik ajarannya sendiri janganlah sampai berlebihan, melewati batas, dan keluar konteks.
Sepakat lagi. Bila dianalogikan dengan ilmu, tiap ilmu itu punya metodanya sendiri. Kalau metoda biologi kita gunakan menganalisis (baca:mengkritik) Ilmu Bahasa, itu namanya keluar konteks.
Silancah wrote:
Seringkali penganut JIL ini, menurut saya dan mainstream umat Muslim, seringkali melewati batas dalam menafsirkan dan mengkritisi ajaran serta pemikiran2 Islam.
Yang ini juga saya cenderung sepakat. Hanya saja, karena saya belum mendalami kritisi-kritisi yang dikeluarkan JIL, dan pemahaman saya mengenai Islam sangat terbatas, sebaiknya saya dalam hal ini abstain.
Silancah wrote:
Apakah salah bila ulama2 mencoba untuk meluruskan kalangan JIL ini?
Saya pikir, sepanjang pemegang otoritas tertinggi di Islam (ulama=pemegang otoritas tertinggi?) berkehendak meluruskan pemahaman anggotanya, adalah tidak salah. Yang jadi masalah, apabila terjadi dualisme sikap. Pada saat ulama melihat ada kemelencengan pemikiran atau sikap JIL, ulama meluruskan, sementara pada saat ulama melihat ada kemelencengan pemikiran atau sikap FPI, ulama anteng aja.
Silancah wrote:
Ataukah setiap orang bisa sesuka hati menginterpretasikan ajaran agamanya tanpa batasan?
Ini juga saya sepakat, bahwa pemeluk suatu agama tidak boleh menginterpretasikan ajaran agamanya seenak udele dheweq. Seperti saya katakan diatas tadi, jika dianalogikan dengan ilmu yang mempunyai metoda tersendiri yang unik, maka dalam urusan agama juga harus ada interpreter yang punya otoritas tertinggi, dan semua interpretasi atas nama agama itu harus sesuai dengan yang dikeluarkan interpreter pemegang otoritas.

Ngomong-ngomong, menurut hemat saya, dengan adanya L =Liberal (saya artikan sebagai bebas, =liberte), yang digunakan oleh para anggota JIL, saya menduga bahwa kelompok itu menginginkan agar para pengikutnya diberi kebebasan menginterpretasi ajaran Islam. Dan itu pula yang menyalahi kesepakatan kita tadi, bahwa interpretasi yang diakui adalah interpretasi dari pemegang otoritas tertinggi dalam agama tersebut.

Ah, puyeng. Pokoke damai deh.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   5th June 2011, 21:03

Quote :
Tetapi tentu saja dalam berpandangan terbuka dan mengkritik ajarannya sendiri janganlah sampai berlebihan, melewati batas, dan keluar konteks.

Setuju kang, hanya saja perbedaan dalam penafsiran tentunya dibahas bersama, tentang sejauh apa batas batasnya,sehingga tidak keluar konteks, argumen dibalas dengan argumen, tanpa menjadikan satu pihak pesakitan yang kemudian keluar 'fatwa' darahnya halal untuk ditumpahkan.

Quote :
Seringkali penganut JIL ini, menurut saya dan mainstream umat Muslim, seringkali melewati batas dalam menafsirkan dan mengkritisi ajaran serta pemikiran2 Islam.

Nah ini yang munkin perlu diperjelas, hal mana saja yang dilakukan JIL yang dianggap melewati batas, sehingga dijadikan musuh bersama.

Quote :
Apakah salah bila ulama2 mencoba untuk meluruskan kalangan JIL ini?
Ataukah setiap orang bisa sesuka hati menginterpretasikan ajaran agamanya tanpa batasan?

Tidak salah, hanya tentu saja tetap dalam koridor yang berlaku sehingga tidak 'melewati batas', misalkan tidak secara mudah menyebut JIL adalah kafir, bukankah begitu seharusnya kang?
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   6th June 2011, 10:36

Husada wrote:
Damai bagimu, Cah. Saya komentari nggeh?

Mangga bro ... saya senang mendapatkan komentar atau kritik dari rekan2 di sini...

Husada wrote:

Saya pikir, sepanjang pemegang otoritas tertinggi di Islam (ulama=pemegang otoritas tertinggi?) berkehendak meluruskan pemahaman anggotanya, adalah tidak salah. Yang jadi masalah, apabila terjadi dualisme sikap. Pada saat ulama melihat ada kemelencengan pemikiran atau sikap JIL, ulama meluruskan, sementara pada saat ulama melihat ada kemelencengan pemikiran atau sikap FPI, ulama anteng aja.

Setuju ... prinsip amar ma'ruf nahi munkar itu tentu saja dikejewantahkan ke semua pihak ... baik non Islam maupun Islam. Bila sikap FPI sudah mulai munkar maka umat Islam berhak mengingatkan atau bahkan meluruskan sikap2nya yang salah itu.

Husada wrote:
Ngomong-ngomong, menurut hemat saya, dengan adanya L =Liberal (saya artikan sebagai bebas, =liberte), yang digunakan oleh para anggota JIL, saya menduga bahwa kelompok itu menginginkan agar para pengikutnya diberi kebebasan menginterpretasi ajaran Islam. Dan itu pula yang menyalahi kesepakatan kita tadi, bahwa interpretasi yang diakui adalah interpretasi dari pemegang otoritas tertinggi dalam agama tersebut.

Begitulah yang saya tangkap ... mereka ingin bisa sebebas2nya menginterpretasikan ajaran Islam sehingga dikhawatirkan (atau sudah terbukti) pemikirannya itu menjadi sebuah pendapat yang menyesatkan.

Saya juga baru tahu sedikit tentang isi pemikiran Liberal ini dan sedang berusaha untuk memahaminya lebih dalam lagi.

Wallahu a'lam ..
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   6th June 2011, 10:39

bruce wrote:
Setuju kang, hanya saja perbedaan dalam penafsiran tentunya dibahas bersama, tentang sejauh apa batas batasnya,sehingga tidak keluar konteks, argumen dibalas dengan argumen, tanpa menjadikan satu pihak pesakitan yang kemudian keluar 'fatwa' darahnya halal untuk ditumpahkan.

Kalau masalah fatwa menghalalkan darah ... saya juga tidak setuju.
Sikap ini, menurut saya, terlalu berlebihan

bruce wrote:

Tidak salah, hanya tentu saja tetap dalam koridor yang berlaku sehingga tidak 'melewati batas', misalkan tidak secara mudah menyebut JIL adalah kafir, bukankah begitu seharusnya kang?

Betul ... apalagi sampai menghalalkan darahnya.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   6th June 2011, 10:44

Quote :
..., apa yang salah dengan menjadi seorang Islam liberal?

Damai bagi semua.

Menurut hemat saya, berdasarkan artikel tulisan tokoh JIL itu sendiri, kelihatannya pandangan mereka 'dipersalahkan' oleh main stream muslim karena Islam Liberal memandang dan menerjemahkan Islam kedalam kehidupan sehari-hari dengan cara berbeda dengan cara pandang kaum muslim ortodok. Menurut saya, Islam Liberal berniat membuat ajaran Islam itu membumi atau mendunia, tidak semata-mata mengarab. Pandangan itu yang 'dipersalahkan' banyak kalangan muslim kebanyakan.

Kok bisa dicap 'bersalah'? Nah, kalo di pertanyaan begini, saya, mau tidak mau harus menduga-duga.

Menurut saya, tatanan kehidupan muslim yang sudah menjadi tradisi, cukup menguntungkan bagi beberapa pihak, terutama bagi para petinggi dalam hirarkis muslim (kalau ada hirarkis). Dengan munculnya cara pandang baru ala JIL, yang berbeda dengan cara pandang lama, para pihak yang diuntungkan tadi 'merasa terancam', dan khawatir akan tidak mendapat keuntungan lagi. Maka untuk 'mempertahankan' keuntungan menurut cara pandang lama, para petinggi, atau vokalis (yang bersuara vokal), atau pengajar cara pandang tradisional, serta merta 'mempersalahkan' cara pandang baru ala JIL tersebut.

Yang ingin saya sampaikan adalah, menurut dugaan saya, para penganut Islam dengan cara pandang tradisional khawatir akan kehilangan keuntungan dengan munculnya cara pandang baru terhadap Islam ala JIL. Namun, itu hanya dugaan saya semata. Penyebab sesungguhnya, hanya para pihak yang mempersalahkan pandangan JIL dan Tuhan yang mengetahui.
Meminjam kalimat yang sering digunakan Silancah, saya katakan, Wallahu a'lam.

Damai bagi Indonesia.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   6th June 2011, 10:52

Husada wrote:
Yang ingin saya sampaikan adalah, menurut dugaan saya, para penganut Islam dengan cara pandang tradisional khawatir akan kehilangan keuntungan dengan munculnya cara pandang baru terhadap Islam ala JIL. Namun, itu hanya dugaan saya semata. Penyebab sesungguhnya, hanya para pihak yang mempersalahkan pandangan JIL dan Tuhan yang mengetahui.
Meminjam kalimat yang sering digunakan Silancah, saya katakan, Wallahu a'lam.

Damai bagi Indonesia.

Kalau dugaan saya adalah para pihak yang mempersalahkan pandangan JIL ini khawatir buah2 pemikiran JIL ini akan menuntun umat Islam kepada pemahaman yang salah atas Al Quran dan Hadits yang akan menyebabkan umat muslim semakin jauh dari ibadah yang sebenar2nya kepada Allah as Sami'

Rasanya tidak ada hubungannya dengan kehilangan keuntungan atau lain2nya itu ...

Wallahu a'lam
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   6th June 2011, 11:00

@lancah

Kelihatannya sih alasan sebenarnya berbeda kang, dan dua duanya punya dasar yang benar.

JIL menginginkan umat Islam menjadi lebih terbuka terhadap pebedaan, mereka menginginkan umat Islam bisa belajar seperti umat Kristen yang 'berani' mengupas ayat Alkitab, menggali lebih dalam agamanya dan memahaminya lebih jauh tentang keimanan yang dewasa.

Sedangkan umat Muslim konvensional merasa takut, mereka takut dengan 'membuka' kemungkinan umat belajar terlalu jauh, sementara sebagian besar belum menguasai ilmunya secara benar, akan mengakibatkan umat justru kesasar. Mereka lebih menyukai sistem pengajaran yang sekarang ini, dimana umat cukup mengetahui dan hafal ayat secara searah, dari atas ke bawah.

Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   6th June 2011, 12:28

bruce wrote:
@lancah

Kelihatannya sih alasan sebenarnya berbeda kang, dan dua duanya punya dasar yang benar.

JIL menginginkan umat Islam menjadi lebih terbuka terhadap pebedaan, mereka menginginkan umat Islam bisa belajar seperti umat Kristen yang 'berani' mengupas ayat Alkitab, menggali lebih dalam agamanya dan memahaminya lebih jauh tentang keimanan yang dewasa.

Sedangkan umat Muslim konvensional merasa takut, mereka takut dengan 'membuka' kemungkinan umat belajar terlalu jauh, sementara sebagian besar belum menguasai ilmunya secara benar, akan mengakibatkan umat justru kesasar. Mereka lebih menyukai sistem pengajaran yang sekarang ini, dimana umat cukup mengetahui dan hafal ayat secara searah, dari atas ke bawah.

Kalau saya lihat JIL ini mirip dengan KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah) yang ingin membuka pemikiran umat Muslim.
Tetapi bedanya (yang saya tangkap) dalam membuka/mengkritisi ajaran Islam .. JIL telah melangkah lebih jauh dari Muhammadiyah sehingga ada pemikirannya (tidak semuanya) yang tidak sesuai bahkan menyesatkan.

Itulah sebabnya kalangan NU tidak pernah mengkafirkan orang2 Muhammadiyah sementara umat Muslim ada yang mengkafirkan orang2 JIL ini.

Wallahu a'lam
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   6th June 2011, 12:45

Quote :
Tetapi bedanya (yang saya tangkap) dalam membuka/mengkritisi ajaran Islam .. JIL telah melangkah lebih jauh dari Muhammadiyah sehingga ada pemikirannya (tidak semuanya) yang tidak sesuai bahkan menyesatka

Bisa di sharing kang, yang mana saja pandangan JIL yang dianggap menyimpang oleh mayoritas muslim, sehingga dianggap sesat?

Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   6th June 2011, 13:12

bruce wrote:
Quote :
Tetapi bedanya (yang saya tangkap) dalam membuka/mengkritisi ajaran Islam .. JIL telah melangkah lebih jauh dari Muhammadiyah sehingga ada pemikirannya (tidak semuanya) yang tidak sesuai bahkan menyesatka

Bisa di sharing kang, yang mana saja pandangan JIL yang dianggap menyimpang oleh mayoritas muslim, sehingga dianggap sesat?

Wah, saya lagi tidak pegang referensinya .... nanti kalau sudah ada, Insya Allah akan saya postingkan di sini.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   11th June 2011, 18:46

Silancah wrote:
Kalau saya lihat JIL ini mirip dengan KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah) yang ingin membuka pemikiran umat Muslim.
Tetapi bedanya (yang saya tangkap) dalam membuka/mengkritisi ajaran Islam .. JIL telah melangkah lebih jauh dari Muhammadiyah sehingga ada pemikirannya (tidak semuanya) yang tidak sesuai bahkan menyesatkan.

Itulah sebabnya kalangan NU tidak pernah mengkafirkan orang2 Muhammadiyah sementara umat Muslim ada yang mengkafirkan orang2 JIL ini.

Wallahu a'lam
Damai bagimu, Cah.

Sebenarnya, apapun persamaan Muhammadyah dengan JIL, atau apapun perbedaan keduanya, tidak menjadi soal bagi saya. Namun, postinganmu ini menyundut sumbu penasaran di benak saya hingga meledak seperti petasan. Jika Silancah mengatakan bahwa JIL melangkah lebih jauh dari Muhammadyah, saya artikan bahwa Silancah tahu sampai sebatas mana Muhammadyah melangkah, dan batas itu sudah dilampaui oleh langkah JIL.

Bolehkah di-sharing-kan langkah-langkah Muhammadyah dan JIL itu agar rasa penasaran saya terobati? Saya kok yakin, muslim sekaliber Silancah tidak akan ngomong doang tanpa dasar. Paling sedikit, menurut hemat saya, Silancah harus dapat men-sharing-kan perbedaan apa yang Silancah tangkap antara langkah Muhammadyah dan langkah JIL.

Sebelumnya, terima kasih. Damai besertamu, dan sertaku juga.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   16th June 2011, 13:15

Sabar ya bro, nanti saya share analisa saya tentang Muhammadiyah dan JIL ini bila ada waktu yang lebih lowong ...
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   20th June 2011, 23:17

Postingan ini untuk menanggapi pertanyaan Bruce dan Husada berdasarkan informasi terbatas yang saya miliki.

Langkah2 Muhammadiyah:
- merubah kiblat yang secara tradisi mengarah ke Barat menjadi ke arah Kiblat (bukti nyata saya lihat di Masjid Agung Jogja)
- merubah pakem taklid buta kepada ustad/ulama menjadi berpikiran kritis terhadap apa yang dikatakan ustad/ulama
- Mencoba menelaah isi Al Quran dan tidak menelan ayat secara mentah2 tanpa tuntunan azbabun nuzul atau tafsir
- Menelaah isi hadits, bila bertentangan dengan Al Quran maka ditolak karena Allah al Aziz tidak pernah menjamin kebenaran hadits2 yang beredar sebagaimana Dia menjamin keabsahan Al Quran
-Memerangi TBS (Takhayul, Bidah dan Khurofat)

Langkah2 JIL:
- “Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.” (Ulil Abshar Abdalla, dari majalah GATRA, 21 Desember 2002).
- “Tapi, bagi saya, all scriptures are miracles, semua kitab suci adalah mukjizat.” (Ulil Abshar Abdalla, dari koran Jawa Pos, 11 Januari 2004).
- “Karenanya, yang diperlukan sekarang ini dalam penghayatan masalah pluralisme antaragama, yakni pandangan bahwa siapa pun yang beriman – tanpa harus melihat Agamanya apa – adalah sama di hadapan Allah. Karena, Tuhan kita semua adalah Tuhan Yang Satu.” (Budhy Munawar Rahman, dari buku Wajah Liberal Islam di Indonesia terbitan JIL).
-“Jika semua agama memang benar sendiri, penting diyakini bahwa surga Tuhan yang satu itu sendiri terdiri dari banyak pintu dan kamar. Tiap pintu adalah jalan pemeluk tiap agama memasuki kamar surganya. Syarat memasuki surga ialah keikhlasan pembebasan manusia dari kelaparan, penderitaan, kekerasan dan ketakutan, tanpa melihat agamanya. Inilah jalan universal surga bagi semua agama. Dari sini, kerja sama dan dialog pemeluk berbeda agama jadi mungkin.” (Abdul Munir Mulkhan, dari buku Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar).
- “Prinsip lain yang digariskan oleh Al-Qur’an adalah pengakuan eksistensi orang-orang yang berbuat baik dalam setiap komunitas beragama dan dengan begitu, layak memperoleh pahala dari Tuhan. Lagi-lagi, prinsip ini memperkokoh ide mengenai pluralisme keagamaan dan menolak eksklusifisme. Dalam pengertian lain, eksklusifisme keagamaan tidak sesuai dengan semangat Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an tidak membeda-bedakan antara satu komunitas agama dari lainnya.” (Alwi Shihab, dari buku Islam Inklusif ; Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama).

Mengutip dari tulisan Prof. KH. Ali Mustafa Yakub, MA
- Agama adalah urusan pribadi, sedangkan urusan Negara adalah murni kesepakatan masyarakat secara demokratis.
- Wahyu tidak hanya berhenti pada zaman Nabi Muhammad saja (wahyu verbal memang telah selesai dalam bentuk al-Qur'an). Tapi wahyu dalam bentuk temuan ahli fikir akan terus berlanjut, sebab temuan akal juga merupakan wahyu karena akal adalah anugerah Tuhan.
- Misi utama Islam adalah penegakan keadilan. Umat Islam tidak perlu memperjuangkan jilbab, memelihara jenggot, dan sebagainya.
- Memperjuangkan tegaknya syariat Islam adalah wujud ketidakberdayaan umat Islam dalam menyelesaikan masalah secara arasional. Mereka adalah pemalas yang tidak mau berfikir.

Naudzubillah min dzalik ...
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   21st June 2011, 17:19

Damai bagimu, Cah.

Saya tertarik pada ini:
Silancah wrote:
Mengutip dari tulisan Prof. KH. Ali Mustafa Yakub, MA
- Agama adalah urusan pribadi, sedangkan urusan Negara adalah murni kesepakatan masyarakat secara demokratis.

Di benak saya memang begitu itu, seperti pikiran Profesor strip pertama itu. Begitu saya memilih suatu komunitas, saya harus tunduk pada aturan komunitas itu, termasuk komunitas berbangsa dan bernegara. Sering juga sih 'melirik' ke komunitas lain dalam satu bangsa dan negara, kemudian menimbang-nimbang kesesuaiannya dengan jalannya sejarah, menimbang-nimbang juga dengan akal sehat, kuputuskan ya seperti sekarang ini, dengan komunitasku.

Mungkin karena itu maka kita berbeda. Bila Anda tidak bersedia mengucapkan salam kepada orang tidak seagama dengan Anda terkait dengan perayaan hari besar agamanya, saya mau memberi salam kepada sesama yang sedang merayakan hari besar agamanya. Menurut pemahamanku, itu kupraktikkan mengaplikasikan apa yang sering Anda katakan bagimu agamamu, bagiku agamaku. Kalimat yang tidak hanya diucapkan, tapi harus dilaksanakan.

Damai, damai, damai.
Kembali Ke Atas Go down
maling kutang
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 2
Join date : 18.07.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   18th July 2011, 19:23

selama itu tidak keluar dari ajaran Quran dan hadist tak apa2!
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   20th July 2011, 15:21

maling kutang wrote:
selama itu tidak keluar dari ajaran Quran dan hadist tak apa2!
Damai bagimu Maling Kutang.

Nah, itu dia. Pertanyaan lajutannya adalah, pihak manakah yang punya otoritas untuk menyatakan sesuatu itu sudah keluar dari ajaran Qur'an dan/atau hadist? Kan dimungkinkan, bahwa seseorang menilai suatu sikap atau pernyataan sudah keluar dari ajaran Qur'an dan/atau hadist, sementara bagi orang lain, sikap atau pernyataan itu belum keluar dari ajaran Qur'an dan/atau hadist?

Damai bagi Indonesia.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   21st July 2011, 12:33

Husada wrote:
Menurut pemahamanku, itu kupraktikkan mengaplikasikan apa yang sering Anda katakan bagimu agamamu, bagiku agamaku. Kalimat yang tidak hanya diucapkan, tapi harus dilaksanakan.

Damai, damai, damai.

Memang pemahaman kita berbeda ... termasuk apa arti lakum diinukum waliyadiin tersebut ...
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   21st July 2011, 13:28

Quote :
Memang pemahaman kita berbeda ... termasuk apa arti lakum diinukum waliyadiin tersebut ...

Memang artinya apalagi kang? He he he, kan ngga mungkin menjadi seperti yang dulu pernah saya plesetkan menjadi 'aku kafir bagimu dan kamu kafir bagiku', he he he

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   21st July 2011, 13:35

bruce wrote:
Quote :
Memang pemahaman kita berbeda ... termasuk apa arti lakum diinukum waliyadiin tersebut ...

Memang artinya apalagi kang? He he he, kan ngga mungkin menjadi seperti yang dulu pernah saya plesetkan menjadi 'aku kafir bagimu dan kamu kafir bagiku', he he he

Arti harfiahnya memang "untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku"
Tetapi bro husada memahami bahwa ucapan selamat hari raya merupakan pengejewantahan ayat tersebut karena (mungkin) tidak mengandung konsekwensi aqidah
Sementara saya memahami bahwa ucapan selamat hari raya tidak termasuk ke dalam pengejewantahan ayat tersebut karena mengandung konsekwensi aqidah.

Demikian kira2 penjelasannya ...

Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   21st July 2011, 16:44

Silancah wrote:

Arti harfiahnya memang "untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku"
Tetapi bro husada memahami bahwa ucapan selamat hari raya merupakan pengejewantahan ayat tersebut karena (mungkin) tidak mengandung konsekwensi aqidah
Sementara saya memahami bahwa ucapan selamat hari raya tidak termasuk ke dalam pengejewantahan ayat tersebut karena mengandung konsekwensi aqidah.

Demikian kira2 penjelasannya ...

Ooo... cukup jelas. Terima kasih.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??   Today at 12:55

Kembali Ke Atas Go down
 
Apa yang salah dengan menjadi Islam liberal ??
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» KEBIASAAN YANG TURUN MENURUN MENDARAH DAGING
» Bingung ma si dia nih.,,.HELP ME..,
» Apa sih Carbon Fiber itu?
» Datengin moge no paper dr luar daerah ribet gak y?
» DIY - Tips Pasang Seat Cover Single Seater

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: