Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
leonardo
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 301
Join date : 07.03.11

PostSubyek: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   25th August 2011, 22:06

Kisah sedih dan memilukan tak pernah berhenti menimpa sejumlah olahragawan di Tanah Air, yang pernah mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Kali ini, giliran dua mantan atlet, Wempi Wungau dan Hasan Lobubun, menuturkan nasib tragis mereka ketika sudah pensiun.

Dalam acara penerimaan tali kasih sekaligus buka puasa bersama yang digelar Yayasan Olahragawan Indonesia (YOI), Rabu (24/8/2011) di Jakarta, mantan binaragawan dan petinju itu berkeluh kesah. Mereka bercerita tentang nasibnya yang sangat memprihatinkan setelah berulang kali mengibarkan bendera Merah Putih di berbagai event bergengsi.

Wempi, yang beberapa kali menjadi juara binaraga di ajang SEA Games sejak 1989 hingga 1997, mengaku dikhianati. Janji-janji muluk yang diterimanya ketika masih menjadi atlet tak pernah terwujud hingga sekarang sehingga dia harus rela jadi penganggur, dan bekerja atas belas kasihan orang-orang tertentu jika mengajaknya sebagai pengawal pribadi.

"Saya pernah dijanjikan untuk kerja, bahkan sudah ikut tes di kantor pemerintah di Gatot Subroto, tetapi tidak pernah dipanggil," ujar Wempi, yang mengatakan janji tersebut diberikan setelah dirinya meraih medali perak Asian Games 2002 di Busan, Korea Selatan.

Karena tak punya pekerjaan tetap, Wempi merasa sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Padahal, hanya demi meraih prestasi, dia sudah menekuni olahraga sejak usia 12 tahun dan rela terlambat menikah. Alhasil, ketika usianya kini sudah 48 tahun, dia masih harus memikirkan tentang nasib anaknya yang paling kecil, yang baru berusia dua bulan.

"Ketika istriku melahirkan putri ketiga dua bulan lalu, saya terpaksa menitipkan KTP di Rumah Sakit Agung Jakarta Selatan karena harus menyediakan uang Rp 8 juta. Padahal, saya tidak punya uang."

"Beruntung, ada teman-teman yang mau membantu, begitu juga dengan saudaraku, sehingga uang itu bisa terkumpul dan saya bisa menebusnya," jelas Wempi, yang 34 tahun menekuni kariernya sebagai atlet nasional.

Namun, cerita tragis Wempi ini sebenarnya sudah dimulai sejak dia menjadi atlet. Sebagai atlet yang mengharumkan nama bangsa, bukannya dia mendapat bonus yang lebih, malah penghasilannya "disunat" oleh oknum di KONI. Ini yang membuatnya sangat pesimistis bahwa nasib atlet Indonesia bisa bagus.

"Waktu meraih medali perak di Asian Games, seharusnya saya mendapat bonus Rp 150 juta. Tetapi, saya hanya mendapat Rp 100 juta dari Bank Mandiri yang merupakan sponsor," terangnya.

"Saat pencairan bonus, orang di Bank Mandiri juga sempat kaget karena saya hanya terima Rp 100 juta, karena mereka tahu seharusnya saya dapat Rp 150 juta. Tapi itulah, mungkin kami atlet ini dianggap bodoh sehingga mereka (oknum di KONI) memotong seenaknya," tambah Wempi, yang mengaku momen paling indah selama menjadi atlet nasional adalah ketika menyabet perak di Busan.

"Ya, di Busan itu merupakan kenangan paling indah karena meskipun hanya medali perak, tetapi itu adalah sejarah dalam olahraga binaraga Indonesia. Saya sampai menangis ketika pengibaran bendera Merah Putih," tambahnya.

Mantan petinju jadi pemulung

Jika Wempi tak punya penghasilan tetap karena hanya jadi pengawal pribadi orang-orang tertentu, lain halnya dengan Hasan. Kehidupan mantan juara nasional kelas bantam yunior tahun 1987 ini lebih tragis lagi.

Ketika masa jayanya, Hasan selalu dipuja dan diperhatikan, kini dia nyaris jadi gelandangan di Jakarta. Bagaimana tidak, Hasan sekarang harus menjalani kehidupan sebagai seorang pemulung. Dari satu tempat ke tempat lain, dia mengais rezeki dari tumpukan barang bekas.

"Saya tiap hari tidur di masjid di Tanah Abang 4 karena tidak punya rumah di Jakarta. Rata-rata tiap satu bulan saya pulang ke Bogor untuk menjenguk anak dan istri, yang tinggal di rumah orangtuanya," jelas Hasan, yang berasal dari Maluku ini.

Bantuan YOI

Wempi dan Hasan mendapat tali kasih dan bingkisan dari YOI, yang diberikan oleh ketua YOI, Anjasmara. Mantan pemain tim nasional sepak bola era 1970-an ini merasa prihatin dengan nasib dua mantan atlet berprestasi tersebut.

Dalam keterangannya, Anjasmara mengatakan bahwa YOI akan selalu memperhatikan nasib atlet tak beruntung. Karena itu, setiap dua bulan mereka akan menggelar acara seperti ini (tali kasih).

Meskipun demikian, pihak YOI mengakui bahwa mereka masih kesulitan mendata para mantan atlet berprestasi yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Pasalnya, alamat mereka (mantan atlet) hampir tak bisa ditemukan.

"Alamat hari ini dan keesokan harinya tak sama. Misalnya, hari ini kami datang menengok dan besoknya kembali ke sana, mereka tak bisa ditemui lagi karena sudah pindah. Ini yang membuat kami kesulitan," ujar anggota YOI, Dirgantoro Soebroto

sumber
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   25th August 2011, 23:46

Membaca post di atas, saya juga teringat pada para pahlawan olahraga yang terlupakan, dan sekarang malah mungkin sudah meninggal.

Ada seorang olahragawan atletik keturunan tamil dari Medan, yang memenangkan medali Asian Games, yang kemudian jadi pengayuh becak. Begitu juga Elyas Pical yang kemudian menjadi satpam discotik sekaligus napi karena jualan ekstasi.

Itu dari yang kebetulan termuat oleh media.

Intinya, banyak sekali para pahlawan olahraga yang memang tidak mendapat penghargaan layak dari negara setelah masa keemasannya berakhir. Seandainyapun saat ini mereka hidup berkecukupan, itu adalah hasil yang diperoleh dari usaha lain di luar bidang olah raga yang pernah dibelanya.

Sebenarnya bukan hanya dalam bidang olahraga saja, tetapi bidang musik dan artis juga sama, musisi dan artis sebelum masa RBT seperti sekarang ini, banyak yang untuk membiayai sakit dimasa tuanya juga sangat kesulitan.

Tapi, begitulah kehidupan, tidak ada yang abadi, sesaat di atas dan sesaat kemudian di bawah kemudian tenggelam dalam lumpur.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   26th August 2011, 08:48

Damai bagi LTBers.

Lepas dari perhatian pemerintah dan para pencinta olah raga, hal-hal seperti ini memperlihatkan 'kelemahan' profesionalisme. Para atlet berprestasi itu secara profesional menekuni bidangnya thok, lupa bahwa hidup dengan berbagai variasinya akan berjalan terus.

Kemampuan keatletan sangat ditentukan oleh kemampuan raga, wong namanya aja olah raga, to? Begitu raga tidak menunjang lagi, hidup masih berlanjut terus, sementara sang atlet hanya menguasai secara profesional bidang yang ditekuninya, maka sang atlet harus 'benar-benar pensiun', menjadi mantan atlet, walaupun usianya baru mencapai 40-an.

Sangat disayangkan, 'benar-benar pensiun' bukan hanya dari keatletan, tetapi juga dari kehidupan yang wajar. Wong tahunya cuman satu bidang yang ditunjang oleh raga sih. Begitu raga tidak mampu lagi menunjang, kiamat.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   26th August 2011, 09:33

Di luar negeri, ada awareness yg sangat besar dari para atlet mngenai nasib mreka ketika sudah expired usia produktifnya sbg atlet.

Kita smua tau bhw olahraga adalah jenis pkerjaan dg usia produktif yg sangat tbatas.

Maka itu, ktika sdg masa jaya-jayanya, mreka mpersiapkan investasi utk phidupan pasca pensiun sbg atlet.

Prusahaan tmpt saya kerja juga dmikian.
Kpd karyawan yg akan mmasuki masa pensiun, kita brikan pelatihan dg tujuan kelak dia bisa buka usaha sendiri.

Sbetulnya tidak hanya atlet yg terpapar isu ini, artis juga.
Profesi artis itu psaingannya sangat kuat. Ada saatnya dimana ia expired krn tidak lagi 'mjual'.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   26th August 2011, 10:02

Quote :
Di luar negeri, ada awareness yg sangat besar dari para atlet mngenai nasib mreka ketika sudah expired usia produktifnya sbg atlet.
Yang baik-baik dari luar negeri begini saya setuju kalau ditiru. Kalau pemerintah malas, atau ogah, atau tidak mau memperhatikannya dengan berbagai alasan yang dapat dimunculkan, saya usul agar para atlet itu sendiri membentuk sejenis asuransi bagi mereka. Setiap atlet, dengan kriteria tertentu, wajib mencadangkan sejumlah dana, yang nantinya akan diberikan membiayai atlet yang sudah pensiun. Bisa saja memberikan pelatihan wiraswasta, atau bantuan modal usaha, atau apa saja yang dapat menopang kehidupan setelah pensiun dari keatletan.

Kalau hanya meniru cara berdoa dan cara berbusana dari luar negeri, mah... kayaknya kurang pas. Wong berdoa adalah urusan pribadi ciptaan kepada khaliknya, tidak harus dengan gaya luar negeri. Wong berbusana, sepanjang dalam batas kesopanan, tidak harus meniru luar negeri. Iya to?

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara


Terakhir diubah oleh Husada tanggal 26th August 2011, 14:35, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   26th August 2011, 13:14

Apaan sih Bro Husada?
Kok jd ngomong soal berbusana dan beroda?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   26th August 2011, 14:57

siip wrote:
Apaan sih Bro Husada?
Kok jd ngomong soal berbusana dan beroda?
Damai bagimu Siip.
Maksud saya, yang baik-baik dari luar negeri demi kemajuan bangsa, memang layak, pantas, patut, dan seharusnya ditiru oleh bangsa ini. Jadi, andaikan yang baik-baik, seperti yang Siip kemukakan itu, dimana ada awareness bagi atlet, saya yakin, bahwa profesi atlet pasti lebih digemari warga, karena terjamin tidak akan terlunta-lunta di masa tua. Kalau sudah digemari, maka prestasi-prestasi regional dan internasional akan banyak dicapai, dan pada gilirannya akan semakin mengharumkan nama bangsa di pergaulan dunia.

Sementara kalau hanya meniru model busana, wuh... saya sering merasa bukan sedang berada ditengah saudara sebangsa, karena model busana mereka seperti dari luar negeri semua, kurang pas kalo ditiru, kerna menghilangkan suasana Indonesia. Demikian juga ketika berdoa (bukan beroda, nggih?) cara nasional, e'e... kok seperti di Timur Tengah, yang sama sekali tidak saya ngerti, malah bikin puyeng. Gitu maksud saya.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   26th August 2011, 15:01

Quote :
Sementara kalau hanya meniru model busana, wuh... saya sering merasa bukan sedang berada ditengah saudara sebangsa, karena model busana mereka seperti dari luar negeri semua, kurang pas kalo ditiru, kerna menghilangkan suasana Indonesia. Demikian juga ketika berdoa (bukan beroda, nggih?) cara nasional, e'e... kok seperti di Timur Tengah, yang sama sekali tidak saya ngerti, malah bikin puyeng. Gitu maksud saya.

Maksudnya belok sambil nyenggol, gitu ya bro, hua ha ha ha.

Very Happy

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   26th August 2011, 15:22

Jangan buka kartu teman dong. Buka kartu ndiri, hehhehheee...

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara


Terakhir diubah oleh Husada tanggal 26th August 2011, 15:50, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   26th August 2011, 15:23

Tp saya jd tpikir...

Sbenarnya gaya bbusana org Indonesia asli itu spt apa sih?

Kira-kira kl mau murni dan konsekuen mngikuti budaya asli Indonesia, maka spt apa gaya busana yg dsarankan?

Maap..oot
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   26th August 2011, 15:48

Hihhihhiii... contohnya, ya koteka di Papua. pointing

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   28th August 2011, 10:37

oOooo...(ngga ada 'damai' lagi...???)
Kembali Ke Atas Go down
leonardo
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 301
Join date : 07.03.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   29th August 2011, 23:18

Perlakukan negara terhadap para pahlawan olahraga seperti kata pepatah ...Habis manis sepah dibuang ;D

beda dengan para koruptor dijemputnya saja pakai pesawat carter 4M lagi hehe...
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   5th September 2011, 17:33

siip wrote:
oOooo...(ngga ada 'damai' lagi...???)
Wah, Siip ini sungguh sangat penggemar damai. Bahagia rasanya kalau semakin banyak penggemar damai di pertiwi ini. Sesekali pada posting-an tanpa kata damai, kan jadi variatif?

Ngomong-ngomong, kenapa sih 'o' yang kedua itu kapital, sementara 'o' pertama bukan kapital? Adakah pengertian rahasia disana?

Okeh, damai bagimu Siip.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga   Today at 14:57

Kembali Ke Atas Go down
 
Beginilah Kisah Tragis Pahlawan Olahraga
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Vlad Dracula " Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
» kisah kapal MARY CALESTE..
» Kisah nyata...=)
» BIODATA MARLON BRANDO
» Wortel, Telur, Biji Kopi

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Diskusi Umum :: Berita dan Diskusi Serius Tapi Santai-
Navigasi: