Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Deuterokanonika

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Deuterokanonika   27th July 2011, 12:35

1. Kitab Deuterokanonika memang merupakan satu kesatuan dengan Kitab Perjanjian Lama

Kitab Deuterokanonika memang merupakan satu kesatuan dengan Kitab Perjanjian Lama (yang terdiri dari 46 kitab). Dalam edisi Vulgate (kitab Suci yang ditulis berdasarkan Septuagint, yaitu yang memuat kitab Perjanjian Lama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani pada tahun 250- 125 BC) Kitab Deuterokanonika termasuk di dalamnya, inilah yang dipakai oleh Gereja Katolik sampai sekarang. Maka benar bahwa di dalam Alkitab Katolik versi bahasa Inggris, memang kitab Deuterokanonika ini disatukan di dalam Perjanjian Lama. Jika di versi bahasa Indonesia dipisahkan, saya rasa itu kemungkinan karena pertimbangan kemudahan percetakan, dengan menggunakan dasar versi yang sudah ada dan diterima secara umum oleh semua umat Kristen di Indonesia.

Yang termasuk dalam Deuterokanonika adalah :

Tobit
Kitab Yudit
Tambahan Ester
Kebijaksanan Salomo
Kitab Yesus bin Sirakh
Kitab Barukh
Tambahan Daniel
I Makabe
II Makabe


2. Deuterokanonika adalah istilah yang dipakai setelah abad ke 16

Deuterokanonika adalah istilah yang dipakai setelah abad ke 16, yang artinya adalah yang termasuk dalam kanon kedua. Istilah ini dipakai untuk membedakan dengan kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya yang diterima oleh gereja Protestan, yang disebut sebagai proto-canon. Namun sebenarnya Kitab Deuterokanonika ini telah termasuk dalam kanon Septuaginta, yaitu Kitab Suci yang dipergunakan oleh Yesus dan para Rasul. Dengan berpegang pada Tradisi Para Rasul, Magisterium Gereja Katolik memasukkan kitab Deuterokanonika dalam kanon Kitab Suci, seperti yang telah ditetapkan oleh Paus Damasus I (382) dan kemudian oleh Konsili Hippo (393) dan Konsili Carthage (397). Kita percaya mereka diinspirasikan oleh Roh Kudus untuk menentukan keotentikan kitab-kitab ini, berdasarkan ajaran- ajaran yang terkandung di dalamnya. Kitab- kitab Deuterokanonika ini, bersamaan dengan kitab-kitab lainnya dalam PL dan PB, dikutip oleh para Bapa Gereja di abad- abad awal untuk pengajaran iman, dan prinsip- prinsip pengajaran pada kitab Deoterokanonika ini berada dalam kesatuan dengan PL dan PB.


3. Martin Luther tidak membuang Kitab- kitab Deuterokanonika

Sebenarnya, Martin Luther tidak membuang Kitab- kitab Deuterokanonika. Luther memasukkan kitab-kitab Deuterokanonika itu di dalam terjemahan kitab suci-nya yang pertama dalam bahasa Jerman. Kitab Deuterokanonika juga terdapat di dalam edisi pertama dari King James version (1611) dan cetakan Kitab Suci pertama yang disebut sebagai Guttenberg Bible (yang dicetak satu abad sebelum Konsili Trente 1546. Kenyataannya, kitab-kitab Deuterokanonika ini termasuk di dalam hampir semua Kitab Suci sampai Komite Edinburg dari the British Foreign Bible Society memotongnya pada tahun 1825. Sampai sebelum saat itu, setidaknya kitab Deuterokanonika masih termasuk dalam appendix dalam Alkitab Protestan. Maka secara historis dapat dibuktikan, bahwa bukan Gereja Katolik yang menambahkan kitab Deuterokanonika, namun gereja Protestan yang membuangnya.

Namun demikian memang diketahui bahwa Luther cenderung menilai kitab-kitab dalam Kitab suci seturut dengan penilaiannya sendiri. Misalnya, ia melihat kitab Ibrani, Yakobus, Yudas dan Wahyu sebagai kitab-kitab yang lebih rendah dibandingkan dengan kitab-kitab yang lain. Demikian juga dalam debatnya dengan Johannes Eck (1519) tentang Api Penyucian, maka ia merendahkan bukti yang diajukan oleh Eck yaitu kitab 2 Makabe 12, dengan merendahkan kitab-kitab Deuterokanonika secara keseluruhan. Ia juga mengatakan bahwa ketujuh kitab dalam Deuterokanonika tidak dikutip secara langsung di dalam PB. Namun jika ini acuannya, maka ada kitab-kitab yang lain dalam PL yang juga tidak dikutip dalam PB, seperti contohnya kitab Ezra, Nehemia, Ester, Pengkhotbah dan Kidung Agung, tetapi apakah kita akan membuang semua kitab-kitab itu? Tentu tidak bukan. Lagipula meskipun tidak ada kutipan langsung, namun ada banyak kutipan dalam PB yang mengacu pada apa yang tertulis dalam kitab Deuterokanonika. Contohnya, Ibr 11:35 tentang “Ibu-ibu yang menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab telah dibangkitkan. Beberapa disiksa dan tidak mau menerima pembebasan supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik….” ini mengacu kepada kisah seorang ibu yang menyerahkan ketujuh anak- anaknya dan akhirnya dirinya sendiri untuk disiksa, demi mempertahankan ketaatan mereka kepada hukum Taurat, seperti dikisahkan dalam kitab 2 Makabe 7. Kisah ini tidak ada di dalam kitab- kitab PL lainnya. Atau ayat 1 Korintus 2:10-11 yang mengajarkan bahwa manusia tidak dapat menyelami hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah yang telah ditulis dalam Yudith 8:14.


4. Catatan kaki yang terdapat pada kitab Deuterokanonika itu mengacu kepada ayat-ayat lain di dalam Alkitab

Catatan kaki yang terdapat pada kitab Deuterokanonika itu mengacu kepada ayat-ayat lain di dalam Alkitab yang mengisahkan hal yang sama/ serupa. Adanya kaitan ayat- ayat ini membuktikan bahwa kitab- kitab Deuterokanonika bukanlah kitab-kitab yang berdiri sendiri, melainkan merupakan kesatuan dengan kitab-kitab lainnya baik yang ada di PL maupun PB. Bahwa ada rujukan ke PL artinya ayat- ayat dalam kitab- kitab Deuterokanonika tersebut tersebut mengajarkan hal yang sama/ serupa dengan kitab- kitab PL lainnya, dan bahwa ada rujukan ke PB artinya pengajaran pada ayat- ayat kitab-kitab Deuterokanonika tersebut juga dikutip oleh para pengarang kitab- kitab PB, meskipun secara tidak langsung; atau prinsip pengajarannya diambil dan diajarkan kembali dalam PB.

Pada Alkitab The Jerusalem Bible, 1966, terbitan Dayton, Longman & Todd, Ltd dan Double Day, tercantum cukup banyak catatan pada ayat- ayat Kitab Deuterokanonika yang mengacu kepada ayat- ayat kitab-kitab lainnya di PL dan PB. Semua ini sungguh menjadi bukti yang kuat bahwa kitab-kitab Deuterokanonika ini sama-sama diinspirasikan oleh Roh Kudus, sama seperti kitab-kitab lainnya dalam PL dan PB.


5. PB memang mengambil banyak referensi kepada pengajaran di PL, termasuk kitab Deuterokanonika

Jika diperhatikan maka kita ketahui bahwa ayat- ayat di PB memang mengambil banyak referensi kepada pengajaran di PL, termasuk kita Deuterokanonika. Ada yang dikutip sama persis, atau ada juga yang kemudian diperjelas ataupun disempurnakan. Dalam konteks inilah kita melihat nubuat pembunuhan kanak- kanak pada Keb 11:7, yang kemudian diperjelas dalam Mat 2:16 tentang pembunuhan bayi-bayi dan kanak-kanak di bawah umur 2 tahun pada jaman kaisar Herodes. Sedangkan contoh yang lain pada Mat 6:19-20 yang mengajarkan agar kita tidak menaruh perhatian kepada mengumpulkan harta dunia yang bermakna kosong, melainkan kepada harta surgawi, itu secara prinsip telah diajarkan dalam PL, yaitu Sir 29:8-12, Ayb 22:24-26; Mzm 62:10, Tob 4:9, selain juga diajarkan di PB, yaitu Yak 5:2-3, ataupun di ayat paralelnya pada Injil Lukas 12:33-34.


6. Alasan tidak menerima kitab-kitab Deuterokanonika karena orang-orang Yahudi sendiri menolak kitab-kitab tersebut adalah alasan yang kurang tepat.

Sebenarnya alasan tidak menerima kitab-kitab Deuterokanonika karena orang-orang Yahudi sendiri menolak kitab-kitab tersebut adalah alasan yang tidak tepat. Yang dimaksud di sini adalah bahwa kanon Ibrani yang ditetapkan oleh para rabi Yahudi dalam konsili Javneh/ Jamnia sekitar tahun 100, hanya memuat 39 kitab PL, sedangkan Gereja Katolik berpegang pada Septuagint yang memuat 46 kitab (termasuk Deuterokanonika). Para rabi itu adalah orang -orang yang menolak Kristus, mereka tidak percaya kepada Kristus bahkan sampai saat ini. Bagaimanakah mereka dapat menentukan bagi Gereja, mana kitab yang diinspirasikan oleh Roh Kudus, dan mana yang tidak? Mereka (para rabi itu) menolak Kristus (kalau tidak menolak, mereka sudah jadi umat Kristiani), lalu bagaimana sekarang kita dapat mengatakan bahwa para rabi itu dipenuhi Roh Kudus untuk menentukan kanon Kitab Suci bagi Gereja?

Lagipula, jika kita mau secara obyektif melihat, selayaknya kita melihat pada penjelasan para pengarang Protestan yang bernama Gleason Archer dan G.C. Chirichigno membuat daftar yang menyatakan bahwa Perjanjian Baru mengutip Septuagint sebanyak 340 kali, dan hanya mengutip kanon Ibrani sebanyak 33 kali. Dengan demikian, kita ketahui bahwa dalam Perjanjian Baru, terjemahan Septuagint dikutip sebanyak lebih dari 90%. Jangan lupa, seluruh kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Dan kitab-kitab yang tertulis dalam bahasa Yunani inilah yang ditolak oleh para Rabi Yahudi. Tetapi apakah kitab-kitab PL yang tertulis dalam bahasa Yunani ini berarti tidak diinspirasikan oleh Roh Kudus? Tentu tidak bukan. Meskipun ditulis bukan dalam bahasa Ibrani, kitab-kitab tersebut tetap orisinil dan asli, sebab memang pada saat itu bahasa yang umum digunakan adalah bahasa Yunani.


Dasar pembakuan Alkitab

1. Dekrit dari Paus St. Damasus I, Konsili di Rome, tahun 382.

“It is likewise decreed: Now, indeed, we must treat of the divine Scriptures: what the universal Catholic Church accepts and what she must shun.

The list of the Old Testament begins: Genesis, one book; Exodus, one book: Leviticus, one book; Numbers, one book; Deuteronomy, one book; Jesus Nave, one book; of Judges, one book; Ruth, one book; of Kings, four books; Paralipomenon, two books; One Hundred and Fifty Psalms, one book; of Solomon, three books: Proverbs, one book; Ecclesiastes, one book; Canticle of Canticles, one book; likewise, Wisdom, one book; Ecclesiasticus (Sirach), one book; Likewise, the list of the Prophets: Isaiah, one book; Jeremias, one book; along with Cinoth, that is, his Lamentations; Ezechiel, one book; Daniel, one book; Osee, one book; Amos, one book; Micheas, one book; Joel, one book; Abdias, one book; Jonas, one book; Nahum, one book; Habacuc, one book; Sophonias, one book; Aggeus, one book; Zacharias, one book; Malachias, one book. Likewise, the list of histories: Job, one book; Tobias, one book; Esdras, two books; Esther, one book; Judith, one book; of Maccabees, two books.

Likewise, the list of the Scriptures of the New and Eternal Testament, which the holy and Catholic Church receives: of the Gospels, one book according to Matthew, one book according to Mark, one book according to Luke, one book according to John. The Epistles of the Apostle Paul, fourteen in number: one to the Romans, two to the Corinthians, one to the Ephesians, two to the Thessalonians, one to the Galatians, one to the Philippians, one to the Colossians, two to Timothy, one to Titus one to Philemon, one to the Hebrews. Likewise, one book of the Apocalypse of John. And the Acts of the Apostles, one book. Likewise, the canonical Epistles, seven in number: of the Apostle Peter, two Epistles; of the Apostle James, one Epistle; of the Apostle John, one Epistle; of the other John, a Presbyter, two Epistles; of the Apostle Jude the Zealot, one Epistle. Thus concludes the canon of the New Testament.

Likewise it is decreed: After the announcement of all of these prophetic and evangelic or as well as apostolic writings which we have listed above as Scriptures, on which, by the grace of God, the Catholic Church is founded, we have considered that it ought to be announced that although all the Catholic Churches spread abroad through the world comprise but one bridal chamber of Christ, nevertheless, the holy Roman Church has been placed at the forefront not by the conciliar decisions of other Churches, but has received the primacy by the evangelic voice of our Lord and Savior, who says: “You are Peter, and upon this rock I will build My Church, and the gates of hell will not prevail against it; and I will give to you the keys of the kingdom of heaven, and whatever you shall have bound on earth will be bound in heaven, and whatever you shall have loosed on earth shall be loosed in heaven.“


2. Konsili Hippo, tahun 393 mengkonfirmasikan kanon yang telah ditetapkan oleh Paus Damasus I.

“It has been decided that besides the canonical Scriptures nothing be read in church under the name of divine Scripture.
But the canonical Scriptures are as follows: Genesis, Exodus, Leviticus, Numbers, Deuteronomy, Joshua the Son of Nun, Judges, Ruth, the Kings, four books, the Chronicles, two books, Job, the Psalter, the five books of Solomon (included Wisdom and Ecclesiastes (Sirach)), the twelve books of the Prophets, Isaiah, Jeremiah, Daniel, Ezekiel, Tobit, Judith, Esther, Ezra, two books, Maccabees, two books.”
(canon 36 A.D. 393).


3. Konsili Carthage III, tahun 397 memberikan konfirmasi kembali tentang kanon yang telah ditetapkan oleh Paus Damasus I. Berikut ini adalah kanonnya:

“It has been decided that nothing except the canonical Scriptures should be read in the Church under the name of the divine Scriptures. But the canonical Scriptures are: Genesis, Exodus, Leviticus, Numbers, Deuteronomy, Joshua, Judges, Ruth, four books of Kings, Paralipomenon, two books, Job, the Psalter of David, five books of Solomon (Proverbs, Ecclesiastes, Song of Songs, Wisdom, Sirach), twelve books of the Prophets, Isaiah, Jeremiah, Daniel, Ezekiel, Tobit, Judith, Esther, two books of Esdras, two books of the Maccabees.” (canon 47).


4. Konsili Carthage IV, tahun 419, kembali mengkonfirmasikan kanon-kanon yang telah ditetapkan di konsili-konsili sebelumnya. Inilah keputusan dari konsili ini:

“That nothing be read in church besides the Canonical Scripture. ITEM, that besides the Canonical Scriptures nothing be read in church under the name of divine Scripture. But the Canonical Scriptures are as follows: * Genesis * Exodus * Leviticus * Numbers * Deuteronomy * Joshua the Son of Nun * The Judges * Ruth * The Kings (4 books) * The Chronicles (2 books) * Job * The Psalter * The Five books of Solomon (includes Wisdom and Sirach) * The Twelve Books of the Prophets * Isaiah * Jeremiah * Ezechiel * Daniel * Tobit * Judith * Esther * Ezra (2 books) * Maccabees (2books).

The New Testament: * The Gospels (4 books) * The Acts of the Apostles (1 book) * The Epistles of Paul (14) * The Epistles of Peter, the Apostle (2) * The Epistles of John the Apostle (3) * The Epistles of James the Apostle (1) * The Epistle of Jude the Apostle (1) * The Revelation of John (1 book).

Let this be sent to our brother and fellow bishop, [Pope] Boniface, and to the other bishops of those parts, that they may confirm this canon, for these are the things which we have received from our fathers to be read in church.” CANON XXIV. (Greek xxvii.)


5. Konsili Frorence atau Basel, tahun 1431-1445, adalah konsili yang mengkonfirmasikan kembali kitab-kitab yang menjadi bagian dari PL dan PB.

“We, therefore, to whom the Lord gave the task of feeding Christ’s sheep’, had abbot Andrew carefully examined by some outstanding men of this sacred council on the articles of the faith, the sacraments of the church and certain other matters pertaining to salvation. At length, after an exposition of the catholic faith to the abbot, as far as this seemed to be necessary, and his humble acceptance of it, we have delivered in the name of the Lord in this solemn session, with the approval of this sacred ecumenical council of Florence, the following true and necessary doctrine. Most firmly it believes, professes and preaches that the one true God, Father, Son and holy Spirit, is the creator of all things that are, visible and invisible, who, when he willed it, made from his own goodness all creatures, both spiritual and corporeal, good indeed because they are made by the supreme good, but mutable because they are made from nothing, and it asserts that there is no nature of evil because every nature, in so far as it is a nature, is good. It professes that one and the same God is the author of the old and the new Testament — that is, the law and the prophets, and the gospel — since the saints of both testaments spoke under the inspiration of the same Spirit.

It accepts and venerates their books, whose titles are as follows. Five books of Moses, namely Genesis, Exodus, Leviticus, Numbers, Deuteronomy; Joshua, Judges, Ruth, four books of Kings, two of Paralipomenon, Esdras, Nehemiah, Tobit, Judith, Esther, Job, Psalms of David, Proverbs, Ecclesiastes, Song of Songs, Wisdom, Ecclesiasticus, Isaiah, Jeremiah, Baruch, Ezechiel, Daniel; the twelve minor prophets, namely Hosea, Joel, Amos, Obadiah, Jonah, Micah, Nahum, Habakuk, Zephaniah, Haggai, Zechariah, Malachi; two books of the Maccabees; the four gospels of Matthew, Mark, Luke and John; fourteen letters of Paul, to the Romans, two to the Corinthians, to the Galatians, to the Ephesians, to the Philippians, two to the Thessalonians, to the Colossians, two to Timothy, to Titus, to Philemon, to the Hebrews; two letters of Peter, three of John, one of James, one of Jude; Acts of the Apostles; Apocalypse of John.” (SESSION 11 4 February 1442)


6. Konsili Trente, tahun 1546-1565.

“And it has thought it meet that a list of the sacred books be inserted in this decree, lest a doubt may arise in any one’s mind, which are the books that are received by this Synod. They are as set down here below: of the Old Testament: the five books of Moses, to wit, Genesis, Exodus, Leviticus, Numbers, Deuteronomy; Josue, Judges, Ruth, four books of Kings, two of Paralipomenon, the first book of Esdras, and the second which is entitled Nehemias; Tobias, Judith, Esther, Job, the Davidical Psalter, consisting of a hundred and fifty psalms; the Proverbs, Ecclesiastes, the Canticle of Canticles, Wisdom, Ecclesiasticus, Isaias, Jeremias, with Baruch; Ezechiel, Daniel; the twelve minor prophets, to wit, Osee, Joel, Amos, Abdias, Jonas, Micheas, Nahum, Habacuc, Sophonias, Aggaeus, Zacharias, Malachias; two books of the Machabees, the first and the second.

Of the New Testament: the four Gospels, according to Matthew, Mark, Luke, and John; the Acts of the Apostles written by Luke the Evangelist; fourteen epistles of Paul the apostle, (one) to the Romans, two to the Corinthians, (one) to the Galatians, to the Ephesians, to the Philippians, to the Colossians, two to the Thessalonians, two to Timothy, (one) to Titus, to Philemon, to the Hebrews; two of Peter the apostle, three of John the apostle, one of the apostle James, one of Jude the apostle, and the Apocalypse of John the apostle. But if any one receive not, as sacred and canonical, the said books entire with all their parts, as they have been used to be read in the Catholic Church, and as they are contained in the old Latin vulgate edition; and knowingly and deliberately contemn the traditions aforesaid; let him be anathema.” (Session 4, concerning the canonical Scriptures).

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.


Terakhir diubah oleh bruce tanggal 27th July 2011, 12:57, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Deuterokanonika   27th July 2011, 12:42

Kitab Makabe


Waktu penulisan Kitab Makabe dan penulis

Menurut sejarah, Kitab Yudas Makabe mulai ditulis setelah kematian Simon Makabe (saudara kandung Yudas Makabe) pada tahun 134 BC, atau setelah kematian pengganti Simon Makabe, yaitu Yohanes Hyrkanus pada tahun 104 BC. Hal ini didasari bahwa kitab Makabe menceriterakan hal-hal yang baik tentang bangsa Romawi (lihat 1 Mak 8:1-32 yang membicarakan persahabatan Yudas Makabe dengan orang-orang Roma), sehingga diperkirakan kitab Makabe selesai ditulis sebelum tahun 63 BC, yaitu sebelum Pompey the Great, seorang pemimpin militer Romawi menimbulkan kemarahan bangsa Yahudi karena ia menaklukkan Yerusalem dengan mengobrak-abrik Bait Allah dan memasuki ruangan Maha Kudus yang sesungguhnya hanya dapat dimasuki oleh imam agung. Dengan demikian, kitab Makabe diperkirakan selesai antara tahun 104 dan 63 BC. Para ahli sejarah memandang tidak masuk akal jika kitab ini ditulis sesudahnya, karena jika demikian, bangsa Roma pasti akan digambarkan sebagai musuh bangsa Yahudi dan bukannya sahabat, seperti yang tertulis dalam 1 Mak 8:1-16.

Kitab Makabe ditulis dalam bahasa asli Ibrani, dan teks Ibrani kitab ini masih dikenal oleh Origen (abad 2) dan St. Jerome (abad 4), namun hanya terjemahan Yunani-nya saja yang ’survive’. Hal ini tidak mengherankan, karena di abad-abad pertama terjadi banyak pergolakan yang menekan bangsa Yahudi, sehingga mereka terpencar ke negara tetangga dan seluruh dunia. Oleh karena itu, kitab suci mereka juga kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa asing tempat di mana orang-orang Yahudi bermukim.

Untuk lengkapnya, silahkan melihat thread tentang Kitab Makabe [You must be registered and logged in to see this link.]

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.


Terakhir diubah oleh bruce tanggal 27th July 2011, 16:03, total 3 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Deuterokanonika   27th July 2011, 13:00

Kitab Tobit (wikipedia)

Isi Kitab

Kitab ini mengisahkan cerita tentang seorang Yahudi yang saleh dari puak Naftali yang bernama Tobit (atau Tobias) yang hidup di Niniwe setelah pembuangan suku Israel utara ke Asyur pada tahun 721 SM di bawah Salmaneser V (Dua pasal pertama dan setengah pasal berikutnya ditulis dengan kata ganti orang pertama.) Ia khususnya diakui karena berusaha keras dalam menguburkan orang-orang Yahudi yang dibunuh oleh Sankherib. Olah karena perbuatannya itu, raja menyita semua hartanya dan mengirim dia ke pembuangan. Setelah kematian Sankherib, ia diizinkan kembali ke Niniwe, tetapi ia tetap menguburkan seorang mati karena terbunuh di jalan. Malam itu, ia tidur di tempat terbuka dan menjadi buta oleh karena kotoran burung yang jatuh mengenai kedua matanya. Hal ini mengganggu hubungan perkawinannya, dan karena itu akhirnya ia memohon agar nyawanya dicabut.

Sementara itu, di Media, sebuah kerajaan yang jauh dari Niniwe, seorang perempuan muda yang bernama Sarah berdoa memohon kematian karena ia kehilangan tujuh orang suaminya yang diambil oleh hantu Asmodeus. Asmodeus membunuh setiap laki-laki yang dikawininya pada malam pernikahan Sarah, sebelum ia sempat menikmati hubungan perkawinan itu. Allah mengutus malaikat Rafael yang menyamar sebagai seorang manusia, untuk menyembuhkan Tobit dan membebaskan Sarah dari hantu itu.

Kisah utama kitab ini menceritakan pengalaman putra Tobit, Tobiah (bhs. Yunani: Tobias), dari suku Naftali, yang diutus oleh ayahnya yang buta untuk mengumpulkan sejumlah uang yang pernah disimpannya beberapa waktu sebelumnya di Media. Rafael menampilkan diri sebagai sanak keluarga Tobit, Azaria, dan menawarkan bantuan serta melindungi Tobias dalam perjalanannya. Di bawah bimbingan Rafael, Tobias pergi ke Media. Sepanjang perjalanan, ia diserang oleh seekor ikan raksasa yang jantung, hati, dan empedunya diangkat untuk dijadikan obat.

Setelah tiba di Media, Rafael menceritakan kepada Tobias tentang Sarah yang cantik, yang berhak dinikahi Tobias karena mereka masih bertalian keluarga. Rafael menyuruh anak muda itu membakar hati dan jantung ikan itu untuk mengusir hantu itu ke Mesir Hulu, sementara Rafael mengikutinya dan mengikatnya. Sementara itu, ayah Sarah telah menggali liang kubur untuk diam-diam mengubur Tobias (yang diasumsikannya akan mati). Ia terkejut karena ternyata menantunya itu tetap hidup dan sehat wal afiat, lalu ia menyuruh diadakan pesta pernikahan yang dua kali lipat besarnya (dan diam-diam menutup kembali lubang kubur itu). Karena ia tidak dapat berangkat karena pesta itu, Tobias mengutus Rafael untuk mengambil uang ayahnya.

Setelah pesta, Tobias dan Sarah kembali ke Niniwe. Di sana Rafael menyuruh orang muda ini untuk menggunakan empedu ikan itu untuk menyembuhkan mata ayahnya dari buta. Rafael lalu mengungkapkan jati dirinya dan kembali ke surga. Tobit menyanyikan lagu pujian, dan menyuruh anaknya meninggalkan Niniwe sebelum Allah menghancurkannya sesuai dengan nubuat Nahum. Setelah mengebumikan ayahnya, Tobias kembali ke Media dengan keluarganya. Di sana ia mendapat berita bahwa Niniwe telah hancur, tepat seperti yang diramalkan ayahnya.


Makna Kitab Tobit

Gereja Katolik menempatkan Kitab Tobit di dalam kumpulan "kitab-kitab sejarah" di dalam Alkitab, namun kebanyakan pakar menganggapnya lebih sebagai kisah keagamaan dengan sejumlah unsur historis. Banyak dari rincian historis dalam buku ini berbeda dengan apa yang diketahui mengenai sejarah dari masa ini yang didapat dari sumber-sumber di luar Alkitab. Di masa lampau, para sarjana Alkitab Katolik telah mencoba menjelaskan kesenjangan ini dan menolaknya.

Kitab ni juga sangat erat berkaitan dengan sastra hikmat Yahudi. Hal ini paling jelas ditemukan dalam nasihat-nasihat Tobit kepada Tobias sebelum ia berangkat ke Media dalam ps. 4. Nilai tentang doa, puasa, dan beramal secara khusus dipuji dalam nasihat ini.Gereja Katolik sering menggunakan bacaan dari bagian ini di dalam liturginya. Pujian buku ini atas kesucian di dalam perkawinan menjelaskan mengapa buku ini dibaca dalam misa pernikahan Katolik.

Secara doktriner, buku ini dikutip karena ajarannya tentang doa-doa perantaraan para malaikat, ketaatan anak kepada orangtuanya, dan penghormatan bagi mereka yang telah meninggal.


Waktu penulisan

Kitab ini aslinya ditulis dalam bahasa Aram, tetapi teks aslinya telah lenyap, sehingga terjemahan Yunani yang tinggal dianggap sebagai teks standar dari kitab ini. Teksnya juga ditemukan dalam naskah Yunani, Latin, Siriak, dan Yudeo-Aram, selain dua terjemahan Ibrani yang belakangan dari Abad Pertengahan. Tampaknya versi Hieronimus untuk Vulgata dikerjakan dari sebuah teks bahasa Aram yang didapatnya.

Pada umumnya diyakini bahwa kitab ini ditulis pada abad kedua s.M., berdasarkan perhatian yang cermat terhadap rincian ritual dan penekanan pada beramal, tetapi kitab ini tidak mengandung nada mesianik. Tempat penulisannya tetap tidak diketahui.

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Deuterokanonika   27th July 2011, 13:21

Kitab Yudit (wikipedia)

Nama Yudit yang artinya "terpuji" atau "perempuan Yahudi" dalam bentuk feminim dari kata Yehuda. Menurut Irene Nowell, nama Yudit berasal dari kata Yudahite yang artinya perempuan Yahudi.

Penulis kitab Yudit dijelaskan pada pasal 8-9:14, mulai pasal 8:1 diketahui bahwa Yudit adalah seorang Israel sejati. Kitab Yudit ditulis sekitar abad ke-6 SM oleh seorang pahlawan perempuan yang dikenal dengan janda muda Manasye.

Status janda Yudit dalam tradisi Israel merupakan simbol kelemahan, orang yang tidak mempunyai kekuatan di masyarakat. Oleh karena itu, perlu hukum yang mengatur agar para janda dapat dilindungi, seperti kasus perkawinan. Selain itu, kelemahan para janda juga terbukti dalam pelbagai pemberitaan para nabi untuk melindungi hak para janda, secara khusus menekankan perlindungan Allah. Data tersebut adalah informasi yang dicatat Yudit terkait kematian Manasye, suami Yudit pada pasal 8:2-6. Yudit juga dikenal sebagai wanita yang cantik dan elok parasnya pada Pasal 8:7. Selain cantik dan elok, ada indikasi bahwa dia adalah wanita kaya dari warisan Manasye yang berupa emas dan perak, budak-budak dan sahaya-sahaya, ternak dan ladang pada pasal 8:7b dan seorang yang saleh atau ''takut akan Allah'', pada pasal 8:8. Dalam masyarakat yang dikuasai laki-laki, Yudit tampil memimpin, meminta para penatua kota berkumpul dan membagi tugas. Bila para tetua hanya berpikir tentang kebutuhan praktis sehari-hari, tentang air minum. Yudit menjunjung tinggi namanya sebagai Israel sejati, yang diperjuangkan ialah keselamatan bangsa dan Negara. Dalam pertimbangannya, situasi itu meminta resiko yang harus diperhitungkan masak-masak; kecuali tindakan tersebut akan menjadi contoh dan menimbulkan semangat juang yang tinggi. Keberaniannya menggerakkannya untuk berpikir demi kepentingan orang lain, umat Israel, kenisah dan tempat suci. Ia mencerminkan kebijaksanaan putri dari Abel-Bet-Maakha yang mengusulkan eksekusi Seba, supaya kepentingan seluruh bangsa terjamin.

Selain itu Yudit juga digambarkan sebagai seorang pemberani pada pasal 9:9-27 dan bijaksana pasal 9:28-29. Gambaran ini didukung oleh ahli-ahli Katolik, seperti Craghan dan Kodell.

''Kitab Yudit'' mempunyai setting yang tragis yang menarik bagi para patriot Yahudi dan memperingatkan kepada para pembacanya agar menaati Hukum agama Yahudi.

Narasi Kitab Yudit dimulai dari seorang janda yang berani yang kecewa dengan saudara-saudara sebangsanya karena tidak mau melawan para penjajah asing mereka. Ia, disertai oleh hamba perempuannya Abra yang setia meskipun mungkin agak enggan, pergi ke kemah jenderal musuh, Holofernes Ia pelan-pelan memikatnya, menjanjikan pelayanan dan informasi tentang bangsa Israel. Setelah mendapatkan kepercayaannya (meskipun ia tidak memenuhi janjinya), ia memperoleh akses ke kemahnya pada suatu malam sementara Holofernes sedang tertidur karena mabuk. Yudit memenggal kepalanya, lalu membawanya dan memperlihatkannya kepada orang-orang Holofernes. Setelah kematian Holofernes Bangsa Asyur mengalami kekacauan dan Israel diselamatkan oleh tangan seorang perempuan. Meskipun banyak orang yang mencoba mendekatinya, Yudit tetap tidak menikah hingga akhir hayatnya.

Konteks Umat Israel Pada Masa Yudit

Kecenderungan sosial Israel pada masa Yudit tidak terlepas dari masuknya budaya helenisasi yang dipersonifikasikan oleh kekuatan Nebukadnezar dan panglimanya Holofernes ke dalam kehidupan umat baik dalam aspek sosial, politik, budaya, ekonomi dan keagamaan. Kebijakan helenisasi ini terus dipaksakan hingga mengakibatkan terancamnya kehidupan beriman umat Israel kepada Yahwe. Isi kebijakan tersebut yakni orang-orang Yahudi harus meninggalkan praktik-praktik tradisional seperti cara beribadah, sunat dan melupakan aturan mengenai makanan yang halal dan haram. Sebaliknya, orang-orang Yahudi dipaksa untuk mengambil alih cara berpikir dan beribadah Yunani yang bagi orang-orang Yahudi itu adalah sebuah pelacuran terhadap Yahwe. Dalam situasi seperti ini, terdapat kelompok Yahudi yang berjuang menentang helenisasi yang dianggap bertentangan dengan iman Israel, walaupun terdapat ancaman tersebut, bangsa Israel semakin bertekad untuk mempertahankan warisan rohani yang dimilikinya dengan menolak secara tegas segala sesuatu yang mengancam kestabilan struktur agama Hal ini digambarkan pada pasal 7:19-32, di mana umat yang mulai berputus asa dan menganjurkan untuk melibatkan diri dalam kebijakan helenisasi

“….hendaklah kamu sekarang memanggil mereka dan menyerahkan seluruh kota kepada laskar Holofernes serta seluruh bala tentaranya untuk dirampasi. Lebih baik kita menjadi rampasan mereka. Memang kita akan menjadi budak, tetapi kita akan hidup terus dan tidak usah menyaksikan dengan mata kepala sendiri kematian kanak-kanak kita dan bagaimana isteri dan anak-anak kita kehilangan nyawanya.”

Saran itu mengguncang iman pemimpin umat sehingga ia (pemimpin umat: Uzia) mengeluarkan pernyataan mencobai Allah pada pasal 7:30.

“….tetapkan hati, saudara-saudara! Hendaknya kita tahan lima hari lagi. Jika hari-hari itu berlalu dengan tidak ada pertolongan datang, maka aku hendak berbuat sebagaimana telah saudara-saudara katakan.”

Kontras dengan mereka dalam situasi yang demikian, sebagian masyarakat (diwakili oleh Yudit) tetap berpegang pada tradisi iman mereka, bahwa Allah adalah Allah yang berkuasa dan tidak bisa diatur oleh kehendak manusia Yudit mengakui bahwa Allah adalah pahlawan yang akan melindungi dan menolong mereka pada waktu yang Ia kehendaki.

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Deuterokanonika   27th July 2011, 15:18

Kitab Yesus bin Sirakh (wikipedia)


Penulis

Penulisnya disebutkan di dalam teks Yunani (1:27) "Yesus bin Sirakh dari Yerusalem." Dalam salinan yang dimiliki oleh Saadia Gaon tertulis "Shim'on, anak Yesua, anak El'azar bin Sira"; dan hal yang sama ditemukan di dalam Naskah B Ibrani. Dengan mengubah-ubah posisi dari nama-nama "Shim'on" dan "Yesua'," bunyi yang sama diperoleh seperti yang ditemukan dalam naskah-naskah lain. Ketepatan nama "Shim'on" dikukuhkan oleh versi Siriak, yang di dalamnya tertulis "Yesua', anak Shim'on, yang nama belakangnya adalah Bar Asira." Kesenjangan di antara kedua bacaan "Bar Asira" dan "Bar Sira" perlu dicatat, "Asira" ("tahanan") adalah sebuah etimologi populer dari "Sira". Bukti ini tampaknya menunjukkan bahaw nama si pengarang adalah Yesua, anak Shimon, anak Eleazar bin Sira. ("Yesus" adalah bentuk Indonesia dari "Yesua'". Nama Yunani Ιησους digunakan untuk Yesua' dan Yehosua'.)

Nama belakang Sira berarti "duri" dalam bahasa Aram. Bentuk Yunaninya, Sirach, menambahkan huruf chi, seperti halnya dengan Hakeldamach dalam Kisah 1:19.
Menurut versi Yunani, meskipun tidak ditemukan dalam versi Siriak, si penulis banyak berkelana (34:11) dan seringkali menghadapi bahaya maut (1b:12). Dalam nyanyian dari pasal 51, ia berbicara tentang segala jenis bahaya yang daripadanya Allah telah melepaskannya, meskipun hal ini mungkin hanyalah sebuah tema puitis yang meniru Mazmur. Cemooh yang dihadapinya di hadapan seorang raja tertentu, konon salah satu dari wangsa Ptolemeus, hanya disebutkan di dalam versi Yunani, dan diabadikan di dalam teks Siriak dan Ibrani. Satu-satunya fakta yang diketahui pasti, yang diambil dari teks itu sendiri, ialah bahwa Bin Sirakh adalah seorang sarjana, dan seorang ahli taurat yang sangat paham tentang Taurat, dan khususnya dalam "Kitab-kitab Hikmat."


Pengaruhnya dalam liturgi Yahudi

Bin Sirakh digunakan sebagai dasar dari dua bagian penting dari liturgi Yahudi. Dalam Mahzor (buku doa hari kudus), seorang penyair Yahudi abad pertengahan menggunakan Bin Sirakh sebagai dasar untuk sebuah puisi, KeOhel HaNimtah, dalam kebaktian musaf ("tambahan") Yom Kippur. Penelitian yang belakangan menunjukkan bahwa kitab ini merupakan dasar dari doa yang paling penting dari semua doa Yahudi, Amidah. Bin Sirakh tampaknya memberikan kosa kata dan kerangka bagi banyak dari berkat Amidah.

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Deuterokanonika   27th July 2011, 15:41

Kitab Barukh



Kitab Barukh, yang kadang-kadang dirujuk sebagai ''1 Barukh''. Meskipun kitab ini tidak terdapat dalam Kitab Suci Ibrani, ia terdapat dalam Alkitab bahasa Yunani (LXX) dan dalam Vulgata|Alkitab Vulgata, dan juga dalam versi Theodotion. Sumber yang sama menyatakan bahwa "Ada pula bukti-bukti bahwa Barukh dibaca di Sinagoga-sinagoga Yahudi pada perayaan-perayaan tertentu pada abad-abad pertama era Kristen (Thackeray, 107-11)," Di situ kitab ini ditemukan di antara kitab-kitab kenabian yang mencakup pula Kitab Yesaya, Kitab Yeremia|Yeremia, Kitab Ratapan|Ratapan, Kitab Yehezkiel|Yehezkiel, Kitab Daniel|Daniel, dan kedua belas nabi-nabi keci. Kitab ini dinamai seturut nama Barukh ben Neriah, jurutulis Yeremia. Para ahli menduga bahwa kitab ini ditulis pada masa atau tak lama setelah masa Makabe. Juga, "akhir zaman Babel"; "tampaknya dirujuk pula dalam Makabe|2 Mak. [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=46&ch=002&l=1-3 2:1-3]" in ''The Jerusalem Bible'', 1966, hlm. 1128.
Dalam Vulgata, Versi Raja James|Alkitab Versi Raja James, dan banyak versi lainnya, Surat Yeremia ditambahkan sebagai bagian akhir dari kitab ini sebagai bab keenam.


Basic structure

*1:1-14 Introduction: "And these are the words...which Baruch...wrote in Babylonia.... And when they heard it they wept, and fasted, and prayed before the Lord."
*1:15-2:10 Confession of sins: "The Lord hath watched over us for evil, and hath brought it upon us: for the Lord is just in all his works.... And we have not hearkened to his voice"
*2:11-3:8 Prayer for mercy: "For the dead that are in hell, whose spirit is taken away from their bowels, shall not give glory and justice to the Lord..." (cf. Psalms [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=21&ch=006&l=6 6:6/5])
*3:9-4:14 Paean for Wisdom: "Where are the princes of the nations,... that hoard up silver and gold, wherein men trust? ... They are cut off, and are gone down to hell,..."
*4:5-5:9 Message to those in captivity: "You have been sold to the Gentiles, not for your destruction: but because you provoked God to wrath.... For the sins of my children, he [the Eternal] hath brought a nation upon them from afar...who have neither reverenced the ancient, nor pitied children..."
*Chapter 6: See ''Letter of Jeremiah''


Use in the New Testament

*Gospel of Luke|Lk [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=49&ch=013&l=29 13:29] bears relation to Baruch [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=30&ch=004&l=37 4:37] [http://scripturecatholic.com/deuterocanon.html].
*Gospel of John|Jn [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=50&ch=003&l=13 3:13] bears relation to Baruch [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=30&ch=003&l=29 3:29] (ibid.).
*First Epistle to the Corinthians|1 Cor]] [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=53&ch=010&l=20 10:20] bears relation to Baruch [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=30&ch=004&l=7 4:7] (ibid.).
*Gospel of John|Jn [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=50&ch=001&l=14 1:14] bears relation to Baruch [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=30&ch=003&l=38 3:38] as well as to Leviticus|Lev [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=03&ch=026&l=11-12 26:11-12], Books of Kings|1 Kgs [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=11&ch=008&l=27 8:27], and Psalms [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=21&ch=084&l=10 85:9].


Liturgical use

Western

In the Roman Catholic Church, Bar 3:9-38 is used in the liturgy of Holy Saturday during Passiontide in the traditional lectionary of scriptural readings at Mass (liturgy)|Mass. A similar selection occurs during the revised liturgy for the Easter Vigil.

Bar 1:14 - 2:5; 3:1-8 is a liturgical reading within the revised Roman Catholic Breviary. The subject is ''the prayer and confession of sin of a penitent people'':

Justice is with the Lord, our God; and we today are flushed with shame, we men of Kingdom of Judah|Judah and citizens of Jerusalem, that we, with our kings and rulers and priests and prophets, and with our fathers, have sinned in the Lord's sight and disobeyed him. ... And the Lord fulfilled the warning he had uttered against us.... Lord Almighty, ... Hear... and have mercy on us, who have sinned against you... (Bar 1:15-18; 2:1; 3:1-2)

Augustine of Hippo|St. Augustine's reflection, which is paired with this reading, on this occasion speaks of prayer: "Since this that we pray for is that peace that surpasses all understanding, even when we ask for it in prayer we do not know how to pray for what is right..."; from there he explains what it means that the Holy Ghost pleads for the saints.

Bar 3:9-15, 24-4:4 is a liturgical reading for the Saturday of the same week. The theme is that ''the salvation of Israel is founded on wisdom'': "Learn where prudence is, ... that you may know also where are length of days, and life, where light of the eyes, and peace. Who has found the place of wisdom, who has entered into her treasuries? ... She is the book of the precepts of God, ... All who cling to her will live... Turn, O Jacob, and receive her: ... Give not your glory to another, your privileges to an alien race." Paired with this on the same day is a reading from Peter Chrysologus|St. Peter Chrysologus [http://www.catholic-forum.com/saints/saintp41.htm], d. A.D. 450, who quotes the Apostle: "let us also wear the likeness of the man of heaven".


Eastern

In the Eastern Orthodox Church and those Eastern Catholic Churches which follow the Byzantine Rite, a selection from Baruch (which is considered an extension of the Book of Jeremiah, and is announced in the services as "Jeremiah") is read as one of the eight ''Paroemia'' (Old Testament lection|readings) during the Vespers|Vespera Divine Liturgy on Christmas Eve.


Use by theologians and Church Fathers

In ''Summa Theologiae''. [http://newadvent.org/summa/400404.htm III 4 4], Doctor of the Church Thomas Aquinas quotes Baruch [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=30&ch=003&l=38 3:38] to affirm that "the Son of God assumed human nature in order to show Himself in men's sight, according to Baruch 3:38: 'Afterwards He was seen upon earth, and conversed with men.'" This is part of his discussion of "the mode of union on the part of the human nature" [http://newadvent.org/summa/400400.htm III 4]. He quotes the same passage of Baruch in [http://newadvent.org/summa/404001.htm III 40 1] to help answer "whether Christ should have associated with men, or led a solitary life" [http://newadvent.org/summa/404000.htm III 40].

Church Father Clement of Alexandria|St. Clement of Alexandria [http://www.catholic-forum.com/saints/saintc4q.htm], d. A.D. 217, quoted Baruch [http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=30&ch=003&l=16-19 3:16-19], referring to the passage thus: "Divine Scripture, addressing itself to those who love themselves and to the boastful, somewhere says most excellently: 'Where are the princes of the nations...'"

Hilarius dari Poitiers|St. Hilarius dari Poitiers [http://www.catholic-forum.com/saints/sainth02.htm], wafat 368 M., juga seorang Bapa Gereja, mengutip nas yang sama sebagai St. Tomas, ''supra'', ([http://drbo.org/cgi-bin/d?b=drb&bk=30&ch=003&l=36-38 3:36-38]), mengutip "Yeremias", yang dinyatakan oleh Jurgens: "Barukh adalah sekretaris Yeremias, dan dikutip oleh para Bapa Gereja kebanyakan dalam nama Yeremias" (§864n). St. Hilary menyatakan: "Selain Musa dan Yesaya|Isaias, dengarlah sekarang yang ketiga kalinya, dan kepada Yeremias, yang mengajarkan hal yang sama, ketika Ia berkata:..." (Jurgens §864).


Penggunaan dalam Katekismus Gereja Katolik masa kini

Barukh 6 dikutip dalam Katekismus Gereja Katolik [http://www.vatican.va/archive/ccc_css/archive/catechism/p3s2c1a1.htm#III §2112] sebagai bagian dari eksposisi menentang pemberhalaan. Pada masa Diaspora Yahudi|orang-orang Yahudi meratapi kejatuhan mereka ke dalam penyembahan berhala, dan pertobatan mereka dicatat dalam Kitab Barukh.

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Deuterokanonika   

Kembali Ke Atas Go down
 
Deuterokanonika
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Ruang Antar Kristen (Khusus Penganut Kristen Trinitarian) :: Alkitab-
Navigasi: