Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
PengirimMessage
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   30th March 2012, 16:55

erusi7 wrote:

Quote :
Perhatikan yang saya tebalkan, kalau bersedia memberitahukan pada saya, di ayat mana dalam Al Qur'an atau Hadits hal tersebut diungkapkan, saya akan sangat berterima kasih.

Di dalam Tafsir Ibn Kathir, apa yang diriwayatkan oleh Ibn Jarir daripada Ibn Masi’ud dari beberapa orang sahabat yang lain, bahawa mereka berkata yang bermaksud, “Sesungguhnya tidak diperanakkan bagi Adam anak lelaki melainkan diperanakkan beserta anak perempuan, kemudian anak lelaki kandungan ini dikahwinkan dengan anak perempuan dari kandungan lain, dan anak perempuan bagi kandungan ini dikahwinkan dengan anak lelaki dari kandungan yang lain itu.” Pada masa itu, perkahwinan berlainan kandungan boleh dijadikan seperti perkahwinan berlainan keturunan..
Ooo... tafsir? Tafsir yang tanpa rujukan, bukan? Mmm.... ya sudah. Kalau kamu percaya itu, silahkan. Semoga kamu percaya bukan karena unsur paksaan. Saya sendiri, berdasar kemerdekaan saya, saya tidak percaya pada tafsir tanpa rujukan.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   2nd April 2012, 15:01

Husada wrote:
erusi7 wrote:

Quote :
Perhatikan yang saya tebalkan, kalau bersedia memberitahukan pada saya, di ayat mana dalam Al Qur'an atau Hadits hal tersebut diungkapkan, saya akan sangat berterima kasih.

Di dalam Tafsir Ibn Kathir, apa yang diriwayatkan oleh Ibn Jarir daripada Ibn Masi’ud dari beberapa orang sahabat yang lain, bahawa mereka berkata yang bermaksud, “Sesungguhnya tidak diperanakkan bagi Adam anak lelaki melainkan diperanakkan beserta anak perempuan, kemudian anak lelaki kandungan ini dikahwinkan dengan anak perempuan dari kandungan lain, dan anak perempuan bagi kandungan ini dikahwinkan dengan anak lelaki dari kandungan yang lain itu.” Pada masa itu, perkahwinan berlainan kandungan boleh dijadikan seperti perkahwinan berlainan keturunan..
Ooo... tafsir? Tafsir yang tanpa rujukan, bukan? Mmm.... ya sudah. Kalau kamu percaya itu, silahkan. Semoga kamu percaya bukan karena unsur paksaan. Saya sendiri, berdasar kemerdekaan saya, saya tidak percaya pada tafsir tanpa rujukan.

Damai, damai, damai.

Kalau boleh ikut nimbrung sedikit :)

rujukannya mungkin ini mas:

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa : 1).

Allah menciptakan Adam seorang diri, dan diberikan kepadanya Hawa dan dari keduanya anak keturunan mereka dikawinkan dan berkembang biak seperti sekarang ini, jadi pada masa itu memang diperbolehkan mengawinkan anak kandung, kan belum punya tetangga.. mungkin seperti itu mas :)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   2nd April 2012, 18:55

Quote :
Allah menciptakan Adam seorang diri, dan diberikan kepadanya Hawa dan dari keduanya anak keturunan mereka dikawinkan dan berkembang biak seperti sekarang ini, jadi pada masa itu memang diperbolehkan mengawinkan anak kandung, kan belum punya tetangga.. mungkin seperti itu mas

Pertama, antar andak kandung, kemudian sepupu, begitukah? Apa kemudian aturan itu ada perubahan mas?

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   2nd April 2012, 20:21

bruce wrote:
Quote :
Allah menciptakan Adam seorang diri, dan diberikan kepadanya Hawa dan dari keduanya anak keturunan mereka dikawinkan dan berkembang biak seperti sekarang ini, jadi pada masa itu memang diperbolehkan mengawinkan anak kandung, kan belum punya tetangga.. mungkin seperti itu mas

Pertama, antar andak kandung, kemudian sepupu, begitukah? Apa kemudian aturan itu ada perubahan mas?

Salam

lebih tepatnya 'disempurnakan' Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   2nd April 2012, 21:02

striker wrote:
bruce wrote:
Quote :
Allah menciptakan Adam seorang diri, dan diberikan kepadanya Hawa dan dari keduanya anak keturunan mereka dikawinkan dan berkembang biak seperti sekarang ini, jadi pada masa itu memang diperbolehkan mengawinkan anak kandung, kan belum punya tetangga.. mungkin seperti itu mas

Pertama, antar andak kandung, kemudian sepupu, begitukah? Apa kemudian aturan itu ada perubahan mas?

Salam

lebih tepatnya 'disempurnakan' Very Happy

Hasil akhirnya seperti apa?


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   3rd April 2012, 10:16

Damai bagimu striker.
striker wrote:

Kalau boleh ikut nimbrung sedikit :)
Hehhehheee... nimbrung kenapa sedikit strik? Ayooo... ceburin aja sekalian, hehhehheee...

Terhadap ini,
Quote :
rujukannya mungkin ini mas:

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa : 1).

Allah menciptakan Adam seorang diri, dan diberikan kepadanya Hawa dan dari keduanya anak keturunan mereka dikawinkan dan berkembang biak seperti sekarang ini, jadi pada masa itu memang diperbolehkan mengawinkan anak kandung, kan belum punya tetangga.. mungkin seperti itu mas :)
Saya ingin posting begini.

Menurut pengimanan saya, Tuhan itu kekal dari dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Tuhan itu konsisten dari dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Apakah striker sependapat dengan saya dalam hal kekekalan dan konsistensi Tuhan? Jika demikian, maka sejak permulaan manusia, Tuhan bersabda sedemikian rupa, sabda tersebut tidak berubah sekarang, dan sampai akhir zaman.

Kenyataannya, ilmu genetika modern menyimpulkan bahwa perkawinan sedarah atau dengan hubungan darah yang masih dekat, yang diistilahkan dengan incest, sering menghasilkan keturunan yang mengalami degradasi fisik dan/atau mental. Dan saya duga, dengan melihat kenyataan sehari-hari bahwa tidak ada keluarga yang suami dan istrinya sedarah, maka saya simpulkan bahwa perkawinan sedarah itu tidak dianjurkan.

Kalau kita adakan penelitian kecil-kecilan, incest itu merupakan penyebab maka di sekitaran kerajaan-kerajaan dunia, relatif lebih banyak orang pengidap imbisil, keterbelakangan mental, cacat fisik, dll, dll, karena ada pandangan dari para ningrat bahwa untuk menjaga kemurnian 'darah biru' maka mereka melakukan perkawinan sedarah. Diharapkan akan menghasilkan 'darah biru murni' karena tidak tercampur antara 'darah biru' dengan 'darah kawula'. Nyatanya menghasilkan keturunan yang mengidap degradasi fisik dan mental, dipandang sebagai 'kutukan' yang memalukan, malah menterlantarkan keturunan tersebut.

Artinya apa? Meski tidak langsung kita dengar sabda Tuhan mengenai hal incest tersebut, dengan melihat degradasi fisik dan mental keturunan hasil incest tersebut, layak disimpulkan bahwa incest itu tidak diperkenankan dan tidak disabdakan Tuhan. Sebab, jika benar disabdakan demikian maka perkawinan sedarah atau hubungan darah yang masih dekat, tidak akan menghasilkan keturunan yang terdegradasi fisik dan/atau mental.

Mengingat kekekalan dan konsistensi Tuhan, bagi saya, terasa janggal kalau pada permulaan manusia, Tuhan 'menghalalkan' perkawinan sedarah, dan kemudian hari (dewasa ini) lantas 'mengharamkan' perkawinan sedarah.

Baiklah, kalau striker dan kawan-kawan lain mempercayai substansi ayat rujukan yang striker kemukakan itu, Anda merdeka mengimani dan mengamininya. Namun bagi saya, juga bagi yang lain, dengan latar pikir seperti terkandung dalam posting saya itu, atau dengan latar pikir lain, saya tidak mengimani dan tidak mengamini ayat rujukan itu.

Saya pikir, dapat juga dipertimbangkan mengenai tenggang waktu yang ada antara masa Adam dan Hawa sampai kepada ayat itu 'disampaikan'. Mosok sih, setelah berlalu sekian ribu tahun dan sekian generasi dari Adam dan Hawa, lalu kemudian ayat itu disampaikan? Apa urgensinya? Apakah orang-orang yang hidup sebelum ayat itu 'disampaikan' tidak perlu mengetahuinya?

Nah, kalau striker dan yang lainnya mengamini dan mengimani ayat rujukan yang striker kemukakan itu, ya monggo kerso. Kita orang-orang merdeka. Saya sendiri, dengan latar pikir seperti terkandung dalam postingan saya di atas, tidak mengimani dan tidak mengamini ayat itu.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   3rd April 2012, 12:56

Quote :
Nah, kalau striker dan yang lainnya mengamini dan mengimani ayat rujukan yang striker kemukakan itu, ya monggo kerso. Kita orang-orang merdeka. Saya sendiri, dengan latar pikir seperti terkandung dalam postingan saya di atas, tidak mengimani dan tidak mengamini ayat itu.

Amen

Very Happy

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   3rd April 2012, 14:43

Husada wrote:
Damai bagimu striker.
striker wrote:

Kalau boleh ikut nimbrung sedikit :)
Hehhehheee... nimbrung kenapa sedikit strik? Ayooo... ceburin aja sekalian, hehhehheee...

Terhadap ini,
Quote :
rujukannya mungkin ini mas:

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa : 1).

Allah menciptakan Adam seorang diri, dan diberikan kepadanya Hawa dan dari keduanya anak keturunan mereka dikawinkan dan berkembang biak seperti sekarang ini, jadi pada masa itu memang diperbolehkan mengawinkan anak kandung, kan belum punya tetangga.. mungkin seperti itu mas :)
Saya ingin posting begini.

Menurut pengimanan saya, Tuhan itu kekal dari dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Tuhan itu konsisten dari dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya. Apakah striker sependapat dengan saya dalam hal kekekalan dan konsistensi Tuhan? Jika demikian, maka sejak permulaan manusia, Tuhan bersabda sedemikian rupa, sabda tersebut tidak berubah sekarang, dan sampai akhir zaman.

Kenyataannya, ilmu genetika modern menyimpulkan bahwa perkawinan sedarah atau dengan hubungan darah yang masih dekat, yang diistilahkan dengan incest, sering menghasilkan keturunan yang mengalami degradasi fisik dan/atau mental. Dan saya duga, dengan melihat kenyataan sehari-hari bahwa tidak ada keluarga yang suami dan istrinya sedarah, maka saya simpulkan bahwa perkawinan sedarah itu tidak dianjurkan.

Kalau kita adakan penelitian kecil-kecilan, incest itu merupakan penyebab maka di sekitaran kerajaan-kerajaan dunia, relatif lebih banyak orang pengidap imbisil, keterbelakangan mental, cacat fisik, dll, dll, karena ada pandangan dari para ningrat bahwa untuk menjaga kemurnian 'darah biru' maka mereka melakukan perkawinan sedarah. Diharapkan akan menghasilkan 'darah biru murni' karena tidak tercampur antara 'darah biru' dengan 'darah kawula'. Nyatanya menghasilkan keturunan yang mengidap degradasi fisik dan mental, dipandang sebagai 'kutukan' yang memalukan, malah menterlantarkan keturunan tersebut.

Artinya apa? Meski tidak langsung kita dengar sabda Tuhan mengenai hal incest tersebut, dengan melihat degradasi fisik dan mental keturunan hasil incest tersebut, layak disimpulkan bahwa incest itu tidak diperkenankan dan tidak disabdakan Tuhan. Sebab, jika benar disabdakan demikian maka perkawinan sedarah atau hubungan darah yang masih dekat, tidak akan menghasilkan keturunan yang terdegradasi fisik dan/atau mental.

Mengingat kekekalan dan konsistensi Tuhan, bagi saya, terasa janggal kalau pada permulaan manusia, Tuhan 'menghalalkan' perkawinan sedarah, dan kemudian hari (dewasa ini) lantas 'mengharamkan' perkawinan sedarah.

Baiklah, kalau striker dan kawan-kawan lain mempercayai substansi ayat rujukan yang striker kemukakan itu, Anda merdeka mengimani dan mengamininya. Namun bagi saya, juga bagi yang lain, dengan latar pikir seperti terkandung dalam posting saya itu, atau dengan latar pikir lain, saya tidak mengimani dan tidak mengamini ayat rujukan itu.

Saya pikir, dapat juga dipertimbangkan mengenai tenggang waktu yang ada antara masa Adam dan Hawa sampai kepada ayat itu 'disampaikan'. Mosok sih, setelah berlalu sekian ribu tahun dan sekian generasi dari Adam dan Hawa, lalu kemudian ayat itu disampaikan? Apa urgensinya? Apakah orang-orang yang hidup sebelum ayat itu 'disampaikan' tidak perlu mengetahuinya?

Nah, kalau striker dan yang lainnya mengamini dan mengimani ayat rujukan yang striker kemukakan itu, ya monggo kerso. Kita orang-orang merdeka. Saya sendiri, dengan latar pikir seperti terkandung dalam postingan saya di atas, tidak mengimani dan tidak mengamini ayat itu.

Damai, damai, damai.

Jadi menurut anda kalau dulu incest diperbolehkan pada masa Adam, maka sekarangpun seharusnya dihalalkan?
Apakah perkawinan incest itu dihalalkan dlm ajaran anda?

Allah Maha mengetahui apa yg terbaik bagi hamba2-Nya. :)
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   3rd April 2012, 15:03

bruce wrote:
striker wrote:
bruce wrote:
Quote :
Allah menciptakan Adam seorang diri, dan diberikan kepadanya Hawa dan dari keduanya anak keturunan mereka dikawinkan dan berkembang biak seperti sekarang ini, jadi pada masa itu memang diperbolehkan mengawinkan anak kandung, kan belum punya tetangga.. mungkin seperti itu mas

Pertama, antar andak kandung, kemudian sepupu, begitukah? Apa kemudian aturan itu ada perubahan mas?

Salam

lebih tepatnya 'disempurnakan' Very Happy

Hasil akhirnya seperti apa?


Maksudnya? d\'oh
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   3rd April 2012, 15:59

Damai bagimu striker.
striker mem-post ini, dan berdasar ini,
striker wrote:

rujukannya mungkin ini mas:

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa : 1).

Allah menciptakan Adam seorang diri, dan diberikan kepadanya Hawa dan dari keduanya anak keturunan mereka dikawinkan dan berkembang biak seperti sekarang ini, jadi pada masa itu memang diperbolehkan mengawinkan anak kandung, kan belum punya tetangga.. mungkin seperti itu mas :)
Maka saya artikan bahwa pada permulaan manusia, yaitu berdasar posting-mu itu, saya artikan sebagai Adam dan Hawa (bukan berarti saya sependapat bahwa Adam dan Hawa saja leluhur biologis manusia), anak-anak Adam dan Hawa melakukan incest. Apa pengertian saya berdasar posting-mu itu berbeda dari yang striker maksud?

Yang saya artikan, menurut posting-anmu itu, striker berpendapat bahwa striker mengamini dan mengimani bahwa anak-anak Adam dan Hawa melakukan incest. Pengertian saya itu diperkuat oleh ayat yang striker ajukan sebagai rujukan.

Sementara, jika saya cermati posting-anmu ini,
striker wrote:

Jadi menurut anda kalau dulu incest diperbolehkan pada masa Adam, maka sekarangpun seharusnya dihalalkan?
Seolah-olah saya sependapat pada incest-nya anak-anak Adam dan Hawa.

Tidak. Saya tidak sependapat dengan incest-nya anak-anak Adam dan Hawa. Saya berpemahaman, bahwa Adam dan Hawa hanya penggambaran ringkas iman manusia atas proses penciptaan manusia. Di suatu trit dulu, pikiran saya sudah pernah saya ungkapkan, bahwa saya tidak percaya Adam dan Hawa dicipta persis seperti yang diutarakan oleh Alkitab. Ketidaksependapatan saya bersumber dari bahwa bila dihitung jumlah tahun dari generasi Adam dan Hawa sampai dewasa ini, belum sampai jutaan tahun, sementara ilmu arkeologi telah membuktikan ditemukannya berbagai fosil yang berusia jutaan tahun.

Quote :
Apakah perkawinan incest itu dihalalkan dlm ajaran anda?
Hehhehheee... saya tidak mengajarkan sesuatu. Kalau ada sesuatu yang saya sampaikan, itu bukan ajaran saya, melainkan ajaran yang saya terima dan wajib hukumnya untuk saya teruskan.

Tidak. Perkawinan incest tidak diperbolehkan dalam ajaran Gereja yang saya terima. Bahkan yang masih berhubungan darah yang dekat, sepanjang pengetahuan saya, tidak diperkenankan. Namun demikian, ada kelaziman adat di daerah Sumatera Utara yang bertentangan dengan ajaran Gereja. Bahwa di orang Batak, marpariban, yaitu seorang pemuda mengawini putri dari saudara laki-laki ibunya, adalah salah menurut Gereja, dan itu tidak diperkenankan. Namanya manusia, banyak orang Batak yang kawin dengan pariban-nya dengan mengaku bahwa tidak punya pertalian darah yang terbilang dekat dengan calon mempelainya, padahal calon mempelainya tersebut adalah putri dari saudara laki-laki ibunya. Dan, itu terjadi sampai sekarang.

Quote :
Allah Maha mengetahui apa yg terbaik bagi hamba2-Nya. :)
Saya sependapat dengan ini. Tuhan tahu yang paling baik untuk umatNya, dan Tuhan menyediakannya. Tetapi, Tuhan tidak memaksa manusia untuk harus mengambil yang paling baik itu. Tuhan mau, agar umatNya mengambil yang paling baik itu secara merdeka, bebas, semata-mata karena mengasihi Tuhan. Bukan karena dipaksa. Kalau si manusia mengambil yang buruk, Tuhan tidak menghalangi manusia. Kepada manusia itu diberitahukan dampak pilihannya. Kalau manusia mengambil yang buruk, maka keburukanlah yang didapat. Kalau manusia memilih yang baik, maka yang baik juga upahnya setelah dunia berlalu.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   3rd April 2012, 17:17

Husada wrote:
Damai bagimu striker.
striker mem-post ini, dan berdasar ini,
striker wrote:

rujukannya mungkin ini mas:

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain , dan hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa : 1).

Allah menciptakan Adam seorang diri, dan diberikan kepadanya Hawa dan dari keduanya anak keturunan mereka dikawinkan dan berkembang biak seperti sekarang ini, jadi pada masa itu memang diperbolehkan mengawinkan anak kandung, kan belum punya tetangga.. mungkin seperti itu mas :)
Maka saya artikan bahwa pada permulaan manusia, yaitu berdasar posting-mu itu, saya artikan sebagai Adam dan Hawa (bukan berarti saya sependapat bahwa Adam dan Hawa saja leluhur biologis manusia), anak-anak Adam dan Hawa melakukan incest. Apa pengertian saya berdasar posting-mu itu berbeda dari yang striker maksud?

Yang saya artikan, menurut posting-anmu itu, striker berpendapat bahwa striker mengamini dan mengimani bahwa anak-anak Adam dan Hawa melakukan incest. Pengertian saya itu diperkuat oleh ayat yang striker ajukan sebagai rujukan.

Sementara, jika saya cermati posting-anmu ini,
striker wrote:

Jadi menurut anda kalau dulu incest diperbolehkan pada masa Adam, maka sekarangpun seharusnya dihalalkan?
Seolah-olah saya sependapat pada incest-nya anak-anak Adam dan Hawa.

Tidak. Saya tidak sependapat dengan incest-nya anak-anak Adam dan Hawa. Saya berpemahaman, bahwa Adam dan Hawa hanya penggambaran ringkas iman manusia atas proses penciptaan manusia. Di suatu trit dulu, pikiran saya sudah pernah saya ungkapkan, bahwa saya tidak percaya Adam dan Hawa dicipta persis seperti yang diutarakan oleh Alkitab. Ketidaksependapatan saya bersumber dari bahwa bila dihitung jumlah tahun dari generasi Adam dan Hawa sampai dewasa ini, belum sampai jutaan tahun, sementara ilmu arkeologi telah membuktikan ditemukannya berbagai fosil yang berusia jutaan tahun.

Quote :
Apakah perkawinan incest itu dihalalkan dlm ajaran anda?
Hehhehheee... saya tidak mengajarkan sesuatu. Kalau ada sesuatu yang saya sampaikan, itu bukan ajaran saya, melainkan ajaran yang saya terima dan wajib hukumnya untuk saya teruskan.

Tidak. Perkawinan incest tidak diperbolehkan dalam ajaran Gereja yang saya terima. Bahkan yang masih berhubungan darah yang dekat, sepanjang pengetahuan saya, tidak diperkenankan. Namun demikian, ada kelaziman adat di daerah Sumatera Utara yang bertentangan dengan ajaran Gereja. Bahwa di orang Batak, marpariban, yaitu seorang pemuda mengawini putri dari saudara laki-laki ibunya, adalah salah menurut Gereja, dan itu tidak diperkenankan. Namanya manusia, banyak orang Batak yang kawin dengan pariban-nya dengan mengaku bahwa tidak punya pertalian darah yang terbilang dekat dengan calon mempelainya, padahal calon mempelainya tersebut adalah putri dari saudara laki-laki ibunya. Dan, itu terjadi sampai sekarang.

Quote :
Allah Maha mengetahui apa yg terbaik bagi hamba2-Nya. :)
Saya sependapat dengan ini. Tuhan tahu yang paling baik untuk umatNya, dan Tuhan menyediakannya. Tetapi, Tuhan tidak memaksa manusia untuk harus mengambil yang paling baik itu. Tuhan mau, agar umatNya mengambil yang paling baik itu secara merdeka, bebas, semata-mata karena mengasihi Tuhan. Bukan karena dipaksa. Kalau si manusia mengambil yang buruk, Tuhan tidak menghalangi manusia. Kepada manusia itu diberitahukan dampak pilihannya. Kalau manusia mengambil yang buruk, maka keburukanlah yang didapat. Kalau manusia memilih yang baik, maka yang baik juga upahnya setelah dunia berlalu.

Damai, damai, damai.

Kalau anda tdk mengimani bahwa anak2 adam dikawinkan dengan saudara kandungnya, saya jadi tertarik mendengar penjelasan yg anda percayai tentang Adam dan hawa dan perkawinan anak keturunannya.
Husada wrote:

Saya sependapat dengan ini. Tuhan tahu yang paling baik untuk umatNya, dan Tuhan menyediakannya. Tetapi, Tuhan tidak memaksa manusia untuk harus mengambil yang paling baik itu. Tuhan mau, agar umatNya mengambil yang paling baik itu secara merdeka, bebas, semata-mata karena mengasihi Tuhan. Bukan karena dipaksa. Kalau si manusia mengambil yang buruk, Tuhan tidak menghalangi manusia. Kepada manusia itu diberitahukan dampak pilihannya. Kalau manusia mengambil yang buruk, maka keburukanlah yang didapat. Kalau manusia memilih yang baik, maka yang baik juga upahnya setelah dunia berlalu.

tumben2an njenengan mengimani ada upah/pahala pada setiap perbuatan baik :)
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   4th April 2012, 09:48

Damai bagimu striker.
striker wrote:

Kalau anda tdk mengimani bahwa anak2 adam dikawinkan dengan saudara kandungnya, saya jadi tertarik mendengar penjelasan yg anda percayai tentang Adam dan hawa dan perkawinan anak keturunannya.
Hehhehheee... untuk ketertarikan striker itu, mungkin apa yang saya percayai tidak akan memuaskan rasa penasaranmu. Seperti saya utarakan sebelumnya, saya tidak mempercayai kisah penciptaan di Alkitab secara hurufiah. Menurut yang saya percayai, kisah penciptaan yang diungkapkan pada Alkitab itu, hanya merupakan ringkasan iman manusia terhadap Tuhannya. Secara ringkas, yang ingin disampaikan melalui kisah penciptaan di ALkitab itu ialah bahwa Tuhan adalah pencipta segalanya.

Oh,iya. Sebelumnya, ingin saya ingatkan, bahwa kisah penciptaan menurut Al Qur'an belum pernah saya dalami secara detil. Jadi, kisah penciptaan yang saya maksud di sini adalah kisah penciptaan menurut Alkitab.

Di Alkitab, sepanjang yang saya tangkap, Adam dan Hawa itu tidak pernah dikatakan mempunyai anak perempuan. Bagaimana mungkin saya mempercayai terjadinya incest pada anak-anak Adam dan Hawa?

Saya percaya teori evolusi, bahwa manusia itu, dengan evolusinya, secara genotipe berasal dari primata. Adam dan hawa adalah yang terpilih dari jenis primata di masanya, yang diberikan roh (ruh), yang dilukiskan dengan Tuhan meniupkan roh kepada Adam. Kepada Hawa tidak ditiupkan, tetapi digambarkan bahwa Hawa diambil dari rusuk Adam. Dengan demikian, yaitu karena Hawa dibentuk dari rusuk Adam, maka kepada Hawa tidak ditiupkan Roh, roh yang ditiupkan kepada Adam inherent atau inclusive atau melekat pada seluruh fisik Adam. Karena itu pula, menurut pemahaman saya, Adam menyebut Hawa sebagai, "Daging dari dagingku, dan tulang dari tulangku."

Dikisahkan juga bahwa Tuhan menciptakan dengan tanganNya sendiri, dijadikanNya manusia (Adam) dari debu tanah. Menurut pemahaman saya, yang dimaksud di situ ialah bahwa fisik manusia itu ditranformasikan dari hasil bumi yang dikonsumsinya. Makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia berasal dari bumi (digambarkan sebagai debu tanah), dengan metabolisme tubuh dirubah menjadi darah, daging, dan tulang, serta tenaga.

Pada masa itu, banyak primata sejenis Adam dan Hawa, tetapi hanya kepada Adam yang ditiupkan roh, dan Hawa dibentuk oleh Tuhan menjadi penolong bagi Adam. Diungkapkan, mereka tidak mempunyai anak perempuan. Jadi, anak-anaknya, yang mewarisi roh dari Adam, bisa berkembang biak secara fisik dengan kawin kepada primata sejenis yang tidak mendapat tiupan roh.
Quote :
tumben2an njenengan mengimani ada upah/pahala pada setiap perbuatan baik :)
Kenapa pakai kata /tumben2an/? Yang saya maksudkan di posting itu ialah, bahwa Tuhan menyediakan segala sesuatu, termasuk yang paling baik bagi manusia. Kepada manusia, Tuhan menghimbau agar manusia memilih yang paling baik untuknya dari yang telah disediakan Tuhan. Manusia merdeka dan bebas memilih, apakah manusia akan mengambil yang paling baik, atau manusia memilih yang diinginkan manusia saja, mengabaikan himbauan Tuhan. Bebas. Setiap pilihan mempunyai konsekuensi. Jika manusia memilih yang baik, maka manusia akan memperoleh yang baik. Kalau manusia memilik yang bagaimana, maka yang bagaimana pula yang diperolehnya. Jika yang seperti itu striker artikan bahwa saya mengimani ada upah/pahala, ya terserah pemahaman striker saja. Saya kira, apa yang saya posting-kan pada konteks ini, sudah memadai untuk diartikan.

Damai bagimu striker.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   4th April 2012, 15:07

Husada wrote:
Pada masa itu, banyak primata sejenis Adam dan Hawa, tetapi hanya kepada Adam yang ditiupkan roh, dan Hawa dibentuk oleh Tuhan menjadi penolong bagi Adam. Diungkapkan, mereka tidak mempunyai anak perempuan. Jadi, anak-anaknya, yang mewarisi roh dari Adam, bisa berkembang biak secara fisik dengan kawin kepada primata sejenis yang tidak mendapat tiupan roh.

Damai bagimu striker.

Apakah ini yang diyakini umat Kristen tentang penciptaan manusia (sejak Adam dan Hawa) serta keturunannya?
Bahwa sejarah manusia sama dengan apa yang diungkapkan oleh Teori Darwin - manusia berasal dari primata (CMIIW).
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   4th April 2012, 15:21

Husada wrote:
Damai bagimu striker.
striker wrote:

Kalau anda tdk mengimani bahwa anak2 adam dikawinkan dengan saudara kandungnya, saya jadi tertarik mendengar penjelasan yg anda percayai tentang Adam dan hawa dan perkawinan anak keturunannya.
Hehhehheee... untuk ketertarikan striker itu, mungkin apa yang saya percayai tidak akan memuaskan rasa penasaranmu. Seperti saya utarakan sebelumnya, saya tidak mempercayai kisah penciptaan di Alkitab secara hurufiah. Menurut yang saya percayai, kisah penciptaan yang diungkapkan pada Alkitab itu, hanya merupakan ringkasan iman manusia terhadap Tuhannya. Secara ringkas, yang ingin disampaikan melalui kisah penciptaan di ALkitab itu ialah bahwa Tuhan adalah pencipta segalanya.

Oh,iya. Sebelumnya, ingin saya ingatkan, bahwa kisah penciptaan menurut Al Qur'an belum pernah saya dalami secara detil. Jadi, kisah penciptaan yang saya maksud di sini adalah kisah penciptaan menurut Alkitab.

Di Alkitab, sepanjang yang saya tangkap, Adam dan Hawa itu tidak pernah dikatakan mempunyai anak perempuan. Bagaimana mungkin saya mempercayai terjadinya incest pada anak-anak Adam dan Hawa?

Saya percaya teori evolusi, bahwa manusia itu, dengan evolusinya, secara genotipe berasal dari primata. Adam dan hawa adalah yang terpilih dari jenis primata di masanya, yang diberikan roh (ruh), yang dilukiskan dengan Tuhan meniupkan roh kepada Adam. Kepada Hawa tidak ditiupkan, tetapi digambarkan bahwa Hawa diambil dari rusuk Adam. Dengan demikian, yaitu karena Hawa dibentuk dari rusuk Adam, maka kepada Hawa tidak ditiupkan Roh, roh yang ditiupkan kepada Adam inherent atau inclusive atau melekat pada seluruh fisik Adam. Karena itu pula, menurut pemahaman saya, Adam menyebut Hawa sebagai, "Daging dari dagingku, dan tulang dari tulangku."

Dikisahkan juga bahwa Tuhan menciptakan dengan tanganNya sendiri, dijadikanNya manusia (Adam) dari debu tanah. Menurut pemahaman saya, yang dimaksud di situ ialah bahwa fisik manusia itu ditranformasikan dari hasil bumi yang dikonsumsinya. Makanan dan minuman yang dikonsumsi manusia berasal dari bumi (digambarkan sebagai debu tanah), dengan metabolisme tubuh dirubah menjadi darah, daging, dan tulang, serta tenaga.

Pada masa itu, banyak primata sejenis Adam dan Hawa, tetapi hanya kepada Adam yang ditiupkan roh, dan Hawa dibentuk oleh Tuhan menjadi penolong bagi Adam. Diungkapkan, mereka tidak mempunyai anak perempuan. Jadi, anak-anaknya, yang mewarisi roh dari Adam, bisa berkembang biak secara fisik dengan kawin kepada primata sejenis yang tidak mendapat tiupan roh.
Quote :
tumben2an njenengan mengimani ada upah/pahala pada setiap perbuatan baik :)
Kenapa pakai kata /tumben2an/? Yang saya maksudkan di posting itu ialah, bahwa Tuhan menyediakan segala sesuatu, termasuk yang paling baik bagi manusia. Kepada manusia, Tuhan menghimbau agar manusia memilih yang paling baik untuknya dari yang telah disediakan Tuhan. Manusia merdeka dan bebas memilih, apakah manusia akan mengambil yang paling baik, atau manusia memilih yang diinginkan manusia saja, mengabaikan himbauan Tuhan. Bebas. Setiap pilihan mempunyai konsekuensi. Jika manusia memilih yang baik, maka manusia akan memperoleh yang baik. Kalau manusia memilik yang bagaimana, maka yang bagaimana pula yang diperolehnya. Jika yang seperti itu striker artikan bahwa saya mengimani ada upah/pahala, ya terserah pemahaman striker saja. Saya kira, apa yang saya posting-kan pada konteks ini, sudah memadai untuk diartikan.

Damai bagimu striker.

seperti yg dikatakan mas bro silancah, rupanya anda termasuk yg percaya dengan teori darwin ya mas? Very Happy
Apakah demikian juga dengan mas bruce dan rekan kristen disini? percaya bahwa Adam dulunya itu bentuknya seperti 'maaf' monyet (primata)?

Lalu agaimana anda menjelaskan ayat berikut dlm kitab anda mas: (26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Yah setidaknya kita punya kesamaan pemahaman, bahwa kaalu kita berlaku baik, pasti kita mendapatkan upah yg baik pula/pahala, demikian juga bila kita berpreilaku buruk, tentu kita akan menerima hukuman/dosa :)

damai juga mas :)
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   4th April 2012, 16:06

striker wrote:
(26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,

Sepertinya, ayat yang ini jangan dimaknai secara hafiah ... mungkin gambar dan rupa itu diartikan sebagai sifat Tuhan?
Mungkin ada rekan Kristiani yang bisa menjelaskan?
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   4th April 2012, 18:17

striker wrote:
seperti yg dikatakan mas bro silancah, rupanya anda termasuk yg percaya dengan teori darwin ya mas? Very Happy
Hehhehheee... iya. Saya belum melihat sesuatu yang dapat meruntuhkan Teori Darwin. Kalau striker punya sebarang informasi atau teori yang berterima di akal saya, silahkan di-sahre, mungkin saya akan mengedit kepercayaan kepada Teori Darwin tersebut.
Quote :
Apakah demikian juga dengan mas bruce dan rekan kristen disini? percaya bahwa Adam dulunya itu bentuknya seperti 'maaf' monyet (primata)?
Sepanjang yang dapat saya tangkap, Bruce juga mempercayai Teori Darwin. Rekan lainnya, saya tidak dapat menduga. Namun untuk pastinya, semoga Bruce mem-post pikirannya tentang Teori Darwin. Demikian juga rekan-rekan lainnya.

Eh, buka trit lain aja. Atau ulang cari deh, mungkin sudah ada. Kalau di sini jadi OOT.

Quote :
Lalu agaimana anda menjelaskan ayat berikut dlm kitab anda mas: (26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Apanya dari ayat yang striker kemukakan itu yang ingin ditanyakan? Yang striker tebalkan itukah? Kalau itu, tolong jangan artikan hurufiah, striker. Allah itu bukan fisik, bukan zat padat, bukan zat cair, bukan zat gas, bukan kombinasi zat. Jika striker melihat suatu gambar dan itu dikatakan gambar Allah, yakinlah bahwa pada saat itu striker sedang dibo'ongi.

Quote :
Yah setidaknya kita punya kesamaan pemahaman, bahwa kaalu kita berlaku baik, pasti kita mendapatkan upah yg baik pula/pahala, demikian juga bila kita berpreilaku buruk, tentu kita akan menerima hukuman/dosa :)
Hehhehheee... mungkin striker mengartikan substansi yang striker posting itu sama dengan substansi yang saya posting terdahulu, ya tidak apa-apa. Substansi yang ingin saya re-post ialah Tuhan menyediakan segalanya bagi saya, yang paling baik, yang cukup baik, yang sedang-sedang, yang agak buruk, yang buruk dan sangat buruk. Walaupun Tuhan menghimbau saya agar saya memilih yang paling baik, saya merdeka memilih itu. Tuhan tidak memaksa saya harus memilih yang begini, atau harus memilih yang begitu. Kepada saya diberitahukan, kalau saya memilih yang buruk. maka saya akan dihitung sebagai ilalang, dan kalau saya memilih yang paling baik, maka saya akan dihitung sebagai gandum.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara


Terakhir diubah oleh Husada tanggal 9th April 2012, 08:39, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   4th April 2012, 20:58

Husada wrote:
striker wrote:
seperti yg dikatakan mas bro silancah, rupanya anda termasuk yg percaya dengan teori darwin ya mas? Very Happy
Hehhehheee... iya. Saya belum melihat sesuatu yang dapat meruntuhkan Teori Darwin. Kalau striker punya sebarang informasi atau teori yang berterima di akal saya, silahkan di-sahre, mungkin saya akan mengedit kepercayaan kepada Teori Darwin tersebut.
Quote :
Apakah demikian juga dengan mas bruce dan rekan kristen disini? percaya bahwa Adam dulunya itu bentuknya seperti 'maaf' monyet (primata)?
Sepanjang yang dapat saya tangkap, Bruce juga mempercayai Teori Darwin. Rekan lainnya, saya tidak dapat menduga. Namun untuk pastinya, semoga Bruce mem-post pikirannya tentang Teori Darwin. Demikian juga rekan-rekan lainnya.

Eh, buka trit lain aja. Atau ulang cari deh, mungkin sudah ada. Kalau di sini jadi OOT.

Quote :
Lalu agaimana anda menjelaskan ayat berikut dlm kitab anda mas: (26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Apanya dari ayat yang striker kemukakan itu yang ingin ditanyakan? Yang striker tebalkan itukah? Kalau itu, tolong jangan artikan hurufiah, striker. Allah itu bukan fisik, bukan zat padat, bukan zat cair, bukan zat gas, bukan kombinasi zat. Jika striker melihat suatu gambar dan itu dikatakan gambar Allah, yakinlah bahwa pada saat itu striker sedang dibo'ongi.

Quote :
Yah setidaknya kita punya kesamaan pemahaman, bahwa kaalu kita berlaku baik, pasti kita mendapatkan upah yg baik pula/pahala, demikian juga bila kita berpreilaku buruk, tentu kita akan menerima hukuman/dosa :)
Hehhehheee... mungkin striker mengartikan substansi yang striker posting itu sama dengan substansi yang saya posting terdahulu, ya tidak apa-apa. Substansi yang ingin saya re-post ialah Tuhan menyediakan segalanya bagi saya, yang paling baik, yang cukup baik, yang sedang-sedang, yang agak buruk, yang buruk dan sangat buruk. Walaupun Tuhan menghimbau saya agar saya memilih yang paling baik, saya merdeka memilih itu. Tuhan tidak memaksa saya harus memilih yang begini, atau harus memilih yang begitu. Kepada saya diberitahukan, kalau saya memilih yang buruk. maka saya akan dihitung sebagai ilalang, dan kalau saya memilih yang paling baik, maka saya akan dihitung sebagai gandum.

Damai, damai, damai.

Teori saya tentang Adam yg saya percayai hanya satu adalah saya bukan keturunan sejenis 'monyet', tapi kalau itu yg anda percayai ya monggo.. Very Happy

mengenai ayat ini: (26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Mungkin njenengan bisa menjelaskannya secara tdk hurufiah mas, monggo :)

Apakah maksudnya anda tidak percaya kalau kita berlaku baik, pasti kita mendapatkan upah yg baik pula/pahala, demikian juga bila kita berperilaku buruk, tentu kita akan menerima hukuman/dosa? :)
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   5th April 2012, 12:47

striker wrote:
Teori saya tentang Adam yg saya percayai hanya satu adalah saya bukan keturunan sejenis 'monyet', tapi kalau itu yg anda percayai ya monggo.. Very Happy

Jadi inget joke tentang seseorang yang berkunjung ke bonbin untuk mengunjungi saudara tuanya ... Laughing

striker wrote:
mengenai ayat ini: (26) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Mungkin njenengan bisa menjelaskannya secara tdk hurufiah mas, monggo :)

Ikut menunggu penjelasan dari Husada....
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   5th April 2012, 17:10

@Lancah & striker

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Apakah yang dimaksud dengan rupa adalah wajah? Wajah siapa? Sedangkan kita tahu dan yakini bahwa Allah itu adalah Roh, sedangkan kita adalah fisik?

Coba diperjelas dulu, jika anda menganggap ayat itu adalah arti literal, apakah anda berpendapat bahwa Allah itu punya wajah dan bentuk seperti kita manusia?

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   5th April 2012, 17:14

Saya rasa kita semua tidak menganggapnya sebagai literal, harfiah, atau hurufiah karena Tuhan tidak sama dengan makhluk-Nya ... well, at least, beda halnya saat berinkarnasi menjadi manusia, ya? Saat itu Tuhan sama dengan makhluk-Nya ... tapi itu yang Anda yakini, silakan saja.

Nah, sekarang ... at least saya pribadi, ingin memahami cara rekan2 Kristiani memahami ayat tersebut yang tentunya tidak dipahami secara literal tersebut.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   5th April 2012, 19:41

Quote :
Saya rasa kita semua tidak menganggapnya sebagai literal, harfiah, atau hurufiah karena Tuhan tidak sama dengan makhluk-Nya ... well, at least, beda halnya saat berinkarnasi menjadi manusia, ya? Saat itu Tuhan sama dengan makhluk-Nya ... tapi itu yang Anda yakini, silakan saja.

Tentu saja saat berinkarnasi, Ia harus sama seperti ciptaannya.

Quote :
Nah, sekarang ... at least saya pribadi, ingin memahami cara rekan2 Kristiani memahami ayat tersebut yang tentunya tidak dipahami secara literal tersebut.

Maksudnya sama dalam hal apa?

Sama dalam hal memiliki kemampuan untuk berkreasi, memiliki kemampuan rohani (memiliki roh).


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   5th April 2012, 20:39

bruce wrote:
Maksudnya sama dalam hal apa?

Sama dalam hal memiliki kemampuan untuk berkreasi, memiliki kemampuan rohani (memiliki roh).

Apakah pemahaman Bang Bruce itu universal atau bersifat pribadi?
Jika universal, siapakah yang pertama kali menyatakan pemahaman tersebut?
Jika pribadi, berarti dimungkinkan ada banyak variasi pemahaman tentang "Sama" dalam ayat tersebut?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   5th April 2012, 21:53

Silancah wrote:
bruce wrote:
Maksudnya sama dalam hal apa?

Sama dalam hal memiliki kemampuan untuk berkreasi, memiliki kemampuan rohani (memiliki roh).

Apakah pemahaman Bang Bruce itu universal atau bersifat pribadi?
Jika universal, siapakah yang pertama kali menyatakan pemahaman tersebut?
Jika pribadi, berarti dimungkinkan ada banyak variasi pemahaman tentang "Sama" dalam ayat tersebut?

Memangnya anda anggap saya ini punya jabatan tinggi sehingga bisa menyampaikan pemahaman Kristen, ha ha ha. Itu pemahaman universal kang, at least secara Katolik.

Siapa yang mengajarkannya pertama kali ? Ehmm, kalo ngga salah Thomas Aquinas, dan sebelumnya St.Agustinus.

Whether the image of God is in man?

Objection 1. It would seem that the image of God is not in man. For it is written (Isaiah 40:18): "To whom have you likened God? or what image will you make for Him?"

Objection 2. Further, to be the image of God is the property of the First-Begotten, of Whom the Apostle says (Colossians 1:15): "Who is the image of the invisible God, the First-Born of every creature." Therefore the image of God is not to be found in man.

Objection 3. Further, Hilary says (De Synod [Super i can. Synod. Ancyr.) that "an image is of the same species as that which it represents"; and he also says that "an image is the undivided and united likeness of one thing adequately representing another." But there is no species common to both God and man; nor can there be a comparison of equality between God and man. Therefore there can be no image of God in man.

On the contrary, It is written (Genesis 1:26): "Let Us make man to Our own image and likeness."

I answer that, As Augustine says (QQ. 83, qu. 74): "Where an image exists, there forthwith is likeness; but where there is likeness, there is not necessarily an image." Hence it is clear that likeness is essential to an image; and that an image adds something to likeness--namely, that it is copied from something else. For an "image" is so called because it is produced as an imitation of something else; wherefore, for instance, an egg, however much like and equal to another egg, is not called an image of the other egg, because it is not copied from it.

But equality does not belong to the essence of an image; for as Augustine says (QQ. 83, qu. 74): "Where there is an image there is not necessarily equality," as we see in a person's image reflected in a glass. Yet this is of the essence of a perfect image; for in a perfect image nothing is wanting that is to be found in that of which it is a copy. Now it is manifest that in man there is some likeness to God, copied from God as from an exemplar; yet this likeness is not one of equality, for such an exemplar infinitely excels its copy. Therefore there is in man a likeness to God; not, indeed, a perfect likeness, but imperfect. And Scripture implies the same when it says that man was made "to" God's likeness; for the preposition "to" signifies a certain approach, as of something at a distance.

Reply to Objection 1. The Prophet speaks of bodily images made by man. Therefore he says pointedly: "What image will you make for Him?" But God made a spiritual image to Himself in man.

Reply to Objection 2. The First-Born of creatures is the perfect Image of God, reflecting perfectly that of which He is the Image, and so He is said to be the "Image," and never "to the image." But man is said to be both "image" by reason of the likeness; and "to the image" by reason of the imperfect likeness. And since the perfect likeness to God cannot be except in an identical nature, the Image of God exists in His first-born Son; as the image of the king is in his son, who is of the same nature as himself: whereas it exists in man as in an alien nature, as the image of the king is in a silver coin, as Augustine says explains in De decem Chordis (Serm. ix, al, xcvi, De Tempore).

Reply to Objection 3. As unity means absence of division, a species is said to be the same as far as it is one. Now a thing is said to be one not only numerically, specifically, or generically, but also according to a certain analogy or proportion. In this sense a creature is one with God, or like to Him; but when Hilary says "of a thing which adequately represents another," this is to be understood of a perfect image.

Mudah mudahan menjawab

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   6th April 2012, 06:28

Terima kasih atas jawaban di atas Bang.

Saya coba ambil inti dari paparan di atas .. tolong koreksinya kalau salah ya:

- "Where an image exists, there forthwith is likeness; but where there is likeness, there is not necessarily an image."
- "Therefore there is in man a likeness to God; not, indeed, a perfect likeness, but imperfect."
- "But man is said to be both "image" by reason of the likeness; and "to the image" by reason of the imperfect likeness."
- "to a certain analogy or proportion."

Bila inti paparannya adalah seperti poin2 di atas itu .. berarti masih memberikan ruang yang luas untuk memahami apa arti "to Our own image and likeness."
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   6th April 2012, 12:50

Kenapa bisa dapat keseimpulan seperti yang anda erikan kang?


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH   Today at 00:19

Kembali Ke Atas Go down
 
TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 3 dari 5Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5  Next
 Similar topics
-
» (Ask) Tips Menjaga Kilau Motor?
» Lagi jalan pelan kok si ninin mati n susah di starter???
» knalpot berasap setelah ganti oli dan knalpot
» Fitur baru Readmore pada blogspot!
» mintol lagi dong!

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: