Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Iman dengan paksaan ?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Iman dengan paksaan ?   11th August 2011, 14:38

Berita TV dari Bukittinggi, seorang ibu pedagang nasi bungkus ditangkap polisi PP dan sebakul nasi bungkusnya disita. Polisi PP tetap bergeming walaupun si ibu renta itu menangis dan mempertahankan mati-matian dagangannya.

Berita TV lagi, dari Padang, sebuah warung makan digerebek polisi PP, warung yang tetap buka walau ditutupi, dirazia dagangannya diita, orang orang yang sedang makan diusir keluar.

Berita TV dari Aceh ND, pelajar yang sedang makan nasi bungkus digelandang ke kantor dan diminta menunjukan darimana makanan itu dibeli. Alhasil, warung penjual nasi bungkus itupun digerebek dan makanan dagangannya disita.

Melihat berita deperti ini, terus terang timbul pertanyaan dalam hati ini, apakah seseorang harus dipaksa untuk melakukan ajaran agama? Apa yang akan diperoleh jika seseorang melakukan ajaran agama karena terpaksa dan ancaman?


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   11th August 2011, 14:57

Quote :
Melihat berita deperti ini, terus terang timbul pertanyaan dalam hati ini, apakah seseorang harus dipaksa untuk melakukan ajaran agama? Apa yang akan diperoleh jika seseorang melakukan ajaran agama karena terpaksa dan ancaman?
Hehhehheee... yang diperoleh ialah gelembungan angka statistik. Religositas penduduk, nomor sekiankan. Kementerian Agama, bukan untuk meningkatkan religiositas, melainkan seperti sinyalemen petinggi LTB, hanya untuk bagi-bagi kekuasaan dan pembukaan lahan korupsi. Hehhehheee...

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   11th August 2011, 15:08

Sebenarnya razia ke warung warung makan itu agak aneh, karena warung itu menjual makanan tidak secara terbuka, tetapi ditutupi malah terkesan warung yang sedang tutup. Jadi tidak memamerkan makanan dagangannya. Begitu juga mereka yang sedang makan, mereka tidak pamer kalau sedang makan.

Apakah para polisi agama itu punya hak melarang orang yang tidak bepuasa untuk makan. Bagaimana jika orang yang sedang makan itu justru bukan Muslim? Dan polisi agama itu juga tidak mungkin membiayai sang empunya warung untuk nafkahnya, apalagi menjelang hari raya dimana mereka juga punya kewajiban memberi THR kepada para pekerjanya.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   13th August 2011, 12:46

bruce wrote:
Apakah para polisi agama itu punya hak melarang orang yang tidak bepuasa untuk makan. Bagaimana jika orang yang sedang makan itu justru bukan Muslim? Dan polisi agama itu juga tidak mungkin membiayai sang empunya warung untuk nafkahnya, apalagi menjelang hari raya dimana mereka juga punya kewajiban memberi THR kepada para pekerjanya.
Entah kenapa, memahami peraziaan begini oleh petugas resmi di wilayah yang memberlakukan aturan khusus yang merupakan bagian dari konstitusi, masih mendapat pemakluman dari benak saya. Latar pikiran saya adalah begini. Jika di wilayah tertentu diberlakukan aturan khusus, dan pemberlakuan itu mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, berarti semua warga yang hidup dan tinggal di wilayah itu sewajarnya menyesuaikan diri, dan mematuhi aturan yang berlaku.

Yang tidak berterima di benak saya, apabila peraziaan begitu terjadi di wilayah yang memberlakukan aturan-aturan umum yang berlaku di NKRI. Aturan yang berlaku di wilayah tanpa aturan khusus, berarti aturan yang berlaku adalah aturan yang umum, yang secara merata memperlakukan semua warga sama. Dengan dalih menghormati orang yang menjalankan ibadah puasa, maka petugas mengharuskan semua orang baik yang puasa atau tidak, harus menghormati orang yang puasa. Padahal, di wilyah itu hidup juga orang yang tidak harus menjalankan puasa. Menurut hemat saya, dalih penghormatan kepada kaum berpuasa sudah menjadi diskriminatif. Karena, apakah pada saat seperti itu maka mereka yang menjalankan ibadah puasa boleh tidak menhghormati warga yang tidak puasa?

Semoga saja para petinggi negeri ini segera menyadari dasar hukum negeri ini adalah NKRI, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, agar tidak setiap hadirnya bulan Ramadhan seakan-akan negara ini berubah menjadi negara Islam, bukan lagi sebagai negara Pancasila. Wuhh, diskriminatif bagi warga Non-Muslim.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
erusi7
Bintara
Bintara


Jumlah posting : 89
Join date : 11.03.12

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 01:03



Saya merasakan kes-kes yang berlaku itu adalah ada kaitannya dengan amalan berpuasa di bulan Ramadhan. Maaf jika saya tersilap.
Apa yang perlu kita fahami adalah bukan semua yang dipaksa itu membawa keburukan, malah banyak perkara yang dipaksa itu akhirnya membawa kebaikan kepada orang yang dipaksa. Islam melihat dari sudut ini terhadap paksaan kepada mentaati apa yang diperintahkan oleh Allah.
Contohnya seorang wanita yang dipaksa menutup aurat, mungkin ianya dapat memberi kebaikan kepada wanita tersebut yang akhirnya selamat daripada cubaan mencabul dan memperkosa terhadapnya. Banyak lagi kebaikannya jika kita menelitikannya secara adil.

Dari sudut permasalahan yang dibentangkan dalam thread ini, sebenarnya saya melihat banyak kebaikannya daripada kes-kes yang berlaku. Contohnya seorang ibu pedagang nasi bungkus itu, jika beliau seorg muslim paksaan yang dilakukan boleh membawa kepada sang ibu itu daripada terus bergelumang dosa bersubahat kerana menjualkan makanan kepada orang muslim yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Jika sang ibu itu dipaksa tidak menjualkan makanan kepada orang Islam, kebaikannya mungkin lebih banyak orang Islam yang berpuasa dan mendapat manfaat daripada puasanya. Manfaat puasa bukan sahaja tertumpu kepada pahala yang diperolehi, tetapi manfaatnya juga dari segi kewangan, kesihatan dan sebagainya dan yang paling penting kebaikannya adalah mendapat keredhaan dan rahmat daripada Allah.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 09:38

erusi7 wrote:


Saya merasakan kes-kes yang berlaku itu adalah ada kaitannya dengan amalan berpuasa di bulan Ramadhan. Maaf jika saya tersilap.
Apa yang perlu kita fahami adalah bukan semua yang dipaksa itu membawa keburukan, malah banyak perkara yang dipaksa itu akhirnya membawa kebaikan kepada orang yang dipaksa. Islam melihat dari sudut ini terhadap paksaan kepada mentaati apa yang diperintahkan oleh Allah.
Contohnya seorang wanita yang dipaksa menutup aurat, mungkin ianya dapat memberi kebaikan kepada wanita tersebut yang akhirnya selamat daripada cubaan mencabul dan memperkosa terhadapnya. Banyak lagi kebaikannya jika kita menelitikannya secara adil.

Dari sudut permasalahan yang dibentangkan dalam thread ini, sebenarnya saya melihat banyak kebaikannya daripada kes-kes yang berlaku. Contohnya seorang ibu pedagang nasi bungkus itu, jika beliau seorg muslim paksaan yang dilakukan boleh membawa kepada sang ibu itu daripada terus bergelumang dosa bersubahat kerana menjualkan makanan kepada orang muslim yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Jika sang ibu itu dipaksa tidak menjualkan makanan kepada orang Islam, kebaikannya mungkin lebih banyak orang Islam yang berpuasa dan mendapat manfaat daripada puasanya. Manfaat puasa bukan sahaja tertumpu kepada pahala yang diperolehi, tetapi manfaatnya juga dari segi kewangan, kesihatan dan sebagainya dan yang paling penting kebaikannya adalah mendapat keredhaan dan rahmat daripada Allah.

Apa yang ada dalam benak dan pikiran anda, bila di negara lain, dimana Islam adalah minority, dipaksakan berlaku pasal pasal ajaran agama lain untuk diterapkan kepada semua orang?


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
erusi7
Bintara
Bintara


Jumlah posting : 89
Join date : 11.03.12

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 14:05

@bruce

Quote :
Apa yang ada dalam benak dan pikiran anda, bila di negara lain, dimana Islam adalah minority, dipaksakan berlaku pasal pasal ajaran agama lain untuk diterapkan kepada semua orang?


Saya tertanya-tanya, di Indonesia sana ketika di bulan Ramadhan adakah non muslim juga dipaksa berpuasa seperti mana muslim?? Jika demikian itu bukan satu cara yang betul menurut Islam itu sendiri.

Justeru kita harus tahu apakah ibu pedagang nasi bungkus itu seorang muslim atau tidak? Saya rasa saya sudah menyatakan hal ini dalam posting sebelumnya apabila saya menyatakan "jika beliau seorg muslim". Justeru hukum Islam itu hanya jatuh pada orang muslim. Justeru tiada paksaan bagi penganut agama lain di negara Islam majoriti untuk mengamalkan ajaran Islam itu.
Cumanya jika ibu pedagang nasi bungkus itu bukan muslim, then dia tidak harus menjual jualan makanannya kepada orang muslim, supaya jangan bersubahat untuk menjadi pendorong kepada orang muslim untuk tidak berpuasa. Dalam hal ini dia harus berkerjasama. Jika dia hanya menjual makanan kepada non muslim, then bagi saya tiada alasan untuk pihak berkuasa Islam Indonesia merampas jualannya.

Jika di bulan puasa, pedagang non muslim menjual makanan hanya pada non muslim, then bagi saya tiada sebarang masalah timbul. Begitu juga apabila pedagang muslim menjual makanan kepada hanya non muslim.
Tetapi apabila pedagang non muslim atau juga muslim menjual makanan kepada orang muslim, then itu barulah akan menimbulkan masalah kerana pastinya pihak berkuasa Islam akan mengambil tindakan kepada orang islam yang tidak berpuasa dan orang yang bersubahat dalam perkara ini. Justeru saya tidak melihat ada paksaan kepada kelompok non mulsim untuk mengikuti ajaran islam di negara muslim sebagai majoriti.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 14:51

Damai bagimu erusi7

Saya ingin tahu lebih jauh pikiran erusi7 mengenai bahagian ini:
erusi7 wrote:

Justeru kita harus tahu apakah ibu pedagang nasi bungkus itu seorang muslim atau tidak? Saya rasa saya sudah menyatakan hal ini dalam posting sebelumnya apabila saya menyatakan "jika beliau seorg muslim". Justeru hukum Islam itu hanya jatuh pada orang muslim. Justeru tiada paksaan bagi penganut agama lain di negara Islam majoriti untuk mengamalkan ajaran Islam itu.
Cumanya jika ibu pedagang nasi bungkus itu bukan muslim, then dia tidak harus menjual jualan makanannya kepada orang muslim, supaya jangan bersubahat untuk menjadi pendorong kepada orang muslim untuk tidak berpuasa. Dalam hal ini dia harus berkerjasama. Jika dia hanya menjual makanan kepada non muslim, then bagi saya tiada alasan untuk pihak berkuasa Islam Indonesia merampas jualannya.
Apakah erusi7 menganjurkan agar pada bulan Ramadhan, setiap peniaga dan pembeli, sebelum melakukan transaksi, harus saling memperlihatkan KTP untuk memastikan ugamanya?

Salam damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
erusi7
Bintara
Bintara


Jumlah posting : 89
Join date : 11.03.12

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 15:06

@Husada

Quote :
Apakah erusi7 menganjurkan agar pada bulan Ramadhan, setiap peniaga dan pembeli, sebelum melakukan transaksi, harus saling memperlihatkan KTP untuk memastikan ugamanya?

Salam damai.


Jika perlu, yes seperti sedemikian.
Bagi saya ini sebenarnya adalah masalah kesedaran yang dialami oleh kelompok muslim itu sendiri terhadap tuntutan agamanya. Jika beliau adalah muslim yang baik, tentunya beliau akan menjalani hidupnya menurut tuntutan agama Islam. Banyak perkara yang harus ditentukan oleh seseorang muslim itu dalam kehidupan sehariannya. Contohnya dalam membeli makanan dari pedagang non muslim, seseorg muslim harus menentukan apakah makanan yang disediakan oleh pedagang non muslim itu halal atau sebaliknya?? Jika seseorg muslim memikirkan perkara ini, saya rasa tentu dia tidak sanggup membeli makanan daripada pedangan non muslim kerana tidak mengetahui status halalnya.

Saya ingin bertanya apakah dalam ajaran agama kristian tiada nilai-nilai menghormati agama lain melalui tindakan oleh kelompok kristian?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 15:50

Damai bagimu erusi7
erusi7 wrote:

Jika perlu, yes seperti sedemikian.
Wah, itu bisa dilakukan, tetapi sepertinya kurang praktis. Apalagi di negeri yang mengakui eksistensi ugama yang dianut oleh penduduknya bukan hanya satu ugama saja.
Quote :
Saya ingin bertanya apakah dalam ajaran agama kristian tiada nilai-nilai menghormati agama lain melalui tindakan oleh kelompok kristian?
Hehhehheee... sepanjang yang saya tangkap dari ajaran yang saya terima, penghormatan kepada seseorang bukan dilihat dari sudut ugamanya. Kepada Kristen diajarkan, Kasihilah Tuhan, kasihilah sesama. Tidak menjadi soal apakah sesama itu berugama atau tidak, yang pasti, kepada seorang Kristen diajarkan untuk mengasihi sesamanya. Selain itu, kepada seorang Kristen diajarkan untuk tidak menjadi batu sandungan bagi sesamanya.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
erusi7
Bintara
Bintara


Jumlah posting : 89
Join date : 11.03.12

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 16:01

@Husada

Quote :
Wah, itu bisa dilakukan, tetapi sepertinya kurang praktis. Apalagi di negeri yang mengakui eksistensi ugama yang dianut oleh penduduknya bukan hanya satu ugama saja.

Kurang praktis itu adalah sesuatu yang subjektif, kerana sama ada ianya praktis atau sebaliknya adalah bergantung kepada usaha dan kemahuan yang bersungguh-sungguh daripada semua pihak.


Quote :
Kasihilah Tuhan, kasihilah sesama.

Itu sudah mencukupi untuk kelompok kristian berusaha agar tidak bersubahat dan tidak mendorong kepada teman-teman muslimnya kepada tidak menuruti apa yang dituntut dalam agama mereka, agar kelak mereka tidak mendapat keburukan daripada amalan tidak menuruti tuntutan agama mereka itu.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 16:26

Damai bagimu erusi7.
erusi7 wrote:
Kurang praktis itu adalah sesuatu yang subjektif, kerana sama ada ianya praktis atau sebaliknya adalah bergantung kepada usaha dan kemahuan yang bersungguh-sungguh daripada semua pihak.
Sepakat.
Quote :
Itu sudah mencukupi untuk kelompok kristian berusaha agar tidak bersubahat dan tidak mendorong kepada teman-teman muslimnya kepada tidak menuruti apa yang dituntut dalam agama mereka, agar kelak mereka tidak mendapat keburukan daripada amalan tidak menuruti tuntutan agama mereka itu.
Saya pikir, tiap warga NKRI yang berdasarkan Pancasila, yang sila pertamanya adalah Ketuhanan yang Maha Esa, pasti penganut suatu ugama. Dan, bisa dipastikan, agama yang dianutnya mengajarkan kebaikan. Kebaikan, dengan sendirinya tidak menginginkan agar seseorang yang lain mendapat celaka.

Nah, menurut ajaran Kristen, memang tidak diajarkan untuk mencelakai orang lain, meski orang itu tidak beragama sekalipun. Bahkan, ada ajaran Kristen yang menurut pemikiran saya, jika diartikan secara hurufiah, tidak akan ada yang mampu menjalankannya, yaitu bila ditampar pipi yang sebelah, berikan lagi yang sebelah lainnya. Meski saya pengikut Kristus, bila ada orang lain menampar pipi saya sebelah, saya tidak akan memberika yang sebelah lainnya. Paling saya menghindar untuk tidak diperlakukan dua kali ditampar, dan catat, saya tidak menganut gigi ganti gigi, mata ganti mata.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 16:36

Husada wrote:
Nah, menurut ajaran Kristen, memang tidak diajarkan untuk mencelakai orang lain, meski orang itu tidak beragama sekalipun. Bahkan, ada ajaran Kristen yang menurut pemikiran saya, jika diartikan secara hurufiah, tidak akan ada yang mampu menjalankannya, yaitu bila ditampar pipi yang sebelah, berikan lagi yang sebelah lainnya. Meski saya pengikut Kristus, bila ada orang lain menampar pipi saya sebelah, saya tidak akan memberika yang sebelah lainnya. Paling saya menghindar untuk tidak diperlakukan dua kali ditampar, dan catat, saya tidak menganut gigi ganti gigi, mata ganti mata.

Damai, damai, damai.

Pertanyaan klasik ... apabila rumah Anda disatroni seorang penjahat dan Anda sempat meraih pisau untuk melindungi istri dan anak2 .. apakah Anda akan melawan dan melukai (dengan risiko mengambil nyawa) sang penjahat?
Atau saat negara Indonesia diserbu tentara lain ... apakah Anda akan mengangkat senjata dan membunuh orang2 yang menginvasi Indonesia tersebut?

Ataukah kedua pertanyaan di atas tidak relevan dengan konteks bila ditampar pipi yang sebelah, berikan lagi yang sebelah lainnya dan gigi ganti gigi, mata ganti mata ?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 16:47

Damai bagimu, Cah.
Silancah wrote:

Pertanyaan klasik ... apabila rumah Anda disatroni seorang penjahat dan Anda sempat meraih pisau untuk melindungi istri dan anak2 .. apakah Anda akan melawan dan melukai (dengan risiko mengambil nyawa) sang penjahat?
Atau saat negara Indonesia diserbu tentara lain ... apakah Anda akan mengangkat senjata dan membunuh orang2 yang menginvasi Indonesia tersebut?

Ataukah kedua pertanyaan di atas tidak relevan dengan konteks bila ditampar pipi yang sebelah, berikan lagi yang sebelah lainnya dan gigi ganti gigi, mata ganti mata ?
Karena Silancah sudah mengatakannya, bahwa pertanyaan itu sudah klasik, dan kalau tidak salah ingat, dulu, dengan membaca-baca LT, pertanyaan seperti itu sudah pernah Silancah bahas dengan partisipan lain. Itu saja diingat-ingat.

Damai bagimu, Cah.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
erusi7
Bintara
Bintara


Jumlah posting : 89
Join date : 11.03.12

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 16:50

@Husada

Quote :
Saya pikir, tiap warga NKRI yang berdasarkan Pancasila, yang sila pertamanya adalah Ketuhanan yang Maha Esa, pasti penganut suatu ugama. Dan, bisa dipastikan, agama yang dianutnya mengajarkan kebaikan. Kebaikan, dengan sendirinya tidak menginginkan agar seseorang yang lain mendapat celaka.

Justeru saya rasa kita sudah sepakat iaitu bila mana kita sudah saling menjaga perlakuan seperti mana kepercayaan kita untuk mendatangkan kebaikan secara bersama, then pastinya tidak timbul sebarang permasalahan dan kekecohan.

Quote :
bila ditampar pipi yang sebelah, berikan lagi yang sebelah lainnya.

Itu adalah ajaran kristian. Kamu menyakini kristian, then pastinya kamu menyakini itu adalah ajaran yang terbaik. Then atas alasan apa kamu tidak mampu mengikutinya? Apakah kamu ingin mengatakan terdapatnya ajaran dalam kristian yang tidak akan mampu diikuti oleh penganutnya??
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 17:20

Damai bagimu erusi7
erusi7 wrote:
Itu adalah ajaran kristian. Kamu menyakini kristian, then pastinya kamu menyakini itu adalah ajaran yang terbaik. Then atas alasan apa kamu tidak mampu mengikutinya? Apakah kamu ingin mengatakan terdapatnya ajaran dalam kristian yang tidak akan mampu diikuti oleh penganutnya??
Hehhehheee... suatu ayat dalam Alkitab, tidak terlepas dari ayat sebelum dan/atau sesudahnya dalam perikop yang sama, bahkan berkaitan secara menyeluruh dalam Alkitab. Perhatikan signature-ku, itu juga dari ajaran Yesus Kristus. Dalam hal tampar-menampar itu, akan saya lakukan penyerahan kepada negara, agar negara menggunakan haknya, mengambil tindakan yang pas sesuai dengan peraturan yang berlaku terkait dengan tampar-menampar itu. Hehhehheee...

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 17:29

Husada wrote:
Hehhehheee... suatu ayat dalam Alkitab, tidak terlepas dari ayat sebelum dan/atau sesudahnya dalam perikop yang sama, bahkan berkaitan secara menyeluruh dalam Alkitab. Perhatikan signature-ku, itu juga dari ajaran Yesus Kristus. Dalam hal tampar-menampar itu, akan saya lakukan penyerahan kepada negara, agar negara menggunakan haknya, mengambil tindakan yang pas sesuai dengan peraturan yang berlaku terkait dengan tampar-menampar itu. Hehhehheee...

Katakanlah ada satu negara dengan seluruh penganut Kristen sebagai warganya.
Bila ada penjahat yang melakukan kejahatan ... siapakah yang berhak melakukan tampar-menampar itu?
Orang Kristen yang mengenakan baju aparat kah?
Lalu bagaimana tindakannya itu di mata Tuhan ... apakah derajatnya aparat beragama Kristen yang melakukan tamparan itu sama tingginya dengan warga Kristen biasa yang tidak melakukan tamparan itu?

Lebih tinggi? Sama tingginya? Lebih rendah?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 17:57

Silancah wrote:
Katakanlah ada satu negara dengan seluruh penganut Kristen sebagai warganya.
Wih... emang ada negara seperti itu? Bahkan di Vatican aja, mungkin ada yang bukan penganut Katolik. (Kalau Bruce punya info, share dong.)
Quote :
Bila ada penjahat yang melakukan kejahatan ... siapakah yang berhak melakukan tampar-menampar itu?
Orang Kristen yang mengenakan baju aparat kah?
Negara, yang dilaksankan oleh aparatnya. Pada saat pelaksanaan tampar-menampar itu, si aparat bertindak atas nama negara, bukan atas nama agama, apalagi atas nama Tuhan.

Quote :
Lalu bagaimana tindakannya itu di mata Tuhan ... apakah derajatnya aparat beragama Kristen yang melakukan tamparan itu sama tingginya dengan warga Kristen biasa yang tidak melakukan tamparan itu?
Bagaimana tindakannya itu di mata Tuhan, kayaknya hanya Tuhan yang tahu. Apalah manusia hingga harus mengetahui detil pandangan Chaliknya? Ah, Silancah aya-aya wae.

Derajat seseorang, menurut yang saya imani, juga hanya Tuhan yang tahu. Namun, perlu ditegaskan lagi, pada saat seseorang melaksanakan tugas negara, dia tidak berbuat berdasarkan agama yang dianutnya. Walaupun, sangat jarang manusia yang mampu memisahkan diri dari urusan agama dan urusan negara. Faktor subyektifitas terlalu dominan, maka para pejabat negara sangat sukar tidak berpihak berdasarka agamanya.

Contoh paling kasat mata ialah eksistensi Departemen Agama di NKRI ini. Yang namanya Departemen Agama, idealnya harus berlaku sama rata ke tiap agama yang diakui negara secara resmi. Kita dapat melihat, Departemen Agama nyaris identik dengan pembinaan agama mayoritas, dan mengabaikan urusan agama minoritas.

Quote :
Lebih tinggi? Sama tingginya? Lebih rendah?
Tinggi fisiknyakah? Au' ah.

Damai bagimu, Cah.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 18:03

Husada wrote:
Bagaimana tindakannya itu di mata Tuhan, kayaknya hanya Tuhan yang tahu. Apalah manusia hingga harus mengetahui detil pandangan Chaliknya? Ah, Silancah aya-aya wae.

Pastinya ada petunjuk tentang bagaimana pandangan sang Khalik terhadap tindak tanduk ciptaan-Nya .. bukan begitu?
Bila tidak, buat apa Nabi dan Rasul (dalam sudut pandang umat Kristen) Tuhan sendiri turun ke dunia dan mewartakan apa yang baik dan buruk kepada umat manusia?

Husada wrote:
Derajat seseorang, menurut yang saya imani, juga hanya Tuhan yang tahu. Namun, perlu ditegaskan lagi, pada saat seseorang melaksanakan tugas negara, dia tidak berbuat berdasarkan agama yang dianutnya.

Bukankah penting bahwa saat seseorang melakukan sesuatu di dunia ini dia menyadari bahwa tindakannya itu sesuai dengan apa yang digariskan Tuhan kepadanya?
Apakah tidak penting bagi orang tersebut bahwa tindakannya itu pantas atau tidak pantas di mata Tuhan?

Bila dia tidak tahu apakah tindakannya itu pantas atau tidak d mata Tuhan, bagaimanakah dia tahu bahwa dirinya telah atau tidak terjerumus ke dalam dosa? Dalam sudut pandang umat Kristen .. bagaimanakah dia mengetahui bahwa dirinya masih berhak mengenakan jubah pengikut Kristus bila dia tidak tahu apakah tindakannya itu sesuai dengan apa yang diajarkan Yesus atau tidak?


Terakhir diubah oleh Silancah tanggal 21st March 2012, 18:22, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 18:21

Quote :
Wih... emang ada negara seperti itu? Bahkan di Vatican aja, mungkin ada yang bukan penganut Katolik. (Kalau Bruce punya info, share dong.)

Betul bro, seingat saya tahun lalu ada kepala bagian apa gitu, saya lupa, adalah seorang doktor Protestan.

Saya semakin bangga akan Katolik, suatu agama besar yang sangat inklusif dan menghargai kemanusiaan begitu besar.

:)

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 18:22

Damai bagimu, Cah.
Silancah wrote:

Bila dia tidak tahu apakah tindakannya itu pantas atau tidak d mata Tuhan, bagaimanakah dia tahu bahwa dirinya telah atau tidak terjerumus ke dalam dosa? Dalam sudut pandang umat Kristen .. bagaimanakah dia mengetahui bahwa dirinya masih berhak mengenakan jubah pengikut Kristus bila dia tidak tahu apakah tindakannya itu sesuai dengan apa yang diajarkan Yesus atau tidak?
Usul saya, walaupun kalau mengeksplore hanya satu ayat Alkitab bisa mendapatkan arti yang menyimpang, tetapi tetap saja berguna kalau dilatari keingintahuan, bukan dilatari kesoktahuan. Jadi, Silancah bisa masuk ke Alkitab Online, kemudian cari ayat yang mempunyai kata /pemerintah/ dari Perjanjian Baru, maka Silancah akan ditunjukkan ayat-ayatnya. Sangat baik kalau kemudian Silancah mencari ayat-ayat sebelum dan sesudah ayat-ayat tersebut. Tetapi, baik juga kalau Silancah membaca ayat-ayat tersebut. Saya coba kopikan satu, yaitu Roma 13:4, begini, Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

Damai bagimu, Cah.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
erusi7
Bintara
Bintara


Jumlah posting : 89
Join date : 11.03.12

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 18:55

@Husada

Quote :
Hehhehheee... suatu ayat dalam Alkitab, tidak terlepas dari ayat sebelum dan/atau sesudahnya dalam perikop yang sama, bahkan berkaitan secara menyeluruh dalam Alkitab. Perhatikan signature-ku, itu juga dari ajaran Yesus Kristus. Dalam hal tampar-menampar itu, akan saya lakukan penyerahan kepada negara, agar negara menggunakan haknya, mengambil tindakan yang pas sesuai dengan peraturan yang berlaku terkait dengan tampar-menampar itu. Hehhehheee...

Maksudnya dalam hal tampar menampar itu, kamu tidak mahu menuruti ajaran yang disarankan oleh bible? Apakah kamu tidak merasakan itu sebagai ajaran yang terbaik??
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   21st March 2012, 19:24

Husada wrote:
Usul saya, walaupun kalau mengeksplore hanya satu ayat Alkitab bisa mendapatkan arti yang menyimpang, tetapi tetap saja berguna kalau dilatari keingintahuan, bukan dilatari kesoktahuan. Jadi, Silancah bisa masuk ke Alkitab Online, kemudian cari ayat yang mempunyai kata /pemerintah/ dari Perjanjian Baru, maka Silancah akan ditunjukkan ayat-ayatnya. Sangat baik kalau kemudian Silancah mencari ayat-ayat sebelum dan sesudah ayat-ayat tersebut. Tetapi, baik juga kalau Silancah membaca ayat-ayat tersebut. Saya coba kopikan satu, yaitu Roma 13:4, begini, Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

Damai bagimu, Cah.

Terima kasih atas pencerahan dan salinan perikop itu, bro.

Kalau melihat dari perikop di atas berarti diijinkan dua sikap yang berbeda untuk umat Kristen.
Umat kristen yang sebagai warga biasa mengamalkan berbuat kasih - tidak boleh melakukan kekerasan
Umat kristen yang sebagai aparat boleh melakukan kekerasan bahkan pembunuhan (tentunya dalam rangka membela warga dan negara).

Bila menggunakan bahasa heinskle (kalau tidak salah) berlaku pengecualian hukum bila ditampar pipi yang sebelah, berikan lagi yang sebelah lainnya bagi umat Kristen yang mengenakan baju aparat ... apakah kira2 seperti itu, bro husada?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   22nd March 2012, 12:04

Damai bagimu, Cah.

Sepertinya perlu penegasan ulang, bahwa aparat negara, ketika menjalankan tugas yang diembankan oleh negara, harus melepas atribut keagamaannya. Nah, itu memang sulit atau mustahil. Sebab, selaku penganut sungguh-sungguh pada suatu agama, akan mustahil bagi orang itu melepas ajaran yang dianutnya dengan sungguh-sungguh.

Jadi, ketika seorang penganut Kristen ketika menjalankan tugasnya sebagai aparat negara, dia bukan sebagai seorang Kristen, melainkan sebagai aparat negara. Saya kira, demikian juga penganut tiap agama. Akan menjadi rancu kalau selaku aparat negara seseorang menaruh ajaran agamanya menjadi prioritas utama. Sebaliknya, akan menjadi rancu juga kalau seorang warga negara hendak mengurusi urusan negara tanpa dasar mekanisme yang pas menurut aturan negara tersebut.

Itu pendapat saya, mungkin Silancah, atau partisipan lain mempunyai pendapat lain? Kita sharing-kan saja.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   22nd March 2012, 18:32

Husada wrote:
Damai bagimu, Cah.

Sepertinya perlu penegasan ulang, bahwa aparat negara, ketika menjalankan tugas yang diembankan oleh negara, harus melepas atribut keagamaannya. Nah, itu memang sulit atau mustahil. Sebab, selaku penganut sungguh-sungguh pada suatu agama, akan mustahil bagi orang itu melepas ajaran yang dianutnya dengan sungguh-sungguh.

Kalau dari sudut pandang Islam .. hal di atas tidaklah mustahil karena ajaran Islam diajarkan untuk meresap dan diamalkan pada setiap napas dan tindakan seorang manusia ... tanpa memandang posisi atau peran yang sedang dijalaninya.

Sebagai seorang aparat, dia tidak harus menanggalkan ke-Islam-annya. Saat dia sedang melakukan tugasnya, entah bila keadaan memaksanya untuk mementung seorang pencuri, menembak seorang penjahat, atau membunuh prajurit musuh maka hal itu adalah sesuatu yang sah dianjurkan agama sebagai perwujudan amar maruf nahi munkar (asalkan tidak berlebihan dalam melakukannya - sebagaimana yang diperintahkan oleh sang Khalik dalam ayat berikut QS Al Baqarah 2:190 "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.")

Husada wrote:
Jadi, ketika seorang penganut Kristen ketika menjalankan tugasnya sebagai aparat negara, dia bukan sebagai seorang Kristen, melainkan sebagai aparat negara. Saya kira, demikian juga penganut tiap agama. Akan menjadi rancu kalau selaku aparat negara seseorang menaruh ajaran agamanya menjadi prioritas utama. Sebaliknya, akan menjadi rancu juga kalau seorang warga negara hendak mengurusi urusan negara tanpa dasar mekanisme yang pas menurut aturan negara tersebut.

Itu pendapat saya, mungkin Silancah, atau partisipan lain mempunyai pendapat lain? Kita sharing-kan saja.

Damai, damai, damai.

Inilah yang saya khawatirkan dari ajaran Kristen yang cenderung memisahkan kehidupan pribadi dan bernegara.

Saat seseorang melepaskan atribut keagamaan saat melakukan tugas negara maka (demi alasan bisnis ataupun keuntungan negara atau kemaslahatan rakyat banyak atau alasan apa pun lainnya yang bisa diciptakannya) muncullan aturan2 yang menyalahi ajaran agama mana pun seperti legalisasi perjudian, penjualan minuman keras, lokalisasi, pornografi, pengakuan bagi kaum homoseksual dsb.

Apakah itu yang terjadi di negara2 Barat yang mayoritas warga dan aparatnya beragama Kristen ?
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Iman dengan paksaan ?   Today at 02:16

Kembali Ke Atas Go down
 
Iman dengan paksaan ?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 8Pilih halaman : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next
 Similar topics
-
» bercanda dengan LOGIKA
» bedanya ninja 250 dengan ninja 250 se
» HELP!!! beda MOTUL 5100 dengan MOTUL H-TECH
» WTA-Bedanya pake Open Filter dengan Replacement Air Filter
» [ASK] beda nya Master Rem Radial dengan yang Biasa

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: