Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
PengirimMessage
erusi7
Bintara
Bintara


Jumlah posting : 89
Join date : 11.03.12

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   6th April 2012, 22:04

@Husada

Quote :
Saya sendiri, berdasar kemerdekaan saya, saya tidak percaya pada tafsir tanpa rujukan.

Kamu tidak percaya sesuatu tanpa rujukan. Jika demikian apa rujukan yang kamu gunakan untuk kamu percaya dengan teori evolusi iaitu manusia itu berasal daripada monyet?

Quote :
Di Alkitab, sepanjang yang saya tangkap, Adam dan Hawa itu tidak pernah dikatakan mempunyai anak perempuan. Bagaimana mungkin saya mempercayai terjadinya incest pada anak-anak Adam dan Hawa?




Quote :
Pada masa itu, banyak primata sejenis Adam dan Hawa, tetapi hanya kepada Adam yang ditiupkan roh, dan Hawa dibentuk oleh Tuhan menjadi penolong bagi Adam. Diungkapkan, mereka tidak mempunyai anak perempuan. Jadi, anak-anaknya, yang mewarisi roh dari Adam, bisa berkembang biak secara fisik dengan kawin kepada primata sejenis yang tidak mendapat tiupan roh.



Bible tiada menyebut Adam mempunyai anak perempuan, then kerana itu kamu tidak mempercayai terjadinya incest pada anak-anak Adam dan Hawa. Namun bible pun tiada menyebut bahawa anak-anak Adam, yang mewarisi roh dari Adam, berkembang biak secara fisik dengan kawin kepada primata sejenis yang tidak mendapat tiupan roh. Atau bible juga tiada meyebut kewujudan primata sejenis lain yang berlainan gender dengan anak Adam itu?? Then kenapa pula yang ini kamu percayai iaitu anak-anak Adam berkahwin dengan primata-primata lain sedangkan ini juga tidak dinyatakan di dalam bible??

Apa rujukan yang kamu gunakan untuk mempercayai perkara ini kerana difahamkan kamu tidak mempercayai sesuatu yang tanpa rujukan??
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   8th April 2012, 12:15

Husada wrote:

Allah itu bukan fisik, bukan zat padat, bukan zat cair, bukan zat gas, bukan kombinasi zat. Jika striker melihat suatu gambar dan itu dikatakan gambar Allah, yakinlah bahwa pada saat itu striker sedang dibo'ongi.

Damai, damai, damai.

Saya tertarik dan setuju dengan pendapat ini, berarti gambar Yesus yg selama ini dilihat oleh umat kristen adalah BUKAN gambar Allah ya mas? Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   8th April 2012, 13:04

bruce wrote:
Silancah wrote:
bruce wrote:
Maksudnya sama dalam hal apa?

Sama dalam hal memiliki kemampuan untuk berkreasi, memiliki kemampuan rohani (memiliki roh).

Apakah pemahaman Bang Bruce itu universal atau bersifat pribadi?
Jika universal, siapakah yang pertama kali menyatakan pemahaman tersebut?
Jika pribadi, berarti dimungkinkan ada banyak variasi pemahaman tentang "Sama" dalam ayat tersebut?

Memangnya anda anggap saya ini punya jabatan tinggi sehingga bisa menyampaikan pemahaman Kristen, ha ha ha. Itu pemahaman universal kang, at least secara Katolik.

Siapa yang mengajarkannya pertama kali ? Ehmm, kalo ngga salah Thomas Aquinas, dan sebelumnya St.Agustinus.

Whether the image of God is in man?

Objection 1. It would seem that the image of God is not in man. For it is written (Isaiah 40:18): "To whom have you likened God? or what image will you make for Him?"

Objection 2. Further, to be the image of God is the property of the First-Begotten, of Whom the Apostle says (Colossians 1:15): "Who is the image of the invisible God, the First-Born of every creature." Therefore the image of God is not to be found in man.

Objection 3. Further, Hilary says (De Synod [Super i can. Synod. Ancyr.) that "an image is of the same species as that which it represents"; and he also says that "an image is the undivided and united likeness of one thing adequately representing another." But there is no species common to both God and man; nor can there be a comparison of equality between God and man. Therefore there can be no image of God in man.

On the contrary, It is written (Genesis 1:26): "Let Us make man to Our own image and likeness."

I answer that, As Augustine says (QQ. 83, qu. 74): "Where an image exists, there forthwith is likeness; but where there is likeness, there is not necessarily an image." Hence it is clear that likeness is essential to an image; and that an image adds something to likeness--namely, that it is copied from something else. For an "image" is so called because it is produced as an imitation of something else; wherefore, for instance, an egg, however much like and equal to another egg, is not called an image of the other egg, because it is not copied from it.

But equality does not belong to the essence of an image; for as Augustine says (QQ. 83, qu. 74): "Where there is an image there is not necessarily equality," as we see in a person's image reflected in a glass. Yet this is of the essence of a perfect image; for in a perfect image nothing is wanting that is to be found in that of which it is a copy. Now it is manifest that in man there is some likeness to God, copied from God as from an exemplar; yet this likeness is not one of equality, for such an exemplar infinitely excels its copy. Therefore there is in man a likeness to God; not, indeed, a perfect likeness, but imperfect. And Scripture implies the same when it says that man was made "to" God's likeness; for the preposition "to" signifies a certain approach, as of something at a distance.

Reply to Objection 1. The Prophet speaks of bodily images made by man. Therefore he says pointedly: "What image will you make for Him?" But God made a spiritual image to Himself in man.

Reply to Objection 2. The First-Born of creatures is the perfect Image of God, reflecting perfectly that of which He is the Image, and so He is said to be the "Image," and never "to the image." But man is said to be both "image" by reason of the likeness; and "to the image" by reason of the imperfect likeness. And since the perfect likeness to God cannot be except in an identical nature, the Image of God exists in His first-born Son; as the image of the king is in his son, who is of the same nature as himself: whereas it exists in man as in an alien nature, as the image of the king is in a silver coin, as Augustine says explains in De decem Chordis (Serm. ix, al, xcvi, De Tempore).

Reply to Objection 3. As unity means absence of division, a species is said to be the same as far as it is one. Now a thing is said to be one not only numerically, specifically, or generically, but also according to a certain analogy or proportion. In this sense a creature is one with God, or like to Him; but when Hilary says "of a thing which adequately represents another," this is to be understood of a perfect image.

Mudah mudahan menjawab

Salam

mumet tenan aku mocone... Embarassed

terus kesimpulannya apa mas? pake boso dewe to...
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   8th April 2012, 15:00

striker wrote:
bruce wrote:
Silancah wrote:
bruce wrote:
Maksudnya sama dalam hal apa?

Sama dalam hal memiliki kemampuan untuk berkreasi, memiliki kemampuan rohani (memiliki roh).

Apakah pemahaman Bang Bruce itu universal atau bersifat pribadi?
Jika universal, siapakah yang pertama kali menyatakan pemahaman tersebut?
Jika pribadi, berarti dimungkinkan ada banyak variasi pemahaman tentang "Sama" dalam ayat tersebut?

Memangnya anda anggap saya ini punya jabatan tinggi sehingga bisa menyampaikan pemahaman Kristen, ha ha ha. Itu pemahaman universal kang, at least secara Katolik.

Siapa yang mengajarkannya pertama kali ? Ehmm, kalo ngga salah Thomas Aquinas, dan sebelumnya St.Agustinus.

Whether the image of God is in man?

Objection 1. It would seem that the image of God is not in man. For it is written (Isaiah 40:18): "To whom have you likened God? or what image will you make for Him?"

Objection 2. Further, to be the image of God is the property of the First-Begotten, of Whom the Apostle says (Colossians 1:15): "Who is the image of the invisible God, the First-Born of every creature." Therefore the image of God is not to be found in man.

Objection 3. Further, Hilary says (De Synod [Super i can. Synod. Ancyr.) that "an image is of the same species as that which it represents"; and he also says that "an image is the undivided and united likeness of one thing adequately representing another." But there is no species common to both God and man; nor can there be a comparison of equality between God and man. Therefore there can be no image of God in man.

On the contrary, It is written (Genesis 1:26): "Let Us make man to Our own image and likeness."

I answer that, As Augustine says (QQ. 83, qu. 74): "Where an image exists, there forthwith is likeness; but where there is likeness, there is not necessarily an image." Hence it is clear that likeness is essential to an image; and that an image adds something to likeness--namely, that it is copied from something else. For an "image" is so called because it is produced as an imitation of something else; wherefore, for instance, an egg, however much like and equal to another egg, is not called an image of the other egg, because it is not copied from it.

But equality does not belong to the essence of an image; for as Augustine says (QQ. 83, qu. 74): "Where there is an image there is not necessarily equality," as we see in a person's image reflected in a glass. Yet this is of the essence of a perfect image; for in a perfect image nothing is wanting that is to be found in that of which it is a copy. Now it is manifest that in man there is some likeness to God, copied from God as from an exemplar; yet this likeness is not one of equality, for such an exemplar infinitely excels its copy. Therefore there is in man a likeness to God; not, indeed, a perfect likeness, but imperfect. And Scripture implies the same when it says that man was made "to" God's likeness; for the preposition "to" signifies a certain approach, as of something at a distance.

Reply to Objection 1. The Prophet speaks of bodily images made by man. Therefore he says pointedly: "What image will you make for Him?" But God made a spiritual image to Himself in man.

Reply to Objection 2. The First-Born of creatures is the perfect Image of God, reflecting perfectly that of which He is the Image, and so He is said to be the "Image," and never "to the image." But man is said to be both "image" by reason of the likeness; and "to the image" by reason of the imperfect likeness. And since the perfect likeness to God cannot be except in an identical nature, the Image of God exists in His first-born Son; as the image of the king is in his son, who is of the same nature as himself: whereas it exists in man as in an alien nature, as the image of the king is in a silver coin, as Augustine says explains in De decem Chordis (Serm. ix, al, xcvi, De Tempore).

Reply to Objection 3. As unity means absence of division, a species is said to be the same as far as it is one. Now a thing is said to be one not only numerically, specifically, or generically, but also according to a certain analogy or proportion. In this sense a creature is one with God, or like to Him; but when Hilary says "of a thing which adequately represents another," this is to be understood of a perfect image.

Mudah mudahan menjawab

Salam

mumet tenan aku mocone... Embarassed

terus kesimpulannya apa mas? pake boso dewe to...

Halah sampeyan iki mas, mbok yo nganggo google translate, copy sing boso Inggris, paste ning google translate, pilih boso Inggris to Indonesia, Jowo yo ono koq mas.

Very Happy

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   8th April 2012, 18:26

bruce wrote:
Kenapa bisa dapat keseimpulan seperti yang anda erikan kang?

Karena merujuk pada kalimat ini, Bang --> "to a certain analogy or proportion."

Dari beberapa poin sebelumnya, saya menarik kesimpulan bahwa "image" itu tidak bisa diartikan secara harfiah/hurufiah karena Allah tidak berbentuk namun ada beberapa hal/kemampuan pada diri manusia yang mirip dengan Allah yang dikejewantahkan dengan kalimat di atas tersebut.

Tetapi hal/kemampuan apakah itu ... nah, ini yang tidak saya temukan dalam paparan di atas.
Kalau berhenti di kalimat di atas ... berarti hal/kemampuan itu masih terbuka luas untuk diinterpretasikan oleh semua orang.

Bila kesimpulan saya ini salah, semoga Bang Bruce berkenan untuk meluruskannya ...
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   9th April 2012, 09:48

striker wrote:

Teori saya tentang Adam yg saya percayai hanya satu adalah saya bukan keturunan sejenis 'monyet', tapi kalau itu yg anda percayai ya monggo.. Very Happy
Hihhihhiii... di benak striker ketika menuliskan /keturunan sejenis 'monyet'/ itu mungkin jumlah generasinya masih dapat dihitung, ya? Hihhihhiii... mengingat pada permulaannya belum ada alat penyimpan data atau informasi, memang sampai abad xxi ini belum ada teknologi manusia bumi yang dapat menghitung jumlah generasi evolusi secara akurat. Dan, saya pikir, peristiwa evolusi itu bukan terjadi pada 5 generasi saja. Tidak dengan jelas dapat ditunjukkan pada generasi keberapa sudah terjadi perubahan karena evolusi. Perlahan, dan bahkan sangat perlahan untuk sampai pada spesies baru yang sudah berbeda dari spesies asalnya, yaitu dengan berubahnya susunan atau formasi gen-nya.
Quote :
mengenai ayat ini: (26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Mungkin njenengan bisa menjelaskannya secara tdk hurufiah mas, monggo :)
Terima kasih. Pemahaman saya, menambah penjelasan kawan-kawan lain, menurut gambar dan rupa kita pada ayat tersebut saya artikan bahwa manusia diberi kebebasan untuk menguasai bumi. Manusia diberi kemampuan berkreasi. Manusia diberi kuasa merekayasa. Namun, mengingat kalimat itu menggunakan kata /menurut/, maka sampai kapan pun, kemampuan manusia itu tidak akan bisa menyamai kemampuan Tuhan, bahwa kemampuan manusia itu menuruti, atau mengikuti, atau mencontoh, atau mengekor kemampuan Tuhan. Artinya, kemampuan Tuhan akan selalu menjadi patron, atau model, atau idola, atau acuan dari kemampuan manusia. Dalam hal itu, ada saja manusia sombong yang lupa, sehingga menginginkan kesejajaran diri dengan Tuhan, merasa dapat menyaingi Tuhan, merasa punya hak hak mewakili Tuhan.

Untuk mengingatkan itu pula maka menurut pemahaman saya, Paulus mengingatkan manusia di Korintus dengan berharap agar manusia menaruh pikiran dan perasaan menyerupai Yesus Kristus, dimana walaupun Yesus Kristus dalam rupa Allah, namun Yesus Kristus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan (Filipi 2:6).

Quote :
Apakah maksudnya anda tidak percaya kalau kita berlaku baik, pasti kita mendapatkan upah yg baik pula/pahala, demikian juga bila kita berperilaku buruk, tentu kita akan menerima hukuman/dosa? :)
Di sini, mungkin pemahaman kita berbeda jauh, meskipun sekilas kelihatannya sama. Anda mengartikan bahwa perbuatan Anda yang baik-baik itu adalah sarana bagi Anda untuk memperoleh upah yang baik, yang Anda katakan sebagai pahala. Sementara menurut pemahaman saya, yang baik-baik itu saya lakukan dengan bebas karena itu diperuntukkan bagi saya. Namun, selain itu, bagi saya tersedia juga yang buruk-buruk, yang bebas saya ambil, dan kepada saya dihimbaukan agar saya tidak memilih yang buruk. Jadi, saya melakukan perbuatan yang baik-baik, bukan untuk memperoleh upah/pahala, melainkan untuk memelihara kebaikan itu tetap menjadi milik saya sampai kesudahannya. Saya bebas melakukannya, dan pun kalau dalam satu-satu masa (bahkan sering), saya melakukan atau memilih yang buruk, maka ketika saya telah menyesalinya kemudian saya akan datang ke hadapan Bapa minta pengampunan.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   9th April 2012, 10:21

Husada wrote:
Hihhihhiii... di benak striker ketika menuliskan /keturunan sejenis 'monyet'/ itu mungkin jumlah generasinya masih dapat dihitung, ya? Hihhihhiii... mengingat pada permulaannya belum ada alat penyimpan data atau informasi, memang sampai abad xxi ini belum ada teknologi manusia bumi yang dapat menghitung jumlah generasi evolusi secara akurat. Dan, saya pikir, peristiwa evolusi itu bukan terjadi pada 5 generasi saja. Tidak dengan jelas dapat ditunjukkan pada generasi keberapa sudah terjadi perubahan karena evolusi. Perlahan, dan bahkan sangat perlahan untuk sampai pada spesies baru yang sudah berbeda dari spesies asalnya, yaitu dengan berubahnya susunan atau formasi gen-nya.

Mau tanya sedikit pemahaman Anda tentang yang satu ini, bro Husada

Pada masa itu, banyak primata sejenis Adam dan Hawa, tetapi hanya kepada Adam yang ditiupkan roh, dan Hawa dibentuk oleh Tuhan menjadi penolong bagi Adam. Diungkapkan, mereka tidak mempunyai anak perempuan. Jadi, anak-anaknya, yang mewarisi roh dari Adam, bisa berkembang biak secara fisik dengan kawin kepada primata sejenis yang tidak mendapat tiupan roh.

Jenis primata apakah Adam dan Hawa tersebut? Pithecanthropus Erectus? Homo Erectus?
Mungkin informasinya gak sedetil itu, ya?

Lalu di Kitab Kejadian 4 disebutkan
(17) Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
(18) Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh.

Apakah urutan orang tua dan anak itu di atas mewakili satu generasi? Maksudnya, apakah Henokh itu benar2 anak Kain atau apakah Henokh itu kerutunan Kain (melewati beberapa generasi)? Lalu Irad itu anak Henokh ataukah Irad keturunan dari Henokh?
Semua nama yang disebutkan di atas pun merupakan primata?

Saya hanya bertanya saja bro .. jangan dianggap sedang merusuhi Bibel Anda ya ...
Kalau memang tidak ada pendapat tentang kedua pertanyaan di atas di dalam Bibel (rasanya tidak ada) atau diskusi ilmiah dalam agama Anda, saya bisa memahami dan tidak akan memperpanjang lagi.


Terakhir diubah oleh Silancah tanggal 9th April 2012, 10:56, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   9th April 2012, 11:07

Damai bagimu erusi7
erusi7 wrote:
Kamu tidak percaya sesuatu tanpa rujukan. Jika demikian apa rujukan yang kamu gunakan untuk kamu percaya dengan teori evolusi iaitu manusia itu berasal daripada monyet?
Hihhihhiii... apakah erusi7 tidak menangkap yang telah saya posting sebelumnya mengenai pikiran saya tentang kisah penciptaan itu? Di situ saya katakan bahwa menurut pemahaman saya, kisah penciptaan itu adalah ringkasan atau ikhtisar atau resume iman manusia, bahwa Tuhan adalah pencipta segala sesuatu. Apakah untuk iman seperti itu harus mempunyai rujukan?

Quote :
Bible tidak menyebut Adam mempunyai Anak perempuan, then kerana itu kamu tidak mempercayai terjadinya incest paa anak-anak Adam dan Hawa. Namun bible pun tidak menyebut bahawa anak-anak Adam, yang mewarisi roh dari Adam, berkembang biak secara fisik dengan kawin kepada promata sejenis yang tidak mendapat tiupan roh. Atau bible juga tiada menyebut kewujudan primata sejenis lain yang berlainan gender dengan anak Adam itu?? Then kenapa pula yang ini kamu percayai iaitu anak-anak Adam berkahwin dengan primata-primata lain sedangkan ini juga tidak dinyatakan dalam bible??
Wah, senang mengetahui bahwa erusi7 banyak membaca Alkitab yang erusi7 sebut sebagai Bible (saya ganti b dengan B). Itu saya simpulkan dari berbagai posting-anmu. Terpujilah Tuhan.

Agar pengertian yang erusi dapat adalah pengertian sebagaimana dimaksudkan, harap agar ketika membaca Alkitab, kosongkan lebih dahulu doktrin-doktrin yang pernah erusi7 dapat dari siapapun. Artikanlah kisah-kisah yang diceritakan disana sebagaimana dimaksudkan.

Jika erusi7 membaca Alkitab dengan mencari sebarang kesalahan, dengan membandingkan dengan indoktrinasi yang erusi7 dapatkan dari pengkisah-pengkisah yang hidup berabad-abad setelah Alkitab itu sendiri, besar kemungkinan pengertian yang erusi7 tangkap akan melenceng dari arti sebenarnya. Paling pokok menurut saya, pertimbangkan usia kisah-kisah Alkitab itu dengan indoktrinasi yang pernah erusi7 terima. Tapi, itu sekedar usul. Diterima, syukur, dan kalau tidak diterima tidak diterima, yah... erusi7 adalah manusia merdeka.

Pada Kitab Kejadian, dari awal sampai akhir, terangkai dalam linier waktu, kecuali dinyatakan lain. Artinya, kisah-kisah pada pasal 1 merupakan awal permulaan pasal 2, dst. Anda sepakat? Kemudian, pada Kejadian 4:14, Kain berkata kepada Tuhan, "Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku."

Jika dengan melepaskan lebih dahulu indoktrinasi yang pernah Anda terima, menurut Anda, siapa yang dimaksudkan oleh Kain dengan frasa yang saya tebalkan dan saya warnai biru itu? Apakah sudah ada anak-anak Adam dan Hawa selain Kain dan Habel yang berserak dari tempat asalnya?

Kemudian, di ayat 15, dapat dibaca, Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh
tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.


Menurut Anda, siapakah yang dimaksud dengan frasa yang saya tebalkan dan saya warnai biru itu? Apakah Tuhan tidak mengetahui bahwa belum ada 'orang' lain di tempat lain, sehingga Tuhan harus menaruh tanda pada Kain. Lalu, tanda apa yang ditaruh Tuhan kepada Kain? Tanda itulah yang saya maksudkan dengan warisan roh yang ditiupkan Tuhan kepada Adam.

Nah, menurut pemahaman saya, frasa yang saya tebalkan dan saya warnai biru itu mengindikasikan bahwa selain Adam dan keluarganya, pada masa itu, sudah ada 'orang' lain di bumi, yang tidak memperoleh tiupan Roh dari Tuhan. Atau, erusi7 berpendapat lain?

Quote :
Apa rujukan yang kamu gunakan untuk mempercayai perkara ini kerana difahamkan kamu tidak mempercayai sesuatu yang tanpa rujukan??
Saya kira, dengan pikiran yang terkandung dalam posting-an berupa analisis itu, erusi7 tidak perlu mencari-cari rujukan saya. Karena, memang pemahaman seperti itu tidak perlu rujukan. Saya hanya menganalisis dari kronologis linier waktu saja. Bahwa sejak pasal 1:1, sampai ke pasal 4:14 itu, manusia yang diciptakan oleh Tuhan (saya pahami sebagai 'orang' yang mendapat tiupan roh) hanya Adam saja, dan kemudian keluarga Adam dibentuk dari Adam sendiri. Dan Kain ditaruh tanda (warisan roh) oleh Tuhan dengan tujuan agar Kain tidak dibunuh 'orang' yang tidak mendapat tiupan roh dari Tuhan.

Jika erusi7 punya pendapat lain, mari sharing-kan. Kita belajar Alkitab bersama. Tentu untuk memperkaya khasanah, partisipan lain juga merdeka untuk turut urun rembug.

Damai bagi LTBers.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara


Terakhir diubah oleh Husada tanggal 9th April 2012, 11:58, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   9th April 2012, 11:30

Husada wrote:
Damai bagimu erusi7
erusi7 wrote:
Kamu tidak percaya sesuatu tanpa rujukan. Jika demikian apa rujukan yang kamu gunakan untuk kamu percaya dengan teori evolusi iaitu manusia itu berasal daripada monyet?
Hihhihhiii... apakah erusi7 tidak menangkap yang telah saya posting sebelumnya mengenai pikiran saya tentang kisah penciptaan itu? Di situ saya katakan bahwa menurut pemahaman saya, kisah penciptaan itu adalah ringkasan atau ikhtisar atau resume iman manusia, bahwa Tuhan adalah pencipta segala sesuatu[/i]. Apakah untuk iman seperti itu harus punya rujukan?

Quote :
Bible tiada menyebut Adam mempunyai anak perempuan, then kerana itu kamu tidak mempercayai terjadinya incest pada anak-anak Adam dan Hawa. Namun bible pun tiada menyebut bahawa anak-anak Adam, yang mewarisi roh dari Adam, berkembang biak secara fisik dengan kawin kepada primata sejenis yang tidak mendapat tiupan roh. Atau bible juga tiada meyebut kewujudan primata sejenis lain yang berlainan gender dengan anak Adam itu?? Then kenapa pula yang ini kamu percayai iaitu anak-anak Adam berkahwin dengan primata-primata lain sedangkan ini juga tidak dinyatakan di dalam bible??
Wah, senang mengetahui bahwa erusi7 banyak membaca Alkitab yang erusi sebut sebagai Bible (saya ganti b dengan B). Saya simpulkan dari berbagai posting[/]-anmu. Puji Tuhan.

Agar pengertian yang erusi dapat adalah pengertian sebagaimana dimaksudkan, harap agar ketika membaca Alkitab, kosongkan lebih dahulu doktrin-doktrin yang pernah erusi7 dapat dari siapapun. Artikanlah kisah-kisah yang diceritakan di sana sebagaimana dimaksudkan.

Jika erusi membaca Alkitab dengan tujuan mencari sebarang kesalahan, dengan membandingkan dengan indoktrinasi erusi7 dapatkan dari pengkisah-pengkisah yang hidup setelah usia kisah Alkitab sudah berabad-abad, besar kemungkinan pengertian yang erusi7 tangkap akan melenceng. Paling pokok menurut saya, pertimbangkan lagi usia kisah-kisah Alkitab itu dengan doktrinasi yang pernah erusi7 terima. Tapi, itu hanya sekedar usul. Diterima syukur, tidak diterima ya erusi7 adalah manusia merdeka.

Pada Kitab Kejadian, dari awal sampai akhir, terangkai dalam linier waktu, kecuali dinyatakan lain. Artinya, kisah-kisah pada pasal 1 merupakan permulaan dari kisah-kisah pasal 2, dst. Anda sepakat? Kemudian, pada Kejadian 4:14, Kain berkata kepada Tuhan, "Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi
dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka
[b]barangsiapa yang akan bertemu dengan aku,
tentulah akan membunuh aku." Jika dengan melepaskan lebih dahulu indoktrinasi yang pernah Anda terima, menurut Anda, siapa yang dimaksudkan oleh Kain dengan frasa yang saya tebalkan dan saya warnai biru itu? Apakah sudah ada anak-anak Adam dan Hawa selain Kain dan Habel yang berserak dari tempat asalnya?

Kemudian, di ayat 15, dapat dibaca, Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh
Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh
tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang
bertemu dengan dia.
Menurut Anda, siapakah yang dimaksud dengan frasa yang saya tebalkan dan saya warnai biru itu? Apakah Tuhan tidak mengetahui bahwa belum ada 'orang' lain di tempat lain, sehingga Tuhan harus menaruh tanda pada Kain. Lalu, tanda apa yang ditaruh Tuhan kepada Kain?

Nah, menurut pemahaman saya, frasa yang saya tebalkan dan saya warnai biru itu mengindikasikan bahwa [b]selain Adam dan keluarganya
, pada masa itu, sudah ada 'orang' lain di bumi, yang tidak memperoleh tiupan Roh dari Tuhan. Atau, erusi7 berpendapat lain?

Quote :
Apa rujukan yang kamu gunakan untuk mempercayai perkara ini kerana difahamkan kamu tidak mempercayai sesuatu yang tanpa rujukan??
Saya kira, dengan pikiran yang terkandung dalam [posting]-an berupa analisis itu, erusi7 tidak perlu mencari-cari rujukan saya. Karena, memang pemahaman seperti itu tidak perlu rujukan. Kita hanya menganalisis dari kronologis linier waktu saja. Bahwa sejak pasal 1:1, sampai ke pasal 4:14 itu, manusia yang diciptakan oleh Tuhan (saya pahami sebagai 'orang' yang mendapat tiupan roh) hanya Adam saja, dan keluarga Adam dibentuk dari Adam sendiri.

Jika erusi7 punya pendapat lain, mari sharing-kan. Kita belajar Alkitab bersama.

Damai bagi LTBers.

Saya rasa selain kain, ada juga manusia lain, ya Adam, Hawa dan saudaranya kain.

Mungkin maksud dengan 'barangsiapun' tdk merujuk hanya kepada manusia tapi mungkin juga merujuk kepada makhluk lain selain manusia.

Saya pribadi tidak mempercayai teori darwin, bahwa Adam merupakan sejenis primata (monyet) yg diberi Roh oleh Allah.

Tapi saya juga mempercayai bahwa sebelum Adam diciptakan ada makhluk primata (kita menyebutnya manusia purba/sejenis monyet yg berdiri tegak) yg bernaluri seperti hewan.
hal ini mengacu kepada percakapan Allah dengan Malaikat ketika Allah akan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi ini, malaikat sedikit protes, 'Ya Rabb Mengapa engkau jadikan khalifah makhluk yg membuat kekacauan di bumi' (kira2 demikian perkataan malaikat). Apakah malaikat berani mendahului ilmu Allah dengan mengatakan demikian? tentu saja tidak, tapi mungkin saat itu memang sdh ada makhluk di bumi ini (sejenis primata yg berdiri tegak, yg disangka malaikat sebagai manusia yg saling bunuh2an dan membuat kekacauan pada saat itu), sehingga malaikat berani berkata demikian kepada Allah.
tapi malaikat 'kecelek' (salah perkiraan), karena ternyata Allah menciptakan Adam dengan sempurna sebagai manusia (bukan seperti primata yg dikira malaikat tersebut).
Apakah primata tersebut lalu hidup bersama dengan Adam, menurut perkiraan saya primata2 tersbut juga punah bersamaan punahnya hewan lain (mungkin dengan teori kiamat hujan meteor yg juga memunahkan dinosaurus), karena Allah ingin mempersiapkan bumi ini utk Adam.

ini hanya teori saya, masalah kebenaran hanya Allah yg Maha mengetahui. :)
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   9th April 2012, 12:26

Silancah wrote:
Mau tanya sedikit pemahaman Anda tentang yang satu ini, bro Husada

Pada masa itu, banyak primata sejenis Adam dan Hawa, tetapi hanya kepada Adam yang ditiupkan roh, dan Hawa dibentuk oleh Tuhan menjadi penolong bagi Adam. Diungkapkan, mereka tidak mempunyai anak perempuan. Jadi, anak-anaknya, yang mewarisi roh dari Adam, bisa berkembang biak secara fisik dengan kawin kepada primata sejenis yang tidak mendapat tiupan roh.

Jenis primata apakah Adam dan Hawa tersebut? Pithecanthropus Erectus? Homo Erectus?
Mungkin informasinya gak sedetil itu, ya?
Terima kasih, Cah. Anda memang punya pemikiran kritis. Senang bertukar informasi dengan Anda.

Tentang jenis primata masa Adam dan Hawa, sungguh saya sangat menyesalkan karena saya belum tahu, dan di Alkitab tidak dijelaskan. Menurut hemat saya, di sini diperlukan Arkeologi. Dan saya tidak mendalaminya.

Quote :
Lalu di Kitab Kejadian 4 disebutkan
(17) Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
(18) Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh.

Apakah urutan orang tua dan anak itu di atas mewakili satu generasi? Maksudnya, apakah Henokh itu benar2 anak Kain atau apakah Henokh itu kerutunan Kain (melewati beberapa generasi)? Lalu Irad itu anak Henokh ataukah Irad keturunan dari Henokh?
Semua nama yang disebutkan di atas pun merupakan primata?
Ini juga tidak saya ketahui kepersisannya. Kalau kawan-kawan lain punya informasi, silahkan. Atau malah punya pikiran lain? Mari kita sharing-kan. Menurut hemat saya, seluruh primata yang bercampur gen dengan manusia pewaris tiupan roh oleh Tuhan, sudah merupakan manusia modern, seperti kita ini.

Quote :
Saya hanya bertanya saja bro .. jangan dianggap sedang merusuhi Bibel Anda ya ...
Hehhehheee... sangat arif Silancah. Tentang Anda mau merusuhi Alkitab, itu tidak masalah bagi saya. Seperti sering saya posting-kan, kita sama-sama manusia bebas dan merdeka, yang punya nurani sehingga bisa memilih sikap mana yang pantas, dan sikap mana yang kurang pantas. Mau memilih sikap yang manapun, diserahkan kepada masing-masing.
Quote :
Kalau memang tidak ada pendapat tentang kedua pertanyaan di atas di
dalam Bibel (rasanya tidak ada) atau diskusi ilmiah dalam agama Anda,
saya bisa memahami dan tidak akan memperpanjang lagi.
Sejauh ini, memang saya belum ada pendapat tentang itu, Cah. Dan saya sangat menghargai pendapat Anda mengenai tidak akan memperpanjang. Sebab, memang bahasan kita untuk sub topik ini, rasanya semakin jauh dari judul trit.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   9th April 2012, 12:40

Husada wrote:
Silancah wrote:
Mau tanya sedikit pemahaman Anda tentang yang satu ini, bro Husada

Pada masa itu, banyak primata sejenis Adam dan Hawa, tetapi hanya kepada Adam yang ditiupkan roh, dan Hawa dibentuk oleh Tuhan menjadi penolong bagi Adam. Diungkapkan, mereka tidak mempunyai anak perempuan. Jadi, anak-anaknya, yang mewarisi roh dari Adam, bisa berkembang biak secara fisik dengan kawin kepada primata sejenis yang tidak mendapat tiupan roh.

Jenis primata apakah Adam dan Hawa tersebut? Pithecanthropus Erectus? Homo Erectus?
Mungkin informasinya gak sedetil itu, ya?
Terima kasih, Cah. Anda memang punya pemikiran kritis. Senang bertukar informasi dengan Anda.

Tentang jenis primata masa Adam dan Hawa, sungguh saya sangat menyesalkan karena saya belum tahu, dan di Alkitab tidak dijelaskan. Menurut hemat saya, di sini diperlukan Arkeologi. Dan saya tidak mendalaminya.

Quote :
Lalu di Kitab Kejadian 4 disebutkan
(17) Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
(18) Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh.

Apakah urutan orang tua dan anak itu di atas mewakili satu generasi? Maksudnya, apakah Henokh itu benar2 anak Kain atau apakah Henokh itu kerutunan Kain (melewati beberapa generasi)? Lalu Irad itu anak Henokh ataukah Irad keturunan dari Henokh?
Semua nama yang disebutkan di atas pun merupakan primata?
Ini juga tidak saya ketahui kepersisannya. Kalau kawan-kawan lain punya informasi, silahkan. Atau malah punya pikiran lain? Mari kita sharing-kan. Menurut hemat saya, seluruh primata yang bercampur gen dengan manusia pewaris tiupan roh oleh Tuhan, sudah merupakan manusia modern, seperti kita ini.

Quote :
Saya hanya bertanya saja bro .. jangan dianggap sedang merusuhi Bibel Anda ya ...
Hehhehheee... sangat arif Silancah. Tentang Anda mau merusuhi Alkitab, itu tidak masalah bagi saya. Seperti sering saya posting-kan, kita sama-sama manusia bebas dan merdeka, yang punya nurani sehingga bisa memilih sikap mana yang pantas, dan sikap mana yang kurang pantas. Mau memilih sikap yang manapun, diserahkan kepada masing-masing.
Quote :
Kalau memang tidak ada pendapat tentang kedua pertanyaan di atas di
dalam Bibel (rasanya tidak ada) atau diskusi ilmiah dalam agama Anda,
saya bisa memahami dan tidak akan memperpanjang lagi.
Sejauh ini, memang saya belum ada pendapat tentang itu, Cah. Dan saya sangat menghargai pendapat Anda mengenai tidak akan memperpanjang. Sebab, memang bahasan kita untuk sub topik ini, rasanya semakin jauh dari judul trit.

Damai, damai, damai.

sepertinya apa yg anda percayai belum memiliki rujukan yg jelas ya mas? study
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   9th April 2012, 13:25

Damai bagimu striker.
striker wrote:
Husada wrote:

Allah itu bukan fisik, bukan zat padat, bukan zat cair, bukan zat gas, bukan kombinasi zat. Jika striker melihat suatu gambar dan itu dikatakan gambar Allah, yakinlah bahwa pada saat itu striker sedang dibo'ongi.

Damai, damai, damai.

Saya tertarik dan setuju dengan pendapat ini, berarti gambar Yesus yg selama ini dilihat oleh umat kristen adalah BUKAN gambar Allah ya mas? Very Happy
Hehhehheee... Yesus Kristus itu memiliki dwi nature strik. Dia Tuhan 100% dan sekaligus manusia 100%. Tapi bukan berarti menjadi 200% lho, ya?

Jadi, yang coba dilukiskan itu ya wujud manusianya. Namun, jangan percaya bahwa gambar-gambar yang Anda lihat itu merupakan foto Yesus sebenarnya. Wong pada jaman ragawi Yesus bersama manusia alat-alat fotografi belum ditemukan. Gambar-gambar itu hanya hasil imajinasi pelukis. Mungkin dilatari pemahaman akan budaya Yahudi, pengetahuan akan postur dan perawakan Yahudi, kebudayaan Yahudi, dll, dll. Yang pasti, gambar itu merupakan imajinasi, bukan hasil tustel atau handphone. Mmmhhhh... striker punya selera humor yang tinggi juga, ei?

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   9th April 2012, 13:38

striker wrote:

sepertinya apa yg anda percayai belum memiliki rujukan yg jelas ya mas? study
Hehhehheee... kita sama-sama orang merdeka strik. Kalau striker menyimpulkan demikian, siapa yang melarang striker? Kalau striker lebih mempercayai tafsir, siapa yang melarang striker?

Hehhehheee... damai bagimu striker.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   9th April 2012, 13:50

Damai bagimu striker.
Quote :
Saya salut kepada anda, karena
termasuk orang yg mau bekerja tanpa menginginkan bayaran/gaji.
Sungguh beruntung perusahaan yg mempekerjakan anda mas, karena pasti gak bakal protes masalah gaji [You must be registered and logged in to see this image.]
Dalam hal itu, tanpa ingin memperbandingkan dengan teman-teman lain, dugaan Anda betul. Bahwa hingga sekarang ini, saya termasuk seorang dari sekian banyak pekerja yang 'miskin', jika striker ukur dengan kepemilikan materi. Namun, bukan seperti kata Anda, bekerja tanpa menginginkan bayaran/gaji,
Melainkan, saya mencukupkan diri sesuai dengan yang diperjanjikan. Syukur-syukur kalau ada sambian. Kalau tidak ada juga, ya sudah, cukupkan dengan apa adanya.

Quote :
Kalau saya membaca sekilas dlm kitab anda mas, sepertinya tertulis tentang pembalasan/ upah utk perbuatan baik, dan hukuman buat perbuatan buruk mas:
2 Tawarikh 15:7Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu,
karena ada upah bagi usahamu!"
Mazmur 19:11(19-12) Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar.
Weisss... kayaknya sudah seluruh Alkitab Anda baca strik? Salut untuk Anda. Dan di trit lain, kayaknya kepada striker juga sudah pernah saya minta untuk membaca Alkitab tidak hanya sepotong-sepotong, seayat-seayat, nggih? Puji Tuhan.

Tanpa pretensi mengabaikan, ketepatan, eh, kebetulan, yang ini adalah kitab-kitab bagian Perjanjian Lama. Teman lain mungkin punya pemahaman yang layak di-sharing-kan, silahkan.
Quote :
Matius 6:1Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Ayat yang striker petik itu ada di bawah perikop Hal
Memberi Sedekah
Menurut pendapat saya (karena saya belum pernah membaca tafsirnya yang diterbitkan lembaga berotoritas), upah dalam perikop itu bukan merupakan inti dari apa yang ingin disampaikan. Yang ingin disampaikan pada perikop itu ialah latar belakang pemikiran seseorang dalam bersedekah. Jika seseorang melakukan pemberian sedekah hanya untuk dilihat orang lain, tetapi tidak tulus untuk menolong orang yang disedekahi
itu, maka pemberian sedekah seperti itu bukan merupakan keikhlasan, melainkan hanya untuk dipuji orang lain bahwa orang itu akan dilabeli sebagai dermawan.
Quote :
Ibrani 10:35Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
Ayat ini ada pada perikop Bertekun.
Cermati lagi striker. Di perikop tersebut, bertekun itu diperlukan bukan untuk mendapatkan yang belum dimiliki, melainkan untuk memelihara apa yang telah dimiliki. Kebesaran upah yang dimaksudkan itu, sudah dimiliki. Tetapi yang telah dimiliki
itu bisa hilang, apabila tidak dipelihara secara tekun. Jadi, pemilihan sikap baik, bukan untuk memperoleh upah, melainkan untuk memelihara upah agar tetap dimiliki sampai kesudahannya.
Quote :
Wahyu 22:12Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk
membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.[You must be registered and logged in to see this image.]
Anda hebat striker.
Sudah membaca sampai Kitab Wahyu. Dan kitab ini merupakan bagian akhir dari Alkitab. Isinya berupa penglihatan Yohanes ketika dia berada di Pulau Patmos, menubuatkan apa-apa yang akan terjadi pada akhir jaman, dimana Yesus Kristus akan datang seperti ketika Dia naik ke sorga. Itu janjiNya, dan Dia
tidak pernah ingkar janji, bahwa Dia akan datang seperti ketika dia naik ke sorga dengan disaksikan banyak orang Galilea. Saya belum mencari tahu tentang arti nubuat Kitab Wahyu ini. Semoga teman lain yang pernah mengetahui maksud atau arti dari ayat-ayat pada Kitab Wahyu ini mau berbagi pemahaman.

Damai bagimu striker.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara


Terakhir diubah oleh Husada tanggal 11th April 2012, 13:15, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
erusi7
Bintara
Bintara


Jumlah posting : 89
Join date : 11.03.12

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   9th April 2012, 18:56

@Husada

Quote :
Saya kira, dengan pikiran yang terkandung dalam posting-an berupa analisis itu, erusi7 tidak perlu mencari-cari rujukan saya. Karena, memang pemahaman seperti itu tidak perlu rujukan. Kita hanya menganalisis dari kronologis linier waktu saja.

Dengan kata lain, tiada rujukan secara direct yang membawa kepada pemahaman kamu itu. Pemahaman kamu itu adalah daripada analisis kamu sendiri. Jika demikian begitu juga dengan tafsir Al-Quran yang saya kemukakan berkenaan dengan perkahwinan anak-anak Nabi Adam yang akhirnya membawa kepada berkembang biaknya manusia di muka bumi ini. Justeru tiada reason untuk kamu mengatakan tafsir Al-Quran sebagai sesuatu yang tidak punya rujukan. Situasinya sama iaitu harus menganalisis untuk membawa kepada pemahaman kita.

Quote :
Jika erusi7 punya pendapat lain, mari sharing-kan. Kita belajar Alkitab bersama.

Bagi saya sudah mencukupi apa yang diterangkan oleh striker berkenaan dengan perkara kisah manusia terawal itu dan kejadian sezamannya.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   10th April 2012, 07:05

Quote :
Jadi menurut saya mungkin apa yg ditulis 'upah' dlm kitab anda itu ada juga yg sama artinya dengan pahala mas, itu menurut saya pribadi lho

Sepertinya sudah pernah dijelaskan. Bahwa pahala (dalam pengertian Islam) yang dapat meringankan hukuman dosa, tidak terdapat di dalam ajaran Kristen.

Pahal dalam pengertian berbuat kebaikan, tidak membuat hukuman akibat dosa berkurang. Pahala dalam Kristen lebih bermakna sebagai penghargaan (mahkota/kemuliaan) saat pengadilan terakhir. Anda boleh memiliki pahala sebesar gunung, tetapi kalau ada dosa sebutir kerilkil, tetap harus mempertanggung jawabkan dosa anda. Itu ajaran Kristen.

Jelas ya??

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   10th April 2012, 08:47

Damai bagimu erusi7.
erusi7 wrote:
Dengan kata lain, tiada rujukan secara direct yang membawa kepada pemahaman kamu itu. Pemahaman kamu itu adalah daripada analisis kamu sendiri. Jika demikian begitu juga dengan tafsir Al-Quran yang saya kemukakan berkenaan dengan perkahwinan anak-anak Nabi Adam yang akhirnya membawa kepada berkembang biaknya manusia di muka bumi ini. Justeru tiada reason untuk kamu mengatakan tafsir Al-Quran sebagai sesuatu yang tidak punya rujukan. Situasinya sama iaitu harus menganalisis untuk membawa kepada pemahaman kita.
Menurut pemahaman saya, ada beda antara analisis dengan tafsir. Bahwa analisis dilakukan atas data atau fakta yang tersedia, sementara tafsir cenderung ke "menduga-duga".

Dalam KBBI dapat dicari, bahwa analisis: 1 penyelidikan thd suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb)
untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb); 2 Man penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian
untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti keseluruhan; 3 Kim penyelidikan kimia dng menguraikan sesuatu untuk mengetahui zat bagiannya dsb; 4 penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya; 5 pemecahan persoalan yg dimulai dng dugaan akan kebenarannya;


Sementara tafsir: keterangan atau penjelasan tt ayat-ayat Alquran agar maksudnya lebih mudah dipahami;

Quote :
Bagi saya sudah mencukupi apa yang diterangkan oleh striker berkenaan dengan perkara kisah manusia terawal itu dan kejadian sezamannya.
Ooo begitu. Ya, sudah.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
erusi7
Bintara
Bintara


Jumlah posting : 89
Join date : 11.03.12

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   10th April 2012, 09:13

@Husada

Quote :
Sementara tafsir: keterangan atau penjelasan tt ayat-ayat Alquran agar maksudnya lebih mudah dipahami;

Dan untuk memperolehi keterangan dan penjelasan berkenaan dengan ayat-ayat Al-Quran, maka analisis perlu dilakukan ke atas ayat berkenaan di samping ayat-ayat lain di dalam Al-Quran untuk memperolehi pemahaman daripadanya.

Justeru di dalam tafsir juga terdapatnya unsur-unsur analisis.

Justeru kamu memperolehi pemahaman kamu dengan menganalisis ayat-ayat bible, then begitu juga dengan para tafsir yang mana mereka mengeluarkan tafsiran mereka dengan menganalisis ayat-ayat Al-Quran.

Jika kamu berfikir ahli tafsir hanya menduga-duga semata-mata, makanya itu pemahaman yang salah. Untuk mentafsir ayat-ayat al-Quran seseorang itu perlu mempunyai pengetahuan yang tinggi berkenaan dengan Al-Quran dan Islam. Tdak semua orang Islam boleh mentafsirkan sesuatu ayat al-Quran.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   10th April 2012, 10:04

Damai bagimu erusi7
erusi7 wrote:
Dan untuk memperolehi keterangan dan penjelasan berkenaan dengan ayat-ayat Al-Quran, maka analisis perlu dilakukan ke atas ayat berkenaan di samping ayat-ayat lain di dalam Al-Quran untuk memperolehi pemahaman daripadanya.

Justeru di dalam tafsir juga terdapatnya unsur-unsur analisis.

Justeru kamu memperolehi pemahaman kamu dengan menganalisis ayat-ayat bible, then begitu juga dengan para tafsir yang mana mereka mengeluarkan tafsiran mereka dengan menganalisis ayat-ayat Al-Quran.

Jika kamu berfikir ahli tafsir hanya menduga-duga semata-mata, makanya itu pemahaman yang salah. Untuk mentafsir ayat-ayat al-Quran seseorang itu perlu mempunyai pengetahuan yang tinggi berkenaan dengan Al-Quran dan Islam. Tdak semua orang Islam boleh mentafsirkan sesuatu ayat al-Quran.
Baiklah, kita kembali ke sub topik, yaitu mengenai anak-anak Adam.

Kalau saya tidak salah menangkap, menurut urusi7 dan striker, berdasarkan tafsir dari ahli tafsir Al Qur'an, dikatakannya bahwa anak-anak Adam dan Hawa melakukan incest. Kemudian, ternyata pada masa Muhammad, diturunkan ayat yang mengatur tentang siapa saja yang boleh dikawini, yang intinya adalah melarang incest. Demikiankah? Itu yang Anda percayai?

Bahwa pada awalnya Tuhan memperkenankan incest, kemudian Tuhan meralat perkenanNya, begitu? Kalau itu yang Anda percayai, tidak jadi soalan bagi saya. Hanya saja, rasanya saya ingin mengutarakan pengimanan saya kepada Tuhan Yang Esa.

Menurut saya, Tuhan itu kekal, dan konsisten. Sekali Dia merencanakan, Dia akan menjadikan. Sekali Dia berkenan pada suatu hal, itu akan diperkenankan selamanya. Jika pihak yang dikasihiNya selalu membelot, Tuhan tidak kurang jalan mengembalikan umat yang dikasihiNya itu ke jalan yang dikehendaki Tuhan, hingga tiba 'masa penuaian'. Jika sudah sampai pada 'masa penuaian', maka Tuhan sesuai dengan janjiNya yang telah disampaikan melalui Yesus Kristus yang tidak pernah berbohong itu, Tuhan akan memisahkan "gandum" dari "ilalang", memisahkan "domba" dari "kambing".

Jadi, menurut pengimanan dan pengaminan saya, tidak mungkin Tuhan merestui suatu hal (misalnya incest) pada suatu masa, kemudian menganulirnya pada masa kemudian. Tuhan tidak kekurangan kuasa untuk menentukan sesuatu hal yang berkenan bagiNya, dan lagi, Tuhan selalu konsisten dan tidak pernah ingkar janji, tidak menghendaki adanya tipu daya.

Okeh, dalam kepercayaan Kristen dikenal Perjanjian Lama, dan Perjanjian Baru. Dikatakannya Perjanjian Baru, bukan untuk menganulir atau mengedit Perjanjian Lama yang sudah usang, melainkan untuk mengembalikan keselamatan umatNya yang dikasihiNya.

Rencana Tuhan semula adalah memberi kehidupan kekal yang bahagia bagi manusia yang dikasihiNya, bersama dengan Tuhan, dengan syarat bahwa manusia harus taat pada Tuhan. Namun, manusia bertegar tengkuk, tidak perduli dengan keinginan Tuhan. Manusia mengikuti nafsunya saja, maka manusia jatuh dan jauh dari Tuhan, sementara Tuhan merencanakan kebahagiaan kekal bagi manusia.

Untuk mengembalikan rencana Tuhan semula, maka Yesus Kristus datang ke dunia, menghubungkan kembali manusia dengan Tuhan yang telah terpisah kaena ketegartengkukan manusia. Maka dibuatlah Perjanjian Baru, di mana Tuhan bersemayam di hati manusia.

Namun, manusia tetap merdeka. Apabila ada manusia yang tidak mau menyediakan hatinya sebagai tempat Tuhan bersemayam, ada manusia yang tidak mau menerima Tuhan dalam hati dan pikiran, maka Tuhan tidak memaksanya. Pada masa penuaian nanti, ya seperti saya tuliskan di atas, akan dipisahkan antara "gandum" dan "ilalang", memisahkan antara "domba" dan "kambing".

"Gandum" akan disimpan di lumbung Tuhan, dan selalu dekat dengan Tuhan, sementara "ilalang" akan dibakar. Hebatnya, meski dibakar, "ilalang" itu tidak akan habis terbakar, "ilalang" itu akan kekal merasakan pembakaran. Demikian pula, "domba" akan dimasukkan ke kandangnya, dan dengan "kambing" akan digiring ke pembantaian.

Begitu erusi7. Damai bagimu.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   10th April 2012, 10:12

Husada wrote:
Okeh, dalam kepercayaan Kristen dikenal Perjanjian Lama, dan Perjanjian Baru. Dikatakannya Perjanjian Baru, bukan untuk menganulir atau mengedit Perjanjian Lama yang sudah usang, melainkan untuk mengembalikan keselamatan umatNya yang dikasihiNya.

Mas Husada,

Apakah Anda mengatakan bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu memiliki aturan2 yang berbeda?

Misalnya:
- persembahan kurban.
- keharaman babi (kalau tidak salah Yahudi pun mengharamkan babi berdasarkan perintah Tuhan dalam Perjanjian Lama, CMIIW)
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   10th April 2012, 11:18

Damai bagimu, Cah.
Silancah wrote:
Mas Husada,

Apakah Anda mengatakan bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu memiliki aturan2 yang berbeda?

Misalnya:
- persembahan kurban.
- keharaman babi (kalau tidak salah Yahudi pun mengharamkan babi berdasarkan perintah Tuhan dalam Perjanjian Lama, CMIIW)
Aturan-aturan pada Perjanjian Lama itu sudah digenapi oleh Yesus Kristus, maka Yesus Kristus membuat segala sesuatunya baru. Bukan hanya untuk kaum Yahudi, tetapi untuk semua manusia. Perjanjian Lama mengkhususkan perhatian kepada kaum Yahudi, Perjanjian Baru memperhatikan setiap orang, baik Yahudi, maupun Yunani, Banglades, apalagi Yu Nina, dan Bang Lades.

Hanya saja, beberapa gelintir orang ada yang suka menyitir beberapa ayat dari Injil, menyatakan bahwa Yesus Kristus hanya bagi kaum Yahudi, padahal, Yesus Kristus sendiri mengamanatkan agar Injil dikabarkan sampai ke ujung bumi, dan seluruh bangsa dijadikan murid Kristus, dan membaptis manusis dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.

Nah, menurut hemat saya, manusia itu sudah diberikan oleh Tuhan kebebasan, namun diharapkan, atau dihimbau, atau diperintah untuk selalu taat kepada Tuhan. Jadi, kebebasan yang diberikan oleh Tuhan itu malah sering menjadi batu sandungan bagi manusia sehingga manusia terjatuh. Tuhan memberikan kebebasan yang diharapkan untuk membangun, tetapi sering digunakan manusia menjadi pemuas egoismenya.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   10th April 2012, 11:26

Husada wrote:
Aturan-aturan pada Perjanjian Lama itu sudah digenapi oleh Yesus Kristus, maka Yesus Kristus membuat segala sesuatunya baru.
Damai, damai, damai.

Mas,

Maksud digenapi dalam konteks ini seperti apa ya?
Pemahaman saya selama ini:
- ada nubuatan di PL yang digenapi dengan kedatangan Yesus ... berarti nubuatan itu telah dilengkapi/diwujudkan dengan kedatangan Yesus (CMIIW)

Kalau konteksnya aturan ... digenapi itu berarti aturan2 itu (seperti pengharaman Babi dan persembahan kurban) sudah tidak berlaku lagi?
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   10th April 2012, 18:38

bruce wrote:
Quote :
Jadi menurut saya mungkin apa yg ditulis 'upah' dlm kitab anda itu ada juga yg sama artinya dengan pahala mas, itu menurut saya pribadi lho

Sepertinya sudah pernah dijelaskan. Bahwa pahala (dalam pengertian Islam) yang dapat meringankan hukuman dosa, tidak terdapat di dalam ajaran Kristen.

Pahal dalam pengertian berbuat kebaikan, tidak membuat hukuman akibat dosa berkurang. Pahala dalam Kristen lebih bermakna sebagai penghargaan (mahkota/kemuliaan) saat pengadilan terakhir. Anda boleh memiliki pahala sebesar gunung, tetapi kalau ada dosa sebutir kerilkil, tetap harus mempertanggung jawabkan dosa anda. Itu ajaran Kristen.

Jelas ya??

sepertinya kita tdk sedang membicarakan beda makna pahala dlm Islam dan kristen mas. Tapi makna kata 'upah' dlm ayat di kitab anda yg mungkin artinya adalah 'pahala'.

apakah njenengan juga tdk percaya kalau perbuatan baik itu pasti ada 'upah'nya berupa kebaikan/pahala, dan perbuatan buruk juga mendapatkan 'upah' keburukan/dosa?

jadi bukan masalah kegunaan atau funsi 'pahala' dari agama masing2, tapi yg saya maksudkan didlm kristen jg ternyata mempercayai adanya pahala/upah kebaikan.

itu saja kok mas :)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   10th April 2012, 19:00

striker wrote:
bruce wrote:
Quote :
Jadi menurut saya mungkin apa yg ditulis 'upah' dlm kitab anda itu ada juga yg sama artinya dengan pahala mas, itu menurut saya pribadi lho

Sepertinya sudah pernah dijelaskan. Bahwa pahala (dalam pengertian Islam) yang dapat meringankan hukuman dosa, tidak terdapat di dalam ajaran Kristen.

Pahal dalam pengertian berbuat kebaikan, tidak membuat hukuman akibat dosa berkurang. Pahala dalam Kristen lebih bermakna sebagai penghargaan (mahkota/kemuliaan) saat pengadilan terakhir. Anda boleh memiliki pahala sebesar gunung, tetapi kalau ada dosa sebutir kerilkil, tetap harus mempertanggung jawabkan dosa anda. Itu ajaran Kristen.

Jelas ya??

sepertinya kita tdk sedang membicarakan beda makna pahala dlm Islam dan kristen mas. Tapi makna kata 'upah' dlm ayat di kitab anda yg mungkin artinya adalah 'pahala'.

apakah njenengan juga tdk percaya kalau perbuatan baik itu pasti ada 'upah'nya berupa kebaikan/pahala, dan perbuatan buruk juga mendapatkan 'upah' keburukan/dosa?

jadi bukan masalah kegunaan atau funsi 'pahala' dari agama masing2, tapi yg saya maksudkan didlm kristen jg ternyata mempercayai adanya pahala/upah kebaikan.

itu saja kok mas :)

COba baca lagi yang saya tulis mas.
Seharusnya sih cukup jelas maksudnya.

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   11th April 2012, 11:41

Damai bagimu, Cah.

Saya coba merespon posting- ini dengan mengutip ayat-ayat Alkitab yang menurut saya relevan. Namun, perlu diingatkan juga, sebenarnya sub topik ini sudah melebar dari judul trit. Kelihatannya, perlu trit khusus.
Silancah wrote:

Maksud digenapi dalam konteks ini seperti apa ya?
Perjanjian Baru, pada Kitab Yeremia Pasal 31:31-34 dapat dibaca:
Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan
kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

Quote :
Pemahaman saya selama ini:
- ada nubuatan di PL yang digenapi dengan kedatangan Yesus ... berarti nubuatan itu telah dilengkapi/diwujudkan dengan kedatangan Yesus (CMIIW)
Kalau konteksnya aturan ... digenapi itu berarti aturan2 itu (seperti pengharaman Babi dan persembahan kurban) sudah tidak berlaku lagi?
Tentang penggenapan Taurat, pada Matius 5:17-48, di bawah perikop Yesus dan Hukum Taurat memberi pemahaman tentang penggenapan Hukum Taurat oleh Yesus, dikatakanNya:
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Penjabarannya, antara lain:
1. Hidup keagamaan pengikut Kristus harus lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan
orang-orang Farisi;
2. Tidak boleh marah terhadap saudaranya;
3. Tidak boleh berkata Kafir! atau Jahil kepada saudaranya;
4. Jangan mendendam kepada saudaranya;
5. Jangan memandang perempuan serta menginginkannya;
6. Pergunakan mata untuk melihat hal-hal yang baik;
7. Pelihara tangan untuk mengerjakan hal-hal yang baik;
8. Menceraikan isterinya, sama dengan menjadikan isterinya berzinah;
9. Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar, janganlah juga bersumpah demi kepala sendiri, karena seseorang tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun;
10. Hendaklah berkata jujur, jika ya, katakan: ya, jika tidak, katakan tidak;
11. Janganlah melawan orang yang berbuat jahat, melainkan siapapun yang menampar pipi kanan, hendaklah memberi juga kepadanya pipi kirimu;
12. Tiap orang harus mengasihi musuhnya dan mendoakan orang lain yang menganiaya dirinya;
13. Pengikut Kristus harus sempurna.

Lebih jelasnya, silahkan baca perikop Yesus dan Hukum Taurat.

Khusus tentang makanan, pada Matius 15:11 dapat dibaca, Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: "Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang."

Eh, kalau tidak salah ingat, sudah pernah ada trit tentang halal dan haram di forum ini. Saya usulkan, sub-sub topik yang sesuai dengan halal dan/atau haram, dibahas di trit sana aja.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   Today at 02:19

Kembali Ke Atas Go down
 
TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 4 dari 5Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
 Similar topics
-
» (Ask) Tips Menjaga Kilau Motor?
» Lagi jalan pelan kok si ninin mati n susah di starter???
» knalpot berasap setelah ganti oli dan knalpot
» Fitur baru Readmore pada blogspot!
» mintol lagi dong!

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: