Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Kitab Makabe (Deuterokanonika)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 08:57

Kitab Makabe adalah kitab-kitab Deuterokanonika yang mengisahkan perjuangan keluarga Makabe, sebuah keluarga Yahudi yang memberontak melawan Dinasti Seleukus dan mendirikan Kerajaan Hasmoni di Israel pada abad ke-2 SM dan abad pertama SM.

Sebagai kitab Deuterokanonika, Kitab Makabe termasuk dalam kanon Katolik Roma dan Ortodoks Timur, namun tidak dalam kanon Protestan.


Kitab 1 Makabe

Nama Makabe yang berarti "palu", sesungguhnya adalah nama Yudas, putra ketiga dari imam Matatias dan pemimpin pertama dalam pemberontakan melawan raja-raja Seleukus yang menganiaya orang-orang Yahudi (1 Makabe 2:4, 66; 2 Makabe 8:5, 16; 10:1, 16). Nama ini kemudian juga dikenakan kepada saudara-saudara Yudas, dan bahkan kepada para pahlawan Yahudi lainnya dari zaman itu, seperti misalnya pada ketujuh orang saudara (2 Makabe 7).

Kitab 1 dan 2 Makabe memuat kisah perlawanan orang Yahudi di Palestina pada abad kedua S.M. ketika agama mereka ditindas. Perlawanan ini menghasilkan kemerdekaan beragama dan politik bagi orang Yahudi untuk sementara waktu.

Masa penulisan, penulis, dan tujuan

Kitab 1 Makabe ditulis sekitar tahun 100 S.M. dalam bahasa Ibrani, namun teks aslinya telah hilang. Yang tertinggal adalah terjemahan dari masa yang cukup awal dalam bahasa Yunani, yang penuh dengan ungkapan dalam bahasa Ibrani. Pengarangnya diduga seorang Yahudi Palestina, namun tidak diketahui namanya. Ia mengenal baik tradisi dan kitab-kitab suci umatnya dan mempunyai cukup banyak informasi yang dapat diandalkan tentang sejarah bangsanya yang belakangan (dari tahun 175 hingga 134 S.M.).

Si penulis mungkin cukup berperanan dalam sejarah bangsanya itu di masa mudanya. Ia menulis kitab ini untuk mencatat penyelamatan Israel oleh tangan Allah melalui keluarga Matatias (1 Makabe 5:62) - khususnya melalui ketiga anaknya, Yudas, Yonatan, dan Simon, serta cucunya, Yohanes Hirkanus. Di sini tersirat maksud si penulis untuk membandingkan jasa dan kemenangan mereka dengan para pahlawan bangsanya di masa lampau, para hakim, Samuel, dan Daud.

Isi

Buku ini memuat tujuh bagian puisi yang meniru gaya puisi Ibrani klasik: empat ratapan (1 Makabe 1:25-28, 36-40; 2:8-13; 3:45), dan tiga nyanyian pujian tentang "leluhur kita" (1 Makabe 2:51-64), tentang Yudas (1 Makabe 3:3-9), dan Simon (1 Makabe 14:4-15). Doktrin yang diungkapkan dalam kitab ini adalah keyakinan umum Israel, tanpa adanya perkembangan baru yang muncul kelak dalam 2 Makabe dan Daniel. Umat Israel secara khusus telah dipilih oleh Allah yang sejati sebagai rekan perjanjian-Nya. Hanya merekalah yang berhak mengenal dan menyembah-Nya. Sebaliknya, umat harus setia kepada-Nya dan menaati setiap hukum yang telah diberikan-Nya.

Si penulis menekankan kesetiaan kepada Taurat sebagai ungkapan kasih umat Israel kepada Allah. Umat menghadapi perjuangan bukan melawan bangsa non-Yahudi, melainkan mereka yang bermaksud menghancurkan hukum Allah, baik Yahudi maupun bukan. Hukuman Allah yang paling keras bukan ditujukan kepada para penguasa Seleukus, melainkan kepada bangsa-Nya sendiri yang meninggalkan hukum-hukum Allah, lawan-lawan Yudas dan saudara-saudaranya, yang merupakan model orang yang percaya dan setia kepada Allah.

Kitab 1 Makabe penting bagi Perjanjian Baru karena ada sejumlah ide yang paralel - atau malah berlawanan - di antara keduanya. Keselamatan disejajarkan dengan aspirasi nasional Yahudi (1 Makabe 4:46-14:41), berlawanan dengan pemerintahan Allah yang universal, yang diajarkan Kristus dalam Injil (Matius 13:47-50; 22:1-14).

Selain itu, penghancuran tembok Bait Suci yang memisahkan orang Yahudi dengan orang non-Yahudi dinyatakan sebagai tindakan pencemaran dalam 1 Makabe 9:54 namun dalam Surat Efesus 2:14, diyakini sebagai tindakan penebusan dan penyatuan dari kedua golongan itu di dalam Kristus. Sebaliknya, persembahan Ishak oleh Abraham (Kejadian 22) yang dihubungkan dengan pembenarannya oleh Allah (Kejadian 15:6), seperti yang dinyatakan dalam 1 Makabe 2:52, tercermin dalam Yohanes 2:21, 22. Demikian pula Kitab Suci dinyatakan sebagai penghiburan dalam 1 Makabe 12:9 dan dalam Roma 15:4.
Umat Yahudi dan Protestan menganggap Kitab 1 dan 2 Makabe apokrif, artinya bukan sebagai Kitab Suci yang diilhamkan, karena tidak terdapat dalam Kanon Palestina atau daftar buku yang disusun pada akhir abad pertama Masehi. Namun demikian kedua kitab ini sangat penting karena memberikan banyak informasi tentang sejarah bangsa Yahudi sebelum masa Perjanjian Baru. Sementara itu Gereja Katolik tetap menerima dan mengakuinya sebagai Kitab Suci, berdasarkan tradisi apostolik.


Kitab 2 Makabe

Kitab 2 Makabe adalah sebuah kitab deuterokanonika dari Alkitab yang memusatkan perhatian pada pemberontakan orang Yahudi melawan Antiokhus, perayaan pendedikasian Bait Allah di Yerusalem setelah dinajiskan oleh raja Antiokhus dan ditutup dengan kekalahan jenderal Suriah, Nikanor, pada 161 SM oleh Yudas Makabe, pahlawan dalam kitab ini. Umat Katolik dan Ortodoks menganggap kitab ini kanonik dan merupakan bagian dari Alkitab. Kaum Protestan dan Yahudi dalam perayaan Hanukah, meskipun tidak menganggapnya sebagai Kitab Suci, toh memandangnya bermanfaat sebagai pelengkap historis bagi 1 Makabe, namun menolak kebanyakan dari inovasi doktrinnya. Sebagian orang Protestan mencantumkan 2 Makabe sebagai bagian dari Deuterokanonika, yang bermanfaat untuk bacaan di gereja.

Pengarang

Pengarang 2 Makabe tidak disebutkan, namun ia menyebut dirinya menyederhanakan karya Yason dari Kirene yang terdiri atas lima jilid. Karya yang lebih panjang ini tidak dilestarikan, dan kita tidak tahu pasti berapa banyak dari teks 2 Makabe yang sekarang ini disalin begitu saja dari karya itu. Si penulis tampaknya menulis dalam bahasa Yunani, karena tidak ada bukti khusus tentang versi bahasa Ibrani sebelumnya. Beberapa bagian dari buku ini, seperti Pendahuluan, Epilog, dan sejumlah refleksi tentang moralitas pada umumnya dianggap berasal dari si pengarang, bukan dari Yason. Karya Yason sendiri tampaknya ditulis sekitar tahun 160 SM dan kemungkinan besar berakhir dengan kekalahan Nikanor, seperti yang digambarkan oleh ringkasannya yang ada di tangan kita.

Permulaan kitab ini mencakup dua surat yang dikirim oleh orang Yahudi di Yerusalem kepada orang Yahudi di Diaspora di Mesir mengenai hari perayaan yang dibentuk untuk merayakan penyucian Bait Allah (Lihat Hanukah) dan perayaan untuk memperingati kekalahan Nikanor. Bila pengarang kitab ini menyisipkan surat-surat ini, maka kitab ini mestinya ditulis setelah tahun 124 SM, yaitu waktu penulisan surat yang kedua. Sejumlah penafsir berpendapat bahwa surat-surat ini merupakan tambahan belakangan, sementara yang lainnya menganggapnya sebagai dasar bagi karya ini. Para sarjana Katolik cenderung berpendapat bahwa penulisannya dilakukan pada tahun-tahun terakhir dari abad ke-2 SM, sementara para sarjana Yahudi sepakat untuk menempatkannya pada paruhan kedua dari abad pertama SM.
Kitab ini tampaknya ditulis untuk menolong orang-orang Yahudi di diaspora di Mesir, terutama untuk memberitahukan mereka tetang pemulihan Bait Allah, dan untuk memberikan semangat kepada mereka untuk melakukan ziarah tahunan ke Yerusalem. Kitab ini ditulis bukan dari sudut pandangan seorang sejarahwan profesional, melainkan lebih dari seorang guruh agama, yang menarik pelajaran dari sejarah.

Isi

Berbeda dengan 1 Makabe, 2 Makabe tidak berusaha memberikan laporan yang lengkap tentang berbagai peristiwa pada masa itu, sebaliknya hanya meliputi periode dari imam agung Onias III dan Raja Seleukus IV (180 SM) hingga kekalahan Nikanor pada 161.

Pada umumnya, kronologi buku ini cocok dengan kronologi 1 Makabe, dan buku ini mempunyai nilai histories karena melengkapi 1 Makabe, khususnya dalam memberikan sejumlah dokumen historis yang tampaknya otentik. Si pengarang tampaknya secara khusus tertarik untuk memberikan suatu penafsiran teologis mengenai kejadian-kejadian itu; dalam bukunya ini campur tangan Allah mengarahkan perjalanan berbagai peristiwa, menghukum orang jahat, dan memulihkan Bait Allah kepada umat-Nya. Mungkin saja bahwa sejumlah kejadian tampaknya disajikan berdasarkan urutan kronologis yang ketat untuk menyampaikan pesan-pesan teologis. Sejumlah angka yang disebutkan untuk ukuran pasukan mungkin tampaknya berlebih-lebihan, meskipun tidak semua naskah itu disetujui kitab ini.

Gaya bahasa Yunani si penulis sangat terdidik, dan ia tampaknya cukup paham mengenai adat-istiadat Yunani. Aksinya mengikuti rencana yang sangat sederhana. Setelah kematian Antiokhus Epifanes, Pesta Penyerahan Bait Suci dilembagakan. Bait Suci yang baru dipersembahkan itu diancam oleh Nikanor, dan setelah kematiannya, pesta untuk penyerahan itupun selesai.

Doktrin

2 Makabe menonjol karena beberapa pokok doktrin yang diangkat dari Yudaisme Farisi. Banyak yang mengusulkan bahwa inilah alasan utama untuk penolakannya – dan dari situ maka semua kitab deuterokanonika pun ditolak – oleh para reformator seperti Martin Luther, yang mengatakan, "Saya begitu membenci 2 Makabe dan Kitab Ester sehingga saya berharap keduanya mestinya tidak pernah ada."

Masalah doktriner yang diangkat dalam 2 Makabe mencakup:
Doa untuk orang mati untuk membebaskan mereka dari dosa (Api penyucian.)
Jasa para syuhada
Doa syafaat dari para orang kudus

Mempersembahkan doa untuk orang mati khususnya tidak ditemukan dalam sumber-sumber Yahudi lainnya yang sezaman, karena bahkan "Kaddish," doa yang diucapkan olrahg Yahudi ketika seorang sanak-keluarga meninggal dunia, digunakan untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Secara khusus, gambaran yang panjang tentang mati syahid Eleazar dan seorang ibu dengan ketujuh orang anak laki-lakinya (2 Makabe 6:18–7:42) memikat daya imajinasi orang-orang Kristen abad pertengahan. Sejumlah gereja dipersembahkan kepada para syuhada Makabe, dan mereka termasuk sebagian kecil dari tokoh-tokoh pra-Kristen yang muncul dalam kalender hari-hari para kudus Katolik. Kitab ini dianggap sebagai model pertama dari kisah-kisah abad pertengahan tentang para syuhada. Sungguh menarik bila kita perhatikan bahwa Ibrani 11:35 mengutip 2 Makabe 7.


Perayaan Hanukah bagi Yahudi tercantum dalam Makabe

Pada bulan Desember setiap tahun umat Yahudi merayakan Hanukah yaitu perayaan pendedikasian bait Allah di Yerusalem setelah penajisan yang dilakukan oleh raja Antiokhus sewaktu mengeluarkan perintah dan hukum baru wajib untuk memotong dan mengurbankan babi didalam bait Allah, puncak kenajisannya adalah dengan menegakan patung Jupiter atau mungkin (Zeus) dalam bait Allah. [[1Mak 1:41-64]] dan [[1Mak 4:36-59]] mencatat sejarah ini. Keluarga Yudas Makabelah yang berhasil mengalahkan raja dan kemudian mendedikasikan kembali bait Allah di Yerusalem agar menjadi suci tempat dimana Yesus sewaktu bayi dipersembahkan.

Bayangkan Yesus dipersembahkan didalam bait Allah yang telah dinajiskan ... Itulah yang menjadi dilema bagi mereka yang mengakui kanon Luther, karena kanon Luther tidak mencatat sejarah pendedikasian bait Allah. Karma akibat ajaran Luther yaitu doktrin sola scriptura (hanya alkitab) menjadi nyata dimana mereka tidak dapat mengakui sejarah itu sebagai tradisi sepertinya umat Yahudi yang mengakui taurat dan talmud (tradisi) dimana mereka tetap mengakui sejarah dan tradisi keluarga Makabe. Sebaliknya tradisi itu tidak dapat diterapkan kepada kanon versi Luther. Oleh sebab itu terlihatlah kekurangan kanon Palestina bila diakui oleh penganut sola scriptura ataupun alkitab versi Protestan yang tidak memiliki kitab Makabe. Dengan kata lain harus dapat menerima bahwa Yesus dipersembahkan dalam kenajisan bait Allah.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 09:16

Yesus bahkan dipersembahkan untuk menyucikan dosa manusia. Very Happy
tapi hebatnya, Kesucian-Nya mampu menyucikan semua kenajisan kita. :)
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 09:22

tentang tradisi Yahudi, rasanya dalam surat Galatia rasul Paulus mengungkapkan dengan jelas.

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. (Gal 6:15)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 09:25

Quote :
Yesus bahkan dipersembahkan untuk menyucikan dosa manusia.
tapi hebatnya, Kesucian-Nya mampu menyucikan semua kenajisan kita.

Baca yang teliti bro, tulisan itu bukan menyatakan bahwa Jesus dipersembahkan di tempat najis. Tetapi tempat yang telah dinajiskan oleh tentara romawi, sudah kembali di'suci'kan oleh keluarga Makabe.

Tetapi mungkin anda memang belum pernah membaca Kitab Makabe ya?
Bacalah, karena sebenarnya menurut St. Agustinus perkataan “Apokrif” atau apocrypha artinya adalah ‘tidak jelas asal usulnya’ yang berkonotasi dengan buku yang tidak diketahui pengarangnya atau buku yang keasliannya dipertanyakan. Namun secara umum, perkataan “apokrif” tadi diartikan sebagai sesuatu yang ‘tersembunyi, salah, buruk atau sesat

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 09:29

T2Y wrote:
tentang tradisi Yahudi, rasanya dalam surat Galatia rasul Paulus mengungkapkan dengan jelas.

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. (Gal 6:15)

Baca lagi yang teliti bro, posting saya justru menegaskan, bahwa Yahudi yang sangat mementingkan tradisi, ternyata justru tidak punya dasar tentang hari Hanukah mereka, jika mereka tidak mengakui Kitab Makabe.

Dan Alkitab Protestan yang menghilangkan Kitab Makabe, justru bersandar pada kitab-kitab Yahudi.

Ini kan kontradiksi.



_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 09:57

Quote :
Baca yang teliti bro, tulisan itu bukan menyatakan bahwa Jesus dipersembahkan di tempat najis. Tetapi tempat yang telah dinajiskan oleh tentara romawi, sudah kembali di'suci'kan oleh keluarga Makabe.

disucikan melalui ini ya, Om :?: :

Quote :
Keluarga Yudas Makabelah yang berhasil mengalahkan raja dan kemudian mendedikasikan kembali bait Allah di Yerusalem agar menjadi suci tempat dimana Yesus sewaktu bayi dipersembahkan.

Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 10:01

Quote :
Baca lagi yang teliti bro, posting saya justru menegaskan, bahwa Yahudi yang sangat mementingkan tradisi, ternyata justru tidak punya dasar tentang hari Hanukah mereka, jika mereka tidak mengakui Kitab Makabe.

Dan Alkitab Protestan yang menghilangkan Kitab Makabe, justru bersandar pada kitab-kitab Yahudi.

Ini kan kontradiksi.

mungkin ada alasan2 lain sehingga tidak masuk dalam kanon protestan ?

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 10:27

Quote :
disucikan melalui ini ya, Om


1Mak 4:36 Adapun Yudas serta saudara-saudaranya berkata: "Musuh kita sudah hancur. Baiklah kita pergi mentahirkan Bait Allah dan mentahbiskannya kembali."

1Mak 4:38 Di sana mereka melihat Bait Suci terlengang, mezbah tercemar dan pintu gerbang terbakar. Di pelataran Bait Allah sudah tumbuh semak-semak seperti di belukar atau di salah satu gunung. Semua balaipun di Bait Allah roboh juga.

1Mak 4:41 Dalam pada itu Yudas menugaskan kepada prajuritnya memerangi orang-orang yang ada dalam puri itu, hingga Bait Allah ditahirkannya.

1Mak 4:43 Mereka itu mentahirkan Bait Allah dan batu-batu keji itu diangkutnya ke tempat yang najis.

1Mak 4:48 Bait Allahpun dibangun kembali pula. Kemudian bagian dalam Bait Allah dan pelatarannya dikuduskan.

1Mak 4:49 Dibuatnya perkakas kudus yang baru dan dibawanya masuk kandil, mezbah dupa dan meja roti sajian ke dalam Bait Allah.

1Mak 4:50 Akhirnya dipersembahkan korban harum-haruman di atas mezbah baru itu, dinyalakanlah pelita-pelita di atas kandil itu, yang bercahaya di dalam Bait Allah.

1Mak 4:57 Bagian depan Bait Allah dihiasi dengan karangan-karangan keemasan dan utar-utar. Pintu-pintu gerbang dan semua balai diperbaharui dan pintu-pintu dipasang padanya.


Quote :
mungkin ada alasan2 lain sehingga tidak masuk dalam kanon protestan ?

Memang ada, yakni mendoakan orang yang sudah mati.

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 10:33

Quote :
Memang ada, yakni mendoakan orang yang sudah mati.

saya rasa juga demikian, selain dimasa itu Luther memang merasa berang dengan beberapa peristiwa yang dirasanya "melenceng" dan keluar jalur.

btw, anak2 Makabe ini dari keturunan Lewi ya, Om ?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 10:34

2Mak 12:45 Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 10:36

Quote :
saya rasa juga demikian, selain dimasa itu Luther memang merasa berang dengan beberapa peristiwa yang dirasanya "melenceng" dan keluar jalur.


Luther mencoret kitab Deuterokanonika terutama karena tidak setuju dengan isi Kitab 2 Makabe yang mengajarkan untuk berdoa bagi keselamatan jiwa orang-orang yang telah meninggal, sebab Luther berpendapat bahwa keselamatan diperoleh hanya karena iman (Sola Fide). Martin Luther juga menganggap beberapa kitab dalam Perjanjian Baru sebagai “kitab deuterokanonika”, seperti halnya surat rasul Yakobus – yang disebutnya sebagai “Epistle of straw/ surat jerami”, kitab Wahyu, dan surat Ibrani, karena kitab itu secara implisit mengutip kitab 2 Makabe 7, yaitu Ibr 11:35. Selanjutnya ada yang mengatakan bahwa gereja Protestan mencoret Kitab Deuterokanonika karena ingin mengikuti hasil konsili Jamnia, agar lebih sesuai dengan kitab asli dalam bahasa Ibrani yang diterima oleh umat Yahudi. Namun seperti telah dijabarkan di atas, sesungguhnya umat Kristen tidak perlu mengikuti hasil Konsili Jamnia

Luther tetap memasukkan kitab- kitab Deuterokanonika tersebut di dalam terjamahan Kitab Suci yang disusunnya, sebagai tambahan/ appendix antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hal ini berlangsung terus sampai tahun 1827

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   20th July 2011, 10:51

bruce wrote:
Quote :
saya rasa juga demikian, selain dimasa itu Luther memang merasa berang dengan beberapa peristiwa yang dirasanya "melenceng" dan keluar jalur.


Luther mencoret kitab Deuterokanonika terutama karena tidak setuju dengan isi Kitab 2 Makabe yang mengajarkan untuk berdoa bagi keselamatan jiwa orang-orang yang telah meninggal, sebab Luther berpendapat bahwa keselamatan diperoleh hanya karena iman (Sola Fide). Martin Luther juga menganggap beberapa kitab dalam Perjanjian Baru sebagai “kitab deuterokanonika”, seperti halnya surat rasul Yakobus – yang disebutnya sebagai “Epistle of straw/ surat jerami”, kitab Wahyu, dan surat Ibrani, karena kitab itu secara implisit mengutip kitab 2 Makabe 7, yaitu Ibr 11:35. Selanjutnya ada yang mengatakan bahwa gereja Protestan mencoret Kitab Deuterokanonika karena ingin mengikuti hasil konsili Jamnia, agar lebih sesuai dengan kitab asli dalam bahasa Ibrani yang diterima oleh umat Yahudi. Namun seperti telah dijabarkan di atas, sesungguhnya umat Kristen tidak perlu mengikuti hasil Konsili Jamnia

Luther tetap memasukkan kitab- kitab Deuterokanonika tersebut di dalam terjamahan Kitab Suci yang disusunnya, sebagai tambahan/ appendix antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Hal ini berlangsung terus sampai tahun 1827

waduh, ribet... d\'oh

kudu banyak study sejarah gereja, euy...
Kembali Ke Atas Go down
Limited
Tamtama
Tamtama
avatar

Jumlah posting : 17
Join date : 03.10.11

PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   5th October 2011, 17:29

mendoakan orang mati tersirat dalam Liturgy St. Mark [40 AD] Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   29th December 2011, 03:05

T2Y wrote:

waduh, ribet... d\'oh

kudu banyak study sejarah gereja, euy...
Saya sepakat dengan ini. Memang ribet, dan harus banyak membaca sejarah guna tetap berada pada jalur yang pas. Kalau tidak mengacu ke sejarah, atau kalau hanya mengacu ke potongan-potongan sejarah saja, bisa-bisa tiba pada kesimpulan yang salah. Seperti yang pernah saya contohkan tentang kesimpulan penelitian yang menyatakan bahwa Bogor lebih rendah daripada Jakarta. Ternyata kesimpulan itu diambil dari jurnal peneliti yang melakukan penelitian dari Jakarta ke Bogor dengan mengeksplor tiap ruas jalan menurun dan mengabaikan ruas jalan menaik.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   29th December 2011, 09:23

Belajar dan belajar terus, memang adalah santapan bagi jiwa kita.

Cool

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   31st December 2011, 11:54

Betul.

Namun, mungkin terjadi, sejak mulai belajar seseorang sudah dicekoki dengan sesuatu yang tidak pada jalur yang benar, didalami terus didalami terus didalami terus, dan pada saat orang itu melihat sesuatu yang berbeda dengan yang telah dipelajarinya, dia super sulit menerima sesuatu yang baru itu, meski nalarnya meyakini yang baru dipelajari itu lebih logis dan lebih rasional.

Pelajaran yang tercekoki sejak dini, begitu menghunjam dalam, sampai ke sumsum, kalau dirombak, akan mengakibatkan kolaps. Menurut saya, hal seperti itu bisa terjadi karena sejak dini sudah dicekoki dengan disertai ancaman, baik halus atau kasar. Tidak diberikan ruang kemerdekaan dengan melihat alam sekitar.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Kitab Makabe (Deuterokanonika)   

Kembali Ke Atas Go down
 
Kitab Makabe (Deuterokanonika)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Ruang Antar Kristen (Khusus Penganut Kristen Trinitarian) :: Alkitab-
Navigasi: