Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : 1, 2  Next
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   24th June 2011, 16:57

Quote :
HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI
Dr. Yusuf Al-Qardhawi

Pertanyaan:

Sebagaimana diketahui, bahwa seorang Muslim tidak boleh malu
untuk menanyakan apa saja yang berkaitan dengan hukum
agama, baik yang bersifat umum maupun pribadi.

Oleh karena itu, izinkanlah kami mengajukan suatu pertanyaan
mengenai hubungan seksual antara suami-istri yang
berdasarkan agama, yaitu jika si istri menolak ajakan
suaminya dengan alasan yang dianggap tidak tepat atau tidak
berdasar. Apakah ada penetapan dan batas-batas tertentu
mengenai hal ini, serta apakah ada petunjuk-petunjuk yang
berdasarkan syariat Islam untuMk mengatur hubungan kedua
pasangan, terutama dalam masalah seksual tersebut?

Jawab:

Benar, kita tidak boleh bersikap malu dalam memahami ilmu
agama, untuk menanyakan sesuatu hal. Aisyah r.a. telah
memuji wanita Anshar, bahwa mereka tidak dihalangi sifat
malu untuk menanyakan ilmu agama. Walaupun dalam
masalah-masalah yang berkaitan dengan haid, nifas, janabat,
dan lain-lainnya, di hadapan umum ketika di masjid, yang
biasanya dihadiri oleh orang banyak dan di saat para ulama
mengajarkan masalah-masalah wudhu, najasah (macam-macam
najis), mandi janabat, dan sebagainya.

Hal serupa juga terjadi di tempat-tempat pengajian Al-Qur'an
dan hadis yang ada hubungannya dengan masalah tersebut, yang
bagi para ulama tidak ada jalan lain, kecuali dengan cara
menerangkan secara jelas mengenai hukum-hukum Allah dan
Sunnah Nabi saw. dengan cara yang tidak mengurangi
kehormatan agama, kehebatan masjid dan kewibawaan para
ulama.

Hal itu sesuai dengan apa yang dihimbau oleh ahli-ahli
pendidikan pada saat ini. Yakni, masalah hubungan ini, agar
diungkapkan secara jelas kepada para pelajar, tanpa ditutupi
atau dibesar-besarkan, agar dapat dipahami oleh mereka.

Sebenarnya, masalah hubungan antara suami-istri itu
pengaruhnya amat besar bagi kehidupan mereka, maka hendaknya
memperhatikan dan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan
kesalahan dan kerusakan terhadap kelangsungan hubungan
suami-istri. Kesalahan yang bertumpuk dapat mengakibatkan
kehancuran bagi kehidupan keluarganya.

Agama Islam dengan nyata tidak mengabaikan segi-segi dari
kehidupan manusia dan kehidupan berkeluarga, yang telah
diterangkan tentang perintah dan larangannya. Semua telah
tercantum dalam ajaran-ajaran Islam, misalnya mengenai
akhlak, tabiat, suluk, dan sebagainya. Tidak ada satu hal
pun yang diabaikan (dilalaikan).

1. Islam telah menetapkan pengakuan bagi fitrah manusia dan
dorongannya akan seksual, serta ditentangnya tindakan
ekstrim yang condong menganggap hal itu kotor. Oleh karena
itu, Islam melarang bagi orang yang hendak menghilangkan dan
memfungsikannya dengan cara menentang orang yang berkehendak
untuk selamanya menjadi bujang dan meninggalkan sunnah Nabi
saw, yaitu menikah.

Nabi saw. telah menyatakan sebagai berikut:

"Aku lebih mengenal Allah daripada kamu dan aku lebih
khusyu, kepada Allah daripada kamu, tetapi aku bangun malam,
tidur, berpuasa, tidak berpuasa dan menikahi wanita. Maka,
barangsiapa yang tidak senang (mengakui) sunnahku, maka dia
bukan termasuk golonganku."

2. Islam telah menerangkan atas hal-hal kedua pasangan
setelah pernikahan, mengenai hubungannya dengan cara
menerima dorongan akan masalah-masalah seksual, bahkan
mengerjakannya dianggap suatu ibadat. Sebagaimana keterangan
Nabi saw.:

"Di kemaluan kamu ada sedekah (pahala)." Para sahabat
bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah ketika kami bersetubuh
dengan istri akan mendapat pahala?" Rasulullah saw.
menjawab, "Ya. Andaikata bersetubuh pada tempat yang
dilarang (diharamkan) itu berdosa. Begitu juga dilakuknn
pada tempat yang halal, pasti mendapat pahala. Kamu hanya
menghitung hal-hal yang buruk saja, akan tetapi tidak
menghitung hal-hal yang baik."

Berdasarkan tabiat dan fitrah, biasanya pihak laki-laki yang
lebih agresif, tidak memiliki kesabaran dan kurang dapat
menahan diri. Sebaliknya wanita itu bersikap pemalu dan
dapat menahan diri.

Karenanya diharuskan bagi wanita menerima dan menaati
panggilan suami. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis:

"Jika si istri dipanggil oleh suaminya karena perlu, maka
supaya segera datang, walaupun dia sedang masak." (H.r.
Tirmidzi, dan dikatakan hadis Hasan).

Dianjurkan oleh Nabi saw. supaya si istri jangan sampai
menolak kehendak suaminya tanpa alasan, yang dapat
menimbulkan kemarahan atau menyebabkannya menyimpang ke
jalan yang tidak baik, atau membuatnya gelisah dan tegang.

Nabi saw. telah bersabda:

"Jika suami mengajak tidur si istri lalu dia menolak,
kemudian suaminya marah kepadanya, maka malaikat akan
melaknat dia sampai pagi." (H.r. Muttafaq Alaih).

Keadaan yang demikian itu jika dilakukan tanpa uzur dan
alasan yang masuk akal, misalnya sakit, letih, berhalangan,
atau hal-hal yang layak. Bagi suami, supaya menjaga hal itu,
menerima alasan tersebut, dan sadar bahwa Allah swt. adalah
Tuhan bagi hamba-hambaNya Yang Maha Pemberi Rezeki dan
Hidayat, dengan menerima uzur hambaNya. Dan hendaknya
hambaNya juga menerima uzur tersebut.

Selanjutnya, Islam telah melarang bagi seorang istri yang
berpuasa sunnah tanpa seizin suaminya, karena baginya lebih
diutamakan untuk memelihara haknya daripada mendapat pahala
puasa.

Nabi saw. bersabda:

"Dilarang bagi si istri (puasa sunnah) sedangkan suaminya
ada, kecuali dengan izinnya." (H.r. Muttafaq Alaih).

Disamping dipeliharanya hak kaum laki-laki (suami) dalam
Islam, tidak lupa hak wanita (istri) juga harus dipelihara
dalam segala hal. Nabi saw. menyatakan kepada laki-laki
(suami) yang terus-menerus puasa dan bangun malam.

Beliau bersabda:

"Sesungguhnya bagi jasadmu ada hak dan hagi keluargamu
(istrimu) ada hak."

Abu Hamid Al-Ghazali, ahli fiqih dan tasawuf? dalam kitab
Ihya' mengenai adab bersetubuh, beliau berkata:

"Disunnahkan memulainya dengan membaca Bismillahirrahmaanir-
rahiim dan berdoa, sebagaimana Nabi saw. mengatakan:

"Ya Allah,jauhkanlah aku dan setan dan jauhkanlah setan dari
apa yang Engkau berikan kepadaku'."

Rasulullah saw. melanjutkan sabdanya, "Jika mendapat anak,
maka tidak akan diganggu oleh setan."

Al-Ghazali berkata, "Dalam suasana ini (akan bersetubuh)
hendaknya didahului dengan kata-kata manis, bermesra-mesraan
dan sebagainya; dan menutup diri mereka dengan selimut,
jangan telanjang menyerupai binatang. Sang suami harus
memelihara suasana dan menyesuaikan diri, sehingga kedua
pasangan sama-sama dapat menikmati dan merasa puas."

Berkata Al-Imam Abu Abdullah Ibnul Qayyim dalam kitabnya
Zaadul Ma'aad Fie Haadii Khainrul 'Ibaad, mengenai sunnah
Nabi saw. dan keterangannya dalam cara bersetubuh.
Selanjutnya Ibnul Qayyim berkata:

Tujuan utama dari jimak (bersetubuh) itu ialah:

1. Dipeliharanya nasab (keturunan), sehingga mencapai jumlah
yang ditetapkan menurut takdir Allah.

2. Mengeluarkan air yang dapat mengganggu kesehatan badan
jika ditahan terus.

3. Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana
kelak di surga.

Ditambah lagi mengenai manfaatnya, yaitu: Menundukkan
pandangan, menahan nafsu, menguatkan jiwa dan agar tidak
berbuat serong bagi kedua pasangan. Nabi saw. telah
menyatakan:

"Yang aku cintai di antara duniamu adalah wanita dan
wewangian."

Selanjutnya Nabi saw. bersabda:

"Wahai para pemuda! Barangsiapa yang mampu melaksanakan
pernikahan, maka hendaknya menikah. Sesungguhnya hal itu
menundukkan penglihatan dan memelihara kemaluan."

Kemudian Ibnul Qayyim berkata, "Sebaiknya sebelum
bersetubuh hendaknya diajak bersenda-gurau dan menciumnya,
sebagaimana Rasulullah saw. melakukannya."

Ini semua menunjukkan bahwa para ulama dalam usaha mencari
jalan baik tidak bersifat konservatif, bahkan tidak kalah
kemajuannya daripada penemuan-penemuan atau pendapat masa
kini.

Yang dapat disimpulkan di sini adalah bahwa sesungguhnya
Islam telah mengenal hubungan seksual diantara kedua
pasangan, suami istri, yang telah diterangkan dalam
Al-Qur'anul Karim pada Surat Al-Baqarah, yang ada
hubungannya dengan peraturan keluarga.

Firman Allah swt.:

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari puasa, bercampur
dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu,
dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui
bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu,
Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka
sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah
ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah kamu, hingga
jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.
Kemudian, sempurnakanlah puasa itu sampai malam, (tetapi)
janganlah kamu campuri mereka itu, sedangkan kamu beriktikaf
dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu
mendekatinya ..." (Q.s. Al-Baqarah: 187).

Tidak ada kata yang lebih indah, serta lebih benar, mengenai
hubungan antara suami-istri, kecuali yang telah disebutkan,
yaitu:

"Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah
pakaian bagi mereka." (Q.s. Al-Baqarah 187).

Pada ayat lain juga diterangkan, yaitu:

"Mereka bertanya kepadamu tentang haid, katakanlah: Haid itu
adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu, hendaklah kamu
menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah
kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka
telah suci maka campurilah mereka itu di tempat yang
diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang
menyucikan diri.

Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok
tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu
dengan cara bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah
(amal yang baik) untuk dirimu, dan takwalah kamu kepada
Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemuiNya. Dan
berilah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman." (Q.s.
Al-Baqarah: 222-223).

Maka, semua hadis yang menafsirkan bahwa dijauhinya yang
disebut pada ayat di atas, hanya masalah persetubuhan saja.
Selain itu, apa saja yang dapat dilakukan, tidak dilarang.

Pada ayat di atas disebutkan:

"Maka, datangilah tanah tempat bercocok tanammu dengan cara
bagaimanapun kamu kehendaki." (Q.s. Al-Baqarah: 223).

Tidak ada suatu perhatian yang melebihi daripada disebutnya
masalah dan undang-undang atau peraturannya dalam
Al-Qur'anul Karim secara langsung, sebagaimana diterangkan
di atas.

---------------------------------------------------
FATAWA QARDHAWI, Permasalahan, Pemecahan dan Hikmah
Dr. Yusuf Al-Qardhawi

Apakah ada pendapat berbeda dari member Muslim di LTB ?

Salam

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   24th June 2011, 19:38

Subhanallah, betapa Islam mengatur sedemikian detail segala hal2 dlm kehidupan ini :)

Bagaimanakah ajaran Kristen mengatur dlm hubungan sexual suami istri?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   24th June 2011, 19:46

Quote :
Subhanallah, betapa Islam mengatur sedemikian detail segala hal2 dlm kehidupan ini

Bagaimanakah ajaran Kristen mengatur dlm hubungan sexual suami istri?

Kalau anak TK perlu diajari cara pakai sepatu, kaus kaki, dan baju, masuk kelas harus berbaris, sementara mahasiswa yang sudah kuliah apa masih perlu diajari dan diatur hal hal seperti itu lagi?

Razz

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   25th June 2011, 09:18

iya, cewek dianggap sebagai tanah tempat bercocok tanam.
makanya boleh beli tanah yang banyak dan juga bisa dihibahkan (jadi ingat cerita zainab Razz)
Kembali Ke Atas Go down
euthikus
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 8
Join date : 22.06.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   25th June 2011, 16:14

Quote :
Tujuan utama dari jimak (bersetubuh) itu ialah:

1. Dipeliharanya nasab (keturunan), sehingga mencapai jumlah
yang ditetapkan menurut takdir Allah.

2. Mengeluarkan air yang dapat mengganggu kesehatan badan
jika ditahan terus.

3. Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana
kelak di surga.

apa benar point yang nomor 2 & 3 itu, kaka ?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   25th June 2011, 21:33

@euthikus

Quote :
apa benar point yang nomor 2 & 3 itu, kaka ?

Tergantung pemahamannya bro, ada orang yang terlalu memikirkan urusan 'itu' terus ya memang 'itu' terus yang dipikirkan, bagaimana caranya dikeluarkan, bahkan setelah di surgapun masih mikirin bagaimana melakukan 'itu'. Jadi, sekali lagi tergantung bagaimana seseorang memaknainya.

:)

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
euthikus
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 8
Join date : 22.06.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   27th June 2011, 10:57

@bruce
kalau menurut ilmu kesehatan sendiri tentang point yang kedua bagaimana, kaka ?
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   27th June 2011, 11:23

euthikus wrote:
@bruce
kalau menurut ilmu kesehatan sendiri tentang point yang kedua bagaimana, kaka ?

Menurut ilmu kesehatan sendiri, sperma berusia hingga 3 bulan sejak diproduksi, dan dengan sendirinya mati setelahnya. Sperma yang tidak dikeluarkan melalui hub suis yang normal, akan dikeluarkan melalui mekanisme tersendiri (wet-dream). Jadi tidak ada pengaruhnya bagi kesehatan.

:)

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   27th June 2011, 11:26

euthikus wrote:
Quote :
Tujuan utama dari jimak (bersetubuh) itu ialah:

1. Dipeliharanya nasab (keturunan), sehingga mencapai jumlah
yang ditetapkan menurut takdir Allah.

2. Mengeluarkan air yang dapat mengganggu kesehatan badan
jika ditahan terus.

3. Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana
kelak di surga.

apa benar point yang nomor 2 & 3 itu, kaka ?

Karena pertanyaan euthikus ini bukan hanya ke muslim, saya jawab menurut pemaknaan saya ya?

Menurutku, poin 2 bisa ya, bisa tidak, tetapi lebih condong ke tidak. Banyak orang yang mengontrol (dalam hal ini menahan diri dan tidak melakukan persetubuhan) baik dengan sejenis maupun dengan lawan jenis, nyatanya sehat-sehat saja sampai uzur. Bahkan banyak yang sudah uzur, sebelum berangkat menemui Penciptanya, secara fisik harus sudah didorong di kursi untuk bergerak saking uzurnya. Pun kalau ada orang yang sakit-sakitan, belum ada keterangan medis yang mengungkapkan bahwa sakit-sakitannya disebabkan oleh berkepanjangan menahan keinginan bersetubuh. Jadi, kalimat dapat mengganggu kesehatan badan jika ditahan terus pada poin 2 itu hanya didorong oleh pikiran orang yang didominasi oleh nafsu perselangkangan.

Poin 3, menurutku hanya didorong oleh kesempitan pikiran dan pemahaman pemberi kalimat tersebut. Dia menghayati bahwa kenikmatan surga itu berupa kenikmatan fisik. Padahal, dia tidak pernah nyata-nyata ke surga. Mungkin dia pernah berkhayal atau bermimpi sampai ke surga, padahal itu hanya khayal atau mimpi. Kemudian dia mengindoktrinasikan khayal atau mimpi itu kepada setiap orang yang mengikutinya untuk disebarluaskan ke semua yang mau termakan oleh indoktrinasinya, yang pemaknaannya sama atau hampir sama dengan pemaknaan pemberi kalimat itu. Orang-orang yang menghalalkan kebohongan demi tujuan. Sementara itu, sebelum kalimat itu disampaikan, sudah ada orang yang tidak pernah berbohong yang menyatakan diri datang dari sorga, memberi gambaran tentang sorga. Jika di-google di Alkitab, ada lebih dari 100-an ayat yang memuat atau menggunakan kata sorga, tentu gambaran sorga akan lebih dekat dengan yang sebenarnya apabila kita ingin memaknai sorga itu dari ayat-ayat hasil google itu. Jadi, poin 3 itu, hanya didorong oleh orang yang mengidap kejiwaan selalu ingin dominan, yang semasih kecilnya merasa sangat inferior.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
euthikus
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 8
Join date : 22.06.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   27th June 2011, 11:47

terima kasih kaka atas jawaban-jawaban nya.
kalau boleh tanya lagi, yang ini maksudnya apa, ya ?
Quote :
Jadi, poin 3 itu, hanya didorong oleh orang yang mengidap kejiwaan selalu ingin dominan, yang semasih kecilnya merasa sangat inferior.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   27th June 2011, 19:35

Damai bagimu euthikus. Ini quote yang memuat poin 3 itu.
Quote :
Berkata Al-Imam Abu Abdullah Ibnul Qayyim dalam kitabnya
Zaadul Ma'aad Fie Haadii Khainrul 'Ibaad, mengenai sunnah
Nabi saw. dan keterangannya dalam cara bersetubuh.
Selanjutnya Ibnul Qayyim berkata:
3. Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana
kelak di surga.
Saya mengartikan ini bahwa Ibnul Qayyim itu mencoba mengartikan sunnah yang dikatakan oleh Nabi saw. Pada intinya, Ibnul Qayyim hanya menyampaikan saripati sunnah Nabi saw. Jadi, sumber informasi itu adalah Nabi saw. Jadi, bahwa pengertian yang Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana kelak di surga itu menurut Nabi saw yang diartikan oleh Ibnul Qayyim.

Nah, bisa kita tangkap bukan? Bahwa informasi sunnah Nabi saw itu diartikan oleh Ibnul Qayyim seperti itu, yaitu merasakan kenikmatan di dunia seperti yang di surga.

Saya katakan
Quote :
Jadi, poin 3 itu, hanya didorong oleh orang yang mengidap kejiwaan selalu ingin dominan, yang semasih kecilnya merasa sangat inferior.
Yang saya maksudkan ialah, jika diartikan seperti yang dikatakan Ibnul Qayyim itu, maka pengertian itu dapat dipahami sebagai yang dikatakan oleh orang (dalam hal ini ialah Nabi saw), yang semasa kecilnya merasa inferior.

Bayangkan saja, sebelum lahir sudah ditinggal mati ayahnya. Masih balita ditinggal mati ibunya. Dibesarkan di gurun yang panas. Pengalaman-pengalaman itu menanamkan sifat yang ingin berkuasa, agar bisa lepas dari penderitaan.

Nah, ketika orang yang dibesarkan oleh keganasan alam dan kekurangan kasih sayang dari orang tua kandung, sangat dimungkinkan untuk mengaktualisasi diri sebagai pihak yang dominan ketika dewasa sebagai pengganti rasa yang dirasakan ketika kecil. Artinya, pengalaman inferior masa kecilnya ingin dikonter, atau dibalas, atau direstitusi pada saat orang itu telah memiliki daya.

Hal seperti itu sesemangat, atau sejiwa, atau seruh, atau sespirit dengan perjuangan Nabi saw kan? Ketika dia dan kelompoknya masih sangat sedikit, dia dan kelompoknya akan menerima berbagai syarat, meski tidak cocok dengan kata hatinya. Kemudian, setelah mempunyai pengikut yang banyak dan sudah berdaya, dia dan kelompoknya kan memaksakan kehendak, tidak menghiraukan pikiran dan perasaan orang yang berkenaan dengan kebijakannya.

Nah, pada kalimat Mencapai maksud dan merasakan kenikmatan, sebagaimana kelak di surga jelas bahwa informasi itu berasal dari orang yang menggambarkan kenikmatan di surga sama dengan kenikmatan di dunia. Artinya, sumber informasi itu membayangkan bahwa kenikatan yang dirasakannya di dunia, seperti itu juga kenikmatan yang akan direguk di surga. Secara tidak disadarinya, dia mempersamakan dunia dengan surga. Bahwa apa-apa yang bisa dilakukannya di dunia karena dia selalu didukung para pengikutnya, begitu pula yang dapat dinikmatinya di surga. Dia lupa bahwa di surga itu dia bukan penguasa. Dalam hal seperti itu, saya mengartikannya bahwa dia ingin mengangkangi surga.

Mengapa sampai dia ingin mengangkangi surga? Karena pengalaman masa kecilnya yang inferior, ternyata bisa dibalikkannya ketika dia dewasa, dimana dia dapat meraih apa saya yang diinginkannya, maka dia mengkhayalkan bahwa di surga juga dia akan dapat melakukan apa saja seperti yang dilakukannya di dunia.

Wah, panjang penjelasan saya ya? Dan saya jadi ragu, justru euthikus akan kebingungan mengartikannya. Padahal, saya sudah mencoba mengartikannya sesederhana mungkin. Semoga saja ini belum kemampuan terbaik saya, sehingga di lain kesempatan, saya akan merumuskannya dengan lebih sederhana lagi.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   7th July 2011, 14:14

Anda mengucapkan damai sementara isi postingan anda dihiasi dengan penghinaan dan sikap merendahkan.

Rupanya seperti ini buah yang dihasilkan oleh perguruan Kristen.

Naudzubillah min dzalik ...
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   7th July 2011, 16:35

Silancah wrote:
Anda mengucapkan damai sementara isi postingan anda dihiasi dengan penghinaan dan sikap merendahkan.

Rupanya seperti ini buah yang dihasilkan oleh perguruan Kristen.

Naudzubillah min dzalik ...
Damai bagimu, Cah.

Agar tidak terjadi kesalahfahaman, kupikir ada baiknya kalau Silancah mengemukakan di poin mana Silancah menilai saya menghina atau merendahkan. Apa yang kutuliskan itu, itu yang kusaripatikan dari berbagai sumber, yang sudah tidak kutahu lagi dari sumber apa saja. Tetapi kalau kuulang baca, kayaknya tulisanku itu banyak dipengaruhi oleh psikologi. Namun demikian, sungguh, saya tidak bermaksud merendahkan atau menghina. Saya hanya menganalisis apa adanya menurut pemahaman saya. Mungkin saja pemahaman itu menyimpang dari keadaan sebenarnya, mari kita bicarakan lagi.

Damai bagimu Cah.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   11th July 2011, 15:23

Hanya anda sendiri yang tahu isi hati anda saat menuliskan pernyataan di atas.
Tidak ada gunanya kita diskusi dan perdebatkan lebih jauh lagi ...
Biarkan orang yang membaca, menilainya sendiri ...
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   11th July 2011, 17:48

Okkelah kalo bagito.

Dari analisis para psikolog atas persidangan-persidangan menyangkut kelainan jiwa sangat sering mengungkapkan bahwa pengalaman masa kecil yang tidak mendapat aktualisasi, pada saatnya memungkinkan, akan diaktualisasi.

Damai, damai, damai.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   20th July 2011, 08:32

bruce wrote:
Quote :
Subhanallah, betapa Islam mengatur sedemikian detail segala hal2 dlm kehidupan ini

Bagaimanakah ajaran Kristen mengatur dlm hubungan sexual suami istri?

Kalau anak TK perlu diajari cara pakai sepatu, kaus kaki, dan baju, masuk kelas harus berbaris, sementara mahasiswa yang sudah kuliah apa masih perlu diajari dan diatur hal hal seperti itu lagi?

Razz

Kalau saya membaca dari postingan anda yg indah itu, saya melihatnya bukan mengajari cara kita melakukannya mas :)
kalau hanya memasukan kemaluan, anjingpun bisa melakukannya.
Tapi disini saya rasa lebih dititik beratkan pada adab dan tata cara yg baik dlm berhubungan suami istri.
Sama halnya makan, kalau hanya memasukan makanan ke dlm mulut semua orang Insya Allah mampu melakukannya (selama dia hidup), tapi kita masih diajari adab dan tata krama makan yg baik kan? :)
Demikianlah Islam mengatur hal2 tersebut, sehingga manusia menjadi lebih baik dlm melakukan sesuatu, tdk sembarangan dan tanpa aturan.

demikian pendapat saya mas :)
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   20th July 2011, 08:36

Silancah wrote:
Anda mengucapkan damai sementara isi postingan anda dihiasi dengan penghinaan dan sikap merendahkan.

Rupanya seperti ini buah yang dihasilkan oleh perguruan Kristen.

Naudzubillah min dzalik ...

sabar mas, Allah bersama orang2 yg sabar :)

saya malah heran sama njenengan, kok baru menyadarinya sekarang :?:
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   20th July 2011, 09:18

Quote :
Kalau anak TK perlu diajari cara pakai sepatu, kaus kaki, dan baju, masuk kelas harus berbaris, sementara mahasiswa yang sudah kuliah apa masih perlu diajari dan diatur hal hal seperti itu lagi?


Kalau saya membaca dari postingan anda yg indah itu, saya melihatnya bukan mengajari cara kita melakukannya mas

Anda sendiri yang mengatakan

Quote :
Subhanallah, betapa Islam mengatur sedemikian detail segala hal2 dlm kehidupan ini

Sementara menurut saya, adalah suatu kesia siaan jika agama justru mengatur hal hal yang tidak perlu, ibaratnya seperti yang anda katakan itu. Jadi memang tergantung pada siapa kita menyampaikan ajaran kan, kepada mahasiswa kita bicara konsep global, kepada anak tk kita beri petunjuk melakukan.




_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   20th July 2011, 12:01

bruce wrote:
Quote :
Kalau anak TK perlu diajari cara pakai sepatu, kaus kaki, dan baju, masuk kelas harus berbaris, sementara mahasiswa yang sudah kuliah apa masih perlu diajari dan diatur hal hal seperti itu lagi?


Kalau saya membaca dari postingan anda yg indah itu, saya melihatnya bukan mengajari cara kita melakukannya mas

Anda sendiri yang mengatakan

Quote :
Subhanallah, betapa Islam mengatur sedemikian detail segala hal2 dlm kehidupan ini

Sementara menurut saya, adalah suatu kesia siaan jika agama justru mengatur hal hal yang tidak perlu, ibaratnya seperti yang anda katakan itu. Jadi memang tergantung pada siapa kita menyampaikan ajaran kan, kepada mahasiswa kita bicara konsep global, kepada anak tk kita beri petunjuk melakukan.




saya rasa pengajaran suatu tata krama dan adab kesantunan dlm melakukan suatu apapun, walau hal2 yg terlihat remeh bukanlah suatu kesia-siaan mas :)

Dan saya rasa pengajaran tentang tata krama dan adab kesopanan tdk tergantung dari umur, karena banyak juga yg kelihatan dewasa tapi masih perlu diajarkan adab kesopanan seperti halnya mengajarkan kepada anak kecil.

Kalau boleh tahu bagaimana kristen mengajarkan tata krama dlm hal berhubungan suami istri ini kepada umat2nya? monggo disharing mas
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   20th July 2011, 12:08

Quote :
Kalau boleh tahu bagaimana kristen mengajarkan tata krama dlm hal berhubungan suami istri ini kepada umat2nya? monggo disharing mas

yang jelas gak dianggap sebagai ladang tempat bercocok tanam yang bisa dimiliki berhektar2 (beberapa bidang sekaligus), dan juga tidak boleh dihibahkan walaupun ada hubungan saudara atw tidak. Razz Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   20th July 2011, 12:11

Quote :
Kalau boleh tahu bagaimana kristen mengajarkan tata krama dlm hal berhubungan suami istri ini kepada umat2nya? monggo disharing mas

Sudah saya jawab di atas kan mas? Walau sebenarnya sub-forum ini tempat umat lain bertanya kepada member Muslim, bukan sebaliknya.

Jadi kalau ada yang mau ditanyakan, silahkan buat pertanyaan di sub-forum sebelah.

TQ

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Silancah
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1492
Join date : 29.01.11
Lokasi : Bandung Barat

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   21st July 2011, 12:41

T2Y wrote:


yang jelas gak dianggap sebagai ladang tempat bercocok tanam yang bisa dimiliki berhektar2 (beberapa bidang sekaligus),

Mengerti kata kiasan gak sih, bro?

T2Y wrote:
dan juga tidak boleh dihibahkan walaupun ada hubungan saudara atw tidak. Razz Very Happy

Dihibahkan?
Maksudnya, bro?
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   21st July 2011, 12:49

Silancah wrote:
T2Y wrote:


yang jelas gak dianggap sebagai ladang tempat bercocok tanam yang bisa dimiliki berhektar2 (beberapa bidang sekaligus),

Mengerti kata kiasan gak sih, bro?

ngerti, kang... :)
kan memang benar kalau diartikan demikian, karena boleh punya istri lebih dari satu.

Quote :

T2Y wrote:
dan juga tidak boleh dihibahkan walaupun ada hubungan saudara atw tidak. Razz Very Happy

Dihibahkan?
Maksudnya, bro?

wah, ini sih udah sering dibahas.
gak enak lah dibahas berulang2...
Kembali Ke Atas Go down
Atmajaya
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 12
Join date : 23.02.11

PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   21st July 2011, 23:23

striker wrote:
Subhanallah, betapa Islam mengatur sedemikian detail segala hal2 dlm kehidupan ini :)

Bagaimanakah ajaran Kristen mengatur dlm hubungan sexual suami istri?

koq islam mengatur sex-nya begitu detail?? saya merasa dari setiap agama yang ada di indonesia, mengatur sex yang paling detailnya hanya datang pada islam,..

maaf pada agama lain, jika tersinggung,..
mungkin dari teman dari agama lain bisa shering,..
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   22nd July 2011, 09:48

Quote :
koq islam mengatur sex-nya begitu detail?? saya merasa dari setiap agama yang ada di indonesia, mengatur sex yang paling detailnya hanya datang pada islam,..

kalau menurut pemikiran saya mungkin karena dizaman Islam diturunkan para orang2 jahiliyah (orang arab dan kebudayaan saat itu) memang sangat rusak moralnya dan (maaf) bebal dan sangat doyan sex.
makanya harus ada aturan2 yang sangat detail mengatur tentang hal ini, supaya tidak menyeleweng dari apa yang seharusnya dilakukan dalam berhubungan sex.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI   Today at 06:54

Kembali Ke Atas Go down
 
HUBUNGAN SEKSUAL SUAMI-ISTRI
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 2Pilih halaman : 1, 2  Next
 Similar topics
-
» Tips Berguna di Kehidupan Sehari-hari
» Fakta Mengerikan Tentang bumi
» Kisah nyata...=)

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Kristen Bertanya Non-Kristen Menjawab-
Navigasi: