Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Sekali Selamat Tetap Selamat

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2, 3 ... 8 ... 16  Next
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 11:46

Berikut ini adalah tulisan mengenai perbedaan doktrin antara Katolik dan Protestan, perbedaan ini bukanlah untuk membuat perbedaan menjadi besar, tetapi untuk saling memahami masing masing doktrin, sehingga kita dapat lebih saling mengenal saudara kita satu sama lain.

Beberapa ayat yang digunakan untuk mengatakan ’sekali selamat tetap selamat’

Seringkali saudara- saudari kita yang Protestan mengutip ayat- ayat berikut ini untuk mendukung pemahaman mereka bahwa sekali selamat mereka tetap selamat (once saved, always saved):

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16)
“Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal (1 Yoh 5:13)”

Lalu umumnya mereka mengatakan, jadi yang perlu dilakukan sederhana saja, tinggal mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita, dan kita pasti diselamatkan, seperti yang tertulis dalam surat Rasul Paulus,

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan (Rom 10:9-10).


Tanggapan kita umat Katolik

1. Terhadap Yoh 3:16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Menurut Rm Pidyarto, O Carm, yang adalah seorang pakar Kitab Suci yang menguasai bahasa Yunani, kata “beroleh” di sini berasal dari kata ἔχω/ echō, echein, yang memang dapat diterjemahkan sebagai ‘beroleh’ (have), tetapi sebenarnya lebih tepat jika diterjemahkan sebagai ‘dapat beroleh’ (may have’), seperti yang terdapat dalam Kitab Suci edisi Douay Rheims/ Vulgate. Ini disebabkan karena digunakannya kata ‘me‘ (dalam bahasa Inggris terjemahannya adalah “lest)”, pada kata ‘tidak binasa’ (should not perish) sehingga kata sambung ini menuntut / lebih tepat untuk diikuti oleh kata ‘may have‘. Kita mengetahui bahwa dalam bahasa Inggris sendiri kata ‘have‘ dan ‘may have‘ artinya tidak sama persis.

Namun demikian, jika diterjemahkan sebagai “beroleh”, kalimat ini tidak bermaksud mengatakan bahwa hanya dengan percaya/ beriman kepada Anak Allah saja maka seseorang pasti memperoleh hidup yang kekal. Maka kata kunci yang perlu dilihat adalah bagaimana memaknai kata “percaya” / beriman tersebut, sebab iman ini juga mensyaratkan penghayatan. Jadi kata ‘percaya’ di sini tidak boleh hanya diartikan pengakuan dengan mulut saja atau baptisan saja. Kita tidak dapat mengartikan satu ayat dalam Kitab Suci dan melepaskannya dengan ayat- ayat lainnya dalam Kitab Suci. Hidup yang kekal atau keselamatan ini diberikan oleh Allah karena kasih karunia, oleh iman/ kepercayaan yang bekerja oleh kasih (Ef 2:8; Gal 5:6); dan ini diberikan melalui Pembaptisan (Yoh 3:5, Mat 28:19-20) yang melibatkan pertobatan untuk melaksanakan perintah Tuhan (lih. Mat 7:21-23; Ibr 11;39; Yak 2:14.). Maka Gereja Katolik tidak pernah memisahkan kasih karunia, iman, perbuatan kasih, Pembaptisan dan pertobatan dalam ajaran Keselamatan ini.

2. Terhadap 1 Yoh 5:13
“Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.”
Kata “tahu” di sini berasal dari kata eidete (dari kata oida); sebenarnya berarti “kamu dapat tahu”/ you may know, yang tidak mengacu kepada sesuatu pengetahuan absolut yang pasti. Ini seperti jika kita mengatakan bahwa kita tahu kalau kita dapat nilai A dalam ujian, atas dasar kita sudah belajar dengan rajin dan saya merasa menguasai topiknya. Tetapi kenyataannya apakah pasti kita dapat nilai A atau tidak itu harus dibuktikan kemudian. Jadi “tahu” di sini tidak bersifat absolut, tetapi memang ada pengharapan besar bagi kita untuk mencapainya.

Untuk memahami arti kata eidete maka kita melihat pada ayat sesudahnya yaitu ayat 1Yoh 5: 14-15, yang berbunyi:

“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu (oidamen- dari kata oida), bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.”
Di sini kita harus mengakui bahwa kita tidak dapat mempunyai kepastian yang absolut bahwa Tuhan akan menjawab setiap permintaan kita secara persis. Sebab Tuhan adalah Maha Baik dan Maha Kuasa dan Ia akan menjawab doa kita dengan cara yang dipandang-Nya baik bagi kita, yang sering kali tidak sama dengan yang kita minta/ yang kita pikirkan. Maka di sini kita harus menerima bahwa cara kita “mengetahui” dalam hal ini adalah bersifat kondisional dan bukan sesuatu yang pasti secara absolut.
Dengan pengertian yang sama kita mengartikan ayat 1 Yoh 3:21-22 yang mengatakan,

“Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

Maka kita sebagai umat Katolik ‘mempunyai keberanian percaya‘ untuk menerima apa yang kita doakan, namun kita tidak dapat mengatakannya sebagai jaminan yang sudah pasti secara absolut. Sebab hal keselamatan kita ini juga melibatkan partisipasi kita dalam menyatakan iman kita dalam perbuatan, agar iman yang demikian dapat menjadi iman yang ‘hidup’ (Yak 2: 24, 26) dan menyelamatkan. Kenyataannya bahkan Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa pada akhir jaman akan ada orang- orang yang terkejut untuk mendapatkan bahwa sikap mereka yang tidak menujukkan perbuatan kasih dapat menghantar mereka kepada penghukuman (Mat 25:41-46).

3. Maka hal keselamatan tidak semata tergantung dari “pengakuan dengan mulut” untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadi. Sebab yang tak kalah pentingnya adalah kita harus bertobat, seperti yang diajarkan oleh Rasul Yohanes kepada semua murid Kristus yang sudah menerima Yesus (lihat 1 Yoh 2:12-14). Ia mengatakan,

“Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yoh 1:8-9)
Perhatikanlah bahwa Rasul Yohanes menggunakan kata “kita”, sebab dirinya sendiri juga termasuk di dalamnya. Silakan bertanya kepada orang yang berpandangan “sekali selamat tetap selamat”, apakah mereka masih perlu bertobat atau tidak? Jika mereka menjawab ya, berarti pandangan mereka sebenarnya bukan “sekali selamat tetap selamat”. Tetapi jika mereka mengatakan “tidak perlu bertobat, sebab sudah pasti diampuni dan pasti masuk surga”, maka pandangan mereka ini bertentangan dengan ayat- ayat Kitab Suci lainnya yang mengatakan bahwa dosa/ kejahatan yang tidak disesali tidak akan diampuni dan tidak ada sesuatupun yang berdosa dan najis dapat masuk Kerajaan Surga (lih. Hab 1:13; Why 21:8-9, 27)

Rasul Yohanes kemudian mengklasifikasikan dosa, yaitu dosa yang mematikan (dosa berat) dan dosa yang tidak mematikan (dosa ringan) lih. 1 Yoh 5:16-17. Seseorang yang berdosa berat melepaskan diri dari Tubuh Kristus. Dalam hal ini bukan berarti Yesus kurang kuasa untuk menyelamatkannya, tetapi orang itu sendiri dengan kehendak bebasnya memilih untuk melepaskan diri dari Yesus dengan perbuatan dosanya yang berat. Dan jika ia tidak bertobat, maka ia sendiri menolak rahmat keselamatan yang sudah pernah diterimanya dari Allah.
Selanjutnya, pengakuan dengan mulut juga tidak ada artinya, jika tidak dibarengi dengan ketaatan melaksanakan perintah- perintah Tuhan. Oleh sebab itu Rasul Paulus mengajarkan ketaatan iman (Rom 1:5, 16:26). Yesus berkata,

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat 7:21, lih. Mat. 10:33, 18:35).


4. Rasul Paulus mengajarkan kepada kita akan kedua sifat Tuhan yang tidak bisa dipisahkan yaitu kemurahan-Nya namun juga kekerasan-Nya;
“Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga.” (Rom 11:22)

Maka di sini jelas dikatakan bahwa oleh kemurahan Tuhan kita diselamatkan, namun kita harus mengusahakan untuk selalu tinggal di dalam kemurahan-Nya. Kita harus bertahan untuk hidup sesuai dengan ajaran Kristus, sampai dengan kesudahannya, baru kita dapat selamat (lih. Mat 10:22). Kita harus berjaga- jaga dan tetap melaksanakan tugas- tugas dan pekerjaan Tuhan yang dipercayakan kepada kita dengan baik sampai pada akhirnya (lih. Luk 12:41-46, Why 2:25-26). Sebab memang benar oleh Injil kita diselamatkan tetapi kita harus tetap teguh berpegang kepadanya (1 Kor 15:1-2). Kita harus hidup kudus dan tidak bercela, dan tekun dalam iman dan tidak bergoncang (Kol 1:22-23); teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan kita (Ibr 3:6). Kita harus setia sampai mati (Why 2:10).


5. Rasul Petrus malah memperingatkan agar kita yang sudah percaya jangan sampai jatuh ke dalam dosa seperti pada waktu belum percaya, sebab akibatnya malah akan lebih parah:

“Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.” (2 Pet 2:20-22)

Kondisi melepaskan diri dari kecemaran dunia ini adalah makna dari kelahiran kembali dalam Kristus yang kita alami pada waktu Pembaptisan. Maka di sini Rasul Petrus mengingatkan agar setiap umat yang sudah dibaptis tidak kembali lagi kepada kehidupan yang lama yang penuh dosa.


6. Yesus juga mengingatkan Dalam Mat 6:15, bahwa kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, sebab jika tidak, maka Allah Bapa tidak akan mengampuni kesalahan kita. Di sini Yesus tidak memperhitungkan apakah kita sudah ‘lahir baru/ born again‘ atau belum; namun kalau kita tidak mengampuni maka kita akan kehilangan keselamatan kita.


7. Kitab Suci memperingatkan kita bahwa kita dapat ‘lepas dari Kristus, dan hidup di luar kasih karunia‘ jika hidup dalam kuk perhambaan dosa (Gal 5:1-5), agar jangan bermegah supaya tidak dipatahkan (lih. Rom 11:18-22), dicoret namanya dari buku kehidupan (Why 3:5; Mzm 69:28), karena melakukan dosa dan tidak bertobat (lih. Ef 5:3-5; 1 kor 6:9; Gal 5:19; Why 21:6-Cool.

Tak mengherankan bahwa Rasul Paulus kemudian mengajarkan demikian:
“Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Kor 9:27)

Jika Rasul Paulus yang sudah demikian kudus saja semasa hidupnya terus berjuang untuk melatih tubuhnya menghindari dosa, dan mengusahakan agar hidup sesuai dengan Injil agar tidak ditolak oleh Tuhan; apalagi kita- kita ini. Kalau Rasul Paulus sudah yakin “pasti” selamat, tentunya dia tidak perlu menuliskan ayat ini, sebab ia sudah yakin tidak akan ditolak Allah. Ayat ini membuktikan kerendahan hati Rasul Paulus yang selain berpengharapan teguh akan keselamatan yang dijanjikan Allah, namun juga menyadari bahwa ada bagian yang harus dilakukannya yaitu untuk berjuang hidup kudus sesuai dengan Injil yang diberitakannya.


8. Maka ayat Rom 10:9 tentang pengakuan iman akan Kristus yang menghantar kita kepada keselamatan itu tidak hanya untuk dilakukan sekali saja, tetapi harus terus menerus sepanjang hidup kita. Dalam Mat 10:22, 32-33, Tuhan Yesus mengajarkan,

“Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat…. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

Maka konteksnya di sini adalah berpegang pada pengakuan akan Kristus sepanjang hidup kita (lih. Ibr 4:14, 10:23-26 dan 2 Tim 2:12). Kita mengetahui dari Kitab Suci, bahwa pengakuan akan iman kita tidak dilakukan hanya dengan perkataan tetapi terlebih dengan perbuatan. Demikian pula, penyangkalan akan Kristus juga dilakukan dengan perbuatan.

Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman. (1 Tim 5:Cool

Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (1 Kor 6:9-10, lihat juga Ef 5:3-5; Gal 5:19; Why 21:8-9, 27)

Perbedaan kunci antara ajaran Gereja Katolik dan Protestan

Dari uraian di atas, kita dapat memahami bahwa secara garis besar terdapat perbedaan ajaran antara pandangan Protestan dan Gereja Katolik. Bagi umat Protestan keselamatan adalah sesuatu yang sudah pasti, yang diterima pada saat mereka mengakui Yesus sebagai Juru Selamat, berpegang terutama pada Rom 10:9. Sedangkan Gereja Katolik, berpegang kepada keseluruhan ajaran Kitab Suci, percaya bahwa keselamatan adalah sesuatu proses: yang telah, sedang dan akan datang, yang diterima oleh umat beriman karena kasih karunia Allah, oleh iman yang bekerja oleh kasih:

Telah diselamatkan (Rom 8:24; Ef 2:5,8; 2 Tim 1:9; Tit 3:5)
Sedang dalam proses (1 Kor 1:18; 2 Kor 2:15; Fil. 2:12; 1 Pet 1:9)
Akan diselamatkan (Mt 10:22, 24:13; Mk 13:13; Mk 16:16; Kis 15:11; Rm 5:9-10; Rm 13:11; 1 Kor 3:15; 2 Tim. 2:11-12; Ibr. 9:28).

Oleh karena itu, Gereja Katolik tidak dapat menerima pandangan Martin Luther yang mengajarkan bahwa manusia diselamatkan oleh iman saja, yang dipisahkan dari perbuatan. Sebab menurut Luther, setelah orang menerima Yesus, maka tak peduli apapun yang dilakukannya, entah ia membunuh atau berzinah beribu-ribu kali sehari, pasti akan tetap masuk surga. Dalam suratnya kepada muridnya, Melancthon, tanggal 1 Agustus, 1521, (translated by Erika Bullmann Flores for Project Wittenberg); online at [You must be registered and logged in to see this link.] , lihat nomor 13, Luther mengatakan, “…Be a sinner, and let your sins be strong, but let your trust in Christ be stronger…. No sin can separate us from Him, even if we were to kill or commit adultery thousands of times each day…”

Semoga kita semua dapat melihat bahwa ajaran Luther ini tidak sesuai dengan ajaran Kitab Suci. Maka Gereja Katolik, berpegang pada Kitab Suci, mengajarkan bahwa keselamatan diberikan karena kasih karunia Allah dalam Pembatisan, namun juga mensyaratkan iman dan pertobatan, hidup dalam Kristus, dan melaksanakan perbuatan kasih sebagai bukti dari iman yang hidup. Sebab jika sungguh mengimani Kristus dan mengasihi-Nya, pasti kita akan berusaha menghindari dosa, dan akan rajin berbuat kasih. Iman seperti inilah yang menyelamatkan, seperti yang diajarkan oleh Paus Benedictus tentang Sola Fide menurut ajaran Gereja Katolik.

Ajaran Calvin “sekali selamat tetap selamat” vs. ajaran Bapa Gereja

Ajaran “sekali selamat tetap selamat” ini pertama kali diajarkan oleh John Calvin di pertengahan abad ke 16. Sebelum Calvin, jemaat Kristiani umumnya mengetahui bahwa seseorang dapat kehilangan keselamatannya, jika melakukan dosa berat, seperti yang diajarkan dalam 1 Yoh 5:16-17.

1. Di abad pertama, Didache, yang dikenal sebagai Pengajaran dari ke- dua belas Rasul mengatakan,
“Berjaga- jagalah demi hidupmu. Jangan biarkan terangmu padam, ikat pinggangmu longgar; tetapi selalu siap sedialah; sebab kamu tidak tahu saatnya kapan Tuhan datang. Tetapi seringlah bersekutu, carilah hal- hal yang sesuai dengan jiwamu: sebab imanmu sepanjang waktu tidak akan mendatangkan kebaikan bagimu, jika kamu tidak menjadi sempurna di waktu terakhir.”[1].

2. St. Ignatius dari Antiokia (35- 98)
“Jangan salah, saudara-saudaraku: orang- orang yang menyimpang tidak akan masuk dalam Kerajaan Surga. Jika, lalu, mereka yang hidupnya melakukan perbuatan- perbuatan daging akan binasa, maka terlebih lagi mereka yang dengan ajaran- ajaran sesat menyimpangkan iman akan Tuhan yang karenanya Yesus Kristus telah disalibkan…[2]

3. St. Irenaeus (189) menulis,
“Kepada Kristus Yesus, Tuhan dan Allah kami, sesuai dengan kehendak Bapa yang tidak kelihatan, ’setiap lutut bertelut dan segala sesuatu di bumi dan di bawah bumi, dan setiap lidah mengaku’ (Flp 2:10-11) kepadanya, dan Ia akan memutuskan penghakiman yang adil kepada semua orang…. Seseorang yang tidak baik dan tidak benar, jahat dan profan akan pergi kepada api abadi, tetapi Ia [Kristus] dapat, memberikan rahmat-Nya, memberikan kekekalan kepada mereka yang benar, kudus, dan mereka yang melakukan perintah- perintah-Nya, dan bertahan dalam kasih karunia-Nya; beberapa dari mereka sejak awal mula [dalam kehidupan Kristianinya], dan yang lain, sejak saat pertobatan mereka, dan Ia dapat mengelilingi mereka dengan kemuliaan kekal.”[3].

Dosa berat memisahkan manusia dari Allah dan keselamatan yang dijanjikan-Nya
Maka pengajaran Gereja Katolik sangatlah konsisten dalam hal ini, bahwa walau janji keselamatan yang diberikan Tuhan Yesus adalah sesuatu yang tetap dan pasti, namun pemenuhannya tergantung dari manusia itu sendiri. Sebab dosa berat memisahkan manusia dari Allah, memerampasnya dari kehidupan kekal.

KGK 1472 Supaya mengerti ajaran dan praktik Gereja ini, kita harus mengetahui bahwa dosa mempunyai akibat ganda. Dosa berat merampas dari kita persekutuan dengan Allah dan karena itu membuat kita tidak layak untuk kehidupan abadi. Perampasan ini dinamakan “siksa dosa abadi”… [4]

Dengan demikian kita harus berjuang dalam hidup ini agar jangan sampai jatuh ke dalam dosa berat yang memisahkan kita dari Allah, sehingga kita tetap dapat menerima janji keselamatan Allah. Atau, jika sampai jatuh sekalipun, lekas- lekaslah bertobat, agar dapat kembali dalam persatuan dengan Kristus. Selanjutnya, kita harus berjuang untuk taat melaksanakan perintah- perintah-Nya dan setia sampai akhir.

Kesimpulan
Maka di manapun di dalam Kitab Suci tidak ada yang mengajarkan bahwa umat Kristen yang telah mengakui Kristus dapat melakukan dosa apapun, wafat dalam keadaan tidak bertobat, namun akan tetap dapat masuk surga juga. Prinsip ’sekali selamat tetap selamat’ ini sesungguhnya tidak diajarkan dalam Kitab Suci. Selayaknya kita mempunyai kerendahan hati seperti Rasul Paulus yang mengajarkan demikian,

“Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir… ” (Flp 2:12)

Sebab memang kita harus berusaha untuk tetap taat dan setia mengerjakan keselamatan kita sebagai murid- murid Kristus, bukan karena Kristus kurang berkuasa menyelamatkan kita atau karena Ia tidak menepati janji-Nya; namun justru karena memang ada bagian yang harus kita lakukan jika kita benar- benar mengimani dan mengasihi Dia. Maka sebagai umat Katolik, kita mempunyai keberanian untuk berharap bahwa kita akan diselamatkan, namun mari dengan rendah hati kita serahkan kepada Tuhan yang telah berjanji menyelamatkan kita, sambil juga melatih diri agar tidak jatuh dalam dosa yang memisahkan kita dengan Allah. Dengan kerendahan hati ini kita berpengharapan, dan kita percaya bahwa pengharapan ini tidak mengecewakan oleh karena Roh Kudus telah dicurahkan kepada kita!

CATATAN KAKI:
1. Didache 16 [A.D. 70] [↩]
2. St. Ignatius dari Antiokia, Letter to the Ephesians, Ch. 16:1 [↩]
3. Against Heresies 1:10:1 [A.D. 189] [↩]
4. KGK 1472: Supaya mengerti ajaran dan praktik Gereja ini, kita harus mengetahui bahwa dosa mempunyai akibat ganda. Dosa berat merampas dari kita persekutuan dengan Allah dan karena itu membuat kita tidak layak untuk kehidupan abadi. Perampasan ini dinamakan “siksa dosa abadi”. Di lain pihak, setiap dosa, malahan dosa ringan, mengakibatkan satu hubungan berbahaya dengan makhluk, hal mana membutuhkan penyucian atau di dunia ini, atau sesudah kematian di dalam apa yang dinamakan purgatorium [api penyucian). Penyucian ini membebaskan dari apa yang orang namakan “siksa dosa sementara”. Kedua bentuk siksa ini tidak boleh dipandang sebagai semacam dendam yang Allah kenakan dari luar, tetapi sebagai sesuatu yang muncul dari kodrat dosa itu sendiri. Satu pertobatan yang lahir dari cinta yang bernyala-nyala, dapat mengakibatkan penyucian pendosa secara menyeluruh, sehingga tidak ada siksa dosa lagi yang harus dipikul (Bdk. K.Trente: DS 1712-1713; 1820). [↩]
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 12:12

Quote :
Bagi umat Protestan keselamatan adalah sesuatu yang sudah pasti, yang diterima pada saat mereka mengakui Yesus sebagai Juru Selamat, berpegang terutama pada Rom 10:9. Sedangkan Gereja Katolik, berpegang kepada keseluruhan ajaran Kitab Suci, percaya bahwa keselamatan adalah sesuatu proses: yang telah, sedang dan akan datang, yang diterima oleh umat beriman karena kasih karunia Allah, oleh iman yang bekerja oleh kasih:

berarti bagi umat Katolik, dengan hanya beriman saja tidak cukup ? :)
mungkin lebih sederhananya, keselamatan itu bisa diperoleh melalui anugerah TUHAN, beriman pada-NYA plus perbuatan baik ?

kalau begitu pertanyaan yang tersirat dikepala saya adalah :
seberapa besar kekuatan/pengaruh perbuatan baik kita ini untuk dapat beroleh keselamatan ? :)
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 12:59

Koreksi,
Bukan Protestan pd umumnya, mlainkan doktrin Calvinism yg dianut oleh sbagian besar Gereja Protestan (diantaranya GKI dan Reformed).
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 13:08

Koreksi lagi,
Pd dasarnya doktrin Calvin mngandung kegamangan :

1. Ada kepastian mutlak bahwa sekali diselamatkan akan tetap selamat

2. Yang sudah pasti diselamatkan adalah orang-orang yg dipilih Tuhan tanpa syarat sejak sblm dunia dijadikan

Namun bgitu :

1. Pnganut Calvin akan gamang utk mjelaskan kepastian mngenai siapa saja umat pilihan Tuhan, apa cirinya dan bgmn sso bs yakin spenuhnya bhw ia umat pilihan Tuhan

2. Krn yg mlakukan pemilihan adl Tuhan atas kdaulatanNya, maka tiada seorangpun yg ssungguhnya bisa yakin bhw dirinya sudah pasti umat pilihan

3. Pnganut Calvin akan spakat bhw 'orang yg mngaku dg mulut bhw Yesus Kristus adl Tuhan, berasosiasi dg Gereja dan mlakukan pelayanan' tidaklah dpt dipastikan scr otomatis bhw ia adalah umat pilihan.
Jika di akhir hidupnya ia binasa, maka ia bukan umat pilihan walau ia nampak seolah spt umat pilihan.

-------

Jd sderhananya,
Sso BARU BISA BENAR-BENAR YAKIN BHW IA UMAT PILIHAN ketika ia sudah mati dan masuk sorga.

Sblm itu tjadi, ia hanyalah BERIMAN bhw ia adalah umat pilihan (dan tentu saja brusaha mnunjukkan kualitas hidup yg mnunjukkan ciri sbg umat pilihan).
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 13:18

@siip

Wah makasih atas tambahannya pak Pendeta.

:)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 13:20

Quote :
kalau begitu pertanyaan yang tersirat dikepala saya adalah :
seberapa besar kekuatan/pengaruh perbuatan baik kita ini untuk dapat beroleh keselamatan ?

Mengapa masih bertanya soal hitung hitungan perbuatan baik bro? Memang seberapa besar anda bisa berbuat baik?

:)
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 13:37

bruce wrote:
Quote :
kalau begitu pertanyaan yang tersirat dikepala saya adalah :
seberapa besar kekuatan/pengaruh perbuatan baik kita ini untuk dapat beroleh keselamatan ?

Mengapa masih bertanya soal hitung hitungan perbuatan baik bro? Memang seberapa besar anda bisa berbuat baik?

:)

makanya untuk selamat saya tidak mengandalkan perbuatan baik (?), Om... :)

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 13:44

Quote :
makanya untuk selamat saya tidak mengandalkan perbuatan baik (?), Om...

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

Apakah karenanya anda tidak perlu berbuat baik, bro? Tidak merasa perlu untuk menjaga iman? Tidak merasa perlu bertobat atas dosa dosa yang pernah diperbuat?

Rasanya tetap anda lakukan itu semua kan?
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 13:56

bruce wrote:
Quote :
makanya untuk selamat saya tidak mengandalkan perbuatan baik (?), Om...

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

Apakah karenanya anda tidak perlu berbuat baik, bro? Tidak merasa perlu untuk menjaga iman? Tidak merasa perlu bertobat atas dosa dosa yang pernah diperbuat?

Rasanya tetap anda lakukan itu semua kan?

saya sih akan berusaha melakukan apa yang TUHAN mau, tapi karena saya sadar saya masih sering melakukan hal2 yang TUHAN gak suka saya gak akan mengandalkan perbuatan baik saya itu.
soalnya semua perbuatan saya itu rasanya keciiiillll sekali kalau dibandingin sama Anugerah Tuhan. :)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 14:11

Quote :
saya sih akan berusaha melakukan apa yang TUHAN mau, tapi karena saya sadar saya masih sering melakukan hal2 yang TUHAN gak suka saya gak akan mengandalkan perbuatan baik saya itu.
soalnya semua perbuatan saya itu rasanya keciiiillll sekali kalau dibandingin sama Anugerah Tuhan.

Maka :

Quote :
Sebab memang kita harus berusaha untuk tetap taat dan setia mengerjakan keselamatan kita sebagai murid- murid Kristus, bukan karena Kristus kurang berkuasa menyelamatkan kita atau karena Ia tidak menepati janji-Nya; namun justru karena memang ada bagian yang harus kita lakukan jika kita benar- benar mengimani dan mengasihi Dia. Maka sebagai umat Katolik, kita mempunyai keberanian untuk berharap bahwa kita akan diselamatkan, namun mari dengan rendah hati kita serahkan kepada Tuhan yang telah berjanji menyelamatkan kita, sambil juga melatih diri agar tidak jatuh dalam dosa yang memisahkan kita dengan Allah. Dengan kerendahan hati ini kita berpengharapan, dan kita percaya bahwa pengharapan ini tidak mengecewakan oleh karena Roh Kudus telah dicurahkan kepada kita!
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 15:08

osas ini (hanya) sebuah teori kan ?

masalahnya memang di alkitab, ada ayat yg mendukung kedua belah pihak (predestinasi/free will).

Jadi yg terpenting jaga kehidupan kita aja utk menjadi serupa dgn Kristus.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 15:13

Quote :
osas ini (hanya) sebuah teori kan ?

Maksudnya cuma teori itu bagaimana bro?

Seandainya, semua hal sudah ditentuka sebelumnya oleh Tuhan (predestinasi), maka kira kira untuk apa ya Jesus turun ke dunia 2000 tahun yang lalu?

:)
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 15:38

bruce wrote:
Quote :
osas ini (hanya) sebuah teori kan ?

Maksudnya cuma teori itu bagaimana bro?

Seandainya, semua hal sudah ditentuka sebelumnya oleh Tuhan (predestinasi), maka kira kira untuk apa ya Jesus turun ke dunia 2000 tahun yang lalu?

:)

Maksudnya begini om.

ada ayat gini
Gal 1 : 15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

Kemudian dibuatlah teori oleh manusia, karena kalau kita2 ini memang sudah dipilih oleh Allah, maka pasti selamat seterusnya. Saulus ini kurang jahat apa sih terhadap pengikut Yesus ? Tokh ia bisa bertobat dan selamat.

Jadi siapapun dia SEBELUM lahir (di ayat lain bahkan ada yg bilang sebelum dunia dijadikan), bagaimanapun hidup awalnya, kalau Tuhan sudah pilih dia, dia pasti selamat.
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 15:45

Padahal kalo menurut :

Why 3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, ...

Ini berarti bahwa orang yg tadinya sudah selamat (namanya tercantum dlm kitab kehidupan), ternyata keselamatan itu masih bisa dihapus oleh Tuhan.

Nah ayat ini jg kan memunculkan teori yg lain lg.

Jadi teori yg benar seperti apa, kita jg tidak tahu. Yg penting berusaha hidup serupa dgn Kristus. Itu saja.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 15:47

Quote :
Gal 1 : 15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

Kemudian dibuatlah teori oleh manusia, karena kalau kita2 ini memang sudah dipilih oleh Allah, maka pasti selamat seterusnya. Saulus ini kurang jahat apa sih terhadap pengikut Yesus ? Tokh ia bisa bertobat dan selamat.

Jadi siapapun dia SEBELUM lahir (di ayat lain bahkan ada yg bilang sebelum dunia dijadikan), bagaimanapun hidup awalnya, kalau Tuhan sudah pilih dia, dia pasti selamat.

Bagaimana kalau Saulus tidak mau bertobat bro? Bertobat itu pilihan, dia (Saulus) dipilih oleh Allah itu betul, tetapi ia bebas menentukan menerima panggilan untuk melayani Tuhan dan mati dipenggal, atau hidup mengejar-ngejar orang Kristen dan bergelimang kemewahaan dunia.

Setiap kita manusia, memiliki kebebasan, bahkan Jesus pun saat di taman Getsemani harus menentukan pilihan, setia sampai akhir dengan rencanaNya, atau mundur dari kematian. Dan pilihanNya untuk setia yang memberi kemungkinan bagi kita untuk berekonsiliasi dengan Tuhan.

Judaspun, memiliki pilihan itu, dan sayangnya dia memilih yang jahat.

Pilihan, itulah yang membedakan kita dengan mahluk Tuhan yang lain, pilihan untuk setia dalam melayani Tuhan dan setia sampai akhir, itu yang harus kita usahakan.

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 15:48

Quote :
Why 3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, ...

Betul, pada dasarnya setiap manusia diranang untuk selamat, dan pilihan yang kita buatlah, yang akan menentukan kemana kita pada akhirnya, setia pada Tuhan atau tehapus dari buku kehidupan itu.

:)
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 15:49

Djo wrote:
bruce wrote:
Quote :
osas ini (hanya) sebuah teori kan ?

Maksudnya cuma teori itu bagaimana bro?

Seandainya, semua hal sudah ditentuka sebelumnya oleh Tuhan (predestinasi), maka kira kira untuk apa ya Jesus turun ke dunia 2000 tahun yang lalu?

:)

Maksudnya begini om.

ada ayat gini
Gal 1 : 15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

Kemudian dibuatlah teori oleh manusia, karena kalau kita2 ini memang sudah dipilih oleh Allah, maka pasti selamat seterusnya. Saulus ini kurang jahat apa sih terhadap pengikut Yesus ? Tokh ia bisa bertobat dan selamat.

Jadi siapapun dia SEBELUM lahir (di ayat lain bahkan ada yg bilang sebelum dunia dijadikan), bagaimanapun hidup awalnya, kalau Tuhan sudah pilih dia, dia pasti selamat.

Wah itu ayat yg mnarik Bro.
Sejak kapan pemilihannya Bro???
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 16:03

bruce wrote:
Quote :
osas ini (hanya) sebuah teori kan ?

Maksudnya cuma teori itu bagaimana bro?

Seandainya, semua hal sudah ditentuka sebelumnya oleh Tuhan (predestinasi), maka kira kira untuk apa ya Jesus turun ke dunia 2000 tahun yang lalu?

:)

wah, pertanyaannya jadi gitu sih ?

gimana kalau saya nanya juga, kalau memang Tuhan Maha Kuasa kenapa harus disalib sih ? Laughing

ck..ck..ck...
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 16:04

Damai bagi semua.

Jadi pingin menceritakan lagi pemahamanku tentang sedikit mengenai kisah penciptaan.

Menurut pemahamanku, kalau segala sesuatunya sudah ditentukan oleh Sang Pencipta, lantas untuk apa Sang Pencipta mengeluarkan larangan agar manusia tidak menyentuh buah terlarang? Menurut pemahamanku, justru karena Sang Pencipta belum menentukan segala sesuatu, dan kepada manusia diberi kebebasan, maka Sang Pencipta mengeluarkan larangan. Namun, bukan berarti Dia tidak mampu membuat ketentuan atau ketetapan yang mesti dan harus berjalan. Dia memberi kebebasan kepada manusia. Mungkin itu yang diistilahkan dengan free will itu. Sang Pencipta ingin agar secara merdeka, ciptanNya mematuhiNya, bukan terpaksa.

Demikian juga tentang keselamatan. Tuhan datang memberi keselamatan kepada manusia secara merdeka. Manusia merdeka apakah hendak memilih keselamatan atau tidak. Bagi yang percaya, akan selamat. Bagi yang tidak mau percaya, akan binasa.

Diskusi ini kayaknya membahas tentang apakah para pihak yang pernah percaya tetap beroleh keselamatan atau dimungkinkan untuk kemudian tidak selamat? Menurut hematku, peristiwa Rasul Petrus yang hendak tenggelam sangat cocok menjadi contoh.

Dikisahkan, ketika para murid Yesus didalam perahu, Yesus datang dengan berjalan diatas air. Para murid mengira Tuhan sebagai hantu. Setelah mengkonfirmasi, Petrus hakkul yakin bahwa Dia yang datang adalah Yesus Sang Juru Selamat, maka Petrus berani berjalan diatas air juga. Namun, sementara berjalan, Petrus menjadi ragu apakah Dia benar Yesus atau bukan. E'e'eee... Petrus nyaris tenggelam. Kemudian Yesus mengulurkan tanganNya, Petruspun selamat.

Kembali ke Sekali Selamat Tetap Selamat. Berdasar ilustrasi Petrus yang hampir tenggelam itu, menurutku sangat cocok menggambarkan bahwa keselamatan yang telah diperoleh seseorang dimungkinkan untuk hilang, yaitu manakala dia menjadi ragu.

Nah, tentang percaya, kalau tidak salah ingat, percaya itu juga harus dibuktikan dari tingkah laku, pemikiran, dan perkataan. Apa hebatnya di bibir berkata percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat, tetapi di perlakuan membuktikan kebalikannya?

Yang ingin saya katakan adalah, bahwa saya sepihak dengan orang yang menyatakan bahwa keselamatan bisa hilang dari seseorang yang pernah berkata bahwa dia percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Keselamatan itu harus dirawat.

Tapi, kembali lagi, manusia diberi kemerdekaan hakiki. Meskipun Tuhan tidak setuju dengan sikap dan perbuatan manusia, Tuhan tidak serta merta mencabut kemerdekaan yang sudah diberiNya kepada manusia.

Damai bagi Pengikut Kristus, ikut bukan hanya di kata.
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 16:06

bruce wrote:

Judaspun, memiliki pilihan itu, dan sayangnya dia memilih yang jahat.

Yoh 17:12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

lalu ayat ini bagaimana om ?

Bagamana jika saya mengatakan seperti ini om ?

Yudas telah ditentukan utk binasa. Bagaimana caranya ? Melalui pilihan Yudas itu sendiri.

Apakah sulit bagi Tuhan utk menentukan rancangan (predestinasi) bagi seseorang yg SESUAI dgn pilihan (free will) orang tsb ? saya rasa tidak.

Laughing
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 16:09

keselamatan bisa hilang ?
jelas bisa, kalau kita pindah agama (gak mengakui Kristus sebagai TUHAN) kita juga sudah akan kehilangan keselamatan (walaupun menurut sebagian dari kita TUHAN nya sama Razz).

cuma kalau keselamatan itu = anugerah plus perbuatan baik kembali ke pertanyaan saya diatas : seberapa besar kekuatan/pengaruh perbuatan baik kita ini untuk dapat beroleh keselamatan ?
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 16:17

siip wrote:

Wah itu ayat yg mnarik Bro.
Sejak kapan pemilihannya Bro???

maksud saya dgn kata "dia" itu maksudnya manusia ya bro, bukan sebatas tokoh paulus.

kalo menurut pengakuan Paulus sih ia dipilih sejak dalam kandungan bro.

Tapi ada beberapa ayat serupa yg mengatakan sebelum dunia dijadikan.

Ini misalnya
Ef 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Ada masalah disana bro ?


Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 16:22

Quote :
Seandainya, semua hal sudah ditentuka sebelumnya oleh Tuhan (predestinasi), maka kira kira untuk apa ya Jesus turun ke dunia 2000 tahun yang lalu?




wah, pertanyaannya jadi gitu sih ?

Lho, ngga ngerti pertanyaan saya bro? Jika manusia A sudah dirancang selamat, ya selamat saja tanpa peduli Jesus disalib ataupun tidak. Begitu pula jika seorang manusia sudah dirancang untuk binasa, maka setaat apapun dia pada akhirnya toh binasa juga.

Beda dengan pertanyaan anda yang ini :

Quote :
gimana kalau saya nanya juga, kalau memang Tuhan Maha Kuasa kenapa harus disalib sih ?

Jika dijawab dengan serius, maka :

Sebenarnya bukan menjadi suatu keharusan mutlak bagi Kristus untuk menderita di salib bagi kita, namun memang itulah yang dipilih-Nya, dan ini sudah direncanakan-Nya sejak awal mula dunia. Sebab Allah sudah mengetahui segala sesuatunya, bahwa manusia pertama akan jatuh dalam dosa, dosa asal inilah yang akan diturunkan kepada semua umat manusia, dan karena manusia tak dapat menebus dosanya sendiri, maka Allah memutuskan untuk mengutus Putera-Nya sendiri untuk menebus dosa manusia dengan sengsara-Nya di kayu salib. Penderitaan yang tak terlukiskan di kayu salib tersebut adalah bukti kasih Allah yang tiada terbatas, dan juga bukti keadilan yang sempurna, yang menunjukkan kejamnya akibat dosa, yang harus dipikul oleh Kristus, untuk membebaskan kita manusia dari belenggu dosa. Maka walaupun setetes darah-Nya sebenarnya cukup untuk menebus seluruh dosa manusia, namun Yesus justru mau menyatakan yang lebih sempurna dan “superabundant” daripada itu. Sebab Ia mau menunjukkan kasih yang melebihi dari apa yang disyaratkan, kasih yang mengatasi segalanya. Kerendahan hati Yesus yang ditunjukkan-Nya dengan kerelaan-Nya menjadi manusia dan menderita di kayu salib merupakan “obat penawar”/ antidote bagi dosa asal Adam, yaitu kesombongan ingin menjadi/ menyamai Allah. Ketaatan Kristus terhadap kehendak Allah Bapa menawarkan ketidak-taatan Adam kepada Allah (lih. Rom 5:19).
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 16:26

bruce wrote:
Quote :
Seandainya, semua hal sudah ditentuka sebelumnya oleh Tuhan (predestinasi), maka kira kira untuk apa ya Jesus turun ke dunia 2000 tahun yang lalu?




wah, pertanyaannya jadi gitu sih ?

Lho, ngga ngerti pertanyaan saya bro? Jika manusia A sudah dirancang selamat, ya selamat saja tanpa peduli Jesus disalib ataupun tidak. Begitu pula jika seorang manusia sudah dirancang untuk binasa, maka setaat apapun dia pada akhirnya toh binasa juga.

kata siapa harus begitu ?
rancangan/jalan TUHAN kan gak seperti yang kita pikirkan, Om... :)


Quote :

Beda dengan pertanyaan anda yang ini :

Quote :
gimana kalau saya nanya juga, kalau memang Tuhan Maha Kuasa kenapa harus disalib sih ?

Jika dijawab dengan serius, maka :

Sebenarnya bukan menjadi suatu keharusan mutlak bagi Kristus untuk menderita di salib bagi kita, namun memang itulah yang dipilih-Nya, dan ini sudah direncanakan-Nya sejak awal mula dunia. Sebab Allah sudah mengetahui segala sesuatunya, bahwa manusia pertama akan jatuh dalam dosa, dosa asal inilah yang akan diturunkan kepada semua umat manusia, dan karena manusia tak dapat menebus dosanya sendiri, maka Allah memutuskan untuk mengutus Putera-Nya sendiri untuk menebus dosa manusia dengan sengsara-Nya di kayu salib. Penderitaan yang tak terlukiskan di kayu salib tersebut adalah bukti kasih Allah yang tiada terbatas, dan juga bukti keadilan yang sempurna, yang menunjukkan kejamnya akibat dosa, yang harus dipikul oleh Kristus, untuk membebaskan kita manusia dari belenggu dosa. Maka walaupun setetes darah-Nya sebenarnya cukup untuk menebus seluruh dosa manusia, namun Yesus justru mau menyatakan yang lebih sempurna dan “superabundant” daripada itu. Sebab Ia mau menunjukkan kasih yang melebihi dari apa yang disyaratkan, kasih yang mengatasi segalanya. Kerendahan hati Yesus yang ditunjukkan-Nya dengan kerelaan-Nya menjadi manusia dan menderita di kayu salib merupakan “obat penawar”/ antidote bagi dosa asal Adam, yaitu kesombongan ingin menjadi/ menyamai Allah. Ketaatan Kristus terhadap kehendak Allah Bapa menawarkan ketidak-taatan Adam kepada Allah (lih. Rom 5:19).

bukan keharusan mutlak bagi KRISTUS untuk disalib, tapi itulah RENCANA BAPA buat DIA.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   10th June 2011, 16:30

T2Y wrote:
cuma kalau keselamatan itu = anugerah plus perbuatan baik kembali ke pertanyaan saya diatas : seberapa besar kekuatan/pengaruh perbuatan baik kita ini untuk dapat beroleh keselamatan ?

Wah... saya bukan teolog. Bagaimana saya harus menjawab pertanyaanmu? (Eh, apakah T2Y yang di LT lama menganjurkan kami sekeluarga untuk mengangkat topik tertentu pada ibadat keluarga, atau MasterBlood? Maaf kalau salah ingat, tapi terima kasih atas segala saran yang mendekatkan kepada Kristus).

Kupikir, keselamatan yang sudah dimiliki seseorang, bukan hanya karena pindah agama dari agama yang dikepalai Tuhan Yesus kepada agama yang tidak mengakui ketuhanan Yesus, dapat menjadi hilang.

Contoh sederahanya, walaupun di KTP seseorang tertera bahwa dia pengikut Kristus, setiap hari minggu dia beribadah ke gereja, tetapi profesinya adalah pembunuh bayaran, menurut yang kufahami, yang seperti itu tidak akan beroleh keselamatan.

Jadi, seseorang yang telah dibaptis dalam nama Allah Tritunggal, harus tetap menjaga sikap dan perilaku, serta perkataan dan perbuatan juga pikiran untuk selalu percaya pada Tuhan Yesus. Kepercayaan kepada Tuhan Yesus terbukti dari itu tadi, perkataan, perbuatan, dan karya karitatif. Okeh, selama masih makan dan minum, tidak mungkin untuk tidak jatuh kedalam dosa. Dalam hal seperti itu perlu pertobatan.

Damai, damai, damai.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Sekali Selamat Tetap Selamat   Today at 09:14

Kembali Ke Atas Go down
 
Sekali Selamat Tetap Selamat
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 16Pilih halaman : 1, 2, 3 ... 8 ... 16  Next
 Similar topics
-
» Widget Selamat Datang [TOBI NARUTO - BAHASA INGGRIS)
» My Lovely New Ninja
» Absen Buat yang belum dapet Motor 250R
» Si Ijo trip to Bandoeng
» bandung - jakarta

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Ruang Antar Kristen (Khusus Penganut Kristen Trinitarian) :: Ajaran Kristen-
Navigasi: