Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 muslim menjawab: seputar isra mi;raj

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next
PengirimMessage
ichrezadariforumLI
Bintara
Bintara


Jumlah posting : 50
Join date : 06.11.12

PostSubyek: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   6th November 2012, 02:58

Setiap insan selalu saja menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan hidupnya. Setiap tantangan itu merupakan ujian bagi mereka untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi dan lebih mulia. Kecuali mereka yang tidak lulus dalam menapaki rintangan tersebut, ada yang mendapatkan pelajaran yang sangat berharga sehingga dia akan memperbaiki kesalahan dan kelemahannya, ada juga orang yang sama sekali acuh terhadap ketidak berhasilannya sehingga terus-menerus berada dalam kehinaan.

Orang yang sukses sebenarnya adalah orang yang bersungguh-sungguh baik dalam perencanaan, metode, pelaksanaan, dan evaluasinya. Dengan kata lain sungguh-sungguh ini adalah jihad yang akan membawa dampak yang langsung dapat dirasakan oleh yang mengusahakannya, baik yang baik atau yang buruk. Setiap ummat menginginkan solusi yang terkadang tidak menyadari bahwa solusi itu datangnya dari dirinya sendiri. Karena suatu penyakit tidak akan dapat hilang, ketika penderitanya tidak ingin sembuh. Ada banyak solusi yang ditawarkan, tetapi beragam pula akibat dan efek sampingnya. Ada yang menawarkan cara tercepat tetapi celaka akhirnya; ada yang lambat tetapi selamat, sayangnya ada efek sampingnya; ada yang cepat dan selamat, ada efek sampingnya sementara waktu tetapi berakhir dengan kebahagiaan.

Jalan Islam memberikan solusi yang terbaik yaitu cara yang revolusioner, damai, membutuhkan kesiapan menerima resiko di dunia, tetapi keselamatan hakiki dapat diraih dan kebahagiaan akhirat yang langgeng akan menjelang. Momentum Isro' Mi'roj sebenarnya memberikan makna yang dalam bagi solusi ummat yang sedang bimbang. Moment tersebut seolah datang begitu saja tanpa memberikan kesan yang mendalam bagi ummat manusia. Isro' Mi'roj merupakan perjalanan ruhani yang terjadi di saat manusia butuh untuk menyelesaikan problematika yang sangat parah. Isro' artinya "perjalanan" dan Mi'roj artinya "naik". Bukan pergi tanpa tujuan dan bukan lari dari persoalan, tetapi menggabungkan kembali unsur jasmani yang diberikan kepada manusia dengan ruhani menjadi esensi kesucian. Apabila problematika adalah sesuatu yang kotor, maka pembersihnya adalah sesuatu yang yang suci.

Mu'jizat Terbesar
Begitulah istilah yang diberikan oleh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi dalam bukunya al-Mu'jizatil Kubra al-Isro' wal Mi'roj. Selain dukungan yang diberikan Alloh SWT. kepada Muhammad SAW. sebagai rosul-Nya seperti memancarnya air dari sela-sela jarinya, awan yang datang memayungi perjalannya di siang hari yang terik, retaknya bulan, dipecahkannya batu besar dengan sekali pukul, dan lain-lain, tetapi yang terbesar adalah peristiwa Isro' Mi'roj. Yaitu kepergian Rosululloh SAW. pada tahun 621 M atau tahun ke-sepuluh masa kenabian beliau Isro' dari Masjidil Harom di Mekah ke Masjidil Aqso' di Yerussalem, kemudian dilanjutkan dengan Mi'roj ke Sidrotul Muntaha (langit tertinggi). Yaitu terminal terakhir yang pernah diketahui ilmu makhluk Alloh, meskipun melalui wahyu (QS.An-Najm:13-15). Di situlah beliau diperlihatkan berbagai ayat-ayat Alloh SWT. yang jangankan manusia biasa Malaikat Jibril pun tidak mampu untuk melampauinya. Beliau berkata : "Majulah, ya Rosululloh! Kalau akau melampaui perbatasan ini dan maju bersamamu, aku akan terbakar hangus!".

Mu'jizat ini telah dilakukan oleh Alloh SWT. terhadap hamba-Nya Muhammad SAW. untuk memperlihatkan wawasan yang lebih luas dan tanda-tanda kebesaran-Nya di seantero jagat. Memperlihatkan perjalanan para pendahulunya, serta kejadian yang dialami oleh orang-orang yang telah berlaku-lampah selama di dunianya, agar menjadi ibroh bagi ummat nabi Muhammad SAW. sebagai ummat di akhir zaman. Apakah dapat kita mengambil pelajaran ?

Teringat dengan Nabi Musa AS. yang "bercakap-cakap" dengan Alloh SWT. itu hanya dilakukan sangat terbatas dan dilakukan di gunung Thur Sina pada saat kaumnya membutuhkan "kehangatan" dan "cahaya" sebagai penerang perjalanan mereka. Sedangkan Muhammad SAW. telah melakukannya di Sidratul Muntaha yang tidak pernah lagi ada yang akan mencapainya sampai hari kiamat. Kebersihan ruhani yang dimiliki beliau yang memungkinkan untuk melakukan perjalanan seperti itu. Kebersihan jasmani dan ruhani bertemu dengan kesucian Ilahi telah mewujudkan pancaran sinar suci yang terang-benderang yang tidak dapat dihalang-halangi oleh apapun apalagi oleh makar orang-orang kafir. Kesuciannya telah menempatkan beliau sebagai pembawa solusi terbaik dalam hidup, dan menjadikan setiap problematika menjadi kecil dan enteng. Hal tersebut juga dilakukan pada saat ummat berada dalam kondisi pengokohan iman, sedangkan kaum musyrikin dan kafirin sedang bahu-membahu menghancurkan Islam serta menindas kaum muslimin yang tidak dapat terbendung. Makin hari semakin keras pula penyiksaan yang mereka derita, sehingga Muhammad SAW. dipanggil untuk melakukan Isro' Mi'roj (QS.17:1).

Peristiwa yang mengherankan bagi ummat yang masih berada pada maqom yang rendah karena pandangannya senantiasa dihiasi oleh materialisme, tetapi membuat semakin kokohnya keimanan orang yang senantiasa menghiasi dirinya dengan cahaya Ilahi. Isro' Mi'roj diperbincangkan oleh berbagai kalangan yang berbeda pendapat; ada yang menyebutkan sebagai aktifitas ruhani melalui mimpinya (QS.17:60), ada yang berpendapat dengan fisiknya karena telah bertemu dengan kafilah yang menyatakan kebenarannya bertemu dengan Muhammad SAW., ada juga kelompok yang menyatakan bahwa Isro' dilakukan dengan fisik sementara Mi'roj dilakukan dengan ruhani.

Secara singkat peristiwa Isro' dimana beliau telah melakukan sholat berjamaah bersama dengan para Nabi sebelumnya yang sudah (almarhum) dan belaiau bertindak sebagai imam sholat di Masjidil Aqso'. Mi'roj dilakukan ke Sidratul Muntaha, di langit pertama beliau berjumpa dengan Nabi adam AS., di langit kedua berjumpa dengan Nabi Yahya AS., dan Isa AS., di langit ketiga berjumpa dengan Yusuf AS., di langit keempat berjumpa dengan Idris AS., di langit kelima berjumpa dengan Harun AS., di langit keenam berjumpa dengan Musa AS., dan di langit ketujuh berjumpa dengan Ibrahim AS. penghulu para Nabi dan Rosul. Tetapi hal tersebut tidak menunjukkan tingkatan keutamaan mereka (QS.2:285).

Beberapa yang diperlihatkan antara lain yaitu pertama, Rosululloh SAW. melewati suatu kaum yang sedang bercocok tanam dan sedang menuai pada hari itu juga. Setiap mereka menuai, setiap itu pula tanaman itu tumbuh kembali, seperti sebelum dituai. Lalu beliau bertanya kepada Jibril AS, "Siapa mereka itu ya Jibril? Jibril menjawab, "Mereka adalah kaum mujahidin fi sabilillah. Pahala yang diberikan kepada mereka berlipat ganda hingga tujuh ratus kali lipat. Apa-apa yang mereka nafkahkan pun fi sabilillah. Karena itu Alloh Ta'ala berjanji akan melipat-gandakan pahalanya juga untuk mereka". Kedua, Rosululloh SAW. melihat seorang wanita tua yang kedua lengannya berderet perhiasan yang mempesona. Lalu beliau bertanya kepada Jibril AS. Maka jibril menjawab, "Ia adalah dunia dengan berbagai perhiasan yang ada padanya !". Ketiga, Rosululloh SAW. melihat orang yang sedang memukul kepalanya dengan batu hingga pecah. Dari pecahan kepala itu mengucur darah yang banyak sekali. Kemudian kepala itu utuh seperti sediakala, tetapi setelah itu mereka kembali memukulkan kepalanya dengan batu, hingga seterusnya. Melihat peristiwa tersebut beliau bertanya lagi kepada Jibril AS., "Siapa mereka ya Jibril ?", Jibril menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang bermalas-malasan dalam menunaikan sholat wajibnya".

Keempat, Rosululloh SAW. melihat suatu kaum yang memotong-motong lidah dan bibirnya sendiri dengan menggunakan gunting dari besi. Setiap kali lidah dan bibirnya terpotong, setiap kali itu pula bibir dan lidahnya kembali seperti sedia kala, lalu dipotong lagi, dan begitu seterusnya. Melihat kejadian yang mengerikan itu beliau kembali bertanya. Jibril menjelaskan bahwa "Mereka adalah para penceramah dan ahli pidato fitnah yang kerjanya menyuruh orang mengerjakan sesuatu, tapi mereka sendiri tidak melakukannya". Kelima, Rosululloh SAW. melihat seekor banteng besar keluar dari dalam perut batu besar. Kemudian banteng itu ingin masuk kembali, tetapi tidak bisa. Beliau keheranan melihat kejadian itu, dan bertanya kepada Jibril AS. Jibril menjawab "Ia adalah perumpamaan seorang yang berjanji dan bersumpah, tapi kemudian dia tidak mampu untuk menunaikannya. Ia tidak mampu mmembatalkan janji dan sumpahnya". Lihat QS. An-Nahl:94.

Keenam, Rosululloh SAW. menyaksikan suatu kaum berenang di lautan darah. Mereka berenang di sana dan memakan batu-batuan ke dalam mulutnya. Rosululloh bertanya kepada jibril. Jibril menjawab "Mereka adalah pemakan uang riba!". Ketujuh, Rosululloh SAW. melihat orang-orang yang meninggalkan daging yang segar dan mengerumuni daging yang busuk. Beliau bertanya kepada Jibril AS., lalu dijawab bahwa "Mereka para pezina. Lelaki yang mempunyai isteri yang halal dan sehat, tetapi ditinggalkan dan mencari perempuan yang haram dan berpenyakit. Begitu pula sebaliknya, perempuan yang mempunyai suami yang halal dan sehat, tetapi ditinggalkannya dan mencari lelaki yang haram dan kotor di jalanan". Kedelapan, Rosululloh SAW. melihat seorang lelaki yang sedang memikul barang yang tidak kuat dipikulnya, namun ia masih menambah pikulannya itu dengan memasukkan barang-barang lain. Beliau bertanya tentangnya, lalu Jibril menjelaskan bahwa "Ia adalah orang yang senang membawa amanat meskipun meskipun tidak sanggup ditunaikannya. Tetapi sesudah begitu masih juga ia menambah dengan amanat yang baru".

Selain itu yang paling agung adalah perintah sholat yang semula lima puluh kali dalam sehari semalam, tetapi akhirnya ditetapkan sebanyak lima kali dalam sehari semalam. Perintah sholat yang tujuannya amat luas dan mencakup aspek ritual dan sosial adalah jalan terbaik juga bagi persoalan ummat. Sampai-sampai untuk menurunkannya, Rosululloh SAW. harus pergi menghadap kepada Sang Penguasa. Tidak seperti kewajiban lainnya yang langsung diturunkan melalui perantaraan Jibril AS.

Solusi bagi Ummat
Lantas apa hikmah dari peristiwa besar itu ? serta apa yang menjadikannya sebagai solusi ummat ? Isro' Mi'roj terjadi pada saat kaum muslimin mengalami tekanan yang semakin hebat dan menggila dari musuh-musuh Alloh, sementara itu kaum non muslim sedang berada dalam kegelapan atau dholalim mubin (QS.3:164). Lalu perintah Isro' Mi'roj seolah dilkukan untuk meninggalkan persoalan tersebut. Tidak justeru peristiwa tersebut untuk memberikan solusinya. Hikmahnya sangat mendasar dan luas sekali, dan sifatnya membawa orang yang mampu menangkap tanda-tanda keagungannya dapat keluar dari problematika apa pun dalam hidup ini dengan tenang dan menang.

Pertama, Alloh SWT. ingin menunjukkan kekuasaannya dengan memperjalankan hamba-Nya. Kedua, Muhammad SAW. terpilih sebagai orang satu-satunya yang layak untuk mengadakan perjalanan suci ini dan berhak untuk sampai ke tempat suci yakni Sidratul Muntaha. Ketiga, memberikan pelajaran yang berharga dan wawasan yang lebih luas bagi Muhammad SAW. dari sekedar berdakwah seputar Mekah ketika mengadakan Isro' dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso' dimana telah melalui kawasan yang disebut barakna haulahu yaitu tempat-tempat yang diberi berkah baik kesuburan tanahnya maupun tempat diturunkan para Nabi dan para Rosululloh.

Wawasan yang lebih luas, agar tidak merasakan seolah-olah hidup paling susah dan paling sempit pada saat berdakwah di Mekah dengan himpitan dan hambatan yang begitu gencar dari musuh-musuhnya. Padahal di wilayah Yerussalem Palestina persaingan bahkan lebih ketat terutama antar pemeluk yang dianggap tiga agama samawi yaitu Yahudi, Kristen dan Islam sendiri, belum kepercayaan lainnya. Yang tentu saja jangkauan wilayah mereka sudah sangat luas dan tarap internasional. Keempat, perjalanan Mi'roj Muhammad SAW. telah memberikan petunjuk yang sangat berharga, dimana banyak tamsil yang telah didapatkan selama perjalanan yang mungkin hal tersebut belum pernah terjadi tetapi sangat mungkin akan terjadi. Selain itu akan memberikan pelajaran bagi siapa saja yang berbuat seperti gambaran dalam Mi'roj tersebut akan menerima akibat siksa berat yang tidak terhingga dan abadi. Kelima, kondisi masyarakat yang susah diajak kepada kebenaran serta dakwah yang dirasakan semakin berat membutuhkan jalan keluar yang terbaik. Sehingga jalan yang ditempuh adalah dengan melihat bagaimana kondisi ummat dan masyarakat umum dipandangan dari luar komunitasnya. Seperti kita ketahui apabila sebuah gunung kita lihat dari dekat akan kelihatan besar dan sulit ditempuh, tetapi apabila dilihat dari kejauhan akan terlihat kecil dan begitu indah apalagi bila dibandingkan dengan besarnya bumi dan langit ini. Perjalanan dakwah Rosululloh yang telah berlangsung sekian lama dirasakan begitu berat, tetapi akan kelihatan kecil apabila dibandingkan dengan peristiwa yang lebih berat lagi seperti yang terjadi di zaman para pendahulunya. Sebagaimana beliau dipertemukan kepada para rosul dikala Isro' Mi'roj. Solusi yang berdasarkan pada pandangan keduniawian akan mempertontonkan perjalanan yang sukar dan sangat berat karena diri kita pun masih sangat terikat dengan hasrat-hasrat duniawi yang sifatnya material yang dapat membebani diri dan jiwanya.

Tetapi apabila semuanya dilihat dari "kaca mata" samawi (kekuasaan langit), maka semuanya akan terlihat kecil dan dirasakan sangat enteng. Sehingga problematika seberat apa pun akan dapat diselesaikan dengan sangat mudah karena pandangannya pun adalah kekuatan ruhani yang telah menemukan kesucian dan ketinggiannya. Keenam, kejadian yang sangat mengherankan bagi orang-orang awam dan berpandangan materialistik, tetapi menambah keyakinan bagi orang-orang yang beriman, telah melakukan penyeleksian terhadap umat Islam. Siapa saja yang setia dan bertambah keyakinannya, dan siap yang kembali murtad atau masih ragu-ragu. Maka dengan peristiwa itu, Muhammad SAW. dapat mengukur kekuatan ummatnya untuk menghadapi kekuatan musuh yang sudah lebih mengarah pada peperangan secara fisik. Ketujuh, peristiwa Isro' Mi'roj diakhiri dengan perintah sholat sebagai solusi yang tepat dan memiliki dampak yang begitu luas. Kita ketahui sholat adalah pembeda antara kaum muslimin dan kaum kafir; sholat merupakan tiangnya agama; sholat tujuannya untuk selalu ingat kepada Alloh SWT.; sholat untuk mencegah perbuatan keji dan munkar; serta sholat merupakan miniatur dari kehidupan seseorang dan masyarakat.

Mungkin banyak yang tidak mempercayainya, banyak pula yang percaya dan semakin bertambah keyakinannya kepada kekuasaan Alloh SWT.. Buat mereka yang belum yakin, mungkin dengan sistem Islam yang sudah kaaffah dengan wujudnya pemerintahan Islam akan menjadi percaya atau bahkan yakin. Karena banyak orang yang menerima Islam setelah Islam benar-benar "nyata" seperti terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW.. sebelum terjadinya peristiwa ini Alloh SWT. telah mengingatkan beliau untuk tabah, tidak bersedih hati, dan jangan merasa sempit (QS.16:127). Sedangkan mereka yang yakin akan semakin beriman dan mewujudkan keimanannya dengan segala daya dan upayanya (QS.17:107).

Itulah hikmah yang sebenarnya solusi bagi kehidupan yang tentu saja hari ini sangat perlu untuk kita laksanakan. Karena kondisi alam dan masyarakat masa kini sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda, hanya penampilannya saja yang telah modern. Tinggal bagaimana solusi itu disosialisasikan secara adaptif dan pas dengan zamannya, walaupun sistematika dan esensinya tetap mesti sesuai dengan tuntunan sunnah rosul. Tentu saja sebelum kita mengajak orang lain untuk mempraktekkannya, alangkah mulianya kalau kita terlebih dahulu yang melaksanakan dan merasakan bahwa itu benar sebagai solusi yang benar dan paling tepat. Dengan tidak melupakan untuk berdakwah kepada komunitas orang-orang yang benar-benar belum mengakui Islam sebagai agamanya. Wallahu A'lam bi al-Showab.

Bahan Bacaan
1. Al-Qur'an Al-Karim.
2. Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi, al-Mu'jizatil Kubra al-Isro' wal Mi'roj (terj.), 1990, Maktabah Asy-Sya'rawi Al-Islamiyah-Mesir.
3. Muhammad Husain Haikal, Hayatu Muhammad, Litera Antar Nusa.
4. Muhammad Quraish Shihab, Lentera Hati, 1994, Mizan.
5. PT. Al-Ma'arif, Qishoshul Anbiya, 1980, Al-Maa'rif.

Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 09:30

Damai bagimu ichre.

ichrezadariforumLI wrote:
Mungkin banyak yang tidak mempercayainya, banyak pula yang percaya dan semakin bertambah keyakinannya kepada kekuasaan Alloh SWT.. Buat mereka yang belum yakin, mungkin dengan sistem Islam yang sudah kaaffah dengan wujudnya pemerintahan Islam akan menjadi percaya atau bahkan yakin. Karena banyak orang yang menerima Islam setelah Islam benar-benar "nyata" seperti terjadi pada zaman Nabi Muhammad SAW.. sebelum terjadinya peristiwa ini Alloh SWT. telah mengingatkan beliau untuk tabah, tidak bersedih hati, dan jangan merasa sempit (QS.16:127). Sedangkan mereka yang yakin akan semakin beriman dan mewujudkan keimanannya dengan segala daya dan upayanya (QS.17:107).
Jikalau ichre mempercayai itu, Anda merdeka.

Bila ada yang tidak mempercayainya, saya salah satunya.

Sebab, tidak seorangpun yang jadi saksi perjalanan Muhammad itu, selain dirinya sendiri. Konon, Malaikat Jibril menyaksikan juga, sangat tidak bisa saya percayai karena saya tidak berkomunikasi langsung dengan Malaikat Jibril. Juga, orang-orang lain tidak ada yang pernah berkomunikasi dengan Malaikat Jibril, selain Muhammad sorangan. Bila ada pihak seperti ichre mau mempercayai itu, kalian merdeka mau mempercayai itu. Jadi, betapa misteriusnya Malaikat Jibril, hanya bisa berkomunikasi dengan Muhammad. Maaf-maaf saja, kurang dapat berterima di nalar saya.

Ou ya, di artikel itu ada sejenis pembandingan antara 'perjalanan' Muhammad dengan perjalanan Musa ke gunung dan bercakap-cakap dengan Tuhan. Di Alkitab diceritakan bahwa perjalanan Musa disaksikan umat Yahudi ketika naik ke gunung dan turun dari gunung. Bagaimana dengan Muhammad? Adakah orang lain yang menyaksikannya? Atau, hanya khayalan saja? Dikatakannya lagi, Muhammad memimpin sholat berjamaah dengan orang-orang besar lainnya yang sudah meninggal, tidak seorangpun yang menyaksikannya. Bagaimana bisa mengkonfirmasi yang begitu? Kayaknya, layak mempertanyakan, benarankah itu, atau hanya khayalan Muhammad saja?

Kalau ichre berkenan mengklarifikasi, betapa menggembirakannya.

Damai bagimu ichre.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara


Terakhir diubah oleh Husada tanggal 9th November 2012, 18:24, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 17:54

Husada wrote:
perjalanan Musa disaksikan umat Yahudi ketika naik ke gunung dan turun dari gunung.

Just curious bro husada... apakah ada yang menyaksikan ketika Nabi Musa bercakap2 dengan Tuhan dan menerima loh batu dari-Nya?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 18:32

Damai bagimu, Cah.
Silancah wrote:
Husada wrote:
perjalanan Musa disaksikan umat Yahudi ketika naik ke gunung dan turun dari gunung.
Just curious bro husada... apakah ada yang menyaksikan ketika Nabi Musa bercakap2 dengan Tuhan dan menerima loh batu dari-Nya?
Kayaknya, tidak Cah. Yang disaksikan oleh Yahudi ialah keberangkatannya ke gunung, dan kemudian turun. Ketika turun, Musa membawa loh batu bertuliskan sepuluh Perintah Allah.

Emang kenapa, Cah? Apakah Silancah hendak membandingkannya dengan 'perjalanan' Muhammad? Bisa juga sih dibandingkan begitu. Tetapi, entah kenapa, mungkin karena saya tidak mendapat pelajaran Islamologi sepenuhnya, 'perjalanan' Muhammad (sepanjang yang pernah saya ketahui), tidak disaksikan seseorang. Atau, saya salah menangkap?

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 18:33

Silancah wrote:
Husada wrote:
perjalanan Musa disaksikan umat Yahudi ketika naik ke gunung dan turun dari gunung.

Just curious bro husada... apakah ada yang menyaksikan ketika Nabi Musa bercakap2 dengan Tuhan dan menerima loh batu dari-Nya?

Kel 24:9 Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel.

Kel 24:10 Lalu mereka melihat Allah Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah.

Kel 24:11 Tetapi kepada pemuka-pemuka orang Israel itu tidaklah diulurkan-Nya tangan-Nya; mereka memandang Allah, lalu makan dan minum.

Kel 24:12 TUHAN berfirman kepada Musa: "Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka."

Kel 24:13 Lalu bangunlah Musa dengan Yosua, abdinya, maka naiklah Musa ke atas gunung Allah itu.

Kel 24:14 Tetapi kepada para tua-tua itu ia berkata: "Tinggallah di sini menunggu kami, sampai kami kembali lagi kepadamu; bukankah Harun dan Hur ada bersama-sama dengan kamu, siapa yang ada perkaranya datanglah kepada mereka."

Kel 24:15 Maka Musa mendaki gunung dan awan itu menutupinya.

Kel 24:16 Kemuliaan TUHAN diam di atas gunung Sinai, dan awan itu menutupinya enam hari lamanya; pada hari ketujuh dipanggil-Nyalah Musa dari tengah-tengah awan itu.

Kel 24:17 Tampaknya kemuliaan TUHAN sebagai api yang menghanguskan di puncak gunung itu pada pemandangan orang Israel.

Kel 24:18 Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya.


Musa naik ke atas Gunung Sinai tidak sendirian, tetapi pada suatu titik, hanya Musa yang diijinkan untuk bertemu dengan Tuhan. Harun dan Yosua menyaksikan ketika Musa masuk ke tengah awan. Sedangkan orang Israel menyaksikan kemuliaan Tuhan sebagai api yang menghanguskan.

Jadi serah terima log batunya tidak ada yang menyaksikan, tetapi peristiwa hebat yang menyertai peristiwa itu disaksikan oleh ribuan orang Israel.

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 18:41

Husada wrote:
Kayaknya, tidak Cah. Yang disaksikan oleh Yahudi ialah keberangkatannya ke gunung, dan kemudian turun. Ketika turun, Musa membawa loh batu bertuliskan sepuluh Perintah Allah.

Emang kenapa, Cah? Apakah Silancah hendak membandingkannya dengan 'perjalanan' Muhammad? Bisa juga sih dibandingkan begitu. Tetapi, entah kenapa, mungkin karena saya tidak mendapat pelajaran Islamologi sepenuhnya, 'perjalanan' Muhammad (sepanjang yang pernah saya ketahui), tidak disaksikan seseorang. Atau, saya salah menangkap?

Damai, damai, damai.

Ya, kurang lebih begitu...

Dua2nya sama2 tidak disaksikan orang lain kan?
Lalu kenapa di Perjanjian Lama disebutkan bahwa Nabi Musa berbicara dengan Tuhan dan dipercayai oleh semua orang yang membacanya?

Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 18:51

Damai bagimu, Cah.
Silancah wrote:
Ya, kurang lebih begitu...

Dua2nya sama2 tidak disaksikan orang lain kan?
Lalu kenapa di Perjanjian Lama disebutkan bahwa Nabi Musa berbicara dengan Tuhan dan dipercayai oleh semua orang yang membacanya?
Tuh, dengan posting bagusnya Bruce, Silancah dapat membandingkan perjalanan Musa ke gunung dengan 'perjalanan' Muhammad yang Silancah ketahui. Kisah manapun yang lebih Silancah percayai, silahkan saja, Cah.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 19:10

bruce wrote:
Musa naik ke atas Gunung Sinai tidak sendirian, tetapi pada suatu titik, hanya Musa yang diijinkan untuk bertemu dengan Tuhan. Harun dan Yosua menyaksikan ketika Musa masuk ke tengah awan. Sedangkan orang Israel menyaksikan kemuliaan Tuhan sebagai api yang menghanguskan.

Jadi serah terima log batunya tidak ada yang menyaksikan, tetapi peristiwa hebat yang menyertai peristiwa itu disaksikan oleh ribuan orang Israel.

Salam

Trims rinciannya bang bruce...
It's been a long time, saya sudah lupa rincian pertemuan Nabi Musa dengan Tuhan di Perjanjian Lama ini.

Izinkan saya mengutipkan ayat 2 dan 3-nya
(2) Hanya Musa sendirilah yang mendekat kepada TUHAN, tetapi mereka itu tidak boleh mendekat, dan bangsa itu tidak boleh naik bersama-sama dengan dia.
(3) Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak: "Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan.

Walaupun firman Tuhan dan peraturan diberikan oleh Tuhan kepada Nabi Musa tanpa kesaksian siapa pun... semua orang meyakini bahwa Tuhan yang bertemu dengan Nabi Musa dan apa yang diucapkan Nabi Musa merupakan apa yang diucapkan Tuhan kepadanya.

Intinya sih: ada kejadian yang tidak ada saksinya kecuali orang yang mengalami dan banyak orang mengimani kebenarannya.

Bukan begitu, bang bruce dan bro husada?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 19:22

@Lancah.

Seperti saya tuliskan di atas, kang.
Serah terima dua log batu itu tidak disaksikan oleh siapapun, karena Tuhan melarang siapapun selain Musa untuk naik ke atas.
Tetapi peristiwa dahsyat yang menyertai peristiwa itu, disaksikan dan didengar oleh orang Israel.

Kel 24:17 Tampaknya kemuliaan TUHAN sebagai api yang menghanguskan di puncak gunung itu pada pemandangan orang Israel.

Jadi peristiwa api yang menghanguskan itu disaksikan oleh orang Israel.

Kecuali, he he he he, kalau anda mengartikan saat itu Musa sedang main petasan atau kembang api, kang.

;)

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 19:44

bruce wrote:
@Lancah.

Seperti saya tuliskan di atas, kang.
Serah terima dua log batu itu tidak disaksikan oleh siapapun, karena Tuhan melarang siapapun selain Musa untuk naik ke atas.
Tetapi peristiwa dahsyat yang menyertai peristiwa itu, disaksikan dan didengar oleh orang Israel.

Kel 24:17 Tampaknya kemuliaan TUHAN sebagai api yang menghanguskan di puncak gunung itu pada pemandangan orang Israel.

Jadi peristiwa api yang menghanguskan itu disaksikan oleh orang Israel.

Kecuali, he he he he, kalau anda mengartikan saat itu Musa sedang main petasan atau kembang api, kang.

;)

Oh iya bang... untuk yang satu itu saya tidak menyanggah :)

Cuma, apa yang diucapkan Nabi Musa sebagai firman dan perintah Tuhan tidak ada saksinya, kan?
Semua orang meng-amin-kan/mengikuti saja apa yang dikatakan Nabi Musa... walaupun mungkin saja itu cuma karangan belaka.

Ilustrasinya seperti ini: Oke, Tuhan mengajak Nabi Musa naik ke atas, semua orang menyaksikannya.
Lalu memberi satu perintah: Sembah Aku dan jangan sembah yang lain.
Tidak ada perintah: Tidak boleh membunuh, tidak boleh mencuri, dsb. Semua itu ternyata karangan Nabi Musa.
Mungkin saja kan?

Kembali, intinya, ada suatu peristiwa/firman/berita yang tidak ada saksinya kemudian dipercayai banyak orang.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 19:53

Quote :
Oh iya bang... untuk yang satu itu saya tidak menyanggah

Cuma, apa yang diucapkan Nabi Musa sebagai firman dan perintah Tuhan tidak ada saksinya, kan?
Semua orang meng-amin-kan/mengikuti saja apa yang dikatakan Nabi Musa... walaupun mungkin saja itu cuma karangan belaka.

Ilustrasinya seperti ini: Oke, Tuhan mengajak Nabi Musa naik ke atas, semua orang menyaksikannya.
Lalu memberi satu perintah: Sembah Aku dan jangan sembah yang lain.
Tidak ada perintah: Tidak boleh membunuh, tidak boleh mencuri, dsb. Semua itu ternyata karangan Nabi Musa.
Mungkin saja kan?

Kembali, intinya, ada suatu peristiwa/firman/berita yang tidak ada saksinya kemudian dipercayai banyak orang.

Nah yang kemungkinan dipertanyakan oleh bro Husada adalah, saat Jibril mewahyukan ayat ayat Quran ke Nabi, tidak ada saksi terhadap peristiwa itu, kang. Kecuali apa yang dikatakan oleh Nabi saja (dan kemungkinan gejala yang dirasakan nabi, gemetar atau menggigil), tidak ada sinar atau api yang membakar, atau guntur menggelegar, kira kira seperti itu.

Salam


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 20:05

bruce wrote:

Nah yang kemungkinan dipertanyakan oleh bro Husada adalah, saat Jibril mewahyukan ayat ayat Quran ke Nabi, tidak ada saksi terhadap peristiwa itu, kang. Kecuali apa yang dikatakan oleh Nabi saja (dan kemungkinan gejala yang dirasakan nabi, gemetar atau menggigil), tidak ada sinar atau api yang membakar, atau guntur menggelegar, kira kira seperti itu.

Salam

Sepengetahuan saya ada kalanya (walaupun tidak sering) Jibril mewahyukan ayat Quran ketika disaksikan orang banyak seperti ketika Jibril mengambil sosok lelaki ketika menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan ayat2 suci Al Quran. Tapi saya coba cek lagi ya...
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   9th November 2012, 20:11

Silancah wrote:
bruce wrote:

Nah yang kemungkinan dipertanyakan oleh bro Husada adalah, saat Jibril mewahyukan ayat ayat Quran ke Nabi, tidak ada saksi terhadap peristiwa itu, kang. Kecuali apa yang dikatakan oleh Nabi saja (dan kemungkinan gejala yang dirasakan nabi, gemetar atau menggigil), tidak ada sinar atau api yang membakar, atau guntur menggelegar, kira kira seperti itu.

Salam

Sepengetahuan saya ada kalanya (walaupun tidak sering) Jibril mewahyukan ayat Quran ketika disaksikan orang banyak seperti ketika Jibril mengambil sosok lelaki ketika menemui Rasulullah SAW dan menyampaikan ayat2 suci Al Quran. Tapi saya coba cek lagi ya...

Thanks kang.

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   10th November 2012, 09:26

Damai bagi LTBers.

Kembali ke pihak yang menyaksikan 'keberangkatan', ada beda keberangkatan Musa ke gunung dengan keberangkatan Muhammad, bukan? Musa, sebelum berangkat, didampingi oleh beberapa orang, sampai pada suatu titik di mana tidak seorangpun mendampingi lagi. Sementara Muhammad, adakah yang mau mengemukakan di sini mengenai keberangkatannya?

Tentang penyampaian perintah Allah, kiranya sudah jelas, ada momen di mana tidak seorangpun yang melihat. Tetapi hasilnya, ada perbedaan, dimana Musa ada membawa loh Perintah Allah, sementara Muhammad, hanya menyampaikan cerita. Demikiankah?

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   10th November 2012, 10:53

Husada wrote:
Damai bagi LTBers.

Kembali ke pihak yang menyaksikan 'keberangkatan', ada beda keberangkatan Musa ke gunung dengan keberangkatan Muhammad, bukan? Musa, sebelum berangkat, didampingi oleh beberapa orang, sampai pada suatu titik di mana tidak seorangpun mendampingi lagi. Sementara Muhammad, adakah yang mau mengemukakan di sini mengenai keberangkatannya?

Tentang penyampaian perintah Allah, kiranya sudah jelas, ada momen di mana tidak seorangpun yang melihat. Tetapi hasilnya, ada perbedaan, dimana Musa ada membawa loh Perintah Allah, sementara Muhammad, hanya menyampaikan cerita. Demikiankah?

Damai, damai, damai.

Kurang lebih intinya itu, bro... ada momen di mana tidak seorang pun yang melihat... dan banyak orang memercayai terjadinya hal yang dikatakan sang pembawa berita tersebut. Tidak relevan apakah orang tersebut membawa benda atau hanya cerita. Adakah yang bisa membuktikan dengan pasti loh itu adalah pemberian Allah dan bukan semata2 buatan Musa semata?

Kalau dari sisi Islam seperti ini bro (saya hanya share saja, bukan untuk dijadikan bahan perdebatan atau diskusi) ... pemuda Muhammad adalah seorang yang terkenal sangat jujur sehingga dipercayai oleh seluruh warga Quraisy sehingga ketika beliau suatu saat bertanya kepada kaumnya itu di atas bukit "bila aku berkata ada pasukan berkuda hendak menyerang kita walaupun pasukan itu belum kelihatan sekarang, apakah kalian memercayainya?" Seluruh bani Quraisy serempat berseru "Kami percaya karena kau adalah orang yang kami beri gelar al-amin (yang terpercaya)"

Oleh karenanya, kembali dari kacamata Islam, pemuda Muhammad adalah orang yang bisa dipercayai dan tidak pernah berbohong, termasuk ketika menyampaikan wahyu dari Allah sang Khalik. Warga Quraisy menolak cerita pemuda Muhammad karena ceritanya bertentangan dengan kepercayaan leluhur mereka bukan karena mereka meragukan kejujurannya.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   10th November 2012, 15:13

Hmmm... ya sudah. Dari saya, cukup untuk trit ini.

Saya tidak melihat Isro' dan Mi'roj itu sebagai mu'jizat. Itu hanya mimpi Muhammad, atau, katakanlah penglihatan (vision). Bagi saya, mu'jizat itu adalah sesuatu peristiwa mengherankan yang memberikan manfaat langsung kepada seseorang atau sekelompok orang.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   13th November 2012, 12:46

Husada wrote:
Hmmm... ya sudah. Dari saya, cukup untuk trit ini.

Saya tidak melihat Isro' dan Mi'roj itu sebagai mu'jizat. Itu hanya mimpi Muhammad, atau, katakanlah penglihatan (vision). Bagi saya, mu'jizat itu adalah sesuatu peristiwa mengherankan yang memberikan manfaat langsung kepada seseorang atau sekelompok orang.

Damai, damai, damai.

Ya jangan sampe percayalah bro... masak cuma khayalannya (edited) Muhammad aj dipercaya sih... roll
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   13th November 2012, 15:45

nothingman wrote:
Husada wrote:
Hmmm... ya sudah. Dari saya, cukup untuk trit ini.

Saya tidak melihat Isro' dan Mi'roj itu sebagai mu'jizat. Itu hanya mimpi Muhammad, atau, katakanlah penglihatan (vision). Bagi saya, mu'jizat itu adalah sesuatu peristiwa mengherankan yang memberikan manfaat langsung kepada seseorang atau sekelompok orang.

Damai, damai, damai.

Ya jangan sampe percayalah bro... masak cuma khayalannya (edited) Muhammad aj dipercaya sih... roll


Bro, seperti juga kita tidak mau tokoh yang kita hormati dilecehkan, maka adalah baik jika kita membiasakan diri juga menyebut tokoh yang dihormati pihak lain dengan sopan. Anda tentu tidak wajib percaya apa yang disampaikan oleh beliau, seperti juga mereka tidak wajib percaya apa yang disampaikan oleh tokoh yang kita percayai, tetapi saling hormat menghormati adalah patut dan layak dilakukan.


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   13th November 2012, 20:06

bruce wrote:
nothingman wrote:
Husada wrote:
Hmmm... ya sudah. Dari saya, cukup untuk trit ini.

Saya tidak melihat Isro' dan Mi'roj itu sebagai mu'jizat. Itu hanya mimpi Muhammad, atau, katakanlah penglihatan (vision). Bagi saya, mu'jizat itu adalah sesuatu peristiwa mengherankan yang memberikan manfaat langsung kepada seseorang atau sekelompok orang.

Damai, damai, damai.

Ya jangan sampe percayalah bro... masak cuma khayalannya (edited) Muhammad aj dipercaya sih... roll


Bro, seperti juga kita tidak mau tokoh yang kita hormati dilecehkan, maka adalah baik jika kita membiasakan diri juga menyebut tokoh yang dihormati pihak lain dengan sopan. Anda tentu tidak wajib percaya apa yang disampaikan oleh beliau, seperti juga mereka tidak wajib percaya apa yang disampaikan oleh tokoh yang kita percayai, tetapi saling hormat menghormati adalah patut dan layak dilakukan.

Karena posting Bruce ini meng-quote dua postingan, termasuk postingan saya, rasanya perlu mengomentari. Sepanjang ingatan saya, saya selalu menulis nama dengan awal huruf kapital, kecuali kalau kelupaan atau memang nama yang diberi adalah berhuruf bukan kapital. Tentang penulisan nama Muhammad tanpa Nabi di depannya, saya kira, lazim saja, selazim menulis Jesus Kristus tanpa Tuhan di depan.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   13th November 2012, 20:18

Lho, yang saya minta untuk jangan dilakukan lagi adalah yang saya edit itu koq, yakni tulisan bro nothingman. Tulisan aslinya sudah saya edit, tetapi untuk menandainya supaya tidak membuat bingung, saya beri tulisan (edited) didepannya, karena kalau sampai tidak diberi tanda, maka tidak ketahuan dimana kelirunya. Sementara kalau tidak diedit (dibiarkan saja) berarti akan tetap terpampang kata katanya dan itu tentu tidak pantas.

d\'oh

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   13th November 2012, 20:21

Ooo... begitu. Artinya, quoting atas posting Husabarlebayimajinasida itu hanya keterikutan tanpa sengaja, ya. Okelah kalo begityuuu... Neutral Terima kasih atas peringatannya. Very Happy

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   21st November 2012, 20:11

bruce wrote:
nothingman wrote:
Husada wrote:
Hmmm... ya sudah. Dari saya, cukup untuk trit ini.

Saya tidak melihat Isro' dan Mi'roj itu sebagai mu'jizat. Itu hanya mimpi Muhammad, atau, katakanlah penglihatan (vision). Bagi saya, mu'jizat itu adalah sesuatu peristiwa mengherankan yang memberikan manfaat langsung kepada seseorang atau sekelompok orang.

Damai, damai, damai.

Ya jangan sampe percayalah bro... masak cuma khayalannya (edited) Muhammad aj dipercaya sih... roll

Bro, seperti juga kita tidak mau tokoh yang kita hormati dilecehkan, maka adalah baik jika kita membiasakan diri juga menyebut tokoh yang dihormati pihak lain dengan sopan. Anda tentu tidak wajib percaya apa yang disampaikan oleh beliau, seperti juga mereka tidak wajib percaya apa yang disampaikan oleh tokoh yang kita percayai, tetapi saling hormat menghormati adalah patut dan layak dilakukan.


waduuh, klo gtu sy mohon maaf yg sebesar2nya..
tp sebenarnya sy tidak berniat utk melecehkan atau menghina kok Oom Momod... ya mungkin sy terbawa kebiasaan sewaktu berdiskusi di forum tetangga... Sad
ok, sy akan memperbaiki cara berdiskusi sesuai aturan forum ini... trima kasih atas perhatian dan koreksi dr bro Momod...
sekali lg sy mohon maaf bila ada kekurangannya...

salam,
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   21st November 2012, 20:12

Quote :
waduuh, klo gtu sy mohon maaf yg sebesar2nya..
tp sebenarnya sy tidak berniat utk melecehkan atau menghina kok Oom Momod... ya mungkin sy terbawa kebiasaan sewaktu berdiskusi di forum tetangga...
ok, sy akan memperbaiki cara berdiskusi sesuai aturan forum ini... trima kasih atas perhatian dan koreksi dr bro Momod...
sekali lg sy mohon maaf bila ada kekurangannya...

salam,

Thanks atas pengertian anda, bro, dan sekali lagi saya sampaikan selamat datang di LTB.
Semoga betah, dan jangan lupa banyak banyak posting ya.

Syalom

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   21st November 2012, 21:59

bruce wrote:
Quote :
waduuh, klo gtu sy mohon maaf yg sebesar2nya..
tp sebenarnya sy tidak berniat utk melecehkan atau menghina kok Oom Momod... ya mungkin sy terbawa kebiasaan sewaktu berdiskusi di forum tetangga...
ok, sy akan memperbaiki cara berdiskusi sesuai aturan forum ini... trima kasih atas perhatian dan koreksi dr bro Momod...
sekali lg sy mohon maaf bila ada kekurangannya...

salam,

Thanks atas pengertian anda, bro, dan sekali lagi saya sampaikan selamat datang di LTB.
Semoga betah, dan jangan lupa banyak banyak posting ya.

Syalom

Ok deh bro, trima kasih atas sambutannya. cheers
sy akan menyimak lebih lanjut.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   22nd November 2012, 08:48

nothingman wrote:


waduuh, klo gtu sy mohon maaf yg sebesar2nya..
tp sebenarnya sy tidak berniat utk melecehkan atau menghina kok Oom Momod... ya mungkin sy terbawa kebiasaan sewaktu berdiskusi di forum tetangga... Sad
ok, sy akan memperbaiki cara berdiskusi sesuai aturan forum ini... trima kasih atas perhatian dan koreksi dr bro Momod...
sekali lg sy mohon maaf bila ada kekurangannya...

salam,

Di forum mana bro?

Saya juga dulu pernah masuk di forum FFI dan Answering FFI tetapi kemudian saya tinggalkan karena bahasanya yang saya rasakan kurang baik dan tidak membawa maslahat malah cenderung menambah kemudharatan (memperuncing hubungan antar umat beragama)...

Saran saya, semoga berkenan, nggak usah masuk ke forum2 seperti itu lagi.... kalau pun masuk, menahan diri untuk tidak berkomentar... karena takutnya akan terbawa emosi saat berbicara dengan lawan bicara (muslim) yang tidak tahu menahu atau lebih parah lagi ke dunia nyata.

Lebih enak di forum seperti LTB ini yang membernya santun2... :)
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: muslim menjawab: seputar isra mi;raj   Today at 02:48

Kembali Ke Atas Go down
 
muslim menjawab: seputar isra mi;raj
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 8Pilih halaman : 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8  Next
 Similar topics
-
» Vlad Dracula " Kisah Nyata Pembantai Umat Islam Dalam Perang Salib
» sharing game2 asah otak aja..
» Wong Fei Hung (Faisal Hussein Wong) Adalah Muslim (Ulama)

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Non-Kristen Bertanya Kristen Menjawab-
Navigasi: