Ladang Tuhan Baru
Selamat datang kepada sesama saudara Kristen dan saudara lain iman. Mari kita saling kenal dalam suasana bersahabat.

Ladang Tuhan Baru

Forum Komunitas Kristen
 
IndeksIndeks  PencarianPencarian  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  

Share | 
 

 Mahabarata dan Hindu

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next
PengirimMessage
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 11:32

Waaaa tepokjidad.com

d\'oh

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Djokowi
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 45
Join date : 12.11.12

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 11:37

Interupsi Mod

Di Majalah Suara Muhammadiyah terbaru, mereka marah-marah. Mereka merasa sudah bersusah payah mengislamkan cerita wayang, dan sekarang misionaris Kristen juga menggunakan media wayang untuk berdakwah, begitu tuduhan mereka.

Saya heran saja dengan penganut agama satu ini, selalu mau benernya sendiri. Wayang mereka kan hasil colongan dari Hindu, lalu ketika orang Jawa Kristen juga mau wayangan kok mereka marah-marah? Padahal akhir-akhir ini kalangan mereka sendiri yang banyak menolak wayang sebagai tradisi Hindu.

Lalu dengan pongah mereka berslogan: Minang adalah islam, sunda adalah islam, jawa adalah islam....mengabaikan fakta kelompok hindu2 jawa yang tersisih ke pelosok-pelosok pedesaan karena terdesak oleh agresifitas mereka. Mungkin dengan adanya jawanisasi Kristen, mereka merasa terancam sehingga menjilat ludah sendiri ketika menghakimi saudara2 mereka dari NU yang kendurian, ziarah kubur serta menuduh mereka melestarikan tradisi Hindu?

Saya sharing ini sebagai peringatan saja sih, jangan sampai terbuai dengan label Muhammadiyah sebagai ormas islam yang moderat. Kalau baca-baca majalah mereka akan terlihat betapa jahatnya mereka memandang orang Kristen.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 11:56

Quote :
Di Majalah Suara Muhammadiyah terbaru, mereka marah-marah. Mereka merasa sudah bersusah payah mengislamkan cerita wayang, dan sekarang misionaris Kristen juga menggunakan media wayang untuk berdakwah, begitu tuduhan mereka.

Mengislamkan cerita wayang, bro, kata mereka?
He he he he, lantas sejak kapan ada dewa dewi bermunculan di dalam Islam?
Yang ada juga jin. He he he he

Quote :
Saya heran saja dengan penganut agama satu ini, selalu mau benernya sendiri. Wayang mereka kan hasil colongan dari Hindu, lalu ketika orang Jawa Kristen juga mau wayangan kok mereka marah-marah? Padahal akhir-akhir ini kalangan mereka sendiri yang banyak menolak wayang sebagai tradisi Hindu.

Betul sekali, bro. Mereka menganggap wayang dan tokoh tokoh wayang sebagai ajaran pagan, koq.

Ini beritanya :

Quote :
Warga Ngamuk, Patung Wayang di Purwakarta Dirusak
Minggu, 18 September 2011, 17:23 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA-- Ratusan warga menghancurkan beberapa patung wayang yang bertengger di sejumlah lokasi di kota Purwakarta, Jawa Barat, Ahad. Dari pantauan, patung-patung yang dihancurkan itu antara lain patung wayang Bima, Semar, Gatotkaca dan patung manusia.
"Perusakan patung terjadi secara tiba-tiba oleh segerombolan orang," ujar Muhtar, seorang warga Jalan Baru, di mana sebuah patung wayang Bima dihancurkan massa. Patung Gatotkaca dan semar yang "berdiri tegak" di perempatan Comro dan Sasakbeusi, juga hancur dirusak massa.
"Massa sepertinya marah karena itu tanpa dikomando mereka langsung melakukan perusakan patung," ujar Mulyana, seorang warga yang mengaku melihat aksi perusakan patung semar di Sasakbeusi.
Perusakan juga terjadi pada sebuah patung manusia yang dipasang di depan gerbang kantor bupati. Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari pihak berwenang, namun situasi kota Purwakarta, masih kondusif.
Dari keterangan yang dihimpun menyebutkan perusakaan patung-patung tersebut dilakukan oleh ratusan warga, sesaat setelah berlangsung istigosah di Masjid Agung Purwakarta. Awal bulan puasa lalu, sebuah patung wayang yang bertengger di perempatan Jalan Tengah, kota Purwakarta juga dibakar massa.
Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara



Quote :
Lalu dengan pongah mereka berslogan: Minang adalah islam, sunda adalah islam, jawa adalah islam....mengabaikan fakta kelompok hindu2 jawa yang tersisih ke pelosok-pelosok pedesaan karena terdesak oleh agresifitas mereka. Mungkin dengan adanya jawanisasi Kristen, mereka merasa terancam sehingga menjilat ludah sendiri ketika menghakimi saudara2 mereka dari NU yang kendurian, ziarah kubur serta menuduh mereka melestarikan tradisi Hindu?

Saya sharing ini sebagai peringatan saja sih, jangan sampai terbuai dengan label Muhammadiyah sebagai ormas islam yang moderat. Kalau baca-baca majalah mereka akan terlihat betapa jahatnya mereka memandang orang Kristen.

Yaaah, begitulah

affraid

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 12:01

bruce wrote:
Quote :
Di Majalah Suara Muhammadiyah terbaru, mereka marah-marah. Mereka merasa sudah bersusah payah mengislamkan cerita wayang, dan sekarang misionaris Kristen juga menggunakan media wayang untuk berdakwah, begitu tuduhan mereka.

Mengislamkan cerita wayang, bro, kata mereka?
He he he he, lantas sejak kapan ada dewa dewi bermunculan di dalam Islam?
Yang ada juga jin. He he he he

Quote :
Saya heran saja dengan penganut agama satu ini, selalu mau benernya sendiri. Wayang mereka kan hasil colongan dari Hindu, lalu ketika orang Jawa Kristen juga mau wayangan kok mereka marah-marah? Padahal akhir-akhir ini kalangan mereka sendiri yang banyak menolak wayang sebagai tradisi Hindu.

Betul sekali, bro. Mereka menganggap wayang dan tokoh tokoh wayang sebagai ajaran pagan, koq.

Ini beritanya :

Quote :
Warga Ngamuk, Patung Wayang di Purwakarta Dirusak
Minggu, 18 September 2011, 17:23 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA-- Ratusan warga menghancurkan beberapa patung wayang yang bertengger di sejumlah lokasi di kota Purwakarta, Jawa Barat, Ahad. Dari pantauan, patung-patung yang dihancurkan itu antara lain patung wayang Bima, Semar, Gatotkaca dan patung manusia.
"Perusakan patung terjadi secara tiba-tiba oleh segerombolan orang," ujar Muhtar, seorang warga Jalan Baru, di mana sebuah patung wayang Bima dihancurkan massa. Patung Gatotkaca dan semar yang "berdiri tegak" di perempatan Comro dan Sasakbeusi, juga hancur dirusak massa.
"Massa sepertinya marah karena itu tanpa dikomando mereka langsung melakukan perusakan patung," ujar Mulyana, seorang warga yang mengaku melihat aksi perusakan patung semar di Sasakbeusi.
Perusakan juga terjadi pada sebuah patung manusia yang dipasang di depan gerbang kantor bupati. Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi dari pihak berwenang, namun situasi kota Purwakarta, masih kondusif.
Dari keterangan yang dihimpun menyebutkan perusakaan patung-patung tersebut dilakukan oleh ratusan warga, sesaat setelah berlangsung istigosah di Masjid Agung Purwakarta. Awal bulan puasa lalu, sebuah patung wayang yang bertengger di perempatan Jalan Tengah, kota Purwakarta juga dibakar massa.
Redaktur : Stevy Maradona
Sumber : Antara



Quote :
Lalu dengan pongah mereka berslogan: Minang adalah islam, sunda adalah islam, jawa adalah islam....mengabaikan fakta kelompok hindu2 jawa yang tersisih ke pelosok-pelosok pedesaan karena terdesak oleh agresifitas mereka. Mungkin dengan adanya jawanisasi Kristen, mereka merasa terancam sehingga menjilat ludah sendiri ketika menghakimi saudara2 mereka dari NU yang kendurian, ziarah kubur serta menuduh mereka melestarikan tradisi Hindu?

Saya sharing ini sebagai peringatan saja sih, jangan sampai terbuai dengan label Muhammadiyah sebagai ormas islam yang moderat. Kalau baca-baca majalah mereka akan terlihat betapa jahatnya mereka memandang orang Kristen.

Yaaah, begitulah

affraid

[Only mods are allowed to see this image]


Heheheheee
Ini juga patung manusia ....

Kira2 dihancurkan enggak ?




Laughing


Terakhir diubah oleh cinzano tanggal 16th February 2013, 14:33, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Djokowi
Tamtama
Tamtama


Jumlah posting : 45
Join date : 12.11.12

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 12:11

bruce wrote:
Quote :
Di Majalah Suara Muhammadiyah terbaru, mereka marah-marah. Mereka merasa sudah bersusah payah mengislamkan cerita wayang, dan sekarang misionaris Kristen juga menggunakan media wayang untuk berdakwah, begitu tuduhan mereka.

Mengislamkan cerita wayang, bro, kata mereka?
He he he he, lantas sejak kapan ada dewa dewi bermunculan di dalam Islam?
Yang ada juga jin. He he he he

affraid

Sekedar info saja bro. Konon dahulu Sunan Kalijaga berjasa besar dalam mengislamkan orang Jawa karena dia tidak mau mengarabkan orang Jawa. Justru dia mengadopsi budaya Jawa, yang notabene budaya Hindu, dengan memberikan muatan islam sehingga agama islam bisa diterima orang Jawa. Salah satu diantaranya adalah cerita wayang. Misalnya Yudhistira atau Samiaji dikenal memiliki ajian sakti yang bernama Jamus Kalimasadha. Nah, Kalimasadha ini konon adalah kalimat Syahadat: tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah. Tentu saja cerita ini tidak ada dalam versi asli yang berasal dari India.

Yang menarik lagi jika membaca silsilah pewayangan Jawa, kita akan membaca bahwa silsilah dimulai dari Nabi Adam dan Hawa, mempunyai anak bernama Nabi Sis, lalu dari Nabi Sis ini menurunkan para dewa-dewa, lalu berlanjut ke manusia, dan seterusnya. Aneh dan tidak logis bukan, ketika memaksakan islam ke dalam konsep Hindu, dimana nabi (manusia) bisa melahirkan dewa-dewa?

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 12:25

Itulah kalau tidak memiliki pegangan dengan dasar yang benar.
Apalagi kalau dibangun di atas kepaslsuan.
Mudah goyah dan galau.
Dengan akibat lanjutan mudah meledak, sekedar untuk menutupi kekurangannya.

affraid

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 13:08

Saya terkesan dengan pembicaraan antara Arjuna dan Kresna.

Saat itu Arjuna berdiri di tengah-tengah medan perang Kurukshetra di antara pasukan Korawa dan Pandawa. Arjuna bimbang dan ragu-ragu berperang karena yang akan dilawannya adalah sanak saudara, teman-teman dan guru-gurunya. Lalu Arjuna diberikan pengetahuan sejati mengenai rahasia kehidupan (spiritual) yaitu Bhagawadgita oleh Kresna yang berlaku sebagai sais Arjuna pada saat itu.


Ini yang berat ya bagi kita, sehubungan dengan ajaran Kasih.
Saat tersebut Arjuna merasa tidaklah worth untuk mengorbankan sedemikian besar nyawa hanya untuk klaim kepemilikan.
Sedangkan Kresna menasehati untuk tidak ragu2 dalam menjalankan kebenaran.

Any comment.

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 14:12

cinzano wrote:
Saya terkesan dengan pembicaraan antara Arjuna dan Kresna.

Saat itu Arjuna berdiri di tengah-tengah medan perang Kurukshetra di antara pasukan Korawa dan Pandawa. Arjuna bimbang dan ragu-ragu berperang karena yang akan dilawannya adalah sanak saudara, teman-teman dan guru-gurunya. Lalu Arjuna diberikan pengetahuan sejati mengenai rahasia kehidupan (spiritual) yaitu Bhagawadgita oleh Kresna yang berlaku sebagai sais Arjuna pada saat itu.


Ini yang berat ya bagi kita, sehubungan dengan ajaran Kasih.
Saat tersebut Arjuna merasa tidaklah worth untuk mengorbankan sedemikian besar nyawa hanya untuk klaim kepemilikan.
Sedangkan Kresna menasehati untuk tidak ragu2 dalam menjalankan kebenaran.

Any comment.


Ehhm, kalo gak keberatan, tolong gambar patung polisi di atas dikecilin ikit, om, supaya tidak melebihi kolom posting . he he he, thankyou sebelumnya.

Kembali kepada ajaran Khresna, sebenarnya, ajaran itu tepat bagi kita manusia. Bahwa kepentingan yang lebih luas lebih utama dibanding kepentingan yang lebih sempit. Dalam hal ini bisa dikatakan, kepentingan negara lebih besar dibanding kepentingan golongan dan kepentingan keluarga.

Saya sependapat dengan ajaran Khresna kepada Arjuna, om.

thumb up

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 14:35

bruce wrote:
cinzano wrote:
Saya terkesan dengan pembicaraan antara Arjuna dan Kresna.

Saat itu Arjuna berdiri di tengah-tengah medan perang Kurukshetra di antara pasukan Korawa dan Pandawa. Arjuna bimbang dan ragu-ragu berperang karena yang akan dilawannya adalah sanak saudara, teman-teman dan guru-gurunya. Lalu Arjuna diberikan pengetahuan sejati mengenai rahasia kehidupan (spiritual) yaitu Bhagawadgita oleh Kresna yang berlaku sebagai sais Arjuna pada saat itu.


Ini yang berat ya bagi kita, sehubungan dengan ajaran Kasih.
Saat tersebut Arjuna merasa tidaklah worth untuk mengorbankan sedemikian besar nyawa hanya untuk klaim kepemilikan.
Sedangkan Kresna menasehati untuk tidak ragu2 dalam menjalankan kebenaran.

Any comment.


Ehhm, kalo gak keberatan, tolong gambar patung polisi di atas dikecilin ikit, om, supaya tidak melebihi kolom posting . he he he, thankyou sebelumnya.

Kembali kepada ajaran Khresna, sebenarnya, ajaran itu tepat bagi kita manusia. Bahwa kepentingan yang lebih luas lebih utama dibanding kepentingan yang lebih sempit. Dalam hal ini bisa dikatakan, kepentingan negara lebih besar dibanding kepentingan golongan dan kepentingan keluarga.

Saya sependapat dengan ajaran Khresna kepada Arjuna, om.

thumb up

Sorry .... sorryyy...
Sudah saya kecilin. Thanks infonya.

Kembali ke percakapan Arjuna dan Khresna.
Tapi gimana Mod Bruce
Bukankah kita diajar untuk mengasihi musuh2 kita ........
Bila ditampar pipi kiri diberikan pipi kanan.

Shocked
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 14:41

Quote :
Kembali ke percakapan Arjuna dan Khresna.
Tapi gimana Mod Bruce
Bukankah kita diajar untuk mengasihi musuh2 kita ........
Bila ditampar pipi kiri diberikan pipi kanan.

Betul sekali om, bila kita ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan.
Tetapi kita tidak dilarang untuk memberi mawashigeri dan maigeri, sambil mengampuni dan memaafkan lawan kita kan? H ehe he he

Kan yang dikasihi adalah manusianya, sedangkan yang dilawan adalah kejahatannya.
Karena kalau kita membiarkan kejahatan membesar, maka sama artinya kita tidak menyampaikan kebaikan. Karena kebaikan dan kejahatan tidak bisa sejalan seiring.

Begitu om, he he he he

sunny

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Husada
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 4981
Join date : 07.05.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 17:49

Apa pula mawashigeri dan maigeri ini? Kalo lihat huruf-hurufnya dekat ke bahasa Jepang. Ato bahasa Koreakah?
Laughing

_________________________________________________
Berikan kepada Tuhan apa yang menjadi hak Tuhan, berikan kepada negara apa yang menjadi hak negara
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 18:28

Husada wrote:
Apa pula mawashigeri dan maigeri ini? Kalo lihat huruf-hurufnya dekat ke bahasa Jepang. Ato bahasa Koreakah?
Laughing






Laughing

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 19:56

cinzano wrote:
Saya terkesan dengan pembicaraan antara Arjuna dan Kresna.

Saat itu Arjuna berdiri di tengah-tengah medan perang Kurukshetra di antara pasukan Korawa dan Pandawa. Arjuna bimbang dan ragu-ragu berperang karena yang akan dilawannya adalah sanak saudara, teman-teman dan guru-gurunya. Lalu Arjuna diberikan pengetahuan sejati mengenai rahasia kehidupan (spiritual) yaitu Bhagawadgita oleh Kresna yang berlaku sebagai sais Arjuna pada saat itu.
ternyata banyak jg yg masih menggemari kisah2 pewayangan itu, sy kira kisah2 tsb sudah banyak dilupakan orang..
betul sekali bro Cinz, pd saat perang Bharatayuda itu Krisna memberikan banyak nasehat dan ajaran2nya, dan kumpulan ajaran2 tsb dibukukan kedlm kitab Bhagawadgita yg artinya "Nyanyian Sri Bhagawan" sedang Bhagawan sendiri artinya adlh "Orang yg memiliki kehebatan, kemampuan, dan pengetahuan yg tak terbatas"..
dan memang isi dr Kitab Bhagawadgita itu adlh ttg ajaran2 moral, spiritual, dan prilaku bagi sesama mahluk hidup, dan isinya sangat baik dan bagus sekali bro, dulu sy pernah baca kitab tsb (boleh minjem) dr tetanga sy penganut Hindu.. dan memang bagi penganut Hindu kitab tsb digunakan sbg referensi selain Kitab Suci mereka Regweda.. ibaratnya klo kita kitab tsb bagaikan KGK yg dibuat ol Magisterium itu lah bro..

cinzano wrote:

Ini yang berat ya bagi kita, sehubungan dengan ajaran Kasih.
Saat tersebut Arjuna merasa tidaklah worth untuk mengorbankan sedemikian besar nyawa hanya untuk klaim kepemilikan.
Sedangkan Kresna menasehati untuk tidak ragu2 dalam menjalankan kebenaran.

Any comment.
menurut sy begini bro, peperangan yg ada dlm kisah Mahabarata itu bukan bermaksud seperti arti peperangan dlm arti harfiah (peperangan sungguhan) ttp merupakan simbol/perumpamaan ttg kebaikan dan kejahatan.. biar bagaimanapun yg namanya kejahatan tidak akan dpt bersatu dgn kebaikan, jd akan selalu ada konflik antara sesuatu yg Jahat dgn sesuatu yg Baik didunia ini.. dan bagi kita setiap manusia harus memilih kpd pihak yg mana krn seperti ajaran dlm keyakinan kita bhw manusia itu dianugerahi Tuhan kehendak utk memilih (free will).. dan dlm menentukan pilihan tsb pastilah akan menghadapi yg namanya cobaan/musuh.. musuhnya siapa bro..? musuh kita dlm menentukan pilihan itu bisa dr keluarga, orang lain, atau musuh yg paling sulit kita taklukkan itu adlh diri kita sendiri..

makanya dlm sebuah kisah dlm Mahabarata itu jg diceritakan pd suatu saat Yudhistira dan saudara2nya ada ditelaga pd ketika mereka 'dibuang' kehutan selama 12thn ol pihak Korawa.. Yudistira bertemu dgn 'mahluk halus' berbentuk Yaksa(Burung Bangau) penunggu telaga tsb, dimana saudara2 yg lain telah meninggal krn tidak sanggup menjawab pertanyaan penunggu telaga itu.. dan ketika Yudistira bertemu, ia pun diberikan pertanyaan2 yg sama..
ini sy copas pertanyaan2 dan jawaban dr Yudistira :

Yaksa: Apa yang lebih berat daripada Bumi, lebih luhur daripada langit, lebih cepat daripada angin dan lebih berjumlah banyak daripada gundukan jerami?

Yudhishthira: Sang Ibu lebih berat daripada Bumi, Sang Ayah lebih luhur daripada langit, Pikiran lebih cepat daripada angin dan kekhawatiran kita lebih berjumlah banyak daripada gundukan jerami.

Yaksa: Siapakah kawan dari seorang musafir? Siapakah kawan dari seorang pesakitan dan seorang sekarat?

Yudhishthira: Kawan dari seorang musafir adalah pendampingnya. Tabib adalah kawan seorang yang sakit dan kawan seorang sekarat adalah amal.

Yaksa: Hal apakah yang jika ditinggalkan membuat seseorang dicintai, bahagia dan kaya?

Yudhishthira: Keangkuhan, bila ditinggalkan membuat seseorang dicintai. Hasrat, bila ditinggalkan membuat seseorang kaya dan keserakahan, bila ditinggalkan membuat seseorang bahagia.

Yaksa: Musuh apakah yang tidak terlihat? Penyakit apa yang tidak bisa disembuhkan? Manusia macam apa yang mulia dan hina?

Yudhishthira: Kemarahan adalah musuh yang tidak terlihat. Ketidakpuasan adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Manusia mulia adalah yang mengharapkan kebaikan untuk semua makhluk dan Manusia hina adalah yang tidak mengenal pengampunan.


Yaksa: Siapakah yang benar-benar berbahagia? Apakah keajaiban terbesar? Apa jalannya? Dan apa beritanya?

Yudhishthira: Seorang yang tidak punya hutang adalah benar-benar berbahagia. Hari demi hari tak terhitung orang meninggal. Namun yang masih hidup berharap untuk hidup selamanya. Ya Tuhan, keajaiban apa yang lebih besar? Perbedaan pendapat membawa pada kesimpulan yang tidak pasti, Antara Śruti saling berbeda satu sama lain, bahkan tidak ada seorang Resi yang pemikirannya bisa diterima oleh semua. Kebenaran Dharma dan tugas, tersembunyi dalam gua-gua hati kita. Karena itu kesendirian adalah jalan dimana terdapat yang besar dan kecil. Dunia yang dipenuhi kebodohan ini layaknya sebuah wajan. Matahari adalah apinya, hari dan malam adalah bahan bakarnya. Bulan-bulan dan musim-musim merupakan sendok kayunya. Waktu adalah Koki yang memasak semua makhluk dalam wajan itu (dengan berbagai bantuan seperti itu). Inilah beritanya.

Akhirnya, Yaksa pun mengaku kalah, namun ia hanya sanggup menghidupkan satu orang saja. Dalam hal ini, Yudistira memilih Nakula untuk dihidupkan kembali. Yaksa heran karena Nakula adalah adik tiri, bukan adik kandung. Yudistira menjawab bahwa dirinya harus berlaku adil. Ayahnya, yaitu Pandu memiliki dua orang istri. Karena Yudistira lahir dari Kunti, maka yang dipilihnya untuk hidup kembali harus putera yang lahir dari Madri, yaitu Nakula.

Yaksa terkesan pada keadilan Yudistira. Ia pun kembali ke wujud aslinya, yaitu Dewa Dharma. Kedatangannya dengan menyamar sebagai rusa liar dan yaksa adalah untuk memberikan ujian kepada para Pandawa. Berkat keadilan dan ketulusan Yudistira, maka tidak hanya Nakula yang dihidupkan kembali, melainkan juga Bima, Arjuna, dan Sadewa.

itu yg sy bold adlh pertanyaan2 seputar hasrat dan hawa nafsu yg dimiliki ol setiap manusia yg akan menghalanginya dlm nenentukan free will itu bro Cinz.. jd arti sebenarnya dr pertempuran yg ada dlm Kisah Mahabarata itu yg sebenarnya adlh pertempuran yg akan/harus dihadapi ol setiap manusia utk melakukan sesuatu yg baik dan benar..

ok, itu aj bro pendapat pribadi sy dlm menanggapi postingan anda, jika anda ada komentar/tanggapan sy persilahkan..

Syalom, peace
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 20:55

nothingman wrote:
cinzano wrote:
Saya terkesan dengan pembicaraan antara Arjuna dan Kresna.

Saat itu Arjuna berdiri di tengah-tengah medan perang Kurukshetra di antara pasukan Korawa dan Pandawa. Arjuna bimbang dan ragu-ragu berperang karena yang akan dilawannya adalah sanak saudara, teman-teman dan guru-gurunya. Lalu Arjuna diberikan pengetahuan sejati mengenai rahasia kehidupan (spiritual) yaitu Bhagawadgita oleh Kresna yang berlaku sebagai sais Arjuna pada saat itu.
ternyata banyak jg yg masih menggemari kisah2 pewayangan itu, sy kira kisah2 tsb sudah banyak dilupakan orang..
betul sekali bro Cinz, pd saat perang Bharatayuda itu Krisna memberikan banyak nasehat dan ajaran2nya, dan kumpulan ajaran2 tsb dibukukan kedlm kitab Bhagawadgita yg artinya "Nyanyian Sri Bhagawan" sedang Bhagawan sendiri artinya adlh "Orang yg memiliki kehebatan, kemampuan, dan pengetahuan yg tak terbatas"..
dan memang isi dr Kitab Bhagawadgita itu adlh ttg ajaran2 moral, spiritual, dan prilaku bagi sesama mahluk hidup, dan isinya sangat baik dan bagus sekali bro, dulu sy pernah baca kitab tsb (boleh minjem) dr tetanga sy penganut Hindu.. dan memang bagi penganut Hindu kitab tsb digunakan sbg referensi selain Kitab Suci mereka Regweda.. ibaratnya klo kita kitab tsb bagaikan KGK yg dibuat ol Magisterium itu lah bro..

cinzano wrote:

Ini yang berat ya bagi kita, sehubungan dengan ajaran Kasih.
Saat tersebut Arjuna merasa tidaklah worth untuk mengorbankan sedemikian besar nyawa hanya untuk klaim kepemilikan.
Sedangkan Kresna menasehati untuk tidak ragu2 dalam menjalankan kebenaran.

Any comment.
menurut sy begini bro, peperangan yg ada dlm kisah Mahabarata itu bukan bermaksud seperti arti peperangan dlm arti harfiah (peperangan sungguhan) ttp merupakan simbol/perumpamaan ttg kebaikan dan kejahatan.. biar bagaimanapun yg namanya kejahatan tidak akan dpt bersatu dgn kebaikan, jd akan selalu ada konflik antara sesuatu yg Jahat dgn sesuatu yg Baik didunia ini.. dan bagi kita setiap manusia harus memilih kpd pihak yg mana krn seperti ajaran dlm keyakinan kita bhw manusia itu dianugerahi Tuhan kehendak utk memilih (free will).. dan dlm menentukan pilihan tsb pastilah akan menghadapi yg namanya cobaan/musuh.. musuhnya siapa bro..? musuh kita dlm menentukan pilihan itu bisa dr keluarga, orang lain, atau musuh yg paling sulit kita taklukkan itu adlh diri kita sendiri..

makanya dlm sebuah kisah dlm Mahabarata itu jg diceritakan pd suatu saat Yudhistira dan saudara2nya ada ditelaga pd ketika mereka 'dibuang' kehutan selama 12thn ol pihak Korawa.. Yudistira bertemu dgn 'mahluk halus' berbentuk Yaksa(Burung Bangau) penunggu telaga tsb, dimana saudara2 yg lain telah meninggal krn tidak sanggup menjawab pertanyaan penunggu telaga itu.. dan ketika Yudistira bertemu, ia pun diberikan pertanyaan2 yg sama..
ini sy copas pertanyaan2 dan jawaban dr Yudistira :

Yaksa: Apa yang lebih berat daripada Bumi, lebih luhur daripada langit, lebih cepat daripada angin dan lebih berjumlah banyak daripada gundukan jerami?

Yudhishthira: Sang Ibu lebih berat daripada Bumi, Sang Ayah lebih luhur daripada langit, Pikiran lebih cepat daripada angin dan kekhawatiran kita lebih berjumlah banyak daripada gundukan jerami.

Yaksa: Siapakah kawan dari seorang musafir? Siapakah kawan dari seorang pesakitan dan seorang sekarat?

Yudhishthira: Kawan dari seorang musafir adalah pendampingnya. Tabib adalah kawan seorang yang sakit dan kawan seorang sekarat adalah amal.

Yaksa: Hal apakah yang jika ditinggalkan membuat seseorang dicintai, bahagia dan kaya?

Yudhishthira: Keangkuhan, bila ditinggalkan membuat seseorang dicintai. Hasrat, bila ditinggalkan membuat seseorang kaya dan keserakahan, bila ditinggalkan membuat seseorang bahagia.

Yaksa: Musuh apakah yang tidak terlihat? Penyakit apa yang tidak bisa disembuhkan? Manusia macam apa yang mulia dan hina?

Yudhishthira: Kemarahan adalah musuh yang tidak terlihat. Ketidakpuasan adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Manusia mulia adalah yang mengharapkan kebaikan untuk semua makhluk dan Manusia hina adalah yang tidak mengenal pengampunan.


Yaksa: Siapakah yang benar-benar berbahagia? Apakah keajaiban terbesar? Apa jalannya? Dan apa beritanya?

Yudhishthira: Seorang yang tidak punya hutang adalah benar-benar berbahagia. Hari demi hari tak terhitung orang meninggal. Namun yang masih hidup berharap untuk hidup selamanya. Ya Tuhan, keajaiban apa yang lebih besar? Perbedaan pendapat membawa pada kesimpulan yang tidak pasti, Antara Śruti saling berbeda satu sama lain, bahkan tidak ada seorang Resi yang pemikirannya bisa diterima oleh semua. Kebenaran Dharma dan tugas, tersembunyi dalam gua-gua hati kita. Karena itu kesendirian adalah jalan dimana terdapat yang besar dan kecil. Dunia yang dipenuhi kebodohan ini layaknya sebuah wajan. Matahari adalah apinya, hari dan malam adalah bahan bakarnya. Bulan-bulan dan musim-musim merupakan sendok kayunya. Waktu adalah Koki yang memasak semua makhluk dalam wajan itu (dengan berbagai bantuan seperti itu). Inilah beritanya.

Akhirnya, Yaksa pun mengaku kalah, namun ia hanya sanggup menghidupkan satu orang saja. Dalam hal ini, Yudistira memilih Nakula untuk dihidupkan kembali. Yaksa heran karena Nakula adalah adik tiri, bukan adik kandung. Yudistira menjawab bahwa dirinya harus berlaku adil. Ayahnya, yaitu Pandu memiliki dua orang istri. Karena Yudistira lahir dari Kunti, maka yang dipilihnya untuk hidup kembali harus putera yang lahir dari Madri, yaitu Nakula.

Yaksa terkesan pada keadilan Yudistira. Ia pun kembali ke wujud aslinya, yaitu Dewa Dharma. Kedatangannya dengan menyamar sebagai rusa liar dan yaksa adalah untuk memberikan ujian kepada para Pandawa. Berkat keadilan dan ketulusan Yudistira, maka tidak hanya Nakula yang dihidupkan kembali, melainkan juga Bima, Arjuna, dan Sadewa.

itu yg sy bold adlh pertanyaan2 seputar hasrat dan hawa nafsu yg dimiliki ol setiap manusia yg akan menghalanginya dlm nenentukan free will itu bro Cinz.. jd arti sebenarnya dr pertempuran yg ada dlm Kisah Mahabarata itu yg sebenarnya adlh pertempuran yg akan/harus dihadapi ol setiap manusia utk melakukan sesuatu yg baik dan benar..

ok, itu aj bro pendapat pribadi sy dlm menanggapi postingan anda, jika anda ada komentar/tanggapan sy persilahkan..

Syalom, peace

Salam Damai Bro Nothingman.

Ya kebetulan saya sering baca cerita silat, mulai dari karangan Khu Lung, Chin Yung, Gan KL, Kho Ping Hoo dll.
Salah satu berisikan dimana bangsa han dijajah oleh bangsa lain. Akan tetapi sang kaisar bangsa lain tersebut memerintah dengan baik dan bijaksana, bahkan jauh lebih baik daripada kaisar2 bangsa han terdahulu. Secara filosofis, timbul pemikiran .... perlukah perang untuk merdeka dengan mengorbankan sekian banyak rakyat jelata yang tidak tahu apa2 untuk sesuatu hal yang sudah baik walaupun diperintah oleh bangsa lain.


Kalo saya sih memilih tidak memberontak.

Kalo Mod Bruce n Mod Husada pada posisi seperti diatas, saya yakin pasti mereka memberontak ..... heheheheheeee


roll



GBU

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 22:00

Quote :
Yaksa: Apa yang lebih berat daripada Bumi, lebih luhur daripada langit, lebih cepat daripada angin dan lebih berjumlah banyak daripada gundukan jerami?

Kalau saya yang ditanya, maka jawabnya :

Yang lebih berat dari bumi banyak, bahkan planet Jupiter jauh lebih berat, belum lagi matahari, belum lagi bintang yang ukurannya jutaan kali matahari.

Yang lebih cepat dari angin? Banyak, mulai dari suara, cahaya, elektron, dan mungkin kelak ditemukan yang lebih cepat lagi dari cahaya.

Yang lebih luhur dari langit? Luhur? Maksudnya tinggi? Sedangkan yang disebut langitpun tidak jelas apa. Karena langit biru yang kita pandang hanya batas pandangan manusia. Masih banyak yang lebih tinggi dari sekedar batas pandangan manusia.

Yang lebih banyak dari gundukan jerami? Jumlah pasir di patai pun masi lebih banyak dari sekedar gundukan jerami. Belum lagi jumlah bintang di langit.

He he he he.

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 22:04

Quote :
Kalo Mod Bruce n Mod Husada pada posisi seperti diatas, saya yakin pasti mereka memberontak ..... heheheheheeee


ini sudah berupa suudzon deh om.

affraid

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 22:26

bruce wrote:
Ada kisah yang tidak diceritakan di atas, yang sebenarnya justru menampilkan sisi kemanusiaan dan konflik bathin. Seperti kisah bagaimana Bhisma yang adalah guru dari para Pandawa, tetapi karena Bhisma adalah warga Hastina, ia tetap setia pada tumpah darahnya, dan harus bertempur melawan murid murid yang sangat dikasihinya, sementara ia sadar, bahwa justru para Korawa yang dibelanya berada pada pihak yang keliru.

Sehingga kelak ketika Bhisma tewas karena panah Arjuna, dimana ratusan anak panah Arjuna menembus Bhisma dan sekaligus menopangnya agar tubuhnya tidak tersentuh tanah. Kematian Bhisma ditangisi baik oleh Korawa maupun Pandawa yang notabene adalah musuhnya.
Bro Bruce perkenankan sy sekalian melengkapi info ttg Bhisma spt yg sudah bro Bruce sampaikan diatas ya.. krn Resi Bhisma ini adl tokoh favorit sy dlm kisah Mahabarata, dan sy sangat kagum kpd kesetiaan dlm janji/sumpahnya dlm melindungi kerajaan Hastinapura walaupun saat itu kerajaan Hastina dipimpin ol org yg jahat (Duryodana), dan harus melawan cucu2nya sendiri dr pihak Pandawa.. dia tau sebenarnya yg benar itu adlh kubu Pandawa, ttp krn dia sudah berjanji utk melindungi kerajaan Hastinapura dr serangan setiap musuh, maka dia harus melawan pihak yg benar itu dan akhirnya tewas dlm pertempuran..
Ok, akan sy lengkapi keterangan bro Bruce, seputar kisah ttg diri Bhisma ini...

Seputar kelahiran dan masa lalu Bisma :

Bhisma terlahir dgn nama Dewabrata yg artinya "orang yg luhur budinya bagaikan dewa", dan lahir dr pasangan Raja Santanu dan Dewi Gangga.. ia mrpk anak ke-8 dr pasangan tsb krn ke 7 kakaknya sudah meninggal tidak lama setelah dilahirkan.. sebenarnya Bhisma ini adlh 'titisan' dr 8 Wasu(orang suci di khayangan) yg dikutuk/dihukum turun ke dunia krn kesalahannya sewaktu mencuri lembu sakti milik Resi Wasista.

Dalam perjalanannya menuju bumi, mereka bertemu dengan Dewi Gangga yang juga mau turun ke dunia untuk menjadi istri putera Raja Pratipa, yaitu Santanu. Delapan Wasu kemudian membuat kesepakatan dengan Dewi Gangga bahwa mereka akan menjelma sebagai delapan putera Prabu Santanu dan dilahirkan oleh Dewi Gangga. Bisma merupakan penjelmaan Wasu yang bernama Prabhata..

Pada saat Prabu Santanu berburu ke tepi sungai Gangga, ia bertemu dengan wanita yang sangat cantik dan tubuhnya sangat indah. Wanita tersebut adalah Dewi Gangga (dalam tradisi Jawa disebut "Jahnawi"). Ia kena kutuk Dewa Brahma untuk turun ke bumi dan menjadi pasangan keturunan Raja Kuru. Karena terpikat oleh kecantikannya, Prabu Santanu merasa jatuh cinta. Dewi Gangga pun bersedia menjadi permaisurinya dengan syarat bahwa apapun yang ia lakukan terhadap anaknya, Prabu Santanu tidak boleh melarangnya. Jika Prabu Santanu melanggar janjinya, maka Dewi Gangga akan meninggalkannya. Karena perasaan cinta yang meluap-luap, maka syarat tersebut dipenuhi.

Setelah menikah, Dewi Gangga mengandung putranya yang pertama. Namun tak lama setelah anak tersebut lahir, ibunya segera menenggelamkannya ke sungai Gangga. Begitu pula pada para puternya yang selanjutnya, semua mengalami nasib yang sama. Sang raja mengetahui hal tersebut karena selalu membuntuti istrinya, namun ia tak kuasa mencegah karena terikat akan janji pernikahannya. Ketika Sang Dewi mengandung putranya yang kedelapan, Prabu Santanu tak tahan lagi. Lalu ia menghentikan perbuatan permaisurinya yang ia anggap sebagai perbuatan biadab dan tidak perperikemanusiaan.

Dewi Gangga menghentikan perbuatannya lalu menjelaskan bahwa putra-putra yang ia lahirkan merupakan inkarnasi dari Astabasu atau delapan Wasu. Tindakannya menenggelamkan bayi-bayi tersebut adalah untuk melepaskan jiwa mereka agar mencapai surga, kediaman para Wasu. Salah satu dari delapan Wasu tersebut bernama Prabata yang merupakan pemimpin daripada rencana pencurian tersebut. Karena ia merupakan pelaku utama dan ketujuh Wasu lainnya hanya ikut membantu, maka Prabata yang menjelma paling lama sebagai manusia. Kelak Prabata menjelma sebagai seorang manusia sakti yang bernama Dewabrata. Setelah menjelaskan hal tersebut kepada Prabu Santanu, Dewi Gangga yang masih mengandung lenyap di sungai Gangga. dan ia berjanji ketika putranya yg ke 8 lahir kelak akan menyerahkannya kpd Santanu..

Prabu Santanu akhirnya merelakan kepergian permaisurinya dan kembali lagi ke istana, memerintah kerajaan Hastinapura. 16 tahun kemudian, Prabu Santanu yang sedang bosan, jalan-jalan ke tepi sungai Gangga. Di sana ia melihat seorang putra yang sangat kuat, mampu membendung air sungai Gangga menggunakan ratusan anak panah. Setelah ibunya (Dewi Gangga) muncul dan menjelaskan asal-usul anak tersebut, Prabu Santanu sangat gembira, sebab putranya yang dibawa pergi semenjak lahir telah kembali pulang. Oleh Santanu, anak tersebut diberi nama Dewabrata. Sang Prabu mengajak anak tersebut ke istana. Dewabrata tumbuh menjadi putera yang berbakti kepada orang tua dan memiliki jiwa ksatria tinggi. Ia bahkan dicalonkan sebagai penerus tahta.

Pada suatu ketika Prabu Santanu mendengar desas-desus bahwa di sekitar sungai Yamuna tersebar bau yang sangat harum semerbak. Dengan rasa penasaran Prabu Santanu jalan-jalan ke sungai Yamuna. Ia menemukan sumber bau harum tersebut dari seorang gadis desa, bernama Gandhawati (lebih dikenal sebagai Satyawati atau Durgandini). Gadis tersebut sangat elok parasnya dan harum tubuhnya. Prabu Santanu jatuh cinta dan hendak melamar gadis tersebut. Ayah gadis tersebut bernama Dasabala. Ketika Sang Raja melamar gadis tersebut, orang tuanya mengajukan syarat bahwa jika Gandhawati (Satyawati) menjadi permaisuri Prabu Santanu, ia harus diperlakukan sesuai dengan Dharma dan keturunan Gandhawati-lah yang harus menjadi penerus tahta. Mendengar syarat tersebut, Sang Raja pulang dengan kecewa dan menahan sakit hati. Ia menjadi jatuh sakit karena terus memikirkan gadis pujaannya yang tak kunjung ia dapatkan.

Melihat ayahnya jatuh sakit, Dewabrata menyelidikinya. Ia bertanya kepada kusir yang mengantarkan ayahnya jalan-jalan. Dari sana ia memperoleh informasi bahwa ayahnya jatuh cinta kepada seorang gadis. Akhirnya, ia berangkat ke sungai Yamuna. Ia mewakili ayahnya untuk melamar puteri Dasabala, Gandhawati, yang sangat diinginkan ayahnya. Ia menuruti segala persyaratan yang diajukan Dasabala. Ia juga bersumpah tidak akan menikah seumur hidup dan tidak akan meneruskan tahta keturunan Raja Kuru agar kelak tidak terjadi perebutan kekuasan antara keturunannya dengan keturunan Gandhawati dan ia berjanji akan melindungi kerajaan Hastina dr serangan musuh, tanpa mencampuri soal urusan kekuasaan. Sumpahnya disaksikan oleh para Dewa dan semenjak saat itu, namanya berubah menjadi Bisma yg artiny "Dia yg teguh dlm memegang sumpah/janjinya". Mengetahui pengorbanan dan ketulusan hati putranya Santanu merasa terharu dan memohon berkat kpd para dewa, sehingga kemudian para dewa menganugrahi Bisma dgn umur yg panjang dan tidak akan mati/wafat kecuali dia sendiri yg menginginkannya..

Akhirnya Prabu Santanu dan Dewi Gandhawati menikah lalu memiliki dua orang putra bernama Citrānggada dan Wicitrawirya. Prabu Santanu wafat dan Bisma menunjuk Citrānggada sebagai penerus tahta Hastinapura. Demi kebahagiaan adik-adiknya, ia pergi ke Kerajaan Kasi dan memenangkan sayembara sehingga berhasil membawa pulang tiga orang puteri bernama Amba, Ambika, dan Ambalika, untuk dinikahkan kepada adik-adiknya. Karena Citrānggada wafat, maka Ambika dan Ambalika menikah dengan Wicitrawirya sedangkan Amba mencintai Bisma namun Bisma menolak cintanya karena terikat oleh sumpah bahwa ia tidak akan kawin seumur hidup.

Demi usaha untuk menjauhkan Amba dari dirinya, tanpa sengaja ia menembakkan panah menembus dada Amba. Atas kematian itu, Bisma diberitahu bahwa kelak Amba bereinkarnasi menjadi seorang pangeran yang memiliki sifat kewanitaan, yaitu putera Raja Drupada yang bernama Srikandi. Kelak kematiannya juga berada di tangan Srikandi yang membantu Arjuna dalam pertempuran akbar di Kurukshetra.

Bisma mempelajari ilmu politik dari Brihaspati (guru para Dewa), ilmu Veda dan Vedangga dari Resi Wasistha, dan ilmu perang dari Parasurama (Ramaparasu; Rama Bargawa), seorang ksatria legendaris sekaligus salah satu Chiranjīwin yang hidup abadi sejak zaman Treta Yuga. Dengan berguru kepadanya Bisma mahir dalam menggunakan segala jenis senjata dan karena kepandaiannya tersebut ia ditakuti oleh segala lawannya. Bisma berhenti belajar kepada Parasurama karena perdebatan mereka di asrama tentang masalah Amba. Pada saat itu dengan sengaja Bisma mendorong Parasurama sampai terjatuh, dan semenjak itu Parasurama bersumpah untuk tidak lagi menerima murid dari kasta Kshatriya karena membuat susah.

Di lingkungan keraton Hastinapura, Bisma sangat dihormati oleh anak-cucunya. Tidak hanya karena ia tua, namun juga karena kemahirannya dalam bidang militer dan peperangan. Dalam setiap pertempuran, pastilah ia selalu menang karena sudah sangat berpengalaman. Bisma sangat dicintai oleh Pandawa maupun Korawa. Mereka menghormatinya sebagai seorang kakek sekaligus kepala keluarga yang bijaksana. Kadangkala Pandawa menganggap Bisma sebagai ayah mereka (Pandu), yang sebenarnya telah wafat.

Kematian Bisma :

Saat perang antara Pandawa dan Korawa meletus, Bisma berada di pihak Korawa. Sesaat sebelum pertempuran, ia berkata kepada Yudistira bahwa dirinya telah diperbudak oleh kekayaan, dan dengan kekayaannya Korawa mengikat Bisma. Selain itu dia jg terikat pd sumpahnya utk selalu melindungi Kerajaan Hastina dr serangan musuhnya tanpa ikut campur masalah konflik politik yg ada. Meskipun demikian, karena Yudistira telah melakukan penghormatan sebelum pertempuran, maka Bisma merestui Yudistira dan berdo'a agar kemenangan berada di pihak Pandawa, meskipun Bisma sangat sulit untuk ditaklukkan..

Dalam pertempuran akbar di dataran keramat Kurukshetra, Bisma bertarung dengan dahsyat. Prajurit dan ksatria yang melawannya pasti binasa atau mengalami luka berat. Dalam kitab Bismaparwa dikatakan bahwa di dunia ini para ksatria sulit menandingi kekuatannya dan tidak ada yang mampu melawannya selain Arjuna. Meskipun Arjuna mendapatkan kesempatan untuk melawan Bisma, namun ia sering bertarung dengan setengah hati, mengingat bahwa Bisma adalah kakek kandungnya sendiri. Hal yang sama juga dirasakan oleh Bisma, yang masih sayang dengan Arjuna, cucu yang sangat dicintainya, sehingga Bisma tidak mengarahkan panah/senjatanya kpd Arjuna ttp mengarahkannya pd pasukan pandawa sehingga menimbulkan banyak korban dr pihak pandawa.

Melihat kejadian itu Kresna yang menjadi kusir kereta Arjuna dalam peperangan, menjadi marah dengan sikap Arjuna yang masih segan untuk menghabisi nyawa Bisma, dan ia nekat untuk menghabisi nyawa Bisma dengan tangannya sendiri. Dengan mata yang menyorot tajam memancarkan kemarahan, ia memutar-mutar roda kereta yg terlepas bagaikan memutar Chakra di atas tangannya dan memusatkan perhatian untuk membidik leher Bisma. Karena Bisma seorang Resi, dia mengetahui siapa sebenarnya sosok Krisna yg merupakan penjelmaan Wisnu, maka Bisma tidak menghindar, namun justru bahagia jika gugur di tangan Madhawa (Kresna). Melihat hal itu, Arjuna menyusul Kresna dan berusaha menarik kaki Kresna untuk menghentikan langkahnya.

Dengan sedih dan suara tersendat-sendat, Arjuna berkata, "O Kesawa (Kresna), janganlah paduka memalsukan kata-kata yang telah paduka ucapkan sebelumnya! Paduka telah mengucapkan janji bahwa tidak akan ikut berperang. O Madhawa (Kresna), apabila paduka melanjutkan niat paduka, orang-orang akan mengatakan bahwa paduka pembohong. Semua penderitaan akibat perang ini, hambalah yang harus menanggungnya! Hambalah yang akan membunuh kakek yang terhormat itu!..."

Kresna tidak menjawab setelah mendengar kata-kata Arjuna, ia mengurungkan niatnya dan naik kembali ke atas keretanya. Kedua pasukan tersebut melanjutkan kembali pertarungannya. Dan walaupun telah berusaha keras namun tetap saja Arjuna tidak dpt mengalahkan Bisma, krn memang kesaktian Bisma tiada tandingannya. Yudistira juga pernah mengatakan, bahwa tidak ada yang sanggup menaklukkan Bisma dalam pertempuran, bahkan apabila laskar Dewa dan laskar Asura menggabungkan kekuatan dan dipimpin oleh Indra, Sang Dewa Perang/pemimpin para Dewa.

Setelah pertempuran pd hari itu berakhir, Pandawa dan Kresna mendatangi kemah Bisma di malam hari untuk mencari tahu kelemahannya. Bisma mengetahui bahwa Pandawa dan Kresna telah masuk ke dalam kemahnya dan ia menyambut mereka dengan ramah. Ketika Yudistira menanyakan apa yang bisa diperbuat untuk menaklukkan Bisma yang sangat mereka hormati, Bisma menjawab:

"...ketahuilah pantangan/sumpahku ini, bahwa aku tidak akan menyerang seseorang yang telah membuang senjata, juga yang terjatuh dari keretanya. Aku juga tidak akan menyerang mereka yang senjatanya terlepas dari tangan, tidak akan menyerang orang yang bendera lambang kebesarannya hancur, orang yang melarikan diri, orang dalam keadaan ketakutan, orang yang takluk dan mengatakan bahwa ia menyerah, dan aku pun tidak akan menyerang seorang wanita, juga seseorang yang namanya seperti wanita, orang yang lemah dan tak mampu menjaga diri, orang yang hanya memiliki seorang anak lelaki, atau pun orang yang sedang mabuk. Dengan itu semua aku enggan bertarung.."

Bisma juga mengatakan apabila pihak Pandawa ingin mengalahkannya, mereka harus menempatkan seseorang yang membuat Bisma enggan untuk bertarung di depan kereta Arjuna. Berpedoman kepada pernyataan tersebut, Kresna menyadarkan Arjuna akan kewajibannya. Meski Arjuna masih segan, namun ia menuntaskan tugas tersebut. Pada hari kesepuluh, Srikandi menyerang Bisma, namun Bisma tidak melawan. Di belakang Srikandi, Arjuna menembakkan panah-panahnya yang dahsyat dan melumpuhkan Bisma. Panah-panah tersebut menancap dan menembus baju zirahnya, kemudian Bisma terjatuh dari keretanya, tetapi badannya tidak menyentuh tanah karena ditopang oleh puluhan panah yang menancap di tubuhnya. Namun Bisma tidak gugur seketika karena ia boleh menentukan waktu kematiannya sendiri. Bisma menghembuskan napasnya setelah ia menyaksikan kehancuran pasukan Korawa dan setelah ia memberikan wejangan suci kepada Yudistira setelah perang Bharatayuddha selesai.

Pada kisah lain (versi Jawa) diceritakan bahwa yg melawan Bisma itu adl Srikandi sendirian dimana dia dipinjami senjata2 yg dimiliki Arjuna dan dgn bantuan arwah/roh dewi Amba yg dulu terbunuh ol Bisma secara tidak sengaja, maka Srikandi dpt mengalahkan Bisma. dan dlm versi Jawa ini dijelaskan bahwa Srikandi itu adl asli seorang wanita anak dr Arjuna dan dia memiliki sifat kelaki-lakian alias 'tomboy', jd dia gemar mempelajari ilmu peperangan. ini kebalikan dr versi Indianya dimana dikatakan Srikandi adlh seorang pria yg memiliki sifat feminin alias "Cowo KW2"/Banci..

Begitulah kisah Bisma dlm kitab Mahabarata, yg jg tokoh idola sy.. dimana demi membela negara dan tanah airnya walaupun saat itu sedang diperintah ol raja yg lalim, dan utk menepati janji dan sumpahnya itu dia harus gugur dlm medan perang..
hiks.. hiks.. jagoan sy akhirnya tewas bro... Crying or Very sad

Syalom, peace
Kembali Ke Atas Go down
nothingman
Perwira Menengah
Perwira Menengah


Jumlah posting : 1503
Join date : 13.11.12

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   16th February 2013, 22:42

cinzano wrote:

Salam Damai Bro Nothingman.

Ya kebetulan saya sering baca cerita silat, mulai dari karangan Khu Lung, Chin Yung, Gan KL, Kho Ping Hoo dll.
Salah satu berisikan dimana bangsa han dijajah oleh bangsa lain. Akan tetapi sang kaisar bangsa lain tersebut memerintah dengan baik dan bijaksana, bahkan jauh lebih baik daripada kaisar2 bangsa han terdahulu. Secara filosofis, timbul pemikiran .... perlukah perang untuk merdeka dengan mengorbankan sekian banyak rakyat jelata yang tidak tahu apa2 untuk sesuatu hal yang sudah baik walaupun diperintah oleh bangsa lain.

Kalo saya sih memilih tidak memberontak.

Kalo Mod Bruce n Mod Husada pada posisi seperti diatas, saya yakin pasti mereka memberontak ..... heheheheheeee
eeh, kan udah dibilang kisah peperangan dlm kisah Mahabarata itu tidak diartikan 'perang' yg sesungguhnya seperti jajah-menjajah bangsa lain bro Cinzan.. tp itu kisah peperangan yg harus/akan dilalui dlm diri setiap manusia dlm memilih tindakan/prilaku yg benar.. itu semua cm pesan2 ajaran moral dan spiritual yg diambil dr Kitab Suci Hindu, yg diilustrasikan dgn cerita peperangan antara pihak Pandawa dgn Korawa..

tp klo anda menganggapnya itu sungguhan, apakah anda memilih diam aj klo negara kita dulu dijajah ol orang2 kejam macam Hitler, Stalin, Jenghis Khan, dsb..??
anda lebih suka melihat teman2, anak2, atau saudara2 anda ditindas ol pemimpin2 yg tiran dan tidak berprikemanusiaan itu bro..??

klo sy sih lebih baik memberontak, dan mati dlm memperjuangkan apa yg menurut sy benar bro.. yg namanya perang memang menimbulkan banyak korban, tetapi berkorban utk sesuatu yg baik dan benar tidak akan sia-sia.. klo Yesus dan murid2nya jaman dulu takut dgn kematian dan kesengsaraan apakah mungkin ajaran2 mereka itu sampai pd kita saat ini bro..??
Cool
Syalom, peace
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   17th February 2013, 08:56

bruce wrote:
Quote :
Kalo Mod Bruce n Mod Husada pada posisi seperti diatas, saya yakin pasti mereka memberontak ..... heheheheheeee


ini sudah berupa suudzon deh om.

affraid

Quote :


Waa ...... ini cerita kesenangan saya.

Ikutan menyimak.....




Karakter :
a. Yudistira : Jujur dan sabar.
b. Bima/Werkudoro : Jujur, tegas, disiplin, berani karena benar
c. Arjuna : senang bertapa dan menuntut ilmu oleh karena itu sangat sakti
d. Nakula : ahli dibidang pertanian dan kesejahteran rakyat
e. Sadewa : ahli dibidang peternakan dan industri
f. Sri Kresna : bijaksana, ahli strategi, antisipatif oleh karena itu sering dikatakan bisa mengerti sesuatu kejadian yang belum terjadi

Mr. Bruce = Arjuna
Mr. Nothingman = Sri Kresna
Mr. Husada = Bima

kekekekekekeeeee

Wkwkwkwkwkwwwwkkkkk....

Hanya penafsiran berdasarkan karakter saja kog Mod .... bisa salah ..... tapi hampir 100% benar [Only mods are allowed to see this image]


Kalo pada posisi tersebut, Mod Husada melawan karena memegang teguh disiplin dan kebenaran.
Kalo Mod Bruce lain sih ............. menurut saya ...........

Mod Bruce melawan ............ menurut saya .......... untuk mencoba ilmu saja............



kaburrrrr hahahahahaa ..................[Only mods are allowed to see this image]



Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   17th February 2013, 08:59

Salam Bro NothingMan.

Ikutan pendapat ya Bro, mengenai Resi Bhisma.
Ia menempatkan kesetiaan diatas kebenaran .......... [Only mods are allowed to see this image]


IMHO saya kog kurang setuju. Bukankah kebenaran diatas segalanya ?


Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   17th February 2013, 09:02

nothingman wrote:
cinzano wrote:

Salam Damai Bro Nothingman.

Ya kebetulan saya sering baca cerita silat, mulai dari karangan Khu Lung, Chin Yung, Gan KL, Kho Ping Hoo dll.
Salah satu berisikan dimana bangsa han dijajah oleh bangsa lain. Akan tetapi sang kaisar bangsa lain tersebut memerintah dengan baik dan bijaksana, bahkan jauh lebih baik daripada kaisar2 bangsa han terdahulu. Secara filosofis, timbul pemikiran .... perlukah perang untuk merdeka dengan mengorbankan sekian banyak rakyat jelata yang tidak tahu apa2 untuk sesuatu hal yang sudah baik walaupun diperintah oleh bangsa lain.

Kalo saya sih memilih tidak memberontak.

Kalo Mod Bruce n Mod Husada pada posisi seperti diatas, saya yakin pasti mereka memberontak ..... heheheheheeee
eeh, kan udah dibilang kisah peperangan dlm kisah Mahabarata itu tidak diartikan 'perang' yg sesungguhnya seperti jajah-menjajah bangsa lain bro Cinzan.. tp itu kisah peperangan yg harus/akan dilalui dlm diri setiap manusia dlm memilih tindakan/prilaku yg benar.. itu semua cm pesan2 ajaran moral dan spiritual yg diambil dr Kitab Suci Hindu, yg diilustrasikan dgn cerita peperangan antara pihak Pandawa dgn Korawa..

tp klo anda menganggapnya itu sungguhan, apakah anda memilih diam aj klo negara kita dulu dijajah ol orang2 kejam macam Hitler, Stalin, Jenghis Khan, dsb..??
anda lebih suka melihat teman2, anak2, atau saudara2 anda ditindas ol pemimpin2 yg tiran dan tidak berprikemanusiaan itu bro..??

klo sy sih lebih baik memberontak, dan mati dlm memperjuangkan apa yg menurut sy benar bro.. yg namanya perang memang menimbulkan banyak korban, tetapi berkorban utk sesuatu yg baik dan benar tidak akan sia-sia.. klo Yesus dan murid2nya jaman dulu takut dgn kematian dan kesengsaraan apakah mungkin ajaran2 mereka itu sampai pd kita saat ini bro..??
Cool
Syalom, peace


Salam Bro NothingMan.

Justru kebalikan Bro, yang menjajah (dlm arti bukan bangsa sendiri) malah lebih baik daripada kaisar2 terdahulu.
Kalo posisi seperti ini, Bro bertindak seperti apa ?



[Only mods are allowed to see this image]


Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   17th February 2013, 10:59

Ada dua pepatah yang sepertinya saling bertentangan :


Right or wrong is my country

dan

Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah


Naaah, yang mana nih yang mau dipakai?


Cool

_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   17th February 2013, 11:11

bruce wrote:
Ada dua pepatah yang sepertinya saling bertentangan :


Right or wrong is my country

dan

Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah


Naaah, yang mana nih yang mau dipakai?


Cool

Nahhh, kalo menurut saya ini akibat dari memakan buah pengetahuan.
Sehingga diri kita kebingungan karena aneka macam pengetahuan sebelum memutuskan masalah.

Andai diri kita tidak memakan buah pengetahuan.
Yang pasti kita harus mengikuti terang dan meninggalkan gelap.

Saya pilih "Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah"



[Only mods are allowed to see this image]



Kembali Ke Atas Go down
cinzano
Moderator
Moderator


Jumlah posting : 2124
Join date : 26.10.12
Lokasi : Buaya City

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   17th February 2013, 11:28

Quote :

Setiba di luar gelanggang Arjuna berdalih, "Kanda Batara, perang ini tidak lebih hanya untuk
memperebutkan kekuasaan dan kemewahan lahiriah semata, hanya karena Pandawa sedang menderita.
Untuk apa kekuasaan, apa guna kemewahan jika untuk itu hamba harus membunuh orang-orang yang
pernah berbuat baik kepada Pandawa. Mereka eyang Bisma, Bapak guru Dorna dan Uwa Prabu Salya
telah mendidik dan membina hamba untuk menjadi manusia berwatak ksatria. Lalu adilkah jika kebaikan
mereka dibalas dengan senjata?" , ujarnya menyakinkan seolah merasa benar.

Mengulang kembali kebimbangan Arjuna dan wejangan Khrisna.

Quote :

"Wahai putra Pandu, engkau berkata benar jika engkau seorang Brahmana. Tetapi engkau bukan
Brahmana, engkau seorang ksatria. Tanpa kau sadari pernyataanmu tadi telah menyimpang dari
darmamu sebagai seorang ksatria. Oh anak Pandu, engkau telah tertipu oleh perasaanmu sendiri hingga
enggan menghadapi orang-orang yang telah berjasa kepadamu. Itu tandanya jiwamu lemah dan
kelemahan bukanlah sifat seorang ksatria. Ketahuilah jika mereka telah berbuat baik padamu, itu sematamata
adalah "Kewajiban" untuk berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan. Lalu adilkah jika engkau
membalas kebaikan dengan acungan senjata kepada mereka? Masalahnya bukan soal adil atau tidak
adil, tetapi terletak pada tanggung jawab untuk membela Hak dan Kewajiban. Lihat, untuk apa Bisma,
Dorna dan Salya maju ke medan perang kalau bukan untuk membela hak dan Kewajiban sebagai
seorang prajurit. Apakah engkau pikir mereka mempertimbangkan tega atau tak tega membunuhmu
hanya karena bekas anak didiknya? Tidak adikku, mereka orang-orang yang telah matang luar
dalamnya. Mereka mengerti bahwa dalam suasana perang tidak ada istilah sanak kandung atau anak
didik; yang ada hanya satu tujuan, membunuh atau terbunuh dan memenangkan perjuangan, titik. Lalu
bagaimana dengan engkau?" , ujarnya meyakinkan.



Apakah bukannya perang tersebut hanyalah memperebutkan kemuliaan dunia saja ?


any comment ?


[Only mods are allowed to see this image]

Kembali Ke Atas Go down
bruce
Global Moderator
Global Moderator


Jumlah posting : 9231
Join date : 27.01.11

PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   17th February 2013, 11:53

Quote :
Apakah bukannya perang tersebut hanyalah memperebutkan kemuliaan dunia saja ?

Bukankah kadang perang tidak berhubungan langsung dengan kemuliaan dunia saja? Kadang perang terpaksa dilakukan karena untuk memperoleh kemerdekaan bangsa? Bukankah perang kadang terpaksa terjadi karena sebagai bangsa kita tidak mau dijajah oleh bangsa lain?


_________________________________________________

Jn 3:16 For God so loved the world, as to give his only begotten Son; that whosoever believeth in him, may not perish, but may have life everlasting.
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Mahabarata dan Hindu   Today at 00:22

Kembali Ke Atas Go down
 
Mahabarata dan Hindu
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 2 dari 10Pilih halaman : Previous  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10  Next

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Ladang Tuhan Baru :: Forum Terbuka :: Diskusi - Beragam Agama-
Navigasi: