Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2
PengirimMessage
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   29th November 2012, 09:26

Damai bagi LTBers.
Silancah wrote:
Saya sih melihatnya itu hanya bentuk kasih sayang sang kakek kepada cucunya.
Jadi tidak ada maksud bahwa dia ingin mensejajarkan Rasulullah SAW cilik dengan dirinya yang berarti beliau sekarang menjadi penyembah berhala.

Jika ada keterangan bahwa Rasulullah SAW melakukan ibadah penyembahan seperti yang dilakukan oleh kakeknya, misalnya berthawaf telanjang mengitari Ka'bah maka itu bukti nyata bahwa beliau memang menyembah berhala/mengikuti ajaran pagan Arab.

Kalau cuma duduk2 di pangkuan kakek sih... saya tidak menganggap beliau otomatis seorang penyembah berhala :)
Kalau kita bandingkan dengan keluarga-keluarga sekarang, lepas dari apakah keluarga itu keluarga lengkap (ayah, ibu, dan anak-anak) atau tidak, adakah kemungkinan si kepala keluarga membiarkan anggota keluarganya memilih anutan lain dari anutan se kepala keluarga? Mungkin ada, jika anggota keluarga itu dipandang sudah cukup mengerti mengenai konsekuensi pilihannya. Jika anggota keluarga itu dipandang masih memerlukan bimbingan, apa mungkin si kepala keluarga membiarkan anggota keluarga itu berbuat semaunya sendiri?

Kembali ke Abdul Muthalib dengan Muhammad, jika Abdul Muthalib (yang merupakan kepala keluarga) adalah seorang penyembah berhala, apakah mungkin Abdul Muthalib membiarkan Muhammad muda seenaknya (dalam arti memilih sesembahan berbeda dengan sang kakek)? Pikiran saya kok meragukan itu, ya? Saya pikir, karena Abdul Muthalib adalah penyembah berhala, maka seluruh anggota keluarganya, terutama mereka yang masih memerlukan bimbingan, akan dibimbing menganut dan menyembah ke sesembahan yang dianut dan disembah oleh sang kepala keluarga.

Jadi, karena Abdul Muthalib adalah penyembah berhala, maka seluruh anggota keluarganya akan diarahkan dan dibimbing menjadi penyembah berhala. Sama seperti seorang kepala keluarga yang menganut Budha, ato Hindu, ato Islam, ato apapun, akan mengarahkan dan membimbing anggota keluarganya, terutama mereka yang masih dipandang belum 'dewasa' (baca: mampu berbuat untuk dirinya), agar menjadi seanutan dan satu sembahan dengan sang kepala keluarga.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   29th November 2012, 09:33

Husada wrote:
Kalau kita bandingkan dengan keluarga-keluarga sekarang, lepas dari apakah keluarga itu keluarga lengkap (ayah, ibu, dan anak-anak) atau tidak, adakah kemungkinan si kepala keluarga membiarkan anggota keluarganya memilih anutan lain dari anutan se kepala keluarga? Mungkin ada, jika anggota keluarga itu dipandang sudah cukup mengerti mengenai konsekuensi pilihannya. Jika anggota keluarga itu dipandang masih memerlukan bimbingan, apa mungkin si kepala keluarga membiarkan anggota keluarga itu berbuat semaunya sendiri?

Sepertinya sangat jarang ada kepala keluarga yang membiarkan sang anak untuk tidak mengikuti pilihannya.
Walaupun ada yang seperti itu (saya baru mengobrol dengan teman kuliah beragama Hindu yang tidak mempertanyakan apakah doktrin agama terhadap seorang anak merupakan hal yang baik atau tidak - dan dia ternyata tidak pernah didoktrin oleh orang tuanya dan dibiarkan memilih agama sesuai keinginannya sendiri)

Husada wrote:
Kembali ke Abdul Muthalib dengan Muhammad, jika Abdul Muthalib (yang merupakan kepala keluarga) adalah seorang penyembah berhala, apakah mungkin Abdul Muthalib membiarkan Muhammad muda seenaknya (dalam arti memilih sesembahan berbeda dengan sang kakek)? Pikiran saya kok meragukan itu, ya? Saya pikir, karena Abdul Muthalib adalah penyembah berhala, maka seluruh anggota keluarganya, terutama mereka yang masih memerlukan bimbingan, akan dibimbing menganut dan menyembah ke sesembahan yang dianut dan disembah oleh sang kepala keluarga.

Jadi, karena Abdul Muthalib adalah penyembah berhala, maka seluruh anggota keluarganya akan diarahkan dan dibimbing menjadi penyembah berhala. Sama seperti seorang kepala keluarga yang menganut Budha, ato Hindu, ato Islam, ato apapun, akan mengarahkan dan membimbing anggota keluarganya, terutama mereka yang masih dipandang belum 'dewasa' (baca: mampu berbuat untuk dirinya), agar menjadi seanutan dan satu sembahan dengan sang kepala keluarga.

Damai, damai, damai.

Pemikiran Anda sangat masuk akal dan logikanya dapat diterima... hanya saya melihat tidak ada catatan mengenai Rasulullah SAW melakukan penyembahan berhala jadi saya meragukan hal tersebut.

Dalam kasus seperti ini, memang ada dua pendapat yang didukung logikanya masing2.


Contoh lain:
Banyak orang berpendapat bahwa Maria Qibtiyah (budak Mesir) tidak pernah dinikahi Rasulullah SAW karena tidak ada hadits yang menunjukkan hal itu.
Tetapi kami meyakini Rasulullah SAW telah menikahi Maria Qibtiyah berdasarkan dalil2 Al Quran yang menetapkan perlunya pernikahan sebelum seseorang berhubungan pasutri apalagi hingga melahirkan seorang anak.

Dalam kasus di atas, ada dua pendapat yang didukung logikanya masing2... bukan begitu?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   29th November 2012, 10:36

Damai bagimu, Cah. Pikiran SIlancah banyak samanya dengan pikiran saya.

Saya tertarik dengan ini:
Silancah wrote:
Pemikiran Anda sangat masuk akal dan logikanya dapat diterima... hanya saya melihat tidak ada catatan mengenai Rasulullah SAW melakukan penyembahan berhala jadi saya meragukan hal tersebut.

Sebelumnya, saya ingin berkomentar tentang yang saya garisbawahi itu. Hal itu mengingatkan saya pada statement beberapa orang yang ingin membenarkan pengangkatan pejabat publik di Kepulauan Riau, di mana si pejabat publik tersebut adalah bekas tahanan karena perkara korupsi. Dikatakannya, semua aturan pemilihan pejabat publik dapat dipenuhi oleh orang itu, maka dia diangkat menjadi pejabat publik, meskipun bekas terpidana dalam kasus korupsi. Meski memenuhi aturan, kok terasa ada yang ngganjal, ya? Karena tidak ada aturan yang dilanggar dalam pemilihan orang itu menjadi pejabat publik, dipandang tidak masalah.

Kembali ke topik kita. Saya juga tidak menemukan tentang sesembahan atau anutan Muhammad sejak lahir hingga menerima ayat Al Qur'an (usia 40 tahun). Justru karena itu maka timbul pertanyaan saya seperti judul trit. Sebelum lahir, Muhammad sudah ditinggal ayahandanya. Sampai berumur 5 tahun Muhammad diasuh oleh Sa'd bin Bakr,
[You must be registered and logged in to see this link.] wrote:
Muhammad tinggal pada Keluarga Sa'd sampai mencapai usia lima tahun, menghirup jiwa kebebasan dan kemerdekaan dalam udara sahara yang lepas itu. Dari kabilah ini ia belajar mempergunakan bahasa Arab yang murni, sehingga pernah ia mengatakan kepada teman-temannya kemudian: "Aku yang paling fasih di antara kamu sekalian. Aku dari Quraisy tapi diasuh di tengah-tengah Keluarga Sa'd bin Bakr."
O ya. Ada alinea sebelumnya yang menurut pemahaman saya memberi informasi bahwa Muhammad ketika berumur 5 tahun, dikatakan sesat. Perhatikan yang bergaris bawah berikut ini:
[You must be registered and logged in to see this link.] wrote:
Sesudah lima tahun, kemudian Muhammad kembali kepada ibunya. Dikatakan juga, bahwa Halimah pernah mencari tatkala ia sedang membawanya pulang ketempat keluarganya tapi tidak menjumpainya. Ia mendatangi Abd'l-Muttalib dan memberitahukan bahwa Muhammad telah sesat jalan ketika berada di hulu kota Mekah. Lalu Abd'l-Muttalibpun menyuruh orang mencarinya, yang akhirnya dikembalikan oleh Waraqa bin Naufal, demikian setengah orang berkata.
Mungkin yang dimaksud ialah sesat jalan, dalam arti tidak tahu arah yang akan ditempuh untuk dapat kembali ke rumah ibunya. Tetapi, dengan munculnya nama Waraqa bin Naufal (yang dari literatur lain diketahui sebagai Pendeta Ebionite), menimbulkan dugaan bahwa sesat itu bukan sesat jalan semata-mata, terbuka kemungkinan sebagai pengertian sesat dari segi keimanan, bahwa iman selain yang diimani akan dikelaskan sebagai sesat.

Sebentar saja Muhammad muda diasuh oleh ibunya setelah kembali dari penyusuan keluarga Sa'd bin Bakr, kemudian ibunya meninggal. Maka Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Tetapi kakeknya juga meninggal ketika Muhammad muda masih berumur 8 tahun. Selanjutnya, Muhammad muda diasuh oleh pamannya, Abu Thalib, yang mengasihinya seperti anak sendiri, bahkan Abu Thalib selalu mendahulukan Muhammad daripada anaknya sendiri. Mengingat Abdul Muthalib adalah penyembah berhala, dan dikatakannya orang Quraisy jaman itu adalah penyembah berhala, maka tidak berlebihan menduga Abu Thalib juga sebagai penyembah berhala. Ketika Muhammad muda bersama Waraqa bin Naufal, dikatakan bahwa Muhammad sesat jalan (yang bergaris bawah alinea di atas), saya artikan bahwa ketika itu, penyembah berhala menuduh Waraqa bin Naufal (penganut Ebionite) sebagai sesat.



_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   29th November 2012, 14:16

Sejak berusia 8 tahun, sepeninggal kakeknya, Muhammad muda diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Di posting sebelumnya, sudah diketahui bahwa Abu Thalib memperlakukan Muhammad muda dengan penuh kasih sayang. Muhammad muda selalu didahulukan oleh Abu Thalib daripada anak-anaknya sendiri. Abu Thalib sungguh mengasihi Muhammad.

Demikianlah, pada saat Muhammad berumur 12 tahun, dia dibawa oleh Abu Thalib dalam ekspedisi dagang keluar Arab. Tidak dikisahkan bahwa pada ekspedisi itu Abu Thalib membawa anaknya sendiri, tetapi membawa Muhammad. Pada ekspedisi itulah Muhamad muda berkenalan dengan Buhaira, seorang pendeta Nestorian. Nestorian, sama dengan Ebionite, adalah sekte atau aliran Kristen yang menmpercayai bahwa Jesus Kristus adalah manusia semata, Jesus Kristus adalah nabi, bukan Tuhan.

Saya belum menemukan literatur yang berisikan interaksi antara Buhaira dengan Muhammad. Namun Wikipedia memberitahukan
[You must be registered and logged in to see this link.] wrote:
Buhaira (Arabبحير, Buheira, Bahira) adalah seorang mantan Yahudi yang menjadi rahib Kristen Nestorian yang melihat tanda-tanda kenabian Muhammad. Ia tinggal di kota Bushra, Selatan Syam (sekarang Syria) 600 tahun yang lalu.
Entah apa interaksi antara Buhaira kepada Muhammad, sehingga Buhaira menyimpulkan bahwa Muhammad memiliki tanda-tanda kenabian.

Seperti pada posting sebelum ini, ingin saya ulangi lagi bahwa hingga saat ini, saya belum menemukan sesuatu literatur yang mengungkapkan anutan atau ssembahan Muhammad sejak lahir. Yang terinformasi ialah bahwa Abdul Muthalib, kakek Muhammad adalah seorang penyembah berhala. Mengingat Abu Thalib adalah anak Abdul Muthalib, saya cenderung menganggap bahwa Abu Thalib juga penyembah berhala. Saat Muhammad muda berusia 5 tahun, sekembalinya dari penyusuan keluarga Sa'd bin Bakr, Muhammad pernah dikatakan sesat jalan, ternyata dikembalikan oleh Waraqa bin Naufal, seorang pendeta Ebionite.

Kemudian, pada umur 12 tahun, Muhammad muda bertemu dengan rahib (pendeta) Buhaira (seorang Nestorian), dan Buhaira melihat tanda kenabian pada diri Muhammad. Menurut logika saya, agak aneh kalau seorang penganut suatu kepercayaan, justru melihat tanda kenabian kepercayaan lain pada diri seseorang. Yang ingin saya katakan ialah, tanda kenabian yang dilihat oleh Rabib Buhaira di diri Muhammad muda, adalah tanda kenabian Nestorian, sesuai dengan kepercayaan Buhaira.

Dengan demikian, maka kepercayaan Muhammad muda (12 tahun) condong ke Nestorian, atau Ebionite yang telah didapatnya dari Waraqa bin Naufal ketika dia berusia 5 tahun. Kedua aliran itu, dikatakannya adalah aliran Kristen (Monoteisme) yang tidak mengakui ketuhanan Jesus Kristus.

Waraqa bin Naufal adalah kerabat Khadijah (istri pertama Muhammad). Mengingat Waraqa bin Naufal adalah pendeta Ebionite, saya cenderung menduga bahwa Khadijah menganut Ebionite juga. Kemudian, meski saya belum menemukan literatur berisikan pertemuan Khadijah dengan Muhammad, saya menduga bahwa Khadijah bertemu Muhammad bukan hanya pada saat mau menikah saja. Mengingat Khadijah seorang kaya, dan sudah menjanda 2 kali, dan sudah dilamar oleh para petinggi domestik dan manca negara, terlalu naif kalau baru ketemu dengan Muhammad lalu jatuh cinta dan menikah. Idealnya, Khadijah sudah mengenal Muhammad secara detil, maka Khadijah mau menikah dengan Muhammad. Apalagi Khadijah berkerabat dengan Waraqa bin Naufal, tentu pikiran Waraqa bin Naufal mengenai Muhammad, pasti menjadi salah satu pertimbangan Khadijah untuk diperistri oleh Muhammad.

Dari kisah analisis di atas, saya menduga, bahwa ketika Muhammad menikahi Khadijah, Muhammad adalah seorang Nestorian, atau Ebionite. Mengingat menjelang pernikahannya dengan Khadijah banyak berinteraksi dengan Waraqa bin Naufal yang seorang Pendeta Ebionite, maka dugaan saya jatuh pada anutan Muhammad ketika itu ialah Ebionite. Mengingat Khadijah adalah kerabat Waraqa bin Naufal, saya menduga bahwa Khadijah adalah seorang Ebionite. Mengingat selama berkeluarga dengan Khadijah, Muhammad tidak menikahi perempuan lain, semakin memperbesar dugaan saya bahwa ketika menikahi Khadijah, Muhammad menganut Ebionite, sehingga pernikahan mereka adalah perkawinan Kristen (Ebionite) yang mengenal perkawinan monogami.

Ada pendapat lain?

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   29th November 2012, 15:25

Saya sependapat dengan apa yang dipaparkan oleh mod Hus di atas, tetapi tentu saja kita harus melihatnya betul betul dari sudut sejarah, bukan atas dasar iman. Karena kalau sudah bicara iman, maka mau tidak mau, seorang Muslim harus menolak pendapat itu.

Satu lagi yang bisa ditambahkan adalah perbandingan antara ajaran ebyonit / Nestorian dengan apa yang diajarkan oleh Muhamad. Dalam hal ini adalah kisah kisah yang berkembang pada ajaran Nestorian, dan tentu saja adalah doktrin doktrin ajaran yang dianut oleh penganut Ebyonit / Nestorian dibandingkan dengan doktrin Islam yang diajarkan oleh Muhamad.

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   29th November 2012, 15:58

Quote :
The Spread of Assyrian "Nestorianism"

The Assyrian Church produced many zealous missionaries, who traveled and preached throughout the Persian Empire and Central and East Asia during the seventh and eighth centuries. During the same period many Nestorian scholars, having escaped the Byzantines, settled in Gundishapur, Persia and Muharraq in Bahrain, bringing with them many ancient Greco-Roman philosophical, scientific, and literary texts. Nestorian Christianity reached China by 635, and its relics can still be seen in Chinese cities such as Xi'an. Around this same time, Nestorian Christianity penetrated into Mongolia, eventually reaching as far as Korea. The Nestorian Stele, set up on January 7, 781, at the then-capital of Chang'an, describes the introduction of Christianity into China from Persia in the reign of Tang Taizong.
The legacy of the missionaries remains in the Assyrian churches still to be found in Iraq, Iran, and India.
There is evidence from within the hadith that Muhammad had contact with Nestorian Christians. Particularly of interest are the similarities between Muslim raka'ah (ritual prayer) and the genuflections performed by Nestorians during Lent.

Selanjutnya silahkan klik [You must be registered and logged in to see this link.]



_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   29th November 2012, 15:59

Analisis yang menarik bro Husada...

Husada wrote:
Perhatikan yang bergaris bawah berikut ini:
[You must be registered and logged in to see this link.] wrote:
Sesudah lima tahun, kemudian Muhammad kembali kepada ibunya. Dikatakan juga, bahwa Halimah pernah mencari tatkala ia sedang membawanya pulang ketempat keluarganya tapi tidak menjumpainya. Ia mendatangi Abd'l-Muttalib dan memberitahukan bahwa Muhammad telah sesat jalan ketika berada di hulu kota Mekah. Lalu Abd'l-Muttalibpun menyuruh orang mencarinya, yang akhirnya dikembalikan oleh Waraqa bin Naufal, demikian setengah orang berkata.
Mungkin yang dimaksud ialah sesat jalan, dalam arti tidak tahu arah yang akan ditempuh untuk dapat kembali ke rumah ibunya. Tetapi, dengan munculnya nama Waraqa bin Naufal (yang dari literatur lain diketahui sebagai Pendeta Ebionite), menimbulkan dugaan bahwa sesat itu bukan sesat jalan semata-mata, terbuka kemungkinan sebagai pengertian sesat dari segi keimanan, bahwa iman selain yang diimani akan dikelaskan sebagai sesat.

Menurut saya terlalu jauh untuk menyimpulkan bahwa kata sesat jalan itu sebagai sesat dari segi keimanan.
Menurut saya, runutan kisah yang disajikan Muhammad Haekal pada bagian ini sebenarnya sederhana dan dapat diterima secara harfiah, tidak usah dibuat njelimet.
Ingat, saat Halimah memberitahukan kakeknya bahwa Rasulullah SAW cililk 'sesat jalan,' dia mengucapkannya karena ia tidak menjumpainya di mana pun... bukan karena ia melihat Rasulullah SAW dibawa pergi oleh Waraqa bin Naufal.

Saya berpendapat bahwa kisah ini sedang membicarakan Rasulullah SAW cilik yang tersesat jalan saat hendak mencari tempat keluarganya.

Husada wrote:
Ketika Muhammad muda bersama Waraqa bin Naufal, dikatakan bahwa Muhammad sesat jalan (yang bergaris bawah alinea di atas), saya artikan bahwa ketika itu, penyembah berhala menuduh Waraqa bin Naufal (penganut Ebionite) sebagai sesat.

Kembali, sebutan bahwa Rasulullah SAW cilik sesat jalan diucapkan sebelum mereka mengetahui bahwa beliau bersama Waraqa...
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   29th November 2012, 18:26

bruce wrote:

Saya sependapat dengan apa yang dipaparkan oleh mod Hus di atas, tetapi tentu saja kita harus melihatnya betul betul dari sudut sejarah, bukan atas dasar iman. Karena kalau sudah bicara iman, maka mau tidak mau, seorang Muslim harus menolak pendapat itu.
salam bro bruce,

sy jg sama bro, sependapat dgn apa yg dijelaskan bro Husada...
dan memang kita harus melihatnya dr sudut sejarah bukan dgn dasar iman.. klo iman kan cukup dgn modal percaya dan keyakinan aj..

bruce wrote:

Satu lagi yang bisa ditambahkan adalah perbandingan antara ajaran ebyonit / Nestorian dengan apa yang diajarkan oleh Muhamad. Dalam hal ini adalah kisah kisah yang berkembang pada ajaran Nestorian, dan tentu saja adalah doktrin doktrin ajaran yang dianut oleh penganut Ebyonit / Nestorian dibandingkan dengan doktrin Islam yang diajarkan oleh Muhamad.

Salam
banyak ahli2 sejarah dan bukti2 catatan sejarah menduga bahwa memang Muhammad sebelumnya adl penganut ajaran Nestorian/Ebyonit ini bro, entah krn hubungannya dgn Waraqah yg pendeta dan jg kerabat dekat isteri pertamanya Khadijah atau ajaran2 Muhammad sendiri yg mirip2 dgn ajaran tsb..
jd sangat memungkinkan bahwa agama/kepercayaan Muhammad sebelum/pd saat menikah dgn Khadijah adl Kristen Nestorian/Ebyonisme ini bro, walau mungkin pd waktu kecilnya dia menganut ajaran Polytheisme..
ya klo kemungkinannya bukan seperti itu, ada kemungkinan lainnya, bisa aj Muhammad itu sebelumnya tidak memiliki agama alias atheis... Laughing

sy mungkin tidak begitu paham dgn ajaran Kristen Nestorian / ajaran Ebyonisme ini bro, tp bukankah umumnya penganut Kristen itu mempercayai bahwa Yesus mati di kayu salib ? tp knapa yg diajarkan ol Muhammad tidak mengajarkan seperti itu ya ?? krn katanya Yesus itu tidak disalibkan, yg disalibkan itu orang lain yg "diserupakan" wajahnya... omg

salam
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   29th November 2012, 19:46

nothingman wrote:

banyak ahli2 sejarah dan bukti2 catatan sejarah menduga bahwa memang Muhammad sebelumnya adl penganut ajaran Nestorian/Ebyonit ini bro, entah krn hubungannya dgn Waraqah yg pendeta dan jg kerabat dekat isteri pertamanya Khadijah atau ajaran2 Muhammad sendiri yg mirip2 dgn ajaran tsb..
jd sangat memungkinkan bahwa agama/kepercayaan Muhammad sebelum/pd saat menikah dgn Khadijah adl Kristen Nestorian/Ebyonisme ini bro, walau mungkin pd waktu kecilnya dia menganut ajaran Polytheisme..

Mana bukti atau catatan sejarahnya.... siapa yang mengeluarkan pernyataan seperti itu?
Coba disampaikan di forum ini...
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 09:24

Silancah wrote:
Analisis yang menarik bro Husada...
Terima kasih, Cah. Mungkin, akan sulit melepaskan diri dari faktor subyektifitas, maka di bagian akhir, saya minta pandangan lain, untuk memperkaya, dan mendekatkan kepada obyektivitas dengan mengatakan, "Ada pendapat lain?".

Quote :
Menurut saya terlalu jauh untuk menyimpulkan bahwa kata sesat jalan itu sebagai sesat dari segi keimanan.
Menurut saya, runutan kisah yang disajikan Muhammad Haekal pada bagian ini sebenarnya sederhana dan dapat diterima secara harfiah, tidak usah dibuat njelimet.
Ingat, saat Halimah memberitahukan kakeknya bahwa Rasulullah SAW cililk 'sesat jalan,' dia mengucapkannya karena ia tidak menjumpainya di mana pun... bukan karena ia melihat Rasulullah SAW dibawa pergi oleh Waraqa bin Naufal.
Setelah saya pikir-pikir, Silancah betul. Bahwa ketika itu, terlalu muda (5 tahun) bagi Muhammad didoktrin oleh Waraqa bin Naufal, walaupun akhirnya, dari literatur lain, kita tahu bahwa Waraqa bin Naufal adalah pendeta Ebinite. Mungkin, pada saat itu (ketika Muhammad masih 5 tahun), Waraqa bin Naufal belum jadi pendeta Ebionite. Tetapi, besar kemungkinan, karena Waraqa bin Naufal akhirnya menjadi pendeta Ebionite, maka pada saat pertemuannya itu juga (yaitu ketika Muhammad berumur 5 tahun itu), Waraqa adalah seorang penganut Ebionite.

Quote :
Saya berpendapat bahwa kisah ini sedang membicarakan Rasulullah SAW cilik yang tersesat jalan saat hendak mencari tempat keluarganya.
Yap, saya sepakat. Fakta yang tidak dapat kita sangkal dari kisah itu, bahwa pada saat umur 5 tahun, Muhammad muda sudah berkenalan dengan Waraqa bin Naufal. Dan bila dikaitkan dengan judul trit, maka pada saat itu, sangat kuat pandangan yang mengatakan bahwa sesembahan atau anutan Muhammad masih seperti sesembahan atau anutan Abdul Muthalib (kakeknya) dan Abu Thalib (pamannya).

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara


Terakhir diubah oleh Husada tanggal 30th November 2012, 09:26, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 09:26

Husada wrote:
Dan bila dikaitkan dengan judul trit, maka pada saat itu, sangat kuat pandangan yang mengatakan bahwa sesembahan atau anutan Muhammad masih seperti sesembahan atau anutan Adul Muthalib (kakeknya) dan Abu Thalib (pamannya).

Damai, damai, damai.

Logika yang wajar... tetapi saya memilih untuk berseberangan pendapat selama tidak ada bukti bahwa Rasulullah SAW cilik menyembah sesembahan kakek atau pamannya tersebut.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 09:31

Silancah wrote:
Husada wrote:
Dan bila dikaitkan dengan judul trit, maka pada saat itu, sangat kuat pandangan yang mengatakan bahwa sesembahan atau anutan Muhammad masih seperti sesembahan atau anutan Adul Muthalib (kakeknya) dan Abu Thalib (pamannya).

Damai, damai, damai.

Logika yang wajar... tetapi saya memilih untuk berseberangan pendapat selama tidak ada bukti bahwa Rasulullah SAW cilik menyembah sesembahan kakek atau pamannya tersebut.

Pilihan yang wajar kang. Walau secara logika, adalah wajar kalau Muhamad kecil beragama sesuai apa yang dianut oleh orang tua dan lingkungannya. Seperti juga bagi Kristen, adalah wajar kalau Jesus kecil beragama Yahudi.

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 09:40

Silancah wrote:
Husada wrote:
Dan bila dikaitkan dengan judul trit, maka pada saat itu, sangat kuat pandangan yang mengatakan bahwa sesembahan atau anutan Muhammad masih seperti sesembahan atau anutan Adul Muthalib (kakeknya) dan Abu Thalib (pamannya).

Damai, damai, damai.

Logika yang wajar... tetapi saya memilih untuk berseberangan pendapat selama tidak ada bukti bahwa Rasulullah SAW cilik menyembah sesembahan kakek atau pamannya tersebut.
Terima kasih, Cah.

Agar fair, Silancah juga sebaiknya memberika dasar pendapat.

Saya, berpendapat bahwa Muhammad muda seanutan atau sesembahan dengan kakek dan pamannya, berdasarkan bahwa umur Muhammad masih 5 tahun, yang segala sesuatu urusannya masih dikerjakan oleh pengasuhnya (mungkin orang tua, atau paman, atau bibi, atau kakek, atau lainnya) yang dikategorikan sebagai orang dewasa. Nah, kalau Silancah memiliki pendapat lain, tentu ada dasarnya. Tapi mohon jangan karena melihat masa depan Muhammad yang diakui sebagai nabi.

Diskusi kita masih menelusuri sesembahan atau anutan Muhammad, sejak dia lahir sampai menikahi Khadijah saat Muhammad berusia 25 tahun. Menurut hemat saya, pada umur-umur seperti itu (0 - 25 tahun), bila ada perubahan sesembahan atau anutan, akan diinformasikan di sejarah hidupnya. Apalagi Muhammad tergolong sebagai orang besar kalau dilihat dari jumlah pengikutnya. Nah, kalau ada literatur yang menceritakan secara gamblang, maka pertanyaan judul trit sudah terjawab. Karena kita tidak memiliki literatur yang berkisah tentang sesembahan atau anutan Muhammad sejak kelahirannya hingga dia menikah pertama kali, maka kita harus menggunakan literatur yang ada, dengan mempertimbangkan kecenderungan-kecenderungan. Begitu, bukan?

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 10:26

Husada wrote:
Terima kasih, Cah.

Agar fair, Silancah juga sebaiknya memberika dasar pendapat.

Karena kita tidak memiliki literatur yang berkisah tentang sesembahan atau anutan Muhammad sejak kelahirannya hingga dia menikah pertama kali, maka kita harus menggunakan literatur yang ada, dengan mempertimbangkan kecenderungan-kecenderungan. Begitu, bukan?

Damai, damai, damai.

Baik bro Husada...

Sudah sewajarnya dan saatnya saya menyampaikan apa yang mendasari pendapat saya bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menjadi penyembah berhala.
Beberapa dasar pertama saya ambil berdasarkan tafsir Al Quran berikut ini:
1. QS Adh Dhuhaa 93:6 "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu."
Seperti yang diketahui bersama ayah beliau meninggal ketika beliau masih dalam kandungan ibunya, lalu beliau secara berturut2 dirawat oleh ibu, kakek, dan pamannya yang memiliki pengaruh dan kekuasaan di kaumnya sehingga pamannya meninggikan derajat Rasulullah SAW dan melindunginya hingga beliau diangkat menjadi Rasul.
Semua itu terjadi atas takdir Allah dan pengaturan-Nya.
--> Apakah perlindungan yang diberikan dan ditakdirkan Allah SWT hanya meliputi keamanan fisik dan lahiriah saja? Saya berpendapat tidak. Allah SWT tentunya akan melindungi beliau dari sisi iman pula. Walaupun berada di lingkungan keluarga dan masyarakat penyembah berhala, dengan perlindungan Allah SWT, Rasulullah SAW cilik tidak pernah menjadi penyembah berhala.

2. QS Adh Dhuha 93:7 "Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk."
Terdapat kisah Rasulullah SAW cilik pernah tersesat di jalanan gunung yang terletak di Makkah kemudian beliau mampu pulang kembali dengan selamat. Saat itu terjadi ketika beliau bersama pamannya ke Syam. Beliau naik unta di malam hari lalu iblis datang dan menyelewengkan beliau dari jalan yang sebenarnya. Selanjutnya jibril as datang dan meniup iblis dengan sekali tiupan sehingga menjauh darinya lalu Jibril as mengarahkan binatang kendaraan Nabi ke jalannya.
---> Apakah petunjuk ini hanya sekadar petunjuk jalan? Analisisnya bisa seperti itu, tetapi bisa juga analisisnya berbunyi bahwa Jibril as selalu memberikan petunjuk dalam keimanan agar Rasulullah SAW tidak usah kebingungan lagi dalam seumur hidupnya.

Lalu berikutnya dari buku sejarah Nabi Muhammad SAW
3. Dalam [You must be registered and logged in to see this link.]
Disebutkan bahwa
Quote :
Dalam hal ini Sir William Muir tidak mau menyebutkan cerita tentang dua orang berbaju putih itu, dan hanya menyebutkan,
bahwa kalau Halimah dan suaminya sudah menyadari adanya suatu gangguan kepada anak itu, maka mungkin saja itu adalah suatu
gangguan krisis urat-saraf, dan kalau hal itu tidak sampai mengganggu kesehatannya ialah karena bentuk tubuhnya yang
baik. Barangkali yang lainpun akan berkata: Baginya tidak diperlukan lagi akan ada yang harus membelah perut atau
dadanya, sebab sejak dilahirkan Tuhan sudah mempersiapkannya supaya menjalankan risalahNya.
Dermenghem berpendapat, bahwa
cerita ini tidak mempunyai dasar kecuali dari yang diketahui orang dari teks ayat yang berbunyi: "Bukankah sudah Kami
lapangkan dadamu? Dan sudah Kami lepaskan beban dari kau? Yang telah memberati punggungmu?" (Qur'an 94: 1-3)
Tafsir ayat 1-3 adalah: Kami telah menerangi dadamu dengan cahaya Kami. Dan Kami jadikan dadamu lapang, lebar, dan luas.
Apakah maksud pelapangan dada Rasulullah SAW? Buat apa dilapangkan? Jawabannya dapat ditemukan dalam:
QS Al An'aam 6:125 "Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam...."
---> Mengikuti pemahaman di atas, sudah jelas bahwa Allah SWT telah melapangkan dada Rasulullah SAW agar beliau dapat menerima cahaya dan petunjuk-Nya sedari kecil.

4. Tetapi di sisi lain, banyak pula yang memercayai hadits kedatangan malaikat pada Rasulullah SAW cilik seperti yang dicantumkan dalam buku The Great Story of Muhammad karya Ahmad Hatta dkk terbitan Pustaka Maghfirah di halaman 73-74:
Muhammad kecil yang berusia empat tahun sedang bermain di perkampungan Bani Sa'ad lalu malaikat Jibril as datang dan merengkuh tubuhnya. Lalu Jibril as membuka baju, membelah dada, dan mengambil hatinya. Segumpal darah dikeluargkan dari dalam hati seraya Jibril as berkata "Ini bagian setan dalam dirimu!" Dia mencuci gumpalan darh di dalam bejana emas dengan air zamzam lalu dikembalikan ke tempat semula di dalam tubuh Muhammad (HR Muslim)
Anas berkata: "Sungguh aku telah melihat bekas jahitan itu di dada Nabi SAW" (HR Muslim)
Pembedahan Muhammad tidak hanya terjadi dalam pengasuhan Halimah. Menurut Ahmad dan Ibnu Asakir, hal serupa juga terjadi saat Muhammad berusia 10 tahun lebih beberapa bulan (Al Fathar Rabbani dan Tarikh Madinah Dimasyqi)

Hikmah pembelahan dada Nabi SAW menurut Dr. Ramadhan al-Buthi:
1. Memberitahukan keberadaannya sebagai Rasul yang maksum (bersih dari dosa) dan menyiapkannya sebagai pembawa wahyu Ilahi.
2. Proses pencucian jiwa sehingga beliau terbebas dari aktivitas yang tidak bermanfaat dan berbahaya
3. Membentuk karakter Nabi SAW sebagai pribadi yang tangguh, teguh, bijak, dan ksatria. Tidak ada ruang bagi setan untuk menggoda dan menjerumuskanya


Demikian kiranya bro husada, beberapa hal yang meyakinkan saya bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menyembah berhala dalam hidupnya sedari kecil hingga akhir hayatnya.

Wallahu a'lam
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 11:08

Makasih, Cah.

Belum sempat menimpali.

Salam damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 15:26

Silancah wrote:
Baik bro Husada...
Okelah, Cah.
Quote :
Sudah sewajarnya dan saatnya saya menyampaikan apa yang mendasari pendapat saya bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menjadi penyembah berhala.
Beberapa dasar pertama saya ambil berdasarkan tafsir Al Quran berikut ini:
1. QS Adh Dhuhaa 93:6 "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu."
Cah, saya pikir, semua ayat yang diterima Muhammad, diturunkan setelah Muhammad berumur 40 tahun atau lebih. Dan, pun kalau seseorang dikatakan dilindungi oleh Allah, bukan jaminan bahwa dia tidak melakukan dosa, termasuk pemujaan berhala. Sebab, tiap orang punya ego. Egonyalah yang membawa orang itu ke dalam perbuatan dosa. dari QS 48:2 [48:2] supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, jelas bahwa terbuka kemungkinan si penerima ayat itu melakukan dosa (memang tidak dinyatakan sebagai pemujaan berhala). Saya tidak atau belum pernah mencermati ayat ini tentang kapan dan mengapa diturunkan. Tetapi, saya artikan, dimungkinkan si penerima ayat itu melakukan dosa.
Quote :
2. QS Adh Dhuha 93:7 "Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk."
Semua ayat yang diterima Muhammad diturunkan setelah dia berumur 40 tahun atau lebih. Ayat ini juga tidak memastikan bahwa si penerima ayat tidak melakukan dosa (termasuk pemujaan berhala). Yang diberi adalah petunjuk, dan jika si penerima petunjuk melaksanakannya, benar, dia akan seperti yang diharapkan pemberi petunjuk. Sebaliknya, bila penerima petunjuk itu hanya melakukan yang disukainya (mungkin juga memuja berhala karena berbagai alasan), maka petunjuk itu tidak berarti apa-apa.
Quote :
3. Dalam [You must be registered and logged in to see this link.]
Disebutkan bahwa
Quote :
Dalam hal ini Sir William Muir tidak mau menyebutkan cerita tentang dua orang berbaju putih itu, dan hanya menyebutkan,
bahwa kalau Halimah dan suaminya sudah menyadari adanya suatu gangguan kepada anak itu, maka mungkin saja itu adalah suatu
gangguan krisis urat-saraf, dan kalau hal itu tidak sampai mengganggu kesehatannya ialah karena bentuk tubuhnya yang
baik. Barangkali yang lainpun akan berkata: Baginya tidak diperlukan lagi akan ada yang harus membelah perut atau
dadanya, sebab sejak dilahirkan Tuhan sudah mempersiapkannya supaya menjalankan risalahNya.
Dermenghem berpendapat, bahwa
cerita ini tidak mempunyai dasar kecuali dari yang diketahui orang dari teks ayat yang berbunyi: "Bukankah sudah Kami
lapangkan dadamu? Dan sudah Kami lepaskan beban dari kau? Yang telah memberati punggungmu?" (Qur'an 94: 1-3)
Tafsir ayat 1-3 adalah: Kami telah menerangi dadamu dengan cahaya Kami. Dan Kami jadikan dadamu lapang, lebar, dan luas.
Saya kira, tafsir adalah tafsir, bukan karena melihat bukti valid dan otentik.
Quote :
4. Tetapi di sisi lain, banyak pula yang memercayai hadits kedatangan malaikat pada Rasulullah SAW cilik seperti yang dicantumkan dalam buku The Great Story of Muhammad karya Ahmad Hatta dkk terbitan Pustaka Maghfirah di halaman 73-74:
Muhammad kecil yang berusia empat tahun sedang bermain di perkampungan Bani Sa'ad lalu malaikat Jibril as datang dan merengkuh tubuhnya. Lalu Jibril as membuka baju, membelah dada, dan mengambil hatinya. Segumpal darah dikeluargkan dari dalam hati seraya Jibril as berkata "Ini bagian setan dalam dirimu!" Dia mencuci gumpalan darh di dalam bejana emas dengan air zamzam lalu dikembalikan ke tempat semula di dalam tubuh Muhammad (HR Muslim)
Anas berkata: "Sungguh aku telah melihat bekas jahitan itu di dada Nabi SAW" (HR Muslim)
Pembedahan Muhammad tidak hanya terjadi dalam pengasuhan Halimah. Menurut Ahmad dan Ibnu Asakir, hal serupa juga terjadi saat Muhammad berusia 10 tahun lebih beberapa bulan (Al Fathar Rabbani dan Tarikh Madinah Dimasyqi)
Mengingat Muhammad memiliki pedang, saya meragukan "bekas jahitan" di dada beliau adalah bekar pekerjaan malaikat atau hanya sekedar sobekan pedang lain ketika Muhammad berkelahi. Malaikat, sepemahaman saya, mendapat mandat dari Allah, maka malaikan akan mampu menutup luka yang dibuatnya seperti tidak pernah terjadi 'pembedahan'.

Quote :
Hikmah pembelahan dada Nabi SAW menurut Dr. Ramadhan al-Buthi:
1. Memberitahukan keberadaannya sebagai Rasul yang maksum (bersih dari dosa) dan menyiapkannya sebagai pembawa wahyu Ilahi.
Ternyata ada ayat-ayat Al Qur'an yang menyatakan bahwa Muhammad berdosa, atau setidaknya punya kecenderungan berdosa. Selain QS 48:2 tsb di atas, masih ada ayat-ayat lain yang menunjukkan Muhammad berdosa, atau setidaknya menggambarkan kecenderungan Muhammad berdosa, antara lain QS 47:19 Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal. .
[/quote]2. Proses pencucian jiwa sehingga beliau terbebas dari aktivitas yang tidak bermanfaat dan berbahaya[/quote]Komentar saya, sama dengan komentar poin 1.
Quote :
3. Membentuk karakter Nabi SAW sebagai pribadi yang tangguh, teguh, bijak, dan ksatria. Tidak ada ruang bagi setan untuk menggoda dan menjerumuskanya
Komentar saya, sama dengan komentar poin 1.

Begitu pikiran saya, Cah.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 15:36

Husada wrote:
Cah, saya pikir, semua ayat yang diterima Muhammad, diturunkan setelah Muhammad berumur 40 tahun atau lebih. Dan, pun kalau seseorang dikatakan dilindungi oleh Allah, bukan jaminan bahwa dia tidak melakukan dosa, termasuk pemujaan berhala. Sebab, tiap orang punya ego. Egonyalah yang membawa orang itu ke dalam perbuatan dosa. dari QS 48:2 [48:2] supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni'mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, jelas bahwa terbuka kemungkinan si penerima ayat itu melakukan dosa (memang tidak dinyatakan sebagai pemujaan berhala). Saya tidak atau belum pernah mencermati ayat ini tentang kapan dan mengapa diturunkan. Tetapi, saya artikan, dimungkinkan si penerima ayat itu melakukan dosa.

Memang benar bahwa semua ayat disampaikan kepada Rasulullah SAW setelah beliau diangkat menjadi Rasul yaitu ketika beliau berusia 40 tahun.
Tetapi jika diperhatikan kalimatnya, maka ayat itu merujuk kepada masa lalu.

Tentu saja Rasulullah SAW pernah melakukan berbuat kesalahan dan dosa, saya pernah membahasnya di LT yang lama.
Tetapi dosa/kesalahan itu merupakan dosa yang kecil (dalam artian tidak menyekutukan Allah SWT yang merupakan dosa paling besar) dan langsung ditegur oleh Allah SWT dan beliau langsung bertobat (sebagaimana yang dilakukan semua Rasul karena mereka semua memiliki sifat ma'shum - bersih dari dosa - setiap berdosa langsung ditegur dan bertobat)

Penjelasan di atas sekalian menanggapi sejumlah postingan Anda berikutnya di bawah ini

Husada wrote:

Semua ayat yang diterima Muhammad diturunkan setelah dia berumur 40 tahun atau lebih. Ayat ini juga tidak memastikan bahwa si penerima ayat tidak melakukan dosa (termasuk pemujaan berhala). Yang diberi adalah petunjuk, dan jika si penerima petunjuk melaksanakannya, benar, dia akan seperti yang diharapkan pemberi petunjuk. Sebaliknya, bila penerima petunjuk itu hanya melakukan yang disukainya (mungkin juga memuja berhala karena berbagai alasan), maka petunjuk itu tidak berarti apa-apa.

Husada wrote:
Saya kira, tafsir adalah tafsir, bukan karena melihat bukti valid dan otentik.

Bukti otentik seperti apa?
Informasi yang menyatakan Rasulullah SAW cilik pernah menyembah berhala di Ka'bah?
Sayangnya bagi Anda, hal seperti itu tidak pernah ditemukan.

Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 16:42

Jadi, kalau dikaitkan ke judul trit, belum suatu agamakah eksis saat itu? Sepertinya sudah, paling sedikit ada dua, yaitu Nestorian (salah satu rahibnya ialah Buhaira), dan Ebionite (salah satu pendetanya adalah Waraqa bin Naufal). Seperti saya posting terdahulu, menurut dugaan saya, mengingat Khadijah adalah kerabat Waraqa bin Naufal, maka saya menduga, Khadijah adalah penganut Ebionite.

Nah, tentang Muhammad, pada saat dia berumur 25 tahun, Islam yang seperti sekarang (bersyahadat dua kalimat) belum ada, kan? Adakah agamanya?

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 16:44

Husada wrote:
Jadi, kalau dikaitkan ke judul trit, belum suatu agamakah eksis saat itu? Sepertinya sudah, paling sedikit ada dua, yaitu Nestorian (salah satu rahibnya ialah Buhaira), dan Ebionite (salah satu pendetanya adalah Waraqa bin Naufal). Seperti saya posting terdahulu, menurut dugaan saya, mengingat Khadijah adalah kerabat Waraqa bin Naufal, maka saya menduga, Khadijah adalah penganut Ebionite.

Nah, tentang Muhammad, pada saat dia berumur 25 tahun, Islam yang seperti sekarang (bersyahadat dua kalimat) belum ada, kan?

Syahadatain seperti sekarang, dengan terselip nama Muhammad di dalamnya, belum ada karena beliau belum diangkat menjadi Rasul.
Tetapi syahadat kepada nabi lain seperti Nabi Ibrahim as atau Nabi Ismail as sudah ada.

Saya menduga Rasulullah SAW cilik menganut agama ketauhidan (menyembah satu Tuhan) tetapi kurang tahu apakah beliau mengucapkan syahadar entah kepada Nabi Ibrahim as atau Nabi Ismail as... saya belum menemukannya.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 16:48

Quote :
Saya menduga Rasulullah SAW cilik menganut agama ketauhidan (menyembah satu Tuhan) tetapi kurang tahu apakah beliau mengucapkan syahadar entah kepada Nabi Ibrahim as atau Nabi Ismail as... saya belum menemukannya.

Jika sesuai urutannya, maka tentunya Nabi bersyahadat kepada Nabi Isa AS, kang.

Laughing

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 16:51

bruce wrote:
Quote :
Saya menduga Rasulullah SAW cilik menganut agama ketauhidan (menyembah satu Tuhan) tetapi kurang tahu apakah beliau mengucapkan syahadar entah kepada Nabi Ibrahim as atau Nabi Ismail as... saya belum menemukannya.

Jika sesuai urutannya, maka tentunya Nabi bersyahadat kepada Nabi Isa AS, kang.

Laughing

Nabi Isa as diutus untuk kaumnya, Bani Israil, bang... QS Ash Shaaf 61:6 "Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,..."

Jadi orang Arab tidak bersyahadat kepada beliau.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 16:53

Silancah wrote:
bruce wrote:
Quote :
Saya menduga Rasulullah SAW cilik menganut agama ketauhidan (menyembah satu Tuhan) tetapi kurang tahu apakah beliau mengucapkan syahadar entah kepada Nabi Ibrahim as atau Nabi Ismail as... saya belum menemukannya.

Jika sesuai urutannya, maka tentunya Nabi bersyahadat kepada Nabi Isa AS, kang.

Laughing

Nabi Isa as diutus untuk kaumnya, Bani Israil, bang... QS Ash Shaaf 61:6 "Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,..."

Jadi orang Arab tidak bersyahadat kepada beliau.

Jadi, kepada Ibrahim AS ?

Laughing

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 16:54

bruce wrote:

Jadi, kepada Ibrahim AS ?

Laughing

Wallahu a'lam...
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   30th November 2012, 17:04

Karena Ibrahim setahu saya tidak menyampaikan ajaran agama, dan tidak menyampaikan kitab suci.

Razz

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?   Today at 00:20

Kembali Ke Atas Go down
 
Ada yang tahu agama Muhammad saat menikahi Khadijah?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 2Pilih halaman : Previous  1, 2
 Similar topics
-
» Funky KOpral, ada yang tahu ?? c'mon masuk
» [ASK] Apa sih opini, pendapat, dan pandangan kalian terhadap sikap demonstran yang marak terjadi akhir-akhir ini? XD
» [ask]RPM saat pindah gigi
» Seni Pahat Semangka Yang Menakjubkan
» ada yang mau kerjasama^^

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: