Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Berjilbab di Amerika sulit ?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Berjilbab di Amerika sulit ?   6th June 2011, 10:30

Selama ini, sebagian besar umat Muslim selalu mengatakan bahwa di Amerika sana perlakuan orang 'kafir' kepada umat Muslim adalah merendahkan, curiga, menghina, tidak toleran dan sebagainya.

Walau dari pengalaman 'nyata' dan kisah kisah teman teman saya yang di Amerika sana sungguh berbeda dengan apa yang dipercaya sebagian besar Muslim di Indonesia.

Bangsa Amerika, sebagian besar adalah Kristen KTP, dan ditunjang oleh negaranya yang sangat sekuler, dimana bahkan di sekolah negeri tidak diajarkan pelajaran agama, agama apapun. Penduduknya sebagian besar juga tidak menjalankan agama sebagaimana seharusnya, mereka terlalu hidup dalam keduniawian. Jadi, urusan agama, apapun agamanya, tidak terlalu mereka pedulikan.

Berikut saya kutipkan pengalaman sdr Ulil dan istrinya, seorang Muslim Indonesia, yang bahkan di negaranya sendiri Ulil ini termasuk dalam daftar orang orang yang dibenci bahkan oleh umat Muslim sendiri.

Quote :
Memakai Jilbab di Amerika

Sebulan yang lalu, isteri saya baru saja mendapatkan izin kerja, working permit. Setelah itu, dia langsung sibuk melayangkan lamaran ke beberapa tempat, antara lain warung kopi Starbuck, warung waralaba yang mempunyai jaringan global itu.
Saat interview beberapa hari yang lalu, isteri saya bertanya kepada pihak manajer warung itu: apakah ada masalah jika dia memakai jilbab? Pihak manajer mengatakan: tak ada masalah.Kami malah senang menerima pekerja dari berbagai latar-belakang budaya, kata dia.

Tetangga apartemen kami, seorang pendeta berkulit hitam, baru saja menyelesaikan program Master of Divinity (MDiv) dan akan segera keluar meninggalkan apartemen. Resident Representative atau kepala apartemen tempat saya tinggal bernisiatif mengadakan pesta perpisahan. Acara itu berlangsung tadi malam: kami, warga apartemen, berkumpul di halaman rumput yang cukup luas di depan apartemen saya, untuk melakukan barbeque atau bakar-bakar daging.

Saat ngobrol, terlontar sebuah komentar yang menarik mengenai isteri dari seorang perempuan tetangga apartemen. Dia seorang kulit putih yang berasal dari pantai timur, California.

Perempuan itu bilang bahwa dia senang dengan isteri saya yang berjilbab, karena terbuka, selalu bergaul, dan tak pernah merasa “terisolir”.

Selama tiga tahun tinggal di Amerika di kawasan negara bagian Massachusetts, kami sekeluarga, terutama isteri saya, tak pernah mengalami sesuatu yang tak menyenangkan, katakanlah semacam “harassment“. Isteri saya memiliki sejumlah teman dekat, antara lain seorang perempuan “bule” yang datang dari latar belakang tradisi Quaker (sekte Kristen yang dikenal karena sikap toleran), seorang perempuan Yahudi yang berasal dari Israel, seorang perempuan Katolik yang berasal dari Venezuela dan bersuamikan seorang lelaki asal Libanon, dan seorang perempuan dari Jepang (yang sekarang sudah “mudik” ke negerinya).
Mereka senang sekali bergaul dengan isteri. Mereka sadar bahwa seorang Muslim tak boleh makan daging babi. Dalam setiap kesempatan makan-makan di mana isteri saya diundang, mereka selalu ingin memastikan bahwa makanan yang dihidangkan tak mengandung daging babi.

Suatu hari, saya menerima telpon dari teman isteri saya yang “bule” itu, menanyakan tentang sejumlah hari raya dalam Islam. Saat itu kebetulan sedang menjelang hari raya Idul Adha. Dia bertanya, apa makna hari raya itu. Saya terangkan sekedarnya. Dia kemudian bertanya, apa yang seharusnya dikatakan kepada seorang Muslim saat merayakan hari raya Idul Adha. Dia ingin mengirimkan ucapan kartu selamat kepada keluarga saya berkenaan dengan hari-hari raya Islam.

Saya sendiri kebingungan menjawab pertanyaan dia. Sebab, selama ini memang tak ada ucapan khusus yang seharusnya dikatakan orang lain kepada umat Islam saat Idul Adha. Saya bilang kepada dia, “Just say, Happy Holiday of Sacrifice”. Beberapa hari kemudian, kami menerima kartu ucapan selamat dari perempuan bule itu, “Happy Holiday of Sacrifice”. Saya sungguh terharu.

Sepengetahuan saya, tak ada masalah yang serius dengan praktek jilbab di Amerika. Tentu ada beberapa insiden di sejumlah tempat, terutama setelah peristiwa 9/11. Tetapi secara umum, dalam penilaian saya, tak ada persekusi atau “diskriminasi” atas perempuan yang berjilbab di Amerika. Sekurang-kurangnya itulah yang dialami oleh isteri saya selama ini.

Beberapa waktu lalu, isteri saya sempat menonton pertandingan baseball di stadium milik Red Sox, tim baseball kebanggaan Boston, di kawasan Fenway. Dia mungkin satu-satunya perempuan berjilbab yang ada di tengah lautan penonton saat itu. Itulah kesempatan pertama isteri saya menonton pertandingan baseball. Selama pertandingan berlangsung, isteri saya malah sibuk “jeprat-jepret”. Tindakan isteri saya itu menarik perhatian seorang penonton, “Baru pertama kali menonton ya?”
Isteri, dengan tersenyum tersipu-sipu, bilang, “Ya.”

Banyak teman Indonesia yang memiliki isteri berjilbab di kawasan Boston ini. Sejauh pengetahuan saya, tak ada pengalaman buruk yang mereka alami tinggal di kota Boston ini. Kesan saya, masyarakat Amerika di kawasan negara bagian Massachusetts ini cukup toleran (bahkan toleran sekali) terhadap keragaman ekspresi agama.

Di Universitas Harvard tempat saya belajar saat ini bahkan ada kebijakan baru yang sungguh “mencengangkan” buat saya, yaitu disediakannya jam khusus untuk perempuan Muslimah yang ingin memakai gedung jimnastik. Biasanya, mahasiswi yang beragama Islam, terutama yang berjilbab, kurang merasa “sreg” untuk olah-raga bersama kaum laki-laki. Demi menghargai “keyakinan kaum Muslim”, pihak kampus mengambil kebijakan untuk menyediakan waktu khusus bagi perempuan Muslimah yang ingin melakukan “exercise”. Apakah mungkin universitas Islam melakukan hal seperti ini?

Umat Islam di Amerika nyaris memiliki kebebasan yang penuh untuk melaksanakan ajaran agama mereka. Umat Islam dari seluruh sekte dan aliran bisa berkembang dan dipraktekkan dengan bebas di negeri “sekuler” yang kerap dikutuk oleh sebagian umat Islam itu.

Selama ini, sebagian kalangan Islam memiliki pandangan yang keliru bahwa sistem sekuler memusuhi agama. Pandangan semacam ini jelas keliru, terutama dalam konteks Amerika. Sistem sekuler mencoba menegakkan prinsip di mana negara tidak mencampuri urusan keyakinan dan praktek keagamaan penduduknya. Semua orang diberikan kebebasan untuk melaksanakan keyakinan asal tak mengganggu umat yang lain.

Di bawah sistem inilah umat Islam di Amerika memiliki kebebasan penuh untuk berdakwah dan menjalankan keyakinan mereka secara leluasa.
Posted by Ulil Abshar-Abdalla

Jadi, jika anda yang kebetulan seorang Muslim, berkata bahwa kehidupan orang Muslim di Amerika sana sungguh menderita dan diperlakukan tidak adil (bahkan lebih menderita dari orang 'kafir' di Indonesia), coba periksa ulang, dari mana anda mendengar ucapan itu, darimana anda membaca itu, dan kemudian layakkah berita itu dipercaya atau hanya menyebar fitnah kebencian saja.

Salam
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Berjilbab di Amerika sulit ?   6th June 2011, 10:45

Quote :
Selama ini, sebagian kalangan Islam memiliki pandangan yang keliru bahwa sistem sekuler memusuhi agama. Pandangan semacam ini jelas keliru, terutama dalam konteks Amerika. Sistem sekuler mencoba menegakkan prinsip di mana negara tidak mencampuri urusan keyakinan dan praktek keagamaan penduduknya. Semua orang diberikan kebebasan untuk melaksanakan keyakinan asal tak mengganggu umat yang lain.

wah, kalau saja ini bisa ditiru disini yah... :)


Terakhir diubah oleh T2Y tanggal 6th June 2011, 10:54, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Berjilbab di Amerika sulit ?   6th June 2011, 10:50

Amerika, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, adalah bangsa besar dan sudah berumur 200 tahun lebih, mereka sudah belajar (dari pengalaman) bagaimana menjadi bangsa besar yang majemuk. Mereka belajar, itu yang paling penting, sedangkan kita di Indonesia ini, tidak mau belajar dari pengalaman (bangsa sendiri dan bangsa lain), sehingga kita agak sulit maju.

Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Berjilbab di Amerika sulit ?   6th June 2011, 10:58

mungkin gak mau meniru karena alasan "sentimen pribadi" ? Laughing

padahal mencontoh sesuatu yang baik tentunya bukanlah suatu dosa, dan kita bisa belajar dari siapapun juga bahkan dari orang2 yang mungkin kita anggap buruk/jahat sekalipun.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Berjilbab di Amerika sulit ?   6th June 2011, 12:44

Ada artikel yang membicarakan tentang kehidupan Muslim di Amerika --> [You must be registered and logged in to see this link.]

Sedikit kutipan:
Quote :
Since the 9/11 attacks on the United States, US Muslims, estimated by 7-8 million, have complained of facing discrimination and stereotypes in the society because of their Islamic attires or identities.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Berjilbab di Amerika sulit ?   6th June 2011, 12:47

Ini sepertinya buku yang bagus untuk bisa mengetahui perlakukan orang2 Amerika kepada umat Muslim --> Mecca and Main Street: Muslim life in America after 9/11

[You must be registered and logged in to see this link.]

Ada yang mau beli? Nanti saya pinjam dong ... hehehe
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Berjilbab di Amerika sulit ?   6th June 2011, 12:51

@Lancah

Mungkin memang ada kang, sebagian yang merasakan diskriminasi, karena pasti ada juga orang orang yang rasis di Amerika sana. Tetapi seperti yang dikisahkan keluarga Ulil di atas, maka sepertinya kita juga harus melihat kasus per kasus, tidak bisa hantam kromo semua seperti itu.

Dari umat Muslim yang berada di Amerika, saya yakin tidak semua mengalami diskriminasi, seperti juga saya yakin tidak semua warga amerika rasis dan benci kepada penduduk Muslim.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Berjilbab di Amerika sulit ?   6th June 2011, 13:11

bruce wrote:
@Lancah

Mungkin memang ada kang, sebagian yang merasakan diskriminasi, karena pasti ada juga orang orang yang rasis di Amerika sana. Tetapi seperti yang dikisahkan keluarga Ulil di atas, maka sepertinya kita juga harus melihat kasus per kasus, tidak bisa hantam kromo semua seperti itu.

Dari umat Muslim yang berada di Amerika, saya yakin tidak semua mengalami diskriminasi, seperti juga saya yakin tidak semua warga amerika rasis dan benci kepada penduduk Muslim.

Saya setuju untuk tidak menggeneralisasi.

Tidak semua muslim di Amerika mendapatkan perlakuan yang kurang baik... ada kok yang mendapatkan perlakuan yang baik seperti Ulil atau dalam dunia nyata, sepupu saya yang menikah dengan perwira NAVY (dua2nya kini muslim), kakak saya yang tinggal setahun dalam rangka pertukaran pelajar, sepupu lain yang tinggal di sana sejak SMP relatif baik2 saja.

Tetapi di sisi lain juga kita tidak bisa mengatakan tidak ada gangguan terhadap umat Muslim di Amerika.
Contohnya ... ya, seperti yang dipaparkan di artikel tersebut.

Atau di sini --> [You must be registered and logged in to see this link.]

Quote :
Islamic centers as far away as Tennessee and California faced protests and vandalism. In western New York, police said a group of teenagers recently yelled obscenities, set off a car alarm and fired a shotgun during two nights of drive-by harassment at a small-town mosque near Lake Ontario.

Usama Shami, board chairman for the Islamic Community Center of Phoenix, said a new mosque the congregation has been building for years drew little attention until recently, when some resistance emerged in the neighborhood and from some in city government. Recently, vandals broke into the new building, spilled paint on the floor and broke expensive windows.

Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Berjilbab di Amerika sulit ?   Today at 00:18

Kembali Ke Atas Go down
 
Berjilbab di Amerika sulit ?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Fakta Uang Dollar Amerika
» Senjata paling konyol =))
» bantuin ane dong
» SHERLOCK HOLMES itu ada kagak??????
» Tanya Soal kirim motor dari amrik ke indo

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: