Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Purgatory (api penyucian)

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2  Next
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Purgatory (api penyucian)   1st August 2011, 18:51

Apa itu Api Penyucian

Api Penyucian atau ‘purgatorium’ adalah ‘tempat’/ proses kita disucikan. Catatan: ‘Disucikan’ bukan ‘dicuci’, oleh sebab itu disebut Api Penyucian (bukan Api Pencucian). Gereja Katolik mengajarkan hal ini di dalam Katekismus Gereja Katolik # 1030-1032, yang dapat disarikan sebagai berikut:

1) Api Penyucian adalah suatu kondisi yang dialami oleh orang-orang yang meninggal dalam keadaan rahmat dan dalam persahabatan dengan Tuhan, namun belum suci sepenuhnya, sehingga memerlukan proses pemurnian selanjutnya setelah kematian.

2) Pemurnian di dalam Api Penyucian adalah sangat berlainan dengan siksa neraka.

3) Kita dapat membantu jiwa-jiwa yang ada di Api Penyucian dengan doa-doa kita, terutama dengan mempersembahkan ujud Misa Kudus bagi mereka.


Api Penyucian ada karena keadilan Allah: Dosa selalu membawa konsekuensi

Ada orang-orang yang berpikir bahwa jika Allah mengampuni, maka tidak ada lagi yang harus dipikirkan mengenai ‘akibat dosa’ sebagai konsekuensinya. Namun kenyataannya, hampir seluruh bagian Kitab Suci menceriterakan sebaliknya. Selalu saja ada konsekuensi yang ditanggung oleh manusia, jika ia berdosa terhadap Allah, meskipun Allah telah memberikan pengampunan. Kita melihat hal demikian, misalnya, pada Adam dan Hawa, setelah diampuni dosanya, diusir dari taman Eden (Kej 3:23-24). Raja Daud yang diampuni oleh Allah atas dosanya berzinah dengan Betsheba dan membunuh Uria, tetap dihukum oleh Tuhan dengan kematian anaknya (lihat 2 Sam 12:13-14). Nabi Musa dan Harun yang berdosa karena tidak percaya dan tidak menghormati Tuhan di hadapan umat Israel akhirnya tidak dapat masuk ke tanah terjanji (Bil 20:12). Nabi Zakharia, yang tidak percaya akan berita malaikat Gabriel, menjadi bisu (Luk 1:20). Dan masih banyak contoh lain, yang menunjukkan bahwa, selalu ada konsekuensi dari perbuatan kita.

Seorang anak berumur 4 1/2 tahun mempunyai ‘problem’ kebiasaan (maaf) ‘pipis dan pup’ di celana, dan tampaknya sering dilakukannya dengan sengaja. Sampai akhirnya orang-tuanya mendidiknya demikian: setelah celananya kotor, anak itu disuruh mencuci sendiri celananya. Dengan hukuman ini, maka ia belajar bertanggung jawab, agar kelak ia tidak mengulangi perbuatan itu. Jika kita yang manusia saja mendidik anak-anak dengan mengajarkan adanya ‘konsekuensi’ demi kebaikan mereka, maka Allah yang jauh lebih bijaksana, juga mendidik kita dengan cara demikian, namun tentu saja dengan derajat keadilan yang sempurna. Sebab pada akhirnya, yang diinginkan Allah adalah kita menjadi benar-benar kudus, sehingga siap untuk bersatu dengan Dia yang Kudus di surga. Kekudusan ini harus menjadi milik jiwa kita sendiri dan bukan seolah-olah kita hanya ‘diselubungi’ oleh kekudusan Kristus, padahal di balik selubung itu jiwa kita masih penuh dosa. Allah menginginkan kita agar kita menjadi kudus dan sempurna (lih. Im 19:2; Mat 5:48). Maka, jika kita belum sepenuhnya kudus, pada saat kita meninggal, kita masih harus disucikan terlebih dahulu di Api Penyucian, sebelum dapat bersatu dengan Tuhan di surga. Pengingkaran akan adanya Api Penyucian sama dengan pengingkaran akan keadilan Tuhan. Padahal Keadilan –sama seperti Kasih dan Kesetiaan- adalah hakekat Tuhan, yang tidak dapat disangkal oleh Tuhan sendiri (lih. 2 Tim 2:13).


Api Penyucian ada karena keadilan Allah: Ada perbedaan antara dosa berat dan dosa ringan

Selain masalah konsekuensi dosa, ada pula pengertian dasar mengenai dosa berat dan dosa ringan yang penting kita ketahui untuk memahami pengajaran mengenai Api Penyucian ini. Ada orang berpendapat bahwa semua dosa sama saja, namun Alkitab tidak mengatakan demikian. Pembedaan dosa berat dan dosa ringan disebutkan di dalam surat Rasul Yohanes. Dosa ringan dikatakan sebagai dosa yang tidak mendatangkan maut, sedangkan dosa berat, yang mendatangkan maut (1 Yoh 5: 16-17). Rasul Yakobus juga membedakan kedua jenis dosa; dengan membedakan dosa yang awal dan dosa yang matang (Yak 1:14-15). Untuk pembahasan lengkap tentang dosa berat dan dosa ringan, silakan membaca artikel ini (silakan klik).
Konsekuensi dari pengajaran ini adalah jika kita meninggal dalam keadaan sempurna dalam rahmat Allah, maka kita dapat langsung masuk surga. Namun, jika kita meninggal dalam keadaan berdosa berat dan tidak bertobat, maka kita masuk neraka. Jika kita dalam keadaan di tengah-tengah: meninggal dalam rahmat, namun masih mempunyai dosa ringan atau masih menanggung konsekuensi dari dosa-dosa yang sudah diampuni, maka kita masuk ke ‘tempat’ yang lain, yaitu, Api Penyucian.

Api penyucian ada karena keadilan Allah: Kita diselamatkan bukan hanya karena iman saja, tetapi oleh kasih karunia Allah, yang harus diwujudkan dalam perbuatan kasih.

Gereja Katolik mengajarkan bahwa kita diselamatkan karena kasih karunia Allah oleh iman (lih. Ef 2:8, Tit 2:11; 3:7). Dan iman ini harus dinyatakan dan disertai dengan perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka iman kita itu mati (lih. Yak 2:17, 24, 26). Perbuatan kasih yang didasari iman inilah yang menjadi ukuran pada hari Penghakiman, apakah kasih kita sudah sempurna sehingga kita dapat masuk surga atau sebaliknya, ke neraka. Ataukah karena kasih kita belum sempurna, maka kita perlu disempurnakan dahulu di dalam suatu tempat/ kondisi yang ketiga, yaitu yang kita kenal sebagai Api Penyucian.

Sedangkan pada saat kita masih hidup, perbuatan kasih ini dapat dinyatakan dalam bentuk tindakan langsung, kata-kata atau dengan doa. Doa syafaat yang dipanjatkan dapat dinyatakan dengan mendoakan sesama yang masih hidup di dunia, maupun mendoakan mereka yang telah meninggal dunia. Oleh karena itu, maka Gereja Katolik mengajarkan akan adanya Api Penyucian, dan bahwa kita boleh, atau bahkan harus mendoakan jiwa-jiwa yang masih berada di dalamnya, agar mereka dapat segera masuk dalam kebahagiaan surgawi.


Dasar dari Kitab Suci

Keberadaaan Api Penyucian bersumber dari ajaran Kitab Suci, yaitu dalam beberapa ayat berikut ini:

1. “Tidak akan masuk ke dalamnya [surga] sesuatu yang najis” (Why 21:27) sebab Allah adalah kudus (Is 6:3). Maka kita semua dipanggil kepada kekudusan yang sama (Mat 5:48; 1 Pet 1:15-16), sebab tanpa kekudusan tak seorangpun dapat melihat Allah (Ibr 12:14). Melihat bahwa memang tidak mungkin orang yang ‘setengah kudus’ langsung masuk surga, maka sungguh patut kita syukuri jika Allah memberikan kesempatan pemurnian di dalam Api Penyucian.

2. Keberadaan Api Penyucian diungkapkan oleh Yesus secara tidak langsung pada saat Ia mengajarkan tentang dosa yang menentang Roh Kudus, “…tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.” (Mat 12:32) Di sini Yesus mengajarkan bahwa ada dosa yang dapat diampuni pada kehidupan yang akan datang. Padahal kita tahu bahwa di neraka, dosa tidak dapat diampuni, sedangkan di surga tidak ada dosa yang perlu diampuni. Maka pengampunan dosa yang ada setelah kematian terjadi di Api Penyucian, walaupun Yesus tidak menyebutkan secara eksplisit istilah ‘Api Penyucian’ ini.

3. Rasul Paulus mengajarkan bahwa pada akhirnya segala pekerjaan kita akan diuji oleh Tuhan. “Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” (1 Kor 3:15) Api ini tidak mungkin merupakan api neraka, sebab dari api neraka tidak ada yang dapat diselamatkan. Api ini juga bukan surga, sebab di surga tidak ada yang ‘menderita kerugian’. Sehingga ‘api’ di sini menunjukkan adanya kondisi tengah-tengah, di mana jiwa-jiwa mengalami kerugian sementara untuk mencapai surga.

4. Rasul Petrus juga mengajarkan bahwa pada akhir hidup kita, iman kita akan diuji, “…untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan… pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya (1 Pet 1:7). Rasul Petrus juga mengajarkan,
“Kristus telah mati untuk kita … Ia, yang yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan oleh Roh, dan di dalam Roh itu pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang ada di dalam penjara, yaitu roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah…” (1 Pet 3: 18-20). Roh-roh yang ada di dalam penjara ini adalah jiwa-jiwa yang masih terbelenggu di dalam ‘tempat’ sementara, yang juga dikenal dengan nama ‘limbo of the fathers’ (‘limbo of the just‘). Selanjutnya Rasul Petrus juga mengatakan bahwa “Injil diberitakan juga kepada orang-orang mati supaya oleh roh, mereka dapat hidup menurut kehendak Allah” (1 Pet 4:6). Di sini Rasul Petrus mengajarkan adanya tempat ketiga selain surga dan neraka, yaitu yang kini disebut sebagai Api Penyucian.

5. Kitab 2 Makabe 12: 38-45 adalah yang paling jelas menceritakan dasar pengajaran mengenai Api Penyucian ini. Ketika Yudas Makabe dan anak buahnya hendak menguburkan jenazah pasukan yang gugur di pertempuran, mereka menemukan adanya jimat dan berhala kota Yamnia pada tiap jenazah itu. Maka Yudas mengumpulkan uang untuk dikirimkan ke Yerusalem, untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Perbuatan ini dipuji sebagai “perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan” (ay.43); sebab perbuatan ini didasari oleh pengharapan akan kebangkitan orang-orang mati. Korban penebus salah ini ditujukan agar mereka yang sudah mati itu dilepaskan dari dosa mereka (ay. 45).

Memang saudara-saudari kita yang Protestan tidak mengakui adanya Kitab Makabe ini, namun ini tidak mengubah tiga kenyataan penting: Pertama, bahwa penghapusan Kitab Makabe ini sejalan dengan doktrin Protestan yang mengatakan bahwa keselamatan hanya diperoleh dengan iman saja atau “Sola Fide, Salvation by faith alone”, walaupun Alkitab tidak menyatakan hal itu. Sebab kata ‘faith alone’/ ‘hanya iman’ yang ada di Alkitab malah menyebutkan sebaliknya, yaitu “…bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman”/ not by faith alone (Yak 2:24). Maka, berdoa bagi orang meninggal yang termasuk sebagai perbuatan kasih, menurut Luther tidak mempengaruhi keselamatan, sedangkan menurut Gereja Katolik itu merupakan hal yang mulia, yang jika dilakukan di dalam iman, akan membawa kita dan orang-orang yang kita doakan kepada keselamatan oleh karena kasih karunia Tuhan Yesus.
Kedua, tradisi berdoa bagi jiwa orang-orang yang sudah meninggal merupakan tradisi Yahudi, yang dimulai pada abad ke-1 sebelum Masehi, sampai sekarang. Maka, tradisi ini juga bukan tradisi yang asing bagi Yesus. Ketiga, Kitab Makabe ini bukan rekayasa Gereja Katolik, sebab menurut sejarah, kitab ini sudah selesai ditulis antara tahun 104-63 sebelum masehi. Karena itu kita dapat meyakini keaslian isi ajarannya.

6. Rasul Paulus mendoakan sahabatnya Onesiforus yang rajin mengunjunginya sewaktu ia dipenjara, agar Tuhan menunjukkan belas kasihan-Nya kepada sahabatnya itu ‘pada hari penghakiman’ (lihat 2 Tim 1:16-18). Rasul Paulus berdoa agar Tuhan berbelas kasihan kepada jiwa sahabatnya itu pada saat kematiannya.[1] Hal ini tentu tidak masuk akal jika doa yang dipanjatkan untuk orang yang meninggal tidak ada gunanya. Sebaliknya, ini merupakan contoh bahwa doa-doa berguna bagi orang-orang yang hidup dan yang mati. Tradisi para rasul mengajarkan demikian.

Selanjutnya, keberadaan Api Penyucian berkaitan dengan Gereja Katolik tentang dua macam ‘hari penghakiman’.[2] Yang pertama, ‘particular judgment’ (pengadilan khusus), yaitu sesaat setelah kita meninggal, saat kita masing-masing diadili secara pribadi oleh Yesus Kristus; dan kedua adalah ‘general/ last judgment’ (pengadilan umum/ terakhir), yaitu pada akhir zaman, saat kita diadili oleh Yesus Kristus di hadapan semua manusia:

1. Segera setelah kita meninggal, kita akan diadili, dan ini dikenal sebagai ‘pengadilan khusus’. “…manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.” (Ibr 9:27) Kisah orang kaya dan Lazarus juga menggambarkan akibat penghakiman yang diadakan segera setelah kematian (Luk 16:19-31). Setelah diadili secara pribadi, jiwa-jiwa ditentukan untuk masuk Surga, Api Penyucian atau Neraka sesuai dengan perbuatan manusia tersebut. Jika kita didapati oleh Tuhan dalam keadaan kudus, maka jiwa kita dapat segera masuk surga. Jika belum sepenuhnya kudus, karena masih ada faktor ‘cinta diri’ yang menghalangi persatuan sepenuhnya dengan Tuhan, maupun masih ada akibat dosa yang harus kita tanggung, maka jiwa kita disucikan dulu di Api Penyucian. Jika kita didapati oleh Tuhan dalam keadaan berdosa berat dan tidak bertobat maka keadaan ini membawa jiwa kita ke neraka.

2. Pada akhir jaman, setelah kebangkitan badan, kita (jiwa dan badan) akan diadili dalam Pengadilan Umum/ Terakhir. Pada saat inilah segala perbuatan baik dan jahat dipermaklumkan di hadapan semua mahluk, “Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak diketahui dan diumumkan.”(Luk 8: 17). Pada saat itu, seluruh bangsa akan dikumpulkan di hadapan tahta Kristus, dan Dia akan mengadili semua orang: yang baik akan dipisahkan dengan yang jahat seperti memisahkan domba dan kambing (lih. Mat 25: 32-33). Hasil Pengadilan itu akan membawa penghargaan ataupun penghukuman, bagi jiwa dan badan. Tubuh dan jiwa manusia bersatu di Surga, apabila ia memang layak menerima ‘penghargaan’ tersebut; inilah yang disebut sebagai kebahagiaan sempurna dan kekal di dalam Tuhan. Atau sebaliknya, tubuh dan jiwa manusia masuk ke neraka, jika keadilan Tuhan menentukan demikian, sesuai dengan perbuatan manusia itu sendiri; inilah yang disebut sebagai siksa kekal.

Setelah akhir jaman, yang ada tinggal Surga dan Neraka, tidak ada lagi Api Penyucian, sebab semua yang ada di dalam Api Penyucian akan beralih ke Surga.


Dasar dari Pengajaran Bapa Gereja dan Tradisi Suci Gereja

1. Tertullian (160-220), mengajarkan agar para istri mendoakan suaminya yang meninggal dan mendoakannya dengan Misa Kudus, setiap memperingati hari wafat suaminya.[3]

2. St. Cyril dari Yerusalem (315-386) mengajarkan agar kita mempersembahkan permohonan bagi orang-orang yang telah meninggal, dan mempersembahkan kurban Kristus [dalam Misa Kudus] yang menghapus dosa-dosa kita dan mohon belas kasihan Allah kepada mereka dan kita sendiri.[4]

3. St. Yohanes Krisostomus (347-407) mengajarkan agar kita rajin mendoakan jiwa sesama yang sudah meninggal.”Baiklah kita membantu mereka dan mengenangkan mereka. Kalau anak-anak Ayub saja telah disucikan oleh kurban yang dibawakan oleh Bapanya, bagaimana kita dapat meragukan bahwa persembahan kita membawa hiburan untuk orang-orang mati? Jangan kita bimbang untuk membantu orang-orang mati dan mempersembahkan doa untuk mereka.[5]

4. St. Agustinus (354-430) mengajarkan, bahwa hukuman sementara sebagai konsekuensi dari dosa, telah dialami oleh sebagian orang selama masih hidup di dunia ini, namun bagi sebagian orang yang lain, dialami di masa hidup maupun di hidup yang akan datang; namun semua itu dialami sebelum Penghakiman Terakhir. Namun, yang mengalami hukuman sementara setelah kematian, tidak akan mengalami hukuman abadi setelah Penghakiman terakhir tersebut.[6]

5. St. Gregorius Agung (540-604),“Kita harus percaya bahwa sebelum Pengadilan [Terakhir] masih ada api penyucian untuk dosa-dosa ringan tertentu, karena kebenaran abadi mengatakan bahwa, kalau seorang menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, ‘di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak (Mat 12:32). Dari ungkapan ini nyatalah bahwa beberapa dosa dapat diampuni di dunia ini, [sedangkan dosa] yang lain di dunia lain.”[7]

6. Konsili Firenze (1439) dan Trente (1563), menjabarkan doktrin tentang Api Penyucian ini.[8] Konsili Firenze menyebutkan, “Dan jika mereka bertobat dan meninggal dalam kasih Tuhan sebelum melunasi penitensi dosa mereka…, jiwa mereka dimurnikan setelah kematian dalam Api Penyucian. Untuk membebaskan mereka, tindakan-tindakan silih (suffragia) dari para beriman yang masih hidup dapat membantu mereka, yaitu: Kurban Misa, doa-doa, derma, dan perbuatan kudus lainnya yang diberikan untuk umat beriman yang lain, sesuai dengan praktek Gereja. Hal demikian dinyatakan kembali dalam Konsili Trente, yang menegaskan keberadaan Api Penyucian, perlunya tindakan-tindakan silih (suffragia) dari para beriman untuk mendoakan jiwa-jiwa yang ada di dalamnya, terutama dengan Misa Kudus.

Terlihat di sini bahwa pengajaran tentang Api Penyucian bukanlah ‘karangan’ manusia, melainkan berdasar pada Kitab suci dan diturun temurunkan dengan setia oleh Gereja. Jika kita manusia harus memilih, tentu lebih ‘enak’ jika tidak ada konsekuensi yang harus kita bayar. Misalnya, pada anggapan: ‘Pokoknya sudah beriman pasti langsung masuk surga. Sekali selamat, pasti selamat.’ Gereja Katolik, yang setia pada pengajaran para rasul, tidak mengajarkan demikian. Walau kita telah menerima rahmat keselamatan melalui Pembaptisan, kita harus menjaga rahmat itu dengan setia menjalani segala perintah Tuhan sampai akhir hidup kita. Jika kenyataannya kita belum sempurna, namun kita sudah ‘keburu’ dipanggil Tuhan, maka ada kesempatan bagi kita untuk disucikan di Api Penyucian, sebelum kita dapat masuk ke surga. Bukankah kita perlu bersyukur untuk hal ini? Sebab jika tidak ada Api Penyucian, betapa sedikitnya orang yang dapat masuk surga!

Jadi, terdapat tiga hal tentang Api Penyucian

Hanya orang yang belum sempurna dalam rahmat yang dapat masuk ke dalam Api Penyucian. Api Penyucian bukan merupakan kesempatan kedua bagi mereka yang meninggal dalam keadaan tidak bertobat dari dosa berat.

1. Api Penyucian ada untuk memurnikan dan memperbaiki. Akibat dari dosa dibersihkan, dan hukuman/ konsekuensi dosa ‘dilunasi’.

2. Api Penyucian itu hanya sementara. Setelah disucikan di sini, jiwa-jiwa dapat masuk surga. Semua yang masuk Api Penyucian ini akan masuk surga.

3. Api Penyucian tidak ada lagi pada akhir jaman, sebab setelah itu yang ada hanya tinggal Surga dan neraka.

Referensi

[1] Dom Bernard Orchard MA, A Catholic Commentary on Holy Scripture, general editor, (Thomas Nelson and Sons, New York, 1953), p. 1148, ayat ini menunjuk kepada kematian Onesiforus.
[2] Spirago-Clarke, The Catechism Explained, an Exhaustive Explanation of the Catholic Religion, TAN Books and Publishers, Inc.,1921, reprint 1993, p. 256, 270.
[3] Tertullian, “On Monogamy”, Chap 10, seperti dikutip oleh John R. Willis, SJ, The Teaching of the Church Fathers (Ignatius Press, San Francisco, 2002 reprint, original print by Herder and Herder, 1966) p. 457.
[4] Lihat St. Cyril dari Yerusalem, Catecheses, 23:10, seperti dikutip oleh John R. Willis, Ibid., p. 418.
[5] St. Yohanes Krisostomus, Homili 1 Kor 4:1,5, seperti dikutip oleh Katekismus Gereja Katolik 1032.
[6] Lihat St. Agustinus, The City of God, Bk 21, Chap. 13, seperti dikutip oleh John R. Willis, SJ, Ibid., p. 456-457.
[7] St. Gregorius Agung, Dial 4, 39, seperti dikutip oleh Katekismus Gereja Katolik 1031.
[8] J. Neuner, SJ- J. Dupuis, SJ, The Christian Faith in the Doctrinal Documents of the Catholic Church, (Theological Publications in India, Bangalore, 7th revised and enlarged edition, 2001), p. 1020-1021.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   3rd August 2011, 09:24

Artikel yang sangat bagus, khususnya bagi saya yang masih sangat sedikit mengetahui Api Penyucian. Terima kasih Bruce. Rasa hormat padamu semakin menjadi-jadi di hatiku. Syukur bagi Tuhan, sekali lagi, terima kasih untukmu.

Semua kawan-kawan, istimewa LTBers, dapat membaca ini dan kalau berkenan, menyajikan juga latar pikir pemrotesan atas hal ini (kalau ada). Dengan demikian, masing-masing pembaca, dengan menggunakan kebebasan yang dimiliki, dapat menentukan kecondongan pemahaman dan pengimanan masing-masing. Karena kadar pemahaman manusia tidak sama, (pernah saya rasakan seorang teman menilai kemampuan pemikiran saya diatas apa yang saya tulis) maka bisa saja pelihan seseorang berbeda dengan pilihan orang lain. Wong keselamatan juga diberikan Tuhan tidak dengan paksaan.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   3rd August 2011, 13:18

Quote :
Semua kawan-kawan, istimewa LTBers, dapat membaca ini dan kalau berkenan, menyajikan juga latar pikir pemrotesan atas hal ini (kalau ada)

1. pernahkah Yesus bicara tentang "api penyucian" ini ? Very Happy
sebab ini adalah hal yang penting, gak mungkin rasanya kalau Yesus gak pernah bahas ini.
2. memakai logika anda (yaitu baptisan dalam nama BAPA, PUTRA, ROH KUDUS pasti melahir barukan seseorang), apakah darah Yesus tidak cukup untuk menyucikan, sehingga harus disucikan lewat api lagi ? Razz
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   3rd August 2011, 13:24

Quote :
1. pernahkah Yesus bicara tentang "api penyucian" ini ?
sebab ini adalah hal yang penting, gak mungkin rasanya kalau Yesus gak pernah bahas ini.

Yeah, Jesus jug ngga pernah bilang tentang Allah itu Satu dengan Tiga Pribadi, tetapi sebagai Kristen kita bisa melihat dari yang tidak terucapkan oleh Jesus kan ya.

Quote :
2. memakai logika anda (yaitu baptisan dalam nama BAPA, PUTRA, ROH KUDUS pasti melahir barukan seseorang), apakah darah Yesus tidak cukup untuk menyucikan, sehingga harus disucikan lewat api lagi ?

Kalau anda merasa setelah di baptis, anda tidak pernah melanggar perbuatan dosa sama sekali, selalu hidup suci menurut perintah Jesus, maka anda akan langsung masuk surga tanpa perlu lewat Purgatory lagi. Tetapi sedikiiiit saja anda tidak hidup suci, maka surga tidak dapat menerima anda tanpa disucikan dahulu, karena Allah itu adalah sumber segala kesucian, tidak mungkin yang tidak suci bercampur dengan yang Mahasuci.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   3rd August 2011, 13:36

bruce wrote:
Quote :
1. pernahkah Yesus bicara tentang "api penyucian" ini ?
sebab ini adalah hal yang penting, gak mungkin rasanya kalau Yesus gak pernah bahas ini.

Yeah, Jesus jug ngga pernah bilang tentang Allah itu Satu dengan Tiga Pribadi, tetapi sebagai Kristen kita bisa melihat dari yang tidak terucapkan oleh Jesus kan ya.

ada waktu dibatis kan banyak yang lihat, tuhhhh... Razz
lagian kalau mau pakai cara berpikir seperti itu, nanti banyak hal2 baru yang di ajukan dan dinyatakan benar dengan lasan yang sama.

Quote :

Quote :
2. memakai logika anda (yaitu baptisan dalam nama BAPA, PUTRA, ROH KUDUS pasti melahir barukan seseorang), apakah darah Yesus tidak cukup untuk menyucikan, sehingga harus disucikan lewat api lagi ?

Kalau anda merasa setelah di baptis, anda tidak pernah melanggar perbuatan dosa sama sekali, selalu hidup suci menurut perintah Jesus, maka anda akan langsung masuk surga tanpa perlu lewat Purgatory lagi. Tetapi sedikiiiit saja anda tidak hidup suci, maka surga tidak dapat menerima anda tanpa disucikan dahulu, karena Allah itu adalah sumber segala kesucian, tidak mungkin yang tidak suci bercampur dengan yang Mahasuci.


saya tiap hari berdoa minta ampun atas segala kesalahan baik yang disengaja atw tidak, apakah saya juga harus lewat purgatory ? Razz
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   3rd August 2011, 14:33

Quote :
ada waktu dibatis kan banyak yang lihat, tuhhhh...
lagian kalau mau pakai cara berpikir seperti itu, nanti banyak hal2 baru yang di ajukan dan dinyatakan benar dengan lasan yang sama

Bisakah anda memberikan referensi ayat yang menyatakan perkataan Jesus bahwa Allah itu Satu dengan Tiga Pribadi? Sya kok ngga dapat ayatnya bro.

Quote :
saya tiap hari berdoa minta ampun atas segala kesalahan baik yang disengaja atw tidak, apakah saya juga harus lewat purgatory ?

Bukan saya yang menentukan, tetapi jika anda merasa sudah hidup suci tidak pernah berdosa bahkan dalam pikiran, maka mudah mudahan anda tidak perlu ke purgatory.

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   3rd August 2011, 15:02

Hihhihhiiii... mungkin situasi pembahasan purgatory ini ketika Luther mengikuti sidang dengan para petinggi gereja jauh lebih hangat ya? Mungkin sambil gebrak-gebrak meja atau gimana gitu, hehhehheee...

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   3rd August 2011, 16:48

bruce wrote:
Quote :
ada waktu dibatis kan banyak yang lihat, tuhhhh...
lagian kalau mau pakai cara berpikir seperti itu, nanti banyak hal2 baru yang di ajukan dan dinyatakan benar dengan lasan yang sama

Bisakah anda memberikan referensi ayat yang menyatakan perkataan Jesus bahwa Allah itu Satu dengan Tiga Pribadi? Sya kok ngga dapat ayatnya bro.

walaupun tidak tertulis jelas, Yesus bilang kalau ada Pribadi BAPA, DIA sendiri dan ROH KUDUS.
kalau purgatory ?

Quote :
saya tiap hari berdoa minta ampun atas segala kesalahan baik yang disengaja atw tidak, apakah saya juga harus lewat purgatory ?

Bukan saya yang menentukan, tetapi jika anda merasa sudah hidup suci tidak pernah berdosa bahkan dalam pikiran, maka mudah mudahan anda tidak perlu ke purgatory.
[/quote]

ini karena anda meyakini adanya purgatory, anda lupa lepas kacamata anda ? Razz
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   3rd August 2011, 16:53

Hihhihiii... artikel posting-an Bruce, yang saya beri aplaus itu memuat ayat-ayat Kitab Suci juga sebagai latar pikirnya. Karena itu pula maka aplaus dari saya semakin nyaring. Hehhehheee... tapi ada benarnya juga kalau masing-masing kita 'agak terbelenggu'oleh ajaran yang kita terima dan sudah menyatu dengan pemahaman dan pengimanan kita.

Bagaimana mencari pemahaman yang paling condong pada kebenaran sejati?

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   3rd August 2011, 17:03

Husada wrote:
Hihhihiii... artikel posting-an Bruce, yang saya beri aplaus itu memuat ayat-ayat Kitab Suci juga sebagai latar pikirnya. Karena itu pula maka aplaus dari saya semakin nyaring. Hehhehheee... tapi ada benarnya juga kalau masing-masing kita 'agak terbelenggu'oleh ajaran yang kita terima dan sudah menyatu dengan pemahaman dan pengimanan kita.

tentu anda terima, karena anda meyakini/mengimani adanya api penyucian.
pertanyaan saya yang kedua khusus untuk anda sepertinya anda belum jawab, Om... :)
2. memakai logika anda (yaitu baptisan dalam nama BAPA, PUTRA, ROH KUDUS pasti melahir barukan seseorang), apakah darah Yesus tidak cukup untuk menyucikan, sehingga harus disucikan lewat api lagi ?

Quote :

Bagaimana mencari pemahaman yang paling condong pada kebenaran sejati?

Damai, damai, damai.

nah, karena itulah sangat sulit dijadikan jadi satu, kecuali ada reformasi baru yang gak pake embel2 Katolik atw Protestan. :)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   3rd August 2011, 19:20

Quote :
ini karena anda meyakini adanya purgatory, anda lupa lepas kacamata anda ?

Tidak, bahkan di LT lama, sayapun mengatakan bahwa saya belum pernah tahu apakah purgatory itu ada atau tidak, apa bentuknya, tetapi SAYA percaya dengan NALAR saya. Seperti dulu pernah saya katakan, bahwa kalau anda berada di pesawat ruang angkasa yang bertekanan dan beroksigen, dan anda ingin keluar ke ruang angkasa untuk space walk, maka anda HARUS melalui ruang 'antara' sebagai perantaranya. Beitu juga jika anda ingin masuk ruang suci hama, misalkan di kamar bedah ataupun laboratorium, anda HARUS melalui ruang pembersih lebih dahulu, karena tanpa itu anda akan mencemari ruang bedah dan ruang lab itu. Itu yang terjadi di dunia nyata, dimana sesuatu yang ekstrim tidak bisa langsung dihubungkan dengan ekstrim yang lain, itu hukum alam. Dan saya yakin itu yang terjadi, apapun agama saya ataupun anda.

Quote :
memakai logika anda (yaitu baptisan dalam nama BAPA, PUTRA, ROH KUDUS pasti melahir barukan seseorang), apakah darah Yesus tidak cukup untuk menyucikan, sehingga harus disucikan lewat api lagi ?

Kalau darah Jesus sudah cukup untuk segala dosa manusia, maka Jesus tidak akan memerintahkan para muridnya untuk pergi ke ujung dunia dan mengajarkan Injil serta membaptis mereka. Begitu juga tidak perlu ada GerejaNya. Atau bagaimana menurut anda?


Quote :
nah, karena itulah sangat sulit dijadikan jadi satu, kecuali ada reformasi baru yang gak pake embel2 Katolik atw Protestan.

Betul memang sulit, karena anak yang meninggalkan rumah orang tuanya, kemudian mendirikan kebiaaan yang semakin lama semakin jauh dari ajaran mula mula.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   4th August 2011, 06:04

bruce wrote:
Quote :
ini karena anda meyakini adanya purgatory, anda lupa lepas kacamata anda ?

Tidak, bahkan di LT lama, sayapun mengatakan bahwa saya belum pernah tahu apakah purgatory itu ada atau tidak, apa bentuknya, tetapi SAYA percaya dengan NALAR saya. Seperti dulu pernah saya katakan, bahwa kalau anda berada di pesawat ruang angkasa yang bertekanan dan beroksigen, dan anda ingin keluar ke ruang angkasa untuk space walk, maka anda HARUS melalui ruang 'antara' sebagai perantaranya. Beitu juga jika anda ingin masuk ruang suci hama, misalkan di kamar bedah ataupun laboratorium, anda HARUS melalui ruang pembersih lebih dahulu, karena tanpa itu anda akan mencemari ruang bedah dan ruang lab itu. Itu yang terjadi di dunia nyata, dimana sesuatu yang ekstrim tidak bisa langsung dihubungkan dengan ekstrim yang lain, itu hukum alam. Dan saya yakin itu yang terjadi, apapun agama saya ataupun anda.

menurut saya, "ruang suci hama" itu adalah darah Putra-Nya yang tunggal, bukan berupa materi seperti api atw alkohol. Razz
Quote :

Quote :
memakai logika anda (yaitu baptisan dalam nama BAPA, PUTRA, ROH KUDUS pasti melahir barukan seseorang), apakah darah Yesus tidak cukup untuk menyucikan, sehingga harus disucikan lewat api lagi ?

Kalau darah Jesus sudah cukup untuk segala dosa manusia, maka Jesus tidak akan memerintahkan para muridnya untuk pergi ke ujung dunia dan mengajarkan Injil serta membaptis mereka. Begitu juga tidak perlu ada GerejaNya. Atau bagaimana menurut anda?

pertanyaan ini relevan dengan purgatory ?
lagipula ini pertanyaan "khusus" buat Om Husada.
kalau memang beliau tidak mau jawab pun ya gapapa, cuma pengen tahu saja apakah nalar yang sama juga digunakan dalam cara yang sama dalam ajaran yang berbeda.
Quote :

Quote :
nah, karena itulah sangat sulit dijadikan jadi satu, kecuali ada reformasi baru yang gak pake embel2 Katolik atw Protestan.

Betul memang sulit, karena anak yang meninggalkan rumah orang tuanya, kemudian mendirikan kebiaaan yang semakin lama semakin jauh dari ajaran mula mula.


mungkin karena setelah Ayahnya tidak ada,lalu si wali bertindak semena2 dan si anak merasa keadaan rumah sudah tidak menyenangkan lagi.
makanya si anak berusaha untuk membangun rumah/keluarganya sendiri dengan tetap memakai figur sang Ayah sebagai panutan. Laughing
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   4th August 2011, 07:28

Quote :
menurut saya, "ruang suci hama" itu adalah darah Putra-Nya yang tunggal, bukan berupa materi seperti api atw alkohol.

Beda fungsinya antara penebusan dan menyucikan.


Quote :
pertanyaan ini relevan dengan purgatory ?
lagipula ini pertanyaan "khusus" buat Om Husada.
kalau memang beliau tidak mau jawab pun ya gapapa, cuma pengen tahu saja apakah nalar yang sama juga digunakan dalam cara yang sama dalam ajaran yang berbeda.

Sangat relevan, terlebih lagi anda membandingkan antara Penebusan dan Punyucian.



_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   4th August 2011, 16:08

bruce wrote:

Beda fungsinya antara penebusan dan menyucikan.
coba tlg dijelaskan bedanya dan mekanismenya.

------------------------------------------------------

Ketika anak bungsu menyesal, bertobat dan pulang ke rumah ayahnya, Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Padahal si anak bungsu ini bau kandang babi, tapi sang Ayah tidak ragu2 utk memeluk dan mencium dia.

Sang Ayah tidak memerintahkan si anak bungsu utk mandi dulu di ruang steril hama sebelum menjumpai dan bertemu dgn dirinya.
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   4th August 2011, 16:41

bruce wrote:

1. Api Penyucian ada untuk memurnikan dan memperbaiki. Akibat dari dosa dibersihkan, dan hukuman/ konsekuensi dosa ‘dilunasi’.

1. Apa yg dimurnikan ?
2. Apa yg diperbaiki ?
3. Apakah dgn masuk purgatory, berarti mereka sedang menjalani hukuman, atau bagaimana ?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   4th August 2011, 17:30

T2Y wrote:
tentu anda terima, karena anda meyakini/mengimani adanya api penyucian.
pertanyaan saya yang kedua khusus untuk anda sepertinya anda belum jawab, Om... :)
2. memakai logika anda (yaitu baptisan dalam nama BAPA, PUTRA, ROH KUDUS pasti melahir barukan seseorang), apakah darah Yesus tidak cukup untuk menyucikan, sehingga harus disucikan lewat api lagi ?
Damai bagimu T2Y.
Ya, saya mengimani Katolik yang meyakini/mengimani adanya api penyucian. Walau demikian, di jawaban saya diatas telah saya beritahukan bahwa saya belum mendalami seluk beluk api penyucian itu, yang kemudian Bruce mem-posting-kan pengertiannya, dan saya beri aplaus yang nyaring. Kalau T2Y belum terpuaskan oleh jawaban seperti yang saya berikan, perlu saya infomasikan bahwa saya memang bukan alat pemuas, hehhehheee...

Dan perlu juga rasanya saya mengutarakan disini, mengapa sampai saat ini saya betah menganut Katolik. Menurut penilaian saya, administrasi Katolik itu cukup memuaskan saya, mungkin kebagusan administrasi itu karena Katolik termasuk Gereja Tua, jadi administrasinya terperbaiki hari demi hari.

Selain itu, pada Katolik saya temui kesetiaan pada perintah Yesus menjelang perjalananNya memanggul salib ke Golgota, yang bilang, "Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku." Meski tidak sempurna seperti yang dilakukan Yesus bersama muridNya di Perjamuan Terakhir, saya temukan bahwa Katolik selalu mengenang Yesus dengan merayakan perayaan ekaristi.

Selain itu lagi, kalau di sepuluh perintah ada perintah untuk menghormati orang tua, saya temukan di Katolik melakukan itu melalui Gereja. Bahwa Kepala Gereja adalah Yesus Kristus, yang ibuNya adalah Bunda Maria, maka Gereja Katolik selalu menghormati orang tuaNya, yaitu Bunda Maria. Mengapa tidak sama dengan penghormatan kepada Santo Yosef? Menurut pemahaman saya, karena Santo Yosef bukan Bapa dari Yesus Kristus, Santo Yosef adalah pengasuh masa kanak-kanak Yesus.

Selain itu lagi, bahwa menurut pemahaman saya, bahwa Gereja Katolik mempunyai garis pewarisan yang turun termurun langsung dari Yesus Kristus yang memilih Santo Petrus sebagai pemegang kunci kerajaan sorga, dan diwariskan sinambung kepada penggantinya, kepada siapa diberi kompetensi mengampuni dosa atau menyatakan dosa seseorang tetap ada.

Nah, itu beberapa alasan pemahaman saya sehingga sampai saat ini saya masih menganut Katolik. Tentu masih banyak alasan lainnya, misalnya para pastornya tidak membina rumah tangga sendiri selain rumah tangga Gereja, yang dengan demikian mereka relatif bisa lebih fokus menjadi pelayan sabda Tuhan dibandingkan mereka yang punya keluarga sendiri.

Tentang Baptisan air atas nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, memang saya percayai sebagai sesuatu yang sakral. Baptisan adalah sakramen menurut pemahaman saya, sehingga setiap orang yang telah dibaptis atas nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, secara sakral beroleh rahmat keselamatan. Namun keselamatan itu bisa hilang selama pejiarahan orang itu kalau selama pejiarahannya dia menyakiti hati Tuhan, dan tidak bertobat minta pengampunan dosa dari pihak yang mendapat kompetensi untuk itu. Mungkin menurut orang yang memandang pemahaman saya sebagai suatu kebodohan, itu tidak masalah bagi saya, kaena di Injil dapat saya baca bahwa hak pengampunan dosa itu diberikan kepada Gereja mula-mula, yang diwariskan turun temurun sampai detik ini.

Tentang darah Yesus, memang sangat ampuh menyucikan seseorang, namun, saya tidak dapat menutup mata atas orang-orang yang di KTP-nya tertulis agamanya Kristen, tetapi nyata-nyata kelakuannya bertentangan dengan kasih Yesus. Dan lagi, darah Yesus dicurahkan untuk menebus semua orang, tetapi tidak semua orang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Dan ada juga orang yang meski telah dibaptis, untuk beberaa saat imannya mekar, kemudian layu dan mati. T2Y pernah baca perumpamaan tentang benih yang ditabur di beberapa lahan bukan? Adayang di daerah berbatu, ada yang di tepi jalan, ada yang di daerah semak duri, dan ada yang di lahan subur.

Namun, seperti telah lebih dari sekali saya posting-kan, boleh saja tiap orang berbeda pemahaman. Tetapi harus dicatat baik-baik, kalau masing-masing orang memaparkan pemahamannya atas perbedaan itu, kalau ternyata tidak ada titik temu, ya sudah, jadikan itu pengaya iman. Toh tujuan kita adalah untuk kerajaan, kemuliaan, dan kekuasaan Tuhan. Atau, ada di antara LTBers yang menginginkan menjadi raja, memuliakan, dan menjadikan berkuasa untuk diri sendiri? Wallahu a'lam.

Damai, damai,damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   4th August 2011, 20:16

@djo

Quote :
coba tlg dijelaskan bedanya dan mekanismenya.

Contoh gampang aja ya, jika anda menabrak mobil saya, maka ketika anda minta maaf kepada saya, saya maafkan anda, tetapi anda tetap harus memperbaiki mobil saya agar kembai seperti sediakala.


Quote :
Ketika anak bungsu menyesal, bertobat dan pulang ke rumah ayahnya, Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Padahal si anak bungsu ini bau kandang babi, tapi sang Ayah tidak ragu2 utk memeluk dan mencium dia.

Sang Ayah tidak memerintahkan si anak bungsu utk mandi dulu di ruang steril hama sebelum menjumpai dan bertemu dgn dirinya.

Apakah selama di kandang babi anda anggap itu sebagai suasana yang berbahagia bagi si bungsu? Apakah bau dan busuk itu anda anggap sebagai sukacita?

Saya ngga ngerti dimana logikanya antara mandi dan suci hama dengan pelukan sang ayah. Tetapi anda seharusnya percaya bahwa sang anak setelah itu mandi dan bercukur serta berpakaian rapi sebelum menghadiri pesta penyambutannya. Atau anda anggap si bungsu pesta dengan baju berbau kandang babi?



Quote :
1. Apa yg dimurnikan ?
2. Apa yg diperbaiki ?
3. Apakah dgn masuk purgatory, berarti mereka sedang menjalani hukuman, atau bagaimana ?

Jika anda melakukan perbuatan dosa, setelah anda minta ampun pada Tuhan, setelah dosa anda diampuni oleh Tuhan, anda tetap harus menanggung akibat dari dosa yang anda lakukan. Contoh mudah dari Alkitab adalah Musa, Musa tetap tidak dapat memimpin umat Allah hingga tanah terjanji.

Yang diperbaiki adalah kondisi jiwa anda, ibarat piring kotor, tetap harus dicuci setelah kotorannya dibuang. Penjelasannya ada di post di atas :

Jika belum sepenuhnya kudus, karena masih ada faktor ‘cinta diri’ yang menghalangi persatuan sepenuhnya dengan Tuhan, maupun masih ada akibat dosa yang harus kita tanggung, maka jiwa kita disucikan dulu di Api Penyucian.

Purgatory bukan hukuman seperti neraka, untuk lengkapnya, silahkan baca di atas.

GBU

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   5th August 2011, 18:20

bruce wrote:

Contoh gampang aja ya, jika anda menabrak mobil saya, maka ketika anda minta maaf kepada saya, saya maafkan anda, tetapi anda tetap harus memperbaiki mobil saya agar kembai seperti sediakala.
Betul, saya harus memperbaiki mobil anda selama saya masih hidup. Bukan setelah sy mati.

bruce wrote:

Apakah selama di kandang babi anda anggap itu sebagai suasana yang berbahagia bagi si bungsu? Apakah bau dan busuk itu anda anggap sebagai sukacita?
Betul, saat2 itulah si bungsu merasakan akibat dari perbuatannya. Bukan saat ia bertemu ayahnya, atau saat setelah ia mati.

bruce wrote:

Saya ngga ngerti dimana logikanya antara mandi dan suci hama dengan pelukan sang ayah. Tetapi anda seharusnya percaya bahwa sang anak setelah itu mandi dan bercukur serta berpakaian rapi sebelum menghadiri pesta penyambutannya. Atau anda anggap si bungsu pesta dengan baju berbau kandang babi?
Surga itu bukan saat pesta. Surga itu adalah saat perjumpaan si bungsu dgn sang Ayah yg mengasihinya.
Kapanpun dan dimanapun pestanya, ketika bungsu bertemu ayahnya, ITULAH SURGA. Sang ayah tak ragu utk menjumpai dan memeluk anaknya.

bruce wrote:

Jika anda melakukan perbuatan dosa, setelah anda minta ampun pada Tuhan, setelah dosa anda diampuni oleh Tuhan, anda tetap harus menanggung akibat dari dosa yang anda lakukan. Contoh mudah dari Alkitab adalah Musa, Musa tetap tidak dapat memimpin umat Allah hingga tanah terjanji.
Betul. Musa dihukum tidak bisa masuk ke kanaan saat ia hidup sehingga akhirnya ia mati.
Hukuman tidak boleh masuk ke kanaan tidak diberikan kepada Musa setelah ia mati.

bruce wrote:


Yang diperbaiki adalah kondisi jiwa anda, ibarat piring kotor, tetap harus dicuci setelah kotorannya dibuang. Penjelasannya ada di post di atas :
Maksudnya, kematian Kristus diatas kayu salib hanya mampu membuang kotoran yg ada diatas piring, tanpa mampu membuatnya bersih mengkilap ?

bruce wrote:

Jika belum sepenuhnya kudus, karena masih ada faktor ‘cinta diri’ yang menghalangi persatuan sepenuhnya dengan Tuhan, maupun masih ada akibat dosa yang harus kita tanggung, maka jiwa kita disucikan dulu di Api Penyucian.
Jika masih ada faktor cinta diri melebihi cinta kpd Tuhan, maka kita menjadi berhala thp kita sendiri. Dan peyembah berhala tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga.

bruce wrote:

Purgatory bukan hukuman seperti neraka, untuk lengkapnya, silahkan baca di atas.

GBU
Neraka itu dihukum secara kekal.
purgatory itu dihukum secara sementara.
Begitu maksudnya ?

CMIIW, Intinya ketika jiwa seseorang masuk kedalam purgatory, sebenarnya ia sedang dihukum atas perbuatannya, karena saat ia hidup, hukuman itu TIDAK SEMPAT ia terima. Nanti, setelah ia menerima dan menanggung seluruh hukuman atas perbuatannya, barulah ia pindah dan masuk ke sorga.

GBU om.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   5th August 2011, 23:17

Quote :
Betul, saya harus memperbaiki mobil anda selama saya masih hidup. Bukan setelah sy mati.

Itu karena mobil saya tidak punya jiwa bro, bagaimana jika anda berurusan dengan justru sang Pemilik jiwa anda? Anda mau mengelak hanya gara gara anda telah mati? Sementara justru anda berhadapan denganNya setelah anda mati?


Quote :
Betul, saat2 itulah si bungsu merasakan akibat dari perbuatannya. Bukan saat ia bertemu ayahnya, atau saat setelah ia mati.

Itu yang terlihat pada kondisi sebelum mati, karena memang contohnya untuk MAHLUK HIDUP.


Quote :
Surga itu bukan saat pesta. Surga itu adalah saat perjumpaan si bungsu dgn sang Ayah yg mengasihinya.
Kapanpun dan dimanapun pestanya, ketika bungsu bertemu ayahnya, ITULAH SURGA. Sang ayah tak ragu utk menjumpai dan memeluk anaknya.

Begitu sulitkah anda untuk mengetahui bahwa saat perjumpaan itu adalah saat sang Ayah memaafkan si bungsu (pengadilan)? Sementara akibat dari kekotoran hidup si bungsu masih harus dibersihkan?

Quote :
Betul. Musa dihukum tidak bisa masuk ke kanaan saat ia hidup sehingga akhirnya ia mati.
Hukuman tidak boleh masuk ke kanaan tidak diberikan kepada Musa setelah ia mati.

Setelah Musa mati, apa yang anda ketahui? Apakah ada tertulis apa yang Musa alami?


Quote :
Maksudnya, kematian Kristus diatas kayu salib hanya mampu membuang kotoran yg ada diatas piring, tanpa mampu membuatnya bersih mengkilap ?

Baca lagi tulisan yang saya post di atas, kalau perlu berkali kali.


Quote :
Jika masih ada faktor cinta diri melebihi cinta kpd Tuhan, maka kita menjadi berhala thp kita sendiri. Dan peyembah berhala tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga.

Syukur kalau anda sadar.


Quote :
Neraka itu dihukum secara kekal.
purgatory itu dihukum secara sementara.
Begitu maksudnya ?

CMIIW, Intinya ketika jiwa seseorang masuk kedalam purgatory, sebenarnya ia sedang dihukum atas perbuatannya, karena saat ia hidup, hukuman itu TIDAK SEMPAT ia terima. Nanti, setelah ia menerima dan menanggung seluruh hukuman atas perbuatannya, barulah ia pindah dan masuk ke sorga.

Matius 12:32 : Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

Ayat ini menyatakan bahwa beberapa jenis dosa dapat diampuni di dunia (kapan ?) yang akan datang. Jika seseorang meninggal dan pergi ke neraka, sedikitpun dosa mereka tidak akan diampuni. Tidak ada dosa yang dapat dihapuskan di surga, karena tidak ada yang tidak suci yang dapat masuk. Karenanya, satu-satunya penjelasan logis adalah adanya tempat ketiga dimana dosa masih dapat diampuni. Gereja Katholik menamakan tempat ini Api Penyucian (purgatory).

Syalom

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   6th August 2011, 12:12

bruce wrote:


Itu karena mobil saya tidak punya jiwa bro, bagaimana jika anda berurusan dengan justru sang Pemilik jiwa anda? Anda mau mengelak hanya gara gara anda telah mati? Sementara justru anda berhadapan denganNya setelah anda mati?
Berarti contoh diatas tidak tepat utk menganalogikan purgatory. Silahkan cari contoh yg lain.

bruce wrote:

Itu yang terlihat pada kondisi sebelum mati, karena memang contohnya untuk MAHLUK HIDUP.
Silahkan cari contoh utk makhluk yg sudah mati.

bruce wrote:

Begitu sulitkah anda untuk mengetahui bahwa saat perjumpaan itu adalah saat sang Ayah memaafkan si bungsu (pengadilan)? Sementara akibat dari kekotoran hidup si bungsu masih harus dibersihkan?
Proses memaafkan/pengampunan dosa terjadi ketika Allah memberikan anakNya yg tunggal. Setelah kita mati, tubuh jasmani kita yg penuh dgn kekotoran hidup diganti dgn tubuh kemuliaan (baca : baju pesta).

bruce wrote:

Setelah Musa mati, apa yang anda ketahui? Apakah ada tertulis apa yang Musa alami?
Apakah ini berarti anda tahu bahwa Musa masuk kedalam api purgatory setelah ia mati ?

CMIIW, Musa dan Elia pernah berjumpa dgn Yesus dan disaksikan oleh murid2 Yesus. Padahal seharusnya Musa sedang dimurnikan didalam purgatory. Atau karena masa pemurniannya sudah selesai, sehingga ia bisa bertemu dgn Yesus ?

Bisa tolong anda bantu saya menjelaskan ?

bruce wrote:

Baca lagi tulisan yang saya post di atas, kalau perlu berkali kali.
Sudah, tapi kesan yg saya dapat tetap sama.

bruce wrote:

Syukur kalau anda sadar.
Jika anda jg sadar, maka seharusnya anda percaya jika ada orang yg masih memiliki "cinta diri" maka orang tsb akan masuk ke neraka, bukan ke purgatory, seperti yg anda contohkan.

bruce wrote:

Matius 12:32 : Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

Ayat ini menyatakan bahwa beberapa jenis dosa dapat diampuni di dunia (kapan ?) yang akan datang. Jika seseorang meninggal dan pergi ke neraka, sedikitpun dosa mereka tidak akan diampuni. Tidak ada dosa yang dapat dihapuskan di surga, karena tidak ada yang tidak suci yang dapat masuk. Karenanya, satu-satunya penjelasan logis adalah adanya tempat ketiga dimana dosa masih dapat diampuni. Gereja Katholik menamakan tempat ini Api Penyucian (purgatory).
Masih adakah pengampunan dosa yg diberikan kpd seseorang setelah ia mati ?


Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   6th August 2011, 15:11

Quote :
bruce wrote:


Itu karena mobil saya tidak punya jiwa bro, bagaimana jika anda berurusan dengan justru sang Pemilik jiwa anda? Anda mau mengelak hanya gara gara anda telah mati? Sementara justru anda berhadapan denganNya setelah anda mati?

Berarti contoh diatas tidak tepat utk menganalogikan purgatory. Silahkan cari contoh yg lain.

bruce wrote:

Itu yang terlihat pada kondisi sebelum mati, karena memang contohnya untuk MAHLUK HIDUP.

Silahkan cari contoh utk makhluk yg sudah mati.

bruce wrote:

Begitu sulitkah anda untuk mengetahui bahwa saat perjumpaan itu adalah saat sang Ayah memaafkan si bungsu (pengadilan)? Sementara akibat dari kekotoran hidup si bungsu masih harus dibersihkan?

Proses memaafkan/pengampunan dosa terjadi ketika Allah memberikan anakNya yg tunggal. Setelah kita mati, tubuh jasmani kita yg penuh dgn kekotoran hidup diganti dgn tubuh kemuliaan (baca : baju pesta).

bruce wrote:

Setelah Musa mati, apa yang anda ketahui? Apakah ada tertulis apa yang Musa alami?

Apakah ini berarti anda tahu bahwa Musa masuk kedalam api purgatory setelah ia mati ?

Saran saya, perbaiki cara anda diskusi, karena kebetulan anda adalah moderator, coba baca lagi post anda, apakah anda berkata kt dengan otak dan hati? Thanks (Mau dianggap sebagai teguran halus boleh, dinggap keras silahkan, karena saya serius.)



Quote :
Jika anda jg sadar, maka seharusnya anda percaya jika ada orang yg masih memiliki "cinta diri" maka orang tsb akan masuk ke neraka, bukan ke purgatory, seperti yg anda contohkan.

bruce wrote:

Matius 12:32 : Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

Ayat ini menyatakan bahwa beberapa jenis dosa dapat diampuni di dunia (kapan ?) yang akan datang. Jika seseorang meninggal dan pergi ke neraka, sedikitpun dosa mereka tidak akan diampuni. Tidak ada dosa yang dapat dihapuskan di surga, karena tidak ada yang tidak suci yang dapat masuk. Karenanya, satu-satunya penjelasan logis adalah adanya tempat ketiga dimana dosa masih dapat diampuni. Gereja Katholik menamakan tempat ini Api Penyucian (purgatory).

Masih adakah pengampunan dosa yg diberikan kpd seseorang setelah ia mati ?

Rupanya anda bukan bertujuan diskusi dengan baik, jika anda tidak bisa membaca dengan benar, saran saya justru anda belajar membaca dengan bahasa yang benar sebeum komen di forum, bisa dipahami?


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
leonardo
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 301
Join date : 07.03.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   7th August 2011, 02:05

Djo wrote:

bruce wrote:

Matius 12:32 : Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.

Ayat ini menyatakan bahwa beberapa jenis dosa dapat diampuni di dunia (kapan ?) yang akan datang. Jika seseorang meninggal dan pergi ke neraka, sedikitpun dosa mereka tidak akan diampuni. Tidak ada dosa yang dapat dihapuskan di surga, karena tidak ada yang tidak suci yang dapat masuk. Karenanya, satu-satunya penjelasan logis adalah adanya tempat ketiga dimana dosa masih dapat diampuni. Gereja Katholik menamakan tempat ini Api Penyucian (purgatory).
Masih adakah pengampunan dosa yg diberikan kpd seseorang setelah ia mati ?


Di logika aja bro....djo...kalau ada dosa yang tidak dapat diampuni di dunia yang akan datang dimanakah tempatnya...

Di sorga ...orang sudah bersih semua tidak ada sesuatu yang najis dapat masuk ke tempat yang kudus ...begitu kan bro..
Di neraka ...It's over....sudah tidak bisa keluar lagi.

Lalu di mana tempat tersebut...tempat selain tempat kudus kekal dan maut kekal...


@Djo,
Jika anda luka dan anda sudah diobati anda juga masih mengalami sakit selama beberapa waktu kan...sampai luka anda tertutup kembali, anda masih merasa perih...kemudian setelah luka mulai mengering ada rasa gatal juga di luka tersebut.

Sama seperti dosa walaupun dosa sudah diampuni Tuhan (diobati) anda juga masih harus menanggung hukman , Musa tidak dapat masuk tanah terjanji, Daud kehilangan anaknya.

Lalu bagaimana jika anda belum sempat menjalani pemurian di dunia ini (hukuman akibat dosa) ketika kita meninggalkan dunia ini.

Selesai begitu sajakah...adakah dasar ayatnya yang mengatakan hukuman dosa tidak diperlukan lagi ketika kita mati?

kok yang tersirat malah tidak...karena ada ayat mengatakan bahwa kamu tidak akan keluar dari situ sebelum hutang2nya lunas?


Dan bagaimana lagi tentang dasar2 kitab suci yang sudah dituliskan bruce diatas seperti kata Paulus ada yang selamat tetapi masih mendapat kerugian.?

Apakah orang2 di Sorga masih mendapat kerugian?
Dan apakah orang2 di Neraka masih bisa selamat?

Di mana lagi tempat tersebut selamat tapi masih mengalami kerugian ?

btw...yang namanya analogi ndak selalu harus sama kan bro... Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
samiaji
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 392
Join date : 26.02.11
Age : 38

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   7th August 2011, 08:36

Boleh bertanya mengenai tempat penyucian :
Dalam kenyataan di lapangan, tidak selalu pelaku menjalani seluruh akibat dari perbuatan dosanya. Terkadang pihak lain (Anak dan keluarga pelaku, korban dan keluarganya, atau pihak lain). Bagaimana penjelasan bahwa ada pihak yang tidak berbuat tetapi menaggung akibat dosa orang lain ?

Apa yang dilakukan atau terjadi di tempat penyucian ini , yang bisa memurnikan kita dari kotoran sisa ?

Apakah lamanya kita menetap di tempat tersebut berhubungan dengan berapa banyaknya kotoran yang harus dibersihkan atau cukup sekejap ?

Jadi apabila terjadi hal yang buruk dalam hidup kita (berhubungan dengan perbuatan dosa di masa lalu) berarti kita sedang dibersihkan/dimurnikan.. Apakah prinsipnya seperti kayak karma tetapi tanpa reinkarnasi ?


Salam
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   7th August 2011, 20:18

Quote :
1. Api Penyucian ada untuk memurnikan dan memperbaiki. Akibat dari dosa dibersihkan, dan hukuman/ konsekuensi dosa ‘dilunasi’.

jika konsekwensi dosa yang harus dimurnikan/disucikan sepertinya Yesus tidak akan bilang begini sama penjahat yang disalbkan disamping Dia :
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.".

si penjahat pasti juga punya orang2 yang sudah dijahatinya, kesalahan2 yang harus disucikan (bukan ditebus :?:).

terus kenapa Yesus dengan jelas mengatakan : sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   7th August 2011, 22:19

Firdaus yang dijanjikan oleh Yesus kepada pencuri yang bertobat yang disalibkan di sisi-Nya itu tidak sama dengan Taman Eden, dan juga tidak sama dengan surga. Firdaus di sini adalah berupa pandangan kepada Tuhan (the vision of God) yang diberikan oleh Yesus kepada jiwa orang-orang baik yang berada di pangkuan Bapa Abraham (the limbo of the just) pada hari Sabtu Suci. Maka si pencuri yang bertobat itu akan menerima karunia pandangan kepada Tuhan bersama-sama dengan para jiwa yang menantikan kedatangan Yesus, yaitu para orang benar yang telah meninggal sebelum Kristus.

Penjahat yang bertobat, yang disalibkan bersama Yesus seperti yang diceritakan di Luk 23:43, dimana Yesus mengatakan "Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus," adalah suatu contoh Baptism of desire atau kerinduan untuk menerima pembaptisan, yang diiringi oleh penyesalan atas dosa-dosanya dan juga perbuatan kasih (KGK, 1259). Penyesalan dan perbuatan kasih dari penjahat tersebut diungkapkan dengan perkataanya "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah…Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."(Luk 23:40-42).

Yesus, di ayat 43 menggunakan kata Firdaus, paradise atau dalam bahasa Yunani adalah parádeisos, merupakan suatu tempat bagi orang-orang beriman sebelum kebangkitan Kristus. Ini disebut juga sebagai limbo of the just/the bossom of Abraham (Luk 16:23) atau hades. Semua orang yang ada di tempat ini, akan menuju ke Surga secara langsung setelah kebangkitan Kristus. Kita mengingat apa yang dikatakan di dalam "Doa Aku Percaya" … disalibkan, wafat, dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian. Dalam waktu tiga hari setelah kematian-Nya, Yesus datang ke tempat penantian untuk memberitakan wahyu Tuhan secara lengkap, sehingga segala yang ada di langit, di atas bumi, dan yang ada di bawah bumi akan bertekuk lutut dan segala lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (lih. Fil 2:10-11)


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Purgatory (api penyucian)   

Kembali Ke Atas Go down
 
Purgatory (api penyucian)
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 2Pilih halaman : 1, 2  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Ruang Antar Kristen (Khusus Penganut Kristen Trinitarian) :: Ajaran Kristen-
Navigasi: