Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Keadilan di Indonesia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Keadilan di Indonesia   27th January 2013, 10:30

Quote :
Demi Keadilan, Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Ninik
Minggu, 27 Januari 2013 | 05:28 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (26/1/2013), akhirnya menghentikan penyidikan kasus Ninik Setyowati (45), yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan putrinya, Kumaratih Sekar Hanifah (11), pada Agustus 2012.

"Penghentian penyidikan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan rasa keadilan di masyarakat. Selain itu, penghentian penyidikan juga didasari atas kesepakatan pengemudi truk dan Ninik yang berkomitmen tak akan saling menuntut di kemudian hari di pengadilan," kata Kepala Kepolisian Resor (Polres) Banyumas Ajun Komisaris Besar Dwiyono, di Banyumas, Jawa Tengah.

Terkait dugaan rekayasa kasus yang dilontarkan kuasa hukum Ninik, Dwiyono menepis. Sejak awal, ia mengaku bekerja profesional dan proporsional. "Olah TKP (tempat kejadian perkara) tak hanya dilakukan Polres Banyumas, tetapi juga melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) Jateng," ungkapnya.

Selain itu, tambah Dwiyono, saat interogasi terhadap Ninik, justru muncul pernyataan yang memberatkan Ninik. Akibatnya, polisi berpendapat, kelalaian ada pada pengendara motor.

Namun, saat ditanya terkait dugaan keterlibatan oknum polisi yang memediasi kasus tersebut dengan mendatangi rumah Ninik, Dwiyono enggan menjawab.

Diduga direkayasa

Pengacara Ninik, Djoko Susanto, berharap dihentikannya kasus kecelakaan yang menyeret Ninik menjadi pelajaran bagi penegakan hukum di Indonesia. Terlebih, muncul dugaan rekayasa kasus penetapan status Ninik sebagai tersangka.

Menurut Djoko, diduga ada makelar kasus yang melibatkan oknum anggota polisi dari Polres Purbalingga. "Awalnya, keluarga korban, yaitu suami Bu Ninik, Sutarno (46), memang aktif menuntut proses hukum. Ini wajar karena dia merasa menjadi korban akibat terlindasnya putri dan istrinya oleh truk gandeng dalam kecelakaan itu," katanya.

Djoko menambahkan, beberapa waktu setelah kecelakaan, datang seorang anggota polisi—yang mengaku sebagai perantara pihak pengemudi dan perusahaan pemilik truk—ke rumah Ninik di Jalan Mahoni V, Perumahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan. Saat itu, yang bersangkutan memberikan uang duka senilai Rp 2,5 juta dan meminta keluarga korban mencabut perkara.

"Di sini muncul dugaan rekayasa. Posisi Bu Ninik, saat pengusutan, justru terbalik. Yang awalnya menuntut atas kematian anaknya, justru jadi tersangka," kata Djoko.

Pernyataan ini dibenarkan Sutarno. Polisi berinisial Sup, yang mengaku bekas Kepala Kepolisian Sektor Sokaraja tersebut pernah datang ke rumahnya dengan seragam lengkap dan mengendarai mobil resmi kepolisian.

Diberi uang Rp 2,5 juta

Kehadiran polisi saat itu membuat Sutarno tertekan. Sebab, petugas tersebut kemudian menyerahkan uang belasungkawa sekitar Rp 2,5 juta.

"Dia mengaku sering dimintai tolong mengurus kasus kecelakaan. Di kasus ini, dia dimintai tolong oleh sopir dan perusahaan yang menabrak istri saya," ujar Sutarno.

Beberapa hari kemudian, polisi tersebut datang lagi ke rumah sakit dan membawa amplop. Meskipun ditolak, polisi tersebut terus memaksanya. Dengan berat hati, uang itu diterima. Hingga kini, Sutarno mengaku sudah menghabiskan puluhan juta rupiah untuk pengobatan kaki istrinya.

"Uang Rp 2,5 juta itu masih saya simpan. Dia juga meminta saya menghadap ke Polres Banyumas untuk menandatangani surat. Namun, setelah ketemu kepala satuan lalu lintas polres, saya justru diberi tahu tak perlu terburu-buru," ujar Sutarno.

Setelah pertemuan itu, Sutarno mengaku tak mendengar atau mendapatkan kabar lagi. "Namun, tahu-tahu, istri saya jadi tersangka," keluhnya.

Suparman (60), sopir truk yang menabrak sepeda motor Ninik, kemarin mendatangi rumah Ninik. Dia didampingi Priyo Haryanto yang mewakili perusahaan tempatnya bekerja, PT Kencana Surabaya. Dia meminta maaf. "Saya takut sekali karena selama ini belum pernah mengalami kasus seperti ini," tutur Suparman.

Dalam pertemuan tersebut, muncul kesepakatan untuk menyelesaikan kasus secara kekeluargaan, termasuk menghentikan penyidikan. (GRE)



Sumber :Kompas Cetak
Editor :Aloysius Gonsaga Angi Ebo


Seandainya, kasus ini tidak diangkat oleh media, apakah sang polisi juga akan menghentikan proses penyidikan (baca:pemerasan) ini?

Mad Evil or Very Mad

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Keadilan di Indonesia   2nd May 2013, 06:51

Lazimnya, sih.... kalo manis, akan terus dan terus. Tapi karna pahit, ya berhenti, deh. [You must be registered and logged in to see this image.]

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
 
Keadilan di Indonesia
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» 10 Grup Lawak Paling Berpengaruh di Indonesia
» 20 Alasan Kita Cinta Indonesia
» Si Ulet Keket berangkat Jambore Kawasaki Ninja Indonesia Ke 3 di Semarang 19-20 Juli 2008
» ♣ ~ஜ۩۞۩ஜ~ HasOlFik Indonesia Racing Exhaust ♣ ~ஜ۩۞۩ஜ~ Give Ur Iron Horse More Power n More Style
» Alutista angkatan perang Indonesia ternyata yang terkuat di Asia...

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Diskusi Umum :: Berita dan Diskusi Serius Tapi Santai-
Navigasi: