Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 TEROR, TEROR dan TEROR

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next
PengirimMessage
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   23rd December 2011, 14:25

bruce wrote:


Itulah pentingnya kita ketahui secara detail apa masalahnya. Seperti mas striker ini, ia hanya mengatakan ada kekejaman gereja, maka harus jelas dulu kekejaman dalam masa yang mana, dalam peristiwa apa, dan siapa yag terlibat.

Ternyata, dari pertanyaan mas striker, terlihat bahwa penanya justru tidak tahu secara persis kekejaman yang dimaksud. Ia hanya tahu bahwa gereja melakukan kekejaman, tetapi ternyata kemudian bahwa semua yang diketahuinya campur aduk.

:)
Betul.

Kalau tidak salah ingat, striker menurut suatu posting-annya pernah bilang bahwa dia sebenarnya selalu berdiskusi dengan ayahnya yang pengikut Kristus mengenai Alkitab. Selain berdiskusi dengan ayahnya, mungkin striker juga mendapat berbagai informasi lain, dan kemudian ditanyakan di forum ini. Memang cukup disayangkan, kelihatannya striker kurang memperhatikan tahun-tahun perihal kejadian yang ditanyakan, sehingga tampak tidak matching.

Sampai sejauh ini, saya dapat memaklumi. Namun, jika sudah mendapat penjelasan begini, kemudian di waktu selanjutnya, misalkan striker menanyakan lagi hal yang sama, yang begitu itu yang kurang dapat saya mengerti. Dan, betapa damainya andaikan kawan-kawan lain yang mempunyai pertanyaan sama, lebih dahulu mencari jawaban dari forum-forum yang banyak di dunia maya. Dengan demikian, pertanyaan yang sama tidak terulang, dan tidak menguras energi dan waktu.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   23rd December 2011, 15:04

Husada wrote:
bruce wrote:


Itulah pentingnya kita ketahui secara detail apa masalahnya. Seperti mas striker ini, ia hanya mengatakan ada kekejaman gereja, maka harus jelas dulu kekejaman dalam masa yang mana, dalam peristiwa apa, dan siapa yag terlibat.

Ternyata, dari pertanyaan mas striker, terlihat bahwa penanya justru tidak tahu secara persis kekejaman yang dimaksud. Ia hanya tahu bahwa gereja melakukan kekejaman, tetapi ternyata kemudian bahwa semua yang diketahuinya campur aduk.

:)
Betul.

Kalau tidak salah ingat, striker menurut suatu posting-annya pernah bilang bahwa dia sebenarnya selalu berdiskusi dengan ayahnya yang pengikut Kristus mengenai Alkitab. Selain berdiskusi dengan ayahnya, mungkin striker juga mendapat berbagai informasi lain, dan kemudian ditanyakan di forum ini. Memang cukup disayangkan, kelihatannya striker kurang memperhatikan tahun-tahun perihal kejadian yang ditanyakan, sehingga tampak tidak matching.

Sampai sejauh ini, saya dapat memaklumi. Namun, jika sudah mendapat penjelasan begini, kemudian di waktu selanjutnya, misalkan striker menanyakan lagi hal yang sama, yang begitu itu yang kurang dapat saya mengerti. Dan, betapa damainya andaikan kawan-kawan lain yang mempunyai pertanyaan sama, lebih dahulu mencari jawaban dari forum-forum yang banyak di dunia maya. Dengan demikian, pertanyaan yang sama tidak terulang, dan tidak menguras energi dan waktu.

Damai, damai, damai.

Kalau saya sdh paham sejarah, saya tdk akan bertanya mas, saya mendapatkan link tersebut dan menanyakan disini, apa salah?

Lha saya rasa forum seperti ini juga tempat tuk bertanya to mas? so mengapa saya harus mencari forum2 lain hanya tuk bertanya kembali disini? d\'oh


Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   23rd December 2011, 15:11

bruce wrote:
@striker

Quote :
1487 Paus Innocentius VIII menunjuk rahib Dominikan Spanyol, Tomas de Torquemada, sebagai pelaksana Inkuisisi Agung. Di bawah kekuasaannya, ribuan orang Kristen, Yahudi, Muslim, penyihir yang dicurigai, dan orang-orang lainnya terbunuh dan disiksa. Orang-orang yang berada dalam bahaya terbesar karena Inkuisisi adalah kaum Protestan dan Alumbrados (penganut mistik di Spanyol).

Nama Torquemada menjadi sinonim dengan kekejaman, kefanatikan, sikap tidak toleran, dan kebencian. Ia adalah orang yang paling ditakuti di Spanyol; dan selama pemerintahan terornya dari 1487 sampai 1498l ia secara pribadi memerintahkan lebih dari 2.000 orang untuk dibakar di tiang. Ini berarti 181 orang setahun, sementara pengadilan Spanyol rata -rata hanya membakar 10 orang setahun.

Sekedar pertanyaan, bagaimana sudah ada Protestanism di Spanyol pada tahun 1487 mas? Sedangkan Martin Luther sebagai pencetus Protestanism di Jerman baru mulai tahun 1525. Jadi bagaimana ceritanya ada Protestan sebelum dicetuskan 40 tahun kemudian?

Sepertinya anda salah informasi, karena Paus Innocent VIII tidak terlibat inkuisisi. Sekilas apa yang dilakukannya dalam menghadapi penyesatan adalah sbb :

He issued an appeal for a crusade against the Waldenses, actively opposed the Hussite heresy in Bohemia, and forbade (Dec., 1486) under penalty of excommunication the reading of the nine hundred theses which Pico della Mirandola had publicly posted in Rome. On 5 Dec., 1484, he issued his much-abused Bull against witchcraft, and 31 May, 1492, he solemnly received at Rome the Holy Lance which the Sultan surrendered to the Christians.

Untuk inkuisisi di Spanyol lengkapnya seperti ini :

Kejadian inkuisisi (Inquisition) di abad ke- 13 harus dilihat dengan kacamata obyektif. Inkuisisi ini dimulai atas perintah Paus Gregorius IX tahun 1231, untuk memerangi ajaran sesat Albigensian juga dikenal sebagai Cathars. Ajaran sesat Albigensian ini, seperti heresi Manichaeisme, mengajarkan konsep dualisme, roh dan tubuh; roh itu baik, namun “matter“/ tubuh adalah asal dari segala kejahatan, dan karenanya, menentang Inkarnasi dan Keselamatan [di dalam Kristus, Sabda yang menjelma menjadi 'daging'/ tubuh manusia]. Dengan demikian, heresi ini tidak saja menentang inti iman Kristiani tetapi juga inti basis kemasyarakatan, sebab mereka 1) menentang perkawinan legal, sebab perkawinan dikatakan dapat menghasilkan kehidupan fisik/ tubuh yang baru; 2) mengajarkan bahwa bunuh diri adalah sesuatu yang baik, karena mengakhiri kehidupan tubuh; 3) homoseksualitas adalah lebih baik daripada heteroseksualitas, karena tidak ‘menghasilkan’ tubuh/ fisik yang baru; 4) menganggap bahwa kitab Perjanjian Lama termasuk ke 10 perintah Allah sebagai pekerjaan setan. Nah, tak mengherankan, heresi ini berakibat menghasilkan kebingungan dan kekacauan dalam kehidupan bermasyarakat.

Jadi maksud inkuisisi/ inquisition adalah untuk mempertahankan kemurnian iman Kristiani dan memberikan hukuman eks-komunikasi pada orang-orang yang tidak mau bertobat. Cara inkusisi diambil karena pendekatan persuasif melalui khotbah pengajaran iman yang benar yang dilakukan oleh St. Dominikus dan para biarawan Dominikan tidak efektif/ berhasil. Order Dominikan kemudian mendapat tugas untuk menangani inkusisi yang didahului oleh semacam pengadilan di hadapan juri yang terdiri dari sedikitnya 20 orang, yang menjadi permulaan dari sistem juri dalam pengadilan modern. Dalam bukunya yang berjudul Characters of the Inquisition, William Thomas Walsh mengisahkan beberapa Chief Inquisitors, di antaranya Bernard of Gui. Dikatakan bahwa mereka adalah “far from being inhuman, …men of spotless character and sometimes of truly admirable sanctity….” (Joseph Blotzer, Catholic Encyclopedia, 1914, “Inquisition” online at [You must be registered and logged in to see this link.] Setelah itu, mereka yang tidak juga mau bertobat diserahkan kepada pemerintah. Selanjutnya, memang ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh oknum-oknum di dalam inkuisisi, terutama yang dalam penyelidikan melakukan kekerasan apalagi sampai membunuh, sebab Gereja jelas melarangnya seperti yang tertulis dalam bula Ad extirpanda oleh Paus Innocentius IV (1252).

Jadi yang mana yang anda ingin ketahui lebih detailnya?


saya hanya mendapat informasi dari sarapanpagi.org (sepertinya itu situs respi kristen ya mas kalau tdk salah)
Masalah info itu salah atau benar, saya kurang paham, makanya saya tanyakan ke njenengan mas.

Jadi pada intinya jaman dulu itu tdk ada kekejaman yg dilakukan oleh pihak gereja ya mas? mungkin hanya oknum oknum saja ya mas?

Bagaimana dengan info berikut mas:

Tahun 306 M merupakan tahun keemasan dalam sejarah gereja. Pada waktu itu Konstantin I memegang tampuk pemerintahan kaisar Romawi. Kemudian ia menganut agama Masehi dan menjadikannya sebagai agama resmi negara, dengan demikian tergenggamlah kekuasaan agama dan dunia dalam satu waktu, sehingga menjadikan pemerintahan Romawi sebagai pemerintahan Kudus. Pada waktu itu, urusan Gereja diserahkan kepada lima orang pastur besar yang dinamakan Patriarch atau Paus-paus. Mereka bekerja di bawah pemerintahan pastur2 kecil lainnya.

Orang pertama yang menyusun dengan rapi sistem kepausan dan ikut mendukungnya adalah Gregory I (540-609 M). Ketika pengaruh gereja makin luas, Paus diangkat sebagai sumber kekuasaan agama dan dunia, dan menerima kekuasaan tak terbatas. Melanggar titah dan perintahnya adalah dosa besar (diktator). Ia mempunyai hak dalam menyusun undang-undang, para kaisar tidak memiliki jalan lain, selain takluk dan tunduk kepadanya. Semua orang tunduk dalam masalah agama dan dunia kepada lapisan pastur dan susunan kepegawaian. Mereka seperti bentuk sebuah piramida dan Paus berada di puncaknya. Peristiwa ini terjadi hingga sampai menimbulkan pertentangan antara PAUS & ILMUWAN.

Terhadap peristiwa ini, Paus bukannya mengambil hikmah dan mamfaat terhadap Ilmu Pengetahuan dalam mengatur tatanan dan manajemen, tetapi ia justru menangkapi semua orang yang berbicara tentang sistem ilmu tsb karena dianggap bertentangan dengan faham agama yang non-exacta. Paus menghukum orang2 yang dicurigainya itu dengan sadis, buas dan ganas. Paus mengadakan pengadilan pengusutan (tahun 1478 M) untuk memata-matai dan mengusut orang2 yang dicurigai. Mereka ditangkap dan dihukum dengan berbagai macam hukuman yang berkisar antara denda uang dan hukuman bakar hidup-hidup. Mahkamah2 ini sudah menjatuhkan hukumannya kepada 340.000 orang (antara 1481-1808). Lebih kurang 32.000 orang yang dihukum bakar hidup-hidup!

Dalam kurun waktu 18 tahun, Pater Tarqui Mida telah membakar hidup sekitar 210.220 orang dan menghukum dengan hukuman yang lain sekitar 97.000 orang. Bahkan mayat orang mati itu tidak diperlakukan dengan wajar. Mereka malah menghina 6.860 mayat para ilmuwan dan filsuf yang dihukum bakar hidup2 itu.

Meskipun Paus sudah berupaya dan bertekad memadamkan sinar ilmu pengetahuan, namun sinar ilmu pengetahuan semakin terang pancaran cahayanya. Akhirnya dikeluarkanlah peraturan baru pada tahun 1515 M, yakni melarang terbitnya buku apapun, sebelum mendapat persetujuan dari Gereja. Setiap orang yang mencetak atau menjual buku dengan begitu saja akan dijatuhi hukuman mati. Seperti Kisah GALILEO yang mati dalam penjaranya karena menyatakan bumi itu bundar, dan dibakarnya BRUNO yang menyatakan adanya planet-planet lain, selain dari bumi dsb.

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   23rd December 2011, 22:50

Anda bertanya dan sudah dijawab, mas, kemudin anda bertanya lagi untuk masalah yang sama dengan kesalahan yang sama pula?

Perhatikan yang saya tulis, baca, bahwa Konstantin menjadi Kristen menjelang ajalnya, itu tertulis di sejarah.

Mengenai Galileo sudah juga dijelaskan, bahwa beliau meninggal karena demam dan sakit. Bukan karena dibunuh atau dibakar oleh Gereja, itupun sakit dan meninggal di rumahnya sendiri, bukan dalam tahanan.

Sekali lagi saya tegaskan, jika anda ingin bertanya, tanyalah satu persatu, sehingga bisa dijawab dengan tuntas.

Ini terakhir kalinya saya menyampaikan jawaban, jika pertanyaan hanya berupa copas tanpa dipikir, akan saya delete, bisa dipahami?


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
heinskle
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 326
Join date : 04.12.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   24th December 2011, 00:44

Husada wrote:
Waw... tambah lagi pengetahuan. Terima kasih Bruce.

Dengan membandingkan kepada kejadian sehari-hari di sekitar saya, dan juga melalui pemberitaan media atas berbagai berita aktual, memang banyak issu yang dilontarkan untuk mendiskreditkan suatu golongan tertentu, khususnya Katolik, ternyata bukan seperti yang diissukan. Beruntung sekali sejak dahulu administrasi Katolik itu cukup rapih. Dengan kemajuan ilmu komunikasi dan dukungan teknologi, kelihatannya jaman semakin transparan. Banyak hal yang dahulunya dipandang sebagai rahasia, kini terbuka bagi siapa saja.

Sangat disayangkan, meski sudah dapat diuji, banyak pihak tidak melakukan pengujian, kemudian mengemukakan tuduhan, atau dakwaan, atau pandangan miring, atau apapun istilahnya untuk mendiskreditkan. Sangat aneh juga, meski sudah pernah mendapat jawaban, atau penjelasan, atau keterangan mengenai hal tersebut, si penanya, atau pendakwa itu mengulang bertanya lagi.

Eh, tapi sungguh beruntung, adanya media internet ini membuat semua pihak terkait bisa berinteraksi meski secara informal. Puji Jesus.

Well....,memang nambah pengetahuan bagi yg baru mengenal.
hanya perlu kewaspadaan, informasi digali dan disaji melalui media internet bisa menjadi pedang bermata dua.
contoh konkrit replied Bruce kpd Striker masih dalam diskusi diatas sbb:

" ..... Sekedar pertanyaan, bagaimana sudah ada Protestanism di Spanyol pada tahun 1487 mas? Sedangkan Martin Luther sebagai pencetus Protestanism di Jerman baru mulai tahun 1525. Jadi bagaimana ceritanya ada Protestan sebelum dicetuskan 40 tahun kemudian?

Sepertinya anda salah informasi, karena Paus Innocent VIII tidak terlibat inkuisisi. ...."

Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   24th December 2011, 11:27

Damai bagimu striker.
striker mem-post :
striker wrote:
Kalau saya sdh paham sejarah, saya tdk akan bertanya mas, saya mendapatkan link tersebut dan menanyakan disini, apa salah?
Lha saya rasa forum seperti ini juga tempat tuk bertanya to mas? so mengapa saya harus mencari forum2 lain hanya tuk bertanya kembali disini?
Itu saya maklum, sehingga saya posting ini:
Husada wrote:
Sampai sejauh ini. saya dapat memaklumi, Namun, jika sudah mendapat penjelasan begini, kemudian di waktu selanjutnya, mislkan striker menanyakan lagi hal yang sama, yang begitu itu yang kurang dapat saya mengerti.
Kalimat kedua posting-an saya itu bukan ditujukan khusus kepada striker. Itu untuk semua posters. Memang, sebagai pemisalan, disitu striker saya kemukakan sebagai contoh dengan pengandaian, misalnya striker bertanya hal yang sama di kemudian hari. Betapa na'ifnya, jika seorang poster sudah mendapat penjelasan atas suatu hal di suatu forum, kemudian menanyakan lagi hal tersebut di forum lain. Bila memang striker belum pernah mendapat jawaban atas hal yang striker tanyakan, ya monggo-monggo saja.
Yaahhh... seperti usul Bruce ajja, fokus, fokus, fokus. Dengan demikian, jawaban dari yang mempunyai perbendaharaan/referensi juga akan lebih fokus. Jika sama-sama belum mempunyai referensi, mari sama-sama mencari. Gitu kan?

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara


Terakhir diubah oleh Husada tanggal 30th December 2011, 11:47, total 3 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   24th December 2011, 11:41

heinskle wrote:
Husada wrote:
Eh, tapi sungguh beruntung, adanya media internet ini membuat semua pihak terkait bisa berinteraksi meski secara informal. Puji Jesus.

Well....,memang nambah pengetahuan bagi yg baru mengenal.
hanya perlu kewaspadaan, informasi digali dan disaji melalui media internet bisa menjadi pedang bermata dua.
Saya sepakat dengan Heinskle, bahwa kewaspadaan setiap saat perlu ditingkatkan.

Quote :
contoh konkrit replied Bruce kpd Striker masih dalam diskusi diatas sbb:
" ..... Sekedar pertanyaan, bagaimana sudah ada Protestanism di Spanyol pada tahun 1487 mas? Sedangkan Martin Luther sebagai pencetus Protestanism di Jerman baru mulai tahun 1525. Jadi bagaimana ceritanya ada Protestan sebelum dicetuskan 40 tahun kemudian?
Sepertinya anda salah informasi, karena Paus Innocent VIII tidak terlibat inkuisisi. ...."
Terus terang, karena seperti striker,, saya juga tidak paham-paham amat atas sejarah, maka untuk pertanyaan atau pernyataan atau pengkritisian Heinskle atas kandungan pikiran dalam posting-an Bruce, silakan diperjelas apa yang dikritisi?

Sepanjang pengetahuan saya, Martin Luther, yang dijuluki Bapa Protestantisme itu, memang mencetuskan protestan pada 1525. Apa hubungannya dengan ketidakterlibatan Paus Innocent VIII dalam hal inkuisisi? Maaf Heinskle, dalam hal ini saya sungguh tidak tahu. Saya memang lemah dalam detilnya sejarah.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
heinskle
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 326
Join date : 04.12.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   24th December 2011, 12:28

Quote :
Sepanjang pengetahuan saya, Martin Luther, yang dijuluki Bapa Protestantisme itu, memang mencetuskan protestan pada 1525. Apa hubungannya dengan ketidakterlibatan Paus Innocent VIII dalam hal inkuisisi? Maaf Heinskle, dalam hal ini saya sungguh tidak tahu. Saya memang lemah dalam detilnya sejarah.

Damai, damai, damai.


Terlebih dahulu, maaf bro Bruce ... postingan anda saya adopts dibawah ini,

Hi Husada,
" Kejadian inkuisisi (Inquisition) di abad ke- 13 harus dilihat dengan kacamata obyektif. Inkuisisi ini dimulai atas perintah Paus Gregorius IX tahun 1231, untuk memerangi ajaran sesat Albigensian juga dikenal sebagai Cathars. ...."
setelah Paus Innocent VIII.
utk lebih detailnya lagi anda boleh tanyakan langsung kepada bro Bruce.., karena saya tidak begitu berminat dengan prihal sejarah demikian.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   24th December 2011, 12:44

heinskle wrote:

utk lebih detailnya lagi anda boleh tanyakan langsung kepada bro Bruce.., karena saya tidak begitu berminat dengan prihal sejarah demikian.

Terima kasih Heinskle. Nanti akan saya PM dia kalau rasa ingin tahu saya sudah memuncak. Terima kasih.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   24th December 2011, 12:55

@husada & Heinskle

Saya koq jadi yang paling tidak ngerti apa yang sedang diperbincangkan?

Shocked

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   24th December 2011, 12:59

bruce wrote:
@husada & Heinskle

Saya koq jadi yang paling tidak ngerti apa yang sedang diperbincangkan?

Shocked
Hihhihhiii... sesekali membicarakan sesuatu yang tidak dimengerti orang lain padahal orang lain itu ada bersama-sama, ada kenikmatan tersendiri Bruce. Yang pasti, isi pembicaraan itu tidak akan menyakiti, atau menjerumuskan, atau memfitnah, atau hal-hal negatif lainnya kok. Percaya deh. :tongue: Hehhehheee...

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
heinskle
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 326
Join date : 04.12.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   24th December 2011, 15:47

bruce wrote:
@husada & Heinskle

Saya koq jadi yang paling tidak ngerti apa yang sedang diperbincangkan?

Shocked

Maaf ....bro' Bruce.
Benar, kata bro Husada .... 'tidak membicarakan hal2 yg negatif kok..'

GBU..
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   24th December 2011, 19:51

bruce wrote:
Anda bertanya dan sudah dijawab, mas, kemudin anda bertanya lagi untuk masalah yang sama dengan kesalahan yang sama pula?

Perhatikan yang saya tulis, baca, bahwa Konstantin menjadi Kristen menjelang ajalnya, itu tertulis di sejarah.

Mengenai Galileo sudah juga dijelaskan, bahwa beliau meninggal karena demam dan sakit. Bukan karena dibunuh atau dibakar oleh Gereja, itupun sakit dan meninggal di rumahnya sendiri, bukan dalam tahanan.

Sekali lagi saya tegaskan, jika anda ingin bertanya, tanyalah satu persatu, sehingga bisa dijawab dengan tuntas.

Ini terakhir kalinya saya menyampaikan jawaban, jika pertanyaan hanya berupa copas tanpa dipikir, akan saya delete, bisa dipahami?


sepertinya pertanyaan saya sedikit 'cencitip' ya mas :)

Baiklah mungkin info yg saya dapat terlalu berlebihan tentang kematian galileo.

Tapi apakah galileo juga menjadi korban 'oknum-oknum' gereja jaman dulu, apakah info tentang beliau dihukum oleh gereja (meskipun tdk sampai mati) karena teori2nya yg dianggap bertentangan dengan alkitab, itu benar?



Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   25th December 2011, 09:04

striker wrote:
bruce wrote:
Anda bertanya dan sudah dijawab, mas, kemudin anda bertanya lagi untuk masalah yang sama dengan kesalahan yang sama pula?

Perhatikan yang saya tulis, baca, bahwa Konstantin menjadi Kristen menjelang ajalnya, itu tertulis di sejarah.

Mengenai Galileo sudah juga dijelaskan, bahwa beliau meninggal karena demam dan sakit. Bukan karena dibunuh atau dibakar oleh Gereja, itupun sakit dan meninggal di rumahnya sendiri, bukan dalam tahanan.

Sekali lagi saya tegaskan, jika anda ingin bertanya, tanyalah satu persatu, sehingga bisa dijawab dengan tuntas.

Ini terakhir kalinya saya menyampaikan jawaban, jika pertanyaan hanya berupa copas tanpa dipikir, akan saya delete, bisa dipahami?


sepertinya pertanyaan saya sedikit 'cencitip' ya mas :)

Baiklah mungkin info yg saya dapat terlalu berlebihan tentang kematian galileo.

Tapi apakah galileo juga menjadi korban 'oknum-oknum' gereja jaman dulu, apakah info tentang beliau dihukum oleh gereja (meskipun tdk sampai mati) karena teori2nya yg dianggap bertentangan dengan alkitab, itu benar?




Tidak sensitif mas, cuma saya terbiasa kalau ditanya berkali kali soal yang sama menjadi naik darah.

Baca lagi ya untuk yang terkhir kalinya:

Sebelum Galileo, Nicolaus Copernicus (1473-1543) telah mempresentasikannya kepada Gereja Katolik tentang teori “heliocentric”. Bahkan Vatican sendiri membantu untuk mempublikasikannya, setelah melalui proses editing. Dan akhirnya dipublikasikan dengan bantuan Cardinal Schonberg dan Tiedemann Giese, uskup dari Culm dengan persetujuan Paus Paul III. Hanya teori inidikatakan masih berupa ” hipotesa“. Tidak ada yang menentang hipotesa ini, termasuk Paus. Malah reaksi keras akan adanya teori ini datang dari teolog Protestan. Untuk lengkapnya, dapat dilihat di: New Advent – Nicolaus Copernicus. Jadi dari sini kita melihat bahwa Gereja Katolik tidak anti science, namun malah mendorong kemajuan science, yang diteruskan sampai sekarang. Sungguh sangat disayangkan bahwa banyak orang beranggapan bahwa Gereja menentang science dan menyembunyikan science dari manusia untuk mempertahankan kekuasaan.

Galileo Galileo (1564-1642) yang tertarik dan mendukung teori heilocentric dari Copernicus, mencoba membuktikan bahwa teori heliocentric adalah benar, dengan beberapa argumentasi yang tidak memenuhi standard science pada waktu itu. Namun dengan keadaan tersebut, Galileo tetap berkeras bahwa teori yang dikemukakannya adalah benar. Hal inilah yang menjadikan pertentangan dengan Gereja Katolik pada saat itu. Dan hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan umat. Kemudian Galileo menghadap tim investigasi di Roma dan dari situ dinyatakan bahwa teori heliocentric tidak dapat dibuktikan sesuai dengan standard science pada waktu itu, sehingga dinyatakan salah, juga bidaah dan anti Alkitab. Galileo harus mencabut pernyataannya, dan Galileo berjanji tidak akan mengajarkan teori ini lagi.

Galileo benar ketika dia mengatakan bahwa Alkitab ditujukan untuk mengajarkan manusia bagaimana untuk mencapai surga. Bahkan kardinal Bellarmine yang mempunyai pengaruh besar pada waktu itu mengatakan “Saya katakan bahwa jika sebuah bukti yang konkrit ditemukan bahwa matahari tetap dan tidak berputar mengelilingi bumi, tetapi bumi mengelilingi matahari, maka menjadi sangat penting, secara hati-hati, untuk melakukan penjelasan dari beberapa ayat di Kitab Suci yang terlihat kontradiksi, dan kita lebih baik mengatakan bahwa kita telah salah menginterpretasikan semua ini daripada mengumumkan bahwa hal itu adalah salah seperti yang telah dibuktikan”. Hal ini berarti bahwa Gereja Katolik mempunyai sikap bahwa kalau teori tersebut dapat dibuktikan sesuai dengan standard pembuktian science pada waktu itu, dan terbukti benar, maka Gereja akan berfikir bagaimana menginterpretasikan Alkitab, sehingga tidak bertentangan dengan kebenaran tersebut. Di sinilah Galileo benar, bahwa Alkitab bukanlah buku science, namun mengajarkan orang untuk mencapai surga.

Walaupun Galileo telah berjanji mentaati untuk tidak mengajarkan teori tersebut, namun Galileo mengingkarinya dengan menerbitkan buku di tahun 1632. Dan kemudian Galileo dihadapkan pada tim investigasi dan kemudian Galileo menjalani tahanan rumah sambil melakukan penitensi. Namun sungguh sangat salah kalau dikatakan seolah-olah Galileo tidak diperlakukan tidak manusiawi, karena baik selama proses investigasi dan tahanan rumah, Galileo mendapatkan fasilitas yang sangat baik. Pada tahun 1642, dia meninggal dan 5 tahun sebelum meninggal dia mengalami kebutaan. Paus Urban VIII memberikan berkat khusus buat Galileo, dan jenasahnya dikuburkan di dalam Gereja Santa Croce di Florence.

Dari hal ini, sejarah membuktikan bahwa Gereja Katolik tidak membunuh Galileo. Apakah ada kesalahan yang dibuat oleh Gereja Katolik? Ya, terutama adalah tim investigasi pada waktu itu, yang mungkin kurang bijaksana menyikapi kasus ini. Di sisi yang lain, Galileo sendiri tidak dapat membuktikan kebenaran teorinya sesuai dengan standard science pada waktu itu dan tetap memaksakan sesuatu yang belum terbukti sebagai suatu kebenaran.

Sudah jelas?


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Raihan Danielsan
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 236
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   25th December 2011, 09:13

bruce wrote:

Tidak sensitif mas, cuma saya terbiasa kalau ditanya berkali kali soal yang sama menjadi naik darah.


Sudah jelas?
Waduh ! Hati-hati kena jantung dan stroke, bang bruce! Very Happy

Jelas bos!
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   25th December 2011, 09:42

Raihan Danielsan wrote:
bruce wrote:

Tidak sensitif mas, cuma saya terbiasa kalau ditanya berkali kali soal yang sama menjadi naik darah.


Sudah jelas?
Waduh ! Hati-hati kena jantung dan stroke, bang bruce! Very Happy

Jelas bos!

Lho, yang jelas koq malah anda mas?

:)

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   25th December 2011, 17:35

bruce wrote:
Raihan Danielsan wrote:
bruce wrote:

Tidak sensitif mas, cuma saya terbiasa kalau ditanya berkali kali soal yang sama menjadi naik darah.


Sudah jelas?
Waduh ! Hati-hati kena jantung dan stroke, bang bruce! Very Happy

Jelas bos!

Lho, yang jelas koq malah anda mas?

:)

semoga ini tdk dianggap sebagai suatu pertanyaan yg sama, jadi semoga gak bikin naik darah di natal ini Very Happy

bagaimana dengan ini mas: John Wicelif : Dia adalah seorang Pastur Inggris (1320-1384). Ia mengajar di Universitas Oxford, tapi kemudian ia berontak terhadap gereja. Ia mengatakan bahwa Paus sendiri bergelimang dosa dan kesalahan. Maka Paus tidak berhak mengajar agama kepada orang lain. Namun hidupnya berakhir dengan hukuman 13 tahun penjara dan setelah mati mayatnya dikeluarkan dari dalam kubur lalu dibakar.

'mungkin' info yg saya dapatkan salah, jadi bisa dikisahkan versi njenengan yg 'mungkin' lebih benar mas? kan biar saya bisa belajar sejarah :)

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   25th December 2011, 18:01

Mengenai John Wyclif/ Wycliffe (1330- 1384), saya membaca dari beberapa sumber, yaitu Encyclopedia Britannica, New Catholic Encyclopedia, atau New Advent, dan beberapa situs lainnya di internet. Dari semua sumber itu, disebutkan bahwa John Wyclif meninggal karena serangan stroke. Dia memang pernah terkena stroke pertama tahun 1382, namun ia masih dapat menulis banyak buku setelah itu, sampai ia terkena lagi serangan stroke (apoplexy) yang kedua pada saat mengikuti misa tanggal 28 Desember 1384, dan akhirnya wafat pada tanggal 31 Desember 1384. Jadi Wyclif ini wafat karena sakit dan bukan karena dibunuh oleh Gereja Katolik.

Untuk memahami kondisi negara Eropa dan pengaruh Gereja Katolik yang cukup besar pada waktu itu, kita memang harus melihat kepada sejarah sebelumnya yang menyebabkan mengapa demikian. Sejarah mencatat bahwa setelah kejatuhan kerajaan Roma di abad ke-5, maka biara-biara (monasteries) menjadi tempat-tempat yang menyediakan tempat tinggal/ penginapan dan pengobatan orang sakit yang tidak dapat didapatkan di tempat-tempat lain di Eropa. Secara khusus di sini adalah biara-biara yang dipelopori oleh St. Benediktus yang kemudian mempunyai 30.000 biara yang tersebar di seluruh Eropa. Tempat-tempat ini menjadi oasis bagi tempat perawatan orang sakit, karena selain memberikan obat-obatan, juga keteraturan dan lingkungan kekudusan, dengan semboyan utama ordo ini yaitu Ora et labora (berdoa dan bekerja). Di biara-biara inilah para Benediktin menyambut para tamu dan pasien yang sakit seperti menyambut Kristus sendiri, penerapan dari ayat Mat 25:35, di mana Yesus mengatakan, “ketika Aku orang asing kamu memberi Aku tumpangan…. ” Selanjutnya, biara-biara ini menjadi tempat-tempat diadakannya pusat studi tentang ilmu kedokteran, antara abad 5 sampai 10, dengan men- transmisi-kan teks-teks ilmu kedokteran dari abad-abad sebelumnya.

Pada saat yang sama, yaitu abad ke-6 sampai ke 10 itu memang terdapat kemunduran dalam hal pembelajaran dan budaya di Eropa, yang disebabkan karena Eropa pada waktu itu ditaklukkan oleh kaum barbar seperti Goths, Vandals, Huns, Vikings, dll. Dalam kondisi demikian, biara menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat. Para biarawan/ biarawati menyalin teks- teks dari para pengarang kuno, dan ini berlangsung hingga abad ke 13, sebelum kemudian melibatkan kaum awam, hingga sampai kepada 60.000 orang penyalin. Maka para Benediktin tersebut berperan sangat besar dalam mempertahankan budaya klasik di Eropa. Tidak hanya itu saja, dalam bidang pertanian, para biarawan Benediktin ini juga sangat berjasa. Mereka siap mengubah daerah tandus gersang menjadi subur. Demikian pula, para biarawan Cistercian berperan besar di bidang teknologi, dalam penggunaan tenaga air bagi teknologi pertanian. Hal yang serupa terjadi di berbagai bidang yang lain, di dalam hal pengolahan garam, berjenis besi, aluminium, gypsum, dst… peran para biarawan begitu nyata di kawasan Eropa terutama juga dalam hal memperkenalkan teknologi per-mesin-an.

Maka tak mengherankan, bahwa kehidupan masyarakat Eropa pada saat itu berkembang di sekitar biara- biara dan gereja. Kehidupan menggereja menjadi tak terpisahkan dengan kehidupan sosial. Mulailah ada semacam sumbangan yang diberikan kepada para biarawan tersebut, karena merekalah yang terjun langsung memperbaiki ataupun membina kehidupan bermasyarakat. Tentu ini ada sisi positifnya, namun lama- kelamaan ada juga dampak negatifnya. Para biarawan tersebut ada yang menyalahgunakan dukungan tersebut dan hidup dalam kelimpahan. Hal ini menjadi salah satu motivasi dari beberapa orang yang kemudian membenci para biarawan/ kaum klerik, dan tidak lagi mempercayai mereka.
John Wyclif, merupakan salah satu dari mereka yang menolak kaum klerik. Wyclif ini memang sering disebut-sebut sebagai perintis Reformasi (sebelum Martin Luther) oleh gereja Protestan. Ia adalah seorang teolog, filsuf naturalis, yang menerima pendidikan di Oxford dan terkenal sebagai salah satu penerjemah Alkitab Vulgate dari bahasa Latin ke bahasa Inggris. Setelah menerima gelar Doktor Theologi, tahun 1374 ia bekerja di bawah kepemimpinan Edward III. Pada saat inilah ia menunjukkan pengaruh ajarannya dalam hal politik. Wycliff mewakili pemerintah Inggris menolak memberikan pajak kepada Roma. Ia menentang peran para klerik yang mempunyai otoritas kepemimpinan, dan mempunyai hak milik (seperti yang dimiliki biara-biara, yang awalnya memang digunakan kembali untuk memajukan masyarakat). Ia mengajarkan bahwa hak otoritas dan hak milik diperoleh dari Tuhan untuk semua orang, namun terbatas pada mereka yang dalam kondisi rahmat/ tidak berdosa. Maka para klerik yang berdosa sudah tidak bisa mempunyai otoritas, dan hak itu dapat dialihkan kepada tuan-tuan tanah. Karena itu, ia mengatakan bahwa sebaiknya kepemilikan biara-biara itu disita/ dialihkan saja kepada para pemimpin negara. Wyclif kemudian mendapat dukungan dari John Gaunt (1340-99), bangsawan Lancaster yang paling kaya di Inggris, yang juga menentang peran para klerik tersebut.

Sejujurnya, pandangan Wyclif ini yang mengatakan bahwa hak memegang otoritas tergantung dari kondisi rahmat [jadi jika seseorang berdosa, tidak boleh memegang otoritas apapun], juga cukup ‘absurd‘. Sebab walaupun tidak dapat dibenarkan bahwa kaum klerik dapat hidup berkelimpahan, namun sebaliknya penggantian peran kaum religius oleh para tuan tanah, juga belum tentu dapat memperbaiki keadaan, walaupun mereka menurut Wyclif, dapat melaksanakan tugasnya jika dibimbing para Teolog. Sebab biar bagaimanapun juga terdapat otoritas memimpin Gereja, yang tidak dapat dialihkan kepada para pemimpin negara/ tuan- tuan tanah. Pada saat Yesus menunjuk Petrus sebagai batu karang di mana Gereja-Nya didirikan (Mat 16:18), Ia juga sudah tahu bahwa Petrus adalah orang berdosa, namun itu tidak menghalangi Yesus untuk memberikan otoritas kepada Petrus untuk memimpin Gereja-Nya. Dan tentu, hal yang sama berlaku kepada para penerus Rasul Petrus; dan justru melalui kelemahan para rasul ini, Yesus menunjukkan kuasa-Nya untuk menjaga Gereja-Nya sampai akhir jaman. Tak heran Paus Gregorius XI mengeluarkan Bulls yang menentang ajaran Wyclif ini soal otoritas yang dikaitkan dengan dosa, yang berujung pada maksud pengambil alihan otoritas kaum klerik kepada tuan-tuan tanah dan pemimpin negara.

Selanjutnya, selain menentang otoritas Paus, Wyclif juga menentang bentuk Gereja yang kelihatan di bawah pimpinan Paus. Baginya Gereja tidak harus kelihatan. Juga, menurut Wyclif, seharusnya Gereja itu miskin, seperti pada jaman para rasul. Sebenarnya klaim bahwa Gereja harus hidup miskin ini tidaklah salah, dan karenanya Wyclif dapat memperoleh dukungan, bahkan dari para biarawan yang memegang kaul kemiskinan. Namun Wyclif tidak berhenti sampai di sini. Ia kemudian menyerang ajaran Gereja Katolik yang lain, yang merupakan salah satu doktrin yang terpenting, yaitu doktrin Transubstansiasi. Wyclif menentang kehadiran Yesus Kristus sendiri di dalam rupa roti dan anggur setelah doa konsekrasi, yaitu di mana roti dan anggur tidak lagi merupakan roti dan anggur melainkan diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Selain menentang otoritas Paus, Transubstansiasi, Wyclif kemudian juga menentang kaul para religius, indulgensi, liturgi dan sakramen, dan hanya menekankan bahwa Alkitab saja sudah cukup untuk mengatur kehidupan masyarakat. Nah, dengan ajaran- ajarannya ini, maka Wyclif tidak lagi mendapat dukungan dari para biarawan manapun yang setia dengan Gereja Katolik, karena sudah ajarannya sudah bertentangan dengan ajaran Kristus, para rasul dan Bapa Gereja.
Pada tahun 1380-1381, Wyclif ini mulai menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin ke bahasa Inggris. Terjemahan ini kemungkinan juga dimungkinkan dengan adanya bantuan dari para muridnya di Oxford. Tahun 1381, pada saat ia pensiun di Lutterworth, terjadi revolusi kaum petani. Walaupun tidak dapat diperoleh bukti yang jelas akan keterikatannya dengan revolusi ini, namun dapat diketahui keberpihakannya. Pada revolusi ini uskup Canterbury Simon Sudbury dibunuh dan kemudian digantikan oleh William Courtenay (1347- 96). Pada tahun 1382 saat Courtenay menuntut agar Universitas Oxford menarik kembali ajaran Wyclif, ia sudah pensiun dari situ. Pada tahun itu kesehatan Wyclif memburuk, sampai akhirnya wafat di tahun 1384 karena stroke.

Dengan adanya prinsip pengajaran Wyclif yang memang tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik, maka Wyclif Bible (1383) ditolak oleh Sinode Oxford 1408. Hal ini serupa dengan penolakan Gereja Katolik terhadap terjemahan Alkitab yang dilakukan oleh kaum Cathar dan Albigenses yang memang memasukkan interpretasi mereka (yang bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik) dalam terjemahan Alkitab mereka. Maka larangan terhadap terjemahan- terjemahan Alkitab tersebut terutama bertujuan untuk menjaga kemurnian Kitab Suci seperti yang diajarkan oleh para rasul dan Bapa Gereja; sebab terjemahan -terjemahan tersebut memuat juga interpretasi dari para penerjemahnya yang tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik.

Mudah mudahan anda menjadi mengerti sejarah sebenarnya.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   25th December 2011, 23:04

bruce wrote:
Mengenai John Wyclif/ Wycliffe (1330- 1384), saya membaca dari beberapa sumber, yaitu Encyclopedia Britannica, New Catholic Encyclopedia, atau New Advent, dan beberapa situs lainnya di internet. Dari semua sumber itu, disebutkan bahwa John Wyclif meninggal karena serangan stroke. Dia memang pernah terkena stroke pertama tahun 1382, namun ia masih dapat menulis banyak buku setelah itu, sampai ia terkena lagi serangan stroke (apoplexy) yang kedua pada saat mengikuti misa tanggal 28 Desember 1384, dan akhirnya wafat pada tanggal 31 Desember 1384. Jadi Wyclif ini wafat karena sakit dan bukan karena dibunuh oleh Gereja Katolik.

Untuk memahami kondisi negara Eropa dan pengaruh Gereja Katolik yang cukup besar pada waktu itu, kita memang harus melihat kepada sejarah sebelumnya yang menyebabkan mengapa demikian. Sejarah mencatat bahwa setelah kejatuhan kerajaan Roma di abad ke-5, maka biara-biara (monasteries) menjadi tempat-tempat yang menyediakan tempat tinggal/ penginapan dan pengobatan orang sakit yang tidak dapat didapatkan di tempat-tempat lain di Eropa. Secara khusus di sini adalah biara-biara yang dipelopori oleh St. Benediktus yang kemudian mempunyai 30.000 biara yang tersebar di seluruh Eropa. Tempat-tempat ini menjadi oasis bagi tempat perawatan orang sakit, karena selain memberikan obat-obatan, juga keteraturan dan lingkungan kekudusan, dengan semboyan utama ordo ini yaitu Ora et labora (berdoa dan bekerja). Di biara-biara inilah para Benediktin menyambut para tamu dan pasien yang sakit seperti menyambut Kristus sendiri, penerapan dari ayat Mat 25:35, di mana Yesus mengatakan, “ketika Aku orang asing kamu memberi Aku tumpangan…. ” Selanjutnya, biara-biara ini menjadi tempat-tempat diadakannya pusat studi tentang ilmu kedokteran, antara abad 5 sampai 10, dengan men- transmisi-kan teks-teks ilmu kedokteran dari abad-abad sebelumnya.

Pada saat yang sama, yaitu abad ke-6 sampai ke 10 itu memang terdapat kemunduran dalam hal pembelajaran dan budaya di Eropa, yang disebabkan karena Eropa pada waktu itu ditaklukkan oleh kaum barbar seperti Goths, Vandals, Huns, Vikings, dll. Dalam kondisi demikian, biara menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat. Para biarawan/ biarawati menyalin teks- teks dari para pengarang kuno, dan ini berlangsung hingga abad ke 13, sebelum kemudian melibatkan kaum awam, hingga sampai kepada 60.000 orang penyalin. Maka para Benediktin tersebut berperan sangat besar dalam mempertahankan budaya klasik di Eropa. Tidak hanya itu saja, dalam bidang pertanian, para biarawan Benediktin ini juga sangat berjasa. Mereka siap mengubah daerah tandus gersang menjadi subur. Demikian pula, para biarawan Cistercian berperan besar di bidang teknologi, dalam penggunaan tenaga air bagi teknologi pertanian. Hal yang serupa terjadi di berbagai bidang yang lain, di dalam hal pengolahan garam, berjenis besi, aluminium, gypsum, dst… peran para biarawan begitu nyata di kawasan Eropa terutama juga dalam hal memperkenalkan teknologi per-mesin-an.

Maka tak mengherankan, bahwa kehidupan masyarakat Eropa pada saat itu berkembang di sekitar biara- biara dan gereja. Kehidupan menggereja menjadi tak terpisahkan dengan kehidupan sosial. Mulailah ada semacam sumbangan yang diberikan kepada para biarawan tersebut, karena merekalah yang terjun langsung memperbaiki ataupun membina kehidupan bermasyarakat. Tentu ini ada sisi positifnya, namun lama- kelamaan ada juga dampak negatifnya. Para biarawan tersebut ada yang menyalahgunakan dukungan tersebut dan hidup dalam kelimpahan. Hal ini menjadi salah satu motivasi dari beberapa orang yang kemudian membenci para biarawan/ kaum klerik, dan tidak lagi mempercayai mereka.
John Wyclif, merupakan salah satu dari mereka yang menolak kaum klerik. Wyclif ini memang sering disebut-sebut sebagai perintis Reformasi (sebelum Martin Luther) oleh gereja Protestan. Ia adalah seorang teolog, filsuf naturalis, yang menerima pendidikan di Oxford dan terkenal sebagai salah satu penerjemah Alkitab Vulgate dari bahasa Latin ke bahasa Inggris. Setelah menerima gelar Doktor Theologi, tahun 1374 ia bekerja di bawah kepemimpinan Edward III. Pada saat inilah ia menunjukkan pengaruh ajarannya dalam hal politik. Wycliff mewakili pemerintah Inggris menolak memberikan pajak kepada Roma. Ia menentang peran para klerik yang mempunyai otoritas kepemimpinan, dan mempunyai hak milik (seperti yang dimiliki biara-biara, yang awalnya memang digunakan kembali untuk memajukan masyarakat). Ia mengajarkan bahwa hak otoritas dan hak milik diperoleh dari Tuhan untuk semua orang, namun terbatas pada mereka yang dalam kondisi rahmat/ tidak berdosa. Maka para klerik yang berdosa sudah tidak bisa mempunyai otoritas, dan hak itu dapat dialihkan kepada tuan-tuan tanah. Karena itu, ia mengatakan bahwa sebaiknya kepemilikan biara-biara itu disita/ dialihkan saja kepada para pemimpin negara. Wyclif kemudian mendapat dukungan dari John Gaunt (1340-99), bangsawan Lancaster yang paling kaya di Inggris, yang juga menentang peran para klerik tersebut.

Sejujurnya, pandangan Wyclif ini yang mengatakan bahwa hak memegang otoritas tergantung dari kondisi rahmat [jadi jika seseorang berdosa, tidak boleh memegang otoritas apapun], juga cukup ‘absurd‘. Sebab walaupun tidak dapat dibenarkan bahwa kaum klerik dapat hidup berkelimpahan, namun sebaliknya penggantian peran kaum religius oleh para tuan tanah, juga belum tentu dapat memperbaiki keadaan, walaupun mereka menurut Wyclif, dapat melaksanakan tugasnya jika dibimbing para Teolog. Sebab biar bagaimanapun juga terdapat otoritas memimpin Gereja, yang tidak dapat dialihkan kepada para pemimpin negara/ tuan- tuan tanah. Pada saat Yesus menunjuk Petrus sebagai batu karang di mana Gereja-Nya didirikan (Mat 16:18), Ia juga sudah tahu bahwa Petrus adalah orang berdosa, namun itu tidak menghalangi Yesus untuk memberikan otoritas kepada Petrus untuk memimpin Gereja-Nya. Dan tentu, hal yang sama berlaku kepada para penerus Rasul Petrus; dan justru melalui kelemahan para rasul ini, Yesus menunjukkan kuasa-Nya untuk menjaga Gereja-Nya sampai akhir jaman. Tak heran Paus Gregorius XI mengeluarkan Bulls yang menentang ajaran Wyclif ini soal otoritas yang dikaitkan dengan dosa, yang berujung pada maksud pengambil alihan otoritas kaum klerik kepada tuan-tuan tanah dan pemimpin negara.

Selanjutnya, selain menentang otoritas Paus, Wyclif juga menentang bentuk Gereja yang kelihatan di bawah pimpinan Paus. Baginya Gereja tidak harus kelihatan. Juga, menurut Wyclif, seharusnya Gereja itu miskin, seperti pada jaman para rasul. Sebenarnya klaim bahwa Gereja harus hidup miskin ini tidaklah salah, dan karenanya Wyclif dapat memperoleh dukungan, bahkan dari para biarawan yang memegang kaul kemiskinan. Namun Wyclif tidak berhenti sampai di sini. Ia kemudian menyerang ajaran Gereja Katolik yang lain, yang merupakan salah satu doktrin yang terpenting, yaitu doktrin Transubstansiasi. Wyclif menentang kehadiran Yesus Kristus sendiri di dalam rupa roti dan anggur setelah doa konsekrasi, yaitu di mana roti dan anggur tidak lagi merupakan roti dan anggur melainkan diubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Selain menentang otoritas Paus, Transubstansiasi, Wyclif kemudian juga menentang kaul para religius, indulgensi, liturgi dan sakramen, dan hanya menekankan bahwa Alkitab saja sudah cukup untuk mengatur kehidupan masyarakat. Nah, dengan ajaran- ajarannya ini, maka Wyclif tidak lagi mendapat dukungan dari para biarawan manapun yang setia dengan Gereja Katolik, karena sudah ajarannya sudah bertentangan dengan ajaran Kristus, para rasul dan Bapa Gereja.
Pada tahun 1380-1381, Wyclif ini mulai menerjemahkan Alkitab dari bahasa Latin ke bahasa Inggris. Terjemahan ini kemungkinan juga dimungkinkan dengan adanya bantuan dari para muridnya di Oxford. Tahun 1381, pada saat ia pensiun di Lutterworth, terjadi revolusi kaum petani. Walaupun tidak dapat diperoleh bukti yang jelas akan keterikatannya dengan revolusi ini, namun dapat diketahui keberpihakannya. Pada revolusi ini uskup Canterbury Simon Sudbury dibunuh dan kemudian digantikan oleh William Courtenay (1347- 96). Pada tahun 1382 saat Courtenay menuntut agar Universitas Oxford menarik kembali ajaran Wyclif, ia sudah pensiun dari situ. Pada tahun itu kesehatan Wyclif memburuk, sampai akhirnya wafat di tahun 1384 karena stroke.

Dengan adanya prinsip pengajaran Wyclif yang memang tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik, maka Wyclif Bible (1383) ditolak oleh Sinode Oxford 1408. Hal ini serupa dengan penolakan Gereja Katolik terhadap terjemahan Alkitab yang dilakukan oleh kaum Cathar dan Albigenses yang memang memasukkan interpretasi mereka (yang bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik) dalam terjemahan Alkitab mereka. Maka larangan terhadap terjemahan- terjemahan Alkitab tersebut terutama bertujuan untuk menjaga kemurnian Kitab Suci seperti yang diajarkan oleh para rasul dan Bapa Gereja; sebab terjemahan -terjemahan tersebut memuat juga interpretasi dari para penerjemahnya yang tidak sesuai dengan ajaran Gereja Katolik.

Mudah mudahan anda menjadi mengerti sejarah sebenarnya.


Jadi tidak benar kalau Wyclif di penjara ya mas, dan dia hidup aman2 saja meskipun menentang gereja dan kepausan pada jaman itu?

Thanks deh kalau begitu :)

Nanti kalau mau nambah2 pertanyaan masih boleh to? :)
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   25th December 2011, 23:38

Wah... kadang-kadang, bahasan yang OOT membuat pembahasan makin melebar kemana-mana sampai tiba pada kesimpulan bahwa bahasan sudah menyimpang kemudian terjadi penggembokan atau pengembalian kepada topik alias BTT. Kelihatannya, meski bahasan topik ini sudah agak menympang dari TEROR, masih matching yah?

Terima kasih striker, Anda mampu mengemukakan 'umpan' yang pas, sehingga para partisipan trit ini mendapat banyak ilmu dari Bruce.

Bruce, terima kasih sudah membagi pengetahuan tentang banyak hal. Tuhan memberkatimu.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   26th December 2011, 10:12

You're welcome bro, btw, sya setuju jika thread ini di gembok aja, biar ngga semakin OOT.

Very Happy

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   26th December 2011, 19:20

Husada wrote:
Wah... kadang-kadang, bahasan yang OOT membuat pembahasan makin melebar kemana-mana sampai tiba pada kesimpulan bahwa bahasan sudah menyimpang kemudian terjadi penggembokan atau pengembalian kepada topik alias BTT. Kelihatannya, meski bahasan topik ini sudah agak menympang dari TEROR, masih matching yah?

Terima kasih striker, Anda mampu mengemukakan 'umpan' yang pas, sehingga para partisipan trit ini mendapat banyak ilmu dari Bruce.

Bruce, terima kasih sudah membagi pengetahuan tentang banyak hal. Tuhan memberkatimu.

Tak ramai kalau tak ada striker.. hehehe Laughing
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   26th December 2011, 19:36

striker wrote:
Husada wrote:
Wah... kadang-kadang, bahasan yang OOT membuat pembahasan makin melebar kemana-mana sampai tiba pada kesimpulan bahwa bahasan sudah menyimpang kemudian terjadi penggembokan atau pengembalian kepada topik alias BTT. Kelihatannya, meski bahasan topik ini sudah agak menympang dari TEROR, masih matching yah?

Terima kasih striker, Anda mampu mengemukakan 'umpan' yang pas, sehingga para partisipan trit ini mendapat banyak ilmu dari Bruce.

Bruce, terima kasih sudah membagi pengetahuan tentang banyak hal. Tuhan memberkatimu.

Tak ramai kalau tak ada striker.. hehehe Laughing

Seru kalau kebablasan berujung banned ngga asik lho

Very Happy

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   26th December 2011, 19:52

bruce wrote:
striker wrote:
Husada wrote:
Wah... kadang-kadang, bahasan yang OOT membuat pembahasan makin melebar kemana-mana sampai tiba pada kesimpulan bahwa bahasan sudah menyimpang kemudian terjadi penggembokan atau pengembalian kepada topik alias BTT. Kelihatannya, meski bahasan topik ini sudah agak menympang dari TEROR, masih matching yah?

Terima kasih striker, Anda mampu mengemukakan 'umpan' yang pas, sehingga para partisipan trit ini mendapat banyak ilmu dari Bruce.

Bruce, terima kasih sudah membagi pengetahuan tentang banyak hal. Tuhan memberkatimu.

Tak ramai kalau tak ada striker.. hehehe Laughing

Seru kalau kebablasan berujung banned ngga asik lho

Very Happy

Nanti sepi lagi lho ladangnya Laughing
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   26th December 2011, 19:58

Enak sepi tapi damai dari pada ramai tapi rusuh mas.
Sampeyan senang mana?

Razz

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: TEROR, TEROR dan TEROR   Today at 21:38

Kembali Ke Atas Go down
 
TEROR, TEROR dan TEROR
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 5 dari 6Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6  Next
 Similar topics
-
» TEROR,PSYCHOPATH,AND CRIMINAL TRUE STORY NEED COMMENT!! AND SOLUTION...

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Non-Kristen Bertanya Kristen Menjawab-
Navigasi: