Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4  Next
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   25th April 2011, 07:13

Sudah baca posting saya yang di atas belum ?

Quote :
Tetapi mengenai pembinaan iman yang benar, tentu hanya dapat dilakukan oleh pihak Islam sendiri, dalam hal ini pembinaan para uztad dan penceramah. Karena hingga sekarang masih sering terdengar kotbah ataupun ceramah yang sungguh membangkitkan kebencian umat Islam kepada umat lain. Ini YANG HARUS DIBENAHI, agar umat Islam tidak ditanami bibit racun yang merusak nama baik Islam sebagai rahmat bagi semsta.
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   25th April 2011, 11:46

Raihan Danielsan wrote:
T2Y wrote:


nah, menurut anda nih kang...
lebih bahaya mana para pengebom bunuh diri itu sama ahmadiyah ?


Ahmadiyah menyerang Islam dg ajarannya. Sedangkan pelaku bom bunuh diri, melakukan pembenaran tindakannya berdasar penasiran yg salah terhadap ajaran Islam.
Jadi, keduanya sama bahayanya, hanya saja pelaku bom bunuh diri lebih besar akibat yg ditimbulkan di dunia ini, karena mengakibatkan kerusakan dan penghilangan nyawa orang lain yg tidak berdosa.

ya, memang itu yang saya ingin sampaikan kang.
mereka sama (kalau tidak lebih berbahaya) dari ahmadiyah.
bukan saja kerusakan yang ditimbulkan dan nyawa yang melayang akibat pemahaman mereka yang salah.
tapi juga memperburuk citra dari Islam sendiri.

Quote :

T2Y wrote:


apakah para pembom itu tidak mencoreng muka islam yang sebenarnya ?
kalau iya, nyatakan jihad terhadap teroris itu.


Negara ini punya hukum untuk menyelesaikan persoalan2 kejahatan semacam itu..... Jadi, biarkan hukum yg menyelsaikan.

seharusnya dalam banyak kasus kekerasan yang dilatar belakangi agama tidak seharusnya terjadi kalau memang semua diserahkan kepada hukum.
ada 2 sisi Islam, yaitu yang keras dan yang toleran.
yang toleran terus mengatakan bahwa Islam itu tidak mengajarkan kekerasan, sedang disisi lain yang keras terus menebar maut dan ancaman.
mungkin sudah saatnya yang toleran ini bertindak lebih tegas terhadap saudara2nya yang menyimpang dari ajaran yang sesungguhnya.
anda setuju, kang ?

Quote :

T2Y wrote:


mis : menutup ponpes2 yang disinyalir mengajarkan ajaran yang salah tentang arti nash2 Al Quran dan Al Sunnah yang melahirkan para bomber2 tersebut.
masalahnya seperti yang terjadi di Cirebon kemarin, mereka bahkan berjihad terhadap saudara2nya sendiri.


Sudah saya jelaskan di atas, biarkan pengadilan dan hukum Negara ini yg bekerja, apa memang betul terkait ataukah hanya dugaan2 saja.... Jadi kacau Negara ini nantinya kalau terjadi rakyat mengadili rakyat, membenturkan kaum muslimin dg kaum muslimin yg lainnya, sama halnya dg mengadu domba kaum muslimin. Sekali lagi, biarkan hukum dan pengadilan Negara ini yg memutuskan bersalah atau tidak.

anda jangan lupa, kalau saudara2 anda juga banyak yang mengadili masyarakat lain dengan caranya sendiri dengan dasar agama.

Quote :

T2Y wrote:

kira2 hal apa yang harusnya dilakukan untuk meluruskan ayat2 yang disalah artikan oleh mereka itu ???

Saya kira, sosialisasi yg terus menerus terhadap pemahaman yg benar tentang al-Quran dan Sunnah oleh siapa saja yg bertanggung jawab terhadap umat, termasuk pemerintah. Terutama pemahaman mengenai jihad, karena jihad inilah sebagai alasan pembenaran tindakan mereka

masalahnya, yang ngajarin dan menanamkan prinsip jihad yang salah ini juga ulama2 hebat, bahkan diantaranya banyak buku2 jihad yang ditulis oleh orang2 arab sana.
kalau semua tugas dibebankan sama pemerintah, nanti lama loh prosesnya.
kalau masalah yang lain lambat diproses, biasanya ada yang mulai berikhtiar mengambil langkah sendiri.
tapi dalam hal ini (mungkin karena sesama muslim) gak ada yang turun tangan. Razz Laughing

Quote :

Salam damai

salam damai juga, kang.
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   25th April 2011, 12:02

striker wrote:
#mungkin jawaban saya tuk T2Y masalah imam samudera yg kedua agak rancu, jadi saya jawab secara sederhana saja:
menurut saya Imam samudera yg rajin sholat tapi membunuh, dia beriman kepada Allah tapi tdk baik kepada manusia.
sedangkan orang yg tdk pernah sholat tapi tdk menyakiti manusia, dia tdk beriman kepada Allah tapi baik kepada manusia.

kalau jawaban saya ini masih belum masuk juga, saya tdk tahu lagi bagaimana tuk menjawabnya.

-Saya rasa Allah juga suka merahasiakan sesuatu mas, contohnya hari kiamat, tiada yg tahu kapan datangnya to?
masuk surga atau nerakanya seseorang juga tiada manusia yg tahu kecuali Tuhan kan? karena itu memang rahasia Tuhan. Smile

mungkin pemahaman yang seperti ini yang membuat para teroris jadi gak bisa hilang.
Kembali Ke Atas Go down
Raihan Danielsan
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 236
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   26th April 2011, 10:08

T2Y wrote:

ada 2 sisi Islam, yaitu yang keras dan yang toleran.
yang toleran terus mengatakan bahwa Islam itu tidak mengajarkan kekerasan, sedang disisi lain yang keras terus menebar maut dan ancaman.
mungkin sudah saatnya yang toleran ini bertindak lebih tegas terhadap saudara2nya yang menyimpang dari ajaran yang sesungguhnya.
anda setuju, kang ?


Andaikata tahu caranya, mas T2Y... La wong tahu aja ndak, siapa dan dimana kelompok ini berada, apalagi kenal pada pelakunya. Bahkan orang tua pelaku saja umumnya tidak tahu dan tidak percaya kalau anaknya terlibat. Karena pastilah kelompok semacam ini menutup diri rapat-rapat dari mayoritas muslim lainnya yg tidak sejalan dg mereka. Oleh karena itu saya lebih percaya kepada pemerintah dan hukum dalam menyelesaikan masalah seperti ini. :)

T2Y wrote:


anda jangan lupa, kalau saudara2 anda juga banyak yang mengadili masyarakat lain dengan caranya sendiri dengan dasar agama.


Hahaha... ya,ya, saya tahu itu. Sepertinya semangat mereka sama nih dg mas T2Y, kalau ada muslim yg merusak citra Islam, sikat saja, ndak usah dibawa ke pengadilan segala... hehe

Menurut saya siapapun mereka, tidak perduli latar belakangnya, kalau melanggar hukum, ya harus ditindak tegas.


T2Y wrote:


kalau semua tugas dibebankan sama pemerintah, nanti lama loh prosesnya.



Kalau masalah cepat atau lambat, ya tergantung kehandalan dan kecakapan aparat dalam menangani dan membongkar kasus. Masyarakat kan hanya dapat membantu memberikan informasi saja, bukannya eksekutor atau pelaksana penyelsesaian di lapangan.

T2Y wrote:


kalau masalah yang lain lambat diproses, biasanya ada yang mulai berikhtiar mengambil langkah sendiri.
tapi dalam hal ini (mungkin karena sesama muslim) gak ada yang turun tangan. Razz Laughing



Cara turun tangan ini yg tidak mengerti, mas T2Y. Karena jangan sampai wewenang pemerintah kemudian dihandle rakyat. Wah, malah jadi bahaya, karena masing2 akan bertindak menurut kehendaknya sendiri, dan akan terjadi penghakiman tanpa pengadilan, jangan sampai terjadi eksekusi terhadap orang2 yg tidak bersalah dilapangan karena kurangnya informasi dan tidak melalui proses pengadilan.

Namun ada kok bentuk respon perlawanan terhadap gerakan kekerasan ini. Di Jawa Timur, Ansor sebagai salah satu organisai Islam telah membentuk Densus 99 sebagai gerakan perlawanan terhadap pelaku2 kekerasan atas nama agama ini. Saya tidak tahu bagaimana bentuk pelaksanaannya, tapi dari statemen organisasi ini yg saya baca di media, mereka tetap bekerja dibelakang pemerintah dalam menanggulangi aksi-aksi pelaku2 kekerasan atas nama agama ini. :)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   26th April 2011, 10:56

@raihan

Bentuk bentuk pelawanan densus99, penangkapan, pengadilan, dan bahkan hukuman mati sekalipun, adalah bentuk kuratif mas. Dimana pelaku sudah ada, hanya dicegah agar tidak bisa melakukan tindakannya.

Yang lebih baik dilakukan adalah mencegah bibit busuk sejak awal. Ibarat kita akan menanam buah, maka kita usahakan ladang yang akan ditanam tanahnya bersih dari rumput pengganggu, dan secara berkala dirawat dari pengaruh gangguan luar.

Begitu banyak anak muda Indonesia, yang awalnya adalah anak yang penurut, sopan, pandai dan sholeh. Kemudian setelah remaja 'belajar agama' dari 'entah siapa' dan mulai berlaku aneh, berani mengkafirkan orang tuanya sendiri, dan berakhir menjadi pelaku teror.

Maka, para 'pengajar agama' yang keliru inilah yang sungguh merusak generasi muda bangsa kita. Para perusak ini memelintir ayat ayat dengan sangat pandai, mereka mengubah tujuan agama, menunggangi agama menjadi tujuan mereka sendiri.

Dan celakanya, para 'pengajar agama' ini secara hukum tidak ataupun sulit dibuktikan kalau ajarannya adalah salah dan melanggar hukum. Mereka ini merubah cara pikir seorng pemuda dan menjadikannya pelaku teror dengan sangat pandai dan sulit dibuktikan dengan hukum negara. Mereka ini hanya dapat dikalahkan oleh ajaran agama yang benar, dan ini hanya dapat dilakukan oleh para pengajar agama yang benar. Para pengajar agama harus dapat mendidik dan membekali anak didik mereka dengan dasar agama yang benar, sehingga tidak mudah dibengkokan oleh para perusak itu. Dan para pengajar dan pemuka agama harus sama lantangnya menyuarakan kebenaran yang sejati. Jangan justru malah 'memaklumi' tindakan salah para 'pengacau' dengan alasan ukhuwah islamiah.

Itu kira kira usulan yang bisa saya berikan, mas

Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   26th April 2011, 12:44

Quote :
Cara turun tangan ini yg tidak mengerti, mas T2Y. Karena jangan sampai wewenang pemerintah kemudian dihandle rakyat. Wah, malah jadi bahaya, karena masing2 akan bertindak menurut kehendaknya sendiri,
dan akan terjadi penghakiman tanpa pengadilan, jangan sampai terjadi eksekusi terhadap orang2 yg tidak bersalah dilapangan karena kurangnya informasi dan tidak melalui proses pengadilan.

sepertinya itu sudah terjadi juga dalam kasus ahmadiyah dan beberapa kasus lain kan ?

seharusnya perkataan2 anda ini dijadikan dakwah wajib setiap jum'at biar para orang yang salah tafsir ayat2 kekerasan ini bisa lebih paham. Laughing
cuma masalahnya nanti kalau "mereka" beralasan karena mereka diprovokasilah, atw kinerja pemerintah yang lambatlah, atw ini merupakan bentuk dari memerangi kemungkaran dan lain2 sepertinya anda lebih memilih untuk berdiam diri (mungkin karena merasa gak enak berdebat dengan sesama muslim atw karena merasa diadu domba ?).

btw, saya tanya nih kang...
menurut anda yang mereka (teroris dan pencipta teroris2) itu lakukan merupakan suatu "kemungkaran" atw bukan ?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   26th April 2011, 12:56

@t2y

Sulit bro, bahkan para Muslim yng bersifat kritis tetapi open minded, seperti Gus Dur, Nurcholis Madjid, Ulil, dan banyak lagi, mereka cap sebagai kafir yang darahnya dihalalkan, ini dimini oleh hampir semua umat Muslim. Bahkan sekrang si Hanung pun mulai dianggap menghina Islam.

Sad
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 06:31

bruce wrote:
@t2y

Sulit bro, bahkan para Muslim yng bersifat kritis tetapi open minded, seperti Gus Dur, Nurcholis Madjid, Ulil, dan banyak lagi, mereka cap sebagai kafir yang darahnya dihalalkan, ini dimini oleh hampir semua umat Muslim. Bahkan sekrang si Hanung pun mulai dianggap menghina Islam.

Sad

Masalah Gus Dur, Nurcholis Majid, Ulil dsb-nya itu dianggap sesat karena pemikiran pluralisme-nya.
Menganggap semua agama itu sama ... semua agama akan membawa penganutnya kembali ke pangkuan sang Khalik.

Bila ada pendeta atau pastur yang mengajarkan hal itu ... apakah ajarannya itu dianggap sesat/menyimpang dari ajaran Yesus, Bang?

Di luar itu ... sesungguhnya ada dan banyak juga ajaran dari beliau2 itu yang bisa kita ambil dan amalkan. Sebagaimana banyak ajaran dari dalam Alkitab yang bisa kita ambil dan amalkan ... khusus untuk amaliyah habluminnanas (hubungan manusia dengan manusia lainnya)

Wallahu a'lam ...
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 06:44

bruce wrote:
Saya belum membaca tindakan apa yang bisa disampaikan oleh umat Muslim untuk mencegah agar bibit bibit terorisme bisa dihilangkan dari usantara, dan pada akhirnya akan mengembalikan nama baik Islam yang adalah rahmat bagi semesta.

Nonton acara Lawyer's Club di Anteve (ah apa TVOne) tadi malam, Bang?

Tadi malam membahas tentang terorisme .... yang berbicara, antara lain, ada Said Aqil, Syafii Maarif, Pendeta Nathan Setiabudhi, perwakilan dari Jamaah Anshori Tauhid (pimpinan Ustad Abu Baka Baasyir), pengamat terorisme dari Indonesia dan Malaysia (saya lupa namanya)... dan juga Ali Imron.

Di situ jelas terlihat bahwa NU dan Muhammadiyah selalu mengampanyekan dan mengajarkan bahwa terorisme itu adalah tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Perwakilan JAT sendiri mengatakan bahwa tindakan terorisme dan apa yang diajarkan di JAT merupakan dua hal yang terpisah serta mereka menyatakan tidak ada hubungan antara bom2 yang beredar akhir2 ini dengan pengadilan Ustad Abu.
Kalau tidak salah saya baca di detik.com .. Ustad Abu pun mengatakan bahwa daerah Indonesia ini tidak termasuk ke dalam daerah jihad fisik ... tetapi masih jihad dakwah. Beliau mengatakan bahwa para teroris bom ini telah salah dalam melakukan aktivitasnya.

Ali Imron berkata bahwa sejak dinyatakan buron akibat bom Bali ... dia (mungkin saat itu telah insyaf) sudah memulai kampanye dan mengajarkan anak didiknya bahwa tindakan meledakkan bom bunuh diri itu salah.
Dan, menurutnya, semua anak didiknya telah mendengar dan manut dengan pemikirannya ... kecuali satu orang (di acara tadi malam dia tidak mau menyebutkan nama satu orang itu).

Jadi bisa kita lihat ... bahwa ustad dan kelompok2 Islami, bahkan dari mantan teroris sendiri, sudah berusaha untuk meluruskan pemahaman yang salah tentang ajaran Islam (jihad) ini....

Menurut salah satu pembicara (kalau tidak salah pendeta Nathan) ada empat hal yang menyebabkan munculnya jihad yang salah ini:
1. Kemiskinan
2. Kebodohan
3. (saya lupa apa)
4. keyakinan

Dan dari keempat hal di atas ... keyakinan adalah hal yang paling berbahaya. Karena begitu seseorang yakin bahwa apa yang dilakukannya itu benar maka sangat sulit untuk meluruskannya kembali. Dan inilah yang sedang terus menerus dilakukan oleh para ustad (termasuk Ali Imron) dan organisasi Islam tersebut.

Wallahu a'lam ...
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 06:47

Silancah wrote:
bruce wrote:
@t2y

Sulit bro, bahkan para Muslim yng bersifat kritis tetapi open minded, seperti Gus Dur, Nurcholis Madjid, Ulil, dan banyak lagi, mereka cap sebagai kafir yang darahnya dihalalkan, ini dimini oleh hampir semua umat Muslim. Bahkan sekrang si Hanung pun mulai dianggap menghina Islam.

Sad

Masalah Gus Dur, Nurcholis Majid, Ulil dsb-nya itu dianggap sesat karena pemikiran pluralisme-nya.
Menganggap semua agama itu sama ... semua agama akan membawa penganutnya kembali ke pangkuan sang Khalik.

Bila ada pendeta atau pastur yang mengajarkan hal itu ... apakah ajarannya itu dianggap sesat/menyimpang dari ajaran Yesus, Bang?

Di luar itu ... sesungguhnya ada dan banyak juga ajaran dari beliau2 itu yang bisa kita ambil dan amalkan. Sebagaimana banyak ajaran dari dalam Alkitab yang bisa kita ambil dan amalkan ... khusus untuk amaliyah habluminnanas (hubungan manusia dengan manusia lainnya)

Wallahu a'lam ...

Pluralisme yang dipahami bukan sesederhana itu seperti itu kang, dan seorang pastur yang baik, bahkan seorang uskup/paus bahkan juga dari seorang kiai yang baik, seharusnya bepikiran terbuka seperti itu.

Yang membedakannya adalah, walau saya (pastur, uskup bahkan paus) juga para 'pluralis' percaya bahwa Tuhan memberi jalan keselamatan juga melalui jalan yang bukan saya tempuh, kami masing masing percaya bahwa jalan terbaik adalah melalui jalan yang kami tempuh.

Sedehananya begini, anda tidak pelu berharap bahwa seorang Kristen/khatolik pluralis yang baik akan berpindah agama, begitu juga anda tidak perlu khawatir seorang Gus Dur ataupun Nurcholish ataupun keturunannya akan menjadi murtadin. Karena kami semua sependapat, bahwa jaan yang kami tempuh adalah jalan terbaik.

Dan menurut anda jika pengertian pluralis seperti itu dianggap salah dan dianggap sesat, maka semakin jauhlah perdamaian yang kita harapkan dapat terwujud sebagai sesama umat manusia.


Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 06:57

Sayang saya tidak nonton kang, karena kebetulan di daerah saya TV-One kurang bagus dapatnya, saya lebih sering lihat Metro TV.

Betul, mungkin sudah mulai gerakan perbaikan pemahaman itu kang, yang saya ingin sampaikan juga adalah, usaha itu masih harus terus menerus dilakukan, dan semakin hari harus semakin luas. Karena ibarat bibit kanker sudah menyebar, maka pengobatannya juga harus tidak boleh kalah cepat dalam penyebarannya.

Dan satu lagi yang perlu diperhatikan adalah keseriusan dari para petinggi agama (Islam) itu sendiri, menyatakan bahwa tindakan teror itu adalah salah, dan keliru, serta tidak bisa diterima oleh agama (Islam). Pernyataan kepada umat harus tegas, dan tidak ada sedikitpun pembenaran (victim games dll) dalam menyikapi tindakan itu. Salah adalah salah, jangan benarkan tindakan yang salah hanya karena tujuannya benar.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 07:31

bruce wrote:

Pluralisme yang dipahami bukan sesederhana itu seperti itu kang, dan seorang pastur yang baik, bahkan seorang uskup/paus bahkan juga dari seorang kiai yang baik, seharusnya bepikiran terbuka seperti itu.

Yang membedakannya adalah, walau saya (pastur, uskup bahkan paus) juga para 'pluralis' percaya bahwa Tuhan memberi jalan keselamatan juga melalui jalan yang bukan saya tempuh, kami masing masing percaya bahwa jalan terbaik adalah melalui jalan yang kami tempuh.

Sedehananya begini, anda tidak pelu berharap bahwa seorang Kristen/khatolik pluralis yang baik akan berpindah agama, begitu juga anda tidak perlu khawatir seorang Gus Dur ataupun Nurcholish ataupun keturunannya akan menjadi murtadin. Karena kami semua sependapat, bahwa jaan yang kami tempuh adalah jalan terbaik.

Dan menurut anda jika pengertian pluralis seperti itu dianggap salah dan dianggap sesat, maka semakin jauhlah perdamaian yang kita harapkan dapat terwujud sebagai sesama umat manusia.

Mungkin harus dibedakan dulu antara pluralisme (semua agama itu sama) dan pluralitas (perbedaan agama itu tidak bisa dihindarkan dan harus dihormati) ....
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 07:33

bruce wrote:
Sayang saya tidak nonton kang, karena kebetulan di daerah saya TV-One kurang bagus dapatnya, saya lebih sering lihat Metro TV.

Betul, mungkin sudah mulai gerakan perbaikan pemahaman itu kang, yang saya ingin sampaikan juga adalah, usaha itu masih harus terus menerus dilakukan, dan semakin hari harus semakin luas. Karena ibarat bibit kanker sudah menyebar, maka pengobatannya juga harus tidak boleh kalah cepat dalam penyebarannya.

Dan satu lagi yang perlu diperhatikan adalah keseriusan dari para petinggi agama (Islam) itu sendiri, menyatakan bahwa tindakan teror itu adalah salah, dan keliru, serta tidak bisa diterima oleh agama (Islam). Pernyataan kepada umat harus tegas, dan tidak ada sedikitpun pembenaran (victim games dll) dalam menyikapi tindakan itu. Salah adalah salah, jangan benarkan tindakan yang salah hanya karena tujuannya benar.

Kalau masalah pernyataan tindakan teror itu salah sih saya rasa sudah sering didengungkan dan dinyatakan secara terbuka bahkan di media keras seperti Sabili pun sudah dikutipkan pendapat2 ulama baik di dalam maupun luar negeri yang menyatakan bahwa kegiatan terorisme dan bom bunuh diri adalah hal yang salah bila dilakukan kepada orang2 yang tidak memerangi kita.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 07:39

Silancah wrote:
bruce wrote:

Pluralisme yang dipahami bukan sesederhana itu seperti itu kang, dan seorang pastur yang baik, bahkan seorang uskup/paus bahkan juga dari seorang kiai yang baik, seharusnya bepikiran terbuka seperti itu.

Yang membedakannya adalah, walau saya (pastur, uskup bahkan paus) juga para 'pluralis' percaya bahwa Tuhan memberi jalan keselamatan juga melalui jalan yang bukan saya tempuh, kami masing masing percaya bahwa jalan terbaik adalah melalui jalan yang kami tempuh.

Sedehananya begini, anda tidak pelu berharap bahwa seorang Kristen/khatolik pluralis yang baik akan berpindah agama, begitu juga anda tidak perlu khawatir seorang Gus Dur ataupun Nurcholish ataupun keturunannya akan menjadi murtadin. Karena kami semua sependapat, bahwa jaan yang kami tempuh adalah jalan terbaik.

Dan menurut anda jika pengertian pluralis seperti itu dianggap salah dan dianggap sesat, maka semakin jauhlah perdamaian yang kita harapkan dapat terwujud sebagai sesama umat manusia.

Mungkin harus dibedakan dulu antara pluralisme (semua agama itu sama) dan pluralitas (perbedaan agama itu tidak bisa dihindarkan dan harus dihormati) ....

Nah itulah kang. Saya tidak percaya kalau Gus Dur, Nurcholish, bahkan Paus Yohanes Palulus II, adalah penganut 'semua agama itu sama'
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 07:43

bruce wrote:
Yang membedakannya adalah, walau saya (pastur, uskup bahkan paus) juga para 'pluralis' percaya bahwa Tuhan memberi jalan keselamatan juga melalui jalan yang bukan saya tempuh, kami masing masing percaya bahwa jalan terbaik adalah melalui jalan yang kami tempuh.

Bisa ditunjukkan ayat di dalam Alkitab yang mengatakan bahwa ada jalan keselamatan selain mengimani ketuhanan Yesus Kristus?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 08:34

Bukan ayatnya ya, tapi yang tersirat.

Anda pasti pernah mendengar kisah Nabi Elia? Nah Elia jelas jelas diangkat ke surga, ke surga berarti selamat kan? Padahal Elia belum mengenal manusia Jesus.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 09:23

bruce wrote:
Bukan ayatnya ya, tapi yang tersirat.

Anda pasti pernah mendengar kisah Nabi Elia? Nah Elia jelas jelas diangkat ke surga, ke surga berarti selamat kan? Padahal Elia belum mengenal manusia Jesus.

Kalau untuk manusia yang dilahirkan setelah diutusnya Yesus ... apakah bisa memiliki nasib yang sama seperti Nabi Elia? Atau harus melalui Yesus?

Bagaimanakah bunyi ayat2 di Perjanjian Baru tentang keselamatan ini?
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 09:37

bruce wrote:
Nah itulah kang. Saya tidak percaya kalau Gus Dur, Nurcholish, bahkan Paus Yohanes Palulus II, adalah penganut 'semua agama itu sama'

Saya tidak tahu kalau pendapat Paus Yohannes Paulus II ya ... tetapi almarhum Gus Dur dengan jelas menentang fatwa pluralisme yang dikeluarkan MUI dan almarhum Nurcholis merupakan salah satu pendiri Forum Lintas Agama, CMIIW

Teologi FLA didasarkan kepada sebuah akidah yang terbuka yaitu akidah inklusif pluralis, yaitu meyakini bahwa setiap agama adalah jalan keselamatan; semua agama adalah sama, masing-masing menuju kepada satu tujuan yang sama, yang absolut

FLA melahirkan konsep2 seperti diperbolehkanya mengucapkan hari natal, doa bersama antar iman, kawin beda agama, dll.

Lengkapnya - > [You must be registered and logged in to see this link.]

Apakah pluralisme itu, bisa dibaca beberapa pendapat di bawah:
Dalam Religious 'Pluralism' or Tolerance?" Robert E. Regier & Timothy J. Dailey, juga tegas bahwa banyak orang hari ini yang dibingungkan oleh istilah toleransi keagamaan tradisional Barat dengan pluralism agama. Yang kedua berasumsi semua agama adalah sama-sama valid. Ini menurutnya menghasilkan relativisme moral dan ketidak beraturan etika (ethical chaos).

Tokoh Katholik yang lain Rick Rood menulis “Pluralisme agama adalah pandangan bahwa semua agama adalah sama-sama benarnya sebagai jalan menuju Tuhan…. Perbedaan antara agama hanyalah permukaan; semua menuju pada tujuan yang sama.

Pandangan relativis juga ada dalam pikiran Diana L Eck, pimpinan proyek pluralisme Amerika. Agama-agama dan pandangan hidup sekuler adalah sama benar dan validnya

Dalam sebuah interview tahun 1998 teolog Anglican John Stott tegas menyatakan pluralism adalah mengakui kebenaran setiap agama, dan menolak untuk memilih diantara semua agama atau juga menolak penyebaran agama Kristen (evangelisme).

Lebih telak lagi pernyataan rekannya, Gregory Koukl. Dalam sebuah interview radio tentang pluralism ia mengatakan “saya rasa konsep pluralisme agama masa kini adalah bodoh (stupid)….konsep bodohnya adalah ide bahwa semua agama pada dasarnya sama-sama benar”. Dalam bahasa informal America ia katakanya That is just flat out stupid.

Lengkapnya -> [You must be registered and logged in to see this link.]
Wallahu a'lam ...


Terakhir diubah oleh Silancah tanggal 27th April 2011, 10:02, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Raihan Danielsan
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 236
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 09:51

Sedikit menambahkan. Kalau di Indonesia, pluralisme seringkali disamakan dg inklusivisme. Seperti yg dijelaskan oleh akhi Silancah tentang makna pluralisme. Oleh para tokohnya, gagasan ini dimaknai sebagai paham keagamaan yg mengakui dan menerima kebenaran agama lain. Sekilas memang fine aja, tampak tidak bermasalah. Apalagi tujuannya dikatakan untuk menemukan bentuk dasar demi terwujudnya kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama. Pastailah kita mengangguk setuju. Namun bila dikaji lebih jauh lagi, pada hakikatnya, pluralisme cukup berbahaya bagi penganut semua agama. Gagasan ini mengatakan bahwa agama anda bukanlah satu-satunya jalan keselamatan. Tidak boleh anda menganggap bahwa penganut agama lain bakal penghuni neraka, asal beriman dan berbuat baik, apapun agamanya tidak bakal menjadi penghuni neraka.... Penggusung paham ini memaknai Islam dg “penyerahan diri kepada Tuhan”, tidak lebih dari itu. Jadi, siapapun yg menyerahkan diri kepada Tuhan, meskipun dia berada di luar agama Islam, boleh disebut muslim. Paham seperti ini sebenarnya lebih merupakan pendangkalan agama dari pada pendalaman, lebih merupakan pengaburan ajaran agama daripada pencerahan. Bila saja, paham2 seperti ini dapat berkembang dan meluas, maka paham ini akan memberangus dan menghabisi semua agama.
Kembali Ke Atas Go down
Raihan Danielsan
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 236
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 09:56

Apa pembicaraan ini tidak bergeser dari topik, ya? :)

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   27th April 2011, 16:36

Mungkin sudah 'sedikit' bergeser dari topik, tapi masih berhubungan kok mas, paling tidak itulah yang menjadi dasar dan awal mula mengapa terjadi kekerasan atas dasar agama (apapun).

Pihak yang menganggap agamanya yang benar, dan agama lain salah, akan menganggap bahwa orang orang diluar agamanya adalah kafir. Dan kafir 'harus' disadarkan diajak kembali kepada Tuhan yang benar. Kalau tidak mau bertobat/sadar mereka harus dipaksa. Karena mereka toh akhirnya akan masuk neraka jika tidak mau disadarkan, karena Tuhan membenci mereka.

Dan bandingkan dengan ini.

Pihak yang menganggap semua agama juga mengajarkan kebaikan, juga membawa kepada keselamatan, walau menyadari bahwa agamanya yang paling tepat. Maka si pemeluk agama ini berusaha mengajak pemeluk agama lain untuk mendapat keselamatan dengan cara yang lebih baik. Mendapat keselamatan yang lebih pasti. Mengajak pihak lain untuk mendapatkan keselamatan melalui agama yang diberikan Tuhan untuk manusia. Pihak ini tidak akan menyakiti pemeluk agama lain, Karena mereka juga adalah manusia ciptaan Tuhan. Mereka juga mencintai dan dicintai oleh Tuhan yang sama.

Itulah yang menjadi dasar perbedaan para penganut pluralis ataupun yang anti pluralis. Karena dengan dasar dan alasan yang benar, seorang pluralis tidak mungkin melakukan kekerasan kepada pemeluk agama lain, apalagi mengatasnamakan agama.

Salam
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   28th April 2011, 12:44

bruce wrote:

Pihak yang menganggap agamanya yang benar, dan agama lain salah, akan menganggap bahwa orang orang diluar agamanya adalah kafir. Dan kafir 'harus' disadarkan diajak kembali kepada Tuhan yang benar. Kalau tidak mau bertobat/sadar mereka harus dipaksa. Karena mereka toh akhirnya akan masuk neraka jika tidak mau disadarkan, karena Tuhan membenci mereka.

Alhamdulillah ajaran Islam tidak seperti di atas ....

bruce wrote:
Dan bandingkan dengan ini.

Pihak yang menganggap semua agama juga mengajarkan kebaikan, juga membawa kepada keselamatan, walau menyadari bahwa agamanya yang paling tepat. Maka si pemeluk agama ini berusaha mengajak pemeluk agama lain untuk mendapat keselamatan dengan cara yang lebih baik. Mendapat keselamatan yang lebih pasti. Mengajak pihak lain untuk mendapatkan keselamatan melalui agama yang diberikan Tuhan untuk manusia. Pihak ini tidak akan menyakiti pemeluk agama lain, Karena mereka juga adalah manusia ciptaan Tuhan. Mereka juga mencintai dan dicintai oleh Tuhan yang sama.

Itulah yang menjadi dasar perbedaan para penganut pluralis ataupun yang anti pluralis. Karena dengan dasar dan alasan yang benar, seorang pluralis tidak mungkin melakukan kekerasan kepada pemeluk agama lain, apalagi mengatasnamakan agama.

Salam

Jadi ingat talkshow di Anteve eh apa TVOne tadi malam.
Tamu yang diundang adalah perwakilan dari Majelis Mujahidin dan perwakilan dari DEPAG.

Yang dibicarakan adalah terjemahan Al Quran versi Depag yang ditengarai oleh perwakilan MM ini menyebabkan maraknya terorisme. Yang dijadikan contoh adalah
- potongan Al Baqarah 2:192 "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu ..."
- potongan Al Ahzab 9:5 "Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan..."

Disajikan pula tafsir dari kedua ayat di atas yang menunjukkan bahwa sesungguhnya ayat tersebut bukanlah perintah untuk membunuh orang kafir di mana pun berada ... melainkan dalam keadaan perang saja saat adanya orang2 yang memerangi kita.

Perwakilan MM akan berdiskusi dengan DEPAG Jumat ini untuk mengusulkan revisi terjemahan yang lebih tepat dan tidak akan misleading.
Perwakilan DEPAG bersikukuh bahwa terjemahan memang seperti itu adanya ... dan bila sang teroris Indonesia bisa berbahasa Arab dan membaca Al Quran dalam bahasa aslinya maka potongan ayat itu pun akan berbunyi seperti itu.... jadi bukan masalah terjemahan Indonesianya.

Perwakilan DEPAG berpendapat bahwa penyelewengan perintah dari ayat2 yang dimaksud disebabkan karena orang2 tersebut tidak membaca ayat2 Al Quran dengan menyeluruh (mungkin istilah rekan Kristiani, tidak membaca satu perikop) dan tidak menyelami dengan membaca tafsir ayat2 tersebut.
Insya Allah, bila membaca ayat2 Al Quran secara menyeluruh apalagi membaca tafsirnya dengan benar maka tidak ada orang yang 'waras' akan tertarik untuk menjadi teroris dan membunuhi orang2 yang dianggap tidak sejalan dengannya.

Saya cenderung sependapat dengan beliau ...
Bila seseorang sudah 'kurang waras' atau memiliki niat buruk ... maka ayat dari Kitab Suci bisa saja dipelintir bahkan diselewengkan agar menjustifikasi niat buruknya tersebut.

Orang yang ingin menyeleweng namun ingin menjustifikasinya akan mengkutip potongan kata 'istri-istri' yang bertebaran dalam terjemahan Al Quran dan bersikeras bahwa itu adalah perintah dari Tuhan kepada lelaki untuk memiliki istri lebih dari satu.

Di sisi lain orang yang ingin berzinah dengan siapa pun yang dikehendakinya dan ingin menjustifikasinya bisa mengutip potongan kisah Nabi Luth dan kedua putrinya di dalam PL yang melakukan hubungan incest.

Tentunya kita akan berkata "mereka itu adalah orang2 yang bodoh dan tidak (mau) mengerti/memahami ayat2 di dalam kitab suci masing2."
Dan tentunya kita (seharusnya) tidak akan pernah berkata "ayat di dalam kitab suci ini berbahaya, berpotensi menyebabkan kerusakan di dalam jiwa orang yang membacanya."

Bukan begitu?

Lakum diinukum waliyadiin ...
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   28th April 2011, 13:06

@lancah

Kang, tulisan saya di atas, kalau mau jujur, berlaku untuk semua agama (dalam konteks pluralis), bukan ditujukan pada satu agama saja.

Quote :
Mungkin sudah 'sedikit' bergeser dari topik, tapi masih berhubungan kok mas, paling tidak itulah yang menjadi dasar dan awal mula mengapa terjadi kekerasan atas dasar agama (apapun).

Karenanya, saya cenderung menyetujui pendapat yang mengatakan bahwa semua agama mengajarkan kebaikan, semua agama mengarah kepada Tuhan yang Esa. Untuk jalannya (ini yang harus digaris bawahi) maka jalan yang terbaik adalah jalan yang saya lalui (agama saya).

Kembali Ke Atas Go down
Raihan Danielsan
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 236
Join date : 04.02.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   28th April 2011, 13:14

Saya melihat ada hal penting yg perlu digaris bawahi di sini. Jangan sampai kita terjebak dalam pemahaman yg rancu mengenai Islam karena disebabkan ulah segilintir muslim yg melakukan kekerasan mengatas namakan agama, namun justru perbuatannya itu tidak mencerminkan ajaran al-Quran dan Sunnah, kemudian menyimpulkan bahwa Islam tidak pluralis, Islam tidak toleran, dsb.

Telah dijelaskan di dalam al-Quran bahwa tidak ada paksaan dalam memeluk agama Islam, dan Nabi Muhammad hanyalah sekedar penyampai pesan firman Allah SWT, penyampai mana yg haq dan mana yg batil, mana jalan Allah dan mana jalan sesat, tidak lebih dari itu, sedangkan selebihnya adalah urusan Allah SWT. Mau menerima atau mau kafir itu urusan tiap individu yg akan dipertanggungjawabkan pilihannya itu kelak di hadapan Allah SWT, manusia tidak punya hak untuk memaksanya. Itu adalah hablumminallah, hubungan antara manusia dg Khaliknya...... Sedangkan habluminannas, hubungan antara mahluk Allah, terutama terhadap orang2 di luar Islam. Islam mengajarkan untuk menghormati pemeluk agama lain, menghormati diantara perbedaan keyakinan, hingga diperintahkan kepada kaum muslimin untuk berkata yg baik terhadap mereka.

Dan kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui (QS. Saba’: 28)

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS. al-Baqarah: 256)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   28th April 2011, 13:43

@raihan

Mas, masalah 'anggapan' pluralis ataupun anti-pluralis, tidak berhubungan dengan agama tertentu saja. Setiap agama, memiliki pro dan kontra, di LTB sinipun anda pasti dapat menemukan dari kedua belah pihak.

Tetapi, sebagai 'penganut' pluralis, saya menganggap bahwa seorang pluralis lebih menghargai manusia lain dan sekaligus kepercayaannya dibanding dengan non pluralis.

Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?   Today at 02:20

Kembali Ke Atas Go down
 
Melakukan teror lagi di rumah ibadah sendiri?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 3 dari 4Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» (ask) mesin lagi jalan bisa mati sendiri??
» Komik Bergambar Kocak :D Yg Lagi STRESS Silahkan Liat Sendiri..!!
» mintol lagi dong!
» [Tantangan] Hanya 5% orang yg bisa melakukan ini "bagaimana dgn detektif?"
» Lagi jalan pelan kok si ninin mati n susah di starter???

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: