Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4  Next
PengirimMessage
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   9th March 2011, 15:08

Djo wrote:
striker wrote:
Mas bro sekalian,

Apakah dlm kristen diajarkan anak tuk menghormati seorang ibu melebihi bapaknya?
Tidak, kami diajarkan utk menghormati kedua orang tua kami didalam Tuhan.

striker wrote:

seperti ajaran yg mengatakan 'hormatilah ibumu, karena surga ada ditelapak kaki ibumu'
Ini ajaran siapa ya ?

striker wrote:
apakah Yesus juga akan menghormati Bunda Maria seperti anak menghormati ibunya ketika di surga kelak?
Yesus menghargai Bunda Maria seperti seorang pelukis yg menghargai hasil karya lukisan terbaiknya.

striker wrote:
ataukah Bunda Maria yg akan menghormati anaknya?
Bunda Maria menghormati Yesus sbg Allah penciptanya.



Mas bro djo,

-adakah ayat yg menyatakan demikian: "hormati kedua orang tuamu didalam Tuhan",
bukankah malah dikatakan : Matius 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya.

-tidak pernah mendengar istilah surga ditelapak kaki ibu?

-Apakah Ibunda Yesus hanya sebuah hasil karya dari Yesus? adakah dikatakan demikian di dlm injil?

-Tapi bukankah Yesus itu anaknya yg pernah disusuinya? seharusnya anaklah yg menghormati Ibunya, bukan sebaliknya :)

QS 19:31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
QS 19:32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.




Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   9th March 2011, 15:17

T2Y wrote:
striker wrote:
Mas bro sekalian,

Apakah dlm kristen diajarkan anak tuk menghormati seorang ibu melebihi bapaknya?

yang ada disuruh hormatilah orang tuamu.
kalau masalah suruh hormati ibu dari pada bapak saya setuju sih, apa lagi kalau bapaknya tukang kawin (poligami)... Razz Laughing
Quote :

seperti ajaran yg mengatakan 'hormatilah ibumu, karena surga ada ditelapak kaki ibumu'
masak sih sorga ada ditelapak kaki ibu ?
kalau Tuhan adanya dimana ? Very Happy

Quote :

apakah Yesus juga akan menghormati Bunda Maria seperti anak menghormati ibunya ketika di surga kelak?
ataukah Bunda Maria yg akan menghormati anaknya?

yang Tuhan siapa sih mas ?
masak pertanyaan kayak gitu aja anda tanyain... Sad
pakai dikit lah nalarnya... :afro:

Mas bro T2Y,

- boleh dtunjukan ayat yg menganjurkan tuk menghormati orang tua? :)

- berarti belum pernah mendengar istilah tersebut ya mas bro? biasanya pandai dengan perumpamaan :)

- anggap saja saya anak kecil yg belum nalar dan menanyakan hal tersebut, siapa tahu kelak anak anda bertanya demikian? :)
pertanyaannya boleh saya kembalikan, yg ibunya Tuhan siapa sih mas?
Kalau Tuhan mengajarkan tuk menghormati orang tua, seharusnya Tuhan mencontohkan dari diri Tuhan sendiri dlm menghormati ibunya, biar diteladani umatnya, bukankah begitu? :)


Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   10th March 2011, 10:18

striker wrote:


Mas bro T2Y,

- boleh dtunjukan ayat yg menganjurkan tuk menghormati orang tua? :)

silahkan lihat sendiri disini

Quote :

- berarti belum pernah mendengar istilah tersebut ya mas bro? biasanya pandai dengan perumpamaan :)

sok atuh dijelasin artinya dan disertakan ayatnya dalam Al quran yang mengatakan demikian, juga disertai azbabun nuzulnya sekalian biar kitanya jadi ngerti. :)

Quote :

- anggap saja saya anak kecil yg belum nalar dan menanyakan hal tersebut, siapa tahu kelak anak anda bertanya demikian? :)

nak, jadi antara Tuhan dan ibu siapa yang kamu dahulukan untuk disembah ?
nah, kalau antara nabi dan ibumu siapa yang kamu lebih hormati ? Laughing

Quote :

pertanyaannya boleh saya kembalikan, yg ibunya Tuhan siapa sih mas?
Kalau Tuhan mengajarkan tuk menghormati orang tua, seharusnya Tuhan mencontohkan dari diri Tuhan sendiri dlm menghormati ibunya, biar diteladani umatnya, bukankah begitu? :)



kamu mempersoalkan antara menghormati dan menyembah, apakah itu sama ?
Yesus menghormati ibu-Nya selama didunia, dan Maria sebagai manusia tentu harus menyembah Tuhan nya dong...
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   10th March 2011, 12:51

striker wrote:

-adakah ayat yg menyatakan demikian: "hormati kedua orang tuamu didalam Tuhan",

bukankah malah dikatakan : Matius 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya.

ayat sdh dikasih sm mod T2Y.

Lain konteks bro, maksud dr ayat mat itu adlh agar kita lebih mengutamakan Tuhan ketimbang manusia, meskipun itu adalah keluarga kita.

striker wrote:

-tidak pernah mendengar istilah surga ditelapak kaki ibu?

Pernah, tp saya yakin klo kata2 ini buatan manusia yg bisa aja salah.

banyak ibu2 yg menggugurkan kandungannya.
banyak ibu2 yg menyiksa anaknya, bahkan membunuh anaknya.
Di pantura, banyak ibu yg menjual kegadisan anak perawan nya.

Apakah masih benar klo surga terletak dibawah kaki ibu ?

striker wrote:

-Apakah Ibunda Yesus hanya sebuah hasil karya dari Yesus? adakah dikatakan demikian di dlm injil?
-Tapi bukankah Yesus itu anaknya yg pernah disusuinya? seharusnya anaklah yg menghormati Ibunya, bukan sebaliknya :)


coba baca lg pertanyaan anda bro....
striker wrote:
apakah Yesus juga akan menghormati Bunda Maria seperti anak menghormati ibunya ketika di surga kelak?

Mungkin anda agak ngejelimet ttg Yesus sbg anak Tukang kayu Yusuf dan Maria, dan Yesus sbg Kalam Allah.
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   10th March 2011, 20:12

T2Y wrote:
striker wrote:


Mas bro T2Y,

- boleh dtunjukan ayat yg menganjurkan tuk menghormati orang tua? :)

silahkan lihat sendiri

Quote :

- berarti belum pernah mendengar istilah tersebut ya mas bro? biasanya pandai dengan perumpamaan :)

sok atuh dijelasin artinya dan disertakan ayatnya dalam Al quran yang mengatakan demikian, juga disertai azbabun nuzulnya sekalian biar kitanya jadi ngerti. :)

Quote :

- anggap saja saya anak kecil yg belum nalar dan menanyakan hal tersebut, siapa tahu kelak anak anda bertanya demikian? :)

nak, jadi antara Tuhan dan ibu siapa yang kamu dahulukan untuk disembah ?
nah, kalau antara nabi dan ibumu siapa yang kamu lebih hormati ? Laughing

Quote :

pertanyaannya boleh saya kembalikan, yg ibunya Tuhan siapa sih mas?
Kalau Tuhan mengajarkan tuk menghormati orang tua, seharusnya Tuhan mencontohkan dari diri Tuhan sendiri dlm menghormati ibunya, biar diteladani umatnya, bukankah begitu? :)



kamu mempersoalkan antara menghormati dan menyembah, apakah itu sama ?
Yesus menghormati ibu-Nya selama didunia, dan Maria sebagai manusia tentu harus menyembah Tuhan nya dong...

Maaf mas bro T2Y, saya tidak bisa buka linknya, karena tertulis hanya mods yg boleh buka link tersebut Sad

-Mas bro, saya tidak menanyakan tentang menyembah, tapi menghormati.
kalau Tuhan sama Ibu, tentu Tuhan yg akan saya sembah, tapi Tuhan menyuruh kita menghormati ibu kita. :)
Antara nabi dan Ibu, Nabi sendiri menyuruh tuk menghormati Ibu daripada beliau.

-mas bro, saya tidak menyoalkan tentang menyembah, karena menurut keyakinan saya Di surga Maria akan tetap menyembah Allah, demikian juga Yesus :)

pertanyaan lain boleh?
Apakah Maria tahu kalau beliau ternyata melahirkan Tuhan? ataukah maria akan tahu ketika kelak di Surga bahwa anaknya ternyata Tuhan?

sabar mas bro :) calm down gitu loch :)
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   10th March 2011, 20:18

Djo wrote:
striker wrote:

-adakah ayat yg menyatakan demikian: "hormati kedua orang tuamu didalam Tuhan",

bukankah malah dikatakan : Matius 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya.

ayat sdh dikasih sm mod T2Y.

Lain konteks bro, maksud dr ayat mat itu adlh agar kita lebih mengutamakan Tuhan ketimbang manusia, meskipun itu adalah keluarga kita.

striker wrote:

-tidak pernah mendengar istilah surga ditelapak kaki ibu?

Pernah, tp saya yakin klo kata2 ini buatan manusia yg bisa aja salah.

banyak ibu2 yg menggugurkan kandungannya.
banyak ibu2 yg menyiksa anaknya, bahkan membunuh anaknya.
Di pantura, banyak ibu yg menjual kegadisan anak perawan nya.

Apakah masih benar klo surga terletak dibawah kaki ibu ?

striker wrote:

-Apakah Ibunda Yesus hanya sebuah hasil karya dari Yesus? adakah dikatakan demikian di dlm injil?
-Tapi bukankah Yesus itu anaknya yg pernah disusuinya? seharusnya anaklah yg menghormati Ibunya, bukan sebaliknya :)


coba baca lg pertanyaan anda bro....
striker wrote:
apakah Yesus juga akan menghormati Bunda Maria seperti anak menghormati ibunya ketika di surga kelak?

Mungkin anda agak ngejelimet ttg Yesus sbg anak Tukang kayu Yusuf dan Maria, dan Yesus sbg Kalam Allah.

-Mas bro Djo, maaf saya tidak bisa buka linknya, bisa dicopy paste aja, atau kasih injil apa berapa dan ayatnya juga boleh, please.

-menurut mas bro sendiri, bisa menerima gak dengan istilah tersebut?

-Apakah tidak sama Yesus sbg anak Tukang kayu Yusuf dan Maria, dan Yesus sbg Kalam Allah?

Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   11th March 2011, 09:33

Quote :

Maaf mas bro T2Y, saya tidak bisa buka linknya, karena tertulis hanya mods yg boleh buka link tersebut Sad

Keluaran 20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Ulangan 5:16 Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Matius 19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Markus 10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
Lukas 18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.
Efesus 6:2-3 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Quote :

-Mas bro, saya tidak menanyakan tentang menyembah, tapi menghormati.
kalau Tuhan sama Ibu, tentu Tuhan yg akan saya sembah, tapi Tuhan menyuruh kita menghormati ibu kita. :)

tuh ngerti...

Quote :

Antara nabi dan Ibu, Nabi sendiri menyuruh tuk menghormati Ibu daripada beliau.

kalau ada perintah ibu anda yang bertentangan dengan perintah nabi, perintah siapa yang akan anda dahulukan ? Laughing

Quote :

-mas bro, saya tidak menyoalkan tentang menyembah, karena menurut keyakinan saya Di surga Maria akan tetap menyembah Allah, demikian juga Yesus :)

nah disini silahkan pakai kacamata anda sendiri.

Quote :

pertanyaan lain boleh?
Apakah Maria tahu kalau beliau ternyata melahirkan Tuhan? ataukah maria akan tahu ketika kelak di Surga bahwa anaknya ternyata Tuhan?

apa dalam kitab anda gak diceritakan bagaimana keajaiban kelahiran Yesus ? Laughing
lebih hebat loh dari nabi2 anda yang lain... Laughing

Quote :
sabar mas bro Smile calm down gitu loch Smile
btw, tentang ayat surga ada ditelapak kaki ibu ada dimana yah ?
tolong dijelasin artinya dan disertakan ayatnya dalam Al quran yang mengatakan demikian, juga disertai azbabun nuzulnya sekalian biar kitanya jadi ngerti.

jangan pura2 lupa yah... :afro:
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   11th March 2011, 09:43

striker wrote:

-Mas bro Djo, maaf saya tidak bisa buka linknya, bisa dicopy paste aja, atau kasih injil apa berapa dan ayatnya juga boleh, please.
udah keduluan lagi tuh sama mod T2Y

striker wrote:

-menurut mas bro sendiri, bisa menerima gak dengan istilah tersebut?
ada pengaruhnya gak mas klo saya terima atau kagak ?
kalau anda sendiri gimana ?

striker wrote:

-Apakah tidak sama Yesus sbg anak Tukang kayu Yusuf dan Maria, dan Yesus sbg Kalam Allah?
Sebagai anak Yusuf dan Maria, Yesus menghormati kedua orang tuaNya.
Sebagai Kalam Allah, Yesus mengasihi mereka sbg ciptaanNya.
Keduanya memang bisa dibedakan, tapi tidak bisa dipisahkan.

saya beri analogi, meski mungkin tdk akan sempurna menggambarkan.

Sebagai warga di RT/RW/kel/kec dimana pak SBY tinggal, maka beliau patuh pada pimpinan lokal setempat. Secara teori, jika pak SBY bikin ktp, maka pak SBY harus datang ke ketua RT utk membuat surat pengantar utk selanjutnya ke ketua RW dan selanjutnya ke kelurahan.

Tapi coba anda lihat pak SBY sbg presiden RI. Jangankan ketua RT, Gubernur sekalipun bisa ia perintah2.


Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   11th March 2011, 09:53

Quote :
Sebagai warga di RT/RW/kel/kec dimana pak SBY tinggal, maka beliau patuh pada pimpinan lokal setempat. Secara teori, jika pak SBY bikin ktp, maka pak SBY harus datang ke ketua RT utk membuat surat pengantar utk selanjutnya ke ketua RW dan selanjutnya ke kelurahan.

Tapi coba anda lihat pak SBY sbg presiden RI. Jangankan ketua RT, Gubernur sekalipun bisa ia perintah2.

::striker mode : ON::
masalahnya SBY tuh sebagai warga negara RI juga harus menghormati Presiden RI yang sekarang.
::striker mode :OFF ::


wkwkwkwkwkwkwk...
masalahnya sekarang adalah :
tentang pengenalan siapa SBY dan siapa Presiden.
cuma itu masalah yang ada dari dulu sampai sekarang, bahkan sampai ditulis dalam kitab yang turun dari langit... Laughing
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   11th March 2011, 10:42

T2Y wrote:
Quote :

Maaf mas bro T2Y, saya tidak bisa buka linknya, karena tertulis hanya mods yg boleh buka link tersebut Sad

Keluaran 20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Ulangan 5:16 Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Matius 19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Markus 10:19 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
Lukas 18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu.
Efesus 6:2-3 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Quote :

-Mas bro, saya tidak menanyakan tentang menyembah, tapi menghormati.
kalau Tuhan sama Ibu, tentu Tuhan yg akan saya sembah, tapi Tuhan menyuruh kita menghormati ibu kita. :)

tuh ngerti...

Quote :

Antara nabi dan Ibu, Nabi sendiri menyuruh tuk menghormati Ibu daripada beliau.

kalau ada perintah ibu anda yang bertentangan dengan perintah nabi, perintah siapa yang akan anda dahulukan ? Laughing

Quote :

-mas bro, saya tidak menyoalkan tentang menyembah, karena menurut keyakinan saya Di surga Maria akan tetap menyembah Allah, demikian juga Yesus :)

nah disini silahkan pakai kacamata anda sendiri.

Quote :

pertanyaan lain boleh?
Apakah Maria tahu kalau beliau ternyata melahirkan Tuhan? ataukah maria akan tahu ketika kelak di Surga bahwa anaknya ternyata Tuhan?

apa dalam kitab anda gak diceritakan bagaimana keajaiban kelahiran Yesus ? Laughing
lebih hebat loh dari nabi2 anda yang lain... Laughing

Quote :
sabar mas bro Smile calm down gitu loch Smile
btw, tentang ayat surga ada ditelapak kaki ibu ada dimana yah ?
tolong dijelasin artinya dan disertakan ayatnya dalam Al quran yang mengatakan demikian, juga disertai azbabun nuzulnya sekalian biar kitanya jadi ngerti.

jangan pura2 lupa yah... :afro:

terima kasih atas ilmunya mas bro :)

kalau perintah ibu bertentangan dengan akidah Islam tentu saja saya berpatokan ayat berikut:
QS 29:8. Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Kalau dlm Al Qur'an memang diceritakan tentang kelahiran Isa tanpa ayah, tapi tentu saja ibunda Isa tetap saja tidak menganggap yg dilahirkan itu Tuhan.
pertanyaan saya adalah, bagiamana menurut kristen, apakah Maria tahu kalau yg dilahirkannya adalah Tuhan? :)

saya tidak lupa mas bro, jujur saya tidak menemukannya dlm AL Qur'an, mungkin dlm hadist yg belum saya temukan juga Sad
nanti kalau sudah saya temukan asal usul istilah tersebut, pasti saya sharing disini.
tapi apakah mas bro percaya istilah tersebut? :)


Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   11th March 2011, 10:49

T2Y wrote:
Quote :
Sebagai warga di RT/RW/kel/kec dimana pak SBY tinggal, maka beliau patuh pada pimpinan lokal setempat. Secara teori, jika pak SBY bikin ktp, maka pak SBY harus datang ke ketua RT utk membuat surat pengantar utk selanjutnya ke ketua RW dan selanjutnya ke kelurahan.

Tapi coba anda lihat pak SBY sbg presiden RI. Jangankan ketua RT, Gubernur sekalipun bisa ia perintah2.

::striker mode : ON::
masalahnya SBY tuh sebagai warga negara RI juga harus menghormati Presiden RI yang sekarang.
::striker mode :OFF ::


wkwkwkwkwkwkwk...
masalahnya sekarang adalah :
tentang pengenalan siapa SBY dan siapa Presiden.
cuma itu masalah yang ada dari dulu sampai sekarang, bahkan sampai ditulis dalam kitab yang turun dari langit... Laughing

Baiklah kalau mas bro djo menganalogikan Sby sebagai yesus dan Pak RT sebagai Ibunda Yesus.

Yg menjadi pertanyannnya, ketika Pak RT di istana Sby, apakah Sby tetap menghormati pak RT sebagai RTnya? simple kok :)

Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   11th March 2011, 11:10

striker wrote:

Yg menjadi pertanyannnya, ketika Pak RT di istana Sby, apakah Sby tetap menghormati pak RT sebagai RTnya? simple kok :)


Lah, pak RT ada istana SBY dalam posisinya sbg apa ? khan simple tokh ? Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   11th March 2011, 11:52

Quote :
saya tidak lupa mas bro, jujur saya tidak menemukannya dlm AL Qur'an, mungkin dlm hadist yg belum saya temukan juga Sad
nanti kalau sudah saya temukan asal usul istilah tersebut, pasti saya sharing disini.
tapi apakah mas bro percaya istilah tersebut? Smile

kalau udah bisa dijelasin secara jelas nanti saya akan berikan pernyataan saya percaya atw tidak.

sementara diskusinya sampai disini dulu ya, tong... :)
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   13th March 2011, 07:21

T2Y wrote:
Quote :
saya tidak lupa mas bro, jujur saya tidak menemukannya dlm AL Qur'an, mungkin dlm hadist yg belum saya temukan juga Sad
nanti kalau sudah saya temukan asal usul istilah tersebut, pasti saya sharing disini.
tapi apakah mas bro percaya istilah tersebut? Smile

kalau udah bisa dijelasin secara jelas nanti saya akan berikan pernyataan saya percaya atw tidak.

sementara diskusinya sampai disini dulu ya, tong... :)

akhirnya PRnya ketemu mas bro, meskipun pada akhirnya sudah diketahui anda tidak akan memercayai ajaran ini: :)

kitab ash-Shahîh, no.1249 dengan lafazh,
اِلْزَمْهَا فَإِنَّ اْلجَنَّةَ تَحْتَ أَقْدَامِهَا
"Berbaktilah terus kepadanya (sang ibu) karena surga itu berada di bawah telapak kakinya."

Yang dimaksud oleh Syaikh al-Albaniy tersebut adalah hadits yang diriwayatkan Mu'awiyah bin Jahimah yang dikeluarkan Imam Ahmad (Jld.III:429) dan an-Nasa`iy. Lihat juga, Sunan Ibn Majah, no.2781 dan al-Mustadrak karya al-Hakim, Jld.II, h.104."(Sumber: ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahadits al-Musytahirah karya Imam as-Suyuthiy, tahqiq Syaikh. Muhammad Lutfhfy ash-Shabbagh, h.105-106, no.178).

Setelah sedikit menganalisis hadits tersebut ada beberapa hal manarik yang perlu kita telaah. Hadits dia atas memberikan gambaran yang jelas kepada kita betapa mulianya seorang ibu, sehingga kita dianjurkan untuk brbakti kepadanya.
Walaupun seandainya orang tua kita berpaling dari Allah, kita tetap wajib menghormatinya..

Seorang anak mencoba mengangkat dan mengamati kaki ibunya sembari bertanya, “Mama..dimana surganya? Kok ndak kelihatan.” Pertanyaan polos yang kontan membuat sang ibu tersenyum itu boleh jadi juga menghinggapi benak pikiran kita ketika memahami salah satu hadits yang populer didengungkan mayoritas umat Islam tentang kemuliaan seorang ibu adalah al-jannatu tahta aqdamil ummahat, “Surga berada di bawah telapak kaki ibu.”

Ungkapan metaforis hadits tersebut menarik untuk dicermati, seakan menyiratkan betapa dekatnya jarak kita dengan surga. Ia bukanlah tempat mewah yang jauh dari jangkauan angan-angan; ia bukanlah lokasi yang membutuhkan “biaya” mahal untuk mencapainya. Surga berada di bawah kaki ibu, artinya kunci masuk surga adalah berbuat baik dan berbakti kepada seorang perempuan bernama ibu; password dan PIN surga ada di sekeliling kita; sumber kebaikan untuk meraih surga ternyata ada di dalam rumah dan keluarga sendiri.

Namun tidak semua muslim menyadari ajaran yang tersirat dari sabda tersebut. Banyak orang kini berbondong-bondong mencari surga justru dengan cara meninggalkan rumah dan bahkan tanpa sepengetahuan keluarga. Sebagian umat terkadang ikut pula tergiur akan impian indah tentang surga. Surga ibarat obat ampuh untuk menawarkan rasa perih dan penderitaan yang mereka tanggung. Kebodohan dan keterbelakangan membuat mereka frustasi dalam menjalani hidup dan satu-satunya harapan adalah hidup bahagia di kemudian hari.

Seluruh amal perbuatan mereka selalu ditujukan untuk mendapat surga. Mereka seakan berebut kavling surga karena pilihan setelah mati hanya dua : surga atau neraka. Demi berebut surga, tak jarang mereka justru bertengkar, berlomba-lomba menyesatkan orang, memvonis orang lain sebagai pendosa dan pembuat bid’ah. Doktrin itu pula yang melumpuhkan etika dan moralitas yang merupakan pokok ajaran Islam. Orang lupa bahwa ajaran Islam sangat menekankan pentingnya amal shalih dan kebajikan kepada sesama, dan kebaikan itu dapat diciptakan dalam keluarga sendiri.

Karena itu, tak heran kalau kalangan sufi sampai mengkritik prilaku masyarakat untuk “berebut surga”. Seorang sufi perempuan, Rabi’ah al-Adawiyah sampai mengungkapkan kegundahannya, “Aku akan ke langit untuk membakar surga dan memadamkan neraka agar keduanya tidak menjadi alasan orang untuk berbakti kepada-Nya.” Sudah saatnya kita gali dan nikmati surga di dalam keluarga kita, sudah waktunya kita ciptakan surga-surga bersama suami, istri dan anak-anak di dalam rumah sendiri.

Kebajikan Horisontal dalam Keluarga

Selain meniatkan menikah dan berkeluarga sebagai sebuah media ibadah kepada Allah (kebajikan vertikal), keluarga juga dapat dijadikan sumber kebaikan bagi seluruh anggotanya. Kebajikan horisontal itu dapat dimunculkan oleh suami kepada istri, komunikasi istri kepada suami dan antara orangtua terhadap anaknya.

Alangkah indahnya jikalau suami bekerja dilepas dengan senyuman serta pelukan hangat dan pulangnya disambut dengan tangan mesra sang istri. Begitupula tatkala istri tampak begitu pulas tertidur setelah seharian mengurus rumah, sang suami dengan lembut mengusap dan membelai rambut istri sembari terucap do’a, “Ya Allah, limpahkan keberkahan dan kenikmatan bagi istriku yang telah membahagiakanku.” Sedang saat kebersamaan dihiasi dengan semangat romantisme, dialog-dialog “dua arah” yang saling menyemangati dan memberi solusi atas pelbagai problem yang sedang dihadapi masing-masing pihak.

Ya...bersungguh-sungguhlah menjadi “sebab” bagi kebahagian pasangan anda dan hal itu akan dapat terwujud bila anda mampu mengembangkan sifat ikhlas dan ridlo dalam komunikasi suami dan istri. Suami dengan ikhlas melakukan apapun (baca : bekerja) untuk membahagiakan keluarga dan istri dengan ridlo menerima apapun yang dihasilkan oleh suami. Begitu pula sebaliknya, suami juga tidak akan menggerutu menikmati apa yang disajikan istri dengan susah payah walau boleh jadi hal itu bertentangan dengan apa yang diinginkannya.

Bagaimana mewujudkan kebaikan antara orangtua dengan anaknya ? Jadilah orangtua yang dicintai anak-anaknya dan bantulah atau permudahlah mereka untuk berbakti kepada Allah dan kedua orangtuanya.

Suatu hari, seseorang menghadap Khalifah Umar bin Khattab dengan membawa anak lelakinya. Ia mengadukan betapa durhaka dan kurang ajar anaknya. Khalifah mendengarkan pengaduan orangtua tersebut. Beliau tidak serta merta menyalahkan si anak tersebut tetapi malah mengingatkan kepada orangtuanya akan hak anak seperti memilihkan ibu si anak dari golongan baik-baik, memberi nama yang baik, memberi nafkah sepantasnya, mendidik dengan akhlak yang baik dan mengajari ilmu untuk bekal hidupnya.

Seketika itu juga si anak menyahut uraian Umar. “Tak satupun dari hak-hak itu yang diberikan. Ibu saya tidak jelas asal-usulnya dan berperangai sangat buruk. Dari kecil saya dipaksa mencari nafkah dengan menggembala ternak dan saban hari diberi contoh akhlak yang buruk, dengan pertengkaran yang tiada henti, perkataan yang kotor dan tindak kekerasan. Jangankan diajari ilmu, yang ada hanya dampratan dan perlakuan kasar. Dalam hatiku hanya ada dendam dan menunggu saat bisa membalasnya.” kata si anak.

“Apa benar demikian ?” tanya Umar. “Jika demikian, sungguh engkau telah merusak anakmu dengan tanganmu sendiri. Engkaulah yang pantas mendapat hukuman atas kesalahan ini.” tambahnya.

Dari deskripsi kisah tersebut secara tegas mengajarkan bahwa anak adalah cermin orangtuanya. Karenanya, jika kita menginginkan anak menjadi shalih/ah dan berbakti bagi agama dan orangtua maka bersihkanlah terlebih dahulu cerminnya dengan mengajarkan hal-hal yang terpuji. Jangan sampai anak justru menjadi “merdeka” bila orangtuanya pergi, merasa bangga kalau orangtuanya tiada. Justru ciptakanlah orangtua yang selalu dicintai dan dirindukan anak-anaknya.

“Berbuat baiklah kamu terhadap ibu dan bapakmu, niscaya anak-anakmu akan berbuat baik terhadapmu.” (HR Thabrani). “Barangsiapa yang mendapat ujian atau menderita karena mengurus anak-anaknya, kemudian ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anaknya akan menjadi penghalang baginya dari siksa neraka.” (HR Bukhari Muslim)
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   13th March 2011, 07:24

Djo wrote:
striker wrote:

Yg menjadi pertanyannnya, ketika Pak RT di istana Sby, apakah Sby tetap menghormati pak RT sebagai RTnya? simple kok :)


Lah, pak RT ada istana SBY dalam posisinya sbg apa ? khan simple tokh ? Very Happy

ya sebagai pak RT. apakah posisi pak RT akan berubah ketika pak RT berada di istana SBY? menjadi rakyat biasa dan tidak sebagai ketua RT?

demikian juga dengan Ibunda Yesus, apakah posisi sebagai Ibu Tuhan akan berubah sebagai ciptaan Tuhan ketika berada di surga, seperti halnya manusia2 yg lain?

jadi simple kok pertanyaannya :)
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   14th March 2011, 17:47

striker wrote:
T2Y wrote:
Quote :
saya tidak lupa mas bro, jujur saya tidak menemukannya dlm AL Qur'an, mungkin dlm hadist yg belum saya temukan juga Sad
nanti kalau sudah saya temukan asal usul istilah tersebut, pasti saya sharing disini.
tapi apakah mas bro percaya istilah tersebut? Smile

kalau udah bisa dijelasin secara jelas nanti saya akan berikan pernyataan saya percaya atw tidak.

sementara diskusinya sampai disini dulu ya, tong... :)

akhirnya PRnya ketemu mas bro, meskipun pada akhirnya sudah diketahui anda tidak akan memercayai ajaran ini: :)

kitab ash-Shahîh, no.1249 dengan lafazh,
اِلْزَمْهَا فَإِنَّ اْلجَنَّةَ تَحْتَ أَقْدَامِهَا
"Berbaktilah terus kepadanya (sang ibu) karena surga itu berada di bawah telapak kakinya."

Yang dimaksud oleh Syaikh al-Albaniy tersebut adalah hadits yang diriwayatkan Mu'awiyah bin Jahimah yang dikeluarkan Imam Ahmad (Jld.III:429) dan an-Nasa`iy. Lihat juga, Sunan Ibn Majah, no.2781 dan al-Mustadrak karya al-Hakim, Jld.II, h.104."(Sumber: ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahadits al-Musytahirah karya Imam as-Suyuthiy, tahqiq Syaikh. Muhammad Lutfhfy ash-Shabbagh, h.105-106, no.178).

Setelah sedikit menganalisis hadits tersebut ada beberapa hal manarik yang perlu kita telaah. Hadits dia atas memberikan gambaran yang jelas kepada kita betapa mulianya seorang ibu, sehingga kita dianjurkan untuk brbakti kepadanya.
Walaupun seandainya orang tua kita berpaling dari Allah, kita tetap wajib menghormatinya..

Seorang anak mencoba mengangkat dan mengamati kaki ibunya sembari bertanya, “Mama..dimana surganya? Kok ndak kelihatan.” Pertanyaan polos yang kontan membuat sang ibu tersenyum itu boleh jadi juga menghinggapi benak pikiran kita ketika memahami salah satu hadits yang populer didengungkan mayoritas umat Islam tentang kemuliaan seorang ibu adalah al-jannatu tahta aqdamil ummahat, “Surga berada di bawah telapak kaki ibu.”

Ungkapan metaforis hadits tersebut menarik untuk dicermati, seakan menyiratkan betapa dekatnya jarak kita dengan surga. Ia bukanlah tempat mewah yang jauh dari jangkauan angan-angan; ia bukanlah lokasi yang membutuhkan “biaya” mahal untuk mencapainya. Surga berada di bawah kaki ibu, artinya kunci masuk surga adalah berbuat baik dan berbakti kepada seorang perempuan bernama ibu; password dan PIN surga ada di sekeliling kita; sumber kebaikan untuk meraih surga ternyata ada di dalam rumah dan keluarga sendiri.

Namun tidak semua muslim menyadari ajaran yang tersirat dari sabda tersebut. Banyak orang kini berbondong-bondong mencari surga justru dengan cara meninggalkan rumah dan bahkan tanpa sepengetahuan keluarga. Sebagian umat terkadang ikut pula tergiur akan impian indah tentang surga. Surga ibarat obat ampuh untuk menawarkan rasa perih dan penderitaan yang mereka tanggung. Kebodohan dan keterbelakangan membuat mereka frustasi dalam menjalani hidup dan satu-satunya harapan adalah hidup bahagia di kemudian hari.

Seluruh amal perbuatan mereka selalu ditujukan untuk mendapat surga. Mereka seakan berebut kavling surga karena pilihan setelah mati hanya dua : surga atau neraka. Demi berebut surga, tak jarang mereka justru bertengkar, berlomba-lomba menyesatkan orang, memvonis orang lain sebagai pendosa dan pembuat bid’ah. Doktrin itu pula yang melumpuhkan etika dan moralitas yang merupakan pokok ajaran Islam. Orang lupa bahwa ajaran Islam sangat menekankan pentingnya amal shalih dan kebajikan kepada sesama, dan kebaikan itu dapat diciptakan dalam keluarga sendiri.

Karena itu, tak heran kalau kalangan sufi sampai mengkritik prilaku masyarakat untuk “berebut surga”. Seorang sufi perempuan, Rabi’ah al-Adawiyah sampai mengungkapkan kegundahannya, “Aku akan ke langit untuk membakar surga dan memadamkan neraka agar keduanya tidak menjadi alasan orang untuk berbakti kepada-Nya.” Sudah saatnya kita gali dan nikmati surga di dalam keluarga kita, sudah waktunya kita ciptakan surga-surga bersama suami, istri dan anak-anak di dalam rumah sendiri.

Kebajikan Horisontal dalam Keluarga

Selain meniatkan menikah dan berkeluarga sebagai sebuah media ibadah kepada Allah (kebajikan vertikal), keluarga juga dapat dijadikan sumber kebaikan bagi seluruh anggotanya. Kebajikan horisontal itu dapat dimunculkan oleh suami kepada istri, komunikasi istri kepada suami dan antara orangtua terhadap anaknya.

Alangkah indahnya jikalau suami bekerja dilepas dengan senyuman serta pelukan hangat dan pulangnya disambut dengan tangan mesra sang istri. Begitupula tatkala istri tampak begitu pulas tertidur setelah seharian mengurus rumah, sang suami dengan lembut mengusap dan membelai rambut istri sembari terucap do’a, “Ya Allah, limpahkan keberkahan dan kenikmatan bagi istriku yang telah membahagiakanku.” Sedang saat kebersamaan dihiasi dengan semangat romantisme, dialog-dialog “dua arah” yang saling menyemangati dan memberi solusi atas pelbagai problem yang sedang dihadapi masing-masing pihak.

Ya...bersungguh-sungguhlah menjadi “sebab” bagi kebahagian pasangan anda dan hal itu akan dapat terwujud bila anda mampu mengembangkan sifat ikhlas dan ridlo dalam komunikasi suami dan istri. Suami dengan ikhlas melakukan apapun (baca : bekerja) untuk membahagiakan keluarga dan istri dengan ridlo menerima apapun yang dihasilkan oleh suami. Begitu pula sebaliknya, suami juga tidak akan menggerutu menikmati apa yang disajikan istri dengan susah payah walau boleh jadi hal itu bertentangan dengan apa yang diinginkannya.

Bagaimana mewujudkan kebaikan antara orangtua dengan anaknya ? Jadilah orangtua yang dicintai anak-anaknya dan bantulah atau permudahlah mereka untuk berbakti kepada Allah dan kedua orangtuanya.

Suatu hari, seseorang menghadap Khalifah Umar bin Khattab dengan membawa anak lelakinya. Ia mengadukan betapa durhaka dan kurang ajar anaknya. Khalifah mendengarkan pengaduan orangtua tersebut. Beliau tidak serta merta menyalahkan si anak tersebut tetapi malah mengingatkan kepada orangtuanya akan hak anak seperti memilihkan ibu si anak dari golongan baik-baik, memberi nama yang baik, memberi nafkah sepantasnya, mendidik dengan akhlak yang baik dan mengajari ilmu untuk bekal hidupnya.

Seketika itu juga si anak menyahut uraian Umar. “Tak satupun dari hak-hak itu yang diberikan. Ibu saya tidak jelas asal-usulnya dan berperangai sangat buruk. Dari kecil saya dipaksa mencari nafkah dengan menggembala ternak dan saban hari diberi contoh akhlak yang buruk, dengan pertengkaran yang tiada henti, perkataan yang kotor dan tindak kekerasan. Jangankan diajari ilmu, yang ada hanya dampratan dan perlakuan kasar. Dalam hatiku hanya ada dendam dan menunggu saat bisa membalasnya.” kata si anak.

“Apa benar demikian ?” tanya Umar. “Jika demikian, sungguh engkau telah merusak anakmu dengan tanganmu sendiri. Engkaulah yang pantas mendapat hukuman atas kesalahan ini.” tambahnya.

Dari deskripsi kisah tersebut secara tegas mengajarkan bahwa anak adalah cermin orangtuanya. Karenanya, jika kita menginginkan anak menjadi shalih/ah dan berbakti bagi agama dan orangtua maka bersihkanlah terlebih dahulu cerminnya dengan mengajarkan hal-hal yang terpuji. Jangan sampai anak justru menjadi “merdeka” bila orangtuanya pergi, merasa bangga kalau orangtuanya tiada. Justru ciptakanlah orangtua yang selalu dicintai dan dirindukan anak-anaknya.

“Berbuat baiklah kamu terhadap ibu dan bapakmu, niscaya anak-anakmu akan berbuat baik terhadapmu.” (HR Thabrani). “Barangsiapa yang mendapat ujian atau menderita karena mengurus anak-anaknya, kemudian ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anaknya akan menjadi penghalang baginya dari siksa neraka.” (HR Bukhari Muslim)

kalau di Al Quran ada gak ?
soalnya kalau dari hadist banyak yang gak jelas... Razz
ada yang dhoif, mawdhu’ munkar dsb dll etc...
Kembali Ke Atas Go down
Djo
Perwira Pertama
Perwira Pertama


Jumlah posting : 794
Join date : 28.01.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   14th March 2011, 19:24

striker wrote:

ya sebagai pak RT. apakah posisi pak RT akan berubah ketika pak RT berada di istana SBY? menjadi rakyat biasa dan tidak sebagai ketua RT?
Dalam kapasitas apa pak RT datang ke istana SBY ? Nagih iuran sampah warga ? Ngasih surat keterangan pembuatan Kartu Keluarga ? Atau ngasih surat edaran bahwa minggu depan ada kerja bakti ?

Pak SBY memang mungkin mengenali ketua RT nya sendiri, dan bisa saja menyambut si RT dgn ucapan "selamat datang pak RT". Dan ucapan ini tentu tidak salah jg jika diucapkan oleh SBY, karena orang itu memang ketua RT nya SBY. Tp apakah pak RT itu tetap seorang ketua RT di wilayah istana tsb ?

Ayolah bro...., anda bisa lebih baik dari ini.

striker wrote:

demikian juga dengan Ibunda Yesus, apakah posisi sebagai Ibu Tuhan akan berubah sebagai ciptaan Tuhan ketika berada di surga, seperti halnya manusia2 yg lain?
Oh iya dong. Bunda Maria tidak akan lagi menyusui dan membesarkan Yesus sbg buah hatinya. Yg ia lakukan ialah menyembah Yesus sbg Allah, bersama2 dgn manusia lainnya.

Itu kan yg anda ingin tanyakan ? Very Happy

Tapi jika ada manusia yg ingin menyebut Maria sbg bunda Allah, ya tentu nggak salah juga. Sama halnya jika Pak SBY memanggil ketua RT nya dgn sebutan "Pak RT", padahal ada di dalam istananya, dan istana presiden tsb TIDAK BERADA dalam wilayah kekuasaan pak RT tsb.

Mudah2an bisa dimengerti brow...
Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
leonardo
Calon Perwira
Calon Perwira


Jumlah posting : 301
Join date : 07.03.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   15th March 2011, 00:06

Raihan Danielsan wrote:
bruce wrote:


Apa bedanya antara Tuhan dan Allah ?


Tidak ada bedanya komandan


bruce wrote:


Anda melihat (bertanya) tetapi lupa melepas kacamata anda mas, jadi semua warna yang anda lihat adalah bias.


Sudah saya lepas komandan, dan telah saya ganti dg kacamata kuda. Laughing

Tidak bias komandan, secara logika masih dapat diterima dan saya masih memahaminya dalam koridor ajaran Kristen bahwa Yesus adalah Allah, hanya saja komandan tidak mau melihat dg mata telanjang dan melepas kacamata yg senantiasa menempel di mata komandan, artinya ada pendapat yg berbeda dg komandan tapi tetap tidak keluar dari keimanan atau ajaran Kristen. Laughing

Begini komandan, saya sering mendengar Kristian yg mengatakan bahwa Yesus adalah 100% manusia dan 100% Allah.... tapi bukan masalah persen-persenan ini yg hendak saya ungkapkan, melainkan mengenai Yesus yg pada satu sisi adalah manusia dan sisi lainnya adalah Allah.... Nah, kalau Yesus dari sisi manusia tentu dapat diterima akal kalau beliau punya ibu (Bunda Maria), tapi kalau dari sisi Allah, tentu sulit diterima akal bahwa Allah mempunyai ibu dari mahluk ciptaanNya (Bunda Maria). :)

Pertanyaan saya;
1. Apakah yg membolehkan Maria disebut dg Bunda Allah adalah mainstream pendapat umat Kristen, ataukah hanya pendapat dari umat Katholik saja, komandan ?
2. Bagaimana kalau ada Kristian yg berpendapat bahwa Bunda Maria tidak boleh disebut dg Bunda Allah, apakah Kristian tersebut sudah tersesat ?


Maaf ya komandan, kalau terkesan ngeyel..... hehe


Saya tanggapi bro walaupun sebenarnya jawaban lengkap sudah diberikan oleh bruce di awal thread.

Bagi katolik Mariologi itu selalu berdasar pada Kristologi.
Artinya segala gelar bagi bunda Maria hanya bisa dikenakan jika dihubungkan dengan Yesus Kristus.

Jadi memang step awal mengenal bunda Maria terlebih dahulu kenalilah putranya.
Putranya bagi umat kristen adalah Allah sekaligus manusia.
Ini adalah pribadi yang satu walaupun terdiri dari 2 kodrat.

Nah kalau dari sini kata kuncinya bahwa Yesus adalah pribadi bukan lagi 2 kodrat yang terpisah maka gelar Maria bunda Yesus sama saja dengan gelar bunda Allah karena Yesus adalah Allah yang berinkarnasi.

Jadi sepanjang Yesus adalah pribadi gelar bunda Allah dapat dikenakan pada Maria.

Bagaimana kalau tetap mau pakai untuk kodrat Allah nya saja artinya bukan pribadi yang utuh jelas tidak bisa bro.
Karena Allah tidak berasal dari manusia. Jadi kalau mau pakai sudut pandang tersebut jelas bukan bunda Maria yang meng-asalkan Allah.

Jadi sekali lagi kuncinya adalah pribadi Yesus yang utuh dengan 2 kodrat di dalamnya. Sepanjang Yesus adalah pribadi yang dilahirkan lewat bunda Maria maka Maria dapat disebut bunda Yesus dan juga bunda Allah.

Jika ada yang menganggap Maria hanya bunda Yesus tapi bukan bunda Allah berarti orang tersebut terjebak dalam pola pikir 2 kodrat yang terpisah dalam diri Yesus .
Padahal dalam kitab suci kristen kelahiran Yesus ke dunia adalah sebagai pribadi dan dirayakan sebagai immanuel artinya Allah beserta kita.

salam damai :)
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   17th March 2011, 20:39

T2Y wrote:
striker wrote:
T2Y wrote:
Quote :
saya tidak lupa mas bro, jujur saya tidak menemukannya dlm AL Qur'an, mungkin dlm hadist yg belum saya temukan juga Sad
nanti kalau sudah saya temukan asal usul istilah tersebut, pasti saya sharing disini.
tapi apakah mas bro percaya istilah tersebut? Smile

kalau udah bisa dijelasin secara jelas nanti saya akan berikan pernyataan saya percaya atw tidak.

sementara diskusinya sampai disini dulu ya, tong... :)

akhirnya PRnya ketemu mas bro, meskipun pada akhirnya sudah diketahui anda tidak akan memercayai ajaran ini: :)

kitab ash-Shahîh, no.1249 dengan lafazh,
اِلْزَمْهَا فَإِنَّ اْلجَنَّةَ تَحْتَ أَقْدَامِهَا
"Berbaktilah terus kepadanya (sang ibu) karena surga itu berada di bawah telapak kakinya."

Yang dimaksud oleh Syaikh al-Albaniy tersebut adalah hadits yang diriwayatkan Mu'awiyah bin Jahimah yang dikeluarkan Imam Ahmad (Jld.III:429) dan an-Nasa`iy. Lihat juga, Sunan Ibn Majah, no.2781 dan al-Mustadrak karya al-Hakim, Jld.II, h.104."(Sumber: ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahadits al-Musytahirah karya Imam as-Suyuthiy, tahqiq Syaikh. Muhammad Lutfhfy ash-Shabbagh, h.105-106, no.178).

Setelah sedikit menganalisis hadits tersebut ada beberapa hal manarik yang perlu kita telaah. Hadits dia atas memberikan gambaran yang jelas kepada kita betapa mulianya seorang ibu, sehingga kita dianjurkan untuk brbakti kepadanya.
Walaupun seandainya orang tua kita berpaling dari Allah, kita tetap wajib menghormatinya..

Seorang anak mencoba mengangkat dan mengamati kaki ibunya sembari bertanya, “Mama..dimana surganya? Kok ndak kelihatan.” Pertanyaan polos yang kontan membuat sang ibu tersenyum itu boleh jadi juga menghinggapi benak pikiran kita ketika memahami salah satu hadits yang populer didengungkan mayoritas umat Islam tentang kemuliaan seorang ibu adalah al-jannatu tahta aqdamil ummahat, “Surga berada di bawah telapak kaki ibu.”

Ungkapan metaforis hadits tersebut menarik untuk dicermati, seakan menyiratkan betapa dekatnya jarak kita dengan surga. Ia bukanlah tempat mewah yang jauh dari jangkauan angan-angan; ia bukanlah lokasi yang membutuhkan “biaya” mahal untuk mencapainya. Surga berada di bawah kaki ibu, artinya kunci masuk surga adalah berbuat baik dan berbakti kepada seorang perempuan bernama ibu; password dan PIN surga ada di sekeliling kita; sumber kebaikan untuk meraih surga ternyata ada di dalam rumah dan keluarga sendiri.

Namun tidak semua muslim menyadari ajaran yang tersirat dari sabda tersebut. Banyak orang kini berbondong-bondong mencari surga justru dengan cara meninggalkan rumah dan bahkan tanpa sepengetahuan keluarga. Sebagian umat terkadang ikut pula tergiur akan impian indah tentang surga. Surga ibarat obat ampuh untuk menawarkan rasa perih dan penderitaan yang mereka tanggung. Kebodohan dan keterbelakangan membuat mereka frustasi dalam menjalani hidup dan satu-satunya harapan adalah hidup bahagia di kemudian hari.

Seluruh amal perbuatan mereka selalu ditujukan untuk mendapat surga. Mereka seakan berebut kavling surga karena pilihan setelah mati hanya dua : surga atau neraka. Demi berebut surga, tak jarang mereka justru bertengkar, berlomba-lomba menyesatkan orang, memvonis orang lain sebagai pendosa dan pembuat bid’ah. Doktrin itu pula yang melumpuhkan etika dan moralitas yang merupakan pokok ajaran Islam. Orang lupa bahwa ajaran Islam sangat menekankan pentingnya amal shalih dan kebajikan kepada sesama, dan kebaikan itu dapat diciptakan dalam keluarga sendiri.

Karena itu, tak heran kalau kalangan sufi sampai mengkritik prilaku masyarakat untuk “berebut surga”. Seorang sufi perempuan, Rabi’ah al-Adawiyah sampai mengungkapkan kegundahannya, “Aku akan ke langit untuk membakar surga dan memadamkan neraka agar keduanya tidak menjadi alasan orang untuk berbakti kepada-Nya.” Sudah saatnya kita gali dan nikmati surga di dalam keluarga kita, sudah waktunya kita ciptakan surga-surga bersama suami, istri dan anak-anak di dalam rumah sendiri.

Kebajikan Horisontal dalam Keluarga

Selain meniatkan menikah dan berkeluarga sebagai sebuah media ibadah kepada Allah (kebajikan vertikal), keluarga juga dapat dijadikan sumber kebaikan bagi seluruh anggotanya. Kebajikan horisontal itu dapat dimunculkan oleh suami kepada istri, komunikasi istri kepada suami dan antara orangtua terhadap anaknya.

Alangkah indahnya jikalau suami bekerja dilepas dengan senyuman serta pelukan hangat dan pulangnya disambut dengan tangan mesra sang istri. Begitupula tatkala istri tampak begitu pulas tertidur setelah seharian mengurus rumah, sang suami dengan lembut mengusap dan membelai rambut istri sembari terucap do’a, “Ya Allah, limpahkan keberkahan dan kenikmatan bagi istriku yang telah membahagiakanku.” Sedang saat kebersamaan dihiasi dengan semangat romantisme, dialog-dialog “dua arah” yang saling menyemangati dan memberi solusi atas pelbagai problem yang sedang dihadapi masing-masing pihak.

Ya...bersungguh-sungguhlah menjadi “sebab” bagi kebahagian pasangan anda dan hal itu akan dapat terwujud bila anda mampu mengembangkan sifat ikhlas dan ridlo dalam komunikasi suami dan istri. Suami dengan ikhlas melakukan apapun (baca : bekerja) untuk membahagiakan keluarga dan istri dengan ridlo menerima apapun yang dihasilkan oleh suami. Begitu pula sebaliknya, suami juga tidak akan menggerutu menikmati apa yang disajikan istri dengan susah payah walau boleh jadi hal itu bertentangan dengan apa yang diinginkannya.

Bagaimana mewujudkan kebaikan antara orangtua dengan anaknya ? Jadilah orangtua yang dicintai anak-anaknya dan bantulah atau permudahlah mereka untuk berbakti kepada Allah dan kedua orangtuanya.

Suatu hari, seseorang menghadap Khalifah Umar bin Khattab dengan membawa anak lelakinya. Ia mengadukan betapa durhaka dan kurang ajar anaknya. Khalifah mendengarkan pengaduan orangtua tersebut. Beliau tidak serta merta menyalahkan si anak tersebut tetapi malah mengingatkan kepada orangtuanya akan hak anak seperti memilihkan ibu si anak dari golongan baik-baik, memberi nama yang baik, memberi nafkah sepantasnya, mendidik dengan akhlak yang baik dan mengajari ilmu untuk bekal hidupnya.

Seketika itu juga si anak menyahut uraian Umar. “Tak satupun dari hak-hak itu yang diberikan. Ibu saya tidak jelas asal-usulnya dan berperangai sangat buruk. Dari kecil saya dipaksa mencari nafkah dengan menggembala ternak dan saban hari diberi contoh akhlak yang buruk, dengan pertengkaran yang tiada henti, perkataan yang kotor dan tindak kekerasan. Jangankan diajari ilmu, yang ada hanya dampratan dan perlakuan kasar. Dalam hatiku hanya ada dendam dan menunggu saat bisa membalasnya.” kata si anak.

“Apa benar demikian ?” tanya Umar. “Jika demikian, sungguh engkau telah merusak anakmu dengan tanganmu sendiri. Engkaulah yang pantas mendapat hukuman atas kesalahan ini.” tambahnya.

Dari deskripsi kisah tersebut secara tegas mengajarkan bahwa anak adalah cermin orangtuanya. Karenanya, jika kita menginginkan anak menjadi shalih/ah dan berbakti bagi agama dan orangtua maka bersihkanlah terlebih dahulu cerminnya dengan mengajarkan hal-hal yang terpuji. Jangan sampai anak justru menjadi “merdeka” bila orangtuanya pergi, merasa bangga kalau orangtuanya tiada. Justru ciptakanlah orangtua yang selalu dicintai dan dirindukan anak-anaknya.

“Berbuat baiklah kamu terhadap ibu dan bapakmu, niscaya anak-anakmu akan berbuat baik terhadapmu.” (HR Thabrani). “Barangsiapa yang mendapat ujian atau menderita karena mengurus anak-anaknya, kemudian ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anaknya akan menjadi penghalang baginya dari siksa neraka.” (HR Bukhari Muslim)

kalau di Al Quran ada gak ?
soalnya kalau dari hadist banyak yang gak jelas... Razz
ada yang dhoif, mawdhu’ munkar dsb dll etc...

wah masih nambah nih macam bakso :)
itu saja nyarinya agak susah mas bro, dan saya sdh yakin kok mas bro tdk akan percaya Razz
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   17th March 2011, 20:44

Djo wrote:
striker wrote:

ya sebagai pak RT. apakah posisi pak RT akan berubah ketika pak RT berada di istana SBY? menjadi rakyat biasa dan tidak sebagai ketua RT?
Dalam kapasitas apa pak RT datang ke istana SBY ? Nagih iuran sampah warga ? Ngasih surat keterangan pembuatan Kartu Keluarga ? Atau ngasih surat edaran bahwa minggu depan ada kerja bakti ?

Pak SBY memang mungkin mengenali ketua RT nya sendiri, dan bisa saja menyambut si RT dgn ucapan "selamat datang pak RT". Dan ucapan ini tentu tidak salah jg jika diucapkan oleh SBY, karena orang itu memang ketua RT nya SBY. Tp apakah pak RT itu tetap seorang ketua RT di wilayah istana tsb ?

Ayolah bro...., anda bisa lebih baik dari ini.

striker wrote:

demikian juga dengan Ibunda Yesus, apakah posisi sebagai Ibu Tuhan akan berubah sebagai ciptaan Tuhan ketika berada di surga, seperti halnya manusia2 yg lain?
Oh iya dong. Bunda Maria tidak akan lagi menyusui dan membesarkan Yesus sbg buah hatinya. Yg ia lakukan ialah menyembah Yesus sbg Allah, bersama2 dgn manusia lainnya.

Itu kan yg anda ingin tanyakan ? Very Happy

Tapi jika ada manusia yg ingin menyebut Maria sbg bunda Allah, ya tentu nggak salah juga. Sama halnya jika Pak SBY memanggil ketua RT nya dgn sebutan "Pak RT", padahal ada di dalam istananya, dan istana presiden tsb TIDAK BERADA dalam wilayah kekuasaan pak RT tsb.

Mudah2an bisa dimengerti brow...
Very Happy

terima kasih atas jawabannya mas bro.
karena hal tersebut tdk tertulis dlm injil, mungkin akan kita ketahui kelak, apakah Allah akan memanggil Maria dengan sebutan Bunda di surga ataukah dengan sebutan hamba-Ku :)
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   17th March 2011, 21:21

Markus 16:19
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Apakah nantinya Bunda Maria akan duduk disebelah kiri Allah, seperti halnya IBUSURI dlm singgasana kerajaan?

kalau pertanyaannya kurang tepat mohon dimaafkan :)
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   18th March 2011, 00:12

Pertama- tama mohon dipahami dahulu bahwa di Surga tidak ada orang yang kawin dan dikawinkan, tidak seperti di dunia ini (lih. Luk 20:34-35; Mat 22:30. Mrk 12:25). Jika ini berlaku bagi manusia di surga, terlebih lagi pada Allah sendiri. Jadi, meskipun dikatakan bahwa Gereja adalah Mempelai Kristus, namun ini bukan untuk diartikan secara duniawi. Hubungan kasih yang memberikan diri antara Kristus dan Gereja memang diangkat sebagai gambaran hubungan kasih antara suami istri (Ef 5:22-33); namun bukan berarti bahwa Yesus kawin sepertihalnya suami dan istri di dunia ini. Demikian juga, Allah Bapa tidak mempunyai istri, apalagi memperistrikan Bunda Maria. Bunda Maria yang kini telah berada di surga, atas jasa pengorbanan dan kebangkitan Kristus, adalah perempuan yang bermahkota dua belas bintang, yang disebut dalam Kitab Wahyu 12:1.
Selanjutnya, untuk mengetahui di mana Bunda Maria duduk di Surga maka kita dapat mengacu kepada apa yang disampaikan dalam Kitab Perjanjian Lama. Mengapa? Karena Gereja Katolik selalu membaca Kitab Perjanjian Lama dengan terang Perjanjian Baru dan Perjanjian Baru sebagai penggenapan Perjanjian Lama (lihat Katekismus KGK 129), karena terdapat kaitan dan kesatuan antara PL dan PB. Sebab ada banyak kisah dalam Perjanjian Lama yang menjadi gambaran yang tersingkap pada Perjanjian Baru.
Gambaran peran seorang Ratu surga tersebut kita ketahui secara samar- samar pada kisah Ratu Batsyeba. Ratu pada jaman Kerajaan Salomo (anak Daud) bukanlah istri sang raja, namun ibu sang raja, yaitu Batsyeba. Raja Salomo menghormati ibunya dan menempatkan tempat duduknya di sebelah kanan raja. Bunda Maria adalah Ibu Yesus, Sang Raja keturunan Daud yang dijanjikan Allah. Maka Bunda Maria juga menempati kedudukan istimewa di samping Kristus sang Raja (lih. Neh 2:6).

Beberapa kutipan ayat dalam kitab Perjanjian Lama yang menggambarkan nubuat tentang tempat Bunda Maria di surga:

1Raj 2: 19 …. Batsyeba masuk menghadap raja Salomo untuk membicarakan hal itu untuk Adonia, lalu bangkitlah raja mendapatkannya serta tunduk menyembah kepadanya; kemudian duduklah ia di atas takhtanya dan ia menyuruh meletakkan kursi untuk bunda raja, lalu perempuan itu duduk di sebelah kanannya….”
Mzm 45:10 …. di antara mereka yang disayangi terdapat puteri-puteri raja, di sebelah kananmu [Mu di sini adalah sang 'raja', yang mengacu kepada Kristus, lihat Mzm 45:2-3] berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir.

Demikian maka kita mengetahui bahwa Bunda Maria duduk di sebelah kanan Kristus, sedangkan yang duduk di sebelah kiri Kristus adalah Allah Bapa, karena Yesus sendiri mengatakannya, bahwa Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa (lih. Mat 26:63-64).
Kembali Ke Atas Go down
Tamu
Tamu



PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   19th March 2011, 09:25

Quote :

Pertama- tama mohon dipahami dahulu bahwa di Surga tidak ada orang yang kawin dan dikawinkan, tidak seperti di dunia ini.

nahhh, kayaknya disini nih letak perbedaan persepsinya. Laughing
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   19th March 2011, 19:58

T2Y wrote:
Quote :

Pertama- tama mohon dipahami dahulu bahwa di Surga tidak ada orang yang kawin dan dikawinkan, tidak seperti di dunia ini.

nahhh, kayaknya disini nih letak perbedaan persepsinya. Laughing

betapa sungguh kasihan orang yg didunia yg tidak sempat mendapatkan pasangan dan ketika disurga dia juga tidak merasakan nikmatnya bermesraan dengan pasangannya .. Sad
Kembali Ke Atas Go down
striker
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1393
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   19th March 2011, 20:04

Wahyu 19:7
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

* Markus 2:19
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.

* Matius 25:1
"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

* Yohanes 3:29
Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????   Today at 17:32

Kembali Ke Atas Go down
 
Bagaimana status Maria (Ibunda Jesus) di Surga Kelak?????
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 4Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4  Next
 Similar topics
-
» Update Status Facebook via Blueberry, Telepon Umum, Wartel, Kantor Pos, HP Pinjaman, Warnet, Hati
» [Tantangan] Hanya 5% orang yg bisa melakukan ini "bagaimana dgn detektif?"
» Test Otak & Mata Anda
» singkat,padat,dan jelas.....
» Song of The Day

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Non-Kristen Bertanya Kristen Menjawab-
Navigasi: