Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Surat Yakobus, Petrus (1&2), Yohanes (1-3) dan Yudas

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Tamu
Tamu



PostSubyek: Surat Yakobus, Petrus (1&2), Yohanes (1-3) dan Yudas   26th July 2011, 11:57

Yakobus
Penulis : Yakobus
Tema : Iman yang Berhasil Guna
Tanggal Penulisan: Tahun 45-49 M

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Surat ini tergolong "surat-surat umum" karena pada mulanya dialamatkan
kepada suatu sidang pembaca yang lebih luas daripada jemaat lokal. Salam
"kepada kedua belas suku di perantauan" (Yak 1:1), dan juga
petunjuk-petunjuk lainnya (Yak 2:19,21) menunjukkan bahwa surat ini pada
mulanya ditulis kepada orang Kristen Yahudi yang tinggal di luar Palestina.
Mungkin para penerima surat ini termasuk orang-orang pertama yang bertobat
di Jerusalem dan, setelah Stefanus mati syahid terserak oleh penganiayaan
(Kis 8:1) sejauh Fenisia, Siprus, Antiokhia dan lebih jauh lagi
(Kis 11:19). Hal ini menerangkan

(1) mengapa pembukaan surat ini menekankan hal menanggung dengan sukacita
pencobaan yang menguji iman dan menuntut ketabahan (Yak 1:2-12),

(2) pengetahuan pribadi Yakobus tentang orang percaya yang "terserak" itu,
dan

(3) nada yang berwibawa dari surat ini. Sebagai pemimpin gereja di
Yerusalem, Yakobus sedang menulis surat kepada domba-dombanya yang
berserakan.

Terkenalnya pengarang ditunjukkan oleh cara ia menyebut dirinya, yaitu hanya
"Yakobus" (Yak 1:1). Yakobus, saudara tiri Yesus dan pemimpin gereja di
Yerusalem, pada umumnya dipandang sebagai penulis surat ini. Pidatonya
dalam sidang di Yerusalem (Kis 15:13-21) dan gambaran mengenai dirinya
di bagian lain dalam PB (mis. Kis 12:17; Kis 21:18; Gal 1:19; Gal 2:9,12;
1Kor 15:7) sangat cocok dengan apa yang diketahui mengenai penulis
surat ini. Sangat mungkin Yakobus menulis surat ini pada dasawarsa 40-an.
Tanggal yang agak dini untuk penulisan surat ini ditunjukkan oleh berbagai
faktor, seperti kenyataan bahwa Yakobus menyebutkan istilah Yunani synagoge
untuk menunjuk tempat pertemuan orang Kristen (Yak 2:2). Menurut
keterangan sejarawan Yahudi, Yosefus, Yakobus, saudara tiri Tuhan mati
syahid di Yerusalem tahun 62 M.

Garis Besar
~~~~~~~~~~~
Salam Kristen
(Yak 1:1)
I. Menghadapi Pencobaan dan Menarik Manfaatnya
(Yak 1:2-18)
A. Menerimanya Sebagai Sarana Pertumbuhan
(Yak 1:2-4)
B. Memohon Hikmat untuk Mengatasinya
(Yak 1:5-8 )
C. Bersukacita Dalam Tindakan Penyamarataannya
(Yak 1:9-12)
D. Mengetahui Bedanya Pengujian dan Pencobaan
(Yak 1:13-18)
II. Mendengarkan Firman Allah dan Melakukannya
(Yak 1:19-27)
III.Tidak Pilih Kasih dan Menunjukkannya
(Yak 2:1-13)
IV. Mengaku Beriman dan Membuktikannya
(Yak 2:14-26)
V. Menyadari Jebakan-Jebakan dan Mengelakkannya
(Yak 3:1-5:6)
A. Lidah yang Sukar Dikendalikan
(Yak 3:1-12)
B. Hikmat yang Tidak Rohani
(Yak 3:13-18)
C. Kelakuan Berdosa
(Yak 4:1-10)
D. Memfitnah Saudara Seiman
(Yak 4:11-12)
E. Hidup dengan Congkak
(Yak 4:13-17)
F. Kekayaan yang Mementingkan Diri Sendiri
(Yak 5:1-6)
VI. Kebajikan dan Kehidupan Kristen
(Yak 5:7-20)
A. Kesabaran dan Ketekunan
(Yak 5:7-11)
B. Kejujuran yang Polos
(Yak 5:12)
C. Doa Tak Berkeputusan untuk Orang Sakit
(Yak 5:13-18)
D. Memulihkan yang Terhilang
(Yak 5:19-20)

Tujuan
~~~~~~
Yakobus menulis

(1) untuk membangun semangat orang percaya Yahudi yang sedang menderita
berbagai pencobaan yang menguji iman mereka,

(2) untuk memperbaiki berbagai pengertian yang salah mengenai sifat iman
yang menyelamatkan, dan

(3) untuk menasihatkan dan membina pembacanya mengenai hasil-hasil praktis
iman mereka dalam hidup yang benar dan perbuatan yang baik.

Survai
~~~~~~
Surat ini membahas serangkaian pokok yang cukup beragam berkaitan dengan
menjalankan kehidupan Kristen yang sejati. Yakobus mendorong orang percaya
untuk menanggung pencobaan dengan sukacita dan menarik manfaat daripadanya
(Yak 1:2-11); melawan godaan (Yak 1:12-18); menjadi pelaku Firman
dan bukan hanya pendengar (Yak 1:19-27); serta menunjukkan iman yang
aktif dan bukan pengakuan yang kosong (Yak 2:14-26). Yakobus dengan
sungguh-sungguh mengingatkan tentang berdosanya lidah yang sukar
dikendalikan (Yak 3:1-12; Yak 4:11-12), hikmat duniawi (Yak 3:13-16),
kelakuan berdosa (Yak 4:1-10), kehidupan yang congkak
(Yak 4:13-17) dan kekayaan yang mementingkan diri sendiri
(Yak 5:1-6). Yakobus menutup dengan menekankan kesabaran, doa, dan
memulihkan mereka yang sudah mundur (Yak 5:7-20).

Sepanjang kelima pasal ini, hubungan di antara iman yang benar dan kehidupan
yang saleh ditekankan. Iman yang sejati adalah:
- iman yang teruji (Yak 1:2-16),
- aktif (Yak 1:19-27),
- mengasihi sesama seperti dirinya sendiri (Yak 2:1-13),
- menyatakan diri dalam perbuatan baik (Yak 2:14-26),
- menguasai lidah dengan benar (Yak 3:1-12),
- mencari hikmat Allah (Yak 3:13-18),
- tunduk kepada Allah selaku hakim yang adil (Yak 4:1-12),
- mempercayai Allah dalam kehidupan sehari-hari (Yak 4:13-17),
- tidak mementingkan diri atau memuaskan keinginan sendiri (Yak 5:1-6),
- sabar dalam penderitaan (Yak 5:7-12), dan
- tekun dalam doa (Yak 5:13-20).

Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Tujuh ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini kemungkinan besar merupakan kitab PB yang pertama-tama
ditulis.

(2) Walaupun hanya dua kali menyebut nama Kristus, surat ini lebih banyak
berisi kenangan akan ajaran Yesus, termasuk setidak-tidaknya 15 petunjuk
kepada Khotbah di Bukit, lebih dari semua surat PB tergabung.

(3) Dari 108 ayatnya, lebih daripada separuhnya adalah perintah.

(4) Dalam banyak hal, surat ini merupakan Amsal PB karena

(a) penuh dengan hikmat ilahi dan instruksi praktis untuk menjalankan
kehidupan Kristen yang sejati dan

(b) ditulis dengan gaya penulisan yang tegas dan tepat, dengan
perintah yang singkat dan analogi yang hidup.

(5) Yakobus adalah pengamat cermat tentang cara bekerjanya alam dan tabiat
manusia berdosa. Dia sering kali menarik pelajaran dari alam untuk
menyingkapkan tabiat manusia berdosa (mis. Yak 3:1-12).

(6) Surat ini lebih menekankan hubungan di antara iman dengan perbuatan
daripada kitab PB lainnya (khususnya: Yak 2:14-16).

(7) Yakobus sering kali disebut sebagai Amos PB, karena dia dengan
bersemangat membahas persoalan ketidakadilan dan ketidaksetaraan sosial.

sumber : SABDA-Web
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Surat Yakobus, Petrus (1&2), Yohanes (1-3) dan Yudas   26th July 2011, 12:05

1Petrus
Penulis : Petrus
Tema : Menderita bagi Kristus
Tanggal Penulisan: 60-63 M

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Surat ini merupakan yang pertama dari dua surat PB yang ditulis oleh rasul
Petrus (1Pet 1:1; 2Pet 1:1). Petrus mengakui bahwa surat pertama ini
ditulis dengan bantuan Silas (Yun. _Silvanus_) sebagai juru tulisnya
(1Pet 5:12). Kemahiran Silas dalam bahasa Yunani dan gaya menulis
tercermin di dalam surat ini, sedangkan bahasa Petrus yang kurang halus
tampak dalam surat 2 Petrus. Nada dan isi surat ini cocok dengan apa yang
kita ketahui tentang Simon Petrus. Persekutuannya yang akrab dengan Tuhan
Yesus selama bertahun-tahun melandasi ingatannya kembali akan kematian
(1Pet 1:11,19; 1Pet 2:21-24; 1Pet 3:18; 1Pet 5:1) dan kebangkitan Yesus
(1Pet 1:3,21; 1Pet 3:21); secara tidak langsung Petrus tampaknya juga
menunjuk kepada penampakan diri Yesus kepadanya di Galilea setelah
kebangkitan (1Pet 2:25; 1Pet 5:2a; bd. Yoh 21:15-23). Tambahan lagi,
terdapat banyak persamaan di antara surat ini dengan khotbah-khotbah
Petrus yang tercatat dalam Kisah Para Rasul.

Petrus mengalamatkan surat ini kepada "orang-orang pendatang yang
tersebar" di seluruh propinsi Asia Kecil kekaisaran Romawi (1Pet 1:1).
Beberapa di antara mereka ini mungkin adalah orang bertobat yang
menanggapi khotbahnya pada hari Pentakosta dan telah kembali ke kota
masing-masing dengan iman yang baru (bd. Kis 2:9-11). Orang percaya ini
disebut "pendatang dan perantau" (1Pet 2:11) untuk mengingatkan mereka
bahwa perziarahan mereka sebagai orang Kristen adalah di dalam dunia yang
membenci Yesus Kristus dan mereka dapat mengalami penganiayaan darinya.
Mungkin Petrus menulis surat ini sebagai tanggapan terhadap laporan dari
orang percaya di Asia Kecil tentang peningkatan perlawanan
(1Pet 4:12-16) yang belum didukung resmi oleh pemerintah
(1Pet 2:12-17).

Petrus menulis dari "Babilon" (1Pet 5:13). Kata ini dapat ditafsirkan
secara harfiah sebagai negara Babilon di Mesopotamia atau sebagai ungkapan
kiasan untuk Roma, pusat tertinggi dari kefasikan abad pertama. Walaupun
Petrus mungkin satu kali berkunjung ke tempat penampungan golongan
Yahudi-ortodoks yang besar di Babilon, kita dapat lebih mudah menerangkan
bahwa Petrus, Silas (1Pet 5:12), dan Markus (1Pet 5:13) sedang
bersama-sama di Roma (Kol 4:10; bd. pernyataan Papias mengenai Petrus
dan Markus di Roma) pada awal dasawarsa 60-an dan bukan di Babilonia.
Kemungkinan besar Petrus menulis dari Roma pada tahun 60-63 M, pasti sebelum
pertumpahan darah yang mengerikan oleh Nero dimulai (th. 64 M).

Garis Besar
~~~~~~~~~~~
Salam Kristen
(1Pet 1:1-2)
I. Hubungan Orang Percaya dengan Allah
(1Pet 1:3-2:10)
A. Keselamatan oleh Iman
(1Pet 1:3-12)
B. Kekudusan Karena Ketaatan
(1Pet 1:13-2:10)
II. Hubungan Orang Percaya dengan Sesamanya
(1Pet 2:11-3:12)
A. Tanggung Jawab Umum
(1Pet 2:11-17)
B. Tanggung Jawab Rumah Tangga
(1Pet 2:18-3:7)
1. Tanggung Jawab Budak Terhadap Tuannya
(1Pet 2:18-25)
2. Tanggung Jawab Istri Terhadap Suaminya
(1Pet 3:1-6)
3. Tanggung Jawab Suami Terhadap Istrinya
(1Pet 3:7)
C. Ringkasan Prinsip-Prinsip yang Mengatur Hubungan Orang Percaya
dengan Sesamanya
(1Pet 3:8-12)
III.Hubungan Orang Percaya dengan Penderitaan
(1Pet 3:13-5:11)
A. Ketabahan Menghadapi Penderitaan
(1Pet 3:13-4:11)
1. Karena Berbahagia dari Menderita dengan Tidak Adil
(1Pet 3:13-17)
2. Karena Teladan Kristus yang Berkuasa
(1Pet 3:18-4:6)
3. Karena Urgensi pada Akhir Zaman
(1Pet 4:7-11)
B. Bersukacita dalam Menghadapi Penderitaan
(1Pet 4:12-19)
1. Karena Menguji Realitas Iman Kita
(1Pet 4:12)
2. Karena Ikut Mengambil Bagian dalam Penderitaan Kristus
(1Pet 4:13,14-16)
3. Karena Mempersiapkan Kita untuk Kemuliaan Kedatangan-Nya
(1Pet 4:13,17-19)
C. Nasihat dalam Menghadapi Penderitaan
(1Pet 5:1-11)
1. Kepada Penatua -- Gembalakan Domba
(1Pet 5:1-4)
2. Kepada Orang yang Lebih Muda
(1Pet 5:5-11)
Penutup
(1Pet 5:12-14)

Tujuan
~~~~~~
Petrus menulis surat pengharapan yang penuh dengan sukacita ini untuk
memberikan kepada orang percaya pandangan yang ilahi dan abadi bagi
kehidupan di bumi dan untuk memberikan bimbingan praktis kepada mereka
yang mulai mengalami penderitaan yang berat sebagai orang Kristen di dalam
masyarakat kafir. Petrus khawatir kalau-kalau orang percaya membangkitkan
ketidaksenangan pemerintah dan menasihatkan mereka untuk mengikuti teladan
Yesus dalam menderita dengan tidak bersalah, benar, dan luhur.

Survai
~~~~~~
1 Petrus mulai dengan mengingatkan orang percaya

(1) bahwa mereka mempunyai suatu panggilan yang mulia dan warisan sorgawi
di dalam Yesus Kristus (1Pet 1:2-5);

(2) bahwa iman dan kasih mereka di dalam hidup ini akan diuji dan
dimurnikan sehingga akan mengakibatkan pujian, hormat, dan kemuliaan
pada saat kedatangan Tuhan (1Pet 1:6-9);

(3) bahwa keselamatan yang besar ini sudah dinubuatkan oleh nabi-nabi PL
(1Pet 1:10-12); dan

(4) bahwa orang percaya harus hidup kudus, jelas berbeda dari dunia yang
tidak selamat di sekitar mereka (1Pet 1:13-21). Orang percaya, yang
terpilih dan dikuduskan (1Pet 1:2) merupakan bayi-bayi yang
bertumbuh yang memerlukan susu murni Firman Allah (1Pet 2:1-3),
batu-batu hidup yang sedang dibangun menjadi suatu rumah rohani
(1Pet 2:4-10), dan orang asing yang mengembara melewati negara asing
(1Pet 2:11-12); mereka harus hidup dengan hormat dan rendah hati
dalam hubungan mereka dengan setiap orang selama perjalanan ini
(1Pet 2:13-3:12).

Amanat 1 Petrus terutama berkaitan dengan sikap patuh dan menderita karena
kebenaran bagi Kristus dan menurut teladan-Nya sendiri (1Pet 2:18-24;
1Pet 3:9-5:11). Petrus meyakinkan orang percaya bahwa apabila mereka
menderita karena kebenaran, maka mereka akan disenangi oleh Tuhan dan
mendapat pahala. Di dalam konteks pengajaran mengenai menderita karena
Kristus ini, Petrus menekankan tema-tema yang saling berhubungan dari
keselamatan, pengharapan, kasih, sukacita, iman, kekudusan, kerendahan
hati, takut akan Allah, ketaatan, dan ketundukan.

Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Lima ciri utama menandai surat ini.

(1) Bersama dengan surat Ibrani dan kitab Wahyu, berita surat ini berkisar
pada orang percaya yang menghadapi kemungkinan penganiayaan yang berat
karena persatuan mereka dengan Yesus Kristus.

(2) Surat ini memberikan pengarahan praktis bagaimana orang Kristen harus
menanggapi penganiayaan dan penderitaan yang tidak adil, lebih
daripada kitab lainnya dalam PB (1Pet 3:9-5:11).

(3) Petrus menekankan kebenaran bahwa orang percaya adalah pendatang dan
perantau di dunia ini (1Pet 1:1; 1Pet 2:11).

(4) Banyak nama untuk umat Allah dari PL digunakan untuk orang percaya PB
(mis. 1Pet 2:5,9-10).

(5) Surat ini berisi ayat PB yang paling sulit ditafsirkan: kapan, di
mana, dan bagaimana Yesus "memberitakan Injil kepada roh-roh yang di
dalam penjara, ... pada waktu Nuh" (1Pet 3:19-20).

sumber : SABDA-Web
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Surat Yakobus, Petrus (1&2), Yohanes (1-3) dan Yudas   26th July 2011, 12:23

2Petrus
Penulis : Petrus
Tema : Kebenaran Sejati Lawan Guru-Guru Palsu
Tanggal Penulisan: 66-68 M

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Ketika memberikan salam, Simon Petrus memperkenalkan dirinya sebagai
penulis surat ini; kemudian (2Pet 3:1) dia mengatakan bahwa surat ini
merupakan suratnya yang kedua yang menunjukkan bahwa dia sedang menulis
kepada orang percaya yang sama di Asia Kecil yang telah menerima suratnya
yang pertama (1Pet 1:1). Karena Petrus, seperti halnya Paulus, dihukum
mati oleh keputusan yang dibuat oleh kaisar Nero yang jahat (yang kemudian
wafat pada bulan Juni, 68 M), adalah sangat mungkin bahwa Petrus menulis
surat ini di antara tahun 66-68 M, tidak lama sebelum ia mati syahid di
Roma (2Pet 1:13-15).

Beberapa sarjana zaman dahulu dan sekarang, yang mengabaikan beberapa
persamaan mencolok dari 1 Petrus dan 2 Petrus dan sebaliknya menekankan
perbedaan di antara kedua surat itu, telah beranggapan bahwa Petrus
bukanlah penulis surat ini. Akan tetapi, perbedaan isi surat, kosakata,
penekanan, dan gaya penulisan dari kedua surat ini dapat diterangkan
dengan memadai oleh berbedanya situasi Petrus dan penerima suratnya ketika
menerima kedua surat itu.

(1) Situasi semula para penerima surat telah berubah dari penganiayaan
serius yang dilakukan oleh masyarakat sekitarnya menjadi serangan
serius dari dalam oleh para guru palsu yang mengancam landasan
kebenaran gereja.

(2) Situasi yang dihadapi Petrus juga sudah berbeda. Jikalau sebelumnya
dia mempunyai seorang penulis yang ahli seperti Silas ketika menulis
suratnya yang pertama (1Pet 5:12), kelihatannya Silas tidak ada
ketika Petrus menulis surat yang kedua itu. Petrus mungkin memakai
bahasa Yunani ala Galilea yang kasar atau mengandalkan juru tulis yang
tidak sepandai Silas.


Garis Besar
~~~~~~~~~~~
Salam Kristen
(2Pet 1:1-2)
I. Pujian Atas Pengenalan yang Benar
(2Pet 1:2-21)
A. Kuasa Pengenalan Akan Allah yang Mengubah Hidup
(2Pet 1:2-4)
B. Sifat Progresif Pertumbuhan Kristen
(2Pet 1:5-11)
C. Kesaksian Rasul Terhadap Firman Kebenaran
(2Pet 1:12-21)
1. Motivasinya
(2Pet 1:12-15)
2. Metodenya
(2Pet 1:16-21)
a. Saksi Mata dari Firman yang Dinubuatkan
(2Pet 1:16-19)
b. Pengilhaman Kitab Suci yang Dinubuatkan
(2Pet 1:20-21)
II. Kecaman Terhadap Guru-Guru Palsu
(2Pet 2:1-22)
A. Yang Dapat Diharapkan dari Guru Palsu
(2Pet 2:1-3)
B. Yang Dapat Mereka Harapkan dari Allah
(2Pet 2:4-10)
C. Beberapa Ciri Guru-Guru Palsu
(2Pet 2:10-19)
D. Bahaya-Bahaya Kemunduran dari Kebenaran
(2Pet 2:20-22)
III.Kepastian Kedatangan Tuhan
(2Pet 3:1-18)
A. Penyangkalan Kedatangan-Nya
(2Pet 3:1-7)
B. Kepastian Kedatangan-Nya
(2Pet 3:8-10)
C. Hidup Menantikan Kedatangan-Nya
(2Pet 3:11-18)
Ucapan Berkat
(2Pet 3:18)

Tujuan
~~~~~~
Petrus menulis surat ini

(1) untuk menasihati orang percaya agar mereka dengan tekun mengejar
kesalehan dan pengenalan yang benar akan Kristus, dan

(2) untuk membeberkan dan menolak tindakan yang berakal busuk dari para
nabi dan guru palsu di kalangan gereja di Asia Kecil yang sedang
meruntuhkan kebenaran rasuli.

Petrus meringkaskan maksudnya dalam 2Pet 3:17-18 ketika dia menasihati
orang percaya yang sejati

(1) untuk waspada supaya mereka tidak "terseret ke dalam kesesatan
orang-orang yang tak mengenal hukum" (2Pet 3:17), dan

(2) untuk "bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan
Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus" (2Pet 3:18).

Survai
~~~~~~
Surat yang singkat ini sungguh-sungguh mendorong orang percaya agar
mempertahankan kehidupan dan kesalehan melalui pengenalan yang benar akan
Kristus. Pasal pertama menekankan pentingnya pertumbuhan Kristen. Setelah
mulai dengan iman, orang percaya harus dengan tekun mengejar keunggulan
moral, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan
saudara-saudara, dan kasih akan semua orang, yang akan menghasilkan iman
dewasa dan pengenalan yang benar akan Tuhan Yesus (2Pet 1:3-11).

Pasal berikut dengan sungguh-sungguh mengingatkan mereka tentang para nabi
dan guru palsu yang muncul di kalangan gereja. Petrus mengecam guru-guru
palsu itu sebagai orang yang tidak mengenal hukum (2Pet 2:1,3; 2Pet 3:17)
yang menuruti keinginan jahat dari hawa nafsu
(2Pet 2:2,7,10,13-14,18-19), yang serakah (2Pet 2:3,14-15), congkak
(2Pet 2:18) dan keras kepala (2Pet 2:10), dan menghina pemerintahan
Allah (2Pet 2:10-12). Petrus berusaha untuk melindungi orang percaya
sejati terhadap pengajaran sesat yang membinasakan itu (2Pet 2:1) dengan
menyingkapkan maksud dan kelakuan mereka yang jahat.

Dalam pasal 3 (2Pet 3:1-18), Petrus membuktikan salahnya keragu-raguan
guru-guru ini terhadap kedatangan Tuhan (2Pet 3:3-4). Sebagaimana
angkatan Nuh dengan keliru mencemoohkan pikiran tentang hukuman banjir
besar dari Allah, para pencemooh ini juga buta rohani tentang janji-janji
kedatangan Kristus. Tetapi dengan tindakan menentukan yang sama dengan
hukuman air bah tersebut (2Pet 3:5-6), Kristus akan kembali dan
menghanguskan bumi ini dengan api (2Pet 3:7-12) lalu menciptakan
tatanan baru yang benar (2Pet 3:13). Mengingat semuanya ini, orang
percaya harus hidup kudus dan saleh pada zaman ini (2Pet 3:11,14).

Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Empat ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini berisi pernyataan yang paling kuat dalam Alkitab mengenai
pengilhaman, keterandalan, dan kekuasaan Kitab Suci (2Pet 1:19-21).

(2) Pasal dua dan surat Yudas sangat mirip dalam pengecaman guru palsu.
Mungkin Yudas, yang kemudian menghadapi persoalan yang sama dengan
guru-guru palsu, menggunakan bagian-bagian dari ajaran Petrus yang
diilhami untuk mengatakan hal yang sama
(Lihat "PENDAHULUAN SURAT YUDAS" 08261).

(3) Pasal tiga merupakan salah satu pasal PB yang agung tentang kedatangan
Kristus yang kedua.

(4) Petrus secara tidak langsung menunjuk kepada tulisan Paulus sebagai
Firman Allah dengan menyebutkannya dalam hubungan dengan
"tulisan-tulisan yang lain" (2Pet 3:15-16).

sumber : SABDA-Web
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Surat Yakobus, Petrus (1&2), Yohanes (1-3) dan Yudas   26th July 2011, 12:33

1Yohanes
Penulis : Yohanes
Tema : Kebenaran
Tanggal Penulisan: 85-95 M

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Lima kitab dalam PB ditulis oleh Yohanes: sebuah Injil, tiga buah surat dan kitab Wahyu.
Walaupun Yohanes tidak memperkenalkan dirinya dengan
menyebut namanya di surat ini, saksi-saksi dari abad kedua (mis. Papias,
Ireneus, Tertullianus, Klemens dari Aleksandria) menegaskan bahwa surat
ini ditulis oleh rasul Yohanes, salah seorang dari dua belas murid Yesus.

Kesamaan kuat dalam gaya penulisan, kosakata, dan tema di antara surat ini
dengan Injil Yohanes memperkuat kesaksian kekristenan mula-mula yang dapat
diandalkan bahwa kedua kitab ini ditulis oleh rasul Yohanes
(Lihat "PENDAHULUAN INJIL YOHANES" 08173).

Penerima surat ini tidak disebutkan. Tidak ada salam atau nama orang,
tempat, atau peristiwa di dalam surat ini. Penjelasan yang paling tepat
untuk menerangkan kenyataan yang agak aneh ini ialah bahwa dari tempat
tinggalnya di Efesus, Yohanes menulis surat yang sama kepada berbagai gereja
di propinsi Asia yang berada di bawah tanggung jawab rasulinya
(bd. Wahy 1:11). Karena jemaat-jemaat itu mempunyai persoalan dan
kebutuhan yang sama, Yohanes menulis surat ini sebagai sebuah surat edaran
dan mengutus utusan pribadinya yang membawa salamnya secara lisan.

Persoalan yang paling menonjol yang melatarbelakangi penulisan surat ini
ialah ajaran palsu mengenai keselamatan dalam Kristus dan cara bekerjanya di
dalam diri orang percaya. Beberapa orang, yang dahulu merupakan bagian dari
sidang pembaca, kini sudah meninggalkan persekutuan jemaat (1Yoh 2:19),
tetapi hasil dari ajaran palsu mereka masih memutarbalikkan Injil mengenai
bagaimana mereka bisa "mengetahui" bahwa mereka mempunyai hidup kekal. Dari
segi doktrin, ajaran sesat mereka menyangkal bahwa Yesus itulah Kristus
(1Yoh 2:22; bd. 1Yoh 5:1) atau bahwa Kristus menjelma menjadi
manusia (1Yoh 4:2-3); dari segi etika, mereka mengajarkan bahwa menaati
perintah Kristus (1Yoh 2:3-4; 1Yoh 5:3) dan hidup kudus dan terpisah dari
dosa (1Yoh 3:7-12) dan dari dunia (1Yoh 2:15-17) tidak diperlukan
untuk iman yang menyelamatkan (bd. 1Yoh 1:6; 1Yoh 5:4-5).

Garis Besar
~~~~~~~~~~~
Pendahuluan
(1Yoh 1:1-4)
I. Persekutuan dengan Allah
(1Yoh 1:5-2:28)
A. Prinsip-Prinsip Persekutuan dengan Allah
(1Yoh 1:5-2:2)
1. "Tidak Ada Kegelapan" Dalam Allah
(1Yoh 1:5)
2. Tidak Ada Persekutuan Dalam Kegelapan
(1Yoh 1:6)
3. Persekutuan Dalam Terang
(1Yoh 1:7)
4. Persekutuan Dalam Penyucian dari Dosa
(1Yoh 1:8-2:2)
B. Manifestasi-Manifestasi Persekutuan dengan Allah
(1Yoh 2:3-28)
1. Ketaatan
(1Yoh 2:3-5)
2. Keserupaan dengan Kristus
(1Yoh 2:6)
3. Kasih
(1Yoh 2:7-11)
4. Pemisahan dari Dunia
(1Yoh 2:12-17)
5. Kesetiaan Kepada Kebenaran
(1Yoh 2:18-28)
II. Anak-Anak Allah
(1Yoh 2:29-3:24)
A. Ciri-Ciri Khas Anak-Anak Allah
(1Yoh 2:29-3:18)
B. Keyakinan Anak-Anak Allah
(1Yoh 3:19-24)
III.Roh Kebenaran
(1Yoh 4:1-6)
A. Mengenali Roh Kesesatan
(1Yoh 4:1,3,5)
B. Mengakui Roh Kebenaran
(1Yoh 4:2,4,6)
IV. Kasih Allah
(1Yoh 4:7-5:3)
A. Asal-Usul Ilahi dari Kasih
(1Yoh 4:7-10)
B. Tanggapan yang Layak Terhadap Kasih Allah
(1Yoh 4:11-13,19-21)
C. Tinggal Dalam Kasih Allah
(1Yoh 4:14-16)
D. Kesempurnaan Kasih
(1Yoh 4:17-18)
E. Ketaatan Kasih
(1Yoh 5:1-3)
V. Jaminan dari Allah
(1Yoh 5:4-20)
A. Mengenai Hal Mengalahkan Dunia
(1Yoh 5:4-5)
B. Mengenai Keterandalan Injil
(1Yoh 5:6-10)
C. Mengenai Hidup Kekal di Dalam Anak-Nya
(1Yoh 5:11-13)
D. Mengenai Jawaban-Jawaban untuk Doa
(1Yoh 5:14-17)
E. Mengenai Tiga Kepastian Besar
(1Yoh 5:18-20)
Penutup
(1Yoh 5:21)

Tujuan
~~~~~~
Maksud Yohanes dalam menulis surat ini adalah dua:

(1) untuk membeberkan dan menyangkal doktrin dan etika yang salah dari para
guru palsu, dan

(2) untuk menasihati anak-anak rohaninya agar mengejar suatu kehidupan
persekutuan yang kudus dengan Allah dalam kebenaran, dalam
sukacita penuh (1Yoh 1:4) dan kepastian (1Yoh 5:13) hidup
kekal, melalui iman yang taat kepada Yesus sebagai Putra Allah
(1Yoh 4:15; 1Yoh 5:3-5,12), dan dengan kehadiran Roh Kudus
(1Yoh 2:20; 1Yoh 4:4,13). Beberapa orang percaya bahwa surat ini juga
ditulis untuk menemani Injil Yohanes.

Survai
~~~~~~
Kepercayaan dan kelakuan dijalin secara erat sekali dalam surat ini. Para
guru palsu, yang oleh Yohanes dinamakan "antikristus" (1Yoh 2:18-22)
sedang meninggalkan ajaran rasuli mengenai Kristus dan kehidupan yang
benar. Seperti surat 2 Petrus dan Yudas, surat ini dengan penuh semangat
menolak dan menghukum guru palsu (mis. 1Yoh 2:18-19,22-23,26; 1Yoh 4:1,3,5)
dengan ajaran dan kelakuan mereka yang merusak.

Dari segi yang positif, surat ini mengemukakan ciri-ciri persekutuan yang
sejati dengan Allah (mis. (1Yoh 1:3-2:2) dan menyatakan lima ujian
khusus bagi orang percaya untuk mengetahui dengan yakin bahwa mereka
mempunyai hidup yang kekal:

(1) ujian kebenaran rasuli mengenai Kristus
(1Yoh 1:1-3; 1Yoh 2:21-23; 1Yoh 4:2-3,15; 1Yoh 5:1,5,10,20);

(2) ujian iman yang taat kepada perintah Kristus (1Yoh 2:3-11; 1Yoh 5:3-4);

(3) ujian hidup yang kudus, yaitu berbalik dari dosa kepada persekutuan
dengan Allah (1Yoh 1:6-9; 1Yoh 2:3-6,15-17,29; 1Yoh 3:1-10; 1Yoh 5:2-3);

(4) ujian kasih akan Allah dan sesama orang percaya
(1Yoh 2:9-11; 1Yoh 3:10-11,14,16-18; 1Yoh 4:7-12,18-21); dan

(5) ujian kesaksian Roh (1Yoh 2:20,27; 1Yoh 4:13; 1Yoh 5:7-12). Yohanes
menyimpulkan bahwa orang dapat mengetahui dengan pasti bahwa mereka
memiliki hidup kekal (1Yoh 5:13) jikalau buah dari kelima bidang
hidup ini nyata dalam hidup mereka.

Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~
Lima ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini mendefinisikan kehidupan Kristen dengan memakai istilah yang
bertentangan dan dengan seakan-akan tidak memberikan peluang kompromi di
antara terang dan gelap, kebenaran dan kebohongan, kebenaran dan dosa,
kasih dan kebencian, mengasihi Allah dan mengasihi dunia, anak-anak
Allah dan anak-anak setan.

(2) Yang penting, surat ini merupakan satu-satunya kitab PB yang berbicara
mengenai Yesus sebagai pengantara (Yun. _parakletos_) kita dengan Bapa
pada saat kita sebagai orang yang sungguh percaya berbuat dosa

(1Yoh 2:1-2; bd. Yoh 14:16-17,26; Yoh 15:26; Yoh 16:7-8 ).

(3) Berita yang disampaikan surat ini didasarkan hampir seluruhnya pada
kesaksian rasuli dan bukan pada penyataan PL dahulu; petunjuk kepada PL
jelas tidak ada.

(4) Karena surat ini menyampaikan Kristologi berhubungan dengan penyangkalan
suatu bentuk ajaran sesat tertentu, maka itu berfokus pada penjelamaan
dan darah (yaitu, salib) Yesus tanpa menyebutkan kebangkitan-Nya secara
khusus.

(5) Gaya penulisannya sederhana dan berulang sewaktu Yohanes membahas
berbagai istilah seperti "terang", "kebenaran", "percaya", "tetap
tinggal", "mengenal", "mengasihi", "kebenaran", "kesaksian", "lahir dari
Allah", dan "hidup kekal".

sumber : SABDA-Web
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Surat Yakobus, Petrus (1&2), Yohanes (1-3) dan Yudas   26th July 2011, 12:37

2Yohanes
Penulis : Yohanes
Tema : Berjalan Dalam Kebenaran
Tanggal Penulisan: 85-95 M

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Penulis memperkenalkan dirinya sebagai "penatua" (ayat 2Yoh 1:1).
Barangkali ini adalah gelar terhormat yang diberikan kepada rasul Yohanes
sepanjang dua dasawarsa terakhir abad pertama karena usianya yang sudah
lanjut dan kedudukannya yang sangat terhormat selaku satu-satunya rasul
yang masih hidup.

Yohanes menulis surat ini kepada "Ibu yang terpilih dan anak-anaknya"
(ayat 2Yoh 1:1). Beberapa orang menafsirkan "Ibu yang terpilih" ini
secara kiasan sebagai suatu gereja lokal, "anak-anaknya" sebagai anggota
jemaat, dan "anak-anak saudaramu yang terpilih" (ayat 2Yoh 1:13)
sebagai jemaat tetangga. Orang lain lagi menafsirkan istilah ini secara
harfiah sebagai seorang janda terhormat yang dikenal Yohanes dalam sebuah
jemaat lokal di Asia Kecil yang di bawah pengawasan rohani Yohanes.
Keluarganya (ayat 2Yoh 1:1) dan keluarga saudaranya (ayat
2Yoh 1:13) adalah orang terkenal dalam gereja-gereja di wilayah itu.
Sebagaimana surat Yohanes lainnya, 2 Yohanes tampaknya ditulis dari Efesus
pada akhir tahun 80-an atau awal 90-an.

Garis Besar
~~~~~~~~~~~
Salam Kristen
(2Yoh 1:1-3)
A. Kepada Ibu yang Terpilih dan Anak-Anaknya
(2Yoh 1:1)
B. Oleh Karena Kebenaran
(2Yoh 1:2-3)
I. Pujian dan Perintah
(2Yoh 1:4-6)
A. Kesetiaan yang Lampau kepada Kebenaran Dipuji
(2Yoh 1:4)
B. Kasih dan Ketaatan Diperintahkan
(2Yoh 1:5-6)
II. Nasihat dan Peringatan
(2Yoh 1:7-11)
A. Mengenali Guru-Guru Palsu
(2Yoh 1:7)
B. Waspada Agar Jangan Terpengaruh oleh Mereka
(2Yoh 1:8-9)
C. Jangan Membiarkan Mereka Memakai Rumahmu
(2Yoh 1:10-11)
Penutup
(2Yoh 1:12-13)

Tujuan
~~~~~~
Yohanes menulis surat ini untuk mengingatkan "Ibu yang terpilih" itu
tentang hal memberi tumpangan, salam atau sokongan kepada pekerja keliling
(guru, penginjil, dan nabi) yang sudah menyimpang dari kebenaran rasuli
dan menyebarkan ajaran palsu, agar dia tidak ikut berperan dalam
menyebarkan ajaran yang salah sehingga ikut bersalah. Surat ini mengecam
ajaran palsu yang sama dengan yang dikecam dalam surat 1 Yohanes.

Survai
~~~~~~
Surat ini menggarisbawahi suatu peringatan yang juga terdapat dalam
1 Yohanes mengenai bahaya guru palsu yang menyangkal penjelmaan Yesus
Kristus dan menyimpang dari berita rasuli (ayat 2Yoh 1:7-8 ). Yohanes
memuji "Ibu yang terpilih" dan anak-anaknya yang "hidup dalam kebenaran"
(ayat 2Yoh 1:4). Kasih yang sejati terwujud dalam menaati perintah
Kristus dan mengasihi sesama (ayat 2Yoh 1:6). Kasih Kristen harus
membedakan di antara kebenaran dan kesalahan dan tidak membuka pintu bagi
guru palsu (ayat 2Yoh 1:7-9). Menerima guru palsu dengan ramah berarti
berpartisipasi dalam kesalahan mereka (ayat 2Yoh 1:10-11). Surat ini
singkat karena Yohanes merencanakan untuk berkunjung kepada ibu ini untuk
berbicara "berhadapan muka" (ayat 2Yoh 1:12).

Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Tiga ciri utama menandai surat ini:

(1) Surat ini merupakan kitab terpendek dalam PB.

(2) Surat ini sangat mirip dengan 1 dan 3 Yohanes dalam berita, kosakata
dan gaya penulisannya yang sederhana.

(3) Surat ini memberikan keseimbangan yang penting bagi berita surat
3 Yohanes dengan memperingatkan terhadap dukungan yang sembarangan
kepada pekerja yang bukan dari jemaat sendiri. Surat ini mendorong
supaya memakai kebijaksanaan saksama dengan mengingat ajaran Kristus
dan para rasul sebelum membantu pekerja tersebut.

sumber : SABDA-Web
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Surat Yakobus, Petrus (1&2), Yohanes (1-3) dan Yudas   26th July 2011, 12:44

3Yohanes
Penulis : Yohanes
Tema : Bertindak Dengan Setia
Tanggal Penulisan: 85-95 M

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Yohanes, rasul yang dikasihi, sekali lagi menyebut dirinya "penatua"
(ayat 3Yoh 1:1; Lihat "PENDAHULUAN SURAT 2YOHANES" 08253).
Surat pribadi ini dialamatkan kepada seorang percaya yang setia bernama
Gayus (ayat 3Yoh 1:1), barangkali anggota jemaat di salah satu gereja
di daerah Asia Kecil. Seperti halnya surat Yohanes yang lain, surat ini
kemungkinan besar ditulis dari Efesus pada bagian akhir tahun 80-an atau
awal 90-an.

Mendekati akhir abad pertama Masehi, para pekerja keliling dari kota ke kota
pada umumnya memperoleh sokongan dari orang percaya setempat dengan
ditampung dan kemudian dibekali untuk meneruskan perjalanan mereka
(ayat 3Yoh 1:5-8; bd. 2Yoh 1:10). Gayus merupakan salah seorang
Kristen setia yang dengan murah hati menyokong dan menampung para pekerja
keliling ini (ayat 3Yoh 1:1-8 ). Akan tetapi, ada seorang pemimpin
bernama Diotrefes yang dengan sifat sombong menentang wibawa Yohanes dan
menolak untuk menerima saudara-saudara seiman yang diutus Yohanes.

Garis Besar
~~~~~~~~~~~
Salam Kristen
(3Yoh 1:1)
I. Pujian bagi Gayus
(3Yoh 1:2-8 )
A. Karena Kesehatan Rohaninya
(3Yoh 1:2)
B. Karena Hidup Dalam Kebenaran
(3Yoh 1:3-4)
C. Karena Kesediaan Menerima Saudara-Saudara yang Dalam Perjalanan
(3Yoh 1:5-8 )
II. Nasihat untuk Gayus
(3Yoh 1:9-12)
A. Mengenai Contoh Jelek Diotrefes
(3Yoh 1:9-11)
B. Mengenai Teladan Baik Demetrius
(3Yoh 1:12)
Penutup
(3Yoh 1:13-14)

Tujuan
~~~~~~
Yohanes menulis surat ini untuk memuji Gayus atas kesetiaannya menyediakan
tumpangan dan bantuan bagi para pekerja keliling yang dapat diandalkan,
serta mengingatkan si pemberontak Diotrefes secara tidak langsung dan
mempersiapkan jalan untuk kunjungannya sendiri.

Survai
~~~~~~
Ada tiga orang yang disebut namanya di dalam surat ini.

(1) Gayus yang dipuji dengan hangat atas perilaku hidupnya yang saleh di
dalam kebenaran (ayat 3Yoh 1:3-4) serta teladannya menyediakan
tumpangan bagi saudara seiman yang berkeliling (ayat 3Yoh 1:5-8 ).

(2) Diotrefes, seorang pemimpin yang bersifat diktator, dikecam karena
kesombongannya ("ingin menjadi orang terkemuka", ayat 3Yoh 1:9)
beserta manifestasinya: menolak surat Yohanes yang dikirim sebelumnya
(ayat 3Yoh 1:9), memfitnah Yohanes, menolak untuk menerima
utusan-utusan Yohanes dan mengancam akan mengucilkan orang yang menerima
mereka (ayat 3Yoh 1:10).

(3) Demetrius, yang mungkin pembawa surat ini atau seorang gembala sidang
dalam suatu masyarakat sekitar situ, dipuji sebagai seorang yang
mempunyai reputasi baik dan setia kepada kebenaran (ayat 3Yoh 1:12).

Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Dua ciri utama menandai surat ini.

(1) Sekalipun singkat, surat ini memberikan pengertian mengenai beberapa
segi sejarah gereja mula-mula menjelang akhir abad pertama.

(2) Terdapat beberapa persamaan mencolok di antara 2 Yohanes dengan surat
ini. Meskipun demikian, kedua surat tersebut berbeda dalam satu aspek
penting: 3 Yohanes menganjurkan penyediaan tumpangan dan bantuan bagi
pekerja keliling yang dapat dipercaya, sedangkan 2 Yohanes mendorong
agar tumpangan dan dukungan tidak disediakan bagi pekerja yang tidak
dapat dipercaya sehingga orang percaya tidak dituduh mendukung perbuatan
jahat.


sumber : SABDA-Web
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Surat Yakobus, Petrus (1&2), Yohanes (1-3) dan Yudas   26th July 2011, 12:55

Yudas
Penulis : Yudas
Tema : Berjuang untuk Mempertahankan Iman
Tanggal Penulisan: 70-80 M

Latar Belakang
~~~~~~~~~~~~~~
Yudas memperkenalkan dirinya sekadar sebagai "saudara Yakobus"
(ayat Yud 1:1). Satu-satunya pasangan saudara dalam PB yang bernama
Yudas dan Yakobus adalah saudara tiri Yesus (Mat 13:55; Mr 6:3).

Mungkin Yudas menyebutkan nama Yakobus karena kedudukannya sebagai pemimpin
jemaat di Yerusalem akan membantu menjelaskan identitas dan kekuasaannya
sendiri.

Surat yang singkat namun tegas ini ditulis untuk menentang para guru palsu
yang terang-terangan berhaluan antinomisme (yaitu mereka mengajarkan bahwa
keselamatan melalui kasih karunia mengizinkan mereka untuk berdosa tanpa
dijatuhi hukuman) dan yang menghina pernyataan rasuli tentang pribadi dan
tabiat Yesus Kristus (ayat Yud 1:4). Dengan demikian mereka
memecah-belah gereja mengenai apa yang harus dipercaya (ayat
Yud 1:19,22) dan bagaimana harus berperilaku (ayat Yud 1:4,8,16).
Yudas melukiskan guru palsu yang tak berprinsip ini sebagai "orang-orang
fasik" (ayat Yud 1:15) dan juga sebagai orang "tanpa Roh Kudus"
(ayat Yud 1:19).

Kemungkinan hubungan di antara Surat Yudas dengan 2Pet 2:1-3:4 mempunyai
sangkut-pautnya dengan saatnya surat ini ditulis. Sangat mungkin Yudas
mengetahui tentang 2 Petrus (ayat Yud 1:17-18) dan oleh karena itu ia
menulis setelah 2 Petrus ditulis, yaitu sekitar tahun 70-80 M. Penerima
surat ini tidak disebutkan secara khusus, tetapi mungkin sama dengan
penerima surat 2 Petrus (Lihat "PENDAHULUAN SURAT 2PETRUS" 08245).

Garis Besar
~~~~~~~~~~~
Salam Kristen
(Yud 1:1-2)
I. Penjelasan Mengenai Penulisan Surat Ini
(Yud 1:3-4)
II. Menyingkapkan Guru-Guru Palsu
(Yud 1:5-16)
A. Ajal Mereka Digambarkan Dalam Masa Lampau
(Yud 1:5-7)
1. Pengalaman Israel
(Yud 1:5)
2. Pengalaman Malaikat-Malaikat Pemberontak
(Yud 1:6)
3. Pengalaman Sodom dan Gomora
(Yud 1:7)
B. Penggambaran Mereka Sekarang Ini
(Yud 1:8-16)
1. Bahasa yang Tidak Sopan
(Yud 1:8-10)
2. Sifat yang Tidak Kudus
(Yud 1:11)
3. Perilaku yang Salah
(Yud 1:12-16)
III.Nasihat bagi Orang-Orang Percaya Sejati
(Yud 1:17-23)
A. Ingat Nubuat Para Rasul
(Yud 1:17-19)
B. Peliharalah Dirimu di Dalam Kasih Allah
(Yud 1:20-21)
C. Tolonglah Orang Lain Dengan Kemurahan, Bercampur Dengan Takut
(Yud 1:22-23)
Lagu Pujian
(Yud 1:24-25)

Tujuan
~~~~~~
Yudas menulis surat ini

(1) untuk sangat mengingatkan orang percaya mengenai ancaman serius dari
para guru palsu dan pengaruh mereka yang merusak di dalam gereja, dan

(2) untuk menantang orang percaya yang sejati dengan keras supaya mereka
bangkit dan "berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan
kepada orang-orang kudus" (ayat Yud 1:3).

Survai
~~~~~~
Setelah memberikan salam (ayat Yud 1:1-2), Yudas menyatakan bahwa
tujuannya mula-mula ialah menulis tentang sifat keselamatan
(ayat Yud 1:3a). Akan tetapi, sebaliknya dia terdorong untuk menulis
surat ini karena guru-guru palsu yang memutarbalikkan kasih karunia Allah
dan dengan demikian melemahkan kebenaran dalam gereja (ayat Yud 1:4).

Yudas menuduh mereka sebagai tidak suci secara seksual
(ayat Yud 1:4,8,16,18), berkompromi seperti Kain (ayat Yud 1:11),
serakah seperti Bileam (ayat Yud 1:11), suka memberontak seperti
Korah (ayat Yud 1:11), congkak (ayat Yud 1:8,16), penipu
(ayat Yud 1:4,12), sensual (ayat Yud 1:19) dan memecah-belah
(ayat Yud 1:19). Yudas menyatakan kepastian hukuman Allah atas semua
orang yang berbuat dosa seperti itu dan menggambarkannya dengan enam
contoh dari PL (ayat Yud 1:5-11). Gambaran dua belas ciri kehidupan
mereka menunjukkan bahwa mereka siap untuk menerima murka Allah
(ayat Yud 1:12-16). Orang percaya didorong untuk waspada dan untuk
menaruh belas kasihan bercampur ketakutan bagi mereka yang goyah
(ayat Yud 1:20-23). Yudas menutup suratnya dengan suatu peningkatan
pengilhaman dalam ucapan berkatnya (ayat Yud 1:24-25).

Ciri-ciri Khas
~~~~~~~~~~~~~~~
Empat ciri utama menandai surat ini.

(1) Surat ini berisi celaan yang paling blak-blakan dan bersemangat dari PB
terhadap para guru palsu. Itu menggarisbawahi betapa seriusnya ancaman
ajaran palsu terhadap iman yang sejati dan hidup yang kudus bagi segala
angkatan.

(2) Surat ini menunjukkan kesenangan untuk memberikan ilustrasi dengan
memakai rangkaian tiga -- misalnya: tiga contoh penghukuman dalam PL
(ayat Yud 1:5-7), tiga ciri guru palsu (ayat Yud 1:Cool, dan tiga
contoh orang tidak kudus dalam PL (ayat Yud 1:11).

(3) Di bawah pengaruh penuh dari Roh Kudus, Yudas dengan leluasa menunjuk
kepada sumber-sumber tertulis:

(a) Alkitab PL (ayat Yud 1:5-7,11),

(b) tradisi Yahudi (ayat Yud 1:9,14-15) dan

(c) 2 Petrus, serta mengutip langsung 2Pet 3:3, yang diakuinya
sebagai berasal dari rasul-rasul (ayat Yud 1:17-18).

(4) Surat ini berisi ucapan berkat PB yang paling agung.

Yudas 1:24-25
Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.


sumber : SABDA-Web
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Surat Yakobus, Petrus (1&2), Yohanes (1-3) dan Yudas   

Kembali Ke Atas Go down
 
Surat Yakobus, Petrus (1&2), Yohanes (1-3) dan Yudas
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Mau Nanya Neh APA BENER ADA SURAT JALAN SEMENTARA DARI NININ 250 R........................
» SOLD OUT !! - (WTS) Suzuki GSF400 a.k.a. Bandit 400 Surat resmi (STNK,BPKB, Form A)
» ----> MisteRy of 3 LetteRs <----
» Minta saranya dong teman2
» N250R Academy - Cyberist Paris Van Java (BDG)

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Ruang Antar Kristen (Khusus Penganut Kristen Trinitarian) :: Alkitab-
Navigasi: