Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Membela agama dengan merusak?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   25th May 2011, 10:51

1. Mengjak berdoa kepada Tuhan yang bukan sembahannya?

Jika kita dalam suatu acara, kemudian pemimpin acara mengucapkan marilah kita berdoa menurut kepercayaan masing masing, lantas diikuti dengan 'Bismillah hirohman ..... dst' apakah itu termasuk mengajak berdoa kepada Tuhan yang lain kang? Apakah sama dengan seandainya saat bikin pertemuan, saya mengajak teman teman berdoa sesuai agama masing masing, kemudian saya lanjutkan dengan 'Demi Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus .... dst'

Bagaimana menurut anda kang?


2. Menyebarkan majalah dan stensilan berisi ayat ayat agama, insyaallah tidak pernah kami lakukan kang.

3. Mengajak beibadah di tempat kami? Rasanya sih juga belum pernah kang, jujur saja saya belum pernah melihat ataupun mengajak ataupun mendengar orang dari agama kami (Katolik) mengajak umat lain beribadah di gereja kami lho.

Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   25th May 2011, 11:50

Silancah wrote:
Husada wrote:

Jika pihak yang didatangi merasa tidak enak hati karena sudah memiliki agama, ya lapor saja kepada polisi (aparat negara) agar kelompok itu tidak datang lagi.

Mengikuti jalan pemikiran anda ... bukankah seharusnya anda melakukan sesuatu untuk melaporkan anggota jemaat SY yang telah menyebarkan ajaran Kristen yang salah tersebut ... ajarannya yang telah menodai trinitas?


Damai bagimu, Cah.
Ketepatan, saya tidak pernah didatangi orang yang mengaku sebagai Saksi Yehuwa. Dan kalau itu terjadi, dalam arti saya didatangi oleh Saksi Yehuwa, akan saya layani dengan segala senang hati. Bahwa pemahamannya akan saya luruskan menurut yang saya imani. Kalau tetap tidak mau lurus, ya udah, saya usir dia dari rumah saya. Kalau masih mbandel, meski sudah diusir tetapi masih selalu datang, ya akan saya lapor polisi agar orang itu dilarang datang di rumah saya jika ingin mengabarkan kabar yang diimaninya.

Kalau saya tidak salah ingat, kayaknya Bruce sudah pernah memposting pengalamannya didatangi Saksi Yehuwa. Semoga saja Silancah pernah membacanya. Di postingan itu, Bruce mengisahkan bahwa Bruce sudah diperhadapkan dengan Saksi Yehuwa yang masih baru menjadi anggota sampai kepada pimpinan level distrik atau provinsi atau apalah. Nah, kalau ke rumah saya datang Saksi Yehuwa ingin bersaksi, kira-kira seperti sikap Bruce itu yang akan saya tempuh.

Saya tidak ujug-ujug, atau serta merta, atau sesegera mungkin melapor ke polisi. Dia datang di rumah saya, berarti saya adalah tuan rumah. Kalau dia menawarkan sesuatu, tentu harus ada komunikasi untuk terjadi transaksi. Nah, pada saat komunikasi itu, saya akan mencoba meluruskan pemahamannya sesuai dengan yang saya imani. Kalau ternyata pemahaman dan keimanan dia lebih berterima di pemikiran saya, kayaknya tidak ada yang dapat melarang saya untuk ikuti dia.

Begitu, Cah. Bukan lantas saya menyiksa dia agar dia ikut dengan pemahaman saya. Bukan lantas saya bakar tempat ibadah dia. Bukan lantas saya gerebeg mereka ketika sedang beribadah. Kalau dia menodai Trinitas, itu urusan dia. Emang gua pikirin? Wong dia yang harus mempertanggungjawabkannya kepada penciptanya.

Damai bagimu, Cah.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   25th May 2011, 12:05

Quote :
Kalau saya tidak salah ingat, kayaknya Bruce sudah pernah memposting pengalamannya didatangi Saksi Yehuwa. Semoga saja Silancah pernah membacanya. Di postingan itu, Bruce mengisahkan bahwa Bruce sudah diperhadapkan dengan Saksi Yehuwa yang masih baru menjadi anggota sampai kepada pimpinan level distrik atau provinsi atau apalah. Nah, kalau ke rumah saya datang Saksi Yehuwa ingin bersaksi, kira-kira seperti sikap Bruce itu yang akan saya tempuh.

Betul bro, bahkan sekarang, walau sudah tinggal di luar kota, si saksi itu setiap ke Jakarta selalu menyempatkan diri mampir ke rumah saya membawa oleh oleh. Kami (tepatnya dia) sudah tidak pernah lagi membawa bawa urusan agama ke rumah saya.

Mungkin, baginya saya sudah masuk golongan kambing, golongan yang tidak akan diselamatkan saat akhir jaman kelak, he he he.

Yah biarin aja, toh bagi saya justru dia yang salah.

Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   25th May 2011, 13:01

bruce wrote:
1. Mengjak berdoa kepada Tuhan yang bukan sembahannya?

Jika kita dalam suatu acara, kemudian pemimpin acara mengucapkan marilah kita berdoa menurut kepercayaan masing masing, lantas diikuti dengan 'Bismillah hirohman ..... dst' apakah itu termasuk mengajak berdoa kepada Tuhan yang lain kang? Apakah sama dengan seandainya saat bikin pertemuan, saya mengajak teman teman berdoa sesuai agama masing masing, kemudian saya lanjutkan dengan 'Demi Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus .... dst'

Bagaimana menurut anda kang?

Contoh di atas itu mengajak semua orang untuk berdoa sesuai kepercayaan masing2 ... sedangkan untuk yang Muslim mengikuti sang pembawa acara ... kemudian dilanjutkan dengan ucapan Basmalah tersebut.
Biasanya sih seperti itu .... jadi dalam kasus di atas bukan termasuk ajakan doa yang saya maksudkan.

Misalnya ... pengungsi umat muslim lagi berkumpul di dalam sebuah gereja atau sebuah balai (saya kurang ingat persisna) lalu tiba2 ada seorang petugas gereja atau semacamnya yang mengajak semua orang untuk memanjatkan doa kepada sesembahannya dan mulai menyebarkan ajaran agamanya .... nah seperti inilah yang saya maksudkan dengan berdakwah secara agresif.

bruce wrote:

2. Menyebarkan majalah dan stensilan berisi ayat ayat agama, insyaallah tidak pernah kami lakukan kang.

3. Mengajak beibadah di tempat kami? Rasanya sih juga belum pernah kang, jujur saja saya belum pernah melihat ataupun mengajak ataupun mendengar orang dari agama kami (Katolik) mengajak umat lain beribadah di gereja kami lho.

Sepertinya bukan anda yang pernah ditemui oleh orang2 GAPAS ini Very Happy

Salah satu contoh penyebaran stensil bukannya sudah ada di atas, ya?
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   25th May 2011, 13:04

Husada wrote:

Damai bagimu, Cah.
Ketepatan, saya tidak pernah didatangi orang yang mengaku sebagai Saksi Yehuwa.

Bukan anda yang didatangi tetapi umat Muslim yang didatangi lalu didakwahi oleh SY ini yang konsekwensinya mencoreng wajah Kristen karena dianggap Kristen adalah agama yang agresif dan tidak mengenal toleransi beragama.

Kalau Anda merasa Kristen adalah agama yang non-agresif dan menghormati toleransi beragama ... tentunya akan bereaksi saat ada pihak non-Kristen yang melakukan hal2 yang tidak terpuji itu dengan mengatasnamakan agama Anda... bukan begitu bro?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   25th May 2011, 15:00

Silancah wrote:

Bukan anda yang didatangi tetapi umat Muslim yang didatangi lalu didakwahi oleh SY ini yang konsekwensinya mencoreng wajah Kristen karena dianggap Kristen adalah agama yang agresif dan tidak mengenal toleransi beragama.

Kalau Anda merasa Kristen adalah agama yang non-agresif dan menghormati toleransi beragama ... tentunya akan bereaksi saat ada pihak non-Kristen yang melakukan hal2 yang tidak terpuji itu dengan mengatasnamakan agama Anda... bukan begitu bro?

Damai bagimu, Cah.

Sungguh, yang demikian itu juga belum pernah saya alami. Ketepatan tetangga-tetangga saya, baik ketika saya di Jawa maupun setelah di luar jawa, tidak pernah saya saksikan didatangi Saksi Yehuwa. Paling banter, tetangga saya seperti yang pernah saya posting, bahwa jemuran yang telah diteduhkan istri saya behubung hujan turun, ternyata dicuci ulang oleh ibu yang seperti ninja.

Nah, kalau terjadi seperti itu, misalkan tetangga saya yang muslim didatangi Saksi Yehuwa, dan si Saksi Yehuwa itu bersaksi disana, kalau saya diminta oleh tetangga itu datang untuk ikut mendengar, saya akan datang dan meluruskan apa yang dapat diluruskan. Kalau tetangga itu adalah teman akrab saya, tanpa diundang akan saya datangi ketika si Saksi Yehuwanya disitu dan meluruskan apa yang dapat diluruskan. Namun, seperti saya katakan terdahulu, kalau ternyata si Saksi Yehuwa tidak mau diluruskan, yo wis ben. Saya akan usulkan pada tetangga itu untuk mengusirnya, atau kalau perlu, lapor polisi. Kalau usul saya tidak didengar, yo wis sak karepe dhewe.

Tentang pencorengan wajah Kristen (pengikut Kristus), bukan hal baru. Bahkan Kristus sendiri, bukan pengikutNya, sudah diludahi, disesah. Apakah Kristus melawan secara fisik? Tidak. Sejatinya, Kristus memberi teladan yang sebaiknya diikut oleh pengikutNya. Namun, kembali lagi, selama orang itu masih makan dan minum, sering sekali orang menjadikan cita rasanya, egonya sebagai pedoman. Orang itu lupa pada Tuhan.

Jadi, kalau ada orang yang mencoreng wajah Kristen, akan saya upayakan melarang pencorengan itu. Kalau dipaksakan juga mencoreng meski sudah dilarang, akan saya diamkan, sambil saya tunjukkan bagaimana seharusnya berusaha menjadi pengikut Kristus. Saya tidak akan menghalalkan darah orang itu. Saya tidak akan membakar rumah orang itu. Saya tidak akan menggebug orang itu.

Bagitooo... Damai bagi Indonesia.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   25th May 2011, 22:44

Husada wrote:

Jadi, kalau ada orang yang mencoreng wajah Kristen, akan saya upayakan melarang pencorengan itu. Kalau dipaksakan juga mencoreng meski sudah dilarang, akan saya diamkan, sambil saya tunjukkan bagaimana seharusnya berusaha menjadi pengikut Kristus. Saya tidak akan menghalalkan darah orang itu. Saya tidak akan membakar rumah orang itu. Saya tidak akan menggebug orang itu.

Bagitooo... Damai bagi Indonesia.

Kalau menilik jawaban di atas ... rasa2nya anda pun sepemahaman dengan saya bahwa kita berhak untuk melakukan sesuatu saat agama kita dinodai/dicoreng/dinistakan oleh orang lain.

Saya pun setuju dengan tindakan yang anda ambil ... hanya mungkin ada satu jalan lagi. Yaitu melaporkannya kepada pihak yang berwajib.

Dan kembali saya setuju ... jangan sampai kita menghalalkan darah orang itu aau membakar rumahnya bahkan membunuhnya.

Tetapi kita wajib dan boleh melakukan sesuatu ... tentu saja sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Damai untukmu bro ...
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   26th May 2011, 11:57

Mencermati postingan-postinganmu, Cah, kayaknya kita punya persamaan pikiran di banyak hal mengenai keberagamaan. Mungkin hanya berbeda pada cara pandang atas keberagaman.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   26th May 2011, 19:21

bruce wrote:
Quote :
jangankan agama, keluarga saya sendiri saja dinistakan pasti akan ada reaksi dari saya.
Apakah reaksi yg akan saya lakukan meskipun salah, itu berarti ajaran keluarga saya salah? karena maaf dlm keluarga saya tdk diajarkan jikalau disakiti hati kami, maka kasih sekalian sakiti tubuh kami.
Kalau ternyata saya salah sasaran dikarenakan reaksi yg berlebihan, maka proseslah saya bukan menanyakan akan ajaran keluarga saya.

Lho, lho, mas, gini lho, kalau yang nakal itu cuma anda, maka yang salah sih mungkin anda saja (sebagai kambing hitam keluarga), tetapi kalau anda nakal, adik dan kakak anda juga nakal, dan paman serta bibi anda juga nakal, maka tentu layak orang kampung anda berkata, oooh memang keluarga striker nakal semua. Bukannya begitu mas?


kalau mas bruce manganalogikan seperti itu (hampir semua anggota keluarga), sepertinya sebagian besar dari umat agama X lah yg berbuat pengrusakan dan 'nakal'. apakah begitu pandangan mas bruce?

Apakah kalau saya membela keluarga saya yg dinistakan oleh orang lain atau tetangga lain, itu bisa dikatakan anak nakal? apakah saya harus berdiam diri ketika keluarga saya dihina dan dinistakan oleh tetangga lain?

maaf mas, saya lebih baik diangap nakal bahkan dihukum sekalipun tapi berani membela harga diri dan keluarga dari hinaan orang lain.

Memang benar lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya kan :)
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   26th May 2011, 19:33

Husada wrote:
striker wrote:

Saya rasa agama X tdk perlu dibersihkan namanya, karena memang ajaran agama X tdk lah kotor hanya karena tingkah laku atau reaksi berlebihan dari segelintir pemeluknya.

Damai bagimu striker.

Wuah, hebat juga perasaanmu. Agama X adalah agama baik-baik. Atributnya dibawa-bawa ketika melakukan pengrusakan. Menurut perasaanmu hal itu tidak mengotori nama agama X. Ruarr biaza. Menurut pemikiranku, dalam hal seperti itu, para pemeluk agama X layak menghukum, dengan mengucilkan misalnya, kepada kelompok yang membawa atribut agama X sambil melakukan pengrusakan. Kalau penghukuman kepada kelompok perusak sambil bawa atribut agama X itu tidak dilakukan oleh pemeluk agama X, patut diduga bahwa pengrusakan itu diprakarsai oleh agama X.

Kalau pengrusakan itu berlangsung tanpa membawa atribut agama, menurut pemikiranku, memang tidak suatu nama agama manapun yang dikotori. Dalam hal seperti itu, pengrusakan itu murni kriminal biasa tanpa embel-embel agama.
striker wrote:

Kalau yg melakukan adalah 'mungkin' saksi yehova yg 'katanya' juga menistakan agama Y, silahkan saja agama Y berdiam saja, tapi tolong jangan larang pemeluk agama X yg ingin membela agamanya.
Menurutku, pada paragraf itu, striker mencampuradukkan dua pokok pikiran yang berbeda, yaitu pertama, 'mungkin' saksi yehova menistakan agama Y. Karena striker memakai kata 'mungkin', maka kupikir kemungkinan itu tidak perlu kita bicarakan. Wong namanya saja 'mungkin'.

Kedua, tapi tolong jangan larang pemeluk agama X yg ingin membela agamanya. Di kalimat itu striker menggunakan kata 'membela'. Tanpa mencari arti yang pas menurut kamus, dan pemahamanku mungkin tidak mengartikan 'membela' dengan komplit, 'membela' kuartikan sebagai membentengi sesuatu yang dibela dari gangguan, atau intervensi, atau serangan pihak lain. Dengan pengertian seperti itu, maka tidak seorangpun yang mempunyai kompetensi melarang orang lain membela sesuatu.

Si pembela itu membentengi yang dibelanya agar yang dibelanya terhindar dari gangguan, intervensi, dan serangan pihak lain. Si pembela bukan merusak pihak yang ingin mengganggu, mengintervensi, atau menyerang. Kalau pihak lain itu mengganggu, mengintervensi, atau menyerang, pembela cukup menyampaikan hal penggangguan, pengintervensian, atau penyerangan itu kepada negara (pemerintah). Negara (pemerintah) yang memiliki kompetensi menghukum si pengganggu, pengintervensi, atau penyerang. Artinya, silahkan bela apa yang ingin striker bela, tetapi jangan merusak pihak lain.

Damai bagimu striker.

Tentang saksi Yehova saya copy sedikit dari mas bruce "Ada sepintas di internet yang mengatakan bahwa ajaran si Antonius itu adalah ajaran saksi yehuwa, sesuatu yang sangat masuk akal, karena ajaran saksi yehuwa memang merendahkan semua agama yang ada saat ini. Ajaran saksi yehuwa menganggap bahwa penganut Kristen, Islam, Yahudi, dan semua agama besar dunia, adalah agama pengikut dajjal/iblis/babel besar.

masalah membela,

Kalau ada orang bawa selebaran yg isinya menghina keluarga anda, dan anda tahu dan menemukan orang yg menyebarkannya, mungkin anda akan mengelus kepalanya, sambil bilang 'tolong jangan diulangi lagi ya, ingat Tuhan, ini ada uang jajan buat kamu biar gak ngulangi perbuatan kamu lagi'
karena anda kan terkenal dengan hati yg kasih dan tdk penuh kekerasan.

Tapi maaf, kalau saya meskipun keluarga saya mengajarkan tuk berbuat kebaikan, tapi kalau ada orang2 yg terang2angn menghina keluarga saya apalagi sampai menyebarkan hinaan dan fitnah, dan ternyata saya ketemu orangnya, saya pribadi akan saya gebuk habis orang tersebut, lapor kemudian.

itu kalau saya pribadi lho mas, kan beda dengan hati mas yg penuh kasih itu :)

damai bagimu husada :)
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   27th May 2011, 13:57

striker wrote:

Kalau ada orang bawa selebaran yg isinya menghina keluarga anda, dan anda tahu dan menemukan orang yg menyebarkannya, mungkin anda akan mengelus kepalanya, sambil bilang 'tolong jangan diulangi lagi ya, ingat Tuhan, ini ada uang jajan buat kamu biar gak ngulangi perbuatan kamu lagi'
karena anda kan terkenal dengan hati yg kasih dan tdk penuh kekerasan.

Tapi maaf, kalau saya meskipun keluarga saya mengajarkan tuk berbuat kebaikan, tapi kalau ada orang2 yg terang2angn menghina keluarga saya apalagi sampai menyebarkan hinaan dan fitnah, dan ternyata saya ketemu orangnya, saya pribadi akan saya gebuk habis orang tersebut, lapor kemudian.

Damai bagimu striker.

Karena striker pakai kata 'mungkin' yang saya tebalkan dan garis bawahi, saya edit ya? Saya tidak akan mengusap kepalanya. Saya tidak menggunakan kata 'tolong'. Orang itu tidak saya beri ongkos. Emangnya dia ngemis sambil bawa karung dan stensilan berisi riwayat kemiskinan suatu yayasan? Nah, bagitoo editannya.

Kalau striker mau menggebug orang penista itu, itu urusanmu. Tidak perlu minta maaf pada saya. Tapi saya sarankan untuk tidak menggebugnya. Penggebugan itu adalah penganiayaan, dan melanggar hukum pidana. Kalau orang itu memang menistakan keluarga striker, saya usulkan agar hormati negara, serahkan dia beserta bukti penistaannya ke negara, agar negara yang 'menegur' atau menghukumnya.

striker wrote:

itu kalau saya pribadi lho mas, kan beda dengan hati mas yg penuh kasih itu :)

damai bagimu husada :)

Ya, damai bagi kita striker. Terima kasih.

Hati kita memang beda. Mengapa? Karena perbedaan ajaran yang kita terima sebagai pengisi hati kita. Ajaran yang kita terima dan tertanam di hati kita, tumbuh dan berbuah. Buahnya, ya berupa perbuatan, sikap, pikiran, dan perkataan kita di kehidupan sehari-hari.

Kalau ajaran yang baik tertanam di hati kita, akan menghasilkan buah yang baik pula. Sebaliknya, kalau ajaran yang tertanam di hati kita adalah ajaran yang kurang baik, buahnyapun akan berupa kekurangbaikan.

Selama hayat masih di kandung badan, masih terbuka kemungkinan membongkar ajaran yang kurang baik itu dari hati kita, dan menggantinya dengan ajaran yang baik. Dengan demikian, hidup kita menjadi berkat bagi orang lain, paling sedikit bagi keluarga dekat.

Bagitoo striker. Damai bagimu, dan bagi Indonesia ya?
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   27th May 2011, 15:14

Quote :
saya pribadi akan saya gebuk habis orang tersebut, lapor kemudian.

bukan hanya anda pribadi, emang banyak kok yang begini... :)
mana pake bawa2 nama Allah lagi... Laughing
kalau yang pengen digebuk badannya lebih keker paling maen keroyokan... Razz
wheeew... pointing
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   28th June 2011, 15:01

Sudah sebulan berlalu, trit ini tidak mendapat posting baru. Sepertinya, muatan yang terkandung dalam judul sudah terjawab. Dari posting-an yang masuk, sudah cukup representatif mewakili pandangan semua partisipan, bahwa membela agama, bukan harus dengan merusak. Silahkan bela agama masing-masing, dengan cara menampilkan ajaran murni agama itu sendiri.

Semoga saya tidak terlalu lancang menyimpulkan demikian.

Nah, kalau itu sama-sama dapat partisipan terima, kini saatnya mengkilas balik di dalam ingatan, tentang berbagai peristiwa perusakan yang konon untuk membela agama. Benarkah si perusak itu adalah untuk membela agamanya? Atau, malahan dia yang merusak citra agamanya?

Agama itu akan membuktikan dirinya sendiri, bahwa dia adalah agama yang mengajarkan kebaikan tanpa embel-embel. Kalau kita berbuat baik hanya kepada orang yang berbuat baik kepada kita, lalu apa beda kita dengan orang yang tidak mengenal Tuhan? Orang fasikpun berbuat baik kepada yang berbuat baik padanya.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Membela agama dengan merusak?   Today at 09:12

Kembali Ke Atas Go down
 
Membela agama dengan merusak?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 2Pilih halaman : Previous  1, 2
 Similar topics
-
» bercanda dengan LOGIKA
» bedanya ninja 250 dengan ninja 250 se
» Knalpot racing bisa merusak mesin dan memperpendek usia motor..???
» HELP!!! beda MOTUL 5100 dengan MOTUL H-TECH
» WTA-Bedanya pake Open Filter dengan Replacement Air Filter

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: