Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Ragam Pengajaran

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3 ... 5, 6, 7 ... 10, 11, 12  Next
PengirimMessage
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   18th December 2013, 15:25

Ah...jika bgitu maka spt prumpamaan talenta.

Kl org dberi 5, maka ia harus mngusahakan 5 tsb.
Kl org dberi 2, maka ia harus mngusahakan 2 tsb.

Skalipun yg 2 mngusahakan dan hanya mjadi 4 (kalah dari yg punya 5), tetap Tuhan bkenan pdnya krn memang dia diberi modal hanya 2.

Jika si A dalam kterbatasannya telah mbantu orang lain walau tidak sebesar bantuan yg B berikan, maka si A bkenan kpd Allah.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   18th December 2013, 15:33

Jadi boleh disimpulkan bahwa nasib (kaya atau miskin; pandai atau bodoh; cantik atau buruk) pada akhirnya bukan dinilai dari berapa pencapaian akhir, tetapi berapa kali seseorang melipat gandakan talentanya ya om? Begitu?

Syalom

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah
avatar

Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   18th December 2013, 16:03

siip wrote:
Jadi, Alkitab berbicara mengenai nasib seperti pedang bermata dua, yaitu memiliki 2 sisi yang sama tajamnya, yang membelah dari sisi kanan dan sisi kiri.

Di sisi kiri, nasib dikatakan sebagai penentuan Tuhan,
Di sisi kanan, nasib dikatakan sebagai konsekuensi.

Berarti,
Apapun kejadian dalam hidup kita, termasuk apapun yg Tuhan telah tentukan kepada kita, sikap dan tindakan kita terhadap itu akan menentukan bagaimana hidup kita diakhiri,apakah baik atau buruk.


sy kok melihat masalah nasib dan takdir ini akan berujung pd konsep predestinasi dan freewill lagi ya bro..?

dimana di sisi kiri, nasib yg anda katakan ditentukan ol Tuhan itu sbg predestinasi, sedang disisi kanannya nasib adlh konsekwensi dr perbuatan manusia itu sbg freewill..

weleeeh, bakalan panjang nih pembahasan masalah freewill/predestinasi spt yg terjadi diforum sebelah..
Ok, lanjut aj deh bro Siip... Very Happy
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   18th December 2013, 18:38

@Bruce,
Tuhan melihat faktor usaha dan faktor hasil.

@Nothingman,
Kl calvinist tidak akan posting sbgmn yg saya tulis Bro...hehehe
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   18th December 2013, 18:42

siip wrote:
@Bruce,
Tuhan melihat faktor usaha dan faktor hasil.


Lhoh, kalau sudah berusaha dengan keras tetapi belum/tidak berhasil, apa tidak dinilai, om?

Syalom

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   19th December 2013, 10:30

Kl saya punya anak buah, lalu saya liat dia usaha keras namun hasilnya kurang memuaskan, maka ptanyaan ptama saya adalah: Apakah proses yg dia jalankan sudah efektif?

Kl tidak efektif, maka penilaian saya atas dia akan berkurang, walau dia tetap saya nilai.
Kl memang caranya sudah efektif dan hasilnya belum maksimal krn hal-hal yg sulit dihindarkan, maka nilainya akan tetap baik.

Itu sih saya.
Saya ndak tau apa pendapat Tuhan yg pastinya jauh lebih adil.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   19th December 2013, 13:16

siip wrote:
Kl saya punya anak buah, lalu saya liat dia usaha keras namun hasilnya kurang memuaskan, maka ptanyaan ptama saya adalah: Apakah proses yg dia jalankan sudah efektif?

Kl tidak efektif, maka penilaian saya atas dia akan berkurang, walau dia tetap saya nilai.
Kl memang caranya sudah efektif dan hasilnya belum maksimal krn hal-hal yg sulit dihindarkan, maka nilainya akan tetap baik.

Itu sih saya.
Saya ndak tau apa pendapat Tuhan yg pastinya jauh lebih adil.


A: Berusaha keras secara sungguh sungguh, dengan cara yang seharusnya sudah benar, tetapi hasilnya gagal total.

B: Berusaha seadanya, dengan cara sesukanya, hasilnya kebetulan berhasil.

Yang mana yang lebih anda hargai sebagai boss, om?

Syalom

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator
avatar

Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   19th December 2013, 15:24

bruce wrote:
siip wrote:
Kl saya punya anak buah, lalu saya liat dia usaha keras namun hasilnya kurang memuaskan, maka ptanyaan ptama saya adalah: Apakah proses yg dia jalankan sudah efektif?

Kl tidak efektif, maka penilaian saya atas dia akan berkurang, walau dia tetap saya nilai.
Kl memang caranya sudah efektif dan hasilnya belum maksimal krn hal-hal yg sulit dihindarkan, maka nilainya akan tetap baik.

Itu sih saya.
Saya ndak tau apa pendapat Tuhan yg pastinya jauh lebih adil.


A: Berusaha keras secara sungguh sungguh, dengan cara yang seharusnya sudah benar, tetapi hasilnya gagal total.

B: Berusaha seadanya, dengan cara sesukanya, hasilnya kebetulan berhasil.

Yang mana yang lebih anda hargai sebagai boss, om?

Syalom

Kedua nya saya hargai.
Untuk yg A, saya puji2 dulu kemudian saya potong gajinya.
Untuk yg B, saya maki2 dulu kemudian saya puji2 tanpa diberi tambahan gaji.

 Razz 
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   19th December 2013, 18:25

cinzano wrote:
bruce wrote:
siip wrote:
Kl saya punya anak buah, lalu saya liat dia usaha keras namun hasilnya kurang memuaskan, maka ptanyaan ptama saya adalah: Apakah proses yg dia jalankan sudah efektif?

Kl tidak efektif, maka penilaian saya atas dia akan berkurang, walau dia tetap saya nilai.
Kl memang caranya sudah efektif dan hasilnya belum maksimal krn hal-hal yg sulit dihindarkan, maka nilainya akan tetap baik.

Itu sih saya.
Saya ndak tau apa pendapat Tuhan yg pastinya jauh lebih adil.


A: Berusaha keras secara sungguh sungguh, dengan cara yang seharusnya sudah benar, tetapi hasilnya gagal total.

B: Berusaha seadanya, dengan cara sesukanya, hasilnya kebetulan berhasil.

Yang mana yang lebih anda hargai sebagai boss, om?

Syalom

Kedua nya saya hargai.
Untuk yg A, saya puji2 dulu kemudian saya potong gajinya.
Untuk yg B, saya maki2 dulu kemudian saya puji2 tanpa diberi tambahan gaji.


 Razz 

Puji Tuhan Allah tidak seperti itu ya, om, he he he.
Btw, kalau sebagai guru di sekolah, kasusnya bagaimana, om?
A: belajar mati-matian, tetapi hasilnya 40
B: belajar sekenanya, kebetulan yang dipelajari ditanyakan, hasilnya 70.
Terpaksa yang B yang lulus kan?

 Laughing 

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator
avatar

Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   20th December 2013, 09:11

bruce wrote:
cinzano wrote:
bruce wrote:
siip wrote:
Kl saya punya anak buah, lalu saya liat dia usaha keras namun hasilnya kurang memuaskan, maka ptanyaan ptama saya adalah: Apakah proses yg dia jalankan sudah efektif?

Kl tidak efektif, maka penilaian saya atas dia akan berkurang, walau dia tetap saya nilai.
Kl memang caranya sudah efektif dan hasilnya belum maksimal krn hal-hal yg sulit dihindarkan, maka nilainya akan tetap baik.

Itu sih saya.
Saya ndak tau apa pendapat Tuhan yg pastinya jauh lebih adil.


A: Berusaha keras secara sungguh sungguh, dengan cara yang seharusnya sudah benar, tetapi hasilnya gagal total.

B: Berusaha seadanya, dengan cara sesukanya, hasilnya kebetulan berhasil.

Yang mana yang lebih anda hargai sebagai boss, om?

Syalom

Kedua nya saya hargai.
Untuk yg A, saya puji2 dulu kemudian saya potong gajinya.
Untuk yg B, saya maki2 dulu kemudian saya puji2 tanpa diberi tambahan gaji.


 Razz 

Puji Tuhan Allah tidak seperti itu ya, om, he he he.
Btw, kalau sebagai guru di sekolah, kasusnya bagaimana, om?
A: belajar mati-matian, tetapi hasilnya 40
B: belajar sekenanya, kebetulan yang dipelajari ditanyakan, hasilnya 70.
Terpaksa yang B yang lulus kan?

 Laughing 

Betul........
Tapi untunglah didunia ini tidak matematis.
Selain IQ ada EQ


11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. (Ecc 9:11 ITB)


 Razz 
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   20th December 2013, 10:59

Brarti asumsi saya B itu sukses krn beruntung ya?
Dg asumsi B sukses murni krn luck, maka saya pilih A.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator
avatar

Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   20th December 2013, 11:25

siip wrote:
Brarti asumsi saya B itu sukses krn beruntung ya?
Dg asumsi B sukses murni krn luck, maka saya pilih A.


Tapi ga lulus lho........
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah
avatar

Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   20th December 2013, 12:14

sy masih bingung dan ragu nih mengenai masalah Nasib dan Takdir..

apa bedanya sih Nasib dgn Takdir klo menurut rekan2 sekalian..?

dan ada/bagaimanakah ajaran Kristen/Katolik mengenai kedua hal tsb..?

mungkin Oom Bruce, Oom Husada dan Oom Cinzan yg sangat memahami ajaran Katolik bisa memberikan pendapatnya...

Syalom,
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   20th December 2013, 15:28

Kalo Nasib yang saya tahu, kalo nggak salah, itu pemain bola. Nasib Riyadi... ato Nasib Kelana, ato Nasib apa, gituu... Sementara kalo Takdir yang saya tahu, itu adalah ahli Bahasa Indonesia. Nama lengkapnya Sutan Takdir Alisyahbana.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   20th December 2013, 15:35

Ada juga Ribut Waidi dan Ricky Yacobi.
Yg lebih baru adalah Fachri Husaini dan Ansyari Lubis.
Itu sebelum masanya Bima Sakti dan Kurnia Sandi.

Ouwww yeahhhh
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   20th December 2013, 15:50

d\'oh 


Que sera sera

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   23rd December 2013, 15:18

roll Laughing  Kambuh penyakit lama. Padahal besok malam sudah merayakan Natal 2013.

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator
avatar

Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   24th December 2013, 11:25

nothingman wrote:
sy masih bingung dan ragu nih mengenai masalah Nasib dan Takdir..

apa bedanya sih Nasib dgn Takdir klo menurut rekan2 sekalian..?

dan ada/bagaimanakah ajaran Kristen/Katolik mengenai kedua hal tsb..?

mungkin Oom Bruce, Oom Husada dan Oom Cinzan yg sangat memahami ajaran Katolik bisa memberikan pendapatnya...

Syalom,


Quote :


Pertanyaan:

Shalom Bu Ingrid,
mungkin perlu dijelaskan terlebih dahulu pengertian “takdir” ini. Apa yang dimaksud dengan “takdir”? Seseorang kapan lahir atau mati atau dia dilahirkan sebagai lelaki atau perempuan atau siapa orang tuanya atau kakak/adiknya, bukankah dia tidak bisa memilih dan sudah ditentukan oleh Tuhan. Pengertian “takdir” ini mungkin perlu dibedakan dengan “nasib”. Untuk “nasib” memang kita sendiri yang menentukan, namun “takdir” (seperti contoh diatas) adalah Tuhan yang menentukan. Kita memang sering mencampuradukkan (salah kaprah) pengertian “takdir” dengan “nasib”.
Mohon penjelasan. Terima kasih. – Chandra

Jawaban:

Shalom Chandra,
Memang penjelasan tentang takdir ini tidak sederhana, dan sangat tergantung dari definisi dan pengertian kata ‘takdir’ itu sendiri. Saya sendiri cenderung untuk mengikuti apa yang tertulis di Alkitab dan pengajaran Gereja Katolik tentang hal ini, daripada mengikuti pengertian yang berbeda-beda yang ada dalam masyarakat. Umumnya memang takdir dan nasib diartikan sama, bahkan dalam bahasa Inggris juga demikian. Takdir dan nasib umumnya diterjemahkan sebagai ‘destiny, fate’, yang artinya mengarah kepada ’segala sesuatunya sudah ditentukan dari ‘Atas’ (yaitu Tuhan) dan manusia tidak ada andil/ kehendak bebas untuk mengubahnya. Dalam pengertian yang demikianlah Gereja Katolik tidak mengajarkan ‘takdir’, justru karena Gereja mengajarkan adanya kehendak bebas pada manusia yang dapat memilih hendak bekerjasama dengan kehendak Allah atau tidak. Juga, kita dapat melihat perkataan ‘takdir’ tidak muncul di dalam Alkitab. Ayat-ayat  yang sering dikatakan menyebutkan tentang konsep ‘predestination’ yang sering diartikan sebagai takdir, adalah Rom 8:29-30 dan Ef 1:5, 11. Namun di sana yang dituliskan adalah ‘ditentukan’ oleh Allah, bukan ‘ditakdirkan’.

Sekarang, mungkin kita perlu menelaah, apa bedanya, arti ‘ditentukan’ dengan ‘ditakdirkan’? ‘Ditentukan’ di sini adalah berkaitan dengan kehendak Tuhan. Nah, dengan melihat uraian St. Thomas Aquinas (lihat ST, I, q.19), tentang dua macam kehendak Allah (the Will of God) secara umum, maka kita dapat lebih memahami tentang kehendak Allah ini:

1. Antecedent Will: Kehendak Allah yang universal terhadap semua manusia, yaitu agar semua manusia di selamatkan. Inilah yang dikenal dengan ajaran ‘predestination’, yaitu bahwa Allah menghendaki semua manusia diselamatkan dan memiliki pengetahuan akan kebenaran (lih. 1Tim 2:4). Maka kita mengetahui bahwa Gereja Katolik, berpegang pada pengertian ini, mengajarkan konsep ‘predestination‘, yaitu bahwa Allah menghendaki semua orang diselamatkan. Yang tidak diajarkan oleh Gereja Katolik adalah ‘double predestination‘ yaitu bahwa Allah dari sejak awal sudah menentukan orang-orang yang akan masuk ke surga (diselamatkan) dan orang-orang yang masuk neraka (tidak diselamatkan), seperti yang diajarkan oleh Calvinism.
Gereja Katolik tidak mengajarkan konsep double predestination, sebab ini bertentangan dengan hakekat Allah sendiri yang adalah Maha Kasih dan Maha Adil. Sebab Kasih selalu menginginkan kebaikan terjadi pada orang yang dikasihi, dan Keadilan selalu mengacu pada sesuatu yang layak sesuai dengan yang seharusnya. Menentukan seseorang yang tidak bersalah langsung ke neraka, itu bertentangan dengan sifat Keadilan, karena itu tidak mungkin dilakukan oleh Tuhan, sebab Tuhan tidak mungkin menyangkal DiriNya sendiri (lih. 2 Tim 2:13).

2. Consequent Will: Kehendak Allah yang melibatkan pihak kehendak bebas manusia; sehingga meskipun Allah menghendaki semua manusia diselamatkan, namun karena Allah menghormati keputusan kehendak bebas manusia yang menolak-Nya, maka tidak semua dari yang ditentukan Allah sejak semula untuk diselamatkan, dapat diselamatkan.
Dengan prinsip yang sama,  maka bukan Tuhan yang menghendaki kejahatan terjadi, sebab yang terjadi sesungguhnya manusia dengan kehendak bebasnya yang berbuat jahat. Dalam hal ini, Tuhan mengizinkan hal kejahatan itu terjadi,  karena Ia menghormati kehendak bebas manusia yang diciptakan-Nya. Inilah yang dikenal sebagai penderitaan yang disebabkan oleh dosa manusia. Namun kenyataannya, ada pula penderitaan yang tidak disebabkan oleh dosa, yang dikenal sebagai ‘the suffering of the innocent‘. Pada kedua jenis penderitaan ini hal ini, meskipun hal yang jahat/ buruk terjadi dalam hidup manusia, itu tidak mengejutkan Tuhan, karena Tuhan sudah mengetahui segala sesuatunya sejak awal mula, dan Ia dengan kuasa-Nya pula tetap dapat memasukkan keadaaan yang negatif tersebut ke dalam rancangan-Nya yang mendatangkan kebaikan. Dalam hal ini kebaikan yang dirancangkan Tuhan adalah untuk membawa seseorang kepada pertobatan, membentuk karakter orang yang bersangkutan, dan mendatangkan kasih, atau agar orang tersebut mengalami pengalaman dikasihi, baik oleh Tuhan maupun oleh orang lain. (Lebih lanjut mengenai hal ini, silakan baca Surat Apostolik Bapa Paus Yohanes Paulus II, Salvifici Doloris, atau beberapa point ringkasannya yang saya tuliskan di sini (silakan klik).

Soal kita dilahirkan tidak dapat memilih sendiri, itu memang benar. Namun dalam hal kita dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan, kita lebih baik menyebutkannya sebagai ‘diciptakan’ (bukan ‘ditakdirkan’) sebagai laki-laki atau perempuan. Pertama-tama, karena Alkitab menyebutkannya demikian. “Maka Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya; …laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kej 1:27). Allah- lah yang menciptakan jiwa manusia, sebagai laki-laki atau perempuan. Kedua, kita melihat hal penciptaan Allah ini melibatkan juga kehendak bebas dari orang tua kita, karena kita dilahirkan sebagai buah kasih mereka sebagai suami istri. Dengan demikian, dalam hal ini, penciptaan manusia tidak semata-mata ‘takdir’ yang seolah-olah hanya dari ‘Atas’, sebab kenyataannya ada campur tangan manusia juga walaupun itu bukan campur tangan dari janin-nya, tapi dari orang tuanya. Peran orang tua itulah yang menyebabkan seseorang lahir dalam keluarga tertentu, punya kakak dan adik tertentu. Walaupun, tentu saja, Allah mengetahui semuanya ini sejak awal mula.

Demikian pula jika kita melihat soal kematian. Kematian merupakan akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa. “Upah dosa adalah maut” (Rom 6:23). Sesungguhnya Allah tidak menginginkan kita mati, sebab kematian, penyakit, kecelakaan dan sebagainya bukan merupakan rancangan Tuhan. Yer 29:11 mengatakan, “Sebab Aku mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukannya rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
St. Thomas mengatakan, “God therefore neither wills evil to be done, nor wills it not to be done, but wills to permit evil to be done; and this is a good.” (Tuhan tidak menghendaki hal yang jahat terjadi, atau menghendaki itu tidak terjadi, tetapi mengizinkan hal yang jahat itu terjadi, dan ini merupakan kebaikan). Jadi, jika ada hal yang buruk terjadi di dalam kehidupan kita, kita dapat melihatnya demikian: Allah mengizinkan hal buruk itu terjadi dalam kehidupan kita, sebab Ia melihat bahwa itu dapat mendatangkan kebaikan bagi kita. Maka oleh kuasa kasih Allah, segala bencana, penyakit, bahkan kematian, dapat mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Tuhan (lih. Rom 8:28). Dengan iman kita kepada Kristus, kematian bagi kita malah merupakan gerbang untuk menuju kehidupan kita yang sesungguhnya, yaitu kehidupan kekal bersama Tuhan.
Dalam hal kematian, sama seperti kelahiran, terdapat banyak faktor yang terlibat, misalnya, meninggal karena kecelakaan lalu lintas, disebabkan karena kecerobohan pengendara; atau orang yang meninggal karena sakit tertentu, mungkin karena pola makan dan istirahat yang tidak teratur, dst, yang melibatkan kehendak bebas/ faktor manusia juga. Kenyataannya memang orang lahir dan mati di luar keinginan sendiri, namun ini menurut pengetahuan saya, tidak umum disebut ‘takdir’ oleh Gereja.  Atau tepatnya, Gereja tidak menyebutnya sebagai takdir. Namun jika ada orang yang tetap memakai istilah ini, ya silakan saja, hanya perlu diberi pengertian yang lebih rinci. Saya sendiri mengusulkan, agar kita tidak memakai istilah ‘takdir’ ini, justru karena artinya yang rancu, dan kalau tidak ada penjelasan yang lebih lanjut, dapat mengarah kepada kesalahpahaman.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati – [You must be registered and logged in to see this link.]

dikutip dari [You must be registered and logged in to see this link.]

Saya pribadi, enggak percaya takdir.
Saya percaya Allah melibatkan kehendak bebas manusia dalam kemahakuasaanNya
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   24th December 2013, 12:49

Kl definisi 'takdir' itu mengarah ke:
Sudah ditentukan Tuhan dari semula dan manusia tidak bisa berbuat apa-apa terhadapnya.

Jadi kl org lahir miskin, dia tidak bisa bbuat apapun utk mngatasinya kecuali jika Tuhan sendiri yg turun tangan.

Akibatnya,
Kl ada org yg sampai tua pun miskin maka dia berkata: Memang Tuhan sudah tentukan saya miskin sampai mati dan saya tidak bisa berbuat apa-apa.

-----------

Nah,
Alkitab tidak menuliskan kata 'takdir' tetapi menuliskan kata 'nasib'.

Di Alkitab,
Nasib itu memang melibatkan penentuan Tuhan tetapi manusia bisa berbuat sesuatu thd nasib itu, entahkah ssuatu yg baik atau buruk. Apapun yg manusia perbuat akan mengakibatkan konsekuensi.

Itulah yg saya tuliskan dalam postingan tsb.

Definisi Alkitab mengenai 'nasib' tidak sama dg definisi kitab agama lain tentang 'takdir'.

Sso tidak bisa berkata bhw yg buruk semata-mata adl 'takdir' dari Tuhan tanpa ia bisa apa-apa.
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah
avatar

Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   27th December 2013, 20:20

Cinzano wrote:
dikutip dari [You must be registered and logged in to see this link.]

Saya pribadi, enggak percaya takdir.
Saya percaya Allah melibatkan kehendak bebas manusia dalam kemahakuasaanNya

thanx to bro Cinzano yg telah memberikan info terkait..  thumb up 

lalu bagaimana dgn istilah/pengertian 'nasib' bro..? apakah pengertian nasib ini sama dgn takdir ato berbeda ya..?
 Neutral
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah
avatar

Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   27th December 2013, 20:33

Siip wrote:

Di Alkitab,
Nasib itu memang melibatkan penentuan Tuhan tetapi manusia bisa berbuat sesuatu thd nasib itu, entahkah ssuatu yg baik atau buruk. Apapun yg manusia perbuat akan mengakibatkan konsekuensi.

bro Siip, sy masih bingung dgn pengertian nasib ini.. terlebih disatu sisi anda mengatakan bhw nasib ini adlh sesuatu yg telah ditentukan Tuhan, namun disisi lain manusia bisa berbuat sesuatu thd nasib yg telah ditentukan Tuhan itu..

maka timbul pertanyaan dibenak sy :
apakah perbuatan manusia itu bisa merubah sesuatu(nasib) yg sudah tentukan ol Tuhan..? 

Syalom,  peace
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator
avatar

Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   28th December 2013, 13:34

nothingman wrote:
Cinzano wrote:
dikutip dari [You must be registered and logged in to see this link.]

Saya pribadi, enggak percaya takdir.
Saya percaya Allah melibatkan kehendak bebas manusia dalam kemahakuasaanNya

thanx to bro Cinzano yg telah memberikan info terkait..  thumb up 

lalu bagaimana dgn istilah/pengertian 'nasib' bro..? apakah pengertian nasib ini sama dgn takdir ato berbeda ya..?
 Neutral


Baik nasib maupun takdir selalu dikonotasikan jelek2.
Misal .. lagi enak2 jalan trs kepleset masuk got.
Yahhh ... sudah nasib nih ....
Yahhh ... sudah takdir kecemplung got...


Coba lagi enak2 jalan trus diberi uang 10 Milyarddd
Kan gak pernah ngomong .... yahhh sudah nasib nih atau yaahhh sudah takdir nih'

 roll 
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   30th December 2013, 15:28

@nothingman...

Misalnya ya Bro.
Ini hanya contoh saja.

si A lahir di keluarga miskin ----> ini nasib yg sudah diaturkan oleh Tuhan
Di usia 3 si A kehilangan ayah ------> ini nasib yg sudah diaturkan oleh Tuhan
Di usia 12 si A kehilangan ibu ------> ini nasib yg sudah diaturkan oleh Tuhan
Di usia 21 si A ditipu orang sampai rugi habis-habisan ------> ini nasib yg sudah diaturkan oleh Tuhan

Nahhh, kondisi di atas adalah nasib yg Tuhan aturkan buat si A.

Tp Alkitab mngatakan bhw manusia bisa bbuat ssuatu thd nasib itu.
Jika si A tidak mnyerah, tetapi belajar, brusaha dan beriman, maka A bisa saja tetap berhati nurani baik, saleh bahkan sukses.

Jika A mnyerah bgitu saja pd keadaan, maka A bisa saja brubah mjd kriminal dan mati muda.

Kl orang khan sering 'lari dari tanggung jawab' dan berkata:
'Emang udah nasib/takdir saya jadi kriminal krn dari kecil mderita'.

Nah, Alkitab mngindikasikan tidak demikian adanya.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator
avatar

Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   31st December 2013, 12:31

Ehhm, sekedar pertanyaan nakal nih om Siip:

Seandainya si ayah hidup sehat, rajin olah raga, tidak suka ngebut, selalu berhati hati, MUNGKIN si A tidak kehilangan ayahnya.
Seandainya si ibu juga hidup sehat, rajin olah raga, tidak suka ngebut, selalu berhati hati, MUNGKIN si A tidak kehilangan sang ibu.
Seandainya si A lebih berhati hati dalam bisnis, tidak suka mengambil reiko, mungkin tidak tertipu.

Apakah takdir dan nasib bisa diubah juga ternyata?

Syalom

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
siip
Perwira Pertama
Perwira Pertama
avatar

Jumlah posting : 630
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   31st December 2013, 13:11

Alternatifnya banyak Bro.

Intinya, apapun yg manusia alami, entahkah memang sudah penentuan Tuhan yg tidak tercegah atau mrupakan ksalahan manusia, kbahagiaan dan kekekalan manusia tidak dtentukan oleh itu.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Ragam Pengajaran   

Kembali Ke Atas Go down
 
Ragam Pengajaran
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 6 dari 12Pilih halaman : Previous  1, 2, 3 ... 5, 6, 7 ... 10, 11, 12  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Ruang Antar Kristen (Khusus Penganut Kristen Trinitarian) :: Alkitab-
Navigasi: