Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan551
Share | 
 

 Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Tamu
Tamu



PostSubyek: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   14th August 2011, 18:37

Penyesatan sebenarnya memiliki usia yang sama tuanya dengan usia gereja itu sendiri.
Sejak zaman Paulus dan Yohanes, setelah Kristus naik ke surga, berbagai penyesat telah bermunculan. Gereja mula-mula yang muda itu telah diperhadapkan dengan berbagai pengaruh ajaran yang menyesatkan, dan itu akan terus berlangsung sampai Gereja Tuhan ini diangkat sebagai mempelai Kristus (2 Yohanes 1:4,7,9).

mari membahas ajaran2 tersebut disini. :)
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   14th August 2011, 23:41

Arianisme
Arianisme dinamakan berdasarkan Arius, seorang pengajar dari awal abad ke-4 A.D.
Salah satu perdebatan yang paling awal dan mungkin yang paling penting di antara orang-orang Kristen mula-mula adalah mengenai keillahian Kristus. Apakah Yesus benar-benar adalah Allah dalam wujud manusia atau Yesus adalah makhluk ciptaan? Apakah Yesus adalah Allah atau hanya serupa dengan Allah? Arius berpandangan bahwa Yesus diciptakan oleh Allah sebagai ciptaan pertama, bahwa Yesus adalah puncak kemuliaan dari semua ciptaan. Arianisme adalah pandangan bahwa Yesus adalah makhluk ciptaan yang memiliki atribut illahi, namun bukanlah Allah itu sendiri.

Arianisme salah memahami rujukan-rujukan yang mengatakan bahwa Yesus lelah (Yohanes 4:6) dan tidak mengetahui kapan Dia akan datang kembali (Matius 24:36). Ya, adalah sulit untuk memahami bagaimana Allah bisa capek dan/atau tidak mengetahui sesuatu, namun menurunkan Yesus sebagai makhluk yang diciptakan bukanlah suatu jalan keluar. Yesus adalah Allah yang sempurna, namun Dia juga adalah manusia yang sempurna. Yesus tidak menjadi manusia sampai saat dia berinkarnasi. Karena itu keterbatasan Yesus sebagai manusia tidak mempengaruhi sifat keillahian atau kekekalan-Nya.

Salah penafsiran kedua yang terbesar dalam Arianisme adalah arti dari “yang sulung” (Roma 8:29; Kolose 1:15-20). Para penganut Arianisme memahami “yang sulung” dalam ayat-ayat ini sebagai Yesus "dilahirkan" atau "diciptakan” sebagai ciptaan pertama. Bukanlah demikian. Yesus sendiri menyatakan keberadaan dan kekekalan-Nya (Yohanes 8:58; 10:30). Yohanes 1:1-2 memberitahu kita bahwa Yesus “pada mulanya bersama dengan Allah.” Pada zaman Alkitab, anak sulung dalam suatu keluarga memiliki tempat yang terhormat (Kejadian 49:3; Keluaran 11:5; 34:!9; Bilangan 3:40l Mazmur 89:27; Yeremia 31:9) Dalam pengertian inilah Yesus disebut anak sulung Allah. Yesus adalah anggota yang terhormat dalam keluarga Allah. Yesus adalah yang diurapi, sang “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa Kekal, Raja Damai” (Yesaya 9:6).

Setelah perdebatan selama kurang lebih satu abad di berbagai dewan gereja mula-mula, gereja Kristena akhirnya secara resmi menyatakan Arianisme sebagai doktrin sesat. Sejak waktu itu Arianisme tidak pernah lagi diterima sebagai doktrin yang dapat dipercaya dalam iman Kristen.
Namun Arianisme belum mati. Arianisme terus bertahan dalam berbagai bentuk.
Saksi Yehovah dan Mormon sekarang ini menganut paham yang mirip sekali dengan Arian dalam hal natur Kristus. Sama seperti gereja mula-mula, kita harus menolak segala serangan terhadap keillahian Tuhan dan Juru Selamat kita. Yesus Kristus.

sumber
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting: 9057
Join date: 27.01.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   15th August 2011, 07:14

Arianisme adalah salah satu 'penyesatan' awal yang terjadi dalam sejarah Gereja. Saat Arianisme berkembang, Alkitab seperti yang kita kenal sekarang belum ada. Karena Alkitab seperti yang kita kenal sekarang baru dirumuskan pada Konsili di Hippo (393) dan Chartage (397), dan baru secara resmi dinyatakan dalam Konsili di Chalcedon (451) Masing masing pihak, Arius dan Gereja, memiliki pegangan 'yang berbeda' sekaligus penafsiran yang berbeda pula.

Karenanya, seperti juga untuk penentuan susunan Alkitab yang sesuai dengan ajaran Jesus, begitu juga untuk menentukan ajaran mana yang sesuai, dibutuhkan suatu otoritas untuk menentukan. Karenanya Konsili Nicea, yang merupakan Konsili ekumenis Gereja yang pertama harus dilaksanakan dan dalam konsili itulah diputuskan bahwa Arianisme adalah ajaran yang tidak sesuai dengan iman Kristen.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting: 4912
Join date: 07.05.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   15th August 2011, 08:28

Syukur, nambah ilmu atau pengetahuan tentang sejarah gereja. Mudahan aja tidak cepat lupa. Hehhehheee...

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   15th August 2011, 11:51

Mormon
Agama Mormon didirikan kurang dari 200 tahun lalu oleh seorang yang bernama Joseph Smith. Dia mengklaim telah menerima kunjungan pribadi dari Allah Bapa dan Yesus Kristus dan menyatakan semua gereja dan pengakuan iman mereka adalah merupakan kekejian bagi Tuhan. Joseph memperkenalkan agama baru yang mengklaim sebagai “satu-satunya gereja yang benar di bumi ini.” Masalahnya ajaran Mormonisme bertentangan dengan, memodifikasi dan mengembangkan Alkitab. Orang-orang Kristen tidak punya alasan untuk percaya bahwa Alkitab tidak benar dan tidak cukup. Percaya kepada Allah berarti percaya kepada FirmanNya. Dan setiap ayat Alkitab diinspirasikan oleh Allah, yang berarti berasal dari Allah (2 Timotius 3:16).

Para penganut Mormon percaya bahwa ada empat sumber firman yang diinspirasikan Allah dan bukan hanya satu.
1). Alkitab, “sejauh diterjemahkan dengan tepat.” Ayat-ayat mana yang diterjemahkan dengan tidak tepat tidak selalu jelas.
2) Kitab Mormon yang “diterjemahkan” oleh Smith dan diterbitkan pada tahun 1830. Smith mengklaim kitab ini sebagai “kitab yang paling benar” di dunia, dan dengan mengikuti aturan-aturannya orang dapat menjadi lebih dekat kepada Allah dibanding dengan “mengikuti kitab-kitab lain.”
3). The Doctrine and Covenants (Doktrin dan Perjanjian) dianggap oleh penganut Mormon sebagai kitab suci dan mengandung kumpulan wahyu modern yang berkaitan dengan Gereja Yesus Kristus yang telah dipulihkan.”
4) The Pearl of the Great Price (Mutiara Yang Berharga) dianggap oleh para penganut Mormon sebagai “klarifikasi” doktrin dan pengajaran-pengajaran yang telah hilang dari Alkitab dan juga tambahan informasi mengenai penciptaan bumi.

Penganut Mormon percaya hal-hal berikut ini tentang Allah:
- Bahwa Allah tidak selamanya merupakan Mahkluk yang Tertinggi dalam alam semesta ini, namun Dia mencapai status itu melalui hidup yang benar dan usaha yang terus menerus.
- Mereka percaya Allah Bapa memiliki “tubuh dari darah dan daging yang persis sama dengan yang dimiliki oleh manusia.” Sekalipun kemudian ditinggalkan oleh pemimpin-pemimpin Mormon di zaman modern, Brigham Young mengajarkan bahwa Adam sebenarnya adalah Allah dan bapa dari Yesus Kristus.

Orang-orang Kristen mengetahui hal-hal berikut ini tentang Tuhan:
- Hanya ada Satu Allah yang sejati (Ulangan 6:4, Yesaya 43:10, 44:6-8 ), bahwa Dia ada untuk selama-lamanya (Ulangan 33:27; Mazmur 90:2; 1 Timotius 1:17),
- Dia tidak diciptakan, namun adalah Pencipta (Kejadian 1, Mazmur 24:1, Yesaya 37:16).
- Allah sempurna dan tidak ada yang setara denganNya (Mazmur 86:8, Yesaya 40:25).
- Allah Bapa bukanlah manusia dan tidak pernah merupakan manusia (Bilangan 23:19, 1 Samuel 15:29, Hosea 11:9).
- Allah itu Roh (Yohanes 4:24) dan Roh tidak terbuat dari darah dan daging (Lukas 24:39).

Mormon percaya bahwa ada tingkatan atau kerajaan yang berbeda-beda setelah kematian:
Kerajaan Langit , Kerajaan Bumi dan Kerajaan Bintang dan Kegelapan.
Di mana orang akan berada setelah mati bergantung pada apa yang mereka percaya dan lakukan dalam hidup ini.

Alkitab memberitahukan bahwa setelah mati kita akan masuk Surga atau Neraka, tergantung pada apakah kita beriman pada Yesus atau tidak.
Beralih dari tubuh ini berarti berada bersama dengan Tuhan (2 Korintus 5:6-8 ).
Orang yang tidak percaya akan masuk ke Neraka, atau alam maut (Lukas 16:22-23).
Ketika Yesus datang untuk kedua kalinya, kita akan menerima tubuh baru (1 Korintus 15:50-54).
Akan ada Langit Baru dan Bumi Baru untuk orang-orang percaya (Wahyu 21:1)
dan orang-orang yang tidak percaya akan dilemparkan ke dalam lautan api yang kekal (Wahyu 20:11-15).
Tidak ada kesempatan lain untuk penebusan setelah kematian (Ibrani 9:27).

Para pemimpin Mormon mengajarkan bahwa inkarnasi Yesus adalah hasil hubungan fisik antara Allah Bapa dan Maria. Mereka percaya bahwa Yesus adalah Allah, namun setiap manusia juga dapat menjadi allah.

Secara historis keKristenan mengajarkan Tritunggal/Trinitas dan bahwa Allah berada untuk selama-lamanya sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus
(Matius 28:190).
Tidak seorangpun dapat menjadi Allah, hanya Allahlah yang kudus (1 Samuel 2:2).
Kita hanya dapat menjadi suci dalam pandangan Allah melalui iman kepadaNya (1 Korintus 1:2)
Yesus adalah satu-satuNya Anak Tunggal Allah (Yohanes 3:16) dan satu-satunya yang pernah hidup tanpa dosa, tanpa cacat cela, dan sekarang menduduki tempat yang paling terhormat di Surga (Ibrani 7:26).
Yesus dan Allah secara esensi adalah satu, Yesus adalah Dia yang sudah ada sebelum dilahirkan secara fisik (Yohanes 1:1-8, 8:56).
Yesus memberi diriNya kepada kita sebagai korban, dan Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan kelak setiap orang akan mengakui Yesus Kristus adalah Tuhan (Filipi 2:6-11).
Yesus memberitahu bahwa tidak mungkin seseorang masuk ke Surga melalui perbuatan baiknya sendiri,
hanya dengan iman di dalam Dia barulah hal itu dimungkinkan (Matius 19:26).
Dan banyak orang tidak akan memilih dia. “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya” (Matius 7:13).
Kita semua pantas menerima hukuman kekal untuk dosa-dosa kita,namun kasih dan anugrah Allah yang tidak terbatas telah memberi jalan keluar kepada kita. “ Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).

Sudah jelas bahwa hanya ada satu cara untuk menerima keselamatan, yaitu mengenal Allah dan PutraNya, Yesus (Yohanes 17:3).
Bukan melalui perbuatan, namun melalui iman (Roma 1:17; 3:28).
Ketika kita beriman, kita akan menaati hukum-hukum Tuhan dan dibaptiskan karena mencintai Dia, bukan karena baptisan adalah syarat untuk mendapat keselamatan.
Kita menerima karunia ini siapapun kita atau apapun yang sudah kita lakukan (Roma 3:22).
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah 4:12).

Sekalipun penganut Mormon biasanya adalah orang-orang yang suka berkawan, pengasih dan baik, mereka ambil bagian dalam agama yang sesat yang mengubah natur Allah, Pribadi dari Yesus Kristus dan jalan keselamatan.

sumber
Kembali Ke Atas Go down
leonardo
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting: 301
Join date: 07.03.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   15th August 2011, 21:32

Aliran Gnostik dan Injil2 Gnostik

Khasanah Gnostik adalah kumpulan tulisan yang dijilid (kodeks) dalam bahasa koptik yang ditemukan di Mesir di perpustakaan Chenoboskion yang lebih dikenal di lokasi Nag Hamadi di tepi sungai Nil di Mesir. Penemuan itu terjadi pada tahun 1945 dan kemudian baru pada tahun 1957 dikenal luas setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris. Perpustakaan itu berasal dari abad-3-4M dan berisi tulisan-tulisan berfaham Gnostik, sedangkan kita mengetahui bahwa faham Gnostik baru berkembang sekitar abad-2-3M di sekitar Palestina.

Dalam khasanah Gnostik di Nag Hamadi terkumpul sebanyak 13 kodeks papirus yang dijilid dengan sampul kulit (perkamen) dan seluruhnya terdiri dari 52 traktat Gnostik, termasuk 3 karya Corpus Hermeticum dan terjemahan karya Plato ‘Republik.’ Setelah melalui berbagai tangan di pasar gelap barang antik, sebagian besar khasanah Gnostik itu akhirnya terkumpul dan disimpan di Museum Koptik di Kairo, Mesir. Dari khasanah Gnostik itu, 5 diantaranya disebut Injil, yang memuat percakapan Yesus yaitu Injil Thomas, Injil Filipus, Injil Maria, Injil Mesir, dan Injil Kebenaran. Dari kelima Injil itu, Injil Thomas-lah yang paling terkenal karena ditemukan lengkap. Injil Thomas paling diminati para penganut Jesus Seminar dan dianggap sebagai Injil Kelima (The Five Gospels, Scribner, 1996) hingga dapat dimengerti mengapa pengikut Jesus Seminar cenderung bernafaskan Gnostik juga.

Injil Gnostik tidak ada satu pun yang sesuai dengan Injil Perjanjian Baru dari abad-1M. Ciri khas dari Injil gnostik adalah percakapan rahasia antara Yesus dengan murid-murid-Nya dimana ajaran gnostik diajarkan di dalamnya.

Khasanah atau pustaka Gnostik dimiliki komunitas Gnostik di Mesir waktu itu yang mungkin karena adanya tentangan karya tulis mereka disembunyikan. Ajaran Gnostik adalah ajaran mistik esoterik yang kemudian dipercayai secara sinkretis dengan kekristenan oleh para pengikutnya. Gnostik berasal dari bahasa yunani ‘Gnosis’ yang artinya ‘pengetahuan rahasia’ yang diungkapkan kepada manusia. Aliran gnostik menawarkan pengetahuan rahasia mengenai realita ilahi. Percikan atau benih ilahi yang baik itu jatuh dari realitas yang transenden ke dua materi yang jahat, dan terpenjara dalam tubuh manusia. Dibangunkan oleh pengetahuan rahasia, percikan api ilahi itu dapat kembali ke dunia dimana dia sebenarnya berasal yaitu dunia spiritual yang transenden.

Bagi para pengikut gnostik, ada sumber kebaikan tertinggi yang disebut pikiran Ilahi yang esa yang berada dialam spiritual diluar alam materi ini yang pada dasarnya baik. Pikiran ilahi yang lebih rendah dipancarkan keluar dari sumber itu secara bertingkat. Yang terakhir dari seri pancaran itu adalah ‘Sophia’ (hikmat) yang mengandung keinginan untuk mengetahui sumber kebaikan yang tidak diketahui itu. Keinginan ini menghasilkan bayangan ilahi yang cacat dan jahat atau ‘Demiurge’ yang diyakini sebagai yang menciptakan alam semesta. Percikan ilahi yang mendiami manusia jatuh ke alam materi untuk membebaskan kemanusiaan. Orang-orang Gnostik menganggap demiurge sebagai YHVH Perjanjian Lama yang menciptakan langit dan bumi untuk memelihara kemanusiaan dari keinginan mereka kembali kepada sumbernya.

Graham Stanton, ahli Perjanjian Baru Inggeris merumuskan keyakinan Gnostik Kristen secara sederhana sebagai:
“dunia adalah tempat yang jahat diciptakan oleh Tuhan yang jahat (Yahweh), dan yang berbalikan dari Tuhan yang benar dan Esa. Pengikut Gnostik kristen menganggap diri mereka sebagai keturunan Tuhan yang esa itu, dan sebagai percikan ilahi yang terkurung dalam dunia yang jahat ini. Kristus dikirim untuk mengingatkan pengikut Gnostik mengenai hakekat diri mereka yang sebenarnya. Kristus memberitakan rahasia (gnosis) pada para pengikut Gnostik agar mereka dapat melepaskan diri dari dunia yang jahat ini dan kembali kepada Tuhan yang benar.” (Gospel Truth? hlm.87).

Manusia sebagai keturunan Ilahi yang esa itu memiliki percikan kekuatan Ilahi itu, namun ia terkurung dalam penjara tubuh materi. Berbeda dengan kepercayaan Kristen, gnostik mengajarkan bahwa setiap orang bisa berhubungan dengan pikiran Ilahi itu dan keselamatan terletak dalam membangunkan percikan api Ilahi itu dan kembali menyatu kedalam pikiran Ilahi (pandangan mistik/kebatinan). Untuk mencapainya dibutuhkan seorang pembimbing rohani yang dikalangan gnostik-kristen disebut Kristus.

Bagi Gnostik, Kristus mengajarkan ucapan-ucapan rahasia sehingga mereka yang mengerti bisa mencapai ke’Ilahi’an mereka sama seperti Kristus. Bagi mereka, Kristus, roh Yesus yang ilahi mendiami tubuh manusia Yesus, Yesus yang ilahi tidak mati disalib tetapi dinaikkan ke realita ilahi dimana Ia semula berasal, bahkan dalam Second Discourse of Seth (ca 200-230) disebutkan Yesus tidak mati disalib. Karena itu pengikut Gnostik menolak penderitaan dan kematian Yesus yang menebus manusia dan kebangkitan tubuh.

Injil Gnostik lainnya yang ditemukan kemudian di Muhafazat El-Minya, kira-kira 300 KM disebelah utara Nag Hamadi, pada tahun 1970-an adalah Injil Yudas. Injil Yudas mulai dikenal khalayak ramai ketika situs web National Geographic memuat liputan panjang soal Injil Yudas. Liputan mana juga difilmkan dan diputar melalui media TV, dan kemudian pada bulan berikutnya dimuat dalam versi cetak dan menjadi cover story majalah National Geographic - May 2006 dan versi Indonesianya dimuat dalam edisi National Geographic - Juni 2006.

Injil Yudas ditemukan dalam bentuk papirus diantara tahun 1950-60 dan menurut perhitungan waktu radiokarbon, papirus itu ditaksir berasal dari tahun ca 220-340, dan ada yang menyimpulkan sebagai terjemahan dari naskah asli bahasa Yunani dari tahun ca 130-180. Yang jelas, sekalipun disebut berjudul Injil Yudas, Injil itu tidak mengklaim diri sebagai ditulis oleh Yudas (Iskariot).

Injil Yudas mulai menarik perhatian pada tahun 1970 ketika dicuri keluar Mesir dan kemudian muncul ke pasar antik Jenewa pada tahun 1983, dan mulai diperkenalkan pada konperensi Koptik di Paris pada 2004. Setahun kemudian diberitakan bahwa naskah itu akan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris, Perancis dan Jerman. Pada tahun 1999 baru diketahui sebanyak 26 halaman, kemudian berangsur-angsur dapat dikumpulkan dua-pertiga dari naskah lengkap 62 halaman itu pada awal tahun 2006. Pada bulan April 2006, National Geographic mengumumkan selesainya terjemahan Injil Yudas ke dalam bahasa Inggeris (terjemahan bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Gramedia dan dirilis pada tanggal 29 Juni 2006 bersama dengan buku ‘The Lost Gospel’ (Injil yang Terhilang).

Memang, dalam catatan sejarah gereja, Irenius dari Lyons pernah menyebut mengenai Injil Yudas sebagai sejarah fiktif dalam tulisannya ‘Adversus Haereses’ (180) yang kemudian dikutip oleh Origenes dalam tulisannya ‘De Stromateis’ (230). Pada tahun 375, Epiphanes, uskup Salamis, juga menolak Injil Yudas. Apakah Injil Yudas yang disebutkan oleh Irenius, Origenes dan Epiphanes sama dengan Injil Yudas yang baru ditemukan itu memang tidak pasti, yang jelas Irenius menyebut Injil Yudas yang disebutnya sebagai sesat karena tidak merupakan fakta sejarah dan mengandung ajaran Gnostik ini dikuatkan oleh Origenes dan Epiphanes. Bila perkiraan perhitungan waktu penulisan Injil Yudas baru itu benar, mungkin Injil Yudas itulah yang dimaksudkan oleh Irenius.

Isi dari Injil Yudas memang bersifat gnostik sama halnya dengan tulisan-tulisan yang ditemukan dalam pustaka Gnostik di Nag Hamadi. Bagi Gnostik memang kematian Yesus diatas salib sebagai penebus tidak ada artinya, itulah sebabnya dalam Injil Yudas kesan Yesus sebagai korban yang disalibkan menjadi kabur dan Yudas dijadikan pahlawan. Injil Yudas diawali kalimat berbunyi: “Isi Rahasia Wahyu yang dikatakan Yesus dalam percakapannya dengan Yudas,” dan rahasia itu juga mengungkapkan bahwa yang dimengerti para murid Yesus selama ini salah arah.

Yang jelas, isi Injil Yudas berbalikkan dengan berita Injil yang selama ini dipercayai gereja, misalnya ucapan Yesus yang mengingatkan para muridnya bahwa “mereka selama ini salah jalan.” Dalam injil ini, Yudas digambarkan secara positif sebagai murid yang paling disukai Yesus, setia dan taat akan perintah Yesus dan bukan sebagai seseorang yang menyerahkan Yesus. Yesuslah yang menyuruh Yudas untuk menyerahkan diri Yesus. Injil ini tidak mengklaim bahwa para murid lainnya setuju dengan pemikirannya, tetapi inti Injil ini menyebutkan bahwa para murid Yesus lainnya belum mengerti Injil yang benar yang hanya diajarkan oleh Yesus secara rahasia kepada Yudas. Itulah sebabnya ada gambaran dalam ‘Injil Yudas’ bahwa ia mati karena dilempari batu oleh murid-murid lainnya. Dalam beberapa kesempatan Yesus disebutkan mengkritik para muridnya akan ketidak acuhan mereka. Kalau begitu, apakah banyak Injil Gnostik yang dianggap ditulis para murid Yesus yang lain seperti Injil Thomas juga salah arah karena penulisnya kurang mengerti gnosis sebenarnya?

sumber
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting: 4912
Join date: 07.05.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   24th December 2011, 19:06

Masih ada yang lain? Bagi info dong?

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Princess_Maesaroh
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting: 13
Join date: 10.04.12
Lokasi: di hatimu chyaank

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   10th April 2012, 13:14


------------------------------------------------------------------------------------------
Sorry post anda di delete
Karena pembahasan tidak untuk didiskusikan dengan penganut di luar Kristen.

Salam
-------------------------------------------------------------------------------------------

Moderator
Kembali Ke Atas Go down
Princess_Maesaroh
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting: 13
Join date: 10.04.12
Lokasi: di hatimu chyaank

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   12th April 2012, 12:44

aaahhhhhh, kak moderator, kok postingan princess di hapus sieehhh,

princess kan juga nasrani, ^_^

ihhhh princess ngambek ah, affraid :cyclops:
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting: 4912
Join date: 07.05.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   12th April 2012, 12:52

Princess_Maesaroh wrote:
princess kan juga nasrani, ^_^
ihhhh princess ngambek ah, affraid :cyclops:
Ei, ei, eiii... jangan ngambek Princess. Sabar, sabar, sabar. Kan moderatornya bilang dengan penganut di luar Kristen. Nasrani itu memang bukan Kristen lho. Kalau tidak salah, Nasrani itu artinya adalah orang Nazareth. Eh, betul nggak, ya? Betul, nggak, betul, nggak, betul, ngak.... ah, puyeng.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
qhuda
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting: 49
Join date: 20.06.11
Age: 21
Lokasi: Banten-Yogyakarta

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   13th April 2012, 00:38

postingan ku di delete -___________-
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting: 4912
Join date: 07.05.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   13th April 2012, 09:16

Halo qhuda, apa kabar? Jangan mewek, ya?
qhuda wrote:
postingan ku di delete -___________-
Mungkin kerna kriteria tidak dipenuhi, maka posting-an qhuda di-delete. Padahal, saya pingin tahu juga. Hanya saja, ya itu tadi, kalau kriteria yang disyaratkan tidak dipenuhi, yaaa... memang aturannya begitu sih.

Tabahkan hatimu qhuda.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting: 9057
Join date: 27.01.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   13th April 2012, 10:45

@qhuda

Yang mana ya?

Sad

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting: 4912
Join date: 07.05.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   18th April 2012, 09:24

Damai bagi LTBers.

Adakah yang tahu tentang Arianisme dan/atau Nestorianisme? Saya coba ringkaskan Arianisme dari [You must be registered and logged in to see this link.] saya peroleh, ini:

Arianisme
adalah pandangan kristologis yang dianut oleh para pengikut Arius, presbiter Kristen yang mengajar di Alexandria, Mesir, abad ke-4. Arius mengajarkan bahwa Allah Anak tidak kekal. Sebelum menjelma, Yesus adalah makhluk ilahi, diciptakan oleh Sang Bapa-- maka statusnya lebih rendah dari Bapa. Kaum Arian percaya bahwa Yesus, adalah suatu "makhluk ciptaan."

Konflik antara Arianisme dan keyakinan Trinitarian adalah konfrontasi doktriner besar pertama dalam Gereja setelah agama Kristen dilegalisasikan oleh Kaisar Konstantin I. Arianisme selama beberapa dasawarsa mendominasi di kalangan keluarga Kaisar, kaum bangsawan Kekaisaran dan para rohaniwan yang lebih tinggi kedudukannya. Akhirnya Trinitarianismelah yang menang secara teologis dan politik pada akhir abad ke-4. Arianisme, yang diajarkan oleh misionaris Arian Ulfilas kepada suku-suku Jermanik, bertahan selama beberapa abad di antara sejumlah suku Jermanik, khususnya suku-suku Goth dan Longobard.

Ada kesulitan untuk menetapkan sifat ajaran-ajaran Arius secara persis. Surat Auxentius, uskup Milano Arianis pada abad ke-4, mengenai misionaris Ulfilas, menggambarkan tentang sifat Tritunggal: Allah Bapa ("yang tidak dilahirkan"), terpisah dari Yesus Kristus ("anak tunggal"), yang dilahirkan untuk memberitakan kuasa Bapa. Sang Bapa, yang bekerja melalui Sang Anak. Bapa dianggap sebagai "Allah sejati satu-satunya." 1 Korintus 8:5-6 dikutip sebagai ayat buktinya:"Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi — dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian — namun bagi kita hanya ada satu Allah ([i]theos) saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan (kurios) saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup."[/i] (TB)

Nestorianisme
adalah doktrin, bahwa Yesus eksis sebagai dua pribadi, yakni sebagai manusia, dan sebagai Putera Allah, atau Logos, bukan sebagai satu pribadi yang manunggal. Doktrin ini dikaitkan dengan Nestorius (c. 386–c. 451), Patriark Konstantinopel. Pandangan mengenai Kristus ini dikutuk dalam Konsili Efesus tahun 431, dan konflik mengenai pandangan ini mengakibatkan Skisma Nestorian, yang memisahkan Gereja Timur Asiria dari Gereja Byzantium.

Gereja Timur Asiria menolak menyebut Nestorius seorang bidaah, sehingga selanjutnya disebut "Gereja Nestorian", untuk membedakannya dari Gereja Timur lainnya. Meski demikian, Gereja Timur Asiria tidak menganggap doktrin Gerejanya adalah Nestorian, mengajarkan pandangan dari Babai Agung, bahwa Kristus memiliki dua qnome (esensi) yang tidak membaur dan manunggal abadi dalam satu parsopa (personalitas).

Nestorianisme muncul abad ke-5 karena upaya untuk secara rasional memahami inkarnasi dari Logos Illahi, Pribadi Kedua dari Trinitas Maha Kudus, sebagai manusia Yesus Kristus.

Nestorianisme mengajarkan bahwa esensi kemanusiaan dan esensi keillahian Kristus itu terpisah, yakni pribadi manusia, dan pribadi logos illahi. Konsekuensinya, Nestorian menolak istilah seperti "Allah menderita" atau "Allah telah disalibkan", karena kemanusiaan Yesus Kristus yang menderita terpisah dari keillahianNya. Mereka juga menolak istilah Theotokos (Yang Melahirkan Allah/Bunda Allah) sebagai gelar Maria, dan mengajukan gelar Kristotokos (Yang Melahirkan Kristus/Bunda Kristus), karena dalam pandangan mereka Maria hanya melahirkan pribadi manusia Yesus, bukan pribadi illahinya.

Nestorius (c. 386–c. 451) adalah murid dari Theodorus dari Mopsuestia di Antiokhia, Syria (sekarang di Turki) dan kemudian menjadi Patriark Konstantinopel. Dia berpendapat bahwa Allah tidak dapat menderita di salib. Oleh karena itu, bagian manusiawi dari Kristus telah wafat di salib, bukan bagian illahi-Nya.

Nestorius berkata bahwa dia percaya Kristus itu sungguh-sungguh satu pribadi (Bahasa Yunani: prosopon). Karena ditentang oleh Kiril dari Alexandria, Nestorius akhirnya dikutuk dalam Konsili Efesus pada tahun 431. Konsili tersebut mengajarkan bahwa Kristus itu satu pribadi, dan bahwa Perawan Maria adalah Bunda Allah. Pengutukan dari konsili itu mengakibatkan Skisma Nestorian serta perpisahan Gereja Timur Asiria dari Gereja Byzantium. Meski demikian, Konsili Efesus tidak dapat menetapkan pokok masalahnya, sehingga Gereja Byzantium terpecah lagi sehubungan dengan permasalahan apakah Kristus memiliki satu atau dua hakikat, yang mengakibatkan Skisma Kalsedonian.

Catatan: 1. Informasi-informasi tersebut tidak saya teliti lebih jauh, saya sajikan sebagaimana tersedia, sya pandang berguna menambah khasanah pemikiran.
2. Saya duga, pikiran-pikiran dari dua "isme" tersebut banyak dianut dan dikembangkan oleh berbagai denom yang telah berjumlah puluhan ribu, bahkan oleh yang bukan Kristen.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting: 1393
Join date: 03.02.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   18th April 2012, 16:18

Belajar study
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting: 4912
Join date: 07.05.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   19th April 2012, 11:33

striker wrote:
Belajar study
Okeh. Selamat belajar.

Teman-teman lain, ayo, sharing-kan yang lainnya.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Gongging Baladewa
Bintara
Bintara


Jumlah posting: 57
Join date: 03.01.13

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   4th January 2013, 02:26

bruce wrote:
Arianisme adalah salah satu 'penyesatan' awal yang terjadi dalam sejarah Gereja. Saat Arianisme berkembang, Alkitab seperti yang kita kenal sekarang belum ada. Karena Alkitab seperti yang kita kenal sekarang baru dirumuskan pada Konsili di Hippo (393) dan Chartage (397), dan baru secara resmi dinyatakan dalam Konsili di Chalcedon (451) Masing masing pihak, Arius dan Gereja, memiliki pegangan 'yang berbeda' sekaligus penafsiran yang berbeda pula.

Karenanya, seperti juga untuk penentuan susunan Alkitab yang sesuai dengan ajaran Jesus, begitu juga untuk menentukan ajaran mana yang sesuai, dibutuhkan suatu otoritas untuk menentukan. Karenanya Konsili Nicea, yang merupakan Konsili ekumenis Gereja yang pertama harus dilaksanakan dan dalam konsili itulah diputuskan bahwa Arianisme adalah ajaran yang tidak sesuai dengan iman Kristen.


dimana letak sesatnya om, bisa kasih alasan
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting: 9057
Join date: 27.01.11

PostSubyek: Re: Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan   4th January 2013, 09:01

Quote :
dimana letak sesatnya om, bisa kasih alasan

Tolong dikonfirmasi dulu, apakah anda Kristen Trinitarian? Kalau bukan, maka anda berada di board yang terlarang untuk anda.

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
 

Ajaran-Ajaran Sesat dalam Kekristenan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

 Similar topics

-
» WASPADA band sesat MOSES BANDWIDTH..!!!
» arti PM dan AM dalam jam
» Pengertian root dalam OS Linux
» istilah dan aturan dalam bermain badminton
» MITOS SUSANOO DALAM LEGENDA JEPANG

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru ::  :: -